PEMANFAATAN E-TIKBROH. YAK: APLIKASI JEMPUT ANTAR SAMPAH NONORGANIK RUMAH TANGGA DI KOTA BANDA ACEH MAKING USE OF E-TIKBROH. YAK: THE PICK-UP AND DELIVERY NON-ORGANIC WASTE SERVICE APP IN BANDA ACEH Rizanna Rosemary1*. Hamdani M. Syam1. Faradilla Fadlia2. Uswatun Nisa1 1 Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia Studi Ilmu Politik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia 2 Program *Penulis korespondensi: rizanna. rosemary@usk. Abstrak Dalam upaya membantu Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengelola sampah secara baik, tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala (USK) menawarkan solusi alternatif pengelolaan sampah dengan jasa aplikasi jemput antar sampah berbasis digital, yang disebut e-tikbroh. Aplikasi e-tikbroh. yak merupakan aplikasi yang menjemput sampah yang telah dipilah oleh pengguna aplikasi . ndividu dan masyaraka. Sampah terpilah yang dijemput tersebut dikumpulkan dan diantarkan atau dijual ke penadah dan kepada mitra yang memesan dan membeli sampah terpilah untuk digunakan dan diolah menjadi produk bermanfaat dan bernilai Aplikasi ini dirasa perlu untuk dihilirkan ke masyarakat karena dapat memudahkan proses pengelolaan sampah yang baik di masyarakat melalui edukasi pemilahan serta pengelolaan sampah dengan menerapkan konsep kelola sampah 3 R (Reduce-Reuse-Recycl. , sehingga akan terbentuk perilaku sadar kelola Aplikasi ini juga membuka peluang pekerjaan baru dalam masyarakat baik sebagai kurir aplikasi maupun tambahan pemasukan masyarakat dari sampah terpilah yang dijemput. Hilirisasi inovasi aplikasi etikbroh. yak ini akan dilakukan dengan menyediakan e-tikbroh. yak di Playstore dan di Web-browser untuk pengguna smartphone non-android, dengan tujuan agar bisa diakses oleh masyarakat Kota Banda Aceh yang lebih luas. Setelah disosialisasikan kepada masyarakat, untuk memastikan sistem kerja aplikasi yang efektif dan maksimal, dilakukan uji coba dan tes sistem aplikasi e-tikbroh. yak atau Users Acceptance Test (UAT). Paper ini bertujuan . menjelaskan proses pemanfaatan dan hilirisasi aplikasi e-tikbroh. yak kepada masyarakat dan mitra, dan . mengukur sistem kerja aplikasi melalui Users Acceptance Test (UAT) form. Hasil uji coba sistem kerja aplikasi, masyarakat Kota Banda Aceh merasa sistem kerja sudah berjalan baik dan merupakan aplikasi yang ramah digunakan atau users-friendly. Kata kunci: aplikasi digital. Banda Aceh. sampah non-organik Abstract In an endeavor to assist the Banda Aceh City Government in effective waste management, a group of lecturers and students from Syiah Kuala University (USK) has introduced an innovative waste management solution in the form of a digital-based waste collection and disposal application named e-tikbroh. This application is designed to pick up pre-sorted waste from users, including individuals and communities, and then distribute the segregated waste to collectors and partners who have ordered or purchased it for various productive purposes. The distribution of this application to the community is considered essential as it streamlines the waste management process by promoting waste sorting and implementing the 3 R (Reduce-Reuse-Recycl. waste management concept, thereby fostering a conscious approach to waste management. Furthermore, e-tikbroh. yak creates new employment opportunities within the community, both as application couriers and by generating additional income through the collection of sorted waste. To expand its reach and accessibility, the