Seminar Nasional Rekayasa. Sains dan Teknologi Vol 3 No 1 Tahun 2023 Karakterisasi Sabun Transparan Antibakteri dari Ekstrak Daun Melinjo Farhah Zhafirah1. Dine Agustine2. Ismi Nurlatifah3 Universitas Islam Syekh Yusuf1,2,3 1904010001@students. id1, dine@unis. id2, isminurlatifah@unis. AbstrakAiDaun melinjo memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa metabolit Pada penelitian ini dilakukan pengembangan ekstrak daun melinjo dalam sediaan sabun Sabun digunakan sehari-hari sebagai pembersih bakteri dan kotoran. Sabun transparan memiliki tampilan yang lebih menarik dan memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandungkan bentuk sabun lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sabun antibakteri transparan dari ekstrak daun melinjo. Proses ekstrak daun melinjo dilakukan dengan metode maserasi selama 2 y 24 jam kemudian dilakukan pengujian fitokimia yang menghasilkan bahwa ekstrak daun melinjo positif mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan steroid. Sabun diperoleh melalui reaksi saponifikasi dengan memvariasikan suhu yaitu 600C, 700C, dan 800C. Ekstrak yang ditambahkan dalam pembuatan sabun transparan divariasikan yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kondisi optimum sabun transparan antibakteri yaitu pada penambahan ekstrak daun melinjo 75% suhu 800C. Pada kondisi tersebut menghasilkan diameter zona bening sebesar 28mm pada pengujian antibakteri. Sabun yang dihasilkan tidak memiliki efek iritasi di semua konsentrasi dan suhu. Berdasarkan pengujian di penambahan 75% ekstrak daun melinjo dan suhu 800C menghasilkan uji busa dengan tinggi busa 15mm dan pH sebesar 9. Keywords Ai Antibakteri. Daun Melinjo. Sabun Transparan AbstractAi Melinjo leaves have antibacterial activity because they contain secondary metabolite compounds. In this research, melinjo leaf extract was developed in a transparent soap preparation. Soap is used every day to clean bacteria and dirt. Transparent soap has a more attractive appearance and has a higher selling price compared to other forms of soap. This research aims to characterize transparent antibacterial soap from melinjo leaf extract. The melinjo leaf extract process was carried out using the maceration method for 2 y 24 hours, then phytochemical testing was carried out which resulted in the melinjo leaf extract positively containing flavonoids, alkaloids, tannins, saponins and steroids. Soap is obtained through a saponification reaction by varying the temperature, namely 60 0C, 700C and 800C. The extracts added in making transparent soap are varied, namely 0%, 25%, 50%, 75% and 100%. The optimum conditions for transparent antibacterial soap are the addition of 75% melinjo leaf extract at a temperature of 800C. Under these conditions, the clear zone diameter was 28mm in the antibacterial test. The resulting soap has no irritating effect at all concentrations and temperatures. Based on tests, the addition of 75% melinjo leaf extract and a temperature of 800C produced a foam test with a foam height of 15mm and a pH 9. Keywords Ai Antibacterial. Melinjo Leaves. Transparent Soap PENDAHULUAN Melinjo (Gnetum gnemon L) adalah tanaman serealia yang hampir semua bagiannya baik pada bagian daun, bunga dan biji memiliki manfaat. Pada bagian daun dan bijinya sangat digemari oleh masyarakat dan digunakan sebagai bahan sayuran . Melinjo mempunyai banyak kegunaan karena mengandung protein sekitar 9% - 11%, lemak 16,4%, pati 58% serta pati . Pada bagian daunnya mengandung tanin, flavonoid, saponin, steroid, fenol dan alkaloid . Masing-masing kandungan senyawa metabolit sekunder memiliki peran masing-masing. Flavonoid dapat menggangu permeabilitas dinding sel, mikrosom serta lisosom melaui interaksi antara flavonoid dan DNA. Tanin yang merupakan mempunyai peran untuk dapat membuat lingkungan protein . Kandungan Farhah Zhafirah1. Dine Agustine2. Ismi Nurlatifah3 saponin digunakan untuk tidak menaikkan tegangan permukaan pada dinding sel, sehingga bila tegangan permukaan terganggu, zat lebih gampang masuk ke dalam sel serta menggangu metabolisme lainnya . Senyawa alkaloid merupakan senyawa basa bernitrogen sebagian besar yang memiliki sifat heterosiklik serta didapat pada tumbuhan melinjo. Senyawa alkaloid mendetoksifikasi dan dapat menetralkan racun dalam tubuh . Dari berbagai manfaat yang terdapat dalam kandungan daun melinjo, dapat membuat nilai plus jika ditambahkan pada produk tertentu yakni misalnya sabun. Proses pembuatan sabun antibakteri dapat dibuat dengan menambahkan ekstrak daun melinjo. Sabun merupakan kombinasi dari senyawa natrium dengan asam lemak yang digunakan sebagai bahan pembersih badan, berupa padat, busa ataupun tanpa zat pembantu lainnya yang tidak menyebabkan iritasi pada kulit . Masyarakat saat ini semakin selektif dalam memilih sabun sebab disesuaikan dengan khasiat dan kebutuhan kulit masing Ae masing, sebagian bahan baku yang sudah ditambahkan harus mempunyai kandungan vitamin serta bermacam berbagai nutrisi yang diperlukan pada kulit. Bahan aktif untuk memenuhi kebutuhan kandungan pada kulit terdapat pada lingkungan sekitar salah satunya daun melinjo yang memiliki kandungan kimia semacam alkaloid, steroid, terpenoid, flavonoid, tanin dan saponin. Sabun transparan lebih baik daripada sabun opaque karena memiliki warna yang transparan, permukaan yang mengkilap, serta menghasilkan busa yang lebih lembut . Pembuatan sabun dikenal sebagai reaksi penyabunan atau saponifikasi yang merupakan reaksi antara lemak atau trigliserida dengan alkali. Alkali yang digunakan NaOH atau KOH . dapat disesuaikan dengan penelitian masing Ae masing. Penggunaan minyak kelapa murni (VCO) ialah bahan utama yang dipakai untuk pembuatan sabun transparan sebab secara kimia VCO mempunyai asam lemak yang berguna untuk antibakteri tertentu . Asam laurat yang terkandung dalam VCO dapat berperan penghasil busa yang melimpah dan juga memiliki daya pembersih yang tinggi . Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan pembuatan sabun transparan sebagai antioksidan dengan menggunakan VCO dan ekstrak buah Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan yang diperoleh sebesar 138,79 g/L dengan penambahan NaOH 32% dan ekstrak buah naga sebanyak 30 g . Pada penelitian ini menggunakan VCO dan ekstrak daun melinjo karena akan dibuat sabun transparan antibakteri. Daun melinjo dipilih karena kandungannya berpotensi sebagai antibakteri . II. METODE PENELITIAN BAHAN Bahan baku utama yang digunakan untuk penelitian adalah daun melinjo (Gnetum gnemon L) dan minyak kelapa murni (VCO) yang diperoleh dari kebun penulis serta pasar