Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x APLIKASI AKUNTANSI PIUTANG JASA SERVICE PADA PT. AUX INDONESIA BANDAR LAMPUNG Iis Fitriyana1. Didi Susianto2 Jurusan Komputerisasi Akuntansi. AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung Jurusan Manajemen Informatika. AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung Jl. Cut Nyak Dien No. 65 Durian Payung (Palap. Bandar Lampung E-mail: iis. fitriyana95@gmail. , di2. susianto@dcc. ABSTRAKS PT. AUX Indonesia yang berlokasi di Bandar Lampung merupakan perusahaan yang bergerak didalam bidang Distributor AC. Pengolahan piutang jasa service di PT. AUX Indonesia masih menggunakan sistem manual. Dengan terselenggaranya piutang yang baik merupakan hal yang begitu penting, agar kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan efektif, dan efisien, serta terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan Metode Pengumpulan data yang digunakan dalam pembuatan Aplikasi Akuntansi Piutang Jasa Service pada PT. AUX Indonesia adalah Observasi. Wawancara dan Studi Pustaka , serta metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Watterfall. Aplikasi ini menggunakan rancangan dengan context diagram, data flow diagram (DFD), normalisasi, dan flowchart dibuat untuk memudahkan pemrosesan data yang berisi tentang pengelolaan piutang. Penelitian ini menghasilkan Aplikasi Akuntansi Piutang Jasa Service yang dapat mempermudah dalam menyajikan data laporan piutang yang akurat dan tepat waktu, mempermudah dalam penginputan data Ae data yang dibutuhkan dalam pengolahan piutang jasa service, serta mempermudah admin atau pengguna dalam pengarsipan data piutang jasa service guna meningkatkan kinerja admin atau Kata Kunci: Aplikasi Akuntansi Piutang. Jasa Service. System Depelopment Life Cycle PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Pada umumnya service sangatlah dibutuhkan untuk memberikan kepuasan melalui pelayanan yang diberikan oleh suatu perusahaan. Service biasanya timbul akibat adanya kerusakan yang terjadi karena penyalahgunaan pemakaian produk yang tidak didasari oleh buku panduan serta lamanya pemakaian suatu produk tersebut. Dengan adanya ketentuan dari berbagai perusahaan yang memberikan fasilitas perawatan . dengan jangka waktu tertentu, maka banyak sebagian masyarakat yang sudah tidak memiliki fasilitas tersebut memilih dengan menggunakan pihak yang menyediakan jasa service. Dalam pengelolaan jasa service biasanya timbul piutang tertentu, dimana pembayaran oleh pihak yang bersangkutan baru akan dilakukan setelah tanggal transaksi. Begitu banyak permasalahan yang ditimbulkan dari piutang karena menyangkut berbagai macam Debitur. Untuk mempermudah pengolahan piutang diperlukan tekhnologi informasi. Penggunaan program aplikasi akan sangat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan pengolahan data yang akan menghasilkan informasi yang cepat dan akurat. PT. AUX Indonesia yang berlokasi di Bandar Lampung merupakan perusahaan yang bergerak didalam bidang Distributor AC. Sistem yang ada pada PT. AUX Indonesia saat ini khususnya dalam pengolahan piutang jasa service masih menggunakan sistem manual mulai dari pencatatan data, sampai penyimpanan data-data lainnya yang berhubungan Iis Fitriyana. Didi Susianto dengan proses pengolahan piutang hingga sampai pembuatan laporan, sehingga memungkinkan pada saat proses berlangsung terjadi kesalahan dalam pencatatan, kurang akuratnya laporan yang dibuat dan keterlambatan dalam pencarian data-data yang Didalam perusahaan ini pengolahan piutang jasa service sangat penting karena Debiturnya cukup banyak kurang lebih 150 Debitur. Mengingat Debitur yang cukup banyak dalam pengelolaan piutang jasa service harus dilakukan dengan serius. Pengolahan piutang yang baik berdasarkan jumlah Debitur yang cukup banyak harus mempunyai daftar Debitur dan laporan yang baik dan baku, serta mempunyai data piutang dan penagihan yang akurat. Berdasarkan uraian dan penjelasan diatas, ditemukan berbagai macam permasalahan seperti kesalahan didalam pencatatan baik dalam rupiah maupun nama Debitur, dengan tidak memilikinya daftar Debitur yang baik dan benar pencarian data Debitur menjadi sulit, ditemui bahwa form laporan piutang sering berubah-ubah tidak baku. Pembuatan laporan sering terlambat juga ditemukan penyajian laporan baik bulanan dan tahunan mengalami keterlambatan melampaui batas toleransi, yaitu batas toleransi bulanan maksimal satu minggu dan batas toleransi tahunan maksimal satu bulan. Dalam hal ini perancangan sistem informasi merupakan solusi yang terbaik untuk memecahkan permasalahanAepermasalahan perusahaan ini, serta dengan sistem yang JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x terkomputerisasi diharapkan dapat tercapai suatu kegiatan yang efektif dan efisien. Berdasarkan uraian dan penjelasan yang telah dijabarkan diatas, maka penulis mencoba mengangkat permasalahan mengenai Sistem Akuntansi Piutang Jasa Service. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: Menghasilkan program aplikasi piutang jasa service yang efektif dan efisien. Menghasilkan aplikasi yang dapat menyusun laporan piutang yang akurat, dan tepat waktu. 