e-tikbroh. yak application will soon be made available on the Play Store and web browsers for non-Android smartphone users in Banda Aceh City. Following its public introduction, a UserAos Acceptance Test (UAT) was conducted to ensure the effective and optimal functioning of the application system. This paper aims to elucidate two key aspects: . introducing e-tikbroh. yak to the community and partners, and . assessing the application's performance through the User Acceptance Test (UAT) The outcome of the UAT demonstrated that the people of Banda Aceh City found the application's operation to be smooth and user-friendly. Keywords: Banda Aceh. digital app. non-organic waste Article ID 34840 | Submitted 20-10-2023 | Revision 07-11-2023 | Accepted 30-11-2023 Rosemary et al. Pendahuluan Data Plastic Pollution by country (Pencemaran Plastik menurut negar. pada tahun 2021 menunjukkan bahwa Indonesia masuk ke dalam 15 negara dengan pencemaran plastik tertinggi di dunia (VOI 2. Sistem informasi (SIPSN) memperkirakan Indonesia akan menghasilkan 457,90 ton sampah setiap tahunnya pada Setelah sampah makanan . ,69%), plastik . ,01%) merupakan jenis sampah terbesar kedua di wilayah ini (Annur 2. Salah satu provinsi di Indonesia. Aceh, 630,37 ton sampah setiap tahunnya, dimana 20,81% di antaranya adalah Pada 2019 jumlah sampah 87. 088 ton, meningkat menjadi 88. 800-ton pada 2020. Pada 2021 produksi sampah kembali naik menjadi 765 ton. Pada bulan April 2021, ibu kota Provinsi Aceh ini menghasilkan 237 ton sampah per hari dan dari jumlah itu 76 % merupakan sampah rumah tangga (Zulkarnain 2. Sementara itu, catatan Wahana Lingkungan Hidup (Walh. , di tahun 2020, warga kota Banda Aceh menghasilkan 576-ton sampah per hari, dan rumah tangga disebut sebagai penghasil sampah paling banyak, baik untuk kategori organik maupun non-organik. Pemerintah Kota Banda Aceh telah berupaya mengurangi sampah rumah tangga hingga 22 persen pada tahun 2021 dan menargetkan pengurangan hingga 30 persen hingga 2025 (Zairi 2. Dan upaya tersebut dilakukan termasuk di masa pandemi Covid-19. Selama pandemi, masyarakat Banda Aceh lebih banyak melakukan aktivitas dari rumah saja yang memicu terjadinya penumpukan sampah rumah tangga. Hal ini menyebabkan semakin berkurangnya tempat penampungan akhir, sehingga banyak orang yang memilih untuk membakar sampah demi membersihkan Padahal, pembakaran sampah tidaklah dianjurkan dalam pengelolaan sampah. Jika ditinjau lebih jauh, sampah bisa menjadi bernilai apabila mampu dikelola dengan baik (Antaranews 2. Berdasarkan Qanun Kabupaten Aceh Besar No. 8 Tahun 2013 dan Qanun Kota Banda Aceh No. 1 Tahun 2017 mengenai pengelolaan sampah, dilakukan dengan upaya pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, serta pemrosesan akhir. Upaya lain meminimalisir jumlah sampah, dilakukan dengan membatasi timbunan sampah, mendaur ulang, serta memanfaatkan kembali sampah (Hanafiah dan Junaidi 2. Namun, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar membuat mereka membakar, menumpukkannya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), membuang ke laut, atau menanam Semua kegiatan ini dianggap solusi yang tepat untuk mengurangi volume sampah. Selama ini masyarakat kota Banda Aceh memanfaatkan jasa retribusi sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk proses pemilahan dan pembuangan. Tetapi, dalam praktiknya pengelolaan sampah yang dilakukan DLHK ini memiliki keterbatasan di lapangan, antara lain, tidak mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mahasiswa rantau yang tinggal di daerah sekitar Banda Aceh-Aceh Besar. Sampah yang diangkut pun tidak dipilah dengan baik, serta terjadi penumpukan sampah secara masif di TPA (Matanari 2. Pengelolaan sampah yang baik dan benar mengurangi permasalahan sampah. Bank sampah atau Waste Collecting Points (WCP) hanya menerima dan menampung sampah terpilah dari masyarakat, tetapi masyarakat cenderung malas dan tidak punyak waktu untuk mengantarkan sampahnya ke bank sampah dan WCP tersebut (Matanari 2. Lebih lanjut. Pemerintah Aceh juga telah menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar dan juga mengedukasi masyarakat terkait sampah plastik (PSL 2. Masyarakat sudah terbiasa membuang sampah sembarangan bahkan membakarnya, tidak menghiraukan kebersihan lingkungan Jika sampah terus menumpuk maka lingkungan sungai menjadi semakin kotor dan menyebabkan banjir pada saat-saat tertentu, seperti musim hujan, ketika ada tumpukan plastik di badan air, sampah plastik terbawa air dan berserakan di jalan. Bahkan hanya poster atau teks tentang larangan membuang sampah sembarangan di sungai menuntut larangan membuang sampah sembarangan sepertinya tidak ada gunanya dan orang masih keras kepala untuk membuang sampah sembarangan (Rahmawati dan Anik 2. Sosialisasi dan peringatan untuk membuang sampah pada tempatnya maupun edukasi pengelolaan sampah yang baik perlu terus Namun perlu dipertimbangkan strategi yang efektif dan inovatif yang sifatnya bukan bersifat menggurui tapi sebaliknya bersifat solutif, memberikan solusi terhadap permasalahan sampah yang tidak semua orang tertarik atau bahkan punya waktu mengurusnya. Kehadiran bank sampah atau Waste Collecting Points (WCP) sebagai tempat penampungan bersifat pasif, menunggu sampah terpilah dari masyarakat. Permasalahannya, masyarakat cenderung malas dan tidak punya waktu untuk mengantarkan sampahnya ke bank sampah dan WCP tersebut. Kondisi ini yang kemudian mendorong dosen dan sejumlah Page 88 Rosemary et al. mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USK, mencari solusi untuk mengatasi keterbatasan perpindahan sampah tertumpuk dimasyarakat kepada tempat penampungan, penadah, maupun komunitas yang mendaur ulang sampah. Sehingga diciptakan inovasi jasa jemput antar sampah non-organik di masyarakat berupa aplikasi berbasis digital. Seiring perkembangan teknologi dan media baru, inovasi terkait pengelolaan sampah yang baik harus dikembangkan untuk membantu mengurangi permasalahan sampah di Kota Banda Aceh. Tim dosen dan mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh, telah membuat aplikasi jasa penjemputan dan pengantaran sampah rumah tangga berbasis . obile Nama menggunakan bahasa lokal (Ace. yaitu etikbroh. yak, yang diterjemahkan sebagai 'yuk buang/kelola . ttps://instagram. com/e_tikbroh_yak?utm_me dium=copy_lin. Aplikasi ini dibuat pada tanggal 4 Desember 2021 dan telah diuji cobakan di sebuah gampong di Kota Banda Aceh, yang menyasar para Ibu Rumah Tangga. Cara kerja aplikasi ini adalah pengguna yang telah terdaftar pada aplikasi akan meminta sampah yang telah dipilahnya dijemput oleh Sampah tersebut akan dibayar sesuai berat dan kategori sampah pilahan . rganik atau nonorgani. Sampah yang dijemput akan dijual dan diantarkan atau didistribusikan pada pengrajin seni UMKM, yang memesan dan membeli sampah terpilah tersebut. Sehingga sampah dapat menjadi sesuatu yang bernilai manfaat dan Keberadaan aplikasi e-tikbroh. yak ini akan ikut mendukung program pemerintah berupa Program Perubahan