Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU PADA PASIEN YANG BEROBAT DI PUSKESMAS PERUMNAS KOTA KENDARI Wa Ode Gustiani Purnamasari1. Ridia Utami Kasi2. Yeyen Faisal3 D-IV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya Email: yeyenpaisal@gmail. ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Hasil observasi dengan petugas di Puskesmas Perumnas adalah tingginya kasus TB karena adanya beberapa faktor penyebab. Akan tetapi masyarakat tidak menyadari hal tersebut atau masih memiliki informasi yang kurang tentang TB terutama penularan TB itu sendiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko kejadian TB Paru di Puskesmas Perumnas Kota Kendari. Jenis penelitian menggunakan studi survey analitik dengan desain case control study. Populasi adalah responden yang sedang berobat di Puskesmas Perumnas yang berjumlah 36 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan kategori 18 responden penderita TB dan 18 responden bukan penderita TB sebagai kontrol. Analisis data menggunakan uji Mantel-Haenszel Cammon Odds Ratio Estimate. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini didapatkan nilai estimate Odds Ratio status gizi = 5. 600, pengetahuan = 1. 250, dan ventilasi = 1. nilai tersebut lebih besar dari nilai Odd Ratio (ODD > . maka H0 ditolak atau dapat disimpulkan bahwa ventilasi merupakan faktor terjadinya TBC paru. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa ada risiko status gizi, pengetahuan dan ventilasi terhadap kejadian TB paru pada pasien yang berobat di Puskesmas Perumnas Kota Kendari. Saran pada penelitian ini diharapkan pada setiap individu dapat memperhatikan kandungan gizi yang terdapat dalam makanan yang akan dikonsumsi sehingga dapat memperoleh status gizi yang baik, untuk masyarakat lebih memperhatikan cara pencegahan dan penularan TB paru sehingga dapat mencegah penularan TB Paru ke anggota keluarga maupun orang-orang di sekitar tempat tinggalnya, dan petugas kesehatan sebaiknya memberikan edukasi dengan penyuluhan secara berulang tentang bahaya penyakit TB paru, sehingga dapat mencegah penularan karena nyatanya pengetahuan masyarakat tentang gejala penyakit TB Paru masih sangat kurang. Kata Kunci : TB Paru. Faktor risiko. Status gizi. Pengetahuan. Ventilasi. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Kasus tuberculosis dari total 10,6 juta kasus PENDAHULUAN di tahun 2021, setidaknya terdapat 6 juta kasus adalah pria dewasa, kemudian 3,4 MycobacteriumTuberculosis juta kasus adalah wanita dewasa dan kasus Penyakit Tuberkulosis Tuberkulosis (TB) TB. adalah anak-anak, yakni sebanyak 1,2 juta kasus. Kematian akibat tuberculosis secara keseluruhan juga kesehatan yang utama dan merupakan masalah kesehatan global sebagai penyebab utama juta orang mati akibat tuberculosis, angka kematian pada jutaan orang setiap tahun di ini naik dari tahun sebelumnya yakni sekitar 1,3 juta orang. (WHO, 2. Human setidaknya 1,6 Bakteri Secara nasional, berdasarkan hasil Tuberkulosis (TB) umumnya menyerang paru. Riskesdas tahun 2022 kasus TB ditemukan tetapi juga dapat mengenai organ tubuh lainnya 295 kasus. Jumlah tersebut (Sogen, 2. Penyakit TB Paru merupakan turun 2,04% dari tahun sebelumnya yang masalah kesehatan masyarakat yang menjadi 323 kasus. (Riskesdes, 2. salah satu komitmen global dalam Millenium Provinsi Sulawesi Tenggara, berdasarkan Development data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun dikendalikan (Aziz. Penyakit ini mudah 2022. Kota Kendari menempati urutan ditularkan melalui droplet orang yang terinfeksi pertama untuk kasus TB sebanyak 1. basil TB (Shodikin dkk, 2. kasus, diikuti kabupaten Muna sebanyak Immunodeviciency Virus Goals (HIV). (MDG. World Health Organization (WHO) 157 kasus dan terendah dikabupaten Buton melaporkan bahwa estimasi jumlah orang Utara sebanyak 15 kasus (BPS Sulawesi terdiagnosis tuberculosis tahun 2021 secara Tenggara, 2. Berdasarkan data yang global sebanyak 10,6 juta kasus atau naik 000 kasus dari tahun 2020 yang Kendari angka kejadian kasus TB Paru ( ) diperkirakan 10 juta kasus tuberculosis . tertinggi yaitu dan Puskesmas Perumnas Dari 10,6 juta kasus tersebut, terdapat 6,4 sebanyak 54 kasus, disusul Puskesmas juta . ,3%) orang yang telah dilaporkan Lepo-lepo sebanyak 52 kasus. Puskesmas dan 4,2 Mokoau jumlah kasus TB paru dengan BTA juta . ,7%) ditemukan atau didiagnosis dan dilaporkan. ( ) Kesehatan Kota Puskesmas Benu-Benua sebanyak 46 kasus. (Badan Pusat Statistik, 2. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Ada beberapa faktor kemungkinan yang menjadi risiko terjadinya penyakit Tuberkulosis seseorang akan mencoba untuk mempunyai perilaku hidup bersih dan sehat. Paru diantaranya yaitu faktor kependudukan Ventilasi bermanfaat bagi sirkulasi . mur,jenis kelamin, status gizi, peran keluarga, tingkat pendapatan, tingkat pendidika. , faktor mengurangi kelembapan. Faktor risiko yang lingkungan rumah . uas ventilasi, kepadatan dipengaruhi oleh luas ventilasi yang tidak hunian, intensitas pencahayaan, jenis lantai, kelembaban rumah, suhu dan jenis dindin. , mengakibatkan timbulnya bau pengap, suhu perilaku . ebiasaan membuka jendela setiap udara dalam ruangan naik, kelembaban pagi dan kebiasaan meroko. , riwayat kontak, dan sebagainya . (Leksono, 2. konsentrasi oksigen dan bertambahnya Status gizi merupakan variabel yang konsentrasi karbondioksida yang bersifat sangat berperan dalam timbulnya penyakit Infeksi TB menimbulkan penurunan memudahkan penyebaran tuberculosis. berat badan dan penyusutan tubuh. Faktor risiko Berdasarkan hasil observasi dengan disebakan oleh kekurangan karbohidrat, protein, petugas di Puskesmas Perumnas, tingginya vitamin, mineral dan zat gizi lainnya akan kasus TB banyak berhubungan dengan mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang, ventilasi, gizi, serta kurangnya pengetahuan sehingga rentan terhadap berbagai penyakit, masyarakat tentang penyakit TB terutama termasuk TB Paru. Keadaan ini faktor penting penularan TB itu sendiri. Rumah-rumah yang berpengaruh. masyarakat bahkan ada yang tidak memiliki Tingkat proses awal mula terbentuknya perilaku. menyebabkan tidak tercukupinya asupan Pengetahuan gizi yang baik terutama bagi pasien TB (Puskesmas Perumnas. Sejalan mempengaruhi seseorang untuk tertular TB dengan penelitian yang dilakukan oleh Paru dari orang disekelilingnya. Faktor Rahmi, dkk . tentang Hubungan risiko tingkat pendidikan seseorang akan status gizi dengan kejadian TB Paru diperoleh hasil Di antaranya mengenai rumah yang memenuhi syarat kesehatan dan pengetahuan penyakit TB paru sehingga Uji statistik adalah Chi Square. Dari hasil dengan pengetahuan yang cukup, maka penelitian didapatkan hampir separuh 22 Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 . ,0%) memiliki status gizi kurus, dan fisik rumah yang mempengaruhi kejadian hampir separuh 20 . ,0%) responden TB yaitu kondisi lantai rumah yang terkena TB Paru. Pada hasil penelitian ini terdapat hubungan antara status gizi dengan rusak/papan/tanah berisiko 1,731 kali lebih kejadian TB Paru dengan p value = 0,006. besar dibanding rumah yang berlantai Sehingga dapat disimpulkan bahwa status keramik, ubin, atau marmer. Perilaku yang gizi mempengaruhi terhadap kejadian TB mermpermudah terjadinya penularan TB Paru. paru adalah tidak membuka jendela kamar Penelitian Hubungan Sukma Tingkat tidur setiap hari, dengan perbandingan 1,36 kali berisiko lebih besar dibanding yang Pencahayaan. Kelembaban Udara, dan Ventilasi udara perilaku yang tidak menjemur kasur sebesar dengan Faktor Risiko Kejadian TB Paru 1,423 kali. Hasil penelitian (Wulandari. BTA Positif di Desa Jatikalang Kecamatan Nurjazuli. Krian Kabupaten Sidoarjo diperoleh hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang analisis diketahui adanya hubungan yang terbukti berpengaruh sebagai faktor risiko bermakna antara ventilasi rumah