Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . PENGARUH GEOMETRIK JALAN RAYA DAN KELENGKAPAN RAMBU LALU LINTAS TERHADAP KECELAKAAN (Studi Kasus: Jalan Raja Inal Siregar Sta. 7 350 Ae Sta. Arbain ParningotanA. Ahmad RafiiA. Afniria PakpahanA A A A Teknik Sipil. Faktultas Teknik. Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan Email : arbainparningotan@gmail. Abstrak : Penelitian ini menggunakan metode bedasarkan pedoman desain geometrik jalan dari Bina Marga yang akan dibandingkan dengan geometrik jalan yang tersedia di lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan diruas. jalan Lintas Raja Inal Siregar, untuk mengetahui bagaimana hubungan geometrik jalan terhadap kecelakaan lalu lintas, untuk mengetahui pengaruh kelengkapan rambu lalu lintas terhadap kecelakaan. Dari beberapa hasil peneletian yang dilakukan menunjukkan tedapat satu lokasi daerah rawan kecelakaan berdasarkan perhitungan dari nilai EAN yang lebih besar dari nilai EANc, terdapat jari Ae jari tikungan di lapangan lebih kecil dari jari Ae jari minimum berdasakan kecepatan rata Ae rata kendaraan yang melalui, nilai superelevasi dibeberapa tikungan lebih redah dari nilai superelevasi rencana, dan daerah kebebasan samping yang tersedia lebih kecil dari daerah kebebasan samping bedasarkan perhitungan jarak pandang henti yang tersedia, dan tidak adanya rambu Ae rambu lalu lintas pada ruas jalan Raja Inal Siregar Sta. 7 350 Ae Sta. Kata kunci: Jalan. Geometrik. Kecelakaan. Kecepatan. Rambu PENDAHULUAN Dengan melihat besarnya jumlah kecelakaan yang ada di Indonesia keselamatan jalan harus dipandang secara perencanaan, pekerjaan pembuatan suatu Terutama geometrik harus memenuhi persyaratan selamat, aman, nyaman, efesien, karena geometrik jalan sangat berpengaruh terhadap (Agus Sumarsono. , dkk, 2. Keadaan jalan harus sesuai dengan perencanaan yang telah diatur dalam Pedoman Desain Geometrik Jalan No. 13/P/BM/2021. Pentingnya kelengkapan rambu lalu lintas juga dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi angka Tujuan diberikannya rambu lalu lintas yaitu supaya pengemudi berhati - hati dalam menjalankan Berdasarkan kenyataan di lapangan Jalan Raja Inal Siregar adalah salah satu nama ruas jalan di kota Padang Sidempuan berstatus jalan nasional yang menghubungkan antara kabupaten/kota maupun provinsi yang banyak dilalui oleh Berdasarkan data yang didapat bahwa di ruas Jalan Raja Inal tersebut sering terjadi kecelakaan. seperti kecelakaan tunggal truk tardo bermuatan alat berat yang menyebabkan kaki supir truk harus Kecelakaan itu terjadi di Jalan Lintas Padang Sidempuan - Sipirok (Jalan Lintas Raja Inal Sirega. Kecamatan Padang Sidempuan Batunadua Kota Padang Sidempuan Sehubungan dengan itu salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi dibeberapa daerah-daerah lain pengaruh atau hubungan geometrik jalan terhadap kecelakaan sehingga mendorong peneliti untuk mengetahui lebih jauh Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . hubungan geometrik dan kecelakaan yang terjadi diruas jalan Raja Inal Siregar pada Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. LANDASAN