di daerah Sepatan Timur Kab. Tangerang. ALAT Gelas beaker . ml, 100 ml dan 250 m. , timbangan analitik, tabung reaksi, gelas ukur, pipet tetes, rotary evaporator, magnetic stirrer, pH meter. Erlenmeyer, aluminium foil, hotplate. METODE Proses Pembuatan Serbuk Simplisia dan Ekstrak Daun Melinjo Pembuatan simplisia dimulai dari tahap menggunakan air mengalir yang bertujuan agar kotoran lain tidak lagi menempel pada daun Langkah selanjutnya yaitu perajangan dan dijemur dengan bantuan sinar matahari sekitar A 5 hari yang kemudian dioven pada suhu 35 EE. Hal tersebut dilakukan agar memastikan daun melinjo benar kering. Dilakukan proses penggilingan dengan blender dan diayak sampai 100 mesh. Pembuatan menggunakan serbuk simplisia 100 gr dicampurkan 100 mL etanol 96% sebagai pelarut diaduk selama 10 menit dilapisi plastik hitam. Setelah dilapisi, ditempatkan pada tempat yang Seminar Nasional Rekayasa. Sains dan Teknologi Vol 3 No 1 Tahun 2023 tidak terkena sinar matahari, kemudian tunggu selama 48 jam, setelah itu memisahkan antara filtrat serta ampasnya. Ekstrak daun melinjo dilakukan pemanasan menggunakan hotplate dengan suhu 60 EE berfungsi untuk memanaskan ekstrak agar berubah menjadi ekstrak daun melinjo pekat. Setelah dipanaskan kemudian dilakukan penguapan menggunakan waterbatch dengan suhu 60 EE. Dihasilkan ekstrak daun melinjo pekat, kemudian dihitung rendaman ekstrak tersebut. Timbang 1 gr ekstrak dengan menambahkan 10 ml methanol, kemudian reaksikan dengan 1 Ae 2 Feyayco3 . Jika hasil positif akan terlihat akan ada warna biru tua . Proses Pembuatan Sabun Transparan Proses pembuatan sabun transparan di awali memanaskan minyak kelapa murni (VCO) sebanyak 50 ml suhu A menggunakan variasi . EE, 70 EE dan 80 EE) kemudian campurkan asam strearat dengan minyak kelapa murni (VCO) aduk hingga homogen, masukkan larutan NaOH 30% setelah itu diaduk kembali hingga mengental. Pengujian Fitokimia Ekstrak Daun Melinjo Pengujian skrinning fitokimia ekstrak daun melinjo, antara lain: Uji Flavonoid Tambahkan ekstrak daun melinjo 0,1 mg, 1 ml HCl pekat serta 1 ml alkohol. Sesudah tercampur setelah itu diaduk, jika terbentuk larutan berwarna merah, kuning ataupun hingga membuktikan jika daun melinjo positif memiliki kandungan flavonoid . Uji Alkaloid Pengujian bauchardat digunakan untuk mengetahui adanya alkaloid. Dalam ekstrak daun melinjo diambil sebanyak 2 ml setelah itu ditambahkan 1,27 gr iodium serta 2 gr kalium iodida dalam 100 ml aquadest. Jika hasil membuktikan sediman coklat maka daun melinjo positif alkaloid . Uji Tanin Feyayco3 ditambahkan ke dalam ekstrak daun kecoklatan maka daun melinjo positif memiliki kandungan senyawa tanin . Uji Saponin Ekstrak daun melinjo ditambahkan dengan aquadest panas setelah itu dihomogenkan. Jika adanya buih, maka ekstrak daun melinjo positif mengandung saponin . Uji Streoid Sebanyak 0,5 ml sampel ekstrak daun melinjo ditambahkan dengan 0,5 ml asam asetat glasial dan 0,5 ml ya2 ycIycC4 . Jika sampel ekstrak daun melinjo mengandung steroid maka akan muncul warna ungu atau hijau . Uji Fenol Tabel 1. Formulasi sabun transparan dengan penambahan ekstrak daun melinjo Bahan Ekstrak 25% 50% 75% 100% Minyak (VCO) 50 ml EE 60 EE Suhu 70 EE NaOH NaCl 0,3 g Asam Stearat Gliserin Kokomid DEA 5 ml 5 ml 5 ml 5 ml 5 ml Sukrosa 15% 15% 15% Etanol 10 ml 80 EE 25 ml Farhah Zhafirah1. Dine Agustine2. Ismi Nurlatifah3 Tambahkan gliserin. NaCl, ekstrak daun melinjo dan sukrosa dan aduk hingga homogen. Ditambahkan etanol 96% diaduk sampai homogen setelah itu didinginkan, kemudian cetak sabun transparan pada cetakan . Lakukan kembali untuk mencapai variasi ekstrak daun melinjo dan variasi suhu sesuai yang ditentukan. Formulasi sabun transparan dengan ekstrak daun melinjo dapat dilihat pada Tabel 1. Pengujian Sediaan Sabun Transparan Uji pH Uji pH dilakukan menggunakan pH meter. Langkahnya dimulai dengan nekarutkan 5 g sabun dengan 10 mL aquades. Setelah larut lakukan pengujian dengan pH meter. Jika diperoleh pH 9-11 maka sabun tersebut sesuai dengan syarat pH sabun . Uji Tinggi Busa Sabun sebanyak 2 gr dilarutkan dengan 10 mL air yang kemudian diaduk selama 1 Ukur tinggi dari busa yang dihasilkan setelah pengadukan tersebut. Uji Iritasi Larutkan sabun 0,1 mL dengan 5 mL air kemudian oleskan pada bagian lengan bawah dan tandai. Diamkan selama kurang lebih satu jam dan amati apakah timbul atau tidaknya bercak merah ataupun bengkak. Uji Antibakteri Bakteri Staphylococcus Dilakukan pembuatan media terlebih dahulu. Setelah media diperoleh dilakukan pengujian dengan menggunakan kertas cakram 6 mm. Bakteri uji dituangkan ke dalam media. Kertas cakram tersebut direndam dalam sediaan sabun transparan selama 15 menit. Zona hambat diukur pada jam ke-24 . Aktivitas antibakteri dapat dikategorikan berdasarkan nilai zona bening yang Untuk yang berdiameter < 5mm . ktivitas lema. 5 Ae 10 mm . ktivitas 10- 20 mm . ktivitas kua. 20 Ae 30 mm . ktivitas sangat kua. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembuatan Ekstrak Daun Melinjo Pada Tabel 2 terlihat massa simplisia ekstrak daun melinjo yang dihasilkan dari proses maserasi yang telah dilakukan. Tabel 2. Data hasil pembuatan serbuk simplisia Data Keterangan Bobot sampel awal 1000 gr Bobot sampel setelah 973 gr disortasi basah Bobot sampel setelah 917 gr Bobot sampel setelah 401 gr Proses pembuatan ekstrak daun melinjo dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Proses pembuatan ekstrak daun Metode maserasi dipilih karena memiliki kelebihan yaitu sederhana, mudah dilakukan dan tidak memerlukan perlakuan khusus dan meminimalkan kerusakan zat aktif . Rendemen yang diperoleh adalah sebanyak 76,63%. Seminar Nasional Rekayasa. Sains dan Teknologi Vol 3 No 1 Tahun 2023 Besar kecilnya rendeman dapat dilihat dari beberapa variabel dapat mempengaruhi apa yang diperoleh dari suatu ekstrak seperti pelarut yang digunakan untuk penyaringan metode yang digunakan dan ukuran simplisia . Tabel 3. Hasil skrinning fitokimia ekstrak daun melinjo (Gnetum gnemon L) Senyawa Positif Negatif Keterangan Flavonoid Pengujian Fitokimia Ekstrak Daun Melinjo Alkaloid Hijau Kekuningan Kecoklatan Tanin Kehitaman Saponin Streoid Berbuih . ebih dari 7 Hijau Fenol . Hitam pekat Berdasarkan proses skrinning fitokimia ekstrak daun melinjo memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin serta Hasil sama dengan penelitian . untuk hasil uji fitokimia. Hasil pengujian fitokimia untuk ekstrak daun melinjo dapat dilihat pada Gambar 2. Kandungan flavonoid pada ekstrak daun melinjo terlihat dari hasil pengujian yang menunjukkan warna hijau kekuningan. Hal asetofenon . Persamaan reaksi yang menujukkan terbentuknya asetofenon akibat direaksikan dengan NaOH ditunjukkan pada Gambar 3. Gambar 2. Hasil uji fitokimia ekstrak daun . Flavonoid. Alkaloid. Tanin. Saponin. Steroid. Fenol Gambar 3. Reaksi pembentukan asetofenon dari flavonoid dan NaOH Senyawa OH pada flavonoid dapat menyebabkan kematian pada suatu sel bakteri karena perannya yang mengganggu penyusun peptidoglikan pada sel bakteri tersebut sehingga tidak terbentuknya lapisan dindiing sel bakteri yang utuh . Dari hasil pengujian skrinning fitokimia dapat diketahui apa saja senyawa metabolit yang terkandung pada ekstrak daun melinjo. Hasil uji fitokimia dapat dilihat pada Tabel 3. Farhah Zhafirah1. Dine Agustine2. Ismi Nurlatifah3 Tidak hanya flavonoid, ekstrak daun melinjo mengandung alkaloid yang ditandai dengan warna kecoklatan yang dihasilkan setelah pengujian alkaloid. Tanin juga terkandung dalam ekstrak daun melinjo karena hasil pengujian menunjukkan warna kehitaman. Tanin dapat menyebankan sel pada bakteri menjadi lisis karean polipeptida dinding sel bakteri dirusak oleh tannin sehingga dinding sel bakteri tidak terbentuk sempurna . Pada ekstrak daun melinjo ini mengandung steroid yang ditandai dengan menghasilkan warna hijau dari hasil pengujian. Melaui steroid, mengakibatkan kebocoran sel bakteri . Dari hasil pengujian fitokimia, adanya kandungan flavonoid, alkaloid, tanin, dan steroid mengindikasikan adanya potensi sebagai antibakteri . Proses Pembuatan Sabun Transparan Proses pembuatan sabun transparan diawali dengan menyiapkan bahan Ae bahan untuk pembuatan sabun. Formulasi dari berbagai variasi dapat kembali dilihat pada Tabel 1. VCO menjadi bahan baku utama karena mengandung banyak asam laurat berfungsi untuk meningkatkan transparansi sabun, kadar etanol diubah menjadi etanol 96% karena berfungsi sebagai pelarut dan membentuk stuktur transparan pada sabun. Proses pembuatan sabun transparan dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Proses pembuatan sabun transparan dengan ekstrak daun melinjo . Memanaskan VCO sesuai variasi. Lelehkan asam stearate. Menghomogenkan bahan lainnya. Penambahan ekstrak daun melinjo sesuai variasi. Setelah sabun transparan sudah jadi, maka dilakukannya pengujian sabun transparan bertujuan dari analisis untuk memastikan bahwa sabun yang dibuat memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh SNI 06 Ae 3532 Ae 1994. Pengujian pH Tingkat keasaman pH harus disesuaikan dengan pH kulit. Hasil pengujian pH dari berbagai variasi dapat dilihat pada Tabel 4. Semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi pH dalam sabun . dan pengaruh suhu reaksi terhadap pH sabun semakin menurun semakin tinggi suhu reaksi. Peningkatan suhu pada rentang suhu tertentu mempercepat reaksi saponifikasi waktu lebih cepat . , hasil optimum pada pengujian pH ialah suhu 80EE dengan konsentrasi 100%. Tabel 4 Hasil pengujian pH sabun transparan Suhu (EE) Konsentrasi (%) 60EE Sumber: Penulis, data dioalah tahun 2023. Pengujian Tinggi Busa Pengujian tinggi busa dilakukan dengan metode Cylinder Shake. Berdasarkan pengujian yang dilakukan hasil uji daya busa dapat dilihat pada Tabel 5. Pengujian tinggi busa dapat dikatakan semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun melinjo maka semakin banyak busa yang dihasilkan. Suhu