tinggal dengan kejadian Tuberkulosis Paru dimana lingkungan perumahan. Rumah dengan pencahayaan dan ventilasi yang baik akan menunjukkan bahwa ventilasi rumah yang menyulitkan pertumbuhan kuman, karena buruk mempunyai risiko 7,800 kali lebih sinar ultraviolet dapat mematikan kuman besar untuk mengalami kejadian TB paru. dan ventilasi yang baik menyebabkan p-value Hasil 0,006. Hal (Fitriani Adi pertukaran udara sehingga mengurangi kontaminasi kuman. kejadian TB paru dengan umur, tingkat Berdasarkan pendapatan, kondisi lingkungan rumah, melakukan penelitian tentang Faktor Risiko penderita TB paru. Penelitian oleh (Rita and Kejadian TB Paru Pada Pasien Yang Qibtiyah 2. juga menunjukkan ada Berobat Di Puskesmas Perumnas Kota hubungan kontak serumah dengan kejadian Kendari. TB paru. Hasil penelitian (Azhar and Perwitasari 2. menunjukkan kondisi METODE PENELITIAN Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Jenis penelitian ini menggunakan studi survey analitik dengan desain penelitian studi kasus control . ase control stud. Pada penelitian ini kasus yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah seseorang yang sedang mengkomsumsi OAT di Puskesmas Perumnas Kota Kendari. HASIL Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan yang berjudul faktor resiko kejadian TB paru pada pasien yang berobat di puskesmas perumnas kota Kendari didapatkan hasil sebagai berikut : Karakteristik Responden Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil distribusi responden berdasarkan jenis kelamin didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin di Puskesmas Perumnas No. Jenis Kelamin Laki Ae laki ( ) Perempuan ( ) Jumlah Laki Ae laki (-) Perempuan (-) Jumlah Frekuensi . (Sumber data primer, 2. Tabel 1, menunjukkan bahwa distribusi pasien berdasarkan jenis kelamin didapatkan hasil laki-laki positif TB sebanyak 11 responden dengan persentase 61. 11% sedangkan untuk pasien perempuan positif TB sebanyak 7 responden dengan persentase 38. Pada pasien negative didapatkan jumlah laki-laki sebanyak 12 responden dengan persentase 66% dan jumlah perempuan sebanyak 5 responden dengan persentase 33. Distribusi Pasien Berdasarkan Umur Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Umur No. Umur 3 Ae 8 th 19 Ae 29 th 30 Ae 39 th 42 Ae 68 th Jumlah (Sumber data primer, 2. Frekuensi . Tabel 3 menunjukkan bahwa distribusi pasien berdasarkan umur didapatkan hasil frekuensi tertinggi umur 19 Ae 29 tahun berjumlah 14 responden dengan frekuensi 77. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Dan frekuensi terendah dengan umur 3 Ae 8 tahun berjumlah 2 responden dengan persentase Analisis Univariat Status Gizi Tabel 3. Distribusi responden berdasarkan status gizi Kejadian TB paru Jumlah No. Positif Status Gizi Negatif Beresiko Tidak Beresiko Jumlah (Sumber data primer, 2. Tabel 3, menunjukkan distribusi responden berdasarkan status gizi didapatkan data pada kelompok positif untuk kategori beresiko sebanyak 12 responden dengan persentase 66% dan kategori tidak bersesiko sebanyak 6 responden dengan persentase 33. sedangkan pada kelompok negatif untuk kategori beresiko sebanyak 10 orang dengan 55% dan kategori tidak beresiko sebanyak 8 responden dengan persentase Pengetahuan Tabel 4. Distribusi responden berdasarkan pengetahuan Kejadian TB paru Jumlah No. Positif Pengetahuan Negatif Beresiko Tidak Beresiko Jumlah (Sumber data primer, 2. Tabel 4, menunjukkan distribusi responden berdasarkan pengetahuan didapatkan data beresiko pada kelompok positif sebanyak 13 responden dengan persentase 72. 22% dan tidak beresiko sebanyak 5 responden dengan persentase 27. 77% sedangkan untuk kelompok negatif dengan kategori beresiko sebanyak 15 responden dengan persentase 83. 