Journal of Pharmacy Tiara Bunda E-ISSN : 3032-3657 Volume 5 . Nomor 1 . Februari 2025 . Page 17-21 Doi : https://doi. org/xx. x/jptb. Website : https://jurnal. id/index. php/jptb FORMULASI DAN UJI SIFAT LILIN AROMATERAPI KOMBINASI MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (OCINUM SANCTUM L) DAN SEREH (CYMPOGOGON ATRATUS) Herlina Anggraini 1. Politeknik Tiara Bunda email: Herlina21@gmail. Riwayat Artikel: Diterima: 2 Januari 2025, direvisi: 26 Januari 2025, dipublikasi: 28 Februari 2025 ABSTRACT In the current conditions of the Covid-19 pandemic, aromatherapy candles have become a necessity for the community as an alternative treatment by utilizing natural ingredients whose popularity is One of natural ingredients used for aromatherapy is basil and lemongrass. This study aimed to determine whether the essential oil combination of basil leaves (Ocimum sanctum L) and lemongrass (Cymbopogon citratu. can be formulated into aromatherapy candles. The experiment was conducted in the laboratory. The essential oils of basil and lemongrass were gainded from E-Commerce and processed through Thin Layer Chromatography. Silica gel stationary phase, chloroform-benzene mobile phase for basil leaves and toluene-ethyl acetate mobile phase for lemongrass samples. Then the materials . or making aromatherapy candl. were made in three different concentrations of formula I . %: 20%), formula II . %: 10%), and formula i . %: 5%). Test of physical properties of the materials included organoleptic test, test melting point, burn times test and preference test from 20 respondents. The results of the test of the materials for aromatherapy candle showed that there was an affect on the physical properties of aromatherapy candles. Based on the findings of physical properties test, formula i resulted the best because of high melting test point and the longest burning time. Formula I was widely preferred for greater concentration of essential oils Keyword: Basil essential oil. Lemongrass essential oil. Aromatherapy candles. Test the physical properties of the preparation ABSTRAK Dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, lilin aromaterapi telah menjadi kebutuhan masyarakat sebagai salah satu alternatif pengobatan dengan memanfaatkan bahan alam yang popularitasnya semakin meningkat. Bahan alam yang dapat digunakan untuk aromaterapi salah satunya adalah daun kemangi dan sereh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L) dan sereh (Cymbopogon citratu. dapat diformulasi menjadi lilin aromaterapi. Penelitian dilakukan secara eksperimen di laboratorium. Minyak atsiri daun kemangi dan sereh diperoleh dari E-Commerce. Setelah minyak atsiri diperoleh kemudian dipisahkan secara Kromatografi Lapis Tipis. Digunakan fase diam silica gel, fase gerak kloroformbenzen untuk sampel daun kemangi dan fase gerak toluene-etil asetat untuk sampel sereh. Kemudian dibuat sediaan lilin aromaterapi dengan konsentrasi formula I . % : 20%), formula II . % : 10%) , dan formula i . % : 5%) dan dilakukan evaluasi sifat fisik sediaan lilin aromaterapi dengan uji organoleptis, uji waktu bakar dan uji kesukaan terhadap 20 responden. Hasil evaluasi sediaan lilin aromaterapi berpengaruh terhadap sifat fisik lilin aromaterapi. Berdasarkan hasil evaluasi sifat fisik, formula i memiliki sifat fisik yang baik karena memiliki titik leleh yang tinggi dan waktu bakar paling lama. Pada formula I banyak disukai karena memiliki konsentrasi minyak atsiri yang lebih Kata Kunci: minyak atsiri daun kemangi, minyak atsiri sereh, lilin aromaterapi, uji sifat fisik Journal of Pharmacy Tiara Bunda Pendahuluan Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi pada saat ini, masyarakat lebih banyak melakukan aktivitas dirumahnya masing Ae masing seperti para pekerja kantoran, guru dan juga dosen yang melakukan pekerjaanya dirumah . ork from hom. , juga para siswa dan siswi yang melakukan sistem pembelajaran daring secara online. Hal tersebut bisa memicu stress dan perlu dilakukan adanya relaksasi sebagai terapi untuk mengurangi stress sekaligus dapat meningkatkan kualitas tidur, mengurangi kecemasan, dan rasa gelisah yang berlebih. Maka dari itu mereka menggunakan lilin aromaterapi. Aromaterapi metode pengobatan alternatif yang berasal dari bahan tanaman yang mudah menguap, dikenal pertama kali dalam bentuk minyak Minyak atsiri yang diuapkan juga dianggap sebagai komponen utama dalam aromaterapi dimana menimbulkan berbagai efek seperti, antiinflamasi, antiseptik, merangsang nafsu makan, dan merangsang sirkulasi darah. Aromaterapi meyakini bahwa minyak atsiri dapat digunakan tidak hanya untuk pengobatan dan pencegahan penyakit, tetapi juga efeknya terhadap mood, emosi, dan rasa sehat (Zuddin dkk, 1. Ada aromaterapi yang hadir di pasaran, salah satunya yang tersedia adalah dalam bentuk lilin aromaterapi. Pada umumnya lilin hanya berfungsi sebagai sumber penerangan dan secara fisik tidak menarik. Saat ini penggunaan lilin sebagai aromaterapi digunakan selain karena hemat energi karena tidak membutuhkan listrik, hal itu juga memiliki efek samping yang minimal karena tidak menggunakan bahan kimiaberbahaya. Lilin aromaterapi dalam pembuatannya menggunakan beberapa bahan dan salah satunya menggunakan minyak esensial yang memiliki wangi aromaterapi. Lilin beraroma tidak hanya digunakan karena wanginya, tapi juga karena mampu mengubah suasana hati seseorang menjadi lebih baik serta memiliki CC Attribution-ShareAlike 4. 0 License. Sehingga beberapa bulan terakhir produksinya memanfaatkan bahan alam sebagai salah satu alternatif pengobatan komplementer yang popularitasnya semakin meningkat di dunia kesehatan. Bahan alam yang dapat digunakan sebagai lilin aromaterapi salah satunya adalah daun kemangi (Ocimum sanctum L) dan juga sereh (Cymbopogon citratu. Kedua bahan alam tersebut digunakan sebagai aromaterapi karena mengandung minyak atsiri yang menghangatkan dan membuat nyaman. Akantetapi, sumber daya alam tersebut belum dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat luas. Dari penggunaan bahan alam daun kemangi (Ocimum sanctum L) dan sereh (Cymbopogon citratu. sebagai sediaan lilin Untuk itu penulis melakukan penelitian mengenai AuFormulasi dan Uji Sifat Fisik Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum sanctum L) dan Sereh (Cymbopogon citratu. Ay. METODE Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu Daun kemangi (Ocimum Sanctum L) dan Sereh (Cymbopogon citratu. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L) dan minyak atsiri sereh (Cymbopogon citratu. sebagai zat aromatik dalam sediaan lilin aromaterapi yang telah dibeli di salah satu ECommerce dengan merek happy green. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian kali ini adalah total sampling. Total sampling yaitu dengan cara pengambilan sampel dimana semua sediaan lilin aromaterapi yang telah dibuat kemudian di uji sifat fisiknya satu Alat yang dipersiapkan: Cawan porselain, beaker glass, kompor spirtus, penangas, kaki tiga, cetakan lilin, sumbu pengaduk, pipet tetes, pipet ukur, gelas ukur, mortir dan stamfer. Bahan yang digunakan: Parrafin, asam stearat, minyak atsiri daun kemangi dan minyak atsiri sereh. Etil asetat, kloroform. Parrafin Cara kerja dalam penelitian ini: . Pengambilan Minyak Atsri Daun Kemangi Journal of Pharmacy Tiara Bunda Pembuatan Lilin Aromaterapi. Pengujian sifat fisik sediaan lilin aromaterapi. Uji waktu bakar lilin. Uji Kesukaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Organoleptis Minyak atsiri digunakan sebagai Lilin aromaterapi dibuat menggunakan bahan asam stearate dan paraffin padat sebagai basis dalam pembuatan lilin. Sediaan lilin dibuat sebanyak 3 formula, masing Ae masing formula dikali 3 replikasi. Penambahan minyak atsiri sesuai dengan formula yang telah dibuat dengan perbedaan konsentrasi pada setiap formulanya. Sediaan lilin kemudian dilakukan uji evaluasi sifat fisik sediaan lilin aromaterapi. Uji yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji waktu bakar, uji titik leleh dan uji kesukaan. Hasil Uji Organoleptis lilin aromaterapi Uji organoleptis bertujuan untuk mengamati bentuk, warna, dan bau dari sediaan lilin Hasil uji organoleptis yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 6 yaitu sebagai berikut: Tabel 1 Hasil uji organoleptik lilin Hasil Uji Waktu Bakar Uji waktu bakar bertujuan untuk mengetahui waktu daya tahan lilin yang dibutuhkan sampai sumbu lilin habis terbakar . pi pada. Waktu bakar adalah selang waktu yang menunjukan daya tahan lilin dibakar sampai habis. Waktu bakar diperoleh dari selisih antara waktu pembakaran dan waktu saat sumbu habis terbakar . pi Hasil penelitian berdasarkan rata rata menunjukan bahwa waktu bakar yang paling lama yaitu pada lilin formula i dengan perbandingan minyak atsiri . % : 5%) dengan rata Ae rata waktu bakarnya selama 302,26 Sedangkan waku bakar lilin tercepat yaitu pada formula I . % : 20%) dengan ratarata waktu bakarnya selama 70,53 menit. Lilin formula i memiliki waktu bakar yang lebih lama dibanding formula I, karena waktu CC Attribution-ShareAlike 4. 0 License. bakar juga berkaitan dengan sifat minyak atsiri yang mudahmenguap, semakin tinggi kadar minyak atsiri maka semakin cepat lilin Selain sifat minyak atsiri yang mempengaruhi waktu bakar lilin, menurut Murhananto dan Aryantasari . Ukuran dan letak sumbu juga mempengaruhi waktu bakar lilin. Semakin besar ukuran sumbu atau semakin ke pinggir letak sumbu lilin maka semakin cepat habis. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa letak sumbu masing Ae masing formula tidak semuanya berada ditengah lilin akibatnya lilin semakin mudah meleleh, menurut Zuddin dkk . lilin dengan bahan 30 stearin : 10 paraffin memiliki waktu bakar yang paling lama, hal ini dipengaruhi karena sifat stearin yang berbentuk padat, keras dan kristal sehingga pada saat pembakaran lilin tersebut tidak cepat meleleh dan waktu pembakaran lebih Semakin menunjukan semakin lama lilin habis terbakar, semakin lama waktu bakar yang diperlukan maka kualitas lilin semakin baik (Fatimah, 2. Hasil Uji Kesukaan Berdasarkan data hasil evaluasi uji sifat fisik sediaan lilin aromaterapi dengan zat tambahan minyak atsiri daun kemangi dan sereh sebagai zat aromaterapi yang diformulasikan dengan konsentrasi minyak atsiri yang berbeda, maka perlu dilakukannya uji kuesioner untuk mengetahui bagaimana tanggapan panelis terhadap lilin aromaterapi yang telah dibuat. Uji mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap bentuk dan aroma dari minyak atsiri yang ditambahkan kedalam sediaan lilin aromaterapi dengan memberikan kuesioner terhadap 20 panelis dengan karakteristik responden yang berasal dari wiraswasta, ibu rumah tangga, mahasiswa, dan juga buruh dengan integrasi pertanyaan agak suka, suka, sangat suka, dan amat sangat suka menggunakan kuesioner. Hasil Uji Kesukaan Hasil kuesioner tingkat kesukaan terhadap bentuk sediaan lilin aromaterapi menunjukan bahwa tingkat kesukaan berdasarkan skala tertinggi yaitu dengan skor 5 . mat sangat suk. paling banyak Journal of Pharmacy Tiara Bunda pada formula i dengan jumlah 6 panelis. Dalam hal ini uji kesukaan terhadap bentuk sediaan lilin aromaterapi tidak berpengaruh terhadap sifat fisik lilin. Dan dari 20 panelis tidak terdapat 1 panelis yang mengisi kolom pertanyaan skala 1 . gak suk. pada sediaan ini. Hasil uji kesukaan terhadap aroma sediaan lilin aromaterapi yang diperoleh dapat dilihat pada grafik perbandingan seperti pada gambar 6 berikut: Hasil kuesioner tingkat kesukaan menunjukan bahwa tingkat kesukaan berdasarkan skala tertinggi yaitu dengan skor 5 . mat sangat suk. paling banyak pada formula I dan formula II dengan jumlah 8 panelis. Dalam hal ini uji kesukaan terhadap aroma sediaan lilin aromaterapi tidak berpengaruh terhadap sifat fisik lilin. Dan dari 20 panelis tidak terdapat 1 panelis yang mengisi kolom pertanyaan skala 1 . gak suk. padasediaan ini. KESIMPULAN Konsentrasi kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L) dan minyak atsiri sereh (Cymbopogon citratu. berpengaruh terhadap sifat fisik lilin aromaterapi. Formula i dengan perbandingan . % : kombinasi minyak atsiri terbaik dibanding dengan formula II . % : 10%) dan formula I . % : 20%). Karena konsentrasi minyak atsiri yang terlalu tinggi akan mempengaruhi sifat fisik lilin sehingga lilin mudah habis Formula I dengan perbandingan . % : kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L) dan sereh (Cymbopogon citratu. yang paling banyak disukai responden DAFTAR PUSTAKA