Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 p-ISSN : 2747-0725 e-ISSN : 2775-7838 Diterima : 17 November 2025 Direvisi : 21 Desember 2025 Disetujui : 7 Januari 2026 Diterbitkan : 28 Februari 2026 EFIKASI DIRI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SDN 8 SOKONG Ni Putu Eka Satvika Devioni*. Ida Ermiana. Darmiany Universitas Mataram. Indonesia E-mail: vikadevioni@gmail. Abstrak: Dalam praktik pembelajaran, matematika masih sering dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan, sehingga berdampak pada rendahnya keterlibatan dan kepercayaan diri peserta didik dalam Namun kondisi tersebut memperoleh respon yang beragam dari peserta didik. Perbedaan respon tersebut dipengaruhi oleh tingkat efikasi diri yang dimilikinya. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis perbedaan efikasi diri peserta didik dalam pembelajaran matematika, yang ditinjau dari hasil belajarnya. Penelitian dilakukan degan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif dan desain ex-post facto. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjin tahun ajaran 2025/2026 dengan melibatkan seluruh peserta didik kelas V SDN 8 Sokong yang berjumlah 45 orang. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran angket efikasi diri dan dokumentasi nilai Ujian Tengah Semester (UTS) pada mata pelajaran matematika. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan independent samples t-test dan analisis desktriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada efikasi diri peserta didik dengan hasil belajar tinggi dan rendah. Peserta didik dengan hasil belajar tinggi memiliki efikasi diri yang lebih tinggi dibandingkan peserta didik dengan hasil belajar rendah, baik secara keseluruhan maupun pada masing-masing dimensinya yaitu magnitude, strength, dan generality. Oleh karena itu, guru disarankan untuk merancang pembelajaran dengan memperhatikan upaya-upaya penguatan efikasi diri peserta didik selama pembelajaran matematika, salah satunya melalui pemberian pengalaman keberhasilan . astery experienc. yang bermakna. Kata-kata Kunci: efikasi diri, hasil belajar, matematika, sekolah dasar STUDENTSAo SELF-EFFICACY IN MATHEMATICS LEARNING BASED ON LEARNING OUTCOMES IN ELEMENTARY SCHOOL Abstract: Mathematics is still often perceived as a difficult and intimidating subject, which negatively affects studentsAo engagement and self-confidence in learning. However, this condition is responded differently by students. These differences in responses are influenced by the level of self-efficacy they possess. This study aims to analyze differences in studentsAo self-efficacy in mathematics learning when viewed from their learning outcomes. The study employed a quantitative approach using a comparative method with an ex post facto design. It was conducted in the odd semester of the 2025/2026 academic year and involved all fifth-grade students of SDN 8 Sokong, totaling 45 participants. Research data were collected through a self-efficacy questionnaire and documentation of Mid-Semester Examination (UTS) scores in mathematics. The collected data were analyzed using an independent samples t-test and descriptive analysis. The results indicate a significant difference in self-efficacy between students with high and low learning outcomes. Students with high learning outcomes demonstrate higher self-efficacy than those with low learning outcomes, both overall and across each dimension, namely magnitude, strength, and generality. Therefore, teachers are encouraged to design mathematics instruction that emphasizes efforts to strengthen studentsAo self-efficacy, one of which is through providing meaningful mastery experiences. Keywords: self-efficacy, mathematics, learning outcomes, elementary school PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan bernalar peserta didik. Mata pelajaran ini tidak hanya berfungsi sebagai pengetahuan dasar, namun juga menjadi fondasi penting dalam pengembangan berbagai kompetensi Sebagaimana dinyatakan dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2025, mata pelajaran matematika tidak hanya pengetahuan, namun juga kemampuan yang diperlukan untuk dapat berpikir secara logis, kritis dan analitis. Selain itu, proses pembelajarannya juga diharapkan dapat membentuk sikap positif peserta didik Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 terhadap matematika dan menumbuhkan nilai-nilai kreativitas, ketelitian, dan rasionalitas (Riswanda & Sumardi, 2020. Andayani & Amir, 2019. Siswono. Namun, dalam praktiknya matematika masih sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan oleh sebagian peserta didik. Dari yang seharusnya menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir, matematika