33% dan kategori Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 tidak beresiko sebanyak 3 responden dengan persentase 16. Ventilasi Tabel 5. Distribusi responden berdasarkan ventilasi Kejadian TB paru Jumlah No. Positif Ventilasi Negatif Beresiko Tidak Beresiko Jumlah (Sumber data primer, 2. Tabel 5, menunjukkan distribusi berdasarkan ventilasi, didapatkan hasil data untuk kelompok positif kategori beresiko sebanyak 10 responden dengan persentase 55. 55% dan kategori tidak beresiko sebanyak 8 orang dengan persentase 44. 44% sedangkan pada kelompok negatif, untuk kategori beresiko sebanyak 15 responden dengan persentase 83. 33% dan kategori tidak beresiko sebanyak 3 responden dengan persentase 16. Analisis Bivariat Status Gizi terhadap kejadian TB Paru Tabel 6. Hasil Analisis Data Terhadap Status Gizi Uji Statistik Kejadian TB paru Jumlah No. Positif Status Gizi Negatif Beresiko Tidak Beresiko Jumlah OR = 5600 Lower limit = Upper limit = (Sumber data primer, 2. Tabel 6, menunjukkan bahwa uji Mantel-Haenszel Cammon Odds Ratio Estimate. Nilai estimate resiko status gizi terhadap kejadian TBC paru sebesar 5. 600, nilai tersebut lebih besar dari nilai Odd Ratio (ODD > . maka H0 ditolak atau dapat disimpulkan bahwa status gizi merupakan faktor terjadinya TBC paru. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Faktor Pengetahuan Terhadap Kejadian TB Paru Tabel 7. Hasil Analisis Data Terhadap Faktor Pengetahuan Uji Statistik Kejadian TB paru Jumlah Positif No. Pengetahuan Negatif OR= 1. 2 Tidak Beresiko 5 Beresiko Jumlah Lower limit= 087 Upper limit= 17. (Sumber data primer, 2. Tabel 7,menunjukkan uji Mantel-Haenszel Cammon Odds Ratio Estimate. Nilai estimate resiko pengetahuan terhadap kejadian TBC paru sebenar 1. nilai tersebut lebih besar dari nilai Odd Ratio (ODD > . maka H0 ditolak atau dapat disimpulkan bahwa pengetahuan terhadap TBC merupakan faktor terjadinya TBC paru. Faktor Ventilasi Terhadap Kejadian TB Paru Tabel 8. Hasil Analisis Data Terhadap Faktor Ventilasi Uji Statistik Kejadian TB paru Jumlah No. Positif Ventilasi Negatif OR= 1. Lower limit= 078 Beresiko Tidak Beresiko Jumlah Upper limit= (Sumber data primer, 2. Tabel 8, menunjukkan uji Mantel-Haenszel Cammon Odds Ratio Estimate. Nilai estimate resiko ventilasi terhadap kejadian TBC paru sebesar 1. nilai tersebut lebih besar dari nilai Odd Ratio (ODD > . maka H0 ditolak atau dapat disimpulkan bahwa ventilasi TBC Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk PEMBAHASAN mengetahui faktor risiko kejadian TB paru pada Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 pasien yang berobat di Puskesmas Perumnas Kota Penyebab utama status gizi yang tidak normal Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian studi pada pasien TB paru biasanya disebabkan survey analitik dengan desain penelitian studi karenakan adanya batuk kronis dalam waktu kasus control . ase control stud. Pada penelitian lama, bahkan bisa sampai batuk darah, ini kasus yang dijadikan sebagai objek penelitian demam, sesak nafas, depresi dan kelelahan adalah pasien yang sedang mengkomsumsi OAT dan diperparah juga dengan produksi dahak dan pasien yang tidak sedang menkonsumsi OAT yang mengganggu jalan nafas sehingga nafsu sebagai sampel control di Puskesmas Perumnas makan menurun. Sedangkan kategori status Kota Kendari. Dari hasil penelitian ini dapat kita gizi normal pada pasien TB paru didapatkan hasil dengan persentase sebesar 33,33% hal ini dikarenakan pengobatan sudah berjalan Risiko Status Gizi Terhadap Kejadian TBC selama beberapa bulan sehingga gejala-gejala Status gizi dalam penelitian ini adalah batuk,demam,sesak keadaan derajat kesehatan responden dengan kelelahan sudah mulai berkurang dan nafsu pengukuran berat badan (Kilogra. dibagi makan sudah kembali baik. dengan tinggi badan . atau Indeks Masa Penelitian tentang status gizi yang Tubuh (IMT). Status gizi dapat digambarkan diperoleh pada penelitian kali ini sejalan sebagai suatu keadaan pada tubuh seseorang yang di sebabkan oleh keseimbangan antara asupan zat Ruswanto . yang menyatakan ada gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi pada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian TB Paru dimana penduduk Berdasarkan hasil uji Mantel-Haenszel Cammon Odds Ratio Estimate. Nilai estimate resiko status gizi terhadap kejadian TBC paru 600, nilai tersebut lebih besar dari merupakan faktor terjadinya TBC paru. Hasil berdasarkan distribusi responden tentang status gizi pada penderita TB paru, bahwa gambaran status gizi pada responden Positif TB dengan kategori kurus sebesar 66,66%. yang berstatus gizi buruk mempunyai risiko 14,654 penduduk yang berstatus gizi baik terhadap kejadian TB Paru. nilai Odd Ratio (ODD > . maka H0 ditolak atau dapat disimpulkan bahwa status gizi Status nutrisi merupakan salah satu faktor yang menetukan fungsi seluruh sistem Sistem terjadinya infeksi yang disebabkan oleh `mikroorganisme. Bila daya tahan tubuh sedang rendah, kuman TB paru akan mudah Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 masuk ke dalam tubuh. Kuman ini akan kemampuan dalam mempertahankan diri paru-paru terhadap infeksi menjadi menurun. Tetapi. Hal terinfeksi kuman TB Paru belum tentu Misnardiarly dalam Toyalis, bahwa faktor menderita TB paru. Hal ini bergantung pada daya tahan tubuh orang tersebut. Apabila, kesakitan/ kejadian TB Paru, terutama TB daya tahan tubuh kuat maka kuman akan terus Paru saat pertama sakit. Masyarakat yang tertidur di dalam tubuh . dan tidak berkembang menjadi penyakit namun apabila terhadap peningkatan kejadian TB Paru daya tahan tubuh lemah maka kuman TB dibandingkan dengan yang mempunyai gizi akan berkembang menjadi penyakit. Penyakit Secara umum kekurangan gizi akan berpengaruh terhadap kekuatan, daya tahan, masyarakat yang status gizi rendah karena dan respon imun tubuh terhadap serangan Faktor ini sangat penting pada berkembang biak. masyarakat, baik pada dewasa maupun pada Kekurangan Risiko Pengetahuan Terhadap Kejadian TBC keadaan dimana terjadi kekurangan zatzat gizi Pengetahuan merupakan domain penting ensensial, yang bisa disebabkan oleh asupan untuk terbentuknya perilaku. Perilaku manusia yang kurang karena makanan yang jelek atau sebenarnya merupakan refleksi dari berbagai Pengetahuan zat-zat gizi oleh tubuh, dan kehilangan zat-zat mempunyai sikap yang baik pula, akhirnya dapat mencegah atau menanggulangi masalah penyakit pendarahan, gagal ginjal atau keringat yang Keadaan status gizi dan penyakit infeksi merupakan pasangan yang terkait. menimbulkan perilaku yang buruk pula baik Penderita infeksi sering mengalami anoreksia, perawatan pasien dengan penyakit TB paru. Paru. , penggunaan berlebihan dari Sebaliknya memiliki daya tahan tubuh yang rendah dan Berdasarkan hasil uji Mantel-Haenszel sangat peka terhadap penularan penyakit. Cammon Odds Ratio Estimate. Nilai estimate Pada keadaan gizi yang buruk, maka reaksi resiko pengetahuan terhadap kejadian TBC paru kekebalan tubuh akan menurun sehingga 250, nilai tersebut lebih besar dari nilai Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Odd Ratio (ODD > . maka H0 ditolak atau satu penyebab kurangnya tingkat pengetahuan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan terhadap terkait TB adalah perbedaan latar belakang TBC merupakan faktor terjadinya TBC paru. yaitu umur, merokok dan kepadatan hunian. Dari hasil kuesioner responden cenderung tidak Teori Rajagukguk penyebab dari TB paru itu sendiri, apakah Manullang . di Kecamatan Simanindo berasal dari virus ataupun bakteri. Hal ini dapat Kabupaten terjadi karena minimnya informasi dan edukasi yang dilakukan oleh instansi terkait yang tentang bahaya penyakit TB Paru untuk diberikan kepada masyarakat ataupun rasa ingin tahu masyarakat yang kurang terhadap kejadian sekitarnya, maka semakin besar bahaya si TB paru tersebut. penderita sebagai sumber penularan penyakit. Pengetahuan merupakan dasar dari pekerjaannya, untuk keluarga dan orang- pengobatan atau penyakit. Ketidaktahuan orang sekitarnya. Demikian juga dengan masyarakat akan menghalangi sikap dan