Volume 5 No. Tahun 2025 Halaman 1 Ae 6 Available online : https://ejournal. id/index. php/PENIPS/index Analisis Kompetensi Pedagogik Guru IPS Terhadap Kinerja Guru IPS Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di SMPN 2 Papar Kabupaten Kediri Akbar Yahya Subrata . Wiwik Sri Utami . Agus Suprijono . Muhammad Ilyas Marzuqi . Program Studi S1 Pendidikan IPS. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi pedagogik guru IPS terhadap kinerja mereka dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Papar. Kabupaten Kediri. Kompetensi pedagogik mencakup pemahaman mendalam terhadap materi pelajaran, perencanaan dan implementasi strategi pembelajaran yang efektif, serta evaluasi dan pemberian umpan balik kepada siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama dalam peningkatan kompetensi guru adalah pelatihan relevan dan kebijakan sekolah yang mendukung. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya, seperti akses teknologi dan tantangan integrasi teknologi dalam pembelajaran. Guru mengatasi hambatan ini melalui strategi inovatif, seperti pembelajaran berbasis konteks, pemanfaatan teknologi secara kreatif, serta refleksi harian. Assessment formatif dan reflektif juga berkontribusi pada pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. Kesimpulannya, kompetensi pedagogik guru memiliki peran signifikan dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka, serta menekankan pentingnya dukungan institusional dan pendekatan inovatif dalam meningkatkan kualitas Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik Guru. Implementasi Kurikulum Merdeka. Strategi Pedagogik. Inovasi Pendidikan Abstract This study aims to analyze the influence of social studies teachersAo pedagogical competence on their performance in implementing the Merdeka Curriculum at SMPN 2 Papar. Kediri Regency. Pedagogical competence includes a deep understanding of subject matter, planning and implementing effective teaching strategies, as well as evaluating and providing feedback to students. This research employs a qualitative descriptive method with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The results show that relevant training and supportive school policies are key factors in improving teachers' competence. The challenges faced include limited resources, such as access to technology, and difficulties in integrating technology into learning. Teachers address these challenges through innovative strategies, such as context-based learning, creative use of technology, and daily reflection. Formative and reflective assessments also contribute to more personalized and adaptive learning. In conclusion, teachers' pedagogical competence plays a significant role in the successful implementation of the Merdeka Curriculum, emphasizing the importance of institutional support and innovative approaches in enhancing teaching quality. Keywords: Teacher Pedagogical Competence. Merdeka Curriculum Implementation. Pedagogical Strategies. Educational Innovation How to Cite: Subrata. Utami. Suprijono. & Marzuqi. Analisis Kompetensi Pedagogik Guru IPS Terhadap Kinerja Guru IPS Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di SMPN 2 Papar Kabupaten Kediri. Dialektika Pendidikan IPS. Vol 5 (No. : halaman 1 - 6 This is an open access article under the CCAeBY-SA Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 1-6 PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan di masa depan. Salah satu faktor utama dalam keberhasilan pendidikan adalah kompetensi pedagogik guru, yang mencakup kemampuan dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara efektif. Dalam konteks Indonesia. Kurikulum Merdeka diimplementasikan sebagai upaya untuk memberikan fleksibilitas bagi sekolah dan guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Implementasi kurikulum ini menuntut peningkatan kompetensi pedagogik guru, terutama dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), yang memiliki peran krusial dalam membangun wawasan kebangsaan dan karakter peserta didik. Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti pentingnya kompetensi pedagogik dalam keberhasilan pembelajaran. Zein . menegaskan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai perencana, pemimpin, dan pemandu yang membantu siswa memahami materi secara relevan dan bermakna. Spencer dalam Sumendap. Mandey, & Mambo . menjelaskan bahwa kompetensi adalah karakteristik dasar yang memengaruhi efektivitas kinerja individu dalam pekerjaannya. Guru yang kompeten mampu mengaitkan materi ajar dengan situasi nyata, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih mendalam dan aplikatif. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, kompetensi pedagogik sangat diperlukan untuk mendukung pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan penguatan profil pelajar Pancasila. Namun, hingga saat ini masih terdapat kesenjangan dalam implementasi kompetensi pedagogik di lapangan, terutama terkait dengan hambatan yang dihadapi guru dalam penerapannya. SMPN 2 Papar, sebagai salah satu sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka, memiliki tantangan tersendiri dalam mengoptimalkan kompetensi pedagogik guru. Meskipun sekolah ini memiliki fasilitas yang memadai dan dukungan dari kebijakan pendidikan, masih terdapat kendala dalam pemanfaatan teknologi pendidikan, kurangnya pelatihan profesional bagi guru, serta kesulitan dalam mengintegrasikan metode pembelajaran inovatif. Guru di sekolah ini diharapkan tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendukung dan hambatan dalam kompetensi pedagogik guru IPS dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Papar. Kabupaten Kediri. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mengidentifikasi pengaruh kompetensi pedagogik terhadap kinerja guru dalam mengimplementasikan kurikulum serta strategi yang digunakan untuk mengatasi hambatan yang muncul. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan peningkatan kualitas pengajaran di sekolah-sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Papar. Kabupaten Kediri, yang sedang menerapkan Kurikulum Merdeka. Sekolah ini dipilih karena memiliki dinamika implementasi kurikulum yang relevan dengan fokus penelitian, yaitu kompetensi pedagogik guru IPS dalam pembelajaran. Subjek penelitian terdiri dari tiga guru IPS yang aktif mengajar di SMPN 2 Papar. Pemilihan subjek didasarkan pada keterlibatan mereka dalam implementasi Kurikulum Merdeka serta pengalaman mereka dalam menerapkan strategi pedagogik di kelas. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Wawancara dilakukan secara semiterstruktur untuk menggali pengalaman guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, tantangan yang dihadapi, serta strategi yang digunakan dalam mengatasi kendala dalam pembelajaran. Observasi dilakukan dengan pedoman yang mencakup interaksi guru-siswa, metode pengajaran yang Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 1-6 diterapkan, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Analisis dokumen dilakukan terhadap modul ajar, jurnal harian guru, serta dokumentasi sekolah yang berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum dan kinerja guru. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil wawancara ditranskrip, dikategorikan, dan dikelompokkan berdasarkan tema yang muncul. Hasil observasi dibandingkan dengan wawancara untuk melihat keterkaitan antara pernyataan guru dengan praktik di lapangan. Sementara itu, dokumen yang dianalisis digunakan untuk memperkuat atau membandingkan hasil temuan dari wawancara dan observasi. Untuk meningkatkan validitas data, penelitian ini menerapkan triangulasi metode, yaitu membandingkan temuan dari wawancara, observasi, dan dokumen. Selain itu, dilakukan member checking dengan meminta responden memverifikasi hasil transkripsi Audit trail juga diterapkan dengan mencatat setiap tahapan pengumpulan dan analisis data secara sistematis untuk memastikan transparansi dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan seiring dengan kebijakan Kurikulum Merdeka yang memberikan fleksibilitas bagi guru dan siswa dalam menentukan jalur pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu. Salah satu tantangan dalam implementasi kurikulum ini adalah bagaimana guru dapat mengoptimalkan kompetensi pedagogiknya untuk meningkatkan efektivitas Kompetensi pedagogik mencakup kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan Guru IPS di SMPN 2 Papar Kabupaten Kediri memiliki peran penting dalam menerapkan pendekatan pedagogik yang inovatif agar mampu mengatasi berbagai hambatan dalam implementasi Kurikulum Merdeka menekankan asesmen formatif dan reflektif sebagai strategi utama dalam memberikan umpan balik real-time serta mendukung pembelajaran yang lebih personal. Selain itu, adaptasi metode pengajaran dan pemanfaatan teknologi menjadi elemen kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan meningkatkan motivasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SMPN 2 Papar Kabupaten Kediri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru IPS, observasi kelas, serta analisis dokumen terkait implementasi Kurikulum Merdeka. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengelompokkan temuan utama berdasarkan kategori kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPS di SMPN 2 Papar menerapkan asesmen formatif dan reflektif sebagai strategi utama dalam memberikan umpan balik pembelajaran secara real-time. Strategi ini memungkinkan guru untuk mengidentifikasi pemahaman siswa secara langsung dan melakukan penyesuaian dalam metode pengajaran. Asesmen formatif diterapkan melalui kuis singkat, diskusi interaktif, serta refleksi mandiri siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Penerapan asesmen formatif berkontribusi terhadap pembelajaran yang lebih personal dan adaptif, sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kompetensi profesional guru dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja mereka dalam mengelola pembelajaran yang efektif. Namun, hambatan utama yang dihadapi adalah kurangnya keterampilan belajar mandiri siswa, sehingga efektivitas asesmen formatif belum optimal. Selain asesmen formatif, penelitian ini menemukan bahwa guru IPS di SMPN 2 Papar secara aktif menyesuaikan kecepatan dan metode pengajaran berdasarkan tingkat pemahaman siswa. Penyesuaian ini bertujuan untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa, sehingga memastikan bahwa setiap individu dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Guru menggunakan asesmen formatif sebagai alat utama untuk menentukan kapan dan bagaimana penyesuaian pengajaran perlu Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 1-6 Namun, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan waktu dalam menyesuaikan materi secara individual untuk setiap siswa. Oleh karena itu, penggunaan teknologi sebagai alat bantu dalam diferensiasi pembelajaran dapat menjadi solusi yang lebih efektif. Salah satu strategi utama yang diterapkan oleh guru IPS adalah penggunaan teknologi dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Teknologi digunakan untuk menyajikan materi dalam format yang lebih interaktif, seperti video edukatif, simulasi digital, serta platform pembelajaran daring. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan inklusif. Selain itu, teknologi juga dimanfaatkan untuk memfasilitasi kolaborasi antar siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif. Penggunaan forum diskusi online, perangkat lunak kolaboratif, serta aplikasi pembelajaran interaktif memungkinkan siswa untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas dan berbagi wawasan secara lebih efektif. Namun, dalam implementasinya, masih terdapat kesenjangan akses terhadap teknologi di kalangan siswa, yang dapat menghambat efektivitas strategi ini. Oleh karena itu, sekolah perlu menyediakan fasilitas teknologi yang lebih merata serta memberikan pendampingan kepada siswa yang kurang terbiasa dengan perangkat Penelitian ini menemukan bahwa kompetensi pedagogik guru IPS memainkan peran penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Papar Kabupaten Kediri. Asesmen formatif dan reflektif terbukti efektif dalam memberikan umpan balik real-time dan mendukung pembelajaran yang lebih personal. Selain itu, penyesuaian kecepatan dan metode pengajaran membantu siswa dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Pemanfaatan teknologi menjadi strategi utama dalam mengatasi hambatan implementasi Kurikulum Merdeka, dengan meningkatkan keterlibatan siswa serta menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal keterampilan belajar mandiri siswa, keterbatasan waktu untuk diferensiasi pembelajaran, serta kesenjangan akses terhadap teknologi. Sebagai tindak lanjut, diperlukan pelatihan yang lebih intensif bagi guru dalam penggunaan teknologi pendidikan serta penguatan keterampilan reflektif siswa agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih efektif. Dukungan dari sekolah dan pemangku kebijakan juga menjadi faktor kunci dalam memastikan keberlanjutan inovasi pedagogik di kelas. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru IPS di SMPN 2 Papar sangat dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang menerapkan diferensiasi dan kolaborasi. Guru yang mampu menyesuaikan metode pengajaran dengan gaya belajar siswa serta membangun kerja sama antarpendidik terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Namun, dalam implementasi Kurikulum Merdeka, terdapat beberapa hambatan utama, terutama terkait dengan kesiapan siswa dalam belajar secara mandiri serta keterbatasan keterampilan manajemen diri. Selain itu, kurangnya media pembelajaran dan infrastruktur teknologi yang memadai turut menjadi kendala dalam pelaksanaan kurikulum ini. Untuk mengatasi hambatan tersebut, strategi pedagogik inovatif seperti pembelajaran berbasis kelompok dan penggunaan permainan edukatif terbukti efektif dalam meningkatkan interaksi dan keterlibatan siswa. Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran juga menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, meskipun masih menghadapi tantangan teknis dalam implementasinya. Oleh karena itu, temuan penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan pendidikan tidak hanya perlu berfokus pada aspek kurikulum, tetapi juga harus memperhatikan kualitas pengajaran serta dukungan teknologi yang memadai agar tercipta lingkungan belajar yang inovatif, inklusif, dan efektif. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 1-6 DAFTAR PUSTAKA