Volume 10 No. Page 1Ae 7 e-ISSN: 2598-2095 DOI: https://doi. org/10. 35747/jcps https://journal. id/index. php/jcps/index Gambaran Pola Peresepan Obat Pada Pasien Penyakit Di Puskesmas Kayu Tangi Periode Oktober-Desember 2022 Siril Apriliani1 Abstract Nor Latifah1* Skin disease is a public health problem in developing countries, one of which is Indonesia. Skin diseases can occur due to various factors including viruses, bacteria, parasites, fungi or allergic reactions. The aim of this research is to find out the pattern of drug use for skin diseases at the Kayu Tangi Community Health Center, then to find out the classes and types of medicines for skin diseases that are most widely used at the Kayu Tangi Community Health Center, and to find out the number of medicines for skin diseases that are most widely used at the Kayu Tangi Community Health Center. Tangi. The research method used was a descriptive method based on primary data that researchers obtained from prescriptions from patients diagnosed with skin diseases at the Kayu Tangi Community Health Center. The results of the study showed that the pattern of prescribing medicines for skin diseases was mostly based on gender, age, dermatitis skin disease category, histamine drug class and variations in the number of drug items per combination prescription, then the class and type of skin disease drugs used, namely antihistamines, antibiotics, antiparasitics, keratolytic, antifungal, antiviral, and antiseptic. and it is known that the number and types of skin disease medicines that are widely used are based on the type of topical medicine, namely gentamicin ointment . 93%) and oral medicine, namely cetirizine tablets . 81%). Nor Aida2 Fitria1 Rahmalisa Hafifah1 Muhammad Sabran1 1 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia 2Puskesmas Kayutangi. Banjarmasin. Kalimantan Selatan Indonesia *email: nor_latifah@umbjm. Kata kunci: Skin Diseases Medicine for Skin Diseases Community Health Center Received: Oktober 2025 Accepted: Maret 2026 Published: Maret 2026 A 2026. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Kulit adalah bagian jaringan yang terletak pada semua bagian terluar tubuh manusia. Kulit adalah organ paling besar pada manusia, yang memiliki luas kira-kira 2 mA. Kulit adalah organ tubuh bagian luar yang memiliki tekstur kenyal dan elastis. Kulit merupakan organ penting bagi organisme berfungsi memberi batasan pada area dalam tubuh dengan area luar tubuh. Kulit memberikan perlindungan pertama terhadap berbagai bahaya yang berasal dari luar tubuh manusia, seperti bakteri, virus, parasit Penyakit mengalami gangguan yang mengakibatkan kulit merah-merah, peradangan, lepuhan dan menyimpan cairan serta mengakibatkan sensasi gatal-gatal. Penyakit kulit dapat disebabkan berbagai faktor seperti parasit, jamur, virus, bakteri, dan paparan sinar matahari Suatu individu berisiko tinggi terjangkit atau mengalami keparahan penyakit kulit jika tidak dan kuman1. Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. e-ISSN: 2598-2095 Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi dapat secara langsung dari resep pasien terdiagnosa penyakit kulit. Indonesia daerahnya terdiri dari sungai dan dataran rendah. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Masyarakat lokal yang bermukim di bantaran yaitu data didapat dengan melihat semua resep pasien yang terdiagnosa penyakit kulit yang ada di utama air untuk memenuhi Puskesmas Kayu Tangi dari bulan Oktober- kebutuhan seperti mencuci, mandi dan kakus. Desember Tahun 2022. Dengan mengumpulkan Pencemaran sungai sering terjadi karena beragam data primer berupa lembar resep pasien yang limbah, seperti limbah domestik sehari-hari dan terdiagnosa penyakit kulit, mencatat golongan, jenis limbah industri, yang tentunya memiliki resiko obat, jumlah obat, serta data yang diperlukan seperti tinggi menyebabkan penyakit pada masyarakat jenis kelamin, usia dan diagnosa. Data dianalisis yang menggunakan air tersebut3. Puskesmas Kayu Tangi memiliki wilayah kerja yang mengandung obat penyakit kulit yang kemudian terdiri dari kelurahan Sungai Miai dan Antasan dianalisis dalam bentuk perbulan, lalu ditampilkan Kecil Timur, dengan luas 5,92 Km2 dari luas 23,94 dalam bentuk presentase penggunaan. Km2 luas seluruh wilayah kecamatan Banjarmasin Utara yang ada di Kota Banjarmasin dimana terdapat perkampungan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai yang masih memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari membuat masyarakat rentan terhadap penyakit kulit. