Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Sri Handayani1. Meita Hipson2 Program Studi Di Kebidanan STIKES AoAisyiyah Palembang1,2 Email: srih121084@gmail. ABSTRAK Latar Belakang : Asfiksia neonatorum adalah kegagalan napas secara spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah saat lahir yang ditandai dengan hipoksemia, dan asidosis. Istilah neonatorum digunakan karena asfiksia ini terjadi pada neonatus. Sering dikenal pasti apabila bayi tidak segera menangis sesudah lahir. Tujuan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Jenis sampel yang digunakan adalah dengan teknik simple random sampling, dengan sampel penelitian sebanyak 81 bayi. Data penderita yang menderita asfiksia neonatorum dari rekam medis yang dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2020. Hasil: Berdasarkan hasil analisis univariat, dari 81 bayi didapatkan umur ibu berisiko rendah, berdasarkan umur kehamilan, dan yang di dapatkan berdasarkan berat badan lahir pada bayi. Berdasarkan hasil yang didapat terdapat tidak ada hubungan yang bermakna antara kejadian asfiksia dengan umur ibu dengan nilai p value . , dan terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian asfiksia dengan umur kehamilan dengan nilai p value . dan juga terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian asfiksia dengan berat bayi baru lahir dengan nilai p value . Saran : Diharapkan ibu hamil sebaiknya memeriksakan kehamilannya secara rutin, sehingga bisa memantau perkembangan janin Kata Kunci: Asfiksia. Bayi Baru Lahir. Umur Ibu. Umur Kehamilan ABSTRACT Background :Asphyxia neonatorum was failure of breath spontaneously and regularly at birth characterized by hypoxemia, and acidosis. the term neonatorum was used because this asphyxia occured in the neonate. It was often known certainly when the infant did not immediately cry after Objectives: The purpose of this study was to determine the factors related to asphyxia genesis on newborn infant at Muhammadiyah Hospital Palembang 2020. Method: This research was conducted by analytical descriptive method with retrospectiv approach. The samples used simple random sampling, with the samples were 81 infants. Data of patients suffering from asphyxia neonatorum from medical record treated at Muhammadiyah Palembang Hospital in 2020. Based on statistical test by using chi-square test obtained from 81 infants, the results had low-risk maternal age, based on gestational age, and got birth weight in infant. Based on the results obtained there was no significant relationship between asphyxia genesis and maternal age with p value . , and there was a significant relationship between asphyxia genesis with pregnancy age and p value . and also there was a significant relationship between asphyxia genesis with weight of newborn with p value . Suggestion: It is expected that pregnant women should check their pregnancies regularly, so they can monitor fetal development Keywords : Asphyxia on Newborn. MotherAos age. Gestational age, and NewbornAos Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN kesakitan dan kematian bayi. Kematian Masa neonatal adalah masa sejak lahir sampai dengan 4 minggu . sesudah Hal ini ditemukan di rumah sakit Neonatus adalah bayi berumur 0 rujukan di Indonesia (Setianingrum, 2. aru lahi. sampai dengan usia 28 hari. Menurut World Health Organization Neonatus dini adalah bayi berusia 0-7 hari. (WHO) Neonatus lanjut adalah bayi berusia 0-28 hari (Muslihatun, 2. ,5 per 100 kelahiran Asfikisia AKI Indonesia hidu. dan angka kematian sebesar 32. penyebab mortalitas dan morbiditas bayi . omor baru lahir dan akan membawa berbagai Indonesi. dampak pada periode neonatal baik di Berdasarkan Survei Demografi dan negara berkembang maupun di negara maju. Kesehatan Negara Kematian Bayi di Indonesia Tahun 2012 berkisar antara 1 Ae 1,5 % dan berhubungan diestimasi sebesar 32 per 1. 000 kelahiran dengaan masa gestasi dan berat lahir. hidup, untuk Propinsi Sumatera Selatan Negara berkembang angka kejadian bayi sebesar 29 per 1. 000 kelahiran hidup asfiksia lebih tinggi dibandingkan di negara (SDKI, 2. Untuk Kota Palembang, maju karena pelayanan antenatal yang berdasarkan laporan program anak, jumlah masih kurang memadai. Sebagian besar kematian bayi di Tahun 2013 sebanyak 168 bayi asfiksia tersebut tidak memperoleh kematian bayi dari 29. 