Reni Saswita dkk HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KB TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB HORMONAL DI PMB SORAYA TAHUN 2022 Reni Saswita1. Faulia Mauluddina2 AeAProgram Studi Di Kebidanan STIKES Mitra Adiguna Palembang. Komplek Kenten Permai Blok J No 9-12 Bukit Sangkal Palembang 30114 Email : rswita@gmail. comA, faulia. mauluddina@gmail. Abstrak Kontrasepsi hormonal merupakan salah satu metode kontrasepsi yang paling efektif dan reversible untuk mencegah terjadinya konsepsi. Alat kontrasepsi yang masih menjadi pilihan pada peserta KB aktif adalah kontrasepsi hormonal. Penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping diantaranya meningkatnya berat badan. Perubahan berat badan akseptor dapat dipengaruhi oleh karakteristik dan lama penggunaan kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama penggunaan KB terhadap perubahan berat badan pada akseptor KB hormonal. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 93 orang. Hasil yang diperoleh dari analisis bivariat uji statistik chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0,895 > a 0,05. Kesimpulan tidak ada hubungan antara lama penggunaan KB terhadap perubahan berat badan di BPM Soraya Palembang. Saran Diharapkan petugas Kesehatan / bidan dapat memberikan konseling bahwa perubahan berat badan tidak hanya disebabkan oleh lama penggunaan dan jenis kontrasepsi tetapi bias jadi disebabkan oleh faktor lain seperti pola makan yang berlebihan, kurangnya aktivitas, pengaturan tidur yang buruk dan tingkat stress yang berlebihan. Kata kunci : Lama Penggunaan KB. Perubahan Berat Badan. KB Hormonal Abstract Hormonal contraception is one of the most effective and reversible methods of contraception to prevent conception. Contraceptives that are still the choice of active family planning participants are hormonal contraception. Long-term use of hormonal contraception can cause side effects, including increased body weight. Changes in acceptor body weight can be influenced by the characteristics and length of use of contraception. The purpose of this study was to determine the relationship between duration of use of family planning on changes in body weight in hormonal birth control acceptors. This study used a quantitative descriptive method with a cross sectional approach with a total sample of 93 The results obtained from the bivariate analysis of the chi-square statistical test showed that the value of p = 0. 895 > a 0. The conclusion is that there is no relationship between the length of use of family planning and changes in body weight at BPM Soraya Palembang. Suggestions It is hoped that health workers/midwives can provide counseling that changes in weight are not only caused by length of use and type of contraception but can be caused by other factors such as pattern overeating, lack of activity, poor sleeping arrangements and excessive stress levels. Keywords: Length of use of birth control, changes in body weight, hormonal birth control Jurnalkesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli2023 Reni Saswita dkk PENDAHULUAN Salah satu metode kontrasepsi modern adalah kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi hormonal merupakan salah satu metode kontrasepsi yang paling efektif dan reversible untuk mencegah terjadinya Metode kontrasepsi hormonal dibagi menjadi 3 yaitu: metode kontrasepsi pil, metode kontrasepsi suntik, metode (Susi. Kontrasepsi hormonal memiliki efek samping yaitu gangguan haid, depresi, keputihan jerawat dan salah satunya adalah perubahan berat badan (Rahayu, 2. Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering. Ada ahli yang menyebutkan bahwa penggunaan KB suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) bias berefek pada penambahan berat badan. Terjadinya kemungkinan disebabkan karena hormone progesterone mempermudah perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, juga menyebabkan nafsu makan bertambah dan menurunnya aktivitas fisik, akibatnya dapat menyebabkan berat badan bertambah (Safitri, 2. Masalah peningkatkan berat badan yaitu masalah psikologi karena ibu-ibu cenderung rendah diri dan kurang percaya diri terhadap lingkungan . ody imag. Masalah yang lain adalah masalah kesehatan dimana berat badan yang melebihi dari normal dapat menimbulkan penyakit seperti hipertensi, jantung, diabetes melitus (BKKBN, 2. Hormon perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga lemak dikulit bertambah (Narulita, 2. Sedangkan itu, hormone progesteron juga bias memicu pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus yang menimbulkan akseptor makan lebih Progesteron memudahkan penimbunan karbohidrat serta gula jadi lemak (Andini, 2. Salah satu penyebab lain dari peningkatan berat badan hormonal dalam jangka waktu tertentu. Wanita kontrasepsi hormonal, rata-rata mengalami peningkatan lemak tubuh sebanyak 3,3 kg, pertambahan berat badan tidak terlalu besar, bervariasi antara kurang dari 1 kg sampai 5 kg dalam tahun pertama (Shintya, 2. Peningkatan berat badan (BB) yang dimulai sejak enam bulan pemakaian, semakin bermakna setelah penggunaan 12 bulan. Semakin lama menggunakan kontrasepsi (Hartanto, 2. Hormon progesteron merangsang pusat pengendali nafsu makan di sistem saraf pusat yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari biasanya. Hormon ini mempermudah perubahan karbohidrat atau gula menjadi lemak. Penimbunan lemak terdapat di bawah kulit dilahirkan terutama di daerah perut (Safitri. Penelitian sebelumnya menyebutkan sebanyak 76,7% akseptor KB hormonal mengalami kenaikan BB. Kontrasepsi pil menunjukkan kenaikan BB yang signifikan yaitu 93,3% dibandingkan kontrasepsi suntik yaitu 60% (Saswita, 2. Hasil penelitian lain diperoleh bahwa berdasarkan jenis alat KB hormonal yang digunakanya itu pil, suntik dan implant maka alat KB hormonal pil yang paling berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan fisik ibu terutama pada perubahan berat badan dan perubahan kontrasepsi suntik dan implant tidak signifikan memengaruhi perubahan fisik ibu (Meyelisa, 2. Sementara itu juga terdapat penelitian yang menjelaskan bahwa akseptor KB suntik 3 bulan cenderung mengalami kenaikan BB yaitu 71,4% dibandingkan dengan akseptor KB lain yang cenderung BB tetap yaitu 67,6% (Prawita. Jurnalkesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli2023 Reni Saswita dkk Lama kontrasepsi progestin memicu timbulnya efek samping. Salah satu efek samping suntikan progestin adalah meningkatkan resistensi tubuh terhadap insulin yang dapat mempercepat perubahan glukosa menjadi lemak dan merangsang pusat pengendali nafsu makan di system saraf pusat. Semakin banyak mengkonsumsi makanan akibat meningkatnya nafsu makan terutama karbohidrat, semakin banyak produksi Lemak yang berlebihan menjadi menumpuk di bawah kulit, terutama di perut Progestin . rogesterone sintesi. menyebabkan hiper insulinemia yang dapat mempengaruhi metabolism karbohidrat (Fritz, 2. Penelitian terdahulu menunjukkan sebanyak 77,8% responden mengalami kenaikan berat badan pada pemakaian KB suntik DMPA >12 bulan (Ratika, 2. Peningkatan BB setelah menggunakan DMPA dengan rerata penambahan berat badan sebanyak 8,51 kg. Penambahan BB pada responden penelitian ini dipengaruhi oleh usia, paritas, dan lama menggunakan DMPA (Budiani, 2015. Berdasarkan data dari Bidan Soraya, angka kunjungan KB dalam 2 tahun terakhir mengalami kenaikan cukup banyak yaitu 200 kunjungan, dengan urutan paling banyak adalah kontrasepsi suntik, pil dan . Reproduktif Non reproduktif Total Sumber: Hasil Penelitian tahun 2022 (%) Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa sebagian besar responden umur pada kategori reproduktif sebanyak 80,6%. Tabel Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Karakteristik Pendidikan BPM Soraya Palembang Tahun 2022 Pendidikan Frekuensi Persentasi (%) SMP SMA Total Sumber: Hasil Penelitian tahun 2022 Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa sebagian besar responden berpendidikan SMA sebanyak 67,8% dan hanya 8,6% berpendidikan SMP. Pada penelitian ini karakteristik paritas responden terdiri dari tidak berisiko dan berisiko, dikatakan tidak beresiko jika anak berjumlah 1-4, sedangkan dikatakan beresiko jika jumlah anak lebih dari 4. Berdasarkan hasil penelitiaan diketahui bahwa seluruh responden . %) pada kategori tidak beresiko Jenis KB Hormonal METODE PENELITIAN Desain Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kuantitatif dengan Sampel penelitian ini berjumlah 93 responden dimulai dari bulan Oktober sampai dengan bulan Desember tahun 2022. Penelitian ini dilaksanakan di BPM Soraya Palembang. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Karakteristik Umur di BPM Soraya Palembang Tahun 2022 Umur Frekuensi Persentasi Tabel Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis KB Hormonal di BPM Soraya Palembang Tahun 2022 KB Hormonal Frekuensi Persentasi . (%) Pil Suntik 1 Bulan Suntik 3 Bulan Implan Total Sumber: Hasil Penelitian tahun 2022 Berdasarkan Tabel 3 diketahui menggunakan Kb Suntik 1 Bulan sebanyak 55,9% dan hanya 3,2% menggunakan Implan. Jurnalkesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli2023 Reni Saswita dkk Tabel Lama Penggunaan KB Tabel Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Lama Penggunaan KB di BPM Soraya Palembang Tahun 2022 Lama Penggunaan Frekuensi Persentasi . (%) > 1 tahun O 1 tahun Total Sumber: Hasil Penelitian tahun 2022 Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa sebagian besar responden dengan Lama Penggunaan KB > 1 tahun sebanyak 62,4%. Tabel Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Lama Penggunaan KB dalam Satuan Bulan di BPM Soraya Palembang Tahun 2022 Lama Penggunaan Frekuensi Persentasi . (%) 0-12 bulan 13-24 bulan >24 bulan Total Sumber: Hasil Penelitian tahun 2022 Berdasarkan tabel 5 diketahui sebagian besar responden dengan lama penggunaan KB 13-24 bulan yaitu 50,6%. Perubahan Berat Badan Tabel Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Perubahan Berat Badan di BPM Soraya Palembang Tahun Perubahan Berat Frekuensi Persentasi Badan . (%) Tidak Total Sumber: Hasil Penelitian tahun 2022 Berdasarkan Tabel 6 diketahui bahwa sebagian besar responden mengalami perubahan berat badan sebanyak 54,8%. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Perubahan Berat Badan di BPM Soraya Palembang Tahun Perubahan Berat Frekuensi Persentasi Badan . (%) 0 kg 1-10 kg 11-15kg Total Sumber: Hasil Penelitian tahun 2022 Berdasarkan tabel 7 diketahui bahwa sebagian besar responden yang mengalami perubahan berat badan 11-15 kg sebanyak 55,1%, dan hanya 31,2% yang mengalami perubahan BB tetap. Tabel 8 Hubungan Lama Penggunaan Akseptor KB dengan Perubahan Berat Badan pada Akseptor KB Hormonal di BPM Soraya Palembang Tahun 2022 Berdasarkan tabel silang 8 diketahui bahwa dari 58 responden dengan lama penggunaan KB > 1 tahun terdapat 53,4% ya mengalami perubahan berat badan dan dari 35 orang responden yang lama penggunaan KB O 1 tahun, terdapat 57,1% yang mengalami perubahan berat badan. Hasil chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0,895 > a 0,05, maka membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara lama penggunaan KB terhadap perubahan berat badan di BPM Soraya Palembang Tahun 2022. Pembahasan Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden dengan lama penggunaan KB > 1 tahun sebanyak 62,4% dan hanya 37,6% lama penggunaan O 1 Jurnalkesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli2023 Reni Saswita dkk Penelitian juga menunjukkan sebagian besar responden Ya mengalami perubahan berat badan sebanyak 54,8% dan hanya 45,2% yang tidak mengalami perubahan berat badan. Wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal, rata-rata mengalami peningkatan lemak tubuh sebanyak 3,3 kg, pertambahan berat badan tidak terlalu besar, bervariasi antara kurang dari 1 kg sampai 5 kg dalam tahun pertama (Shintya dan Paat, 2. Hasil chi-square menunjukkan bahwa nilai p value = 0,895 > . , maka membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara lama penggunaan KB terhadap perubahan berat badan di BPM Soraya Palembang. Berdasarkan analisis tabel silang menunjukkan bahwa akseptor KB hormonal dengan lama menggunakan KB > atau < dari 1 tahun sebagian besar sama-sama mengalami perubahan berat badan, dengan demikian lama penggunaan KB hormonal tidak memperlihatkan pengaruh pada perubahan berat badan. Dalam hal lain, semua akseptor KB hormonal akan mengalami efek samping perubahan berat Menurut Safitri, . Kandungan kontrasepsi hormonal . kstrogen dan progestero. dapat mengubah metabolism cairan dalam tubuh sering kali dapat menyebabkan retensi cairan . Para wanita pengguna kontrasepsi hormonal dapat mengalami kenaikan berat badan sampai 10 kg, kenaikan ini biasanya merupakan efek samping yang muncul temporer dan terjadi pada bulan pertama selama 4-6 minggu. Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering. Ada ahli yang menyebutkan bahwa pengguaan KB suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) biasa berefek pada penambahan berat badan. Kenaikan berat badan kemungkinan disebabkan oleh perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, juga menyebabkan nafsu makan bertambah dan menurunya aktivitas fisik, akibatnya dapat menyebabkan berat badan Hormon perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga lemak dikulit bertambah (Narulita, 2. Sedangkan itu, hormone progesteron juga bias memicu pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus yang menimbulkan akseptor makan lebih Progesteron memudahkan penimbunan karbohidrat serta gula jadi lemak (Andini, 2. Salah satu penyebab lain dari peningkatan berat badan hormonal dalam jangka waktu tertentu. Wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal, rata-rata mengalami peningkatan lemak tubuh sebanyak 3,3 kg, pertambahan berat badan tidak terlalu besar, bervariasi antara kurang dari 1 kg sampai 5 kg dalam tahun pertama (Shintya, 2. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Saswita . yang berjudul pengaruh penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap perubahan berat badan pada akseptor KB, menunjukkan hasil analisis bivariat bahwa ada pengaruh penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap perubahan berat badan akseptor KB . Value 0,. Hasil penelitian Andini, . Diperoleh hasil ujian statistic Rank Spearman didapatkan nilai p lebih kecil dari pada . ,034,0,. ,000,0,. , dengan demikian Ho ditolak H1 diterima yang maksudnya terdapat pengaruhi peserta lama konsumsi KB hormonal terhadap peningkatan berat badan. KESIMPULAN Frekuensi sebagian besar responden Lama Penggunaan KB > 1 tahun sebanyak 62,4%. Sebagian besar responden Ya mengalami perubahan berat badan sebanyak 54,8%. Hasil analisis bivariat uji statistik chisquare menunjukkan bahwa nilai p = 0,895 > a 0,05, maka menunjukkan tidak Jurnalkesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli2023 Reni Saswita dkk ada hubungan antara lama penggunaan KB terhadap perubahan berat badan di BPM Soraya Palembang. SARAN Petugas kesehatan dapat memberikan konseling atau penyuluhan mengenai efek samping KB hormonal yaitu perubahan berat badan, karena lama menggunakan KB tidak menentukan besar perubahan berat badan, semua akseptor akan mengalami hal Diharapkan peneliti dapat melakukan penelitian lanjutan mengenai variable ini sehingga didapatkan besar peningkatan berat badan akseptor jika menggunakan KB UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada STIKES Mitra Adiguna Palembang yang telah memberi dukungan financial terhadap penelitian ini, dan tidak lupa PMB Soraya memfasilitasi pelaksanaan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Andini. Aliviya Vica. Pengaruh Jenis Dan Lama Pemakaiaan KB Hormonal Terhadap Perubahan Berat Badan Di Puskesmas Burneh. Diss. STIKes Ngudia Husada Madura. BKKBN. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono 2016. Budiani. Ninyoman. Kontribusi Usia. Paritas. Dan Lama Pemakaian Kontrasepsi Depo Progesterone Asetate Terhadap Peningkatan Berat Badan Akseptor Di Puskesmas Pembantu Dauh Puri. Prosiding Seminar Nasional Poltekkes Kemenkes Denpasar 15 April. Fritz and Speroff. Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility. Edition. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins. Hartanto. Hanafi. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi Jakarta. Pustaka Sinar