2 Referensi Aplikasi Aplikasi merupakan penerapan, menyimpan sesuatu hal, data permasalahan pekerjaan kedalam suatu sarana atau media yang digunakan untuk menerapkan atau mengimplementasikan hal atau permasalahan tersebut sehingga berubah menjadi bentuk yang baru tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar hal, data, permasalahan atau pekerjaan. Berikut pengertian menurut para ahli adalah sebagai berikut : Menurut Jogiyanto . dalam jurnal Neyfa Bella Chintya bahwa: Aplikasi adalah Aupenggunaan dalam suatu komputer, instruksi . atau pernyataan . yang disusun sedemikian rupa sehingga komputer dapat memproses input menjadi output. Ay Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . dalam jurnal Neyfa Bella Chintya Aplikasi adalah Au penerapan dari rancang sistem untuk mengolah data yang menggunakan aturan atau ketentuan bahasa pemrograman tertentu. Aplikasi adalah suatu program komputer yang dibuat untuk mengerjakan dan melaksanakan tugas khusus dari pengguna. Ay Dari pengertian diatas penulis menyimpulkan bahwa pengertian aplikasi adalah rancangan sistem komputer yang terdiri dari instruksi dan pernyataan, yang berfungsi untuk mengolah data. Akuntansi Menurut Syaiful Bahri. MSA . alam buku Pengantar Akuntansi, 2016:. , bahwa: Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan pelaporan atas transaksi dengan cara sedemikian rupa, sistematis dari segi isi, dan berdasarkan standar yang diakui umum. Menurut Thomas Sumarsan . alam buku Pengantar Akuntansi, 2016:. ,bahwa: Akuntansi Ausuatu mengklasifikasikan, mencatat transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan, sehingga dapat menghasilkan informasi, yaitu laporan keuangan yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Ay Iis Fitriyana. Didi Susianto Dari beberapa pengertian tentang akuntansi yang menurut para ahli dapat disimpukan bahwa menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan dalam pembuatan laporan keuangan dan pengambilan keputusan. Karakteristik Akuntansi Menurut Dwi Martani . alam buku Standar Akuntansi Keuangan, 2012 :. akuntansi memiliki karakteristik yang terdiri dari 4 hal penting adalah sebagai berikut : Input . akuntansi Adalah transaksi yaitu peristiwa bisnis bersifat keuangan. Suatu transaksi dapat dicatat dan dibukukan ketika ada bukti yang menyertainya. Tanpa ada bukti yang otentik, maka suatu transaksi tidak dapat dicatat dan dibukukan oleh akuntansi. Proses Merupakan serangkaian kegiatan untuk merangkum transaksi menjadi laporan. Kegiatan itu terdiri dari proses identifikasi apakah kejadian merupakan transaksi, pencatatan transaksi, penggolongan transaksi, dan pengiktisaran transaksi menjadi laporan keuangan. Kejadian dalam suatu entitas harus diidentifikasi apakah merupakan transaksi atau bukan, jika kejadian tersebut transaksi, maka perlu diidentifikasi pengaruh transaksi tersebut terhadap posisi Setelah diidentifikasi, transaksi tersebut dicatat dalam jurnal. Jurnal adalah suatu pernyataan yang menunjukkan akun apa yang didebit dan dikredit serta jumlahnya. Dalam era teknologi komputer dan informasi, proses penjurnalan tidak dilakukan secara manual namun diintegritaskan dalam proses bisnis sehingga dapat dilakukan dengan Transaksi setelah dijurnal kemudian digolongkan sesuai dengan jenis akun, dalam akuntansi proses ini disebut sebagai posting. Dengan proses ini saldo akun akan mencerminkan kondisi keuangan terkini. Output . akuntansi Adalah informasi keuangan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan keuangan yang dihasilkan dari proses akuntansi menurut Standar Akuntansi Keuangan adalah Laporan Posisi Keuangan . Laporan Laba Rugi Komprehensif. Laporan Perubahanm Ekuitas. Laporan Arus Kas, dan catatan atas laporan keuangan. Kelima laporan tersebut pada saat disusun, disajikan dan pengungkapannya harus sesuai dengan standar akuntansi yang digunakan. Penggunaan informasi keuangan Adalah pihak yang memakai laporan keuangan untuk pengambilan keputusan. Pengguna informasi akuntansi terdiri dari dua yaitu pihak internal dan pihak eksternal. Pengguna informasi dari pihak internal berasal dari dalam entitas . iasanya JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x manajemen dan karyawa. , sedangkan pengguna eksternal adalah pelanggan, kreditur, pemasok . , public interest group, dan badan Piutang Piutang juga merupakan komponen aktiva lancar yang penting dalam aktivitas ekonomi suatu perusahaan karena merupakan aktiva lancar perusahaan yang paling besar setelah kas. Piutang timbul karena adanya penjualan barang atau jasa secara kredit, bisa juga melalui pemberian pinjaman. Adanya piutang menunjukkan terjadinya penjualan kredit yang dilakukan perusahaan sebagai salah satu upaya perusahaan dalam menarik minat beli konsumen untuk memenangkan persaingan. Kebijakan piutang yang efektif dan prosedur penagihan yang tepat waktu sangat penting untuk ditetapkan, sehingga dapat mengurangi resiko terganggunya likuiditas perusahaan akibat adanya piutan tak tertagih. Kebijakan piutang yang baik adalah kebijakan piutang yang bisa mengoptimalkan keuntungan dan kerugian dari piutang. Beberapa definisi piutang menurut para pakar: Menurut Hery. SE . alam buku Akuntansi Dasar 1 Dan 2, 2013 : . Piutang dagang ( account receivable ) merupakan Autagihan perusahaan kepada pelanggan atau pembeli atau pihak lain yang membeli produk perusahaanAy. Menurut Smith . alam buku Akuntansi Dasar 1 Dan 2, 2013: . Piutang dapat didefinisikan dalam arti luas sebagai hak atau klaim terhadap pihak lain atas uang, barang, dan jasa. Namun, untuk tujuan akuntansi, istilah ini umumnya diterapkan sebagai klaim yang diharapkan dapat diselesaikan melalui penerimaan kas. Berdasarkan Pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa piutang adalah tuntutan atau klaim antara pihak yang akan memperoleh pembayaran dengan pihak yang akan membayar kewajibannya, atau dapat disebutkan sebagai tuntutan kreditur kepada debitur yang pembayarannya biasanya dilakukan dengan uang. Jenis Piutang Sebelum suatu transaksi penjualan dilakukan, biasanya terlebih dahulu ada kesepakatan mengenai cara pembayaran transaksi tersebut apakah secara tunai atau kredit. Apabila pembayaran dilakukan secara tunai maka perusahaan akan langsung menerima kas. Namun apabila pembayaran dilakukan secara kredit maka perusahaan akan menerima piutang. Berikut adalah pengelompokan piutang secara Piutang Dagang (Trade Receivabl. Piutang dagang merupakan jumlah tagihan perusahaan kepada pelanggan yang berasal dari Iis Fitriyana. Didi Susianto penjualan barang dan jasa yang merupakan kegiatan usaha normal perusahaan. Piutang dagang merupakan tipe piutang yang paling lazim ditemukan dan umumnya mempunyai jumlah yang paling besar. Piutang ini dapat dibagi menjadi piutang usaha dan wesel tagih. Piutang Usaha ( account receivable ) Piutang usaha yang berasal dari penjualan kredit jangka pendek dan biasanya dapat ditagih dalam waktu 30 sampai 60 hari. Biasanya piutang usaha tidak melibatkan bunga, meskipun pembayaran bunga atau biaya jasa pembayarannya tidak dilakukan dalam periode Wesel Tagih ( notes receivable ) Wesel tagih adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa depan. Wesel tagih dapat berasal dari penjualan, pembayaran atau transaksi lainnya. Wesel tagih bisa bersifat jangka pendek ataupun jangka panjang. Piutang Lain-lain (Non Dagan. Piutang lain-lain merupakan tagihan perusahaan kepada pelanggan atau pihak lain akibat dari berhubungan dengan kegiatan normal usaha Piutang lain-lain meliputi piutang pegawai, piutang dari perusahaan, piutang dividen, piutang bunga, dan lain-lain. Sedikit berbeda dengan pendapat Niswonger . 