justru kerap dikenalkan sebagai aktivitas yang berfokus pada menghafal rumus dan penyelesaian soal rutin (Kamarullah, 2. Ketidaksesuaian antara tujuan dan praktik di lapangan ini diperparah dengan adanya stigma negatif terhadap pelajaran matematika yang diwariskan antar generasi sehingga memperkuat keyakinan bahwa matematika hanya mampu dikuasai oleh mereka yang memiliki kemampuan kognitif tinggi (Syahbana & Nopriyanti, 2. Kondisi ini berdampak pada rendahnya efikasi diri peserta didik dalam mengikuti pembelajaran maupun dalam menyelesaikan permasalahan matematika, bahkan sebelum mereka benar-benar terlibat secara aktif dalam Dalam konteks ini, efikasi diri menjadi salah satu faktor psikologis yang memiliki peran krusial dalam memengaruhi bagaimana peserta didik memaknai pebelajaran dan permasalahan matematika. Efikasi diri didefinisikan sebagai keyakinan yang ada dalam diri seseorang tentang kemampuan dirinya untuk mengelola dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan (Bandura, 1. Dalam pembelajaran matematika, efikasi diri merujuk pada permasalahan matematika. Peserta didik dengan efikasi diri tinggi cenderung lebih tekun dan tidak mudah menyerah ketika perhatian berfokus pada situasi yang mendorong mereka untuk berusaha lebih Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 Sebaliknya, peserta didik yang efikasi dirinya lemah kerap merasa cemas dan cepat Keraguan terhadap kemampuan dirinya dapat menimbulkan stress dan mengganggu kinerjanya karena perhatian teralihkan dari yang seharusnya mencari solusi menjadi kekhawatiran tenang peluang kegagalan atau hambatan (Bandura, 1. Beberapa menunjukkan adanya hubungan positif antara efikasi diri dengan hasil belajar matematika. Dijelaskan bahwa efikasi diri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar matematika peserta didik (Irsandi dkk. Wulanningtyas, 2. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peserta didik dengan efikasi diri tinggi cenderung memiliki hasil belajar yang lebih baik. Namun demikian, dalam beberapa kasus ditemukan bahwa hubungan tersebut tidak selalu bersifat linear dan konsisten. Penelitian oleh Sholihah, dkk . menunjukkan bahwa peserta didik dengan efikasi diri rendah dan dengan kemampuan matematika yang sedang justru mampu menyelesaikan masalah dengan lebih baik dibandingkan dengan peserta didik dengan efikasi diri dan kemampuan matematika tinggi. Temuan ini sejalan dengan pendapat Bandura . yang menyatakan bahwa seseorang dengan efikasi diri tinggi juga berpotensi menjadi kurang teliti, kurang persiapan, bahkan meremehkan kompleksitas Ia menambahkan bahwa sedikit keraguan pada kemampuan diri justru dapat mendorong ketelitian dan persiapan yang lebih besar dalam menghadapi tugas. Analisis terhadap penelitian-penelitian sebelumnya cenderung lebih menekankan pada pengaruh atau hubungan efikasi diri terhadap hasil belajar matematika secara umum, dan belum banyaksecara eksplisit mengkaji tentang perbedaan karakteristik efikasi diri pada kelompok peserta didik dengan tingkat hasil belajar yang berbeda, khususnya dalam pembelajaran matematika. Hal ini penting untuk dilakukan, karena pemahaman yang lebih mendalam dan pemetaan terhadap efikasi diri antar kelompok dapat membantu guru dalam memetakan kondisi psikologis peserta didik dalam pembelajaran matematika. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh guru dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efikasi diri peserta didik dalam pembelajaran matematika ditinjau dari hasil belajarnya. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode Desain penelitian yang digunakan adalah ex-post facto. Menurut Syahrizal & Jailani . metode komparatif digunakan untuk membandingkan dua atau lebih kelompok berdasarkan variabel tertentu guna mengetahui perbedaannya. Adapun desain ex-post facto merupakan penelitian yang dilakukan terhadap peristiwa yang telah terjadi, sehingga peneliti tidak melakukan manipulasi terhadap variabel yang diteliti. Partisipan Kegiatan penelitian melibatkan 37 siswa kelas IV yang aktif berpartisipasi dalam proses pembuatan ecoprint menggunakan bahan-bahan alami. Pengumpulan Data Data diperoleh melalui dua teknik pengumpulan data, yakni angket dan Angket digunakan untuk memperoleh data terkait efikasi diri peserta didik dalam pembelajaran matematika. Instrumen angket diadaptasi dari penelitian oleh Irsandi, dkk . yang berdasarkan ketiga dimensi efikasi diri yaitu Sedangkan dokumentasi dilakukan guna memperoleh nilai Ujian Tengah Semester (UTS) pada mata pelajaran matematika peserta didik. Analisis Data Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan statistik inferensial dan deskriptif. Analisis inferensial dilakukan melalui independent samples t-test untuk keseluruhan antara peserta didik dengan hasil belajar tinggi dan hasil belajar rendah. Selanjutnya, analisis deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran kecenderungan masing-masing kelompok hasil belajar pada setiap dimensi efikasi diri. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Sebelum dilakukan analisis inferensial melalui independent sample t-test, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat meliputi uji normalitas dan uji homogenitas varians. Uji normalitas dilakukan untuk memastikan data berdistribusi normal dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk karena jumlah data kurang dari 50. Tabel. Hasil Uji Normalitas Efikasi Diri Hasil Belajar Statistic Sig Tinggi Rendah Berdasarkan hasil uji normalitas, diperoleh nilai signifikansi pada masingmasing kelompok data yakni 0. 545 dan 0. 0,05 yang menunjukkan data berdistribusi Dengan demikian, asumsi normalitas Selanjutnya uji homogenitas varians dilakukan dengan menggunakan LeveneAos Test untuk memastikan persamaan varians antar kelompok hasil belajar. Berikut disajikan tabel hasil uji homogenitas varians. Tabel 2. Hasil Uji Homogenitas Varian Efikasi Diri Equal variances assumed Equal variances not Sig. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai signifikansi LeveneAos Test sebesar 0,726 > Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa varian pada setiap kelompok hasil belajar adalah sama atau homogen. Setelah kedua uji prasyarat terpenuhi, maka dilakukan uji inferensial yakni t-test membandingkan dan menganalisis perbedaan efikasi diri peserta didik dalam pembelajaran matematika yang ditinjau dari hasil belajarnya, baik pada kelompok degan hasil beajar tinggi maupun rendah. Berikut disajikan tabel dan gambar hasil analisis data tersebut. Tabel 3. Hasil Independent Samples T-Test Efikasi Diri Mean Difference Sig. Two Sided Pada Tabel 3 disajikan hasil independent samples t-test untuk variabel efikasi diri secara Berdasarkan tabel tersebut, diketahui bahwa kelompok peserta didik dengan hasil belajar tinggi memiliki rata-rata efikasi diri yang lebih tinggi sebesar 5. dibanding kelompok degan hasil belajar Nilai signifikansi two-sided . = 0. < 0. menunjukkan terdapat perbedaan efikasi diri yang signifikan antara dua kelompok peserta didik. Perbedaan tersebut dideskripsikan dengan lebih rinci pada tabel Tabel 4. Rata-Rata Efikasi Diri Antar Kelas Dimensi Hasil Belajar Tinggi Rendah Mean Mean Magnitude Strength Generalty Tabel 4 menyajikan skor rata-rata efikasi diri peserta didik berdasarkan tingkat hasil belajarnya, dan ditinjau dari tiga dimensi efikasi diri, yaitu magnitude, strength, dan Informasi pada tabel menunjukkan kelompok hasil belajar tinggi memiliki skor rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 dengan kelompok hasil belajar rendah. Keunggulan skor rata-rata terjadi pada seluruh dimensi efikasi diri. Pada dimensi magnitude, kelompok hasil belajar tinggi memperoleh skor rata-rata sebesar 14. sedangkan kelompok hasil belajar rendah Lalu pada dimensi strength, kelompok hasil belajar tinggi memperoleh skor rata-rata sebesar 27. 91, sedangkan kelompok hasil belajar rendah sebesar 21. selanjutnya, pada dimensi generality skor ratarata kelompok hasil belajar tinggi sebesar 68 dan kelompok hasil belajar rendah Visualisasi perbedaan skor rata-rata efikasi diri pada setiap dimensi disajikan pada grafik berikut. Gambar 1. Grafik Rata-Rata Antar Kelas Efikasi Diri Grafik pada Gambar 1 menunjukkan perbandingan skor rata-rata efikasi diri peserta didik dengan hasil belajar tinggi dan rendah pada dimensi . magnitude, . strength, dan . Dapat dilihat bahwa pada ketiga dimensi tersebut, kelompok peserta didik dengan hasil belajar tinggi memiliki skor rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan kelompok peserta didik dengan hasil belajar rendah. Perbedaan yang paling besar terdapat pada dimensi strength, disusul dengan dimensi generality, dan terakhir Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri peserta didik dalam pembelajaran matematika memiliki perbedaan yang signifikan antara kelompok dengan hasil belajar tinggi dan kelompok dengan hasil belajar rendah. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa hasil belajar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kognitif saja, namun juga oleh faktor psikologis seperti keyakinan akan kemampuan diri sendiri dalam menyelesaikan suatu tugas. Hal tersebut sejalan dengan teori efikasi diri Bandura . yang menyatakan bahwa efikasi diri berperan dalam mempengaruhi pilihan tugas, strategi, ketekunan, intensitas usaha, dan respon seseorang terhadap kegagalan yang dialaminya saat menghadapi suatu persoalan. Perbedaan efikasi diri yang konsisten pada ketiga dimensi yakni magnitude, strength, dan generality menunjukkan bahwa peserta didik dengan hasil belajar tinggi memiliki struktur efikasi diri yang lebih stabil. Pada dimensi magnitude, peserta didik dengan hasil belajar tinggi menilai tugas atau permasalahan matematika yang diberikan Mereka memiliki keyakinan untuk dapat menyelesaikan tugas yang sulit dan menilai kesulitan yang dihadapi sebagai suatu tantangan. Penilaian ini memengaruhi kesiapan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran matematika dan terlibat dalam Penelitian oleh Nurjanah & Alyani . menunjukkan bahwa keyakinan terhadap kemampuan diri dan persepsi terhadap beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tingkat kecemasan matematika peserta didik. Kecemasan ini nantinya dapat menganggu proses kognitif, perhatian, dan menghambat menyelesaikan permasalahan matematis. Selanjutnya, menonjol terdapat pada dimensi strength. Temuan ini mengindikasikan bahwa peserta didik dengan hasil belajar tinggi memiliki keteguhan dan keyakinan yang lebih kuat ketika menghadapi kesulitan atau kegagalan dalam menyelesaikan tugas. Hal ini sejalan dengan pendapat Bandura . yang menyatakan bahwa seseorang dengan efikasi diri tinggi cenderung lebih berfokus dalam menyusun strategi dan menemukan solusi. Sebaliknya seseorang dengan efikasi diri kegagalan di awal, sehingga cenderung Berdasarkan hasil angket efikasi diri, peserta didik dengan hasil belajar tinggi memiliki keteguhan dalam menyelesaikan tugas atau permasalahan matematika. Ketika gagal, mereka lebih memilih untuk bangkit dan Keteguhan kesulitan tersebut tidak hanya berdampak pada penyelesesaikan tugas di saat itu pula, namun juga berperan dalam membentuk keyakinan diri dalam menghadapi situasi atau Dengan demikian, dimensi strength menjadi salah satu landasan penting dalam mengembangkan dimensi generality. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Salim & Fakhrurrozi . dalam penelitiannya, peserta didik dengan resiliensi atau keteguhan tinggi cenderung menjadi lebih yakni, stabil, dan efisien dalam menerapkan kemampuannya dalam berbagai Dalam pembelajaran matematika, hal ini hal ini menggeneralisasikan pengalamannya, baik proses atau keberhasilan yang diperolehnya dari satu jenis tugas ke tugas matematika Pengalaman keberhasilan inilah yang disebut oleh Bandura . sebagai bentuk merupakan sumber utama pembentukan efikasi diri. Akumulasi dari mastery experience ini akan memperkuat keyakinan peserta didik bahwa kemampuannya bersifat konsisten dan dapat diterapkan dalam berbagai tugas Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 maupun situasi pembelajaran matematika. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan hasil belajar matematika peserta didik berkaitan erat dengan perbedaan struktur efikasi diri yang meliputi dimensi magnitude, strength, dan Peserta didik dengan hasil belajar tinggi tidak hanya memiliki keyakinan dalam matematika, namun juga menunjukkan menggeneralisasikan pengalaman belajarnya ke berbagai situasi. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada efikasi diri peserta didik dengan hasil belajar tinggi dan Peserta didik dengan hasil belajar tinggi memiliki efikasi diri yang lebih tinggi dibandingkan peserta didik dengan hasil belajar rendah, baik secara keseluruhan maupun pada masing-masing dimensinya yaitu magnitude, strength, dan generality. Temuan ini menunjukkan bahwa efikasi diri merupakan salah satu faktor psikologi yang memiliki peran penting dalam membedakan capaian hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika. Namun demikian, temuan tersebut masih terbatas pada analisis kuantitatif komparatif, sehingga belum mampu menggambarkan secara mendalam dinamika dan karakteristik efikasi diri pada setiap dimensi dalam konteks pembelajaran Saran Berdasarkan keterbatasan penelitian ini, maka penelitian selanjutnya disarankan untuk menggali dinamika efikasi diri peserta didik pada setiap dimensi efikasi diri secara lebih mendalam melalui pendekatan kualitatif atau mixed methods. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian guru diharapkan dapat merancang pembelajaran matematika yang Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 tidak hanya berfokus pada pengembangan aspek kognitif saja, namun juga pada penguatas efikasi diri peserta didik. Salah satunya melalui pemberian kesempatan agar peserta didik memperoleh pengalaman keberhasilan atau mastery experience yang Bagi disarankan untuk menelusuri dan mengkaji faktor-faktor memengaruhi efikasi diri peserta didik dalam pembelajaran matematika. DAFTAR PUSTAKA