ANALISIS DAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS PADA RUAS JL. SYAHRANI KOTA SAMARINDA Anta Misbahus Suduri 1. Benny Mochtar 2. Purwanto 3 Mahasiswa Prodi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Dosen Prodi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : antamisbahuss@gmail. ABSTRAK Jalan A. Syahranie merupakan jalan yang menghubungkan antar kota provinsi Kalimantan Timur yang menjadi pusat dari berbagai kegiatan mulai dari kegiatan pemerintahan maupun kegiatan ekonomi . Hal ini menyebabkan kegiatan transportasi di Samarinda tidak pernah berhenti dan berdampak pada permasalahan transportasi darat seperti keamanan lalu lintas, kemacetan lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas. Ruas jalan A. Syahranie yang merupakan salah satu jalur penghubung kota samarinda dan merupakan jalan dengan aksesibilitas yang tinggi dengan kondisi rawan terjadi kecelakaan. Kondisi ini didukung oleh banyaknya kecelakaan yang terjadi pada daerah tersebut dalam beberapa tahun. Karena tingkat kecelakaan cukup tinggi maka daerah tersebut menjadi daerah AuBlack spotAy. Black spot adalah lokasi pada jaringan jalan dimana frekuenensi kecelakaan atau jumlah kecelakaan lalu lintas dengan korban mati atau kriteria kecelakaan pertahunnya lebih besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui titik Black Spot di ruas Jalan A. Syahranie dan mengurangi angka kecelakaan pada jalan tersebut. Serta memberikan solusi dengan menggunakan pendekatan metode BKA ( Batas Kontrol Atas ) dan metode UCL ( Uper Control Limit ) Berdasarkan hasil analisis Perlu penambahan infrastruktur pada lokasi STA 1 000 S/D STA 1 500 ( segmen 3 ) dan Apa bila tidak ingin di perbaiki setidaknya pemerintah memberi rambu-rambu lalu lintas untuk membuat tanda dan membuat review ulang untuk untuk kenyamanan dalam berkendara. ABSTRACT Jalan A. Syahranie is connecting road _ between city the province of East Kalimantan which became center from various activity start from activity government nor activity economy . This thing cause activity transportation in Samarinda no once stop and have an impact on the problem transportation land like security then traffic jam _ then traffic and accidents then cross. Segment Street A. Syahranie who is one of the track liaison city samarinda and is Street with high accessibility _ with condition vulnerable occur accident . Condition this supported by many accidents that occur in the area the in a number of year . Because level accident enough tall so area the Becomes " Black spot " area . Black spot is location on network Street where frequency accident or amount accident then cross with dead victims or criteria accident annually more big. Destination from study this is for knowing the Black Spot point on Jalan A. Syahranie and reduce number road accident _ that . as well as give solution with use approach BKA method (Limit Upper Control ) and UCL ( Super Control Limi. methods Based on the results of the analysis Need addition infrastructure at the location of STA 1 000 S/D STA 1 500 ( segment 3 ) and when no want to fix at least government give signs then cross for make sign and make a review for for convenience in drive. PENDAHULUAN Kota Samarinda, ibukota Kalimantan Timur, menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan ekonomi yang berdampak pada transportasi yang tidak pernah berhenti. Hal ini menyebabkan masalah seperti keamanan, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pelanggaran, kondisi jalan, kendaraan, cuaca, dan pandangan terhalang. Jalan A. Syahranie, sebagai jalan arteri primer, sering mengalami kecelakaan yang mengancam keselamatan dan kenyamanan. Studi penyebab kecelakaan di ruas jalan ini diperlukan untuk memberikan masukan kepada pemerintah daerah dalam mengurangi tingkat kecelakaan di Kota Samarinda. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian adalah Mengetahui titik rawan kecelakaan ( Black Spot ), mengetahui karakteristik kondisi ruas Jalan serta memberikan solusi untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas pada ruas Jalan A. Syahranie Kota Samarinda. METODE Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan untuk melakukan penelitian ini adalah data primer dan data Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan berupa survey lalu lintas harian rata-rata dengan menghitung volume kendaraan lalu lintas yang melewati lokasi penelitian yang diklasifikasikan menjadi lima jenis yaitu : MC . epeda moto. MHV . endaraan ringan menenga. LB . is besa. LT . ruk besa. LV kendaraan ringa. Data sekunder merupakan data atau informasi yang diperoleh dalam format yang sudah tersusun atau terstruktur yang berasal dari instansi terkait yang berwenang. Adapun data yang diperoleh yaitu data kecelakaan dari tahun 2017-2021 dan tahun yang sedang berjalan. Data kecelakaan yang di peroleh hanya mencakup informasi jumlah kecelakaan. Data kecelakaan diperoleh dari Polres Laka Lantas Kota Samarinda dan berita dari tribun kaltim dan samarinda pos sebagai data Desain Penelitian Desain Penelitian Yang akan dilakukan dari awal sampai akhir Secara Garis besar dapat dikemukakan dalam diagram alir sebagai berikut : Gambar 3. 5 Bagan Alur Penelitian Teknis Analisis Data Tujuan tahapan analisis adalah untuk menentukan daerah rawan kecelakaan dengan memakai perhitungan EAN, mengetahui hubungaan yang dapat mempengaruhi ( waktu. Lokasi. Jenis Kelamin Pelaku. Jenis Kendaraan ) dengan nilai EAN, untuk mengetahui karakteristik penyebab terjadinya kecelakaan. Tahapan analisis Menentukan dacrah rawan kecelakaan C Mengelompokan jumlah kecelakaan yang terjadi per setiap lokasi C Menghitung Nilai EAN disetiap lokasi C Menghitung Nilai EAN kritis C Menentukan daerah rawan kecelakaan ( nilai EAN > nilai EAN kritis ) Tahapan analisis untuk mengetahui nilai EAN dengan metode BKA ( Batas Kontrol Atas ) C Menghitung rata Ae rata nilai EAN C Menganalisis dengan grafik dan Menentukan nilai tingkat kecelakaan ANALISA PEMBAHASAN Perhitungan Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas Metode EAN ( Equivalent Accident Number ) Salah satu metode untuk menghitung angka kecelakaan adalah dengan menggunakan metode EAN (Equivalent Accident Numbe. , yang merupakan pembobotan angka ekivalen kecelakaan mengacu pada biaya kecelakaan lalu lintas (Pignataro,L. J,1. EAN dihitung dengan menjumlahkan kejadian kecelakaan pada setiap kilometer panjang jalan kemudian dikalikan dengan nilai bobot sesuai tingkat keparahan. Nilai bobot standar yang digunakan adalah Meninggal dunia (MD) = 10. Luka berat (LB) = 5. Luka ringan (LR) =1. (Diskusi Internal Korlantas Polri, 201 . Rums EAN: EAN = 10 MD 5 LB 1 LR STA 0 000 S/D STA 0 500 EAN = ( 12 x 0 ) ( 6 x 0 ) ( 3 x 0 ) Jadi nilai EAN pada ruas Jalan A. Syahranie STA 0 000 s/d STA 0 500 adalah sebesar 0. STA 0 500 S/D STA 1 000 EAN = ( 12 x 0 ) ( 6 x 2 ) ( 3 x 2 ) = 18 Jadi nilai EAN pada ruas Jalan A. Syahranie STA 0 500 s/d STA 1 000 adalah sebesar 18. STA 1 000 S/D STA 1 500 EAN = ( 12 x 3 ) ( 6 x 8 ) ( 3 x 10 ) = 114 Jadi nilai EAN pada ruas Jalan A. Syahranie STA 1 000 s/d STA 1 500 adalah sebesar STA 1 500 S/D STA 2 000 EAN = ( 12 x 0 ) ( 6 x 2 ) ( 3 x 5 ) = 27 Jadi nilai EAN pada ruas Jalan A. Syahranie STA 1 500 s/d STA 2 000 adalah sebesar 27. STA 2 500 S/D STA 3 000 EAN = ( 12 x 1 ) ( 6 x 1 ) ( 3 x 8 ) = 42 Jadi nilai EAN pada ruas Jalan A. Syahranie STA 2 500 s/d STA 3 000 adalah sebesar 42. STA 3 000 S/D STA 3 500 EAN = ( 12 x 0 ) ( 6 x 0 ) ( 3 x 8 ) = 24 Jadi nilai EAN pada ruas Jalan A. Syahranie STA 3 000 s/d STA 3 500 adalah sebesar 24. STA 3 500 S/D STA 3 700 EAN = ( 12 x 0 ) ( 6 x 0 ) ( 3 x 0 ) = 0 Jadi nilai EAN pada ruas Jalan A. Syahranie STA 3 500 s/d STA 3 700 adalah sebesar 0. Data jumlah korban kecelakaan lalu lintas untuk masing Ae masing ruas jalan dan angka kecelakaan selengkapnya dapat dilihat pada table 4. Analisis Black Spot Nilai batas kontrol untuk mengidentifikasi/ menentukan daerah rawan kecelakaan dihitung dengan metode BKA ( Batas Kontrol Atas ). Metode BKA ( Batas Kontrol Atas ) Dengan jumlah total angka kecelakaan EAN = 225 pada 7 segmen pengamatan, maka nilai rata Ae rata ( C ) dapat dihitung sebagai berikut : C = 225/7 = 32,14 Dengan nilai rata Ae rata ( C ) = 32,14, maka nilai BKA dapat dihitung sebagai berikut BKA = 32,14 3 Oo32,14 = 49,2 Jadi nilai batas kontrol dengan metode BKA pada ruas jalan A. Syahranie STA 0 000 S/d STA 3 700 adalah sebesar 49,2 angka kecelakaan. Nilai BKA ( Batas Kontrol Atas ) untuk semua segmen jalan ( STA 0 000 S/D STA 3 700 ) sama atau seragam, yatitu 49,2 angka kecelakaan. Karena pada persamaan tersebut hanya menggunakan nilai rata- rata dari angka kecelakaan EAN Secara grafis identifikasi black spot dengan metode BKA ( Batas Kontrol Atas ) dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar . Identifikasi Black Spot dengan metode BKA ( Batas Kontrol Atas ) Berdasarkan hasil perhitungan menggunaka metode BKA ( Batas Kontrol Atas ), teridentifikasi 1 ruas jalan pada ruas Jalan A. Syahranie Kota Samarinda yang tergolong black site ( rawan kecelakaan ) yaitu pada STA 1 000 S/D STA 1 500 ( segmen 3 ) dengan nilai EAN = 114 lebih besar dari nilai BKA ( Batas Kontrol Atas ) = 49,2 Metode UCL ( Uper Control Limit ) Dengan jumlah total angka kecelakaan EAN = 225 pada 7 segmen Pengamatan maka nilai rata Ae rata ( u ) dapat dihitung sebagai berikut : u = 225/7 = 32,14 Faktor probabilitas ( O ) = 2, 576 M = angka kecelakaan yang ditinjau STA 0 000 S/D STA 0 500 UCL = u O x Oo( [. / m ) (( 0,829 ) / m ) ( 1 / 2 x m )] ) = 32,14 2,576 x Oo(. ,14 / 0 ) ( 0,829 / 0 ) ( A x 0 )) = 0 Maka nilai batas kontrol dengan metode UCL pada ruas Jalan A. Syahranie STA 0 000 S/D STA 0 500 adalah sebesar 0 angka kecelakan . STA 0 500 S/D STA 1 000 UCL = u O x Oo( [. / m ) (( 0,829 ) / m ) ( 1 / 2 x m )] ) = 32,14 2,576 x Oo(. ,14 / 18 ) ( 0,829 / 18 ) ( A x 18 )) = 40,6 Maka nilai batas kontrol dengan metode UCL pada ruas Jalan A. Syahranie STA 0 500 S/D STA 1 000 adalah sebesar 40,6 angka kecelakan . STA 1 000 S/D STA 1 500 UCL = u O x Oo( [. / m ) (( 0,829 ) / m ) ( 1 / 2 x m )] ) = 32,14 2,576 x Oo(. ,14 / 114 ) ( 0,829 / 114 ) ( A x 114 )) = 51,6 Maka nilai batas kontrol dengan metode UCL pada ruas Jalan A. Syahranie STA 1 000 S/D STA 1 500 adalah sebesar 51,6 angka kecelakan . STA 1 500 S/D STA 2 000 UCL = u O x Oo( [. / m ) (( 0,829 ) / m ) ( 1 / 2 x m )] ) = 32,14 2,576 x Oo(. ,14 / 27 ) ( 0,829 / 27 ) ( A x 27 )) = 42 Maka nilai batas kontrol dengan metode UCL pada ruas Jalan A. Syahranie STA 1 500 S/D STA 2 000 adalah sebesar 42 angka kecelakan . STA 2 500 S/D STA 3 000 UCL = u O x Oo( [. / m ) (( 0,829 ) / m ) ( 1 / 2 x m )] ) = 32,14 2,576 x Oo(. ,14 / 42 ) ( 0,829 / 42 ) ( A x 42 )) = 44,2 Maka nilai batas kontrol dengan metode UCL pada ruas Jalan A. Syahranie STA 2 500 S/D STA 3 000 adalah sebesar 44,2 angka kecelakan . STA 3 000 S/D STA 3 500 UCL = u O x Oo( [. / m ) (( 0,829 ) / m ) ( 1 / 2 x m )] ) = 32,14 2,576 x Oo(. ,14 / 24 ) ( 0,829 / 24 ) ( A x 24 )) = 41,6 Maka nilai batas kontrol dengan metode UCL pada ruas Jalan A. Syahranie STA 3 000 S/D STA 0 500 adalah sebesar 41,6 angka kecelakan . STA 3 500 S/D STA 3 700 UCL = u O x Oo( [. / m ) (( 0,829 ) / m ) ( 1 / 2 x m )] ) = 32,14 2,576 x Oo(. ,14 / 0 ) ( 0,829 / 0 ) ( A x 0 )) = 0 Maka nilai batas kontrol dengan metode UCL pada ruas Jalan A. Syahranie STA 3 500 S/D STA 3 700 adalah sebesar 0 angka kecelakan . Secara grafis identifikasi black spot dengan metode UCL ( Uper Control Limit ) dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar . Identifikasi Black Spot dengan metode UCL ( Uper Control Limit ) Berdasarkan hasil perhitungan menggunaka metode UCL ( Uper Control Limt ) , teridentifikasi 1 ruas jalan pada ruas Jalan A. Syahranie Kota Samarinda yang tergolong black site ( rawan kecelakaan ) yaitu pada STA 1 000 S/D STA 1 500 ( segmen 3 ) dengan nilai EAN = 114 lebih besar dari nilai UCL ( Uper Control Limit ) = 51,6 Titik Rawan Kecelakaan Lalu Lintas ( Black Spot ) Jalan A. Syahranie STA 1 000 S/D STA 1 500 merupakan daerah tata guna lahan campuran, terdiri dari pertokoan, bengkel motor, rumah, sekolahan. Hal ini pula yang dapat meningkatan angka kecelakaan lalu lintas, karna padat nya aktivitas didaerah tersebut dan merupakan daerah tingkungan disertai adanya akses untuk masuk ke perumahan yang terdapat banyaknya kendaraan keluar masuk perumahan yang langsung menuju jalan raya. Penanggulangan Kecelakaan Lalu Lintas Adapun alternatif penanggulangan atau usaha Ae usaha untuk mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan A. Syahranie adalah sebagai berikut : Dengan memasang dan merawat rambu peringatan, rambu perintah, rambu larangan dan rambu petunjuk serta rambu Ae rambu lalu lintas dengan kualitas, dimensi dan kebutuhan sesuai dengan standar jalan yang harus terpasang dengan baik. Perlu diadakan perbaikan dan penambahan marka jalan menurut kebutuhan ,karna Sebagian marka suda tidak jelas lagi. Penetapan kecepatan maksimum dan minimum untuk mencegah pengguna jalan dengan cara yang salah. Perbaikan lampu penerangan jalan karena banyaknya lampu sudah tidak berfungsi lagi. Adanya pembangunan median jalan, agar pengendara dapat memutar balik tidak sembarang tempat. Hasil Resume KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan analisis tingkat kecelakaan lalu lintas . tudi kasus : Jalan A. Syahranie ) dapat disimpulakan bahwa: Perilaku lalu lintas pada ruas Jalan A. Syahranie adalah sebagai berikut: Angka kecelakaan lalu lintas per STA diruas Jalan A. Syahranie STA 0 000 S/D STA 3 700 dengan metode EAN C STA 0 000 S/D STA 0 500 = 0 C - STA 0 500 S/D STA 1 000 = 18 C - STA 1 000 S/D STA 1 500 = 114 C - STA 1 500 S/D STA 2 000 = 27 C - STA 2 500 S/D STA 3 000 = 42 C - STA 3 000 S/D STA 3 500 = 24 C - STA 3 500 S/D STA 3 700 = 0 Dengan metode BKA ,teridentifikasi black spot pada ruas Jalan A. Syahranie pada pada STA 1 000 S/D STA 1 500 ( segmen 3 ) dengan nilai EAN = 114 lebih besar dari nilai BKA ( Batas Kontrol Atas ) = 42,9 Dengan metode UCL ,teridentifikasi black spot pada ruas Jalan A. Syahranie pada pada STA 1 000 S/D STA 1 500 ( segmen 3 ) dengan nilai EAN = 114 lebih besar dari nilai UCL ( Uper Control Limit ) = 51,6. Saran Adapun saran yang dapat dipergunakan dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut : Dengan memasang dan merawat rambu peringatan, rambu perintah, rambu larangan dan rambu petunjuk serta rambu Ae rambu lalu lintas dengan kualitas, dimensi dan kebutuhan sesuai dengan standar jalan yang harus terpasang dengan baik. Perlu diadakan perbaikan dan penambahan marka jalan menurut kebutuhan ,karna Sebagian marka suda tidak jelas lagi. Penetapan kecepatan maksimum dan minimum untuk mencegah pengguna jalan dengan cara yang salah. Perbaikan lampu penerangan jalan karena banyaknya lampu sudah tidak berfungsi Adanya pembangunan median jalan, agar pengendara dapat memutar balik tidak sembarang tempat. DAFTAR PUSTAKA