El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. Oktober 2025 Volume 24. Nomor P-ISSN 2087-3638. E-ISSN 2655-7746 https://ftkjournal-uinmataram. id/index. php/eltsaqafah PERBEDAAN FONOLOGIS DAN LEKSIKAL ISOLEK SAMBORI DAN TARLAWI DI KABUPATEN BIMA Utswatun Hasanah Universitas Mataram. Indonesia Corresponding author: winetucky2@gmail. Mahsun Universitas Mataram. Indonesia mahsun@unram. Burhanuddin Universitas Mataram. Indonesia fkip@unram. Article History Submitted: 08 Apr 2025. Revised: 11 Nov 2025. Accepted: 12 Nov 2025 DOI 10. 20414/tsaqafah. Abstract This study aims to describe the phonological and lexical differences between the Sambori and Tarlawi isolects. The type of research used is quantitative descriptive with a diachronic perspective. Data were collected using a research instrument that provided 200 basic Swadesh Morish vocabulary items and 867 cultural and non-basic vocabulary items classified according to their semantic fields, employing the AucakapAy method and the AusimakAy method. Data collection was conducted by selecting three informants from each village according to certain criteria. The data collection methods used were the AucakapAy method and the AusimakAy method. The data analysis method employed intralingual matching with the basic technique of intralingual comparison. Further analysis calculated the percentage similarity . of isolects in the research area using a dialectometry method. Based on the results conducted, two phonological differences were found, namely vowel differences and consonant differences. Meanwhile, based on the calculated percentage determination of phonological differences in the research area (Sambori village and Tarlawi villag. using dialectometry, a difference value of 12. was found, indicating a dialect difference between Tarlawi village and Sambori village at the phonological level. Then, at the lexical level, a difference value of 36. 5% was found, meaning there is a sub-dialect difference between the Sambori isolect and the Tarlawi Keywords: isolect, lexical, phonological. | 321 This is an open access article under the CCAeBY-SA license Perbedaan Fonologis dan Leksikal A (Utswatun. Mahsun. Burhanuddi. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan fonologis dan leksikal isolek Sambori dan Tarlawi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan kajian perspektif diakronis. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian yang menyediakan 200 kosakata dasar Morish Swadesh dan 867 kosa kata buudaya dan selain kosa kata kata dasar yang dikelompokkan sesuai dengan medan maknanya, dengan menggunakan metode cakap dan metode simak. Pengambilan data dengan pemilihan tiga orang informan dari setiap desa dengan memperhatikan kriteria tertentu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode metode cakap dan metode simak. Metode analisis data dilakukan dengan metode Padan Intralingual dengan teknik dasar hubung banding intralingual. Analisis selanjutnya yaitu menghitung presentase status isolek di daerah pengamatan menggunakan metode dialektometri. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan dua perbedaan fonologi yaitu perbedaan vokal dan perbedaan konsonan. Sementara itu berdasarkan hasil perhitungan persentase penentuan perbedaan fonologi di daerah penelitian desa Sambori dan desa Tarlawi berdasarkan perhitungan dialektometri ditemukan jumlah beda sebesar . ,5 %) yang menunjukkan adanya perbedaan dialek antara desa Tarlawi dan desa Sambori pada tataran fonologi. Kemudian, pada tataran leksikal ditemukan jumlah beda sebesar . ,5%) yang berarti menunjukkan adanya perbedaan subdialek antara isolek Sambori dan Isolek Tarlawi. Kata-kata kunci: fonologis, leksikal, isolek PENDAHULUAN Bahasa Sambori merupakan suatu bahasa yang digunakan oleh masyarakat yang berada di desa-desa di wilayah kecamatan Lambitu yaitu yang terdiri dari desa Sambori. Kuta. Kaboro. Dengga. Londu. Teta dan Kaowa serta salah satu desa yang berada di wilayah kecamatan Wawo yaitu desa Tarlawi dan Kecamatan Langgudu yaitu desa Kalodu. Masyarakat yang menempati wilayah ini disebut juga dengan (Dou Donggo El. Bahasa Sambori memiliki keunikan yang tersendiri karena memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan bahasa Bima dialek Serasuba yang digunakan oleh masyarakat Bima pada umumnya. Mahsun . , mengklasifikasaiakn bahwa bahasa yang digunakan oleh masayarakat Sambori dan masayarakat Tarlawi adalah termasuk dalam dialek Wawo. Sementara itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Yusra: 2. menunjukkan bahwa kesamaan bahasa Sambori dengan bahasa Bima dalam hal kosa kata kurang dari 10% dan layak disebut sebagai bahasa tersendiri dan kesamaan yang dominan hanyalah pada penggunaan klitik . enanda subje. na-,ku, mu- dan ta-. Namun setelah melakukan penelitian lanjutan pada 2016, berdasarkan analisis leksikostatistik Yusra menemukan bahwa terdapat perbedaan kosakata dasar sekitar 61% dan disimpulkan bahwa bahasa Sambori merupakan dialek berbeda dari dialek Serasuba yang digunakan untuk mewakili bahasa Bima. | 322 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 Jika perbedaan leksikal tersebut bisa terlihat jelas pada Bahasa Bima dialek Serasuba dan dialek Sambori, tidak demikian halnya perbedaan leksikal yang terjadi pada Isolek Sambori dan Tarlawi namun perbedaan keduanya sangat jelas terlihat pada perbedaan fonologinya. Perbedaan inilah yang menjadi topic utama dalam penelitian ini. Karena Sambori dan Tarlawi menggunakan dialek yang sama yaitu dialek Sambori. Namun demikian, terdapat perbedaan unsur bahasa diantara Variasi bahasa sendiri dapat didefinisikan sebagai bentuk atau bagian-bagian atau varian dalam bahasa yang masing-masing memilki pola yang menyerupai pola umum bahasa induknya (Poedjosoedarmo dalam Aslinda, 