7 : . dalam jurnal Venti Linda Verawati, jenis piutang dibedakan atas tiga . jenis, yaitu: Piutang Usaha, merupakan jenis piutang yang diperkirakan dapat ditagih antara 30 - 60 hari. Piutang Wesel / Wesel Tagih, merupakan jenis piutang yang periode kreditnya lebih dari 60 hari. Piutang Lain-lain, merupakan jenis piutang yang jika dapat ditagih dalam waktu 1 tahun diklasifikasikan sebagai aktiva lancar. Namun jika piutang tersebut tidak dapat ditagih dalam waktu 1 tahun diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lancar. Hubungan Piutang dan Laporan Keuangan Piutang merupakan tagihan kepada debitur, yang di timbulkan karena adanya penjualan secara kredit, piutang di dalam akuntansi termasuk ke dalam laporan keuangan. Laporan keuangan ada lima yaitu Laporan Laba Rugi Komprehensif. Laporan Perubahan Posisi Keuangan. Laporan Perubahan Ekuitas. Penjelasan Laporan Keuangan . ang disajikan dalam berbagai cara misalnya. Laporan Arus Kas atau Laporan Arus Dan. Piutang di dalam laporan keuangan masuk ke dalam laporan posisi keuangan, di kelompokan ke dalam aset, di dalam perusaahaan aset di bagi 2 yaitu aset lancar dan aset tidak lancar. Piutang termasuk ke dalam kelompok aset lancar. JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x Menurut Dyckman Et Al. AuAset lancar mencakup kas dan aktiva lainnya yang diperkirakan dapat direalisasi menjadi kas atau dijual atau digunakan selama satu siklus operasi normal perusahaan atau dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca . alah satu yang lebih lam. Ay Yang termasuk dalam aktiva lancar adalah kas . , investasi jangka pendek, wesel tagih, penghasilan yang masih akan diterima, persediaan barang, dan biaya yang dibayar dimuka. yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan sesuatu. Ay Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa service adalah seluruh aktifitas, tindakan, kinerja ataupun manfaat yang pada dasarnya tidak berwujud, yang dapat diberikan dari satu pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan akan sesuatu atau apapun. Jasa Banyak para pakar pemasaran jasa yang telah mendefinisikan pengertian jasa. Adapun pengertian jasa menurut para pakar sebagai berikut: Menurut Kotler dan Lupiyoadi . dalam jurnal Hermanto MZ : Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak Produksi jasa mungkin berkaitan dengan produk fisik atau tidak. Sedangkan menurut Payne dan Jasfar . dalam jurnal Hermanto MZ karakteristik jasa yaitu sebagai berikut: Tidak berwujud. Jasa bersifat abstrak dan tidak berwujud. Artinya, jasa tidak dapat dilihat, dirasakan/dicicipi, atau disentuh, seperti yang dapat dirasakan dari suatu Tidak dapat dipisahkan. Jasa umumnya dihasilkan dan dikonsumsi pada saat yang bersamaan, dengan partisipasi konsumen dalam proses tersebut. Artinya, konsumen harus berada di tempat jasa yang dimintanya sehingga konsumen melihat dan ikut Auambil bagianAy dalam proses produksi tersebut. Heteregonitas Jasa merupakan variabel non standard dan sangat bervariasi. Artinya, karena jasa itu berupa suatu unjuk kerja, tidak ada hasil jasa yang sama walaupun dikerjakan oleh satu orang. Tidak tahan lama. Jasa tidak mungkin disimpan dalam persediaan. Artinya, jasa tidak bisa disimpan, dijual kembali kepada orang lain, atau dikembalikan kepada produsen jasa, di mana konsumen membeli jasa tersebut. Alat Pengembangan Sistem DFD (Data Flow Diagra. Menurut John Burch & Gary . , dalam jurnal Devi Indriani : DFD diagram grafis memvisualisasikan model dari suatu sistem Menurut Afyenni . , dalam jurnal Devi Indriani : Menyatakan penggambaran DFD lebih fokus pada aliran proses data dalam sistem yang akan membuat pengguna lebih memahami bagaimana data mengalir dalam sistem dan bagaimana data diproses dalam sistem. Penggambaran DFD didahului dengan Konteks Diagram (CD). CD menggunakan tiga symbol yaitu : entitas eksternal, simbol untuk mewakili aliran data dan simbol untuk mewakili proses. Tabel 1. Simbol-Simbol DFD Service Menurut Chaffey . dalam jurnal Hermanto MZ : Service adalah seluruh aktifitas ataupun manfaat yang pada dasarnya tidak berwujud yang dapat diberikan kepada orang lain namun tidak menimbulkan kepemilikan apapun. Ay Menurut Kotler dan Keller . dalam jurnal Hermanto MZ : Service adalah setiap tindakan atau kinerja yang dapat ditawarkan satu pihak kepada pihak lain. Iis Fitriyana. Didi Susianto Diagram Konteks Menurut Sukamto dan Shalahuddin . , dalam jurnal Devi Indriani : Berikut ini adalah tahapan-tahapan perancangan dengan menggunakan DFD: Membuat DFD Level o atau sering disebut juga Context Diagram DFD Levelo menggambarkan sistem yang akan dibuat sebagai suatu entitas tunggal yang berinteraksi dengan orang maupun sistem lain. DFD Levelo digunakan untuk mengambarkan interaksi antara system yang akan dikembangkan dengan entitas luar. JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x Membuat DFD Level1 DFD Level1 digunakan untuk menggambarkan modul-modul yang ada dalam sistem yang akan dikembangkan. DFD Level1 merupakan hasil breakdown DFD Level0 yang sebelumnya sudah dibuat. Membuat DFD Level2 Modul-modul pada DFD Level 1 dapat di breakdown menjadi DFD Level2. Modul mana saja yang harus di breakdown lebih detail tergantung pada tingkat kedetilan modul tersebut. Apabila modul tersebut sudah cukup detail dan rinci maka modul tersebut sudah tidak perlu untuk di breakdown Untuk sebuah sistem, jumlah DFD Level2 sama dengan jumlah modul pada DFD Level1 yang di breakdown. Membuat DFD Level3 dan seterusnya. DFD Level3, 4, 5 dan seterusnya merupakan breakdown dari modul pada DFD Level di Breakdown pada level3, 4 dan 5 dans eterusnya aturannya sama persis dengan DFD Level1 atau Level2. Diagram Alir Dokumen (Mapping Char. Activity diagram memiliki pengertian yaitu lebih fokus kepada menggambarkan proses bisnis dan urutan aktivitas dalam sebuah proses. Dipakai pada buisness modeling untuk memperlihatkan urutan aktifitas proses bisnis. Activity diagram dibuat berdasarkan beberapa use case pada use case Aktifitas yang mungkin terjadi dan bagaimana aktifitas itu berakhir. Tabel 2. Simbol-Simbol Diagram Alir Dokumen Terminal. Memulai/ Dokumen Penghubung pada halaman yang sama Input/ output. Pemrosesan secara on-line Kegiatan Penghubung pada halaman yang berbeda Anotasi. Keterangan atau komentar Arus dokumen, garis alir . Keputusan, ya atau tidak dalam proses Arsip, secara urut: A=abjad. A N=Nomor. T=tanggal Flowchart Iis Fitriyana. Didi Susianto Menurut Indrajani . , dalam skripsi Muniarti : Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutan prosedur suatu Bagan alir . adalah bagan . yang menunjukkan alir . di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk Ada lima macam bagan alir, di Bagan Alir Sistem . ystem flowchar. merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan Alir Dokumen . ocument flowchar. disebut juga bagan alir formulir . orm flowchar. merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya. Bagan Alir Skematik . chematic flowchar. merupakan bagan alir yang menggambarkan prosedur di dalam sistem dengan menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem dan gambargambar komputer serta peralatan lainnya yang digunakan oleh sistem. Bagan Alir Program . rogram flowchar. merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan Alir Proses . rocess flowchar. merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur. Tabel 3. Simbol-Simbol Flowchart Normalisasi Menurut Hatmoko . dalam jurnal Devi Indriani : JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x Normalisasi relasinya dikatakan menjadi suatu bentuk normal jika memenuhi beberapa syarat yaitu: 1NF . irst Normal For. yaitu setiap data dibentuk dalam plat file, atau dibentuk dalam satu record demi record dan nilai dari fieldfield berupa atomic value. 2NF (Second Normal For. yaitu bentuk data telah memenuhi kriteria 1NF. Atribute bukan kunci harus bergantung penuh pada kunci utama atau primary key sehingga untuk 2NF haruslah sudah ditentukan kunci-kunci field. NF (Third Normal For. yaitu setiap atribute bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primary key dan pada primary key secara keseluruhanAy. Kamus Data Menurut Sukamto dan Shalahuddin . , dalam jurnal Devi Indriani: Kamus data adalah kumpulan daftarelemen data yang mengalir pada sistem perangkat lunak sehingga masukan . dan keluaran . dapat dipahami secara umum . emilikistandar Menurut Sukamtodan Shalahuddin . , dalam jurnal Devi Indriani : Menjelaskan simbol-simbol yang digunakan dalam kamus data, yaitu : Tabel 4. Simbol-Simbol Kamus Data: Bahasa Pemrograman Menurut Munir . alam buku Pengembangan Aplikasi Database Berbasis JavaDB dengan Netbeans yang dipublikasikan oleh Andi 2013:. mengemukakan bahwa AuBahasa pemrograman adalah bahasa komputer yang digunakan dalam menulis program. Ay Untuk itu, bahasa pemrograman dibagi menjadi 4 . tingkatan yaitu: Bahasa Mesin (Machine Languag. Bahasa pemrograman yang hanya dapat dimengerti oleh mesin komputer yang didalamnya terdapat Central Processing Unit (CPU) yang hanya mengenal dua keadaan yang Bahasa Tingkat Rendah (Low Level Languag. Karena banyak keterbatasan yang dimiliki bahasa mesin maka dibuatlah simbol yang mudah diingat yang disebut dengan mnemonic . embantu untuk menginga. Contoh : Bahasa Assembler. Iis Fitriyana. Didi Susianto Bahasa Tingkat Menengah (Middle Level Languag. Bahasa pemrograman yang menggunakan aturanaturan gramatikal dalam penulisan pernyatannya, mudah untuk dipahami, dan memiliki instruksiinstruksi tertentu yang dapat langsung diakses oleh komputer. Contoh: Bahasa C. Bahasa Tingkat Tinggi (High Level Languag. Bahasa pemrograman yang dalam penulisan pernyataannya mudah dipahami secara langsung. A Bahasa Berorientasi Prosedur (Procedure Oriented Languag. Contoh: Algoritma. Fortran. Pascal. Basic. Cobol. A Bahasa Berorientasi pada Masalah (Problem Oriented Languag. Contoh: Report Program Generator (RPG). Sekilas tentang Java Menurut definisi dari Sun . alam buku Pengembangan Aplikasi Database Berbasis JavaDB dengan Netbeans yang dipublikasikan oleh Andi 2013-. AuJava adalah nama untuk sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalankan peerangkat lunak pada komputer stand alone atau pada lingkungan jaringan. Teknologi java memiliki tiga komponen penting, yaitu : Programming Ae language specification Application Ae programming interface Virtual Ae specification Sekilas tantang NetBeans NetBeans adalah Integrated Development Environment (IDE) berbasiskan Java dari Sun Microsystems yang berjalan di atas Swing. Swing sebuah teknologi Java untuk pengembangan aplikasi Desktop yang dapat bejalan di berbagai macam platforms seperti Windows. Linux. Mac OS X and Solaris. Netbeans merupakan software development yang Open Source, dengan kata lain software ini di bawah pengembangan bersama, bebas biaya NetBeans merupakan sebuah proyek kode terbuka yang sukses dengan pengguna yang sangat luas, komunitas yang terus tumbuh, dan memiliki hampir 100 mitra. Sun Microsystems mendirikan proyek kode terbuka NetBeans pada bulan Juni 2000 dan terus menjadi sponsor utama. Suatu IDE adalah lingkup pemrograman yang diintegrasikan kedalam suatu