Zaputra dan Yanti: Pengaruh Firm Size. Leverage. Capital Expenditure. Profitability. Pengaruh Firm Size. Leverage. Capital Expenditure. Profitability Dan Liquidity Terhadap Cash Holding Nikky Laurent Zaputra* dan Yanti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: nikky. 125190296@stu. Abstract: This study aims to determine whether firm size, leverage, capital expenditure, profitability and liquidity have an influence on cash holdings in consumer cyclicals sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the COVID-19 The period in this study is from 2020 to 2022. The sample selection technique used in this study is a purposive sampling technique. The sample in this study were 50 companies with a total of 150 data analyzed using multiple linear regression Data processing uses Eviews 12 software and Microsoft Excel 2019. The results in this study are firm size, capital expenditure and profitability have no effect on cash holdings during the COVID-19 pandemic, while leverage and liquidity have a significant positive effect on cash holdings during the COVID-19 pandemic. Keywords: Firm Size. Leverage. Capital Expenditure. Profitability. Liquidity Abstrak: Penelitiannini bertujuan untuk mengetahui apakah firm size, leverage, capital expenditure, profitability dan liquidity memiliki pengaruh terhadap cash holding pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama pandemi COVID-19. Periode pada penelitian ini adalah tahun 2020 sampai dengan tahun 2022. Teknik pemilihan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah sebayak 50 perusahaan dengan total jumlah data sebanyak 150 data yang dianalisis dengan metode analisis regresi linear berganda. Pengolahan data menggunakan software Eviews 12 dan Microsoft Excel 2019. Hasil pada penelitian ini adalah firm size, capital expenditure dan profitability tidak memiliki pengaruh pada cash holding selama masa pandemi COVID19, sedangkan leverage dan liquidity berpengaruh positif signifikan terhadap cash holding selama masa pandemi COVID-19. Kata Kunci: Firm Size. Leverage. Capital Expenditure. Profitability. Liquidity Pendahuluan Salah satu aset yang paling likuid pada setiap perusahaan adalah kas. Kas digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan, oleh karena itu kas pasti dimiliki dan dibutuhkan setiap perusahaan. Perusahaan perlu mempertahankan cadangan kas yang cukup dalam memenuhi kebutuhan operasional dan kewajiban keuangannya. Kegiatan dalam mempertahankan cadangan kas ini disebut cash holding. Cash holding penting untuk menjaga tingkat likuiditas dan dapat dengan cepat menghadapi Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 938-948 Zaputra dan Yanti: Pengaruh Firm Size. Leverage. Capital Expenditure. Profitability. pengeluaran tak terduga, misalnya ketika perusahaan menghadapi masa pandemi COVID-19. Memasuki tahun 2020. World Health Organization (WHO) mengumumkan COVID19 sebagai pandemi. Pandemi ini dikarenakan penyebaran virus corona atau COVID-19 sehingga mengguncang dunia secara tak terduga. Virus ini pertama kali terdektisi di kota Wuhan. Tiongkok. Pada Desember 2019 dan dengan cepat menyebar ke seluruh Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak besar pada perekonomian global. Banyak perusahaan di berbagai sektor mengalami penurunan pendapatan dan kinerja bisnis yang signifikan sebagai akibat dari krisis kesehatan dan pembatasan sosial yang diberlakukan untuk mengendalikan penyebaran virus. Berbagai perusahaan mengalami penurunan pendapatan dan penjualan, tak terkecuali perusahaan yang berasal dari Indonesia. Hanya 0,1% perusahaan yang mengalami keuntungan besar selama pandemi ini . Selain itu, pandemi COVID-19 juga telah menyebabkan ketidakpastian ekonomi yang tinggi, membuat investor tidak melakukan investasi baru. Dampak ini secara signifikan telah menyebabkan resesi ekonomi di banyak negara salah satunya di Indonesia, dengan pertumbuhan ekonomi yang menurun dan tidak pengangguran yang Secara umum, resesi terjadi ketika ekonomi tumbuh negatif dua kuartal beruntun . Banyaknya perusahaan