2007:. Setiap bahasa memilki variasi yang berbeda-beda. Variasi bahasa juga merupakan seperangkat pola tuturan manusia yang mencakup bunyi, dan ciriciri gramatikal yang secara unik dapat dihubungkan dengan faktor eksternal seperti geografis dan faktor sosial (Wardhough, 1986: 22 dalam Atmawati. Dwi: 2. Keadaan geografis yang berbedabeda telah memisahkan masyarakat menjadi kelompok-kelompok yang terdiri atas berbagai suku dan bangsa. Keberagaman suku dan bangsa tersebut telah melahikan berbagai macam budaya yang berbeda-beda, temasuk di dalamnya bahasa Selain dipengaruhu oleh faktor geografis dan faktor status sosial, factor situasi bahasa, waktu, budaya dan individual telah menyebabkan munculnya variasi-variasi bahasa. Variasi bahasa dapat berupa wujud perbedaan ucapan seseorang dari waktu ke waktu yang lain serta dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan memperhatikan aspek linguistik yang mencakup fonologi, morfologi, sintaksis, leksikon, dan semantik yang diucapkan oleh para Variasi tersebut muncul karena kebutuhan penutur akan adanya alat komunikasi dan kondisi sosial, budaya, serta faktor-faktor tertentu seperti yang telah diungkapakan di atas. Salah satu fenomena variasi bahasa adalah dialek, yaitu variasi bahasa yang kemunculannya dilatarbelakangi oleh tempat tertentu . ialek regiona. , kelompok bahasa dari golongan tertentu . ialek sosia. , serta kelompok bahasa yang hidup pada waktu tertentu . ialek tempora. , (Kridalaksana dalam Hamjah, 2014:. Menurut Weijnen . alam Ayatrohaedi, 2000:. dialek adalah sistem kebahasaan yang dipergunakan oleh satu masyarakat untuk membedakannya dari masyarakat lain yang bertetangga dan mempergunakan sistem yang berlainan walaupun erat Tidak ada seorang pun penutur sebuah bahasa yang lepas sama sekali dari dialek atau variasi bahasanya ketika orang itu berbicara, saat itu pula yang bersangkutan berbicara dalam dialeknya atau variasi bahasanya. Kemunculan dialek-dialek inilah yang melahirkan suatu khasanah ilmu yang disebut dialektologi. Dialektologi merupakan ilmu tentang dialek. atau cabang dari linguistik yang mengkaji perbedan-perbedaan isolek dengan memperlakukan perbedaan tersebut secara utuh (Mahsun, 1995:. | 323 This is an open access article under the CCAeBY-SA license Perbedaan Fonologis dan Leksikal A (Utswatun. Mahsun. Burhanuddi. Variasi leksikal merupakan variasi bahasa yang dapat diketahui dari adanya perbedaan cara pelafalan dan perubahan bentuk dalam suatu bahasa. Seperti pada leksikon kata . dalam dialek Sambori dan . dalam dialek Taralawi yang sama-sama bermakna AojalanAo merupakan salah satu contoh variasi leksikal. Berdasarkan keunikan inilah yang membuat peneliti merasa tertarik unttuk meneliti variasi leksikal bahasa Sambori. Sedangkan variasi fonologis adalah variasi bahasa yang terdapat dalam bidang fonologi, yang mencakup variasi bunyi dan variasi fonem. Perbedaan fonologi yang terjadi di antara daerah-daerah pengamatan (Diale. atau di antara bahasa-bahasa yang muncul sebagai akibat dari perbedaan dalam merefleksikan prafonem/protofonem yang terdapat dalam parabahasa atau protobahasa . ahsun: 1995: . Seperti yang muncul pada kata ile pada isolek Sambori dan ilo pada isolek Taralawi yang bermakna lihat. Bahasa Sambori sendiri digunakan oleh masyarakat kecamatan Lambitu dan kecamatan wawo, karena kecamatan Lambitu merupakan tempat dimana penduduknya asli suku Bima. kecamatan lambitu sendiri terdapat 7 sub dialek yang terdiri dari enam desa yang biasa di sebut juga dengan bahasa Auinge ndaiAy. Bahasa inge ndai adalah bahasa minoritas yang dituturkan masyarakat Lambitu kabupaten Bima yaitu sub dialek Sambori dengan dialek intonasi halus. Kuta dengan dialek Intonasi sedang, kaboro. Londu dan Kaowa dengan dialek Intonasi tinggi. Sementara di desa Teta terdapat dua desa dengan dialek intonasi tinggi yaitu Teta Mba dan Teta Ndese. Sementara di kecamatan Wawo terdapat desa Tarlawi yang masih memiliki sub rumpun isolek yang digunakan oleh masyarakat di kecamatan Lambitu. Pada awalnya desa Taralawi dan desa Sambori merupakan wilayah yang berada di satu kecamatan yang sama yaitu kecamatan Wawo. Akan tetapi adanya kebijakan otonomi daerah membuat wilayah ini memisahkan diri menjadi dua bagian yaitu kecamatan Lambitu yang berada tepat di kaki gunung Lambitu, dan kecamatan Wawo yang kemudian mengambil Tarlawi menjadi bagian dari wilayahnya. Meskipun kedua wilayah ini menggunakan rumpun dialek yang sama akan tetapi memiliki beberapa variasi yang berbeda. Perbedaan ini kemungkinan besar terjadi akibat letak geografis dan kondisi alam serta sosial masyarakatnya yang berbeda. Menurut Harimurti Kridalaksana, munculnya berbagai ragam bahasa atau dialek tersebut disebabkan karena adanya faktor perbedaan waktu, tempat, sosial, budaya, situasi, serta sarana pengungkapan. Berdasarkan perbedaan inilah maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang variasi fonologi dan leksikal isolek Sambori di Desa Sambori dan Desa Tarlawi. KAJIAN PUSTAKA | 324 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 Penelitain yang relevan terkait dengan kajian ini misalnya AuThe Lexical and Phonological Differences of Javanese in Banyuwangi and SurabayaAy. Erlin Kartikasari . Penelitian kedua AuGeoLinguistic Study on Lecsical and Phonogy Dialect Variations in Nort Perak. MalaysiaAy (Harishon Radzi, dkk: 2. Penelitian ketiga. AuVariations of Lexicon and Phonology Verbs in Javanese Ngoko. Krama. And Krama Inggil in Desa Sendangsari. Kecamatan Minggir. Kabupaten Sleman. YogyakartaAy (Ayuninda Erdiani, dkk: 2. Penelitian keempat AuLexical Differences in Gorom Language: A Social Dialectology StudyAy Iwan Rumalean . Penelitian kelima. AuVariasi Fonologi dan Leksikon Bahasa Jawa di Kabupaten Cilacap (Kajia. Geografi Dialek di Perbatasan Jawa-SundaAy Annisa Ul Afidah . Penelitain keenam AuVariasi Bahasa: Sambori Dan Masyarakat Mbojo KontemporerAy, oleh Ariani Rosadi . Penelitian ketujuh yang dilakukan The Lexical Evidences Unifying Sambori and Bima Languages in Bima Regency. NTB. Masitah dkk . Penelitain kedelapan yang dilakukan oleh Kamaludin Yusra . AuKedudukan Dialektologis Bahasa Sambori Dalam Masyarakat Bima KontemporerAy Penelitian kesepuluh dilakukan oleh Mahsun . AuDistribusi dan Pemetaan Varian-Varian Bahasa MbojoAy yang bertujuan mengklasifikasikan varain-varain bahasa Mbojo. Perbedaan Fonologis Perbedaan fonologi yang dimaksud adalah berhubungan dengan perbedaan fonetik. Perbedaan fonologi perlu dibedakan dengan perbedaan leksikon, mengingat pada penentuan isolek, dialek, subdialek atau bahasa menggunakan dialektometri pada tataran leksikon, perbedaanperbedaan fonologi yang muncul dianggap tidak sama (Ayatrohaedi, 1983: 246-. Mahsun, . pada prinsipnya, perbedaan-perbedaan yang terdapat pada leksemleksem yang menyatakan makna yang sama itu dianggap sebagai perbedaan fonologi jika leksemleksem itu diturunkan dari satu etimon prabahasa/protobahasa yang sama. Oleh karena itu apabila di samping perbedaan yang berupa korespondensi atau variasi terdapat refleks etimon lain yang digunakan untuk menyatakan makna tersebut, maka dalam kondisi yang semacam itu terdapat perbedaan dalam dua bidang linguistik sekaligus, yaitu fonologi dan leksikon. Perbedaan fonologi yang terjadi di antara daerah-daerah pengamatan atau di antara bahasabahasa muncul sebagai akibat dari perbedaan dalam merefleksikan prafonem/protofonem yang prabahasa/protobahasa. Pewarisan bentuk-bentuk yang terdapat prabahasa/protobahasa ada yang linear dan tidak linear. Berbeda dengan pewarisan yang bersifat linear, pada pewarisan yang tidak linear fonem bentuk prabahasa/protobahasa yang mengalami perubahan itu sulit ditemukan keteraturan/rekuresinya. Hal ini berkaitan dengan inovasi dan retensi/pemertahanan yang terjadi pada tahapan perkembangan tertentu. Pewarisan dalam bentukbentuk prabahasa/protobahasa yang terdapat pada dialek/subdialek atau bahasa-bahasa turunannya pada dasarnya memiliki dua pola yaitu retensi dan inovasi. Pola pewarisan yang berupa | 325 This is an open access article under the CCAeBY-SA license Perbedaan Fonologis dan Leksikal A (Utswatun. Mahsun. Burhanuddi. retensi/pemertahanan yaitu pewarisan prafonem atau protofonem suatu prabahasa/protobahasa sebagaimana adanya dalam dialek/subdialek atau bahasa-bahasa turunannya. Mahsun . Korespondensi Bunyi Mahsun . , dari sudut pandang dialektologi . ialek geoggrafi. , kekorespondensian suatu kaidah perubahan bunyi berkaitan dengan dua aspek yaitu aspek lingusistik dan aspek Dari aspek linguistik, bahwa perubahn bunyi yang berupa korespondensi itu terjadi dengan persyaratan lingusitik tertentu. Dari aspek geografi, kaidah perubahan bunyi itu disebut korespondensi jika daerah sebaran laksem-laksem yang menjadi realisasi kaidah perubahan bunyi itu terjadi pada daerah pengamatan yang sama. Dikatakan demikian, karena sebaran-sebaran laksem-laksem yang menjadi realisasi kaidah itu . ntuk berupa makna tertent. dapat saja memperlihatkan daerah sebaran yang tidak Hal ini mungkin disebabkan adanya pengaruh antar daerah pengamatan . ialek atau subdiale. atau karena proses peminjaman. Sehubungan dengan itu. Mahsun . 5: 29-. membagi korespondensi bunyi dalam tiga tingkat, yaitu: Korespondensi sangat sempurna, jika perubahan bunyi itu berlaku untuk semua contoh yang disyarati secara linguistik dan daerah sebaran secara geografisnya sama. Korespondensi sempurna, jika perubahan itu berlaku pada semua contoh yang disyarati secara linguistik, namun beberapa contoh memperlihatkan daerah sebaran geografisnya tidak sama. Korespondensi kurang sempurna. jika perubahan itu tidak terjadi pada semua bentuk yang disyarati secara linguistik, namun sekurang-kurangnya terdapat pada dua contoh yang memiliki sebaran geografis yang sama. Variasi Bunyi Beberapa perubahan bunyi yang dapat digolongkan ke dalam perubahan berupa variasi antara lain . Asimilasi . Kontraksi . Afresis . Sinkope . Apokope . Protesis . Epentesis . Paragog (Crowley dalam Mahsun 1995: . Perubahan bunyi yang terjadi antara daerah-daerah pengamatan, yang dapat memunculkan perbedaan dialektal/subdialektal itu, pada dasarnya diklasifikasikan atas empat kelompok yaitu: Korespondensi vokal. Variasi vokal. Korespondensi konsonan, dan Variasi konsonan. seperti pembagaian dalam jenis-jenis perubahan bunyi. Sementara itu, perbeadan fonologis yang di maksud dalam data penelitian ini adalah variasi fonologis isolek Sambori dan isolek Taralawi pada masyarakat penutur dialek Sambori di desa | 326 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 Sambori dan desa Taralawi Kabupaten Bima. Sebagai contoh variasi vocal /a/ /u/ pada posisi awal pada wilayah Sambori bervariasi dengan /O/ pada wilayah Taralawi, seperti contoh berikut: Glos Sambori Taralawi Pintu asa aU Iya yuAoU hoAoO Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa terdapat variasi vokal di wilayah tersebut yaitu vokal di awal kata . dan vocal /a/ /u/ pada kata aU yang digunakan di Sambori dan berkorespondensi dengan fonem /O/ pada kata . so O] di Tarlawi. Contoh variasi konsonan dalam penyebutan AoiyaAo, di desa Sambori, menyebutnya . uAoU] sedangkan di desa Tarlawi menyebutnya . oAoO]. Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa terdapat variasi konsonan di wilayah tersebut yaitu fonem /y/ di awal kata . uAoU] yang digunakan di desa Sambori berkorespondensi dengan fonem /h/ pada kata . oAoO] di desa Tarlawi. Perbedaan Leksikon Menurut Mahsun . suatu perbedaan disebut sebagai perbedaan dalam bidang leksikon, jika leksem-leksem yang digunakan untuk merealisasikan suatu makna yang sama tidak berasal dari satu etimon prabahasa. Lebih jelasnya, bahwa sebuah leksem apabila masih mengalami kemiripan bentuk dan makna sama dari prabahasa/protobahasanya, maka leksem tersebut dapat dikategorikan sebagai wujud pemertahanan leksikon. Namun jika tidak, maka leksem tersebut sudah mengalami pergeseran bahasa/mengalami inovasi. Kridalaksana . alam sasongko, 2004:. leksikon merupakan komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam suatu bahasa informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam suatu bahasa. Selain itu leksikon juga merupakan kekayaan kata yang dimiliki suatu bahasa. Contoh penggunaan leksikon AolelahAo di Sambori menyebutnya . , tetapi di Taralawi menyebutnya . Contoh lain seperti untuk menyebutkan kata AogemukAo di Sambori menyebutnya . tetapi di Taralawi menyebutnya . Penggunaan leksikon yang berbedabeda di setiap titik penelitian merupakan contoh perbedaan leksikon yang berasal dari etymon bahasa yang berbeda. METODE PENELITIAN Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang menggunakan isolek Sambori yang berada di desa Sambori kecamatan Lambitu dan informan isolek Tarlawi yang berada di desa Tarlawi Kecamatan Wawo. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang dengan rincian 3 orang yang berasal dari desa Sambori dan 3 orang yang berasal dari desa Tarlawi. Ada dua metode yang dapat digunakan dalam penyediaan data untuk penelitian dialektologi diakronis yaitu metode cakap dan metode simak. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode | 327 This is an open access article under the CCAeBY-SA license Perbedaan Fonologis dan Leksikal A (Utswatun. Mahsun. Burhanuddi. padan intralingual yaitu metode analisis dengan cara menghubungbandingkan unsur-unsur yang bersifat lingual, baik yang terdapat dalam satu bahasa maupun dalam beberapa bahasa yang Analisis selanjutnya yaitu menghitung prosentase status isolek di daerah pengamatan menggunakan metode dialektometri. Metode dialektometri diperkenalkan oleh Seguy pada tahun Istilah ini dibentuk dengan beranalogi pada istilah ekometri dalam ilmu ekonomi. Adapun rumus yang digunakan dalam dialektometri dalam penentuan status isolek adalah: S x 100 = d% S = jumlah beda dengan DP lain n = jumlah peta yang dibandingkan d = jarak kosakata dalam persentase Persentase jarak kosakata tersebut selanjutnya digunakan untuk menentukan hubungan antar daerah pengamatan dan status isolek dengan ketentuan berikut: Perbedaan bidang leksikon 81 % ke atas : dianggap perbedaan bahasa 51Ai80 % : dianggap perbedaan ialek 31Ai50% : dianggap perbedaan subdialek 21Ai30 % : dianggap perbedaan wicara 20 % ke bawah : dianggap tidak ada perbedaan Perbedaan bidang fonologi 17 % ke atas : dianggap perbedaan bahasa 12Ai16 % : dianggap perbedaan dialek 8Ai11 % : dianggap perbedaan subdialek 4Ai7 % : dianggap perbedaan wicara 0Ai3 % : dianggap tidak ada perbedaan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada pembahasan ini peneliti akan memaparkan mengenai hasil temuan yang ditemukan di lokasi penelitian. Berikut ini dijelaskan beberapa variasi yang ditemukan, yaitu variasi pada tataran fonologi dan leksikon serta letak penggunaan di setiap variasi tersebut. Hasil penelitian selanjutnya yaitu peta bahasa variasi leksikon dan fonologi untuk menentukan status isolek yang dihitung menggunakan metode dialektometri. | 328 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 Perbedaan Fonologi Fonem vokal isolek Sambori dan isolek Tarlawi, berjumlah delapan macam, yaitu /a/, /i/, /u/, /e/, /o/, /u/, /o/, //. Gugus vokal yang ditemukan di lokasi penelitian adalah yaitu: /au/, /oi/ Fonem konsonan yang digunakan di lokasi penelitian berjumlah 21 fonem, yaitu: /b/, /e/ /c/, /d/, //, /g/, /h/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, // /s/, /t/, /w/, /y/, /U/. Fonem yang tidak ditemukan di lokasi penelitian adalah fonem /q/, /v/, /x/, /z/, sedangkan gugus konsonan yang terdiri dari dua konsonan berjumlah 22 fonem, yaitu: /bl/, /br/, /dr/, /gr/, /gl/, /Ug/, /jr/, /kl/, /kr, /ky/, /ml/, /mb/, /mp/, /nj/, /nd/, /nc/, /nt/. Deskripsi variasi fonologi bahasa Sambori yang digunakan oleh masyarakat Tarlawi dan masyarakat Sambori dapat dikelompokkan menjadi empat tipe perbedan, yaitu korespondensi sangat sempurna, korespondensi sempurna, korespondensi kurang sempurna, dan variasi yaitu variasi konsonan dan variasi vokal. Perbedaan Vokal Berdasarkan hasil identifikasi pada daerah penelitian ditemukan dua tipe perbedaan vokal yaitu perbedaan yang bersifat teratur . dan perbedaan yang bersifat tidak teratur . antara isolek Sambori (S. dengan isolek Tarlawi (T. Perbedaan tersebut ditemukan pada beberapa bentuk yaitu yang akan kami uraikan pada pembahasan berikut ini. Perbedaan vokal yang bersifat teratur . Sb:I Tr: U/ #K Perbedaan yang bersifat teratur . ini ditemukan pada bentuk yang menyatakan makna Aopesta. Glos hii huu Korespondensi ini ditemukan pada betuk yang menyatakan makna AopestaAo yaitu pada wilayah Sambori dengan berian . sedangkan diwilayah Tarlawi muncul dengan berian . Vokal . pada lingkungan silabe penultima . ntuk kata yang terdiri dari dua silab. yang berawal dengan konsonan, yaitu tersapat fonem vokal /i/ pada berian . dalam isolek Sambori berkorespondesi dengan . dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . Fonem /I/ pada berian . dIh. merupakan fonem tinggi, depan, tak bulat. Sementara itu, fonem . pada berian . merupakan fonem agak tinggi, belakang, bulat. Terdapat keunikan dalam penggunaan kata tersebut baik oleh masyarakat Sambori maupun Tarlawi. Kata tersebuat biasanya tidak hanya digunakan untuk menyatakan AopestaAo, akan tetapi digunakan untuk menyatakan makna AorekreasiAo dan menyatakan makna AoramaiAo. | 329 This is an open access article under the CCAeBY-SA license Perbedaan Fonologis dan