911 kelahiran hidup penanganan yang adekuat sehingga banyak (Profil Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar, diantaranya meninggal. Pelayanan Kematian Bayi Angka (AKB) Indonesia tahun 2012 diestimasi sebesar 32 Pelayanan 000 kelahiran hidup, sedangkan untuk kesehatan neonatal dimulai sebelum bayi Propinsi Sumatera Selatan sebesar 29 per dilahirkan, melalui pelayanan kesehatan Berdasarkan laporan program anak untuk kota Palembang jumlah kematian bayi di periode neonatal merupakan periode yang tahun 2015 sebanyak 8 kematian bayi dari paling kritis karena dapat menyebabkan 011 atau 0. 28 per 1000 kelahiran hidup Pertumbuhan Angka (SDKI) Indonesia (SDKI, Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 (Profil Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar. Mardiyaningrum Penyebab kematian antara lain menunjukkan bahwa umur kehamilan ada adalah BBLR, down syndrome, infeksi neonatus, perdarahan intrakranial, sianosis, neonatorum di mana umur kehamilan (A- value = 0,. Hal ini sejalan dengan syndrome, post op hidrosefalus dan lainnya. pendapat Arif Z. Kristiyanasari, yang Angka Kematian Balita Banjarnegara (AKABA) menyatakan bayi yang cukup bulan dan Menurut batasan Bidan Praktek Swasta terlihat normal di bagian luar belum tentu yang dimaksud angka ini adalah jumlah anak yang dilahirkan pada tahun tertentu gangguan pernafasan. dan meninggal sebelum mencapai usia 5 Menurut tahun, dinyatakan sebagai angka per 1. Nopitamalasari tahun 2013 yang berjudul kelahiran hidup anak dan mereflesikan hubungan antara faktor ibu dengan kejadian kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan Asfiksia anak-anak Muhammadiyah Berdasarkan Palembang menggunakan uji statistik Chi Square AKABA Indonesia sekitar 40 per 1. menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara umur kehamilan dengan SDKI Provinsi Sumatera Selatan sebesar 37 per 1. kelahiran hidup (SDKI, 2. Jumlah asfiksia neonatorum . -value = 0,. Data dari Rumah Sakit Muhammadiyah Kematian Balita di Kota Palembang tahun Palembang 2015 sebanyak 2 orang balita per 29. mengalami Kejadian Afiksia sebesar 101 di kelahiran hidup atau 0. 07 per 1. Rawat Inap Kebidanan di Ruangan Bayi kelahiran hidup (Profil Seksi Pelayanan Tahun 2020. Berdasarkan data diatas maka Kesehatan Penyebab peneliti tertarik untuk meneliti tentang kematian digolongkan antara lain hisprung. Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di Dasar, kecelakaan, dan lainnya. Bayi Baru Lahir Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Umur kehamilan ibu juga merupakan Tahun 2020. faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum. Hal ini sejalan dengan Dwi Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 METODE PENELITIAN sampel yang diinginkan hasilnya adalah Desain penelitian ini adalah penelitian interval sampling (Notoatmodjo, 2. kuantitatif yang bersifat Deskriptif analitik Tempat penelitian dilaksanakan di Rumah dengan pendekatan retrospektif. Pendekatan Sakit retrospektif adalah suatu penelitian yang dilaksanakan pada tanggal Januari Ae Mei Muhammadiyah Palembang pengumpulan data dimulai dari efek atau Adapun Tehnik Pengumpulan Data akibat yang telah terjadi. Dengan kata lain, dalam penelitian ini peneliti menggunakan efek diidentifikasi pada saat ini, kemudian data sekunder. Data sekunder, yaitu data atau sumber informasi yang bukan dari tangan pertama dan yang bukan mempunyai (Notoatmodjo, 2. wewenang dan tanggung jawab terhadap Dimana data yang menyangkut variabel bebas atau risiko yaitu faktor informasi atau data tersebut. (Notoatmodjo, ibu, umur Data sekunder dalam penelitian ini kehamilan dan berat bayi baru lahir dan diperoleh dari catatan rekam medik Rumah variabel terikat atau variabel akibat yaitu Sakit Muhammadiyah Palembang. asfiksia pada bayi baru lahir. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah HASIL PENELITIAN Analis Univariat di Rumah Analisis sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2020 yang berjumlah 101 orang. persentase dari variabel independen . mur, asfiksia pada bayi baru lahir Sampel pada penelitian ini sebanyak 81 ibu,umur kehamilan,dan berat bayi baru Cara pengambilan sampel yang lahi. dan variabel dependen . ejadian digunakan ialah Simple Random Sampling merupakan modifikasi dari sampel random disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Data sampling, dengan cara membagi jumlah atau anggota populasi dengan jumlah Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 1. Bayi yang Mengalami Asfiksia Asfiksia Tidak Frekuensi Persentase Umur Risiko Tidak risiko Preterm Aterm Umur kehamilan Berat bayi BBLR BBLN Berdasarkan Tabel 1 didapatkan bahwa sebanyak 46 . ,8%), usia kehamilan aterm dari 81 bayi, bayi yang mengalami asfiksia lebih banyak jika dibandingkan dengan bayi lebih banyak jika dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan umur kehamilan preterm yang tidak mengalami asfiksia 41 bayi yaitu sebanyak 60 . ,1%), bayi yang berat . ,6%), ibu dengan umur tidak risiko . Ae bayi lahir normal ( Ou 2. 500 gra. lebih 35 tahu. lebih banyak jika dibandingkan banyak jika dibandingkan dengan bayi baru dengan bayi yang lahir dari ibu dengan umur lahir rendah (<2. 500 gra. sebanyak 60 yang risiko (<20 tahun dan atau > 35 tahu. ,1%). Analisis Bivariat Tabel 2. Umur Ibu dengan Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Asfiksia pada Bayi Baru Lahir Umur Ibu Risiko Tidak Risiko Total Jumlah Tidak 0,424 Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa berisiko ada 20 bayi . ,0%) sedangkan bayi dari 81 bayi, yang lahir dari ibu dengan umur yang mengalami asfiksia pada bayi baru lahir Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 dari 46 bayi yang lahir dari ibu dengan umur Berdasarkan uji statistik chi square yang tidak berisiko ada 21 bayi . ,0%) yang didapatkan hasil p value . Ou a . mengalami asfiksia. Hal ini menunjukan yang berarti bahwa hipotesis awal diterima bahwa bayi yang tidak mengalami asfikisa yaitu ada hubungan antara umur ibu dengan lebih banyak terjadi pada bayi yang lahir dari asfiksia pada bayi baru lahir. ibu dengan umur tidak berisiko. Tabel 3. Umur Kehamilan dengan Kejadian Asfiksia Asfiksia Bsyi Baru Lahir Umur Kehamilan Jumlah p value Tidak Preterm Aterm Total Berdasarkan Tabel 3 dari 21 bayi yang 0,000 banyak terjadi pada bayi yang lahir dengan lahir ada umur kehamilan pretem 19 bayi umur kehamilan aterm. ,5%) yang mengalami asfiksia. Dari 60 Berdasarkan chi-square bayi yang lahir pada umur kehamilan aterm didapatkan hasil p value . O a . ada 22 bayi . ,7%). Hal ini menujukan yang berarti bahwa hipotesis nol diterima bahwa bayi yang mengalami asfiksia lebih yaitu ada hubungan antara umur kehamilan ibu dengan asfiksia pada bayi baru lahir. Tabel 4. Berat Bayi Baru Lahir dengan Kejadian Asfiksia BBLR Persalinan Seksio Caesarea Tidak BBLN Berat Bayi Baru Lahir Total Jumlah P value 0,000 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Berdasarkan Tabel 4 dari 21 bayi yang lahir berat badan bayi lahir rendah 19 bayi dikatakan lima belas tahun diukur sejak dia lahir hingga waktu umur itu dihitung. ,5%) yang mengalami asfiksia 60 bayi Berdasarkan hasil penelitian didapatkan yang lahir dengan berat badan bayi lahir bahwa dari 35 bayi, yang lahir dari ibu dengan umur berisiko ada 20 bayi . ,1%) Hal ini menujukan yang mengalami asfiksia pada bayi baru bahwa bayi yang mengalami asfiksia lebih lahir dari 46 bayi yang lahir dari ibu dengan banyak terjadi pada bayi yang lahir dengan umur yang tidak berisiko ada 21 bayi berat badan lahir normal. ,7%) yang mengalami asfiksia. mengalami asfikisa. ,7%) Berdasarkan uji statistik chi-square Hal didapatkan hasil p value . O a . Lestari, dkk . di RSUD Penembahan hipotesis nol diterima yaitu ada hubungan Senopati Bantul dengan judul Induksi antara umur kehamilan ibu dengan asfiksia Persalinan dengan kejadian Asfiksia pada pada bayi baru lahir terbukti secara statistic. Bayi Baru Lahir menunjukan bahwa dari 235 responden . ,44%) dan responden PEMBAHASAN terkecil adalah kelompok umur < 20 tahun Analisis Univariat yaitu 26 responden . ,12%). Dari 81 responden berdasarkan umur Berdasarkan hasil penelitian teori dan ibu sebanyak tidak berisiko 46 responden penelitian