Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 ANALISIS KETERLAMBATAN PENYELESAIAN STUDI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD) SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) MELAWI Ason1. Asep Eka Nugraha, 2 Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Melawi Jln. RSUD Melawi KM. 4 Nanga Pinoh Kab Melawi Kalimantan Barat asonyakobus@gmail. com1, asepekanugraha81@gmail. Abstract: This research is motivated by the large number of students who cannot complete their studies on time. Most students experience this when they are completing their final assignment, namely compiling a thesis. Therefore, the purpose of this study was to analyze and identify problems with student delays in completing studies at STKIP Melawi, especially in the Elementary School Teacher Education Study Program (PGSD). This research uses a qualitative approach and the type of research is descriptive. Data collection techniques used in the form of observation, interviews and documentation. The data validity test uses data triangulation. The technique for determining informants used purposive sampling and snowball sampling techniques, namely selecting students who experienced delays in completing the study. The selected students are those in semesters X. XII, and XIV. The results showed that the dominant influence of the factors causing student delays in completing the study was the student's own internal factors. Student internal factors are very dominant, namely 70%, while external factors are only 30%. Internal factors include writing ability, confusion, lack of understanding, lack of motivation, laziness, and difficulty finding references. These factors lead to two things, namely the lack of students' writing ability and weak motivation. Thus it can be concluded that the causes of student delays in completing studies at the Elementary School Teacher Education Stud Program (PGSD) of the College of Teacher Training and Education (STKIP) Melawi are poor writing abilities and weak motivation. Keywords: Delay. Study Completion. PGSD STKIP Melawi Students Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya mahasiswa yang tidak bisa menyelesaikan studi mereka tepat waktu, kebanyakan mahasiswa yang mengalami hal terebut justru ketika mereka sedang menyelesaikan tugas akhir yakni menyusun skripsi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengidentifiksi permasalahan keterlambatan mahasiswa dalam menyelesaikan studi di STKIP Melawi khususnya pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian adalah deskriptif. Teknik pengambilan data yang digunakan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun uji keabsahan data menggunakan triangulasi data. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling yaitu memilih mahasiswa yang mengalami keterlambatan dalam penyelesaian studi. Mahasiswa yang dipilih adalah mereka yang berada pada semester X. XII, dan XIV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh dominan faktor penyebab keterlambatan mahasiswa dalam penyelesaian sudi adalah faktor internal mahasiswa sendiri. Faktor internal mahasiswa sangat dominan yaitu sebesar 70% sedangkan faktor eksternal hanya 30%. Faktor internal meliputi kemampun 15 | e-ISSN: 2746-8062 Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 menulis, kebingungan, ketidakpahaman, kurang motivasi, malas, dan sulit mencari referensi. Faktor-faktor tersebut bermuara pada dua hal yakni kemampuan menulis mahasiswa kurang dan lemahnya motivasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyebab keterlambatan mahasiswa dalam menyelesaikan studi pada Program Stud Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi adalah kemampuan menulis kurang dan motivasi lemah. Kata Kunci: Keterlambatan. Penyelesaan Studi. Mahasiswa PGSD STKIP Melawi disebut terpelajar karena mereka telah untuk seseorang yang sedang lulus dalam menempuh masa pendidikan menempuh atau menjalani pendidikan dasar dan menengah. Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan Mahasiswa adalah orang yang sedang belajar di perguruan tinggi baik di ekspektasi dan tanggung jawab yang universitas, institut . Sekolah Tinggi, atau diemban oleh mahasiswa begitu besar. Mereka yang terdaftar sebagai Mahasiswa peserta didik di Perguruan Tinggi dapat sebagai agen pembawa perubahan, serta disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat administratif menjadi mahasiswa, tetapi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh pengertian yang lebih luas dari sekedar suatu masyarakat bangsa di berbagai masalah administratif. Kata AumahasiswaAy belahan dunia. Mahasiswa pada suatu terdiri dari dua suku kata yaitu AumahaAy perguruan tinggi mempunyai beberapa dan AusiswaAy, maha artinya AuterAy dan siswa tugas yang tertuang dalam tri dharma perguruan tinggi bersama para dosen. pengartian mahasiswa artinya terpelajar. Posisi mahasiswa pada perguruan tinggu maksudnya bahwa seorang mahasiswa adalah bagian dari civitas akademika tidak hanya mempelajari bidang yang ia perguruan tinggi. Oleh karena itu baik pelajari tapi juga mengaplikasikan serta dosen maupun mahasiswa mempunyai mampu menginovasi dan berkreatifitas tinggi dalam bidang tersebut. Mahasiswa perguruan tinggi yakni pendidikan dan AupelajarAy. Jadi 16 | e-ISSN: 2746-8062 Betapa Mahasiswa Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 pengajaran, penelitian dan pengabdian Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD) pada kepada masyarakat. Dalam hal pendidikan Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan (STKIP) Melawi. Hal yang otomatis telah melaksanakannya dengan sangat memprihtinkan pada mahasiswa STKIP Melawi pada umumnya adalah diselenggarakan oleh dosen pengampu mereka tidak mampu menyelesaikan studi tepat waktu. Berdasarkan data awal kurang lebih 90% mahasiswa STKIP dilaksanakan ketika mahasiswa mengikuti Melawi tidak mampu menyelesaikan studi program kuliah kerja mahasiswa (KKM) tepat waktu yakni 4 tahun. Ada banyak bersama dosen pembimbing lapangan masing-masing. 2 Sementara penelitian menghadapi tugas akhir menyusun skripsi. dilakukan oleh mahasiswa di akhir studi Pihak kampus sering kali mengalami mereka, biasanya pada semester tujuh atau kesulitan untuk menghubungi mahasiswa yang menghilang tanpa informasi atau mereka, biasanya mahasiswa membuat Berdasarkan data dari bagian karya ilmiah yakni menyusun skripsi administrasi akademik menunjukan bahwa setiap angkatan hanya berkisar 10-15% memperoleh gelar Sarjana (S-. Skripsi mahasiswa yang mempu menyelesaikan yang mereka susun merupakan hasil studinya tepat waktu yakni 8 semester. penelitian yang dipertanggungjawabkan Jenjang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 4 - Apabila dinyatakan lulus maka 5 tahun atau 10 semester, justru melebihi waktu tersebut, bahkan sampai pada batas ,mahasiswa Sedangkan Pada Berdasarkan acuan masa studi tepat waktu penyelesaian studi mahasiswa mempunya 8 semester, maka terdapat lebih kurang 10 problematika, terutama terkait dengan -15 % saja mahasiswa STKIP Melawi tugas akhir yakni menyusun skripsi. Ada yang mampu menyelesaikan studi tepat banyak permasalahan yang dihadapi oleh waktu yakni 4 tahun, sedangkan 85-90% Dalam menyandang gelar kesarjanaan sesuai Ilmu keterlambatan dalam menyelesaikan studi. Mencermati penomena yang terjadi pada Permasalahan tersebut dialami pula oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan 17 | e-ISSN: 2746-8062 STKIP Melawi Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 faktor-faktor Penelitian deskriptif kualitatif mempunyai kendala yang dihadapi mahasiswa dalam dua tujuan utama yaitu menggambarkan penyelesaian studi mereka. Peneliti ingin dan menjelaskan serta mengungkapkan. menganalisis problematika yang dihadapi Objek oleh mahasiswa dalam penyelesaian studi pada program studi PGSD STKIP Melawi. Angkatan Tahun Akademik 2015/2016 Selain itu dalam penelitian ini peneliti dalam menyelesaikan studi pada Program juga ingin mendeskripsikan upaya-upaya Studi PGSD STKIP Melawi, dengan lebih yang telah dilakukan institusi STKIP Melawi, khususnya Program Studi PGSD, serta bagaimana keberhasilan dari upaya- Sedangkan subjek dalam penelitian ini upaya tersebut. 3 Berkenaan dengan adalah mahasiswa STKIP Melawi Progrm permasalahan tersebut judul penelitian ini Studi PGSD Angkatan Tahun Akademik 2015/2016 AuAnalisis Keterlambatan Penyelesian Studi Mahasiswa Program Penelitian ini dilaksanakan selama Stud Pendidikan Guru Sekolah Dasar tiga bulan yakni dari bulan Juli sampai (PGSD) Sekolah Tinggi Keguruan dan dengan September 2022, bertempat di Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi Au. STKIP Melawi, tempat dimana peneliti memperoleh informasi mengenai data METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk ke dalam Penelitian deskriptif, melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual Biasanya penelitian lapangan. Pendekatan penelitian Penelitian memahami suatu fenomena dalam konteks peneliti dengan fenomena yang diteliti. yang diperlukan serta tempat dimana sumber data primer dan sumber data sekunder diperlukan. Sumber data primer pada penelitian ini berupa kata-kata hasil dari wawancara dengan informan yang berkaitan dengan identifikasi masalah keterlambatan studi mahasiswa dan solusi Sumber sekunder dalam penelitian ini berupa data mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada STKIP Melawi yang mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan studi akhir mereka. Penentuan informan pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik 18 | e-ISSN: 2746-8062 Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 memperoleh data terkait permasalahan menemukan ketidaksesuaian data maka peneliti bertanya dan meminta saran mengenai informan mana saja yang dapat Angkatan 2015/2016. Wawancara, dimintai informasi atas permasalahan dalam penelitian. Pada penelitian ini menggunakan wawancara secara langsung yakni mendatangi informan yang dituju informan yang terkait dengan penelitian, untuk memperoleh data baik data primer yang diantaranya Ketua Program Studi maupun skunder. Sebagai informan utama PGSD. PGSD dalam penelitian ini ialah mahasiswa Dosen angkatan 2015/2016 Program Studi PGSD Angkatan Mahasiswa 2015/2016 PGSD Pembimbing Skipsi Mahasiswa. Adapun Sekolah Tinggi Keguruan dan alasan peneliti memilih Ketua Program Pendidiikan Studi PGSD sebagai informan adalah Dokumentasi, penelitian ini berupa data/catatan tentang (STKIP) Ilmu Melawi. program studi terkait dengan proses keterlambatan studi maupun foto atau penyelesaian studi bagi mahasiswa yang gambar dan arsip tentang kegiatan yang dilakukan oleh peneliti ketika sedang PGSD melakukan penelitian. Teknik Kemudian 2015/2016 Analisis Data mengetahui kendala dan faktor utama penelitian ini yaitu teknik analisis data penyebab keterlambatan mahasiswa dalam interaktif yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi. mengerjakan skripsi, dan alasan peneliti Dalam memilih perwakilan Dosen Pembimbing sebagai informan karena ingin mengetahui befungsi sebagai uji keabsahan data. Uji