TEORI Jalan merupakan penghubung dari satu titik ke titik lain atau dari suatu tempat ke tempat yang lain dan dari suatu kota ke kota Dalam fungsinya sebagai penghubung sering kurang mendapat perawatan. Kalaupun ada perawatan aspek keselamatan bagi pemakai jalan kurang diperhatikan, khususnya kasus-kasus di tikungan-tikungan dan di tanjakan-tanjakan. Kecelakaan tidak terjadi kebetulan, melainkan ada sebabnya. Sebab kecelakaan harus dianalisis dan ditemukan, agar tindakan korektif kepada penyebab itu dapat dilakukan serta dengan upaya preventif lebih lanjut kecelakaan dapat dicegah. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kecelakaan dijalan raya itu terjadi : faktor human error atau kesalahan manusia, faktor mechanical failure atau kesalahan teknis kendaraan, faktor kondisi jalanan, dan faktor cuaca. Hubungan lebar jalan, kelengkungan dan jarak pandang semuanya memberikan efek besar terjadinya kecelakaan. Umumnya lebih peka bila mempertimbangkan faktorfaktor ini bersama- sama karena mempunyai efek psikologis pada para pengemudi dan mempengaruhi pilihannya pada kecepatan Misalnya memperlebar alinyemen jalan yang terjadinya sempit dan alinyemennya tidak baik akan dapat mengurangi kecelakaan bila kecepatan tetap sama setelah perbaikan Tabel 1. Hubungan Kecepatan Rencana (V. Dengan Kecepatan Rata Ae Rata (V) No. Kecepatan Kecepatan Rata Rencana (V. Rata (V) (Km/Ja. (Km/Ja. Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Sumber: PDGJ Bina Marga, 2021 Tabel. Rmax Lengkung Horizontal Bedasarkan emax Dan f yang Ditentukan N Kecepata Kese emax emax emax 8% satan 4% 6% Rencana Sam (V. Rmin Rmin Rmin (Km/Ja. 0,18 15 0,17 35 0,17 60 0,16 100 0,15 150 0,14 215 0,14 280 0,13 375 0,12 490 0,11 0,09 755 665 Sumber: PDGJ Bina Marga, 2021 Catatan: Pemakaian emax = 4 % hanya terbatas untuk jalan pada kondisi perkotaan Tabel. Keladaian Maksimum Spesifikasi Penyediaan Prasarana Jalan Kelandaian Maksimum (%) Datar Bukit Gunung Jalan Bebas Hambatan 4 Jalan Raya Jalan Sedang Jalan Kecil Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Sumber: PDGJ Bina Marga, 2021 METODOLOGI PENELITIAN Dalam penelitian skripsi ini harus adanya lokasi dan waktu penelitian yang akurat dan dengan data yang lengkap agar dapat terciptanya suatu metode dalam pemecahan masalah tersebut. Lokasi dan waktu penelitian ini yaitu dilakukan pada ruas jalan Raja Inal Siregar/ jalan SM. Raja sta 7 350 Ae sta 8 850 Tahapan I Tahapan I Pengambilan merupakan tahapan paling awal yang dilakukan oleh penulis dengan melakukan studi pendahuluan dan survey lapangan . Tahapan II Tahapan pengumpulan data yang dibagi menjadi 2 data yaitu data primer dan data sekunder. Tahapan i Setelah melakukan Tahapan II, maka penulis melakukan analisis data hingga mendapatkan hasil dari penelitian. Tahapan IV Setelah melaksanakan Tahapan i, maka akan didapat kesimpulan dari hasil analisis data penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut ini hasil geometrik jalan raya dan kelengkapan rambu lalu lintas terhadap kecelakaan Lokasi Ruas Jalan Lintas Raja Inal Siregar Sta. 7 350 Ae Sta. 8 850 dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 