Leksikal A (Utswatun. Mahsun. Burhanuddi. Korespondensi ini juga ditemukan pada betuk yang menyatakan makna AotempatAo yaitu pada wilayah Sambori dengan berian . sedangkan diwilayah Tarlawi muncul dengan berian . Vokal . pada lingkungan silabe penultima . ntuk kata yang terdiri dari dua silab. yang berawal dengan konsonan pada berian . dalam isolek Sambori berkorespondensi dengan /u/ dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . Fonem /i/ pada berian . merupakan fonem tinggi, depan, tak bulat. Sementara itu, fonem . pada berian . merupakan fonem tinggi, belakang. Berian . yang digunakan pada isolek Sambori juga digunakan pada dialek Serasuba. Keunikan dari berian . pada isolek Tarlawi memiliki dua makna yakni untuk menyatakan makna AotempatAo dan menyatakan makna AolahanAo. Namun tidak demikian dengan isolek Sambori, jika berian . hanya bermakna AotempatAo maka untuk menyatakan makna AolahanAo muncul dengan berian . Sb: u Tr: /#K Perbedaan yang bersifat teratur . ini ditemukan pada bentuk yang menyatakan makna AoubiAo. Glos wi ypi korespondensi vokal yang bersifat teratur ditemukan pada betuk yang menyatakan makna AoubiAo yaitu pada wilayah Sambori dengan berian uwi sedangkan diwilayah Tarlawi muncul dengan berian wi. Bunyi [] pada lingkungan sesudah jedah . wal kat. pada berian . dalam isolek Sambori berkorespondensi dengan [] dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . Fonem . pada berian . merupakan fonem tinggi, belakang, bulat. Sementara itu, fonem [] pada berian . merupakan fonem tengah, belakang, bulat. Kedua berian ini diturunkan dari proto bahasa yang sama. Pada berian . yang digunakan pada isolek Sambori juga digunakan pada dialek Serasuba. Korespondensi ini ditemukan pula pada bentuk yang menyatakan makna AotiupAo yang dipraktikkan oleh masyarakat Sambori dengan berian . dan masyarakat Tarlawi dengan berian . Bunyi /u/ pada lingkungan sesudah jedah . wal kat. pada berian . dalam isolek Sambori berkorespondensi dengan // pada isolek Tarlawi. Hal ini berarti, pada kedua berian ini terjadi perubahan bunyi vakoid, yakni vakoid /u/ dengan fonem tinggi, belakang, bulat, dengan vakoid // dengan fonem agak rendah, belakang, bulat. | 330 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 Perbedaan vokal yang bersifat tidak teratur . Sb: a Tr: yo /# V1-V1# Perbedaan yang bersifat tidak teratur . ini ditemukan pada bentuk yang menyatakan makna AotahlilanAo. Glos Perbedaan fonologi terjadi pada glos AotahlilanAo dengan berian . pada isolek Sambori dan berian . pada isolek Tarlawi. Perbedaan tersebut dikatakan bersifat variasi atau tidak teratur karena ditemukan hanya terjadi pada wilayah tersebut. Pada glos AotahlilanAo dengan dua berian yang berbeda yakni berian . dan berian . Kedua berian ini menunjukkan adanya satu fonem vakoid yang dilesapkan yakni fonem /a/ pada suku kata kedua pada berian . Ie . Bunyi vokal /a/ pada isolek Tarlawi yang terjadi pada lingkungan antarvokal yang identis bervariasi dengan /yo/ pada isolek Sambori. Fonem /a/ yang dilesapkan tersebut merupakan fonem rendah, depan, tak bulat. Pada berian . yang terdapat pada isolek Sambori ditemukan pula pada diaek Serasuba. Sb: wTr: mb/#K Perbedaan yang bersifat tidak teratur . ini ditemukan pada bentuk yang menyatakan makna AotengahAo. Glos wha mbha Perbedaan fonologi terjadi pada glos AotengahAo dengan berian . pada isolek Sambori dan berian . pada isolek Tarlawi. Perbedaan tersebut dikatakan bersifat variasi atau tidak teratur karena ditemukan hanya pada wilayah tersebut. Pada glos AotengahAo dengan dua berian yang berbeda yakni berian . dan berian . Kedua berian ini menunjukkan adanya dua fonem vokal yang dilesapkan yakni fonem /m/ pada suku kata pertama pada berian . Ie . Variasi /yo/ yang terjadi pada lingkungan setelah jedah atau pada posisi jedah . wal kat. dalam isolek Sambori bervariasi dengan /m/ pada isolek Tarlawi. Fonem /m/ yang dilesapkan tersebut merupakan fonem hidup, nasal. Sb:a Tr: / #K Perbedaan yang bersifat tidak teratur . ini ditemukan pada bentuk yang menyatakan makna Aomata bajakAo. | 331 This is an open access article under the CCAeBY-SA license Perbedaan Fonologis dan Leksikal A (Utswatun. Mahsun. Burhanuddi. Glos mata bajak naAo nAo Perbedaan fonologi terjadi pada glos Aomata bajakAo dengan berian . pada isolek Sambori dan berian . pada isolek Tarlawi. Perbedaan tersebut dikatakan bersifat variasi atau tidak teratur karena ditemukan hanya terjadi pada wilayah tersebut. Pada glos AopelimbahanAo dengan dua berian yang berbeda yakni berian . dan berian . i jamb. bunyi vokal /a/ pada lingkungan silabe penultima . ntuk kata yang terdiri dari dua silab. yang berawal dengan konsonan pada berian . dalam isolek Sambori bervariasi dengan // dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . Fonem /a/ pada berian . merupakan fonem rendah, depan, tak bulat. Sementara itu, fonem // pada berian . merupakan fonem agak tinggi, belakang, bulat. Sb:u Tr: i / #kPerbedaan yang bersifat tidak teratur . ini ditemukan pada bentuk yang menyatakan makna AobahuAo. Glos unca inca Perbedaan fonologi terjadi pada glos AobahuAo dengan berian . pada isolek Sambori dan berian . pada isolek Tarlawi. Perbedaan tersebut dikatakan bersifat variasi atau tidak teratur karena ditemukan hanya terjadi pada wilayah tersebut. Pada glos AobahuAo dengan dua berian yang berbeda yakni berian . dan berian . Perubahan bunyi . yang terjadi pada lingkungan silabe penultima . ntuk kata yang terdiri dari dua silab. yang fonem awalnya berupa konsonan pada berian . dalam isolek Sambori bervariasi dengan . dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . Fonem . pada berian . merupakan fonem tinggi, belakang, bulat sedangkan fonem . pada berian . merupakan fonem tinggi, depan, tak bulat. Sb:o Tr: u / -# Perbedaan yang bersifat