Jurnal Akademi Akuntansi Indonesia Padang e-ISSN: 2775-9768 p-ISSN: 2777-0974 Vol. No. Oktober 2024 Dampak Net Profit Margin (NPM). Dividend Payout Ratio (DPR). Price To Book Value (PBV). Earning Per Share (EPS), dan DEBT To Equity Ratio (DER) Terhadap Harga Saham (Studi Kasus Perusahaan Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2. Jhonni Sinaga1*. Muhammad Ilham Faturrahman2. Supriyanto3 1,2,3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Indonesia Corresponding Author: ifaturrahman38@gmail. Info Artikel Direvisi, 19/02/2025 Diterima, 13/03/2025 Dipublikasi, 20/03/2025 Kata Kunci: Margin Laba Bersih. Rasio Pembayaran Dividen. Harga terhadap Nilai Buku. Laba Per Saham. Rasio Utang terhadap Ekuitas. Harga Saham Keywords: Net Profit Margin. Dividend Payout Ratio. Price to Book Value. Earning Per Share. Debt to Equity Ratio. Stock Price. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Net Profit Margin (NPM). Dividend Payout Ratio (DPR). Price to Book Value (PBV). Earning Per Share (EPS), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham pada perusahaan pertambangan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014 - 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Data penelitian diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang diakses melalui situs resmi BEI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel PBV dan EPS memiliki dampak signifikan terhadap harga saham, sementara variabel NPM. DPR, dan DER tidak menunjukkan dampak signifikan. Secara simultan, kelima variabel independen ini berdampak signifikan terhadap harga saham. Penelitian ini memberikan wawasan bagi investor untuk memahami faktor-faktor keuangan yang mempengaruhi harga saham, serta bagi perusahaan untuk mengoptimalkan strategi keuangan untuk meningkatkan daya tarik investasi. Abstract This study aims to analyze the effects of Net Profit Margin (NPM). Dividend Payout Ratio (DPR). Price to Book Value (PBV). Earnings Per Share (EPS), and Debt to Equity Ratio (DER) on the stock prices of coal mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the period of 2014 Ae 2023. The research adopts a quantitative method using multiple linear regression analysis. The data for this study were obtained from the financial statements of companies accessed through the official IDX website. The results of the study indicate that, partially, the PBV and EPS variables have significant effects on the stock prices, while the NPM. DPR, and DER variables, on the other hand, do not show significant effects. Simultaneously, these five independent variables have significant effects on the stock prices. This study provides insights for investors to understand the financial factors affecting the stock prices and for the companies to optimize financial strategies to enhance the investment appetite. PENDAHULUAN Sektor pertambangan memainkan peran krusial dalam kemajuan ekonomi nasional karena sektor ini menjadi sektor utama bagi banyak industri lainnya. Banyak hasil produksi sektor pertambangan dibutuhkan oleh sektor lain (Nababan et al. , 2. Salah satu sektorindustri di BEI yang memiliki prospek pertumbuhan perusahaan adalah sektor pertambangan batu bara. Pertambangan batu bara sebagai bagian dari industri yang DOI: https://doi. org/10. 31933/6rz42633 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Page 376 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 memberikan efek positif secara langsung terhadap kemajuan negara serta masyarakat. Selain itu, pertambangan batu bara berperan dalam pemanfaatan sumber daya alam Indonesia untuk memenuhi berbagai kebutuhan, baik untuk negara lain maupun untuk kebutuhan internal (Nugraha et al. , 2. Tahun 2024 diperkirakan akan menjadi puncak produksi batu bara sebelum mengalami penurunan pada tahun-tahun mendatang. Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) tetap menjadi komponen krusial di tengah dominasi batu bara. Pemerintah terus berupaya mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 (Dewi Wuryandani, 2. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkapkan bahwa produksi batu bara Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Di tahun 2023 tecatat produksi batubara sebesar 775 juta ton, jauh melampaui target yang dibidik, yaitu sebesar 695 juta ton. Produksi batu bara Indonesia terus meningkat sejak tahun 2020, pada tahun tersebut produksi hanya sebesar 564 juta ton dengan DMO sebesar 132 juta ton dan ekspor 405 juta ton. Tahun 2021, produksi batubara sudah mencapai 614 juta ton, dengan DMO sebesar 133 juta ton dan ekspor 435 juta ton. Tahun 2022, produksi batubara Indonesia kembali meningkat di angka 687 juta ton, dengan DMO sebesar 216 juta ton dan ekspor mencapai 465 juta ton. Sementara pada tahun 2024, pemerintah telah merencakan target produksi batu bara sebesar 710 juta ton. Jumlah data produksi ini bahkan masih ada pembaruan dan berpotensi semakin Perannya yang krusial sebagai penyedia energi yang sangat penting untuk kemajuan ekonomi suatu negara, perusahaan-perusahaan pertambangan banyak terjun ke pasar modal untuk menarik investasi dan memperkuat posisi keuangannya (Surenjani et al. , 2. Salah satu tolak ukur utama kinerja perusahaan adalah harga saham, yang mencerminkan nilai perusahaan di mata investor (Shabir & Machdar, 2. Berikut adalah perkembangan harga saham perusahaan sub-sektor pertambangan batubara. ADRO HRUM ITMG KKGI PTBA 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Gambar 1. Perkembangan Harga Saham Perusahaan Sub-sektor Batubara Periode 2014-2023 Pada grafik terlihat pergerakan harga saham lima perusahaan selama 10 periode. Saham ITMG memiliki volatilitas tertinggi dengan lonjakan signifikan pada tahun ke-9. Page 377 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 mencerminkan potensi keuntungan dengan risiko tinggi. ADRO menunjukkan fluktuasi moderat, stabil di kisaran 5. 000 - 10. 000 setelah tahun ke-4. HRUM dan PTBA bergerak stabil dengan fluktuasi kecil, sementara KKGI memiliki harga saham terendah dengan sedikit Secara keseluruhan. ITMG cocok bagi investor dengan risiko tinggi, sedangkan HRUM. PTBA, dan KKGI lebih stabil bagi investor konservatif. Selain kebutuhan energi yang terus meningkat saat ini, banyak faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga saham mulai dari inflasi, nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, kebijakan politik pemerintah dan keadaan ekonomi makro serta perbankan. Kinerja finansial mencerminkan keadaan keuangan sebuah perusahaan dan seberapa jauh perusahaan itu telah menerapkan serta menjalankan kebijakan keuangan secara efektif dan tepat (Siahaan & Rasmara, 2. Di antara banyak faktor tersebut, faktor internal perusahaan juga dapat mempengaruhi naik dan turunnya harga saham perusahaan, seperti. NPM. DPR, PBV. EPS, dan DER. Tabel 1. Perkembangan Net Profit Margin (NPM) pada Subsektor Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2023 Kode Emiten RataNo Tahun Rata ADRO HRUM ITMG KKGI PTBA RATA-RATA Berdasarkan tabel 1 di atas, dapat diketahui bahwa perkembangan Net Profit Margin pada Sektor Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 10 tahun terakhir mengalami fluktuasi. Pada tahun 2014 Ae 2016 NPM relatif stabil dan rendah, berkisar 07 hingga 0. 11 tidak ada lonjakan signifikan. Pada tahun 2017 Ae 2019 NPM mengalami kenikan hingga 0. 18 tahun 2017, turun kembali ke 0. 13 pada tahun 2018 dan 10 pada tahun 2019. Tahun 2020 menunjukkan kenaikan menjadi 0. 15, meskipun masih relatif rendah, pada tahun 2021 mencatat peningkatan signifikan hingga 0. 25, yang menandakan terjadinya pemulihan atau pertumbuhan perusahaan Ae perusahaan tersebut, puncak tertinggi terjadi pada tahun 2022, di mana NPM rata Ae rata mencapai 0. 31 dan menandakan periode yang sangat Pada tahun 2023 mengalami sedikit penurunan menjadi 0. 19, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata rata tahun sebelumnya. Rata Ae rata keseluruhan selama 10 tahun adalah 0. 16 dengan PTBA memiliki NPM tertinggi . dan KKGI terendah . Page 378 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Tabel 2. Perkembangan Dividend Payout Ratio (DPR) pada Subsektor Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2023 KODE EMITEN RATATAHUN ADRO HRUM ITMG KKGI PTBA RATA RATA-RATA Berdasarkan tabel 2 di atas, diketahui perkembangan Dividend Payout Ratio Sektor Pertambangan Batubara yang terdaftar di BEI selama 10 tahun terakhir mengalami fluktuasi. ADRO mengalami pertumbuhan DPR yang cukup stabil dengan rata-rata 0. Tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 0. HRUM menunjukkan tren menurun drastis dari 11. 68 pada tahun 2014 menjadi hanya 0. 07 pada tahun 2023 dengan rata-rata tertinggi sebesar 1. 42, penurunan ITMG memiliki tren yang cukup stabil dengan rata-rata 1. 03, meningkat pada 20192020 sebelum kembali menurun. KKGI cenderung fluktuatif, dengan rata-rata 0. 39, dan sempat turun ke 0 pada tahun 2015 sebelum kembali naik. PTBA menunjukkan tren naik dengan ratarata 0. 69, meningkat signifikan pada tahun 2019 menjadi sebesar 0. 91 dan tahun 2020 menjadi 60 dan kembali menurun setelah periode itu. Tabel 3. Perkembangan Price to Book Value (PBV) pada Subsektor Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2023 TAHUN RATA-RATA ADRO KODE EMITEN HRUM ITMG KKGI PTBA RATARATA Berdasarkan tabel 3 di atas, dapat diketahui bahwa perkembangan Price to Book Value pada Sektor Pertambangan Batubara yang terdaftar di BEI selama 10 tahun terakhir mengalami Fluktuasi PBV erat kaitannya dengan kondisi pasar dan kinerja keuangan masingmasing emiten. Tahun 2015 menjadi titik terendah rata-rata PBV akibat tekanan ekonomi atau industri. Tahun 2016-2017 merupakan periode pemulihan, terutama bagi ITMG dan ADRO yang mencatat kenaikan signifikan. Setelah tahun 2017. PBV cenderung menurun, terutama pada PTBA dan KGGI, menandakan adanya penurunan valuasi saham perusahaan. ITMG memiliki Page 379 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 valuasi tertinggi rata-rata sebesar 18. 76, menandakan bahwa pasar memiliki ekspektasi tinggi terhadap perusahaan ini dibandingkan lainnya. Tabel 4. Perkembangan Earning Per Share (EPS) pada Subsektor Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2023 KODE EMITEN RATANO TAHUN ADRO HRUM ITMG KKGI PTBA RATA RATA-RATA Berdasarkan tabel 4 di atas, dapat diketahui bahwa perkembangan Earning Per Share pada Sektor Pertambangan Batubara yang terdaftar di BEI selama 10 tahun terakhir mengalami EPS secara keseluruhan meningkat setelah tahun 2020, dengan puncaknya pada tahun 2022 sebesar 0. ITMG memiliki rata-rata EPS tertinggi sebesar 0. 