problematika dan solusi terkait bimbingan skripsi mahasiswa. menggunakan member check yaitu suatu Teknik Pengumpulan Data pada kepada pemberi data yang berfungsi triangulasi/gabungan yaitu terdiri dari : Observasi, observasi di lakukan saat Tahapan pra-penelitian dengan cara setelah pengumpulan data 19 | e-ISSN: 2746-8062 Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 kemudian peneliti menemui pemberi data HASIL DAN PEMBAHASAN untuk melaksanakan pengecekan data Data Keterlambatan Studi Apabila data telah disepakati Berdasarkan Status Mahasiswa. berarti dapat dikatakan bahwa valid. Data hasil penelitian diperoleh melalui Terdapat beberapa tahapan dalam teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. untuk memperoleh masukan dari informan Observasi dilakukan terhadap situasi saat yang diantaranya sebagai berikut: . Pihak mengobservasi dokumen berupa data membaca kemudian menuliskan komentar keterlambatan dalam penyelesaian studi. yang ditemukan dapat Berdasarkn data yang diperoleh dari Ketua Program Studi PGSD ada 38 digunakan ketika penemuannya valid Populasi selanjutnya memberikan kepada pihak mahasiswamahasiswi yang mengalami informan untuk dilakukan verifikasi. keterlambatan penyelesian studi tersebut Membentuk . Keabsahan Data Pada penelitian ini terdiri dari Semester X ada 12 orang, digunakan uji kredibilitas untuk menguji semester XII ada 14 orang, dan semester keabsahan data. Uji kredibilitas dilakukan XIV ada 12 orang. Dari 38 populasi dengan teknik triangulasi yang berupa uji kredibilitas data, uji transferability, uji keterlambatan studi tersebut diambil sampel secara acak sebanyak 30% atau Penelitian kualitatif dimanfaatkan untuk sebanyak 12 orang. Pengambilan sampel mengecek keabsahan data yang peneliti telah temukan dari wawancara dengan berdasarkan kemampuan peneliti dalam menghubungi responden baik melalui kontak langsung maupun via telepon. berhubungan dengan penelitian sehingga Klasifikasi sampel data mahasiswa yang mengalami keterlambatan studi disajikan terjamin keabsahan datanya. 20 | e-ISSN: 2746-8062 pada tabel 1, berikut ini: Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 Tabel 1 Klasifikasi Sampel Mahasiswa Yang Mengalami Keterlambatan Penyelesaian Studi studi pada akhir sementer genap tahun akademik 2021/2022, terdiri dari semester X ada 12 orang, semester XII ada 14 Status Mahasiswa Mahasiswa Semester X Mahasiswa Semester XII Mahasiswa semester XIV Total Jumlah orang dan semester XIV ada 12 orang. Data Faktor Penyebab Keterlambatan Ketika peneliti bertanya kepada Mengacu pada tabel 4. 1 tentang klasifikasi mahasiswa semester X. XII, dan XIV yang dijadikan sampel penelitian ini, keterlambatan studi berdasrkan tingkatan semester, maka semester XII lebih banyak menyelesaikan studi, jawaban mereka yang terlambat yakni 42%, sementara semester X dan XIV masing-masing 25%. mengatakan bahwa. AuSaya malas, sulit Sebagimana telah dipaparkan di atas mencari refensi, bingung, tidak paham, bahwa mahasiswa prodi PGSD STKIP kurang motivasi. Ay Beberapa mahasiswa Melawi yang mengalami keterlambatan lain mengatakan. AuSaya kuliah sambil dalam menyelesaikan studi mengacu pada bekerja, karena orang tua saya tidak Permendikbud No. 49 Tahun 2014 tentang mampu dan tidak cukup biaya. Ay Yang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Beberapa AuSaya (SNPT). Dalam Permendikbud tersebut enggan ketemu dosen, dan karena sudah Pemerintah membuat aturan baru yang menikah jadi tidak semangat. Ay Bedasarkan mempersingkat batas maksimal durasi hasil wawancara dengan 12 mahasiswa masa pendidikan sarjana (S-. , dari dan 5 dosen pembimbing serta Ketua semula maksimal tujuh tahun menjadi Program Studi PGSD, dijumpai beberapa paling lama lima tahun. Masa studi penyebab keterlambatan mahasiswa dalam program Sarjana (S-. tersebut dapat penyelesaian studi, yaitu karena malas, ditempuh dalam waktu 8-10, bahkan ada merasa bingung, kemampuan menulis yang hanya 7 semester saja. Batas kurang, motivasi kurang, sulit mencari maksimal masa studi mahasiswa diberi waktu paling lama 10 semester dengan beban studi maksimal 144 sks. Mengacu Temuan-temuan tersebut apabila pada Permendikbud tersebut mahasiswa Program Studi PGSD yang termasuk sebagaimana tabel 2 berikut ini: kategori terlambat dalam menyelesaikan 21 | e-ISSN: 2746-8062 Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 Tabel 2. Faktor Penyebab Keterlambatan Penyelesaian Studi Urut mahasiswa semester X. XII. Dan XIV Faktor Penyebab Keterlambatan Studi Mahasiswa Kemampuan Merasa bingung dan tidak Motivasi kurang Malas Sulit mencari refrensi Sambil bekerja Masalah biaya Dosen pembimbing Menikah Total Mengacu pada tabel 2 Permasalahan keterlambatan studi Prosenta se (%) 2021/2022, mahasiswa lebih dominan dibandingkan dengan faktor eksternal. Faktor internal dimaksud meliputi kemampun menulis, bingung, tidak paham, kurang motivasi. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor bekerja, biaya, dosen pembimbing, dan Apabila dianalisis lebih jauh faktor merupakan rangkuman hasil wawancara peneliti dengan 12 orang mahasiswa yang statusnya berada pada semester X. XII, mahasiswa dalam menyelesaikan studi dan XIV. Berdasarkan tabel tersebut dapat sangat dominan adalah aktor internal mahasiswa yaitu sebesar 70% sedangkan berdasarkan tingkatan prosentase faktor faktor eksternal hanya 30%. Dalam Permendikbud No. 49 Tahun menyelesaikan studi. Ketiga kelompok 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), dinyatakam bahwa masa Sarjana (S-. kebingungan/tidak paham, motivasi, dan ditempuh dalam waktu 8-10 semester. malas serta kesuitan referensi. Faktor ini Batas maksimal masa studi mahasiswa adalah faktor yang dominan penyebab diberi waktu paling lama 5 tahun dengan beban studi maksimal 144 sks. Apabila Selanjutnya melebihi waktu yang ditetapkan tersebut, kelompok kedua terdiri dari faktor bekerja dan biaya. Kelompok penyebab yang terakhir adalah dosen pembimbing dan Permendikbud tersebut masih ada 38 mahasiswa Program Studi PGSD yang 22 | e-ISSN: 2746-8062 Mengacu Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 menyelesaikan studi pada akhir sementer Hal genap tahun akademik 2021/2022. disebabkan beberapa hal diantaranya : . Sejumlah mahasiswa sulit dihubungi. kecepatan dan ketepatan waktu masa studi Mahasiswa tidak merespon secara positif yaitu 4 tahun atau 8 semester, maka terhadap undangan Kaprodi dan Dosen. Ada kesan mahasiswa menghindar dari dosen pembimbing. Apabila Prosentase Apa yang telah dilakukan Program Studi PGSD Ketua Program Studi PGSD bersama penyelesaian studi mahasiswa meskipun Dosen Pembimbing Skripsi melakukan langkah-langkah membuahkan hasil. Hal ini cukup untuk presentase keterlambatan studi mahasiswa serta menanggulangi ancaman drop out. mahasiswa STKIP Melawi yang drop out. Berdasarkan hasil wawancara dengan terutama pada masa-masa yang lalu Ketua Program Studi PGSD yang didukung oleh para Dosen Pembimbing sebelum adanya kebijakan baru. Dalam perjalanan waktu ke waktu. Skripsi, beberapa langkah yang ditempu dihadapi oleh kampus STKIP Melawi membantu mahasiswa khususnya semester adalah menghilangnya mahasiswa ketika memasuki semester 8 . Pada Berkomunikasi mengubunggi mahasiswa semester delapan tersebut mahasiswa baik via telepone ataupun WA, bagi yang bisa dihubungi. Berusaha dengan mereka yakni menyusun skripsi, sehingga sistem menjemput bola yakni