tidak teratur . ini ditemukan pada bentuk yang menyatakan makna AoompongAo. Karena pada glos AoompongAo muncul dengan dua kaidah. Glos | 332 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 Perbedaan fonologi terjadi pada glos AoompongAo dengan berian . pada isolek Sambori dan berian . pUm. pada isolek Tarlawi. Perbedaan tersebut dikatakan bersifat variasi atau tidak teratur karena ditemukan hanya terjadi pada wilayah tersebut. Pada glos AoompongAo dengan dua berian yang berbeda yakni berian . dan berian . pUm. Perubahan bunyi . yang terjadi pada lingkungan sebelum jedah atau pada posisi akhir pada berian . dalam isolek Sambori bervariasi dengan . dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . Fonem . pada berian . merupakan fonem tengah, belakang, bulat. Sedangkan fonem . pada berian . merupakan fonem tinggi, belakang, bulat. Perbedaan Konsonan Berdasarkan hasil identifikasi pada daerah penelitian selain perbedaan vokal ditemukan juga perbedaan konsonan. Ditemukan dua tipe perbedaan konsonan yaitu perbedaan yang bersifat teratur . dan perbedaan yang bersifat tidak teratur . antara isolek Sambori (S. dengan isolek Tarlawi (T. Perbedaan tersebut ditemukan pada beberapa bentuk yaitu yang akan kami uraikan pada pembahasan berikut ini. Perbedaan konsonan yang bersifat teratur . Sb:g Tr: k/ #V-V# Perbedaan yang bersifat teratur . ini ditemukan pada bentuk menyatakan makna Aojalan, nangka, sawah dan memberiAo. Glos Jalan . aga aka naga naka eaUga eaUka go ko Korespondensi ini ditemukan pada betuk yang menyatakan makna Aojalan . Ao yaitu pada wilayah Sambori dengan berian . sedangkan diwilayah Tarlawi muncul dengan berian . Urutan konsonan /g/ pada lingkungan pada lingkungan antarvokal pada berian . dalam isolek Sambori berkorespondensi dengan urutan konsonan /k/ dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . Fonem // pada berian . merupakan fonem hidup, nasal, velar, plosif, sedangkan bunyi /g/ merupakan fonem hidup, oral, velar. Sementara itu, fonem // pada berian . merupakan fonem hidup, nasal, velar, plosif dan fonem /k/ pada merupakan fonem mati, oral, velar, plosif. Korespondensi ini juga ditemukan pada bentuk yang menyatakan AonangkaAo yaitu pada wilayah Sambori dengan berian . sedangkan diwilayah Tarlawi muncul dengan berian | 333 This is an open access article under the CCAeBY-SA license Perbedaan Fonologis dan Leksikal A (Utswatun. Mahsun. Burhanuddi. Urutan konsonan /g/ pada lingkungan pada lingkungan antarvokal pada berian . dalam isolek Sambori berkorespondensi dengan urutan konsonan /k/ dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . Fonem // pada berian . merupakan fonem hidup, nasal, velar, plosif, sedangkan bunyi /g/ merupakan fonem hidup, oral, velar. Sementara itu, fonem // pada berian . merupakan fonem hidup, nasal, velar, plosif dan fonem /k/ pada merupakan fonem mati, oral, velar, plosif. Keunikan dari berian . pada isolek tarlawi sama dengan yang digunakan dalam bahasa Indonesia, bisa jadi hal ini disebabkan karena masyarakat Tarlawi kebanyakan menggunakan fonem /k/ setelah muncul // disetiap kosa katanya. Hal ini bisa kita buktikan dengan kosa katakota kata sebelumnya yang hampir semunya muncul fonem k setelah //. Atau bisa jadi hal ini memang merupakan hasil dari proses campur kode bahasa Indonesia ke dalam isolek Tarlawi. Sementara pada berian . yang digunakan pada isolek Sambori juga digunakan pada dialek Serasuba. Hal ini menandakan berian yang terdapat pada isolek Sambori dan dialek Serasuba bersala dari proto bahasa yang sama. Selanjutnya korespondensi ini juga ditemukan pada bentuk yang menyatakan makna AosawahAo yaitu pada wilayah Sambori dengan berian . sedangkan diwilayah Tarlawi muncul dengan berian . Urutan konsonan /Ug/ pada lingkungan antarvokal pada berian . dalam isolek Sambori, berkorespondensi dengan urutan konsonan /Uk/ dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . Fonem // pada berian . merupakan fonem hidup, nasal, velar, plosif, sedangkan bunyi /g/ merupakan fonem hidup, oral, velar. Sementara itu, fonem // pada berian . merupakan fonem hidup, nasal, velar, plosif dan fonem /k/ merupakan fonem mati, oral, velar, plosif. Sb: k Tr: k/ # Perbedaan yang bersifat teratur . ini ditemukan pada bentuk menyatakan makna AokurusAodan AokunyitAo. Glos Kurus kuro kOCro kUni kUni Kao kao Korespondensi ini ditemukan pada betuk yang menyatakan makna AokurusAo yaitu pada wilayah Sambori dengan berian . sedangkan diwilayah Tarlawi muncul dengan berian . OCr. Pada glos AokurusAo menunjukkan adanya pelepasan fonem // pada suku kata pertama. Bunyi /k/ yang terjadi pada lingkungan setelah jeda atau posisi awal dalam isolek Sambori berkorespondensi dengan baris konsonan /Uk/ pada isolek Tarlawi. Fonem // yang dilesapkan | 334 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 tersebut merupakan hidup, nasal, velar. Sedangkan fonem /k/ pada berian . merupakan fonem mati, oral, veral, plosif. Korespondensi ini juga ditemukan pada betuk yang menyatakan makna AokunyitAo yaitu pada wilayah Sambori dengan berian . Un. sedangkan diwilayah Tarlawi muncul dengan berian . UNI]. Kedua berian ini menunjukkan adanya satu fonem yang dilesapkan yakni fonem // pada suku kata pertama pada berian . Un. Ie . Un. Bunyi /k/ yang terjadi pada lingkungan setelah jeda atau posisi awal dalam isolek Sambori berkorespondensi dengan /Uk/ pada isolek Tarlawi. Fonem /k/ pada berian . Un. merupakan fonem fonem mati, oral, veral, plosif, sedangkan fonem U yang dilesapkan pada berian [UkUn. merupakan fonem hidup, nasal, velar dan fonem /k/ pada berian merupakan fonem mati, oral, veral, plosif. Perbedaan fonologi terjadi pada glos AogarukAo dengan berian . pada isolek Sambori dan berian . pada isolek Tarlawi. Perbedaan tersebut dikatakan bersifat variasi atau tidak