Iklim (Prokli. Aplikasi e-tikbroh. yang diinisiasi oleh tim dosen sejumlah mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP USK ini menjadi sangat penting karena menjadi pembuka jalan bagi tercapainya pemanfaatan aplikasi e-tikbroh. dalam target jangka panjang, dengan dua fungsi dari aplikasi e-tikbroh. yak meliputi: Sosial A tersedianya fitur edukasi tentang pengelolaan sampah 3 R pada pengguna dan masyarakat. A mendorong masyarakat menjadi sadar kelola sampah. A membantu Pemerintah Kota Banda Aceh mengurangi volume sampah. A menjadi . ebagai sampa. dengan mitra yang memanfaatkan sampah terpilah menjadi produk bermanfaat. Komersial A membuka lapangan kerja baik . memberikan tambahan pendapatan pada pengguna/masyarakat yang sampah terpilahnya dijemput oleh e-tikbroh. A merupakan media penempatan . edia placemen. untuk promosi produk dan jasa. A mendorong pengembangan bisnis UMKM yang memanfaatkan sampah sebagai bahan baku produknya. Dari latar belakang penelitian aksi ini, paper ini memiliki dua tujuan: . menjelaskan proses pemanfaatan dan hilirisasi aplikasi e-tikbroh. kepada masyarakat dan mitra, dan . mengukur sistem kerja aplikasi melalui users acceptance test (UAT) form. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin bertambah modern, mendorong berbagai kalangan manusia berlomba-lomba untuk memunculkan teknologi yang kian canggih dengan beragam fungsi dan manfaat. Berbagai teknologi dan informasi seperti peralatan canggih sampai aplikasi canggih dikeluarkan dan dikembangkan untuk membantu kelangsungan hidup manusia dan meringankan beban dalam pekerjaan serta dalam kehidupan manusia (Yulianti 2. Termasuk pekerjaan yang berurusan dengan sampah atau limbah rumah Beberapa studi telah menjelaskan tentang proses dan manfaat aplikasi mobile terkait pengelolaan sampah, yang lebih terfokus pada penggunaan aplikasi tersebut untuk bank sampah (Fakhrun dan Gumilang 2018. Wardhana et al. Wiryawan et al. Tidak banyak studi yang fokus pada aplikasi jemput antar sampah, dan umumnya diterapkan di daerah Jawa (Andriyanto dan Wansen 2019. Kusrini et al. Wardhana et al. Namun belum ada studi yang menjelaskan pemanfaatan aplikasi jemput antar sampah di Aceh. Metode Metode Hilirisasi Inovasi Metode hilirisasi inovasi aplikasi berbasis digital ini dilakukan melalui penelitian aksi . ction-researc. dengan pendekatan berbasis Masyarakat sosialisasi tentang cara kerja aplikasi etikbroh. dan juga pendampingan cara menggunakannya melalui provider yang mereka unduh, baik di Playstore untuk pengguna smartphone android dan web-browser untuk Page 89 Rosemary et al. pengguna smartphone non-android. Cara kerja aplikasi dapat dilihat pada Gambar 1. aplikasi e-tikbroh. yak juga tersedia di Appstore yang bisa diakses oleh pengguna smartphone berbasis non-android, maka dalam proses penelitian ini, aplikasi dapat diakses di Webstore . ttps://mobile. yang https://etikbrohyak. Gambar 1. Konsep Kerja e-tikbroh. yak, (Sumber: e-tikbroh. Aplikasi Tersedia di Playstore Aplikasi e-tikbroh yak sendiri merupakan aplikasi pendistribusian sampah di era digital yang dikelola oleh dosen dan kelompok mahasiswa yang tergabung dalam tim e-tikbroh Aplikasi ini telah dikembangkan lebih Aplikasi ini pernah di uji coba untuk kalangan terbatas, sebagai pilot project, yakni pada beberapa Ibu Rumah Tangga (IRT) di Gampong Alue Naga. Walau hasil observasi dan mendapat manfaat dari aplikasi baru ini, namun inovasi ini menjadi tantangan karena masyarakat gampong dan ibu rumah tangga belum sepenuhnya