aplikasi perangkat lunak yang menyediakan pembangun Graphic User Interface (GUI), suatu text atau kode editor, suatu compiler atau interpreter dan suatu debugger. The NetBeans IDE adalah sebuah lingkungan pengembangan - sebuah kakas untuk pemrogram menulis, mengompilasi, mencari kesalahan dan menyebarkan program. Netbeans IDE ditulis dalam Java, namun dapat mendukung bahasa pemrograman Terdapat banyak modul untuk memperluas JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x Netbeans IDE. Netbeans IDE adalah sebuah produk bebas dengan tanpa batasan bagaimana digunakan. NetBeans IDE mendukung pengembangan semua tipe 16 aplikasi Java (J2SE, web. EJB, dan aplikasi Fitur lainnya adalah sistem proyek berbasis Ant, kontrol versi, dan refactoring. Apache Apache merupakan web server yang paling banyak digunakan saat ini. Apache digunakan karena faktor kecepatan, kinerja yang stabil, dan Apache sebagai web server mempunyai fungsi untuk melayani permintaan data dalam protocol HTTP. Apache melayani permintaan data dalam bentuk/format teks, gambar, suara, animasi dan video. MySQL MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL . ahasa Inggris: database management syste. atau DBMS yang multi-user. MySQL dimiliki dan di sponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark. Allan Larsson, dan Michael "Monty" Widenius. MySQL Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public Licens. Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Languag. SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi data METODE PENELITIAN 1 Metode Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penulisan karya ilmiah ini, maka pengumpulan data yaitu terdiri dari : Wawancara Wawancara yaitu tanya jawab yang dilakukan secara sistematik oleh penulis dan di tunjukan kepada objek peneliti yang berpedoman kepada daftar pertanyaan yang telah disusun sebelumnya. Pengamatan Metode ini di laksanakan dengan cara mengamati objek penelitian untuk mencocokkan dan melengkapi data yang telah diperoleh dalam Kepustakaan Adalah penelitian yang digunakan dengan cara mempelajari sumber-sumber tulisan seperti buku. Iis Fitriyana. Didi Susianto jurnal-jurnal dan bahan-bahan tertulis lain yang berisi pengetahuan tentang variabel dan topik yang Tujuan penelitian kepustakaan adalah untuk menghimpun pengetahuan teoritas yang relevan dengan variabel dan topik yang nantinya digunakan untuk menyusun karya ilmiah ini. Dokumentasi Adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara menyalin atau memproduksi berbagai dokumen, laporan dan informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan laporan penelitian. 2 Metode Pengembangan Sistem Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode warterfall. Menurut Jogiyanto H. dalam dalam jurnal Heri Prabowo. Herlawati. Wida Prima Mustika menjelaskan bahwa: AuMetodologi Pengembangan Sistem adalah metode-metode, prosedur-prosedut, konsep-konsep, perkerjaan, aturan-aturan yang digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasiAy. Model air terjun . bisa juga disebut siklus hidup perangkat lunak, mengambil kegiatan dasar seperti spesifik, pengembangan, validasi, dan evolusi dan memperesentasikannya sebagai fase-fase yang berbeda seperti spesifik persyaratan, perancangan perangkat lunak, implementasi, pengujian dan seterusnya. Berikut ini adalah gambar air terjun . Sumber : Jogiyanto H. M . Gambar 1. Ilustrasi model waterfall Tahapan Aetahapan yang harus dilaksanakan adalah sebagai berikut : Sistem engineering Yaitu bertujuan untuk mengetahui ruang lingkup permasalahan yang muncul dan mendefinisikannya secara rinci, kemudian menetukan tujuan pembuatan sistem serta mengidentifikasi kendala Ae kendalanya. Analisys Yaitu tahap penganalisisan permasalahan secara lebih mendalam dengan menyusun suatu studi kelayakan untuk mengetahui apakah sistem layak untuk dibangun atau tidak. Design (Desain/Perancanga. Yaitu merancang sistem sesuai dengan teknik dan metode perancangan sistem yang digunakan dengan mengindahkan pemahaman sistem sebelumnya dan kriteria Ae kriteria sistem JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x Dengan menampilkan kedalam Diagram Kontek. Use Case Diagram. Activity Diagram. Class Diagram. Struktur tabel, dan Struktur menu. Coding (Pemrograma. Yaitu tahap penterjemah data/pemecahan masalah software yang telah dirancang kedalam bahasa pemrograman yang telah Testing (Pengujia. Yaitu tahap uji coba sistem yang telah disusun untuk memastikan bahwa sistem tersebut sudah benar sesuai karakteristik yang ditetapkan dan tidak ada kesalahan Ae kesalahan yang terkandung didalamnya. Pengujian ini dimulai dengan membuat suatu uji kasus untuk setiap fungsi pada perangkat lunak, kemudian dilanjutkan dengan pengujian terhadap modul-modul dan terakhirpada tampilan antar muka untuk memastikan tidak ada kesalahan dan semua berjalan dengan baik dan input yang diberikan hasilnya sesuai dengan yang diinginkan. Maintenance (Pemeliharaa. Yaitu tahap pemeliharaan sistem secara rutin yang meliputi penataan ulang database, mem backup dan scanning virus, dan sebagainya. Pemeliharaan dapat dilakukan jika ada permintaan tambahan fungsi sesuai dengan perangkat lunak maupun perangkat keras. 