terkait, peneliti berasumsi bahwa . ,8%), responden umur risiko sebanyak umur ibu banyak yang tidak berisiko 35 responden . ,2%), umur kehamilan daripada berisiko hal ini menunjukkan lebih banyak yang aterm 60 . ,1%), bahwa setelah diteliti umur ibu yang responden dengan berat bayi baru lahir berisiko belum tentu bayinya tidak asfiksia normal sebanyak 66 responden . ,1%). dan umur ibu yang berisiko belum tentu Analisis Bivariat bayinya asfiksia. Hubungan antara Umur Ibu dengan Hubungan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir dengan Kejadian Asfiksia pada Bayi Menurut Purnaningrum umur atau usia adalah satuan waktu yang Umur Kehamilan Baru Lahir Kehamilan merupakan proses fisiologis mengukur waktu keberadaan suatu benda atau makhluk, baik yang hidup maupun metabolisme dan nutrisi untuk kebutuhan Kehamilan adalah masa seseorang Semisal. Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 wanita membawa embrio atau fetus di Menurut Dewi . Bayi baru lahir dalam tubuhnya. Kehamilan manusia terjadi disebut juga dengan neonatus merupakan selama 40 minggu antara waktu menstruasi individu yang sedang bertumbuh dan baru saja mengalami trauma kelahiran serta pembuahan (Kusmiyati, 2. harus dapat melakukan penyesuaian diri Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari kehidupan intaruterin ke kehidupan dari 21 bayi yang lahir pada umur Bayi baru lahir normal adalah kehamilan pretem 19 bayi . ,5%) yang bayi yang baru lahir pada usia kelahiran 37 mengalami asfiksia. Dari 60 bayi yang lahir Ae 42 minggu dan berat badannya 2500 Ae pada umur kehamilan aterm ada 22 bayi 4000 gram. ,7%). Hal ini menujukan bahwa bayi Berdasarkan hasil penelitian didapatkan yang mengalami asfiksia lebih banyak dari 21 bayi yang lahir pada berat bayi baru terjadi pada bayi yang lahir dengan umur kehamilan aterm. mengalami asfiksia. Dari 60 bayi yang lahir Hal . ,5%) dengan berat bayi baru lahir normal ada 22 Sulistyorini. Suci . di Rumah Sakit bayi . ,7%) yang mengalami asfikisa. Hal Muhammadiyah Palembang dengan judul gambaran umur ibu dan usia kehamilana mengalami asfiksia lebih banyak terjadi pada bayi yang lahir dengan berat lahir menunjukan bahwa sebagian besar usia asfiksia adalah usia aterm . ,4%). Berdasarkan dari hasil penelitian dan Hal Fajarwati, dkk . di RSUD Ulin Banjarmasin menunjukkan bahwa sebagian terkait, peneliti berasumsi bahwa besar sempel dengan berat badan tidak umur kehamilan banyak yang atrm daripada berisiko tidak mengalami kejadian asfiksia Hal ini menunjukkan bahwa umur yaitu sebesar 73,2%, dan sebagian besar kehamilan preterm belum tentu bayinya sempel dengan berat badan berisiko juga akan asfiksia dan umur kehamilan yang tidak mengalami kejadian asfiksia yaitu aterm belum tentu bayinya tidak asfiksia. sebesar 75,9%. Hubungan Antara Berat Bayi Baru Berdasarkan dari hasil penelitian ini Lahir dengan Kejadian Asfiksia pada sebagian besar bayi dikategorikan berat Bayi Baru Lahir bayi lahir rendah yaitu sebanyak 21 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 . ,9,%), namun sebanyak 60 . ,1%) bayi dikategorikan berat bayi lahir normal. Adapun peneliti berasumsi bahwa berat Tidak ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian asfiksia dengan value 0,424 Ou 0,05. bayi lahir bnayak yang berat badan lahir Ada hubungan antara umur kehamilan normal daripada bayi berat lahir rendah dengan kejadian asfiksia dengan p value sehingga berat badan lahir normal belum 0,000 < 0,05. tentu tidak terjadi asfiksia dan berat badan lahir rendah belum tentu terjadi asfiksia. Ada hubungan antara berat bayi lahir dengan kejadian asfiksia dengan p value 0,000 < 0,05. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN SARAN Sebagian besar bayi tidak mengalami kejadian asfiksia 40 bayi . ,4%). Sebagian besar bayi umur ibu yang tidak berisiko 46 . ,8%) dapat meningkatkan dan lebih aktif dalam promosi kesehtan ibu terutama mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan. Sebagian besar bayi umur kehamilan ibu yang tidak aterm 60 . ,1%) Sebagian besar bayi berat badan lahir rendah 21 . ,9,%) Bagi petugas kesehatan diharapkan meningkatkan pengetahuan tentang Bayi Berat Badan Lahir dalam penelitian. DAFTAR PUSTAKA