memahami pengelolaan sampah yang baikAiReduce. Reuse, dan Recycle . R). Disamping itu, diketahui bahwa tidak semua IRT menggunakan ponsel berbasis Android untuk mengakses aplikasi tersebut. Dimana dalam proses pembuatannya, aplikasi ini juga masih berbasis website, sehingga semakin sulit diakses oleh masyarakat yang umumnya menggunakan smartphone berbasis Android maupun nonAndroid. Berangkat dari temuan awal tersebut, tim etikbroh. yak, mengembangkan inovasi jemputantar sampah ini menjadi aplikasi berbasis android (Gambar . Terkait dengan masih belum banyaknya IRT yang menggunakan smartphone, kendala tersebut diantisipasi dengan pelibatan satu orang/lembaga yang ada di desa atau gampong di mana IRT atau masyarakat tersebut berada untuk menjadi admin dan membantu masyarakat menggunakan aplikasi e-tikbroh. yak tersebut. Sehingga koordinasi penjemputan sampah nonorganik terpilah juga lebih efektif. Sesuai pengembangan fitur-fitur dalam aplikasi, hasil observasi tim peneliti, ditemukan bahwa jumlah pengguna aplikasi e-tikbroh Berdasarkan masyarakat, mereka mengharapkan bahwa Gambar 2. Aplikasi e-tikbroh. yak (Sumber: etikbroh. Uji Coba dan Tes Sistem Kerja Aplikasi etikbroh. Setelah membuat aplikasi e-tikbroh. tersedia dalam Playstore dan web-store, tahap selanjutnya adalah dengan membuat rancangan uji coba aplikasi untuk mengetahui apakah proses fungsional dan sistem kerja aplikasi dapat memenuhi kebutuhan yang diharapkan dan bebas dari bug-bug yang terjadi. Oleh karena itu, uji coba dan evaluasi yang dilakukan adalah menggunakan uji coba secara fungsional dan non-fungsional seperti yang terlihat pada Gambar 3 berikut ini. Gambar 3. Model Uji Sistem Kerja e-tikbroh. (Sumber: e-tikbroh. Page 90 Rosemary et al. Uji Coba Fungsional Uji coba fungsional adalah jenis pengujian yang dilakukan untuk memverifikasi bahwa setiap fitur aplikasi berfungsi sesuai dengan persyaratan yang diberikan oleh klien. dalam uji coba fungsional, terdapat Black Box Testing di mana setiap fungsionalitas aplikasi diuji dengan memberikan satu set input yang diberikan untuk mengetahui perilaku aplikasi yang sebenarnya dan kemudian membandingkannya dengan hasil yang diharapkan sesuai dengan spesifikasi yang diberikan. Beberapa hal dianggap penting tentang uji coba fungsionalitas: Memastikan kerja yang tepat dari semua fungsi aplikasi Karena setiap fungsi aplikasi diuji secara menyeluruh pada tingkat pengujian yang berbeda, ini memastikan bahwa aplikasi berfungsi sesuai spesifikasi. Memastikan Penguji memastikan bahwa semua persyaratan tercakup dalam kasus uji mereka dengan menggunakan teknik yang disebut Requirement Traceability Matrix. Eksekusi yang berhasil dari kasus uji ini akan memastikan bahwa semua persyaratan telah diuji, dan berfungsi seperti yang diharapkan. Sebelum rilis aplikasi, klien akan menguji aplikasi dan memberikan lampu hijau untuk merilis aplikasi ke Fase ini disebut sebagai UAT (User Acceptance Testin. Menghasilkan produk bebas cacat Pengujian Fungsional beberapa tingkat dan fase pengujian untuk memastikan produk bebas cacat. Analisis pengintegrasian bagian-bagian Aplikasi cenderung lebih lemah di tempat-tempat di mana bagian-bagian yang berbeda disatukan. Dalam Fungsional, mengidentifikasi titik-titik integrasi antara dua unit atau modul aplikasi dan kemudian merumuskan strategi untuk memeriksa titik-titik lemah tersebut. Penguji karakteristik individu dari suatu Beberapa hal yang menjadi konsentrasi dalam uji coba fungsional: Fungsi Utama Menguji fungsi utama aplikasi dengan spesifikasi klien. Kegunaan Dasar Berfokus pada perilaku sistem yang ramah pengguna seperti apakah menavigasi aplikasi tanpa kesulitan apa Sistem seharusnya tidak rumit Validasi Kesalahan Memeriksa apakah pesan kesalahan yang sesuai ditampilkan jika ada input yang tidak valid/salah. Uji Coba Non-Fungsional Uji coba non-fungsional dilakukan sesuai dengan persyaratan non-fungsional produk yaitu Akurasi. Keamanan. Stabilitas. Daya Tahan. Kebenaran, dan lain sebagainya. Pengujian non-fungsional dilakukan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh Pengujian non-fungsional menekankan pada perilaku produk dan bukan fungsionalitasnya. Berikut adalah beberapa hal penting tentang uji coba nonfungsional: A Meningkatkan penggunaan, efisiensi, perawatan, dan portabilitas produk. A Membantu produksi dan biaya yang terkait non-fungsional A Mengoptimalkan diinstal, dikonfigurasi, dijalankan, dikelola, dan dipantau. A Memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan tentang produk dan kegunaannya. Beberapa hal yang menjadi konsentrasi dalam pengujian non-fungsional: Application Security Aplikasi harus memastikan detail keamanan dan informasi pribadi dari Page Loading Halaman harus dimuat dengan cepat dan tidak boleh kehabisan waktu mengaksesnya secara bersamaan. Dalam situasi crash, pemulihan sistem yang sesuai harus tersedia. Skenario ini diuji dengan uji coba nonfungsional seperti Keamanan. Kinerja. Pemulihan, dan lain sebagainya. Beberapa hal yang menjadi konsentrasi dalam pengujian non-fungsional: Security Keamanan adalah salah satu aspek terpenting dari uji coba non-fungsional dengan memastikan sistem perangkat Page 91 Rosemary et al. lunak dan aplikasi bebas dari ancaman, risiko, atau kerentanan apa pun. Usability Dalam non-fungsional, kegunaan mengacu pada fakta bahwa seberapa mudah pengguna dapat berinteraksi dengan sistem. Fitur aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mempelajari, mengoperasikan, memberikan input, dan menganalisis Scalability Uji coba non-fungsional memeriksa kemampuan sistem untuk memenuhi permintaan yang meningkat dengan memperluas kapasitas pemrosesannya. Interoperability Parameter non-fungsional memeriksa kemampuan perangkat lunak untuk berkomunikasi dengan sistem perangkat lunak lain. Misalnya, transfer data melalui Bluetooth. Efficiency Efisiensi adalah parameter uji coba nonfungsional yang memeriksa waktu respon dari sistem perangkat lunak. Flexibility Fleksibilitas mengacu pada kemudahan aplikasi dapat bekerja dalam konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda. Seperti persyaratan RAM minimum, persyaratan CPU, dll. Sistem kerja aplikasi ini, tertuang dalam form Users Acceptance Test (UAT), yang disebarkan kepada pengguna . yang sudah terdaftar dan menggunakan aplikasi ini. Bentuk UAT Gform-bit. ly/UserAcceptanceTest_etikbrohyak . Dari 76 users/pengguna, terdapat 30 pengguna aplikasi yang sudah mengisi form UAT. Hasil UAT menunjukkan bahwa mayoritas pengguna mengatakan bahwa sistem aplikasi mudah digunakan, dengan fitur yang menarik, dan sudah berjalan dengan baik. Walau terdapat juga masukan dan saran untuk pengembangan aplikasi yang lebih baik. manfaat, dampak, dan kekurangan dari aplikasi Alur Hilirisasi Inovasi Alur hilirisasi inovasi disajikan pada Gambar Gambar 4. Alur Hilirisasi Inovasi Aplikasi etikbroh. yak (Sumber: penelit. Hasil dan Pembahasan Aplikasi e-tikbroh. Playstore dan Web-Browser Tahapan awal dari proses hilirisasi aplikasi jemput sampah non-organik ini adalah