3 Analisa Kebutuhan Sistem Analisis terhadap sistem yang berjalan sangat diperlukan dalam perancangan suatu sistem, hal ini untuk mengetahui apakah sistem tersebut mempunyai kekurangan, sehingga sistem baru yang dibuat adalah satu solusi untuk memperbaiki sistem yang telah berjalan. Dalam analisis sistem ini penulis melakukan Bagian Administrasi Piutang untuk mengetahui masalahmasalah yang sedang dihadapi dalam sistem Aplikasi Akuntansu Piutang Jasa Service Pada PT. AUX Indonesia Bandar Lampung. Hasil kegiatan analisis tersebut menghasilkan identifikasi masalah dan kelemahan-kelemahan sistem yaitu kesalahan didalam pencatatan baik dalam rupiah maupun nama Debitur, dengan tidak memilikinya daftar Debitur yang baik dan benar pencarian data Debitur menjadi sulit, ditemui bahwa form laporan piutang sering berubah-ubah tidak baku Pembuatan laporan sering terlambat juga ditemukan penyajian laporan baik bulanan dan tahunan mengalami keterlambatan melampaui batas Aplikasi Akuntansi Piutang Jasa Service Pada PT. AUX Indonesia Bandar Lampung ini adalah sebagai Komputer dengan minimal processor 500 MHz Intel Pentium i workstation atau setaranya Memori: 512 MB Disk space: 850 MB dari free disk space Printer dengan tipe apa saja. Mouse Kebutuhan Perangkat Lunak Pembuatan program aplikasi adalah perancangan interface dan penulisan kode program sesuai dengan sistem yang telah dirancang. Untuk membuat program sistem terkomputerisasi aplikasi ini menggunakan software pendukung, yaitu: Perangkat lunak yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah: Java NetBeans IDE 8. 2, sedangkan untuk database digunakan MySQL Sistem Operasi Microsoft Windows XAMPP. Kebutuhan Perangkat Pikir Kebutuhan perangkat Pikir (Brainwar. yang Aplikasi Akuntansi Piutang Jasa Service Pada PT. AUX Indonesia Bandar Lampung ini adalah sebagai Mampu mengoperasikan komputer Dapat mengoperasikan aplikasi pemrograman Java NetBeans 4 Perancangan Sistem Alur Sistem yang Sedang Berjalan Admin menerima data pelanggan, berdasarkan data pelanggan admun membuat SPK perbaikan lalu admin membuat tagihan berupa bukti bayar dua rangkap kemudian di tanda tangani dan di cap. Bukti bayar rangkap 1 diarsipkan sementara, kwitansi rangkap 2 diserahkan ke pelanggan. Setelah 30 hari pelanggan menyiapkan uang berdasarkan bukti bayar rangkap 2, lalu diserahkan ke admin. Sebagai bukti pelunasan piutang admin menyerahkan bukti bayar rangkap 1 ke pelanggan. Lalu berdasarkan bukti bayar rangkap 2 admin membuat laporan piutang sebanyak 2 rangkap (Laporan piutang rangkap 1 diserahkan ke pimpinan dan laporan piutang rangkap 2 diarsipka. Berikut alur sistem yang sedang berjalan pada PT. AUX Indonesia Bandar Lampung yang disajikan dalam bentuk Mapping Chart. Kebutuhan Perangkat Keras Kebutuhan perangkat keras . yang Iis Fitriyana. Didi Susianto JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x Pegolahan Tagihan Jasa Service PT. AUX Indonesia Bandar Lampung Admin Pelanggan Pimpinan Data Pelanggan Start Laporan 1 Membuat SPK Memberi data Surat Perintah Kerja (SPK) Data Pelanggan End permasalahan yang dihadapi, pembuatan sistem yang di usulkan merupakan sebuah sistem yang didukung dengan perangkat komputer dan program aplikasi, sehingga proses sistem input data piutang akan lebih mudah, tidak memerlukan waktu yang lama dan dapat dengan cepat mendapatkan laporanlaporan yang dibutuhkan. Berikut Alur sistem yang di usulkan dapat dilihat dalam bentuk konteks DATA PELAGGAN BUKTI BAYAR Pelanggan Membuat Bukti Bayar Tagihan Bukti Bayar Sudah Ditandatangani & Cap BUKTI BAYAR UANG Bukti Bayari 2 Diberikan Kepada Pelanggan Untuk Proses Penagihan Menyiapkan Uang Tagihan Pimpinan Data Flow Diagram Level 1 Bukti Bayar 2 Bukti Bayar 2 LAPORAN Gambar 3. Konteks Diagram Alur Sistem Yang Diusulkan Bukti Bayar 2 Bukti Bayar 1 APLIKASI AKUNTASI PIUTANG JASA SERVICE PADA PT. AUX INDONESIA BANDAR LAMPUNG Data Pelanggan P Input Data Pelanggan Tbl_Pelanggan Bukti Bayar 1 Menghitung Uang & Membuat Laporan Laporan 2 Data Pelanggan Diserahkan Sebagai Bukti Pelunasan Piutang Laporan 1 P Input Data Data Piutang Piutang Tbl_Piutang P Input Data Data Buku Penagihan Tbl_Buku Data Penagihan Tbl_Penagihan Gambar 2. Mapping Chart Alur Sistem Yang Sedang Berjalan Bukti Bayar Alur Sistem yang Diusulkan Admin menginput data pelanggan berdasarkan SPK dan data pelanggan tersebut di simpan ke database pelanggan. Lalu admin menginput data penjualan jasa service . sebagai data piutang dengan menggambil data pelanggan yang sudah tersimpan di database. Setelah 30 hari pelanggan membayar tagihan ke admin ,lalu pembayaran tersebut admin input ke data penagihan serta mencetak bukti pembayaran untuk diserahkan kepada pelanggan. Berdasarkan data pelanggan, data piutang, dan data tagihan admin membuat laporan sebanyak 2 rangkap, rangkap 1 untuk pimpinan dan rangkap 2 untuk arsip perusahaan. Ditinjau dari kebutuhan aplikasi akuntansi piutang jasa service tersebut merupakan rancangan logika untuk membantu Iis Fitriyana. Didi Susianto P Cetak Bukti Bayar Data Penagihan Bukti Bayar Uang Bukti Bayar Uang P Bukti Bayar Uang Data Penagihan Pelanggan Daftar Pelanggan Kertas Kerja Penjualan Kertas Kerja Penagihan Laporan Piutang P Cetak Laporan Data Buku Data Piutang Gambar 4. Data Flow Diagram Level 1 JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x Normalisasi kode_pelanggan Char nama_pelanggan Varchar Varchar Varchar Nama Basis Data Nama File Primary Key Foreign Key Tabel 8. Data Buku Gambar 5. Normalisai Rancangan Kamus Data Nama Basis Data : piutang_aux Nama File : tbl_pelanggan Primary Key : kode_pelanggan Foreign Key Tabel 5. Data Pelanggan Nama Type Length/ Values kode_pelanggan Char nama_pelanggan Varchar saldo_awal Varchar Varchar Double Nama Basis Data Nama File Primary Key Foreign Key Tabel 6. Data Piutang Nama Type kode_buku saldo akhir Char Double Double Double Length / Values no_transaksi Char Keterangan Type Length/ Values no_kwitansi Char total_piutang tanggal_tempo Date Double Date kode_pelanggan Char nama_pelanggan Varchar Varchar Varchar Kode Pelanggan Nama Pelanggan Alamat Telepon Saldo Awal Nama Type no_transaksi Char jumlah_tagihan jumlah_bayar sisa_piutang no_kwitansi Date Double Double Double Char Kode Buku Debet Kredit Saldo Akhir Nomor Transaksi Pilih Nama Pengguna Kata Sandi Jabatan Login Keluar Gambar 6. Menu Login Rancangan Menu Utama Menu utama Data Pengguna Data Pelanggan Data Piutang No Kwitansi Kode Pelanggan Data Penagihan Laporan Keluar Refresh Nama Pelanggan Total Piutang Pembayaran Saldo Piutang Tanggal Tempo Keterangan Nomor Kwitansi Tanggal Total Piutang Tanggal Tempo Kode Pelanggan Nama Pelanggan Alamat Telepon AUX INDONESIA Gambar 7. Menu Utama Rancangan Menu Pengguna DATA PENGGUNA APLIKASI PIUTANG SERVICEPT. AUX