pada proses pembuatan sabun mempengaruhi jumlah busa yang dihasilkan pada penelitian ini, karena suhu dapat mempercepat reaksi selama proses saponifikasi . Busa tersebut berasal dari saponin yang terkandung dalam daun Fungsi busa pada sabun yaitu untuk Seminar Nasional Rekayasa. Sains dan Teknologi Vol 3 No 1 Tahun 2023 menghilangkan minyak atau lemak yang menempel pada kulit. Namun kebanyakan orang, lebih puas saat busa yang dihasilkan lebih banyak untuk menghilangkan minyak atau lemak yang menempel pada kulit . Pengujian Kadar Air Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui berapa banyak air yang terkandung dalam sabun. Jumlah air yang ditambahkan pada sabun akan mempengaruhi seberapa larut sabun dalam air saat digunakan. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 5 Hasil uji tinggi busa sabun transparan Suhu Konsentrasi Tinggi Busa (EE) (%) 40 mm 4 mm 60 EE 24 mm 29 mm 19 mm 22 mm 70 EE 80 EE 25 mm 20 mm 21 mm 6 mm 16 mm 17 mm 10 mm 15 mm 55 mm Tabel 6. Hasil pengujian kadar air Suh (EE) Konsentra si (%) Berat 41,73 37,87 41,80 33,90 48,90 40,42 44,83 39,46 46,14 36,77 32,81 34,53 33,72 36,49 32,63 Pengujian Iritasi Pengujian ini dilakukan untuk mengamati sabun transparan dengan penambahan ekstrak daun melinjo dapat mengiritasi kulit atau aman digunakan pada kulit. Pengujian ini terjadi langsung pada kulit manusia baik kulit normal maupun sensitive. Hasil yang diperoleh pada pengamatan selama 1 jam kepada 5 partisipan adalah tidak ditemukannya jenis iritasi sabun dan konsentrasi Hasil pengujian iritasi dapat dilihat pada Gambar 5. Berat Bera 1 gr 6 gr 7 gr 8 gr 7 gr 9 gr 2 gr 3 gr 2 gr 8 gr 8 gr 2 gr 2 gr 4 gr 1 gr Kadar (%) 0,21% 0,795 0,57% 0,74% 1,57% 0,71% 1,59% 1,57% 1,78% 1,77% 1,57% 1,89% 1,90% 1,85% 1,39% Pengujian kadar air dipengaruhi proses pemanasan dan konsentrasi, semakin besar panas yang diberikan pada proses penyabunan maka semakin tinggi pula hasil yang didapatkan. Untuk konsentrasi, semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang ditambahkan maka semakin tinggi pula hasil yang didapat . Pengujian Antibakteri Pengujian antibakteri dari sediaan sabun transparan dengan penambahan ekstrak daun melinjo dilakukan melalui pengamatan diameter Gambar 5. Hasil uji iritasi kulit Farhah Zhafirah1. Dine Agustine2. Ismi Nurlatifah3 zona bening. Hasil pengujian antibakteri dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil Pengujian Antibakteri Konsentrasi Suhu 60EE, Konsentrasi 0% Suhu 60EE, Konsentrasi 25% Suhu 60EE, Konsentrasi 50% Suhu 60EE, Konsentrasi 75% Suhu 60EE, Konsentrasi 100% Suhu 70EE, Konsentrasi 0% Suhu 70EE, Konsentrasi 25% Suhu 70EE, Konsentrasi 50% Suhu 70EE, Konsentrasi 75% Suhu 70EE, Konsentrasi 100% Suhu 80EE, Konsentrasi 0% Suhu 80EE, Konsentrasi 25% Suhu 80EE, Konsentrasi 50% Suhu 80EE, Konsentrasi 75% Suhu 80EE, Konsentrasi 100% Diameter zona bening 15 mm 10 mm 0 mm 10 mm 17 mm IV. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kondisi optimum untuk aktivitas antibakteri terbaik pada sediaan sabun transparan dengan penambahan ekstrak daun melinjo adalah pada kondisi 800C dengan penambahan ekstrak 75%. Pada kondisi tersebut diperoleh diameter zona bening sebesar 28 mm . ktivitas antibakteri sangat kua. , tidak menyebabkan iritasi, pH 9, dan tinggi busa 15 mm. DAFTAR PUSTAKA