2. Ruas Jalan Raja Inal Siregar Sumber: Analisa, 2022 Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Data Kecelakaan Data kecelakaan pada ruas jalan Raja Inal Siregar yang diperoleh merupakan data jumlah kecelakaan dan Tingkat keparahan tanpa adanya factor penyebab kecelakaan lalu Berdasarkan data tersebut 11 kejadian kecelakaan mulai dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2017 dengan rincian seperti Pada Tabel tersebut data kecelakaan lalu lintas yang dapat dibedakan berdasarkan keparahan yang diderita korban, seperti Meninggal Dunia (MD). Luka Berat (LB) dan Luka Ringan (LR). Untuk data kecelakaan tersebut dapat dijelaskan juga dalam gambar dengan penyajian grafik tingkat keparahan Tabel 1. Data Kecelakaan Lalu Lintas No. Tahun Jumla Korban Kejadian h laka MD LB Analisa Lokasi Rawan Kecelakaan Lokasi dianalisis menggunakan Equivalent Accident Number (EAN), suatu lokasi dapat dinyatakan rawan kecelakaan jika memiliki nilai EAN lebih besar dari nilai EAN kritis. Untuk menetapkan lokasi rawan kecelakaan pada ruas jalan Raja Inal Siregar sta. 7 350 Ae 8 850 terdapat 3 lokasi terjadi kecelakaan, yaitu tikungan sta. 7 521,04 Ae sta. 7 614,42, sta. 8 447,88 Ae sta. 8 482,73, dan 8 548,71 Ae sta. 8 596,15. Selanjutnya untuk mengetahui jumlah kecelakaan dan nilai EAN yang terjadi pada ruas jalan tersebut dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Jumlah Kejadian Kecelakaan Persentasi Kecelakaan No STA - Jumla 11. Gambar 3. Grafik Tingkat Keparahan Kecelakaan Sumber: Satuan lalu lintas kota Padang Sidempuan STA Ju Korban ml Kejadia Bobot M LB LR M LB LR D =3=1 0 3 4 0 9 4 3 1 2 0 6 6 0 2 08 447. 6 3 2 4 18 6 4 3 08 548. Juml 11 4 7 8 24 21 8 Sumber: Satuan lalu lintas kota Padang Sidempuan EAN Analisa Kecepatan Data kecepatan kenderaan diambil langsung dari lapangan dengan menghitung waktu tempuh kenderaan untuk melewati Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. panjang segmen sepanjang 1. 500 m pada ruas jalan Raja Inal Siregar sta. 7 350 Ae sta. 8 850, dengan pengamatan waktu tempuh kendaraan pada 6 jenis kenderaan, yaitu: Sepeda Motor Mobil Pribadi Mobil Angkutan Umum Mobil Pick Up Mobil Truk Kecil Mobil Truk Besar Kemudian data tersebut dihitung dengan menggunakan persamaan = 8. 297 m/dtk = 29. Rata Kendaraan Jalan Raja Panjang Inal Siregar Tangg : Jam : Senin, 04 Juli Waktu 08:00 - 09:00 Arah No. Jenis Kendaraan . /dt. Sta. 7 350 sta. V (Km/Ja. Keterang 10,07 36,26 Sepeda Motor Mobil Pribadi Mobil Angkutan Umum Pick Up Tabel 4. Hasil Perhitungan Kecepatan Rata Ae Rata Kendaraan Lokasi : Jalan Raja Panjang Inal Siregar Meter Tangg : Jam : Selasa, 05 Waktu Juli 2022 14:00 - Arah 15:00 Jenis Kendaraan . /dt. Siang No. 500 Meter 8,47 30,48 8,38 30,18 8,15 29,34 7,05 25,39 Truk Kecil 6,10 21,97 Truk Besar 7,84 28,23 Kecepatan Rata - Rata 27,60 10,60 38,16 9,38 33,77 8,89 32,02 Truk Kecil 6,96 25,07 Truk Besar 8,85 31,85 Kecepatan Rata - Rata Tabel 5. Hasil Perhitungan Kecepatan Rata Ae Rata Kendaraan Loka : Jalan Raja Panj : Inal Siregar ang Meter Tang : Jam : Minggu, 17 Wakt : Juli 2022 17:00 - 18:00 Arah : Sore No. Jenis