INDONESIA BANDAR LAMPUNG Nama Basis Data : piutang_aux Nama File : tbl_penagihan Primary Key : no_transaksi Foreign Key : no_kwitansi Tabel 7. Data Penagihan Length / Values Keterangan Login Pengguna Daftar Piutang Jatuh Tempo Nama Iis Fitriyana. Didi Susianto : piutang_aux : tbl_buku : kode_buku : no_transaksi Rancangan Input Rancangan Menu Login : piutang_aux : tbl_piutang : no_kwitansi :kode_pelanggan Kode Pelanggan Nama Pelanggan Alamat Telepon Tambah Kode Pengguna Nama Pengguna Edit Jabatan Pasword Keterangan Nomor Transaksi Tanggal Jumlah Tagihan Jumlah Bayar Sisa Piutang Nomor Kwitansi Hapus Simpan NIK Nama Pengguna Jabatan Keluar JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Gambar 8. Form Data Pengguna Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x Rancangan Output Rancangan Bukti Bayar Rancangan Menu Pelanggan DATA PELANGGAN APLIKASI PIUTANG SERVICEPT. AUX INDONESIA BANDAR LAMPUNG Tambah Kode Pelanggan Nama Pelanggan Edit Alamat Telpon Hapus Saldo Awal Simpan Kode Pelanggan Nama Pelanggan Alamat Telpon Saldo Awal Keluar Gambar 9. Form Data Pelanggan Rancangan Menu Piutang Gambar 13 Bukti Bayar Rancangan Daftar Pelanggan DATA PIUTANG APLIKASI PIUTANG SERVICE PT. AUX INDONESIA BANDAR LAMPUNG Tambah Hapus Simpan Tanggal No Kwitansi Kode Pelanggan x Cari Tanggal Tempo Nama Pelanggan x Alamat x Telpon x Total Piutang Keluar No Kwitansi Tanggal Kode Pelanggan Nama Pelanggan Alamat Telpon Total Piutang Tanggal Tempo Gambar 10. Form Data Piutang Rancangan Menu Penagihan Gambar 14. Daftar Pelanggan Rancangan Kertas Kerja Penjualan DATA PENAGIHAN APLIKASI PIUTANG SERVICE PT. AUX INDONESIA BANDAR LAMPUNG Tambah Edit Hapus Simpan No Transaksi Tanggal Transaksi No Kwitansi x Cari Kode Pelanggan x Nama Pelanggan x Jumlah Tagihan Alamat x Jumlah Bayar Telpon x No Kwitansi Tanggal Kode Pelanggan Nama Pelanggan Sisa Piutang Alamat Telpon Jumlah Tagihan Jumlah Bayar Sisa Piutang Keluar Gambar 15. Kertas Kerja Penjualan Rancangan Kertas Kerja Penagihan Gambar 11. Form Data Penagihan Rancangan Menu Laporan Daftar Pelanggan Kertas Kerja Penjualan Kertas Kerja Penagihan Laporan Piutang Perbulan Laporan Piutang Pertahun Gambar 12. Form Laporan Gambar 16. Kertas Kerja Penagihan Iis Fitriyana. Didi Susianto JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x Rancangan Laporan Piutang Perpelanggan : Menyatakan No Kwitansi : Nomor Urut Kwitansi Pengkodean pada Penagihan Pada No Transaksi menggunakan kode char yang terdiri dari 5 digit. 1 digit pertama menyatakan No Transaksi dan 4 digit terakhir merupakan nomor urut Transaksi. Contoh :T0001 Keterangan : T : Menyatakan No Transaksi 01 : Nomor Urut Transaksi Gambar 17. Laporan Piutang Pelanggan Laporan Piutang Perbulan Flowchart Diagram Flowchart Menu Utama START Input nama Login Cancel Gambar 18. Laporan Tagihan Perbulan Rancangan Laporan Tagihan Pertahun Print AuMenu Utama Data Pengguna Data Pelanggan Data Piutang Data Penagihan Laporan Keluar" Input Pilih Pilih=1 Data Pengguna Pilih=2 Data Pelaggan Pilih=3 Data Piutang Pilih=4 Data Penagihan Pilih=5 Laporan END Gambar 19. Laporan Tagihan Pertahun Gambar 20. Flowchart Login dan Menu Utama Rancangan Pengkodean Pengkodean Pada Pelanggan Pada Kode Pelanggan menggunakan kode char yang terdiri dari 9 digit. 4 digit pertama menyatakan kode Pelanggan dan 5 digit terakhir merupakan nomor urut Pelanggan. Contoh :1001 00001 Keterangan : 1001 : Menyatakan Kode Pelanggan 00001: Nomor Urut Pelangan Pengkodean Pada Piutang Pada No Kwitansi menggunakan kode char yang terdiri dari 5 digit. 1 digit pertama menyatakan No Kwitansi dan 4 digit terakhir merupakan nomor urut Piutang. Contoh :K0001 Keterangan : Iis Fitriyana. Didi Susianto JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x Flowchart Data Pengguna Flowchart Data Piutang Data Piutang Data Pengguna Keluar Keluar Tambah INPUT NO KWITANSI Tambah NO KWITANSI =NO KWITANSI. AKHIR 1 PRINT NO KWITANSI, TANGGAL Simpan INPUT KODE PELANGGAN Simpan Input Kode Pengguna. Nama Pengguna. Jabatan. Password CARI DATA PELANGGAN SIMPAN DATA PRINT AuPELANGGAN TIDAK TERDAFTARAy SIMPAN DATA ADA HAPUS PRINT NAMA PELANGGAN. ALAMAT, TELEPON INPUT TOTAL PIUTANG,TANGGAL TEMPO EDIT HAPUS DATA HAPUS Gambar 23. Flowchart Form Piutang Flowchart Data Penagihan HAPUS DATA Data Penagihan TAMBAH Gambar 21. Flowchart Form Pengguna INPUT NO TRANSAKSI NO TRANSAKSI = NO TRANSAKSI. AKHIR 1 Flowchart Data Pelanggan PRINT KODE PELANGGAN. TANGGAL Data Pelanggan INPUT NO KWITANSI CARI DATA PIUTANG Keluar Tambah PRINT AuPIUTANG TIDAK TERDAFTARAy INPUT KODE PELANGGAN ADA PRINT NAMA PELANGGAN,ALAMAT. TELEPON. JUMLAH PIUTANG KODE PELANGGAN =KODE PELANGGAN. AKHIR 1 INPUT JUMLAH BAYAR PRINT KODE PELANGGAN INPUT NAMA PELANGGAN,ALAMAT, TELEPON ,SALDO AWAL Simpan PRINT JUMLAH BAYAR Au0Ay JUMLAH BAYAR SISA PIUTANG- = JUMLAH PIUTANG Ae JUMLAH BAYAR PRINT JUMLAH BAYAR SIMPAN DATA SIMPAN EDIT HAPUS SIMPAN TRANSAKSI HAPUS TRANSAKSI ADM PRINT CETAK BUKTI BAYAR HAPUS KELUAR PRIN PREVIEW CETAK TAMBAH HAPUS DATA Gambar 22. Flowchart Form Pelanggan Iis Fitriyana. Didi Susianto Gambar 24. Flowchart Form Data Penagihan JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x LAPORAN KERTAS KERJA PENJUALAN Flowchart Laporan INPUT PILIH KERTAS KERJA PENJUALAN Laporan CETAK Daftar Pelanggan Laporan Kertas Kerja Penjualan Laporan Kertas Kerja Penagihan Laporan Piutang CETAK ADA ADA PRINT AuDATA TIDAK DITEMUKANAy Pilih PRINT PREVIEW LAPORAN Pilih = 1 Daftar Pelanggan PRINT Pilih =2 Laporan Kertas Kerja Penjualan PRINT Pilih =3 Laporan Kertas Kerja Penagihan KELUAR Pilih =4 Laporan Piutang Gambar 27. Lanjutan Flowchart Form Laporan LAPORAN KERTAS KERJA PENAGIHAN Gambar 25. Flowchart Form Laporan INPUT PILIH KERTAS KERJA PENJUALAN DAFTAR PELANGGAN INPUT PILIH DAFTAR PELANGGAN CETAK CETAK CETAK ADA CETAK ADA ADA ADA PRINT AuDATA TIDAK DITEMUKANAy PRINT AuDATA TIDAK DITEMUKANAy PRINT PREVIEW LAPORAN PRINT PREVIEW LAPORAN PRINT PRINT PRINT KELUAR KELUAR Gambar 26. Lanjutan Flowchart Form Laporan Iis