Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen, 12 . 57-63 https://journals. id/index. php/ilman Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Volume 12. Issue 1. Februari, pages 57-63 p-ISSN 2355-1488, e-ISSN 2615-2932 Pengaruh Efektivitas dan Akuntabilitas Desa Terhadap Kepuasan Masyarakat Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai Yunita Sari1. Riny Viri Insy Sinaga2. Evida Rahimah3 Universitas Al Washliyah Yyunitasari2232@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui secara parsial maupun simultan apakah efektivitas dan akuntabilitas desa berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat di Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. dan seberapa besar persentasenya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan beberapa uji yakni reliability analysis, uji penyimpangan asumsi klasik dan regression linier. Berdasarkan hasil regresi data primer yang diolah dengan menggunakan SPSS 20, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 13,277 0,270 X1 0,404 X2 e. Secara parsial, variabel efektivitas (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai t hitung > t tabel . ,259 > 1,. Sedangkan variable akuntabilitas desa (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai t hitung > t tabel . ,274 > 1,. Secara simultan, variabel efektivitas (X. dan akuntabilitas desa (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai F hitung > F tabel . ,217 > 3,. Variabel efektivitas (X. dan akuntabilitas desa (X. mampu memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel penururnan tingkat kesejahteraan masyarakat sebesar 23,0% sedangkan sisanya sebesar 77,0% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian Dari kesimpulan di atas, penulis memberikan saran melihat melihat kurang tingginya persentase pengaruh variabel efektivitas dan akuntabilitas desa terhadap kepuasan masyarakat maka pihak pemerintah desa harus lebih menggencarkan program yang bersifat sinergi dan memiliki integritas agar masyarakat dapat percaya dengan program pemerintah desa. Diharapkan ada penelitian yang mendalam di masa yang akan datang yang dilakukan peneliti-peneliti lainnya mengenai variabel efektivitas dan akuntabilitas desa terhadap kepuasan masyarakat. Kata Kunci: Efektivitas. Akuntabilitas Desa dan Kepuasan Masyarakat Pendahuluan Kegagalan berbagai program pembangunan pedesaan masa lalu karena perencanaan, pelaksanaan, akuntabilitas dan evaluasi program pembangunan pedesaan yang tidak melibatkan setidaknya semua lapisan masyarakat. Pemerintah harus memberikan kesempatan yang sebesarbesarnya kepada negara bagian, provinsi/kota, dan khususnya pemerintah desa untuk menyelenggarakan daerah otonom tanpa penyimpangan atau penyimpangan. Kita perlu memberikan kekuatan dan fleksibilitas sebanyak mungkin, berdasarkan pengawasan yang kuat yang ditujukan untuk berkembang dalam banyak hal untuk memenuhi tuntutan zaman. Pembangunan desa merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup, secara sadar, terencana dan berkelanjutan, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen, 12 . 57-63 https://journals. id/index. php/ilman Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Volume 12. Issue 1. Februari, pages 57-63 p-ISSN 2355-1488, e-ISSN 2615-2932 Rencana pengembangan desa yang diselenggarakan oleh pemerintah desa dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan unsur masyarakat secara partisipatif. Pembangunan partisipatif adalah sistem pengelolaan pembangunan desa yang dikoordinasikan oleh kepala desa, yang mengutamakan rasa persatuan, kekeluargaan, dan kegotongroyongan dalam rangka mewujudkan perdamaian dan keadilan sosial. Perkembangan pembangunan di Desa Sei Bamban pada saat ini jauh lebih lambat dan belum optimal terutama dalam akses pelayanan publik. Berdasarkan obervasi langsung di lapangan kemudian melakukan wawancara dengan beberapa masyarakat bahwa ada beberapa kendala terkait efektivitas dan akuntabilitas dalam hal pengelolaan alokasi dana desa yaitu, kurangnya pemahaman pemerintah desa dalam pelaporan pengelolaan bantuan alokasi dana desa yang sudah menggunakan Belum optimalnya pemerintah desa dalam mengelola bantuan alokasi dana desa dalam pelaksanaan pembangunan fisik desa. Masih minimnya pengawasan masyarakat dalam tahap pelaksanaan terhadap pengelolaan alokasi dana desa. Masih di temukannya beberapa perangkat pemerintah desa yang menyalah gunakan bantuan alokasi dana desa. Pengelolaan alokasi dana desa dalam pelaksanaan pembangunan fisik desa yang belum sesuai dengan keinginan masyarakat. Landasan Teoritis Menururt Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Pasal 1 ayat 9 Alokasi dana desa adalah dana perimbangan yang diterima Kabupaten/Kota dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) setelah dikurangi dana alokasi khusus (ADK). Menurut Simanjuntak . alam Pendra, 2018:. menyebutkan perumusan alokasi dana bantuan harus memiliki sifat kecukupan, fleksibel dan stabil. Kecukupan artinya alokasi dana dapat menutupi kebutuhan dan pemerintah daerah. Fleksibel artinya besar dana alokasi disesuaikan dengan kemampuan pemerintah pusat sedangkan stabil artinya bahwa adanya kepastian bagi pemerintah daerah dalam mendapatkan alokasi dana. Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, tujuan disalurkannya dana desa adalah sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi dan memberdayakan desa agar menjadi kuat, maju, mandiri dan Dengan adanya Dana Desa, desa dapat menciptakan pembangunan dan pemberdayaan desa menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Sementara tujuan Alokasi Dana Desa Mengatasi kemiskinan dan mengurangi kesenjagan. Meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran pembangunan di tingkat desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Mendorong pembangunan infrastruktur pedesaan yang berlandaskan keadilan dan kearifan Meningkatkan pengamalan nilai-nilai keagamaan, sosial, budaya dalam rangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan sosial. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat desa. Mendorong peningkatan keswadayaan dan gotong royong masyarakat desa. Meningkatakan pedapatan desa dan masyarakat desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Dana Desa diprioritaskan untuk pembiayaan pelaksanaan program dan kegiatan berskala lokal desa dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup masyarakat serta penanggulangan kemiskinan. Prioritas Dana Desa dialokasikan untuk membiayai bidang pemberdayaan masyarakat didasarkan atas kondisi dan potensi desa, sejalan dengan pencapaian target RPJMDes dan RKPDes setiap tahunnya, melalui: Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen, 12 . 57-63 https://journals. id/index. php/ilman Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Volume 12. Issue 1. Februari, pages 57-63 p-ISSN 2355-1488, e-ISSN 2615-2932 Dana Desa diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan dasar meliputi: Pengembangan pos kesehatan Desa dan Polindes. Pengelolaan dan pembinaan Posyandu. Pembinaan dan pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dana Desa diprioritaskan untuk pembangunan sarana dan prasarana desa, yang diantaranya dapat meliputi: Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana jalan desa. Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana jalan usaha tani. Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana embung desa. Pembangunan energi baru dan terbarukan. Pembangunan dan pemeliharaan sanitasi lingkungan. Pembangunan dan pengelolaan air bersih berskala desa. Pembangunan dan pemeliharaan irigasi tersier. Dana Desa diprioritaskan untuk pengembangan potensi ekonomi lokal guna meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam pengembangan wirausaha, peningkatan pendapatan, serta perluasan skala ekonomi masyarakat desa. Berdasarkan prinsip pengelolaan Dana Desa bagian yang tak terpisahkan dari pengelolaan keuangan Desa dalam APBD, seluruh kegiatan yang dibiayai Dana Desa direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara terbuka dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat desa, semua kegiatan harus dipertanggung jawabkan secara admistratif, secara, teknis, dan secara hukum. Dana Desa dipergunakan secara terarah, ekonomis, efesien, efektif, berkeadilan, dan terkendali. Efektivitas dalam pengertian umum menunjukkan pada taraf tercapainnya hasil dalam bahasa sederhana hal tersebut dijelaskan bahwa efektivitas dari pemerintah daerah adalah tujuan pemerintah daerah tersebut dapat dicapai sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan. Efektivitas merupakan Hubungan antar keluaran dengan tujuan atau sasaran yang harus dicapai. Dikatakan efektif apabila proses kegiatan mencapai tujuan dan sasaran akhir kebijakan. Semakin besar output yang dihasilkan terhadap pencapaian tujuan dan sasaran yang ditentukan, maka semakin efektif proses kerja suatu unit operasi (Mahmudi:2010:. Metodologi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. Dalam penelitian ini subjek penelitiannya adalah masyarakat Desa Sei Bamban. Sedangkan objek penelitiannya adalah variabel yang akan diteliti. Dalam hal ini variabel yang diteliti adalah efektivitas (X. , akuntabilitas desa (X. dan kepuasan masyarakat (Y). Populasi dalam penelitian ini memiliki jumlah 4. 200 penduduk. Maka sampel dalam penelitian ini sebanyak 98 orang. Penyebaran kuesioner diberikan secara langsung ke masyarakat. Teknik pengambilan sampelnya dengan menggunakan teknik sampel aksidental . ccidental Menurut Sugiyono . Accidental Sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, jika dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber Adapun Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis regresi linear berganda, uji T, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Regression Linier Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen, 12 . 57-63 https://journals. id/index. php/ilman Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Volume 12. Issue 1. Februari, pages 57-63 p-ISSN 2355-1488, e-ISSN 2615-2932 Analisis Regresi Linier Berganda Hasil analisis regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4. Model (Constan. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Efektivitas Akuntabilitas_ Desa Dependent Variable: Kepuasan_Masyarakat Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Sumber: Output SPSS Versi 20. Data Diolah 2022 Diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 13,277 0,270 X1 0,404 X2 e Konstanta sebesar 13,277 artinya jika efektivitas (X. , akuntabilitas desa (X. dan jumlah penduduk (X. nilainya 0, maka kepuasan masyarakat (Y) nilainya adalah 13,277. Koefisien regresi variabel efektivitas (X. sebesar 0,270 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan efektivitas mengalami kenaikan 1%, maka kepuasan masyarakat akan mengalami kenaikan sebesar 0,270. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara efektivitas dengan kepuasan masyarakat, semakin naik efektivitas maka semakin naik kepuasan masyarakat. Koefisien regresi variabel akuntabilitas desa (X. sebesar 0,404 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan akuntabilitas desa mengalami kenaikan 1%, maka kepuasan masyarakat akan mengalami peningkatan sebesar 0,404. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara akuntabilitas desa dengan kepuasan masyarakat, semakin naik akuntabilitas desa maka semakin naik kepuasan masyarakat. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji . Tabel 4. Coefficientsa Model Unstandardiz Standardize Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Toleranc Error Beta Sig. VIF (Constan. Efektivitas Akuntabilita s_Desa Dependent Variable: Kepuasan_Masyarakat Sumber: Output SPSS Versi 20. Data Diolah 2022 Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen, 12 . 57-63 https://journals. id/index. php/ilman Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Volume 12. Issue 1. Februari, pages 57-63 p-ISSN 2355-1488, e-ISSN 2615-2932 Pada tabel Coefficientsa diperoleh juga nilai t hitung. Nilai t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai t tabel pada = 0,05. Nilai t tabel pada df . dimana n adalah banyaknya sampel dan k adalah banyaknya variabel baik variabel bebas maupun terikat, maka 98-3 = 95. Pada df 95 dengan = 0,05 nilai t tabel adalah 1,985. Nilai t hitung variabel efektivitas (X. adalah sebesar 3,259, dengan demikian t hitung > t tabel . ,259 > 1,. dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,02 < 0,. , maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa variabel efektivitas (X. berpengaruh signifikan terhadap kepuasan Nilai t hitung variabel akuntabilitas desa (X. adalah sebesar 4,274, dengan demikian t hitung > t tabel . ,274 > 1,. dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. , maka H 0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa variabel akuntabilitas desa (X. berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Anova atau analisis varian merupakan uji koefisien regresi secara bersama-sama . ji F) untuk menguji signifikansi pengaruh beberapa variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji F dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. ANOVAb Model Mean Sum of Squares df Square Sig. Regression Residual Total Predictors: (Constan. Akuntabilitas_Desa. Efektivitas Dependent Variable: Kepuasan_Masyarakat Sumber: Output SPSS Versi 20. Data Diolah 2022 Pada tabel Anovab diperoleh nilai F hitung sebesar 14,217 sedangkan nilai F tabel sebesar 3,09. Dengan demikian F hitung > F tabel . ,217 > 3,. artinya variabel efektivitas, akuntabilitas desa dan jumlah penduduk secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien detreminasi (R. hasil regresi dapat dilihat pada tabel seperti bawah ini: Tabel 4. Model Model Summaryb Adjusted R R Square Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Akuntabilitas_Desa. Efektivitas Dependent Variable: Kepuasan_Masyarakat Sumber: Output SPSS Versi 20. Data Diolah 2022 Nilai koefisien determinasi (R. hasil regresi sebesar 0,230 artinya bahwa variabel efektivitas dan akuntabilitas desa memberikan kontribusi pengaruh terhadap kepuasan masyarakat masyarakat Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen, 12 . 57-63 https://journals. id/index. php/ilman Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Volume 12. Issue 1. Februari, pages 57-63 p-ISSN 2355-1488, e-ISSN 2615-2932 sebesar 23,0%. Hasil ini merupakan hasil dari (R2 x 100%), sedangkan sisanya 7,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah dibahas dengan mengolah dan kuesioner dan menggunakan beberapa pengujian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Secara parsial, variabel efektivitas (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai t hitung > t tabel . ,259 > 1,. Variabel akuntabilitas desa (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai t hitung > t tabel . ,274 > 1,. Secara simultan, variabel efektivitas (X. dan akuntabilitas desa (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai F hitung > F tabel . ,217 > 3,. Variabel efektivitas (X. dan akuntabilitas desa (X. mampu memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel kepuasan masyarakat sebesar 23,0% sedangkan sisanya sebesar 77,0% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Daftar Pustaka