Kendaraan 32,86 Sta. 7 350 Ae sta. V (Km/Ja. /dt Sepeda Motor 8,23 29,64 Mobil Pribadi 5,07 18,26 4,49 16,17 Mobil Angkutan Umum Pick Up 7,40 26,65 Truk Kecil 5,95 21,41 Truk Besar 5,93 21,36 Pagi Sta. 7 350 Ae sta. V (Km/Ja. Keterangan Sepeda Motor Mobil Pribadi Mobil Angkutan Umum Pick Up km/jam di bulatkan 30 km/jam Sehingga hasil perhitungan kecepatan rata Ae rata kendaraan pada ruas jalan Raja Inal Siregar sta. 7 350 Ae sta. 8 850 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Hasil Perhitungan Kecepatan Rata Ae Lokasi : Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Kecepatan Rata - Rata Keterangan 22,25 Berdasarkan tabel Ae tabel diatas di dapatkan hasil kecepatan rata Ae rata kenderaan tehadap arah kenderaan yang dapat dilihat pada tabel Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Pada tabel 6. didapatkan perhitungan kecepatan rata - rata kendaraan dengan hasil 29,87 km/jam, sehingga kecepatan rencana (V. = 30 km/jam berdasarkan tabel 2. (PDGJ Bina Marga, 2. Untuk menentukan jari Ae jari tikungan A Analisa Jari Ae jari Tikungan (R) menggunakan bantuan aplikasi autocad dengan cara mengklik garis center line pada desain jalan tersebut, selanjutnya kita menggunakan perintah List sehingga didapat berupa data pada tabel 2. Tabel 6. Hasil Kecepatan Rata Ae Rata Terhadap Arah Kendaraan N Tangg Wakt Sta. Sta. Rata-rata o al 7 350 - 8 850 Ae Sta. (Km/Ja. (Km/Ja. (Km/Ja. 32,86 34,73 1 Senin. Pagi 36,60 04 Juli Siang 35,13 25,66 30,40 Sore 34,45 17,11 25,78 30,80 33,28 2 Selasa Pagi 35,76 Juli Siang 32,69 27,60 30,15 Sore 27,90 19,62 23,76 30,36 31,08 3 Mingg Pagi 31,79 u, 17 Juli Siang 36,52 Sore 32,30 33,68 Kecep Rata Rata 28,32 22,25 26,06 32,42 27,28 29,87 Tabel 7. Hasil Analisa Jari Ae Jari Tikungan No Jenis Tiku STA SCS 07 399,59 - SCS 07 521,04 - SCS 07 749,58 - SCS 07 967,24 - SCS 08 093,34 - SCS 08 192,14 - SCS 08 276,17 - SCS 08 491,36 - SCS 08 548,71 - SCS 08 647,52 - SCS 08 761,99 - 07 832,42 - 08 447,88 - 08 710,23 - STA Jari - Jari Tikungan . 173,559 436,08 77,319 614,42 26,443 809,42 599,544 915,21 250,000 050,46 180,000 151,58 41,309 256,03 43,227 332,16 18,537 482,73 41,829 548,22 41,028 596,15 51,268 693,50 63,342 740,71 250,000 819,42 Pada tabel 7. analisa jari Ae jari tikungan terdapat 2 titik tikungan yaitu pada sta. 07 749,58 Ae sta. 07 809,42 dengan nilai jari Ae jari tikungan 26,443 m dan sta. 08 447,88 sta. 08 482,73 dengan nilai jari Ae jari tikungan 18,537 m belum memenuhi standar Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. jari Ae jari minimum tikungan berdasarkan Pedoman Desain Geometrik Jalan (PDGJ, 2. dengan kecepatan rencana 30 km/jam didapat jari Ae jari tikungan minimum adalah 30 m yang dapat dilihat pada tabel 2. Analisa Superelevasi Berdasarkan analisa didapat nilai derajat kelengkungan dan nilai superelevasi dapat dilihat pada tabel 8. Tabel 8. Hasil Analisa Derajat Kelengkungan Dan Superelevasi Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Rambu Ae Rambu Lalu Lintas Pemasangan rambu lalu lintas merupakan fasilitas yang penting bagi pengendara yang melalui jalan tersebut. Setelah melakukan pengamatan rambu Ae rambu lalu lintas pada ruas jalan Raja Inal Siregar sta. 7 350 Ae sta. 8 850 sepanjang 1. 