Fitriyana. Didi Susianto PRINT Gambar 28. Lanjutan Flowchart Form Laporan JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x LAPORAN PIUTANG INPUT TANGGAL,BULAN TAHUN CETAK CETAK ADA ADA PRINT AuDATA TIDAK DITEMUKANAy Gambar 30. Tampilan Form Login Tampilan Form Utama Form Utama merupakan halaman utama yang terdiri dari Tambah Pengguna. Data Pelanggan. Piutang. Buku Besar. Penagihan dan Laporan. Form Menu Utama dapat dilihat pada gambar berikut ini: PRINT PREVIEW LAPORAN PRINT PRINT KELUAR Gambar 29. Lanjutan Flowchart Form Laporan HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Menggunakan mengoprasikan sistem. Tahap penggunaan sistem ini dilakukan setelah sistem selesai, kemudian peneliti melaksanakan pelatihan terhadap petugas yang akan menggunakan sistem, dengan memberi pengertian dan pengetahuan yang cukup tentang sistem informasi, posisi dan tugas setiap fungsi. Pelatihan ini untuk petugas yang akan mengoperasikan sistem, yaitu Administrasi. Hal ini dimaksudkan agar user memahami prosedur kerja sistem, dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang timbul yang dapat menghambat kelancaran operasional perusahaan, sehingga tujuan sistem dapat tercapai. Sistem yang peneliti buat ini diharapkan mempermudah Administrasi membuat Laporan Piutang. Laporan Mutasi Piutang. Laporan Pembayaran. Berikut penjelasan program dari sistem yang siap untuk 2 Pembahasan Form Login Tampilan form ini, berfungsi untuk keamanan data di mana administrator diminta untuk memasukan Nama User. Jabatan dan password yang telah ditentukan sebelumnya. Adapun tampilan form masuk pengguna dapat dilihat pada gambar 30. lembar selanjutnya : Iis Fitriyana. Didi Susianto Gambar 31. Tampilan Form Utama Tampilan Form Pengguna Form Data Pengguna merupakan form yang berisikan tentang data Pengguna. Form ini digunakan ketika akan menambah, mengubah, dan menghapus data Pengguna. Adapun data yang terdapat dalam Form Data Pengguna adalah NIK. Nama Pengguna. Jabatan, dan Password. Form Data Pengguna dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 32. Tampilan Form Data Pengguna Tampilan Form Data Pelanggan Form Data Pelanggan merupakan form yang berisikan tentang data Pelanggan. Form ini digunakan ketika akan menambah, mengubah, dan menghapus data Pelanggan. Adapun data yang terdapat dalam Form Data Pelanggan adalah Kode Pelanggan. Nama Pelanggan. Alamat. Telepon,Saldo JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x Awal. Form Data Pelanggan dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 36. Tampilan Form Cetak Laporan Gambar 33. Tampilan Form Data Pelanggan Tampilan Form Data Piutang Form Data Piutang merupakan form yang berisikan tentang data Piutang. Form ini digunakan ketika akan menambah, mengubah, dan menghapus data Piutang. Adapun data yang terdapat dalam Form Data Piutang adalah No Kwitansi. Tanggal. Kode Pelanggan. Nama Pelanggan. Alamat. Telepon. Total Piutang. Form Data Piutang dapat dilihat pada gambar berikut ini: Tampilan Bukti Bayar Bukti Bayar dapat dilihat pada gambar berikut Gambar 37. Tampilan Bukti Bayar Tampilan Daftar Pelanggan Daftar Pelanggan dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 34. Tampilan Form Data Piutang Tampilan Form Data Penagihan Form Data Penagihan merupakan form yang berisikan tentang data Penagihan. Form ini digunakan ketika akan menambah, dan menghapus data Penagihan. Adapun data yang terdapat dalam Form Data Penagihan adalah No Transaksi. Tanggal Transaksi. No Kwitansi. Kode Pelanggan. Nama Pelanggan. Alamat. Telepon. Jumlah. Form Data Penagihan dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 38. Tampilan Daftar Pelanggan Tampilan Kertas Kerja Penjualan Kertas Kerja Penjualan dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 35. Tampilan Form Data Penagihan Tampilan Form Cetak Laporan Form Cetak Laporan dapat dilihat pada gambar berikut ini: Iis Fitriyana. Didi Susianto Gambar 39. Tampilan Kertas Kerja Penjualan JUSINTA Vol 1 No. 1/2018 Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JUSINTA) AMIK Dian Cipta Cendikia ISSN: x-x Tampilan Kertas Kerja Penagihan Kertas Kerja Penagihan dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 43. Tampilan Laporan Piutang Pertahun Gambar 40. Tampilan Kertas Kerja Penagihan Tampilan Laporan Piutang Perpelanggan Laporan Piutang Perpelanggan dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 41. Tampilan Laporan Piutang Pepelanggan Tampilan Laporan Piutang Perbulan Laporan Piutang Perbulan dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 42. Tampilan Laporan Piutang Perbulan Tampilan Laporan Piutang Pertahun Laporan Piutang Pertahun dapat dilihat pada gambar berikut ini: Iis Fitriyana. Didi Susianto KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan uraian yang telah dibahas pada bab sebelumnya tentang Aplikasi Akuntansi Piutang Jasa Service Pada PT. AUX Indonesia Bandar Lampung, dengan aplikasi yang dihasilkan maka dapat disimpulkan bahwa aplikasi akuntansi piutang jasa service ini sebagai berikut : Dengan aplikasi akuntansi yang dihasilkan dapat mempermudah dalam menyajikan data laporan piutang yang akurat dan tepat waktu. Mempermudah dalam penginputan data Ae data yang dibutuhkan dalam pengolahan piutang jasa service. Mempermudah admin atau pengguna dalam pengarsipan data piutang jasa service. Saran dapat peneliti berikan adalah sebagai Sistem aplikasi yang dikembangkan ini memiliki kebenaran dari sistem yang lama untuk itu sebaiknya Jasa Service pada PT. AUX Indonesia dapat menerapkan sistem aplikasi ini sebagai penyempurna sistem yang lama agar kesulitan dan keterlambatan dalam perhitungan Piutang Jasa Service pada PT. AUX Indonesia dapat lebih mudah ditangani. Sistem aplikasi yang berbasis komputer ini sebaiknya didukung oleh operator yang mampu memahami bagaimana cara pengoprasian sistem komputer yang berkaitan dengan data yang akan diolah. Sistem aplikasi yang telah dibuat ini dapat dimodifikasi sehingga dapat berguna bagi peneliti selanjutnya PUSTAKA