mengalami penurunan pendapatan dan penjualan, dan kinerja bisnis yang signifikan sebagai akibat dari krisis ekonomi selama pandemi COVID-19 ini membuat perusahaan mengalami risiko likuiditas dan kekurangan kas yang dapat mengancam kelangsungan operasional perusahaan. Beberapa perusahaan di Indonesia juga mengalami masalah kesulitan keuangan atau kerugian di masa pandemi, di antaranya PT Sepatu Bata Tbk yang menutup 50 gerai selama masa pandemi 2020 karena penurunan penjualan. Selain PT Sepatu Bata Tbk. PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) juga mengalami penurunan penjualan sehingga menutup 19 gerai department store akibat dampak negatif COVID-19 pada pasar finansial global. Oleh karena itu, pengelolaan cash holding menjadi sangat penting bagi perusahaan selama masa pandemi COVID-19 . com, w. Melalui penelitian ini, diharapkan bagi perusahaan supaya dapat mengelola kas secara efektif dan efisien ketika menghadapi masa pandemi misalnya pandemi COVID19, mengingat banyaknya pembatasan serta ketidakpastian ekonomi di masa pandemi serta kepada investor agar mengetahui faktor apa saja yang dapat memengaruhi cash holding perusahaan sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan investasi. Kajian Teori Trade-off Theory. Dalam memaksimalkan kekayaan pemegang saham, manajemen perusahaan berusaha untuk mencapai tingkat cash holding yang ideal dengan mempertimbangkan manfaat marjinal dan biaya marjinal dari cash holding (Afza dan Adna, 2007 dalam Chireka dan Fakoya, 2. Menurut Yanti. Susanto. Wirianata dan Viriany . , biaya marjinal dari cash holding adalah biaya kesempatan yang terkait dengan cash holding, misalnya tidak memperoleh tingkat pengembalian dari short term investment yang seharusnya dapat diperoleh jika perusahaan memilih agar kas tersebut Agency Theory. Hubungan keagenan terjadi dikarenakan adanya sebuah kontrak dimana satu orang atau lebih disebut principals, mempekerjakan pihak lain yang disebut Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 938-948 Zaputra dan Yanti: Pengaruh Firm Size. Leverage. Capital Expenditure. Profitability. untuk melakukan kewajiban atau tanggung jawab atas nama principals, (Jensen dan Meckling, 1. Principals memiliki kepentingan yaitu memaksimalkan kekayaan pemegang saham, sehingga jika agent memiliki tujuan yang berbeda maka akan dianggap tidak sejalan dengan kepentingan principals, (Chireka dan Fakoya. Agent cenderung bertindak demi kepentingan pribadi karena proporsi kepemilikan yang hanya sebagian dari perusahaan sehingga dapat menimbulkan agency cost, (Yanti Dkk. , 2. Pecking Order Theory. Menurut Myers dan Majluf . kas merupakan tonggak antara laba ditahan dan kebutuhan investasi dan tidak ada tingkatan kas yang optimal. Pecking order theory menegaskan bahwa terdapat informasi asimetri yang menyebabkan pendanaan yang memanfaatkan dana dari luar menjadi lebih mahal dan sulit sehingga perusahaan lebih memilih menggunakan laba ditahan. Menurut Natalia dan Hastuti . informasi asimetri merupakan ketidak seimbangan informasi yang dimiliki pihak internal atau manajemen perusahaan dan pihak eksternal atau pemegang Cash Holding. Cash holding merupakan aset yang tersedia dalam bentuk tunai dan penting untuk perkembangan dan keberlangsungan hidup perusahaan yang berbeda dengan saham dan obligasi (Magerakis, 2. Menurut Gill dan Shah . 2 dalam Sean dan Nugroho, 2. cash holding adalah aset yang tersedia di perusahaan untuk diinvestasikan pada aset berwujud dan untuk disediakan kepada investor. Maka dapat disimpulkan bahwa cash holding merupakan aset fisik pada perusahaan yang penting adanya untuk keberlangsungan hidup perusahaan dan dapat diinvestasikan serta dibagikan kepada investor. Firm Size. Firm size adalah tingkat ukuran besar kecil perusahaan yang diukur dari nilai total aktiva pada perusahaan tersebut (Saputra dan Fachrurrozie, 2. Menurut Suwito dan Yanti . firm size adalah tolak ukur besar atau kecil suatu perusahaan yang dapat dilihat dari nilai aset perusahaan tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa firm size