Jurnal CyberTech Vol. No. Maret 2019, pp. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Sistem Pendukung Keputusan Dalam Menentukan Prioritas Desa Penerima Bantuan Pangan Dengan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment (Waspa. Pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Deli Serdang Bela Amalia Siregar*. Saiful NurArif**. Milfa Yetri ** *Sistem Komputer. STMIK Triguna Dharma **Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Article Info ABSTRACT Article history: Dampak virus Covid-19 ini pemerintah membatasi kegiatan manusia untuk menghambat penyebaran virus. Mengakibatkan, terjadinya penurunan perekonomian di masyarakat. Sehingga banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. Disamping itu Dinas Ketahanan Pangan dalam melakukan penilaian yang layak untuk desa penerima bantuan pangan masih bersifat kurang efektif. Oleh karena itu perlu adanya sistem pendukung keputusan penentuan desa penerima bantuan pangan yang dapat membantu Dinas Ketahanan Pangan Deli Serdang dalam menentukan prioritas desa penerima bantuan pangan. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah metode yang dapat menentukan desa yang dapat menerima bantuan pangan Hasil akhirnya adalah suatu aplikasi Sistem Pendukung Keputusan dengan metode WASPAS yang dapat digunakan untuk untuk menentukan desa penerima bantuan . Received Mar 12th, 2019 Revised Mar 20th, 2019 Accepted Mar 30th, 2019 Keyword: Sistem Pendukung Keputusan. WASPAS. Bantuan Pangan Copyright A 2019 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author: *First Author Nama : Bela Amalia Siregar Program Studi : Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email: belaamalia62@gmail. PENDAHULUAN Ketahanan Pangan menjadi hal yang sangat penting dalam pembangunan nasional, untuk membentuk manusia Indonesia yang berkualitas, mandiri, sejahtera melalui perwujudan ketersediaan pangan yang cukup, aman, bermutu, bergizi, dan beragam serta tersebar merata di seluruh wilayah indonesia terjangkau oleh daya beli masyarakat. Pada umumnya perekonomian di Indonesia memiliki ketidakstabilan, dimana Indonesia pernah mengalami masa perekonomian yang sedang berkembang dan juga pernah mengalami krisis perekonomian. Terjadinya krisis perekonomian di Indonesia disebabkan oleh keadaan politik Indonesia pada tahun 1997 sehingga disebut krisis moneter pada tahun itu. Walaupun begitu. Indonesia juga pernah mengalami kejayaan perekonomian pada tahun 1968 sampai tahun 1981 dengan tumbuh sebesar 7%, dan pada tahun 1970-1980 per kapita tumbuh sebesar 545%. Perkembangan perekonomian di Indonesia pada saat ini mengalami penurunan dikarenakan adanya bencana Non-alam virus Covid-19 yang melibatkan seluruh dunia. Dampak dari adanya virus Covid-19 ini pemerintah membatasi kegiatan manusia untuk menghambat penyebaran virus. Seperti, pengurangan tenaga kerja, menghentikan kegiatan ekspor dan impor. Mengakibatkan, terjadinya penurunan perekonomian di Sehingga banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Di Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Deli Serdang banyak masyarakat yang terdampak perekonomian nya akibat dari Covid-19. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memberikan bantuan melalui Dinas-Dinas nya khususnya Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 2333 Tahun 2016 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi. Tugas, dan Fungsi serta Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Deli Serdang. Dinas Ketahanan Pangan memiliki Tugas Pokok melaksanakan kewenangan Pemerintah Daerah di bidang Ketahanan Pangan (Meliputi urusan penyelenggara dan pembinaan ketersediaan dan kerawanan pangan, distribusi dan cadangan pangan, keamanan pangan serta konsumsi dan penganekaragaman pangan di Kabupate. Pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 sesuai dengan visi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Deli Serdang. Pemantapan Ketahanan Pangan yaitu upaya mewujudkan kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau, melalui pemanfaatan sumber daya pangan lokal dan sumber daya alam yang tersedia. Selain itu masalah yang terjadi di Dinas Ketahanan Pangan adalah penilaian yang layak dalam menentukan desa penerima bantuan pangan masih bersifat prediksi dan hanya memberikan keputusan dengan melihat keadaan desa tersebut. Oleh karena itu perlu adanya sistem pendukung keputusan penentuan desa penerima bantuan pangan yang dapat membantu Dinas Ketahanan Pangan Deli Serdang dalam menentukan prioritas desa penerima bantuan pangan. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah metode yang dapat menentukan desa yang dapat menerima bantuan pangan Metode WASPAS merupakan metode yang dapat mengurangi kesalahan-kesalahan atau mengoptimalkan dalam penaksiran untuk pemilihan nilai tertinggi dan terendah. Metode ini merupakan kombinasi unik dari pendekatan MCDM yaitu model jumlah tertimbang (Weight Sum Model/WSM) dan model produk tertimbang (Weight Product Model/WPM). Pada awalnya membutuhkan normalisasi linier dari elemen matriks keputusan dengan menggunakan dua persamaan. Langkah-langkah metode WASPAS adalah sebagai berikut . Langkah Pertama : Menentukan normalisasi matriks ycu11 ycu12 ycu13 ycu ycu = [ 21 ycu22 ycu23 ]a. ycuyco1 ycuyco2 ycuyco3 Keterangan: = Matriks Nilai Kriteria X11 . Xm3 = Nilai Matriks Jika nilai maksimal dan minimal ditentukan, maka persamaan menjadi sebagai berikut: Jika Benefit artinya semakin besar nilainya semakin bagus. Berikut ini adalah ketentuan untuk kriteria ycUycnyc ycUycnyc = a. AA. ycAycaycuycn ycUycnyc Contoh penggunaan : ycU11 = = 0. Keterangan: Xij = Nilai Normalisasi index i dan j Jika Cost semakin kecil nilainya semakin bagus, berikut adalah ketentuan untuk kriteria Cost : ycAycnycu ycUycnyc ycUycnyc = a. ycUycnyc Keterangan: Xij = Nilai Normalisasi index i dan j Langkah Kedua : Menghitung nilai normalisasi matriks dan bobot WASPAS dalam pengambilan ycu ycE = 0,5 Oc ycUycnyc ycyc 0,5 Oa ya=1 ycUycnyc ycyc yc=1 Contoh penggunaan rumus : = 0,5. ,8*0,. ,6*0,. *0,. *0,. 8*0. 8*0. 0,5 . ,8 0. 30 * 0,6 0. * 1 0. 15 * 1 0,15 * 0. 10 * 0. Jurnal CyberTech Vol. No. Maret 2019 : 467 Ae 473 Jurnal CyberTech P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 = 0. 3980 = 1. Dimana : 0,5 adalah ketetapan = Nilai dari Q ke i XijW = Perkalian nilai Xij dengan bobot w METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, atau dibuktikan suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang tertentu. Teknik Pengumpulan Data Dalam tekhnik pengumpulan data terdapat beberapa yang dilakukan diantaranya yaitu: 1 Observasi Dalam penelitian ini dilakukan dengan tinjauan langsung ke Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang. tempat tersebut dilakukan analisis masalah yang dihadapi kemudian diberikan sebuah resume atau rangkuman masalah apa saja yang terjadi selama ini terkait dalam Prioritas Desa Penerima Bantuan Pangan. Selain itu juga di lakukan sebuah analisis kebutuhan dari permasalahan yang ada sehingga dapat dilakukan pemodelan sistem 2 Wawancara Setelah itu dilakukan wawancara kepada pihak-pihak yang terlibat dan menanyakan apa yang menjadi masalah selama ini. Yaitu tentang penentuan Prioritas Desa Penerima Bantuan Pangan untuk data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder dari rumah sakit tersebut berupa hasil wawancara dan juga dokumentasi. Tabel 1. Data Desa Nama Desa Jumlah Keluarga Aras Kabu Jumlah Keluarga yang Beringin Karang Anyar Pasar Enam Kuala Namu Pasar Lima Kebun Kelapa Serdang Emplasmen Kuala Namu Sidodadi Ramunia Sidourip Tumpatan Rata-Rata Pendapatan Perkapita Jumlah Rumah Rp2,216,000 Rp2,861,000 Rp1,721,000 Rp2,511,000 Rp3,210,000 Rp3,366,000 Rp1,441,000 Rp2,340,000 Rp2,467,000 Rp3,283,000 ANALISA DAN HASIL Setelah implemetasi dilakukan maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pengujian sistem terhadap proses perhitungan metode WASPAS. Pengujian sistem ini ditujukan untuk mengetahui seberapa akurat dan tepat aplikasi yang telah dirancang dan untuk mengetahui bug- bug yang ditemukan. Berikut ini adalah data yang akan diproses. Berikut ini adalah data penilaian yang diinputkan kedalam sistem. Tabel 2 Inputan data penilaian Jumlah Jumlah Rata-Rata Jumlah Keluarga yang Nama Desa Keluarga Pendapatan Perkapita Rumah Aras Kabu Rp2,216,000 Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Beringin Rp2,861,000 Rp1,721,000 Karang Anyar Pasar Enam Kualanamu Pasar Lima Kebun Kelapa Serdang Emplasmen Kualanamu Sidodadi Ramunia Sidourip Rp2,511,000 Tumpatan Rp3,210,000 Rp3,366,000 Rp1,441,000 Rp2,340,000 Rp2,467,000 Rp3,283,000 Kemudian dari data diatas akan diinputkan kedalam form penilaian sehingga akan mempermudah dalam pemprosesan dengan metode WASPAS. Gambar 1 Form Data Penilaian Kemudian, dilanjutkan dengan proses Waspas yang dapat kita lakukan dengan membuka Form Proses WASPAS. Berikut ini adalah hasil dari proses WASPAS yang telah dilakukan. Jurnal CyberTech Vol. No. Maret 2019 : 467 Ae 473 Jurnal CyberTech P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Gambar 2 Hasil Proses WASPAS KESIMPULAN Berdasarkan analisa pada permasalahan yang terjadi dalam kasus yang diangkat tentang menentukan prioritas bantuan desa Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai Dalam menentukan desa yang dapat menerima bantuan pangan di Deli Serdang dapat dilakukan dengan menerapkan metode WASPAS yang dijalankan berdasarkan data alternatif dan kriteria yang ditentukan pihak Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang. Dalam menerapkan metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS) ke dalam Sistem Pendukung Keputusan untuk menentukan prioritas bantuan pangan desa pada Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang perlu dilakukannya pembelajaran terhadap admin pada Dinas Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang dalam menginputkan semua alternatif desa dan penilaiannya sehingga sistem akan menyelesaikan data yang diinputkan sesuai dengan perhitungan pada algoritma WASPAS. Untuk merancang dan membangun aplikasi dengan metode WASPAS. Dapat dilakukan dengan perancangan menggunakan uml yaitu use case diagram, activity diagram dan class diagram serta perancangan interface, dilanjutkan dengan pengkodean menggunakan Visual Studio UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada dosen pembimbing Bapak Saiful Nur Arif. SE,. Kom,. Kom dan juga Ibu Milfa Yetri,S. Kom,M. Kom dan pihak-pihak yang mendukung penyelesaian jurnal skripsi ini. REFERENSI