teratur karena ditemukan hanya pada wilayah tersebut. Selain itu ditemukan juga pada Glos AogarukAo dengan dua berian yang berbeda yakni berian . Kedua berian ini menunjukkan adanya korespondensi fonem yakni fonem konsonan /k/ pada berian . berkorespondensi dengan baris konsonan /Uk/ pada suku kata pertama berian . Bunyi /k/yang terjadi pada lingkungan setelah jedah atau pada posisi awal dalam isolek Sambori bervariasi dengan baris konsonan /Uk/ pada isolek Tarlawi. Fonem /U/ merupakan fonem hidup, nasal, bilabial dan fonem /k/ yang merupakan mati, oral, velar, plosif. Sb: p Tr:k /# Perbedaan yang bersifat teratur . ini ditemukan pada bentuk menyatakan makna Aoasauh . , mandikanAo. Glos Asuh . panaAe paIu kanaAe kaIu Korespondensi ini ditemukan pada betuk yang menyatakan makna Aoasuh . Ao yaitu pada wilayah Sambori dengan berian . sedangkan diwilayah Tarlawi muncul dengan berian . Bunyi . pada lingkungan sesudah jedah . wal kat. pada berian . dalam isolek Sambori berkorespondensi dengan . dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . Fonem . pada berian . merupakan fonem mati, oral bilabial, plosif. Sementara itu, fonem . pada berian . merupakan fonem mati, oral, velar, plosif. Pada berian . yang digunakan pada isolek Tarlawi juga digunakan pada dialek Serasuba. Korespondensi ini juga ditemukan pada betuk yang menyatakan makna AomandikanAo yaitu pada wilayah Sambori dengan bentuk . sedangkan diwilayah Tarlawi muncul dengan bentuk | 335 This is an open access article under the CCAeBY-SA license Perbedaan Fonologis dan Leksikal A (Utswatun. Mahsun. Burhanuddi. Bunyi . pada lingkungan sesudah jedah . wal kat. pada berian . dalam isolek Sambori berkorespondensi dengan . dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . Fonem . pada berian . merupakan fonem mati, oral bilabial, plosif. Sementara itu, fonem . pada berian . merupakan fonem mati, oral, velar, plosif. Perbedaan konsonan yang bersifat tidak teratur (Varias. Perbedan konsonan yang bersifat tidak teratur . ditemukan pada beberapa bentuk yang akan kami uraikan pada pembahasan berikut ini. Sb: eAeTr:mb /# Perbedaan yang bersifat tidak teratur . ini ditemukan pada bentuk yang menyatakan makna AopusarAo. Glos Pusar eke mbke Perbedaan fonologi terjadi pada glos AopusarAo dengan berian . pada isolek Sambori dan berian . pada isolek Tarlawi. Perbedaan tersebut dikatakan bersifat variasi atau tidak teratur karena ditemukan hanya pada wilayah tersebut. Pada glos AopusarAo dengan dua berian yang berbeda yakni berian . dan berian . Kedua berian ini menunjukkan adanya satu fonem konsonan yang dilesapkan yakni fonem /m/ pada suku kata pertama pada berian . Ie . Bunyi /e/ yang terjadi pada lingkungan setelah jedah atau pada posisi jedah . wal kat. dalam isolek Sambori bervariasi dengan urutan konsonan /mb/ pada islek Tarlawi. Fonem /e/ pada berian . merupakan fonem hidup, oral, bilabial, plosif. Sedangkan fonem /m/ pada berian . merupakan fonem hidup, nasal, bilabial dan fonem /b/ merupakan fonem hidup, oral, bilabial, plosif. Sb: f AeTr:p /#KPerbedaan yang bersifat tidak teratur . ini ditemukan pada bentuk yang menyatakan makna AolirikAo. Glos yIlufOCu yIlupOCu Perbedaan yang bersifat tidak teratur . ini ditemukan pula pada bentuk yang menyatakan makna AopahitAo dengan berian . pada isolek Sambori dan berian . pada isolek Tarlawi. Perbedaan tersebut dikatakan bersifat variasi atau tidak teratur karena ditemukan hanya pada wilayah tersebut. | 336 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 Pada glos AolirikAo dengan dua berian yang berbeda yakni berian . IlufOC. dan berian . IlupOC. Bunyi . pada lingkungan silabe antepenultima . ntuk kata yang terdiri lebih dari dua silab. yang fonem awalnya berupa konsonan yaitu pada berian . IlufOC. dalam isolek Sambori berkorespondesi dengan . dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . IlupOC. Fonem . pada berian . IlufOC. merupakan fonem mati, oral, labio-dental, frikatif. Sedangkan fonem . pada berian . IlupOC. merupakan fonem mati, oral, bilabial, plosif. Sb:d Tr: j/ #K Perbedaan yang bersifat tidak teratur . ini ditemukan pada bentuk yang menyatakan makna AomalasAo. Glos adu aju Perbedaan yang bersifat tidak teratur . ini ditemukan pula pada bentuk yang menyatakan makna AomalasAo dengan berian . pada isolek Sambori dan berian . pada isolek Tarlawi. Perbedaan tersebut dikatakan bersifat variasi atau tidak teratur karena ditemukan hanya pada wilayah tersebut. Pada glos Aomalas dengan dua berian yang berbeda yakni berian . dan berian . Konsonan /d/ pada lingkungan silabe penultima . ntuk kata yang terdiri dari dua silab. yang berawal dengan konsonan pada berian . dalam isolek Sambori menjadi /j/ dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . Fonem /d/ pada berian . merupakan fonem hidup, oral, apiko-dental plosif. Sementara itu, fonem /j/ pada berian . merupakan fonem agak hidup, oral lamino-palatal, afrikatif. Pada berian . yang digunakan oleh masyarakat Tarlawi juga digunakan pada dialek Serasuba yang digunakan oleh masyarakat Bima pada umumnya dengan makna yang sama pula. Sb: n AeTr: w /#KPerbedaan yang bersifat tidak teratur . ini ditemukan pada bentuk yang menyatakan makna AohariAo. Glos Perbedaan yang bersifat tidak teratur . ini ditemukan pula pada bentuk yang menyatakan makna AohariAo dengan berian . pada isolek Sambori dan berian . pada isolek Tarlawi. Perbedaan tersebut dikatakan bersifat variasi atau tidak teratur karena ditemukan hanya pada wilayah tersebut. | 337 This is an open access article under the CCAeBY-SA license Perbedaan Fonologis dan Leksikal A (Utswatun. Mahsun. Burhanuddi. Pada glos AohariAo dengan dua berian yang berbeda yakni berian . dan berian . Bunyi /n/ pada lingkungan silabe penultima . ntuk kata yang terdiri dari dua silab. yang