adalah skala besar dan kecilnya perusahaan yang dapat dilihat dari nilai aset yang dimiliki perusahaan sebagai tolak ukurnya. Leverage. Leverage merupakan rasio dari total utang dengan total aktiva sebagai ukuran seberapa bergantungnya perusahaan terhadap pendanaan eksternal dengan tujuan untuk membiayai dan mendanai aset dengan pendanaan internal (Arfan et al. , 2. Menurut Alwi dan Santioso . leverage adalah patokan bagi perusahaan untuk mengukur seberapa bergantungnya perusahaan terhadap kreditur dalam pembelian aset. Maka dapat disimpulkan bahwa leverage adalah rasio atau tolak ukur untuk mengukur tinggi rendahnya ketergantungan perusahaan terhadap sumber pendanaan eksternal dalam membiayai dan mendanai aset perusahaan. Capital Expenditure. Kim et al. , . 1 dalam Yanti dkk. , 2. mendefinisikan capital expenditure sebagai pengeluaran dari perusahaan untuk memperbaiki atau menciptakan aset atau aktiva baru untuk digunakan perusahaan. Menurut Setiawan dan Rachmansyah . capital expenditure merupakan biaya modal dalam bentuk investasi aset jangka panjang. Maka dapat disimpulkan bahwa capital expenditure adalah pengeluaran perusahaan yang bermanfaat terkait dengan memperbaiki, menciptakan atau membeli aset baru yang tidak dikategorikan sebagai biaya atau beban melainkan investasi. Profitability. Weygandt et al. , . 5 dalam Monica. Susanti dan Dewi, 2. mendefinisikan profitability sebagai gambaran dari potensi perusahaan dalam Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 938-948 Zaputra dan Yanti: Pengaruh Firm Size. Leverage. Capital Expenditure. Profitability. mendapatkan keuntungan dari kegiatan operasional bisnis perusahaan pada periode Hankho. Dermawan dan Indrajati . dalam penelitiannya menjelaskan bahwa profitability mengukur tingkat kesuksesan perusahaan dalam melaksanakan suatu kegiatan operasional pada periode tertentu. Maka dapat disimpulkan bahwa profitability adalah ukuran tingkat keberhasilan perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya untuk memperoleh keuntungan atau laba. Liquidity. Suherman . dalam penelitiannya menyatakan bahwa liquidity adalah rasio dari hutang jangka pendek dan aset yang bersifat likuid yang digunakan dalam mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang jangka pendeknya. Liquidity adalah rasio yang dijadikan tolak ukur untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendeknya, (Van Horne dan Wachowicz, 2012 dalam Elnathan dan Susanto 2. Maka dapat disimpulkan bahwa liquidity adalah ukuran yang mengukur kemampuan atau potensi sebuah perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dalam bentuk rasio. Kaitan Antar Variabel Kaitan Firm Size Dengan Cash Holding. Perusahaan besar akan lebih mudah mendapatkan pendanaan dari luar sehingga cenderung perusahaan besar tidak memegang kas yang banyak. Menurut Kim et al. , . 1 dalam Prasetiono 2. dalam penelitiannya menyatakan bahwa perusahaan dengan ukuran bisnis yang besar akan lebih mudah menghadapi keterbatasan dalam pendanaan daripada perusahaan kecil, hasil ini disebabkan karena perusahaan besar akan lebih mudah mendapat akses ke pasar modal dengan biaya yang rendah. Diversifikasi usaha yang dilakukan perusahaa besar juga membuat cash flow dari perusahaan menjadi konstan yang lebih besar. Kaitan Leverage Dengan Cash Holding. Perusahaan yang memiliki tingkat leverage yang tinggi cenderung mempertahankan kepemilikan kas dengan jumlah yang sedikit karena tingkat bunga dari utang perusahaan lebih tinggi daripada perusahaan yang memiliki tingkat leverage yang rendah. Perusahaan akan lebih mudah mendapatkan akses ke pasar utang jika tingkat leverage perusahaan tinggi, sehingga perusahaan tidak perlu memegang lebih banyak kas Kaitan Capital Expenditure Dengan Cash Holding. Ketika sebuah perusahaan akan berinvestasi dalam aset tetap, maka perusahaan akan membiayai investasi tersebut dengan menggunakan kas sehingga jika tingkat capital expenditure suatu perusahaan semakin tinggi, maka kas yang dipegang perusahaan akan semakin rendah karena kas akan dikeluarkan untuk membiayai rencana