500 meter, didapatkan hasil pengamatan dilapangan sebagai berikut: Tabel 9. Perhitungan Jarak Pandang Henti (JPH) Dan Daerah Kebebasan Samping (E) Tikungan STA Derajat Superelevasi STA Kelengku Superelevas Lapangan ngan ( A ) i Desain (%) (%) STA 436,08 521,04 614,42 29,56 33,14 1,43 1,80 3,00 749,58 809,42 29,22 33,90 4,14 5,52 4,00 832,42 915,21 29,69 32,89 0,18 0,23 2,50 967,24 050,46 30,36 31,83 0,46 0,51 4,00 093,34 151,58 30,61 31,52 0,66 0,69 3,00 192,14 256,03 30,44 31,73 2,87 3,11 1,50 276,17 332,16 29,98 32,40 2,66 3,10 2,30 447,88 482,73 29,16 34,03 5,83 7,77 3,70 5,33 548,22 29,01 34,43 2,57 3,61 4,00 4,35 491,36 7,17 1,40 2,73 596,15 29,06 34,31 2,63 3,65 7,24 548,71 34,91 548,71 596,15 2,00 6,40 4,24 693,50 28,96 34,58 2,09 2,97 08 27,94 693,50 08 22,61 740,71 08 5,73 819,42 647,52 08 647,52 08 710,23 08 761,99 740,71 29,02 34,40 1,69 2,91 4,00 5,73 710,23 5,56 1,71 2,18 761,99 819,42 29,46 33,34 0,44 0,56 3,00 07 8,25 436,08 2,40 3,56 07 521,04 07 18,53 614,42 4,79 5,33 07 749,58 07 54,17 809,42 7,96 6,80 07 832,42 07 2,39 915,21 0,74 2,31 07 967,24 08 5,73 050,46 1,71 2,73 08 093,34 08 7,96 151,58 2,32 2,82 08 192,14 08 34,68 256,03 7,21 7,45 08 276,17 08 33,14 332,16 7,05 7,23 08 447,88 08 77,27 482,73 5,76 08 491,36 08 34,24 548,22 399,59 07 399,59 STA Jarak E Analisa Pandang Tersedia Henti (JPH) Tanjak Turu Tanj Turun an nan akan an 34,35 29,04 0,86 0,61 0,50 No. Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Tidak adanya rambu peringatan turunan pada sta. 7 350 begitu juga dengan arah sebaliknya tidak ada rambu tanjakan pada sta. 7 450 yang dapat dilihat pada lampiran IV gambar Tidak adanya rambu peringatan tikungan ke kanan pada sta. begitu juga dengan arah sebaliknya tidak ada rambu tikungan ke kiri pada 7 650, dapat dilihat pada lampiran IV gambar 4. Tidak adanya rambu peringatan tikungan tajam ke kiri pada sta. begitu juga dengan arah sebaliknya tidak ada rambu tikungan tajam ke kanan pada sta. 7 850 yang dapat dilihat pada lampiran IV gambar 5. Tidak adanya rambu peringatan tikungan ganda pada sta. 8 125 begitu juga dengan arah sebaliknya tidak ada rambu tikungan ganda pada sta. 8 350, dapat dilihat pada lampiran IV Tidak adanya rambu peringatan tikungan ganda pada sta. 8 400 begitu juga dengan arah sebaliknya tidak ada rambu tikungan ganda pada sta. yang dapat dilihat pada lampiran IV Tidak adanya rambu tanjakan pada sta. 8 400 begitu juga dengan arah sebaliknya tidak ada rambu turunan pada sta. 8 850 gadapat dilihat pada lampiran IV gambar 8. KESIMPULAN Setelah melakukan penelitian pada ruas jalan Raja Inal Siregar sta. 7 350 Ae sta. dapat ditarik kesimpulan: Lokasi rawan kecelakaan pada ruas jalan Raja Inal Siregar sta. 7 350 sta. 8 850 yaitu terdapat pada sta. Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . 8 548,71 Ae sta. 8 596,15 dengan nilai EAN 28 > EANc 20,91. Berdasarkan analisa geometrik jalan pada ruas jalan Raja Inal Siregar sta. 7 350 Ae sta. 8 850, tidak memenuhi syarat dari pedoman desain geometrik jalan (PDGJ Bina Marga, 2. Jari Ae jari tikungan (R) pada sta. 07 749,58 Ae sta. 07 809,42 didapatkan nilai jari Ae jari tikungan 26,443 m dan pada sta. 08 447,88 - sta. 08 482,73 didapatkan nilai jari Ae jari tikungan 18,537 m, lebih kecil dari jari Ae jari minimum dengan kecepatan kendaraan 30 km/jam yaitu 30 m. Superelevasi dibeberapa tikungan desain berdasarkan kecepatan kenderaan yang melalui jalan Raja Inal Siregar sta. 7 350 Ae sta. Dearah kebebasan samping (E) yang tersedia pada beberapa tikungan lebih kecil dari analisa kebebasan samping, yaitu pada 07 749,58 07 809,42, 08 192,14 - 08 256,03, tikungan 08 276,17 - 08 332,16, 08 447,88 08 482,73, 08 548,71 - 08 596,15, dan 08 647,52 08 693,50. Tidak ada rambu peringatan untuk memfasilitasi pengendara yang melalui ruas jalan tersebut diataranya rambu peringatan turunan sta. 7 350 dan sta. 8 850, rambu peringatan tanjakan pada sta. 7 450 dan sta. 8 400, rambu tikungan ke kanan sta. 7 500 dan tikungan ke kiri sta. 7 650, rambu tikungan tajam ke kiri sta. 7 700 dan Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. tikungan kanan sta. 7 850, rambu tikungan ganda sta. 8 125 dan tikungan ganda sta. 8 350, rambu tikungan ganda sta. 8 400 dan tikungan ganda sta. Saran Dari hasil penelitian pada ruas jalan Raja Inal Siregar sta. 7 350 Ae 8 850 maka dapat diberikan masukan atau saran untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sebagia berikut: Perlu pemasagan rambu Ae rambu lalu lintas diataranya rambu perigatan tikungan, tajakan turunan dan rambu lokasi rawan kecelakaan. Merbersihkan pohon atau halangan kebebasan samping pada tikungan. Diharapkan pada dinas terkait untuk horizontal dengan masalah pada jari jari tikungan yang lebih kecil dari jari Ae jari tikungan minimum pada sta. 07 749,58 07 809,42 didapatkan nilai jari Ae jari tikungan 26,443 m dan pada sta. 08 447,88 sta. 08 482,73 lebih kecil dari jari Ae jari minimum dengan kecepatan kendaraan berdasarkan data analisa lapangan yang didapat kecepatan kenderaan rata-rata 29. 87 km/jam dibulatkan menjadi 30 km/jam sehingga jari-jari minimumnya adalah 30 m dan perbaikan superelevasi setiap tikungan yang tidak memenuhi superelevasi desain. Vol 7 . September Tahun 2024 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Horizontal Dalam Desain Geometri Jalan RayaAy. Jurnal Media Teknik Sipil. Vol. No,2, 2010. Aldrin Ferdinandus. AuPerencanaan Geometrik Dan Tebal Perkerasan (Analisa Komponen Metho. Pada Ruas Jalan Masiwang- Airnanang Kabupaten Seram Bagian Timur Stn 40 000 Ae 43 000Ay. JurnalManumata. Vol. No. 1, 2017. AuAndheto. Anonim. Peratura Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 Tentang Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Jalan, 1993. Dephub Ri. Kecelakaan Lalu Lintas Tempati Urutan Tiga Penyebab Kematian. Jakarta: Pusat Komunikasi Publik, 2001. Direktorat Jendral Bina Marga. Surat Edaran Nomor 20/SE/Db/2021 Tentang Pedoman Desain Geometrik Jalan, 2021. Elly Tri Pujiastutie. AuPengaruh Geometrik Jalan Terhadap Kecelakaan Lalu Lintas Di Jalan Tol ( Studi Kasus Tol Semarang Dan Tol Cikampe. Ay. Tesis,Semarang: Universitas Diponegoro, 2016. DAFTAR PUSTAKA