berawal dengan konsonan pada berian . dalam isolek Sambori menjadi /w/ dalam isolek Tarlawi sehingga menjadi . Fonem /n/ pada berian . merupakan fonem hidup, nasal, apikoalveolar. Sedangkan fonem /w/ pada berian . merupakan fonem mati, oral, bilabial. Variasi Leksikal Isolek Sambori dan Isolek Tarlawi di Kabupaten Bima Terdapat beberapa variasi leksikal yang peneliti dapat temukan pada daerah pengamatan yaitu di desa Sambori dan desa Tarlawi Kabupaten Bima. Variasi tersebut akan kami jelaskan secara rinci pada urain di bawah ini. Sb: wuahaeTr: whalapa: AohutanAo Perbedaan leksikal pada glos AohutanAo direalisassikan dalam isolek Sambori sebagai wuahaa, sedangkan dalam isolek Tarlawi direalisasikan sebagai wha lapa. Perbedaan tersebut dikatakan sebagai perbedaan leksikal karena antara bentuk wuahaa dan bentuk whalapa diturunkan dari etimon yang berbeda. Artinya, bentuk wuahaa bukan diturunkan dari etimon whalapa dan sebaliknya bentuk wha lapa bukan diturunkan dari bentuk wuahaa. Pada berian . dipraktikkan hanya di dua titik yaitu desa Kuta dan Sambori. Sementara pada berian . dipraktikkan di desa Teta. Londu dan Tarlawi. Pada berian . yang dipraktikan oleh masyarakat Sambori dan Kuta mendapat pengaruh dari isolek Sambori, mengingat letak geografis Sambori dan kuta sangatlah berdekatan. Sementara . mendapatkan pengaruh dari isolek Tarlawi. Sb: lakoAeTr: asu: AoanjingAo Perbedaan leksikal pada glos AoanjingAo direalisassikan dalam isolek Sambori sebagai lako, sedangkan dalam isolek Tarlawi direalisasikan sebagai asu. Perbedaan tersebut dikatakan sebagai perbedaan leksikal karena antara bentuk lako dan bentuk asu diturunkan dari etimon yang Artinya, bentuk lako bukan diturunkan dari etimon asu dan sebaliknya bentuk asu bukan diturunkan dari bentuk lako. Pada berian . dipraktikkan juga pada dialek Serasuba dan beberapa desa di wiayah kecamatan lambitu seperti desa Kuta. Dengga dan londu. Sementara pada berian . dipraktikkan juga di desa Teta. Pada berian . yang dipraktikan oleh masyarakat Sambori dan beberapa desa lainnya mendapat pengaruh dari dialek Serasuba mengingat dialek ini digunakan oleh sebagain besar masayarakat Bima. Sementara . mendapatkan pengaruh dari isolek Tarlawi. Sb: baraAeTr: bde: AoanginAo | 338 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 Perbedaan leksikal pada glos AoanginAo direalisasikan dalam isolek Sambori sebagai bara, sedangkan dalam isolek Tarlawi direalisasikan sebagai bde. Perbedaan tersebut dikatakan sebagai perbedaan leksikal karena antara bentuk bara dan bentuk bde diturunkan dari etimon yang Artinya, bentuk bara bukan diturunkan dari etimon bde dan sebaliknya bentuk bde bukan diturunkan dari bentuk bara. Pada berian . selain dipraktekkan oleh masyarakat desa Sambori juga dipraktikkan pada beberapa desa di wilayah kecamatan lambitu sebagai pengguna dialek yang sama yaitu dialek Wawo seperti, desa Kuta. Dengga dan londu. Sementara pada berian . hanya dipraktekan di desa Tarlawi. Fenomena ini menggambarkan bahwa berian . yang dipraktekkan di desa Kuta. Dengga. Teta dan Londu mendapat pengaruh dari isolek Sambori. (Lihat peta lampiran . Sb: pdaAeTr: yko: AobenarAo Perbedaan leksikal pada glos AobenarAo direalisasikan dalam isolek Sambori sebagai pda, sedangkan dalam isolek Tarlawi direalisasikan sebagai yko. Perbedaan tersebut dikatakan sebagai perbedaan leksikal karena antara bentuk pda dan bentuk yko diturunkan dari etimon yang Artinya, bentuk pda bukan diturunkan dari etimon yko, dan sebaliknya bentuk yko bukan diturunkan dari bentuk pda. Pada berian . selain dipraktekkan oleh masyarakat desa Sambori juga dipraktikkan pada dialek Serasuba dan beberapa desa sebagai pengguna dialek yang sama yaitu dialek Wawo seperti, desa Kuta. Dengga. Sementara pada berian . hanya dipraktekan di desa Londu. Teta dan tentunya Tarlawi. Fenomena ini menggambarkan bahwa berian . yang dipraktekkan di desa Sambori Kuta. Dengga, mendapat pengaruh dari dialek Serasuba. Sementara berian . yang ditemukan pada desa Teta dan Londu mendapat pengaruh dari isolek Tarlawi karena letak geografisnya masih berdekatan. KESIMPULAN Berdasarkan tujuan penelitian yang ingin mengetahui perbedaan fonologi dan leksikal antara isolek Desa Samborti dan Desa Tarlawi, serta membandingkannya dengan kerangka teori variasi dan korespondensi fonologis, maka simpulan penelitian ini adalah: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan fonologis antara isolek Samborti dan Tarlawi pada dua tataran: vokal dan Pada tataran vokal, ditemukan dua pola utamaAiperbedaan yang bersifat korespondensi . dan perbedaan yang bersifat variasi . idak teratu. Pada tataran konsonan pun ditemukan pola serupa. Selanjutnya, perbedaan konsonan teratur dan variasi menunjukkan bahwa perubahan | 339 This is an open access article under the CCAeBY-SA license Perbedaan Fonologis dan Leksikal A (Utswatun. Mahsun. Burhanuddi. fonemikal di antara kedua isolek tidak hanya sistematis tetapi juga mengandung unsur perubahan acak atau diaspora fonologis lokal. Penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting. Pertama, dari perspektif linguistik terapan, temuan ini memberikan perangkat kaidah fonologis yang dapat digunakan sebagai basis analisis lanjutan terhadap variasi bahasa di wilayah Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya. Kedua, bagi bidang dialektometri dan pemetaan isolek, angka AubedaAy yang diperoleh . ,5 % fonologi. 36,5 % leksika. bisa dijadikan acuan dalam menetapkan batas sub-dialek dan perbedaan internal komunitas bahasa. Ketiga, secara praktis, hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pelestarian bahasa lokal harus mempertimbangkan tidak hanya aspek leksikal tetapi juga aspek fonologi yang sering terabaikan, terutama dalam upaya pendokumentasian dan revitalisasi bahasa DAFTAR PUSTAKA