penelitian Tobing . di Kabupaten Tapanuli Utara yang menyatakan bahwa pemberantasan penyakit sebagai orang sakit potensi penularan TB Paru 2,5 kali lebih besar pada yang berpengetahuan rendah. Samosir penularan dan penyebaran penyakit bagi Hal ini sejalan dengan penelitian yang orang yang berada disekelilingnya. Tingkat dilakukan oleh Fariz . Hasil analisis pengetahuan merupakan salah satu peranan penting dalam pengendalian penyakit TB. hubungan yang bermakna antara pengetahuan Adapun faktor yang mempengaruhi tingkat dengan penderita TB paru BTA . Selain itu pengetahuan adalah umur, merokok, dan diperoleh nilai OR= 0,557 (CI= 0,326-0,. Pengetahuan 0,022 kurang, akan beresiko menderita TB Paru seseorang dengan pengetahuan yang baik dan BTA sebesar setengah kali dibandingkan dapat juga menciptakan perilaku yang baik. dengan responden yang Pada Angka ini menggambarkan bahwa Suadnyani tentang tingkat pengetahuan TB. Terbukti bahwa pengetahuan yang rendah berdampak pengetahuan tentang TB yang lebih baik pada penyakit TB. Menurut peneliti, salah . ,7%) dibanding pasien umum . on TB). Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Risiko Ventilasi Terhadap Kejadian TBC Tuberculosis. Luas ventilasi yang kurang Ventilasi mempengaruhi proses dilusi dapat meningkatkan kelembaban sehingga udara, juga mengencerkan konsentrasi kuman dapat menjadi media yang baik untuk TBC dan kuman lain, dimana kuman tersebut akan terbawa keluar dan mati terkena sinar termasuk kuman tuberkulosis. Salah satu Perjalanan Kuman TB paru setelah upaya yang dapat dilakukan oleh responden adalah dengan membuka ventilasi yang ada terhirup oleh orang disekitarnya dan sampai ke secara rutin, misalnya membuka jendela paru-paru. Dengan adanya ventilasi yang baik setiap hari. Jika tidak memiliki jendela dapat maka akan menjamin terjadinya pertukaran juga membuka pintu rumah. Tidak cukupnya ventilasi akan kemungkinan seseorang akan terinfeksi kuman ruangan karena terjadinya proses penguapan TB paru (Depkes, 2. Berdasarkan Kelembaban ruangan yang tinggi akan Haenszel Cammon Odds Ratio Estimate, menjadi media yang baik untuk tumbuh dan Nilai estimate resiko ventilasi terhadap berkembang biaknya bakteri-bakteri patogen kejadian TBC paru sebenar 1. 500, nilai termasuk kuman tuberkulosis. Teori tersebut tersebut lebih besar dari nilai Odd Ratio sejalan dengan penelitian yang dilakukan (ODD > . maka H0 ditolak atau dapat oleh Darwel . di Sumatera yang disimpulkan bahwa ventilasi merupakan menyatakan ada hubungan antara ventilasi rumah dengan kejadian TB Paru, penelitian ini mendapatkan risiko untuk terkena TB untuk melihat gambaran ventilasi rumah Paru 1,314 kali pada penghuni yang pada pasien TB didapatkan hasil dengan kategori ventilasi yang kurang sebesar syaratdibandingkan dengan responden yang 55,55% dan pada kategori ventilasi cukup berventilasi memenuhi syarat kesehatan. sebesar 44,44%, dimana terdapat responden Pertukaran udara yang tidak memenuhi Berdasarkan Mantel- TBC yang masih memiliki pemahaman yang kurang terkait pencahayaan di dalam rumah, hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya mengakibatkan gangguan pengetahuan atau informasi yang didapatkan Laju ventilasi adalah laju pertukaran terkait pengaruh ventilasi terhadap kejadian udara melalui ventilasi . ubang udara permanen terhadap kesehatan Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 selain jendela dan pint. Menurut Permenkes RI tahun 2011, upaya penyehatan ruangan dapat Ada risiko pengetahuan terhadap kejadian TBC Paru diPuskesmas dilakukan dengan mengatur pertukaran udara, antara lain rumah harus dilengkapi dengan ventilasi minimal 10% dari luas lantai. Jika menggunakan AC (Air Conditione. , maka pemeliharaan AC harus Ada risiko ventilasi terhadap kejadian TB Paru yang berobat di Puskesmas Perumnas dilakukan secara berkala, serta harus melakukan pergantian udara Perumnas membuka jendela minimal pada pagi DAFTAR PUSTAKA