29, mencerminkan profitabilitas yang lebih baik dibandingkan emiten lainnya. ADRO mengalami pertumbuhan EPS signifikan setelah 2020, yang dapat mencerminkan peningkatan laba atau efisiensi perusahaan. HRUM dan KGGI memiliki EPS yang relatif stagnan, menunjukkan pertumbuhan laba yang kurang signifikan dibandingkan perusahaan PTBA memiliki EPS terendah, yang dapat mencerminkan laba yang kecil atau kebijakan perusahaan dalam pembagian keuntungan kepada pemegang saham. Tabel 5. Perkembangan Debt to Equity Ratio (DER) pada Subsektor Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2023 KODE EMITEN RATANO TAHUN ADRO HRUM ITMG KGGI PTBA RATA RATA-RATA Berdasarkan tabel 5 di atas, dapat diketahui bahwa perkembangan Debt to Equity Ratio pada Sektor Pertambangan Batubara yang terdaftar di BEI selama 10 tahun terakhir mengalami ADRO memiliki DER tertinggi dengan rata-rata sebesar 0. 70 dan mengalami penurunan drastis dari 0. 97 pada tahun 2014 menjadi hanya sebesar 0. 41 di tahun 2023. HRUM memiliki DER terendah dengan rata-rata sebesar 0. 21 dan tetap stabil. PTBA juga memiliki DER yang cukup tinggi dengan rata-rata sebesar 0. 61 namun mengalami fluktuasi. Page 380 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 ITMG & KGGI memiliki DER moderat dengan pola yang lebih stabil. Penurunan DER menunjukkan perusahaan semakin mengandalkan modal sendiri dibandingkan utang, sedangkan kenaikan DER menunjukkan perusahaan mulai menambah utang, kemungkinan untuk ekspansi atau investasi. Secara keseluruhan. DER masih berada dalam tingkat yang relatif aman dengan rata-rata sebesar 0. 44, menunjukkan keseimbangan antara utang dan LITERATURE REVIEW Saham Menurut Sinaga & Hayatunisa . saham dapat dianggap sebagai kepesertaan dalam suatu perseroan terbatas atau tanda bukti pengembalian atas kepemilikan aset sehingga berhak atas laba perusahaan yang dibagikan dalam bentuk dividen. Terkait pembelian saham dengan artian membeli sebagian kepemilikan perusahaan, saham merupakan surat berharga yang menunjukkan kepemilikan atas suatu perusahaan di mana pemilik saham tersebut dikenal sebagai pemegang saham . hareholder atau stockholde. Net Profit Margin Net Profit Margin adalah indikator dari rasio profitabilitas yang digunakan untuk menilai seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan laba. Dengan cara membandingkan laba bersih dengan penjualan suatu perusahaan, semakin tinggi nilai dari NPM yang dicapai maka semakin baik kinerja operasional perusahaan tersebut. Sebaliknya, jika nilai NPM mengalami penurunan, hal ini menunjukkan kinerja perusahaan sedang merosot (Mukarromah, 2. Dividend Payout Ratio Dividend Payout Ratio (DPR) adalah rasio yang menunjukkan jumlah dividen yang dibagikan, sehingga semakin tinggi rasionya, semakin banyak dana yang digunakan perusahaan untuk membayar dividen kepada investor (Kardinal & Siswanto, 2. Kebijakan dividen menetapkan bagaimana laba perusahaan didistribusikan kepada para pemegang saham. DPR menetapkan besaran dividen yang akan dibagikan, yang dapat meningkatkan harga saham dan memperkuat pengendalian atas saham perusahaan (Sabrina & Machdar, 2. Price to Book Value Price to Book Value merupakan rasio yang digunakan untuk menghitung penilaian pasar antara harga pasar per lembar saham dan nilai buku per lembar saham, bertujuan untuk menilai apakah harga saham tersebut termasuk undervalued atau overvalued (Hatmoko, 2. Earning Per Share Earning Per Share adalah indikator yang menggambarkan tingkat keuntungan bersih yang dapat diperoleh perusahaan untuk setiap lembar saham yang beredar selama periode operasional tertentu. EPS dihitung dengan membagi laba bersih perusahaan untuk periode berjalan dengan jumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (Gunawan, 2. Page 381 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Debt to Equity Ratio Debt to Equity Ratio adalah rasio yang digunakan untuk menilai perbandingan antara utang yang dimiliki perusahaan dengan total ekuitas perusahaan. Rasio ini berguna untuk mengetahui seberapa besar kontribusi dana yang disediakan oleh pemberi pinjaman atau kreditor dibandingkan dengan dana yang berasal dari pemilik perusahaan (Amaliah & Manda. METODE Pada bagian metode untuk memulai penelitian, perlu diidentifikasi isu atau masalah penting . , terbaru . , dan mendesak . yang sedang dihadapi saat ini dan paling bermanfaat saat diteliti. Jumlah masalah yang diidentifikasi jauh lebih besar daripada jumlah masalah yang akhirnya dirumuskan menjadi rumusan masalah. Ketika peneliti mulai dengan latar belakang masalah, identifikasi masalah harus berupa daftar masalah. Penelitian dalam skripsi ini dilakukan pada perusahaan pertambangan sub sektor batu bara yang terdaftar di BEI periode 2014 - 2023. Penelitian ini tidak dilakukan secara langsung di lokasi perusahaan, melainkan menggunakan data laporan keuangan perusahaan yang diperoleh melalui situs resmi BEI, yaitu. https://w. id/ . Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Oktober. Dalam penelitian ini, populasi yang menjadi fokus adalah perusahaan pertambangan di sub sektor batu bara yang terdaftar di BEI dengan total 19 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah perusahaan pertambangan sub sektor batu bara dan komponen periode 2014 - 2023 sebanyak 5 perusahaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan menggunakan metode Analisis Regresi Berganda dengan melakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Tabel 6. Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Net Profit Margin Dividend Payout Ratio Price to Book Value Earning Per Share Debt To Equity Ratio Share Market Price Valid N . Sumber : Hasil olah data dengan SPSS 2025 Net Profit Margin (X. , nilai minimum sebesar 0,01, nilai maksimum sebesar 0,42, nilai rata-rata sebesar 0,1558, dan nilai Standar deviasi sebesar 0, 09832. Nilai NPM sebesar 0,1558 atau 15,58% memiliki makna bahwa setiap Rp. 1 pendapatan . yang diperoleh perusahaan menghasilkan laba bersih sebesar Rp. 0,1588 atau 15,88%. Dividend Payout Ratio (X. , nilai minimum sebesar 0,00, nilai maksimum sebesar 11,68, dan nilai rata-rata sebesar 0,7940, dan nilai Standar deviasi sebesar 1,64791. Rata-rata DPR sebesar 79,40% berpotensi memberikan dampak positif terhadap harga saham, terutama bagi investor yang mencari stabilitas dividen. Namun, implikasi jangka panjang terhadap Page 382 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 harga saham juga bergantung pada kemampuan perusahaan untuk menjaga kinerja laba, berinovasi, dan bertumbuh di masa depan. Price to Book Value (X. , nilai minimum sebesar 0,38, nilai maksimum sebesar 24,41, dan nilai rata-rata sebesar 7,1490, dan nilai Standar deviasi sebesar 7,77271. Nilai PBV sebesar 7,1490 menunjukkan bahwa harga pasar saham perusahaan adalah 7,149 kali dari nilai buku per sahamnya. Earning Per Share (X. , nilai minimum sebesar 0,00, nilai maksimum sebesar 1,06, nilai rata-rata sebesar 0,0667, dan nilai Standar deviasi sebesar 0,17249. EPS sebesar 0,0667 menunjukkan bahwa perusahaan menghasilkan laba bersih sebesar Rp. 0,0667 per saham. Debt to Equity Ratio (X. , nilai minimum sebesar 0,10, nilai maksimum sebesar 0,97, nilai rata-rata sebesar 0,4446, dan nilai