investasi terhadap aset tetap. Kaitan Profitability Dengan Cash Holding. Perusahaan menjadikan profitability sebagai tolak ukur untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Kelangsungan hidup perusahaan akan semakin terjamin apabila tingkat profitability perusahaan tersebut tinggi. Profitability perusahaan yang tinggi menandakan bahwa arus kas perusahaan tersebut memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan likuiditas dan memegang lebih banyak kas. Kaitan Liquidity Dengan Cash Holding. Liquidity adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dan dapat dijadikan sebagai alternatif kas. Dalam trade off theory, liquidity berpengaruh negatif terhadap cash holding. Perusahaan yang memiliki tingkat liquidity yang tinggi akan memegang kas yang lebih sedikit dibandingkan perusahaan dengan tingkat liquidity yang rendah. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 938-948 Zaputra dan Yanti: Pengaruh Firm Size. Leverage. Capital Expenditure. Profitability. Kerangka Pemikiran Dan Hipotesis Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan sebelumnya, hubungan variabel dependen (Y) dengan variabel independen (X) dapat digambarkan sebagai kerangka pemikiran sebagai berikut: Firm Size (X. H1 (-) Leverage (X. H2 (-) Capital Expenditure (X. H3 (-) Cash Holding H4 ( ) Profitability (X. H5 (-) Liquidity (X. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, maka hipotesis yang akan dirumuskan adalah sebagai berikut: H1 : Firm size memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap cash holding selama masa pandemi COVID-19 H2 : leverage memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap cash holding selama masa pandemi COVID-19 H3 : Capital expenditure memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap cash holding selama masa pandemi COVID-19 H4 : Profitability memiliki pengaruh positif signifikan terhadap cash holding selama masa pandemi COVID-19 H5 : Liquidity memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap cash holding selama masa pandemi COVID-19 Metodologi Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji secara empiris pengaruh firm size, leverage, capital expenditure, profitability dan liquidity terhadap cash holding pada perusahaan selama masa pandemi COVID-19 tahun 2020 sampai dengan 2022. Subjek dari penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar secara berturut-turut di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2020-2022. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah perusahaan sektor consumer cyclicals. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang terdapat di annual report dan tersedia dalam website w. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 938-948 Zaputra dan Yanti: Pengaruh Firm Size. Leverage. Capital Expenditure. Profitability. dan website resmi perusahaan yang bersangkutan. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling yaitu dengan menggunakan kriteria yang telah Kriteria yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut: . Perusahaan consumer cyclicals yang terdaftar di BEI selama tahun 2019-2022. Perusahaan consumer cyclicals yang tidak dalam status delisting dan di suspend. Perusahaan consumer cyclicals yang menyajikan laporan keuangan dalam mata uang Rupiah. Perusahaan consumer cyclicals yang menyajikan laporan keuangan yang telah diaudit dan berakhir tanggal 31 Desember selama 2020-2022. Perusahaan consumer cyclicals yang telah melakukan IPO sebelum tahun 2019. Variabel Tabel 1. Operasional Variabel Ukuran Skala Cash Holding Rasio Selcuk dan Yilmaz . Firm Size Rasio Chireka dan Fakoya . Leverage Rasio Capital Expenditure Rasio Profitability Rasio Liquidity Rasio Sumber Chireka dan Fakoya . Setiawati. Lastiningsih dan Samin Suherman . Elnathan dan Susanto . Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Uji Asumsi Klasik merupakan pengujian yang harus dilakukan sebelum pengujian hipotesis dilakukan. Uji asumsi klasik ini terdiri dari Uji Normalitas. Uji Multikolinearitas dan Uji Heterokedastisitas. Pada penelitian ini, uji normalitas yang digunakan adalah uji Jarque-Bera. Jika hasil dari uji normalitas menunjukkan probability > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi secara normal. Hasil dari uji normalitas menunjukkan nilai probability sebesar 0,075114 lebih besar dari 0,05 artinya data yang digunakan terdistribusi secara normal. Uji multikolinearitas yang digunakan pada penelitian ini adalah nilai korelasi antar variabel independen. Jika hasil dari uji multikolinearitas menunjukkan nilai lebih dari 0,8 maka dapat disimpulkan terdapat masalah multikolinearitas antar variabel independen pada penelitian ini. Hasil uji multikolinearitas menunjukkan nilai kurang dari 0,8 artinya tidak terdapat masalah multikolinearitas antar variabel independen pada penelitian ini. Uji heterokedastisitas yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Breusch-Pagan-Godfrey. Hasil dari uji heterokedastisitas menunjukkan nilai Prob. Chi-square . sebesar 0,3332 lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah heterokedastisitas pada penelitian ini. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 938-948 Zaputra dan Yanti: Pengaruh Firm Size. Leverage. Capital Expenditure. Profitability. Uji simultan atau uji F dilakukan untuk mengetahui tingkat pengaruh firm size, leverage, capital expenditure, profitability dan liquidity secara bersama-sama memengaruhi cash holding. Jika nilai probabilitas F statistic < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil dari uji simultan atau uji F menunjukkan nilai 0,000031 lebih kecil dari 0,05 artinya variabel independen pada penelitian ini secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen pada penelitian ini. Uji t merupakan pengujian yang bertujuan untuk mengetahui signifikansi dan arah dari variabel independen terhadap variabel dependen. Pada penelitian ini, tingkat signifikansi yaitu sebesar 5% dengan tingkat keyakinan sebesar 95%. Jika nilai probabilitas > 0,05 maka H0 ditolak, artinya variabel independen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Apabila nilai probabilitas < 0,05 maka H0 diterima, artinya variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil dari uji t akan ditunjukkan pada tabel 2 sebagai Variable DAR CAPEX ROA Coefficient Tabel 2. Hasil Uji t Std. t-Statistic Prob. Variabel firm size menunjukkan nilai prob. Sebesar 0,1042 dan koefisien sebesar 0,103270, maka kesimpulannya firm size tidak memiliki pengaruh terhadap cash holding sehingga H1 yang berbunyi bahwa firm size memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap cash holding selama masa pandemi COVID-19 ditolak. Variabel leverage menunjukkan nilai prob. sebesar 0,0191 dan koefisien sebesar 0,019009, maka kesimpulannya leverage memiliki pengaruh positif signifikan terhadap cash holding sehingga H2 yang berbunyi bahwa leverage memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap cash holding selama masa pandemi COVID-19 ditolak. Variabel capital expenditure menunjukkan nilai prob. Sebesar 0,0854 dan koefisien sebesar -1,466899, maka kesimpulannya capital expenditure tidak memiliki pengaruh terhadap cash holding sehingga H3 yang berbunyi bahwa capital expenditure memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap cash holding selama masa pandemi COVID-19 ditolak. Variabel profitability menunjukkan nilai prob. Sebesar 0,8767 dan koefisien sebesar 0,010188, maka kesimpulannya profitability tidak memiliki pengaruh terhadap cash holding sehingga H4 yang berbunyi bahwa profitability memiliki pengaruh positif signifikan terhadap cash holding selama masa pandemi COVID-19 ditolak. Variabel liquidity menunjukkan nilai prob. Sebesar 0,0000 dan koefisien sebesar 0,142421, maka kesimpulannya liquidity memiliki pengaruh positif terhadap cash holding sehingga H5 yang berbunyi bahwa liquidity memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap cash holding selama masa pandemi COVID-19 ditolak. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 938-948 Zaputra dan Yanti: Pengaruh Firm Size. Leverage. Capital Expenditure. Profitability. Diskusi