mendatangi bisa lulus tepat waktu. Namun pada mahasiswa bersangkutan bagi yang bisa kenyataannya justru menghilang tanpa Mengundang, kabar berita, jika dikatakan cuti juga tidak mengumpulkan mahasiswa yang berada ada bukti surat pengajuan cuti dari pada semester X. XII, dan XIV untuk mahasiswa tersebut. Program XII Studi XIV PGSD bersama-sama. Hasil Meskipun Ketua Program studi PGSD terhadap beberapa mahasiswa yang bisa bersama para dosen pembimbing skripsi dihubungi dan didukung oleh data dari telah melakukan upaya-upaya tersebut. Ketua Pogram Studi serta para dosen namun hasilnya tidak bisa maksimal dan 23 | e-ISSN: 2746-8062 Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 faktor-faktor tulis mahasiswa banyak yang plagiat. Lebih mahasiswa dalam penyelesaian studi. Sebagaimana dipaparkan di atas bahwa mereka ada yang membayar orang lain ditemukan 9 (Sembila. faktor penyebab Mahasiswa seperti ini biasanya tidak Prodi pernah datang bimbingan, tetapi tiba-tiba Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) proposalnya sudah jadi dan langsung Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Ke-9 Permasalahan (STKIP) Melawi. studi tesebut dapat direduksikan menjadi seminar proposal maupun ujian skripsi, dua hal yang menjadi akar permasalahan, mahasiswa bersangkutan tidak menguasai yakni kemampuan menulis dan motivasi materi/isi skripsi mereka. Selain tidak menguasai isi, indikasi bahwa skripsi mahasiswa bukan hasil karya mereka menulis kurang, masuk dalam kategori sendiri adalah dapat dilihat dari tata tulis kemampuan lemah. Sedangkan malas, dan tata bahasa tulisan pada isi skripsi kurang motivasi, bekerja, biaya dan yang telah tersusun. Karya ilmiah baik menikah masuk dalam kategori motivasi proposal maupun skripsi mahasiswa yang dibuatkan oleh orang lain biasanya tidak Merasa . faktor penyebab keterlambatan Apabila dianalisis lebih mendalam mengikuti seingkung pedoman penulisan faktor kemampuan menulis lemah bisa skripsi di STKIP Melawi, melainkan diprediksi sebelumnya bahwa mahasiswa bermacam-macam mengikuti selingkung tidak terbiasa membaca. Selama proses perguruan tinggi lain. perkuliahan ada banyak mahasiswa yang Pengalaman peneliti sebagai dosen hanya numpang nama ketika ada tugas pembimbing skripsi yang didukung oleh kelompok, dan copy paste milik orang lain pengalaman dosen lain yang peneliti ketika ada tugas individu, serta mencontek wawancarai, menunjukan bahwa indikasi ketika ujian. Kebiasaan jelek semacam ini kemampuan menulis mahasiswa lemah akan berimbas pula pada kemampuan menulis mereka, ketika harus membuat bimbingan seringkali tidak membawa karya ilmiah atau menyusun skripsi. Maka tidak bisa dipungkiri lagi bahwa karya 24 | e-ISSN: 2746-8062 . Mahasiswa yang datang Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 memperbaiki melainkan menunggu lama 70% sedangkan faktor eksternal hanya bahkan berbulan-bulan baru datang lagi kemampun menulis, kebingungan, tidak merubah apa-apa. Pembimbing sering paham, kurang motivasi, malas, dan sulit kali menjumpai kalimat yang panjang mencari referensi. Faktor-faktor tersebut dalam satu pragraf . Terdapat struktur bermuara pada dua hal yakni kemampuan kalimat yang tidak jelas, tata bahasa dan menulis dan motivasi. Dengan demikian kalimat yang tidak baku dan tidak . Mahasiswa Faktor memperhatikan tanda baca, penggunaan menyelesaikan studi pada Program Stud huruf besar, dan tidak bisa membedakan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) kata depan dengan keterangan tempat. Sekolah Tinggi Keguruan dan Berdasarkan paparan di atas dapat penyelesaian studi tepat waktu adalah Pendidikan (STKIP) Melawi Ilmu kemampuan menulis kurang dan motivasi DAFTAR PUSTAKA