menghasilkan aplikasi e-tikbroh. yak tersedia di Playstore dengan tujuan dapat diakses oleh masyarakat khususnya yang menggunakan Android . ttps://play. com/store/apps/details?id =com. e_tikbroh_yo. Dalam semakin banyak pengguna smartphone nonandroid di Kota Banda Aceh, khususnya dikalangan mahasiswa. maka kemudian aplikasi dikembangkan dalam bentuk web-browser . ttps://mobile. yang tersedia e-tikbroh. ttps://etikbrohyak. com/), khususnya untuk dapat diakses oleh pengguna smartphone nonAndroid (Gambar . Mengukur penerimaan masyarakat dan mitra akan aplikasi e-tikbroh. Untuk mengukur penerimaan masyarakat dilakukan pre-test survei yang akan dilakukan saat aplikasi diluncurkan . Survei ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap masyarakat dan mitra akan permasalahan sampah dan cara pengelolaan yang baik. Setelah aplikasi dijalankan selama 3 bulan, diukur kembali pengetahuan dan sikap masyarakat akan permasalahan sampah dan cara pengelolaan yang baik setelah menggunakan aplikasi e-tikbroh. yak, termasuk kepuasan. Page 92 Rosemary et al. Gambar 5. Aplikasi e-tikbroh. yak di Playstore dan Web-Browser (Sumber: e-tikbroh. Edukasi Pilah Sampah Sosialisasi Aplikasi e-tikbroh. Salah satu upaya hilirisasi inovasi aplikasi jemput antar sampah ini adalah melalui sosialisasi aplikasi di masyarakat dan ke potensial mitra. Proses sosialisasi di masyarakat diawali dengan edukasi pilah sampah yang baik dan benar, khususnya sampah non-organik yang dibutuhkan mitra untuk di daur ulang . ampah saset kemasa. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sosialisasi aplikasi e-tikbroh. yak dari proses kerja serta manfaat apa yang akan didapatkan masyarakat. Dua kegiatan ini dilakukan dalam acara seperti, membersihkan pantai dengan melibatkan masyarakat dan berbagai komunitas, maupun secara langsung menjemput sampah terpilah di masyarakat, seperti di Gampong binaan Alue Naga (Gambar Gambar 6. Sosialisasi Aplikasi e-tikbroh. melalui kegiatan beach cleaning di Pantai Alue Naga (Sumber: e-tikbroh. Sementara itu, sosialisasi ke potensial mitra dilakukan melalui audiensi langsung dinas. LSM, lembaga, dan instansi terkait. Natural Aceh. Pegadaian. Dinas Perhubungan. Kami kita Community dan lainnya. Mitra juga dilibatkan langsung dalam kegiatan sosialisasi aplikasi ke mensosialisasikan produk yang dapat ditukarkan dengan poin hasil sampah non-organik terpilah yang dijemput oleh aplikasi e-tikbroh. yak, seperti Pegadaian yang bekerjasama degan e-tikbroh. dalam penukaran poin dengan tabungan emas (Gambar . Gambar 7. Sosialisasi tabungan emas oleh Pegadaian bekerjasam denganAplikasi etikbroh. yak di Gampong Alue Naga (Sumber: etikbroh. Sosialisasi aplikasi jemput-sampah ini dilakukan juga lebih luas melalui pelaksanaan kegiatan pameran atau expo berbagai event di tingkat lokal maupun nasional. Aplikasi etikbroh. yak bersama produk mitra dipercayakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala (USK) untuk dipamerkan pada acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hatekna. di Jakarta dan juga dalam acara Senat Akademik Universitas (SAU) PTN-BH Universitas seluruh Indonesia (Gambar . Gambar 8. Aplikasi e-tikbroh. yak di pameran Hateknas dan SAU PTN-BH (Sumber: etikbroh. Sosialisasi Aplikasi e-tikbroh. yak kepada mitra menunjukkan hasil, dengan semakin banyaknya mitra yang tertarik bergabung dengan aplikasi ini (Gambar . dan (Gambar Gambar 9. Tampilan website https://etikbrohyak. Page 93 Rosemary et al. Gambar 10. Mitra Aplikasi e-tikbtoh. yak (Sumber: etikbtoh. Pengukuran Sistem Kerja Aplikasi melalui Users Acceptance Test (UAT) Guna mengetahui apakah sistem kerja Aplikasi e-tikbroh. yak berjalan baik dan maksimal, khususnya agar dapat memenuhi kebutuhan yang diharapkan dan bebas dari bugbug yang terjadi. maka tim IT e-tikbroh. membuat panduan uji coba dan evaluasi yang dilakukan secara fungsional dan non-fungsional, sebagaimana dijelaskan dalam halaman 19-23. Uji coba ini dimasukkan dalam form yang disebut Users Acceptance Test berisi berbagai pertanyaan terkait cara kerja sistem dalam penukaran poin dengan tabungan emas (Gambar . dan (Gambar . coba sistem kerja aplikasi, masyarakat Kota Banda Aceh merasa sistem kerja sudah berjalan baik dan merupakan aplikasi yang ramah digunakan atau users-friendly. Pengukuran dampak kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan setelah tiga bulan Pengguna aplikasi yang sudah mencapai 106 pengguna hingga pertengahan November 2023. Selanjutnya juga diukur persepsi dan kepuasannya selama menggunakan aplikasi tersebut. Setelah aplikasi dijalankan selama tiga bulan, dilakukan survey untuk mengukur persepsi dan kepuasan pengguna akan aplikasi e-tikbroh. yak, termasuk informasi, manfaat, dampak, dan kekurangan dari aplikasi Mayoritas pengguna menyatakan sudah mengetahui tentang aplikasi jemput antar sampah ini khususnya melalui website etikbroh. yak dan juga berbagai media sosial aplikasi ini. Namun karena aplikasi ini tergolong baru, pengguna lebih sering bertanya langsung kepada admin, di mana aplikasi ini menyediakan fitur tanya langsung melalui Whatsapp. Pengguna e-tikbroh. juga menyatakan kepuasan aplikasi ini dengan alasan, aplikasi mudah digunakan dan informasi yang diberikan baik dan lengkap, khususnya membantu membuka peluang pekerjaan baru dalam masyarakat baik sebagai kurir aplikasi maupun tambahan pemasukan masyarakat dari sampah terpilah yang dijemput. Kesimpulan Gambar 11. Users Acceptance Test (UAT) Aplikasi e-tikbroh. yak (Sumber: e-tikbroh. Gambar 12. UAT Aplikasi e-tikbroh. yak di G-Form ly/UserAcceptanceTest_etikbrohyak (Sumber: e-tikbroh. Untuk memudahkan, pertanyaan uji coba ini kemudian dipindahkan dalam bentuk Goggle Form (G-For. Setiap pengguna yang sudah terdaftar diaplikasi diminta untuk mengisi suvei UAT tersebut. Dari 76 pengguna yang terdaftar di aplikasi, 30 orang sudah mengisi UAT. Hasil uji Aplikasi jemput antar sampah Bernama etikbroh. yak berbasis digital yang tersedia di Playstore dan Web-browser di website-https://etikbrohyak. Selama pemanfaatan dan hilirisasi aplikasi ini di masyarakat Kota Banda Aceh, sudah terdapat 76 pengguna, dan 30 pengguna sudah mengisi for UAT (Users Acceptance Tes. tentang kerja sistem kerja aplikasi, yang menyebut sudah berjalan baik dan aplikasi yang ramah digunakan atau users-friendly. Dari 106 pengguna hingga tulisan ini dibuat, hasil survei persepsi dan kepuasan e-tikbroh. menunjukkan bahwa mereka merasa puas dengan keberadaan aplikasi, selain mudah dalam penggunaan, informasi yang tersedia lengkap dan mempunyai manfaat untuk meningkatkan ekonomi mereka. Ucapan Terima Kasih Artikel pengabdian masyarakat ini ditulis berdasarkan hasil Hibah Hilirisasi Inovasi Universitas Syiah Kuala (H2IU) yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi sesuai dengan kontrak Penelitian Hibah Hilirisasi Universitas Syiah Page 94 Rosemary et al. Kuala (H2IU) Tahun Anggaran 2023. Nomor: 457/UN11. 1/PT. 01/03/PNBP/2023 tanggal 3 Mei 2023. Isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Daftar Pustaka