JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. April 2026 Page 575-583 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA PERANGKAT DESA BIJAEPUNU KECAMATAN MOLLO UTARA Enika Kabnani1. Melly Putriyani Dethan2. Nusriwan Chrismanto Soinbala3 1,2,3 Institut Agama Kristen Negeri Kupang. Indonesia Email: kabnanienika@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 27 January 2026 Final Revised: 11 February 2026 Accepted: 16 March 2026 Published: 30 April 2026 Keywords: Leadership Village Public Service Discipline ABSTRAK Village head leadership is a crucial factor in improving the work discipline of village officials to support effective public services. However, preliminary observations in Bijaepunu Village indicate that some village officials still lack discipline, particularly in terms of attendance, compliance with work regulations, and responsibility in completing tasks. This study aims to describe the village head's leadership strategy in improving the work discipline of village officials in Bijaepunu Village. North Mollo District. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research informants consisted of the village head and village officials. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the village head's leadership strategy is implemented through establishing a vision and mission, direct supervision of attendance and task implementation, gradual decision-making in the form of reprimands to sanctions, and providing motivation through meetings and personal approaches. This strategy has been proven to have a positive impact on improving the work discipline of some village officials, although some are still inconsistent. Thus, village head leadership plays a crucial role in improving work discipline and the quality of public services. ABSTRAK Kepemimpinan kepala desa merupakan faktor penting dalam meningkatkan kedisiplinan kerja perangkat desa guna mendukung pelayanan publik yang efektif. Namun, hasil observasi awal di Desa Bijaepunu menunjukkan masih adanya perangkat desa yang kurang disiplin, terutama dalam hal kehadiran, kepatuhan terhadap aturan kerja, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa di Desa Bijaepunu. Kecamatan Mollo Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala desa dan perangkat desa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan kepala desa dilakukan melalui penetapan visi dan misi, pengawasan langsung terhadap kehadiran dan pelaksanaan tugas, pengambilan keputusan secara bertahap berupa teguran hingga sanksi, serta pemberian motivasi melalui rapat dan pendekatan personal. Strategi tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan disiplin kerja sebagian perangkat desa, meskipun masih terdapat beberapa yang belum konsisten. Dengan demikian, kepemimpinan kepala desa memiliki peran penting dalam meningkatkan disiplin kerja dan kualitas pelayanan publik. Kata kunci: Kepemimpinan. Desa. Pelayanan Publik. Disiplin Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Strategi Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Bijaepunu Kecamatan Mollo Utara PENDAHULUAN Kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang dalam memengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama (Gusman, 2. Dalam konteks organisasi pemerintahan, kepemimpinan memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi aparatur. Kepemimpinan tidak bergantung pada jabatan tetapi pada pengaruh yang mampu menggerakkan dan memberdayakan orang lain (Kalintabu & Palar, 2. Kepemimpinan yang efektif tidak hanya ditunjukkan melalui kekuasaan formal, tetapi melalui keteladanan, kemampuan mengambil keputusan, serta konsistensi dalam menegakkan aturan. Hal ini menjadi sangat penting dalam pemerintahan desa yang merupakan unit pemerintahan terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat (Widiyanta, 2. Dalam konteks organisasi dibutuhkan juga strategi. Strategi dipahami sebagai proses penentuan arah serta target jangka panjang yang fundamental, dan selanjutnya diwujudkan melalui perencanaan aktivitas serta pengalokasian sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut (Normaisa & Sudarmi, 2. Strategi adalah rangkaian rencana organisasi yang bersifat menyeluruh dan terintegrasi dari organisasi, sebagai upaya untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan (Pous, 2. Dari dua pandangan ini, dapat di tarik kesimpulan bahwa strategi organisasi ialah perencanaan jangka panjang yang komprehensif dan tercapai untuk mencapai tujuan organisasi. Ada juga beberapa indikator strategi kepemimpinan dalam suatu organisasi dalam kajiannya (Prasinta et al. , 2. yaitu: . Penetapan visi, . Pengawasan, . Pengambilan keputusan, dan . Memberi motivasi. Disiplin kerja merupakan aspek penting dalam meningkatkan kinerja aparatur pemerintah desa. Hasibuan menyatakan bahwa disiplin kerja adalah kesadaran dan kesediaan individu untuk menaati peraturan serta norma yang berlaku dalam organisasi (Hasibuan dalam Maskur et al. , 2. Di sisi lain, disiplin kerja dapat dilihat dari ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas (Riyanta, 2. Disiplin kerja yang baik akan menciptakan keteraturan kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada Pemerintahan desa dipimpin oleh kepala desa yang memiliki tanggung jawab besar dalam mengatur jalannya pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan sosial kemasyarakatan (Santi Stanislausia Liem, 2. Kepala desa dituntut untuk mampu menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang profesional, transparan, dan akuntabel. Salah satu indikator penting keberhasilan kepemimpinan kepala desa adalah tingkat kedisiplinan kerja perangkat desa (Rivayanti et al. , 2. Perangkat desa yang disiplin akan mampu melaksanakan tugas secara optimal sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu. Disiplin kerja merupakan sikap patuh terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku serta kesediaan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara konsisten. Disiplin mencerminkan sikap patuh terhadap peraturan serta kesiapan menerima sanksi bila melanggar. Menurut Siagan dalam (Rizky et al. , 2. disiplin dalam suatu organisasi dapat dibedakan menjadi dua, yakni preventif dan korektif. Preventif mendorong ketaatan terhadap aturan, sementara korektif memberi sanksi atas Menurut Siswanto . alam Firdausi, 2. membagi disiplin menjadi tiga, yaitu sanksi ringan seperti teguran, sanksi sedang seperti pemotongan upah dan sanksi berat seperti pemecatan. Tanpa disiplin yang kuat, organisasi akan menghadapi masalah seperti absensi tinggi, rendahnya motivasi kerja, dan kegagalan mencapai tujuan. Disiplin kerja mencakup kedisiplinan waktu, ketaatan terhadap peraturan, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan. Rendahnya disiplin kerja aparatur dapat berdampak pada Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Strategi Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Bijaepunu Kecamatan Mollo Utara menurunnya kualitas pelayanan publik, terhambatnya proses administrasi, serta berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa (Hamdi, 2. Berbagai penelitian sebelumnya telah menunjukkan keterkaitan antara kepemimpinan kepala desa dan disiplin kerja perangkat desa. Penelitian (Aoliso, 2. menemukan bahwa penerapan kebijakan disiplin preventif dan korektif sangat dipengaruhi oleh peran dan ketegasan kepemimpinan kepala dalam mengawasi perangkat desa. Penelitian (Purek, 2. menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala desa yang aktif dalm memberikan motivasi dan pengawasan mampu meningkatkan disiplin kerja perangkat desa sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif. Sementara itu (Sitio, 2. menegaskan bahwa kepemimpinan kepala desa memiliki peran penting dalam mendorong kinerja perangkat desa dan keberhasilan pembangunan desa, yang tidak terlepas dari tingkat disiplin dan tanggung jawab aparatur desa. Namun penelitian terdahulu belum mengkaji secara spesifik strategi kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa sert belum menggambarkan pelaksanaannya secara mendalam dalam konteks pemerintahan desa diwilayah pedesaan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada strategi kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa di Desa Bijaepunu. Dengan demikian terdapat gab penelitian dalam kajian kepemimpinan pemerintahan desa, yakni kurangnya penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan mengungkap secara komprehensif strategi kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa diwilayah pedesaan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan disiplin kerja pada perangkat desa Bijaepunu. Kecamatan mollo Utara. Fokus utama penelitian ini terletak pada bentuk-bentuk strategi yang diterapkan kepala desa dalam membina, memotivasi, mengawasi dan mengarahkan perangkat desa agar dapat meningkatkan disiplin kerja secara bertanggung jawab. Urgensi dalam penelitian ini terletak pada pentingnya peran kepemimpinan kepala desa dalam membentuk dan meningkatkan disiplin kerja perangkat desa sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat desa. Disiplin kerja yang rendah, seperti ketidakhadiran, keterlambatan, serta kurangnya tanggung jawab dalam menjalankan tugas, dapat berdampak langsung pada menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kondisi ini tidak hanya menghambat efektivitas pemerintahan desa, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja aparatur desa (Farid et al. , 2. Penelitian ini didasarkan pada argumen bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan desa dan kualitas pelayanan kepada masyarakat sangat ditentukan oleh tingkat disiplin kerja perangkat desa. Disiplin kerja tersebut tidak terlepas dari peran kepemimpinan kepala desa dalam mengarahkan, mengawasi dan membina perangkat desa. Kepala desa yang mampu menerapkan strategi kepemimpinan komunikatif, partisipasi dan konsisten diyakini dapat membangun iklim kerja yang tertib dan bertanggung jawab meningkatkan kedisiplinan kerja perangkat desa, serta mendorong tercapainya tujuan pemerintahan desa. Penelitian ini penting secara teoritis karena memberikan kontribusi dan memperkaya kajian kepemimpinan pemerintahan desa khususnya dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa diwilayah pedesaan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah bagi pengembangan teori kepemimpinan dan disiplin kerja dalam konteks administrasi pemerintahan desa. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi kepala desa dalam merumuskan strategi pembinaan dan pengawsan disiplin kerja perangkat desa, bagi perangkat desa dalam meningkatkan kesadaran akan tanggung Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Strategi Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Bijaepunu Kecamatan Mollo Utara jawab dan kedisiplinan kerja, serta bagi pemerintah desa dalam upaya meningkatkan kualitas pelayan punblik secara berkelanjutan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. , yang bertujuan untuk menggambarkan suatu fenomena atau keadaan secara apa adanya (Moleong, 2. Penelitian ini berfokus pada pemahaman pengalaman informan. Misalnya sikap, pandangan, dorongan, aktivitas, serta hal-hal terkait lainnya. Dengan memanfaatkan metode yang bersifat natural, penelitian ini mencoba menelaah fenomena tersebut secara komprehensif menggunakan diksi dan bahasa yang kontekstual (Ghozali, 2. Metode penelitian kualitatif adalah sebuah teknik penelitian naturalistik, yakni dilaksanakan dilingkungan alami, yang pada awalnya digunakan dalam antropologi budaya, sehingga analisis data yang dikumpulkan bersifat kualitatif (Sugiyono, 2. Mengumpulkan data tertentu dengan tujuan yang jelas. Penelitian ini dilakukan secara ilmiah, artinya mengikuti prinsip-prinsip keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis (Danim, 2. Dengan demikian, metode penelitian dipandang sebagai prosedur ilmiah yang dipakai untuk memperoleh data demi mencapai tujuan dan manfaat tertentu. Penelitian dilaksanakan di Desa Bijaepunu. Kecamatan Mollo Utara. Kabupaten Timor Tengah Selatan. Lokasi ini dipilih karena masih ditemukan permasalahan kedisiplinan kerja perangkat desa yang berkaitan erat dengan peran kepemimpinan kepala desa. Waktu penelitian dilaksanakan selama dua minggu, yaitu pada tanggal 04 Agustus 2025-18 Agustus 2025. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari wawancara, berarti sumber data secara langsung menyampaikan informasi kepada peneliti (Creswell, 2. Data primer ini dikumpulkan langsung dari sumber aslinya. Sumber data yang dipakai penulis terdiri dari lima orang yaitu satu orang kepala desa dan empat orang perangkat desa. Data Sekunder ialah data yang didapat secara tidak langsung dari sumbernya kepada peneliti. Data sekunder diperoleh melalui berbagai sumber yang mendukung penelitian, seperti dokumentasi dan kajian literatur (Biaf, 2. Data sekunder mencakup dokumen, buku, hasil penelitian, buku harian, jurnal dan lain-lain. sehingga dokumen yang digunakan harus relevan dengan topik penelitian. Lalu mulai dari pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan (Miles et al. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Strategi Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Bijaepunu Kecamatan Mollo Utara HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Kepemimpinan Kepala Desa Kepala Desa menyusun visi dan misi secara mandiri dengan fokus pada keamanan, peningkatan kualitas pelayanan, dan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. Meskipun visi dan misi tersebut memberikan arah yang jelas bagi penyelenggaraan pemerintahan desa, proses perumusannya tidak melibatkan perangkat desa. Hal ini membuat arah kebijakan hanya dipahami oleh kepala desa, bukan menjadi kesepakatan bersama (Helsa et al. , 2. Ketidakterlibatan perangkat menimbulkan kesenjangan antara tujuan yang ditetapkan dan pelaksanaannya di lapangan karena perangkat sebagai pelaksana utama tidak diberi ruang untuk memahami dan berkomitmen sejak awal. Menurut Prasinta dkk. , pemimpin visioner harus mampu merumuskan tujuan organisasi secara jelas agar menjadi pedoman kerja bersama. Namun teori kepemimpinan partisipatif menekankan pentingnya melibatkan bawahan dalam proses perumusan visi dan misi agar tercipta kesadaran dan motivasi kolektif. Kondisi di Desa Bijaepunu menunjukkan bahwa karena perangkat tidak dilibatkan, visi dan misi hanya menjadi dokumen formal yang dipahami pimpinan, bukan tujuan bersama yang dipegang seluruh perangkat. Dengan demikian, meskipun substansi visi dan misi kepala desa sudah tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat, proses penyusunannya belum mencerminkan prinsip partisipatif. Perangkat desa belum memiliki komitmen yang kuat terhadap visi karena tidak terlibat dalam penetapannya. Oleh sebab itu, strategi penyusunan visi dan misi ke depan perlu melibatkan perangkat desa agar tujuan dapat dipahami bersama dan implementasinya lebih Pengawasan dalam untuk menumbuhkan kedisiplinan Kepala Desa melakukan pengawasan secara langsung setiap hari dengan memantau kehadiran dan pelaksanaan tugas perangkat. Kepala desa sering memberikan teguran lisan kepada perangkat yang terlambat, tidak hadir tanpa alasan, atau tidak mengikuti rapat. Teguran tertulis pernah diberikan, namun tidak selalu diikuti dengan sanksi yang tegas sehingga beberapa perangkat tetap mengulangi pelanggaran. Selain itu, ketiadaan absensi harian dan pencatatan pelanggaran membuat pengawasan tidak terdokumentasi dengan baik, sehingga evaluasi sulit dilakukan secara menyeluruh. Temuan wawancara juga memperlihatkan bahwa pengawasan belum berjalan konsisten karena masih dipengaruhi kedekatan personal dan minimnya aturan tertulis. Perangkat yang dekat dengan pimpinan cenderung mendapat teguran lebih ringan, sementara perangkat lain merasa pengawasan belum merata. Kondisi ini menyebabkan perilaku kurang disiplin terus berulang karena perangkat tidak merasakan konsekuensi nyata dari setiap pelanggaran. Menurut Prasinta dkk. , pengawasan seharusnya dilakukan secara sistematis dan didukung aturan yang jelas agar efektif menumbuhkan kedisiplinan. Namun pada praktiknya, pengawasan di Desa Bijaepunu belum sepenuhnya memenuhi prinsip tersebut. Perangkat berharap adanya pengawasan yang lebih tegas dan adil agar perilaku disiplin dapat terbentuk. Dengan demikian, pengawasan yang ada sudah berjalan, tetapi belum efektif karena tidak didukung aturan tertulis, sanksi konsisten, dan mekanisme administrasi yang memadai. Strategi Pengambilan keputusan Proses pengambilan keputusan Kepala Desa dalam menegakkan disiplin dilakukan melalui tahapan bertahap, dimulai dari teguran lisan hingga teguran tertulis. Namun, berdasarkan wawancara, teguran lisan menjadi langkah yang paling sering diterapkan karena dianggap cepat untuk mengingatkan perangkat yang sering terlambat, tidak hadir. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Strategi Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Bijaepunu Kecamatan Mollo Utara atau tidak menyelesaikan laporan. Masalahnya, teguran tersebut jarang ditindaklanjuti sehingga perangkat mengulangi pelanggaran yang sama. Perangkat mengakui bahwa mereka tidak merasa jera karena tidak ada konsekuensi nyata setelah teguran diberikan. Temuan lapangan juga menunjukkan bahwa surat teguran tertulis sebenarnya tersedia, tetapi penerapannya tidak konsisten. Hanya satu perangkat yang pernah mendapat surat teguran, sementara pelanggaran serupa pada perangkat lain tidak diberikan perlakuan yang Ketidakkonsistenan ini membuat perangkat menilai keputusan kepala desa bersifat situasional dan kadang dipengaruhi hubungan kerja. Selain itu, sanksi paling berat berupa usulan pemberhentian tidak pernah diterapkan karena belum adanya aturan tertulis yang menjadi dasar, sehingga kepala desa lebih memilih memberikan teguran berulang kali. Menurut Siagian . alam Rizky dkk. , 2. , pengambilan keputusan dalam penegakan disiplin memiliki dua fungsi utama, yaitu preventif untuk mencegah pelanggaran dan korektif untuk memperbaiki kesalahan. Namun teori tersebut menegaskan bahwa keputusan hanya efektif bila diterapkan secara konsisten dan didukung aturan formal. Dalam konteks Desa Bijaepunu, tahapan pengambilan keputusan sebenarnya sudah ada, tetapi belum dijalankan secara tegas dan menyeluruh. Teguran tidak selalu disertai sanksi, aturan tidak dituangkan secara tertulis, dan keputusan tidak diterapkan merata. Hal inilah yang menyebabkan keputusan kepala desa belum mampu menciptakan perubahan perilaku yang signifikan dan belum efektif menumbuhkan kedisiplinan perangkat desa. Pentingnya Pemberian motivasi Kepala Desa sering menggunakan strategi motivasi untuk membina perangkat desa, baik melalui rapat resmi maupun pendekatan personal. Dalam rapat, kepala desa menekankan pentingnya disiplin waktu, tanggung jawab kerja, dan kesadaran melayani masyarakat. Sementara melalui pendekatan personal, kepala desa memberikan nasihat langsung kepada perangkat yang sering tidak hadir atau terlambat menyelesaikan tugas, dengan harapan mereka dapat memperbaiki perilaku tanpa perlu diberikan sanksi berat. Beberapa perangkat mengakui bahwa motivasi tersebut membantu meningkatkan semangat kerja, meskipun sebagian lainnya tetap kurang terpengaruh karena lebih memprioritaskan kegiatan pribadi. Menurut Hasan dan Fauzi . , pemimpin memiliki peran penting dalam memotivasi bawahan agar bekerja dengan baik. Motivasi diperlukan untuk meningkatkan semangat kerja, mengarahkan perilaku pegawai, dan memperkuat komitmen terhadap tugas. Namun, teori tersebut juga menekankan bahwa motivasi akan efektif jika didukung oleh aturan, pengawasan, dan penegakan konsekuensi yang jelas. Tanpa dukungan tersebut, motivasi hanya menjadi dorongan sementara yang mudah hilang. Dalam konteks Desa Bijaepunu, motivasi memang memberikan pengaruh positif terutama pada perangkat yang memiliki kesadaran kerja tinggi, namun belum cukup kuat untuk membentuk kedisiplinan bagi perangkat yang cenderung mengutamakan kepentingan Ketika motivasi tidak diikuti penerapan aturan yang tegas, perangkat mudah kembali pada kebiasaan lama. Dengan demikian, motivasi perlu dipadukan dengan pengawasan yang konsisten dan penegakan sanksi agar mampu menghasilkan perubahan perilaku yang lebih efektif. Disiplin Kerja Perangkat Desa Disiplin Waktu Hasil penelitian yang tertuang dalam skripsi menunjukkan bahwa masih banyak perangkat desa yang belum mematuhi aturan jam kerja. Data wawancara memperlihatkan bahwa beberapa perangkat hanya hadir ketika ada pekerjaan yang harus mereka tanda tangani atau ketika kepala desa memerlukan mereka. Perangkat lain mengaku sering Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Strategi Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Bijaepunu Kecamatan Mollo Utara terlambat atau jarang berada di kantor pada jam kerja, bahkan ada yang tidak hadir tanpa Perilaku ini menyebabkan pelayanan sering tertunda, terutama ketika masyarakat membutuhkan administrasi yang hanya dapat ditangani oleh perangkat tertentu. Kepala desa juga menyebutkan bahwa ia kerap menjumpai kantor dalam keadaan sepi saat jam kerja karena perangkat belum datang atau sedang mengurus kegiatan pribadi. Menurut Suryani . , disiplin waktu sangat menentukan kualitas kerja karena berhubungan langsung dengan kesadaran pegawai terhadap tanggung jawabnya. Pegawai yang tidak mematuhi jam kerja akan menghambat ritme kerja organisasi dan merugikan pihak yang dilayani. Situasi di Desa Bijaepunu menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara aturan jam kerja dan praktik lapangan, di mana perangkat tidak menempatkan ketepatan waktu sebagai bentuk komitmen, sehingga kedisiplinan waktu perlu mendapat perhatian lebih serius agar pelayanan dapat berjalan sesuai standar. Oleh karena itu, maka ini menunjukkan bahwa perangkat desa pada dasarnya mengetahui aturan kerja yang berlaku, seperti kewajiban berada di kantor selama jam kerja, mengikuti rapat, serta menyelesaikan laporan bulanan. Namun kenyataannya, beberapa perangkat tidak menjalankan aturan tersebut secara konsisten. Dalam wawancara, kepala desa menegaskan bahwa ada perangkat yang menyerahkan laporan bulanan tidak sesuai waktu, bahkan menunda tanpa alasan jelas. Selain itu, beberapa perangkat tidak mengikuti rapat rutin sehingga informasi penting tidak tersampaikan, dan hal ini memengaruhi kelancaran koordinasi internal. Ada juga yang sering meninggalkan kantor saat jam kerja tanpa izin resmi, sehingga aturan yang seharusnya menjadi pedoman justru menjadi sekadar formalitas (Pandie et al. , 2. Disiplin terhadap peraturan mencerminkan tingkat kesadaran pegawai dalam memahami dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai bagian dari organisasi. Ketidakpatuhan terhadap aturan menunjukkan bahwa pegawai masih bekerja mengikuti kebiasaan pribadi, bukan mengikuti standar kelembagaan. Temuan skripsi menggambarkan hal tersebut dengan jelas, bahwa aturan kerja desa belum diikuti secara penuh karena kurangnya ketegasan dan belum adanya standar tertulis mengenai mekanisme sanksi. Akibatnya, perilaku kerja perangkat menjadi tidak stabil dan pelayanan kepada masyarakat menjadi tidak konsisten. Disiplin adalah bentuk Tanggung Jawab Displin menunjukkan bahwa tanggung jawab perangkat desa dalam menjalankan tugas juga masih bervariasi. Beberapa perangkat memang berusaha menjalankan tugas mereka dengan baik, namun sebagian lainnya kurang memiliki kesadaran tugas. Dalam wawancara, kepala desa menyampaikan bahwa laporan bulanan sering tidak selesai tepat waktu karena perangkat lebih memilih mengerjakan urusan pribadi terlebih dahulu. Selain itu, ada perangkat yang menghindari pekerjaan administratif dengan alasan tidak menguasai tugas, sehingga pekerjaan sering menumpuk dan menghambat proses pelayanan. Ada pula perangkat yang meninggalkan kantor lebih awal padahal masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan. Di sisi lain, tanggung jawab ditunjukkan oleh kemampuan pegawai menyelesaikan pekerjaan dengan penuh kesadaran tanpa menunggu diperintah atau diawasi terus-menerus. Di Desa Bijaepunu, kondisi ini belum sepenuhnya tercapai karena sebagian perangkat bekerja hanya ketika diingatkan atau ditegur. Kurangnya tanggung jawab ini berdampak pada pelayanan yang berjalan lambat, beban kerja yang tidak merata, dan kurangnya rasa memiliki terhadap tugas desa. Dengan demikian, disiplin tanggung jawab perlu ditingkatkan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Strategi Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Bijaepunu Kecamatan Mollo Utara agar perangkat dapat bekerja lebih stabil dan memenuhi standar pelayanan publik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi kepemimpinan Kepala Desa dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat Desa Bijaepunu. Kecamatan Mollo Utara, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala desa berperan penting dalam membina, mengarahkan, dan menegakkan aturan bagi perangkat desa. Strategi yang diterapkan meliputi penetapan visi dan misi, pengawasan langsung, pengambilan keputusan secara bertahap melalui teguran hingga sanksi, serta pemberian motivasi baik melalui pertemuan resmi maupun pendekatan personal. Strategi ini berdampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan sebagian perangkat desa, meskipun masih terdapat perangkat yang belum konsisten dalam melaksanakan tugas karena berbagai faktor pribadi maupun lemahnya penerapan sanksi tertulis. Dengan demikian, strategi kepemimpinan kepala desa terbukti mampu menumbuhkan kedisiplinan kerja perangkat desa dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan praktis bagi pemerintah desa dalam membangun disiplin kerja yang lebih baik, sekaligus menjadi referensi bagi penelitian berikutnya yang mengkaji peran kepemimpinan di tingkat desa. REFERENSI