Standar deviasi sebesar 0,21551. DER sebesar 0,4446 berarti bahwa jumlah utang perusahaan setara dengan 44,46% dari total ekuitas. Dengan kata lain, untuk setiap Rp. 1 ekuitas, perusahaan memiliki utang sebesar Rp. 0,4446. Nilai DER sebesar 0,4446 atau 44,46%. Uji Normalitas Gambar 1. Uji Normalitas p plot Sumber : Hasil olah data dengan SPSS 2025 Secara keseluruhan. P-P Plot ini tidak menunjukkan pola yang menyimpang secara signifikan dari garis diagonal, sehingga dapat disimpulkan bahwa residual cenderung berdistribusi normal. Jika diperlukan pengujian lebih lanjut, dapat dilakukan uji statistik normalitas seperti Kolmogorov-Smirnov untuk memastikan asumsi normalitas residual. Tabel 7. Uji One-Sampel Kolmogorov-Smirnov !"#$%&'()#* ,)',-,K,/$%'0K",/*1#O3! "#A%C#DCED)* D!. A)D-C. L2EPC. !4CECP % EACRS! MN! T C#! Un! 9%DU!: . )C%)2#! <=M>U=>! RY>R?! @E$BF$!V*-#AI!B*IE#!! Y=Ca! RYR>b! V EMB!I#!c##d!2*CAB!! Yefa! RY=f>! g* FEF. !VB !. h* B!! Ye>e! RYCbe! @BiI!I#!gMAEI-!B*IE#!! Y=RC! RY>>R! *Y!@BkBF$BFI!2* E*iCBl!. h* B!"* dBI!V EMB!SPT! Sumber: Hasil olah data dengan SPSS 2025 Berdasarkan tabel 4. 5 hasil output uji multikolinearitas di atas, menunjukkan bahwa nilai tolerance keseluruhan > 0,10 dan nilai VIF < 10. Dapat disimpulkan bahwa hasil output mebuktikan tidak terjadi gejala multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Tabel 9. Hasil Uji Heteroskedastisitas !"#$$%C%#'()*! )* ,-*A-. A/MBA! E#BNN/2/B*, ! "#ABCCDE! VE#* ,-*,:! P,AR!7. P,-*A-. A/MBA! E#BNN/2/B*, ! SB,-! P/4R! RC=! R=D=! a/b/AB*A!A-c#d,! e-,/#! fRC_>! RC>=! fRC! */*4!AB. !PM-. fR?=D! R?=C! fRU=C! fURCU_! R>UC! aBk,!,#!7ld/,c!e-,/#! U?! R>U?! R_. URD>? ! !"#$%&'())* ,-! D!E)* ,B! -A. */MBA!D!E)* ,B! EMAN!2,#,!#P!M4B!2/MRS MB! 7*,8RVWX M/#V! N@A?! N@! N!b,BARcM#,/d!ef#V/M VMJh!72D!eiaJh!jb"!ei74?77! ! >! 4<@>! AB"!! C7@?47a:! :a:4<:a! C4??a! C4?a@! 4>=@! bBc!! <=<4:da! 4??>! 4777! 4>7a! BRe!! 4<=d! 7?74:. 4<:>! <4dd?! 4??7! SB2!! ad?4@:?! :<4=>:! 4:>@! :4. <>! 4???! bSc!! C7?aa47>a! a>@a4<. C4?a>! C474?77! 4<@>! AB*!B,#M-*!" ,P-E! C7@?4. :a:4=@! b-c-$BE$!B d#e*!f *-#! <=<4:g! 4>7a! B,-NB!*#!R##h!i CeB! 4<=! <4gg?! 4??7! S ,E-EP!BB,!2M ,B! ag?4>:g! :<4=@g! 4:>>! :4. <>! 4???! bBk*!*#!Sle-*d!f *-#! C7?aa47@@a4<. C4?a>! C4 0. Berdasarkan hasil analisis uji t, dapat disimpulkan bahwa NPM tidak berdampak signifikan terhadap harga saham. Nilai t-hitung sebesar 0,111 dan signifikansi 0,912. Dengan asumsi nilai t-tabel sebesar 015, maka 0,111< 2. 015dan 0,912 > 0. Berdasarkan hasil analisis uji t, dapat disimpulkan bahwa DPR tidak bedampak signifikan terhadap harga saham. Nilai t-hitung sebesar 3,440 dan signifikansi 0,001. Dengan asumsi nilai t-tabel sebesar 015, maka 3,440 > 2. 015 dan 0,001 < 0. Berdasarkan hasil analisis uji t, dapat disimpulkan bahwa PBV berdampak signifikan terhadap harga saham. Nilai t-hitung sebesar 5,639 dan signifikansi 0,000. Dengan asumsi nilai t-tabel sebesar 015, maka 5,639 > 2. 015 dan 0,000 < 0. Berdasarkan hasil analisis uji t, dapat disimpulkan bahwa EPS berdampak signifikan terhadap harga saham. Nilai t-hitung sebesar -0,343 dan signifikansi 0,733. Dengan asumsi nilai t-tabel sebesar 015, maka -0,343 < 2. 015 dan 0,733 > 0. Berdasarkan hasil analisis uji t, dapat disimpulkan bahwa DER tidak berdampak signifikan terhadap harga saham. Uji Simultan (Uji F) "#$BC! 4! RB2-B. N#/! RB. N$E,C! @#A,C! Tabel 13. Hasil Uji F !"#A!%! DEF!#*!D E,-B. $*! "B,/!D E,-B! DN2P! ST8VS:SSV4PTX4! X! <4<=X><<=PS4T! SXPT4>! Pt?! 8S:S=T48VPV=:! <<:! ! S>TSXXS! N!?,BAR@M#,/A!BC#a/M aMbc!d?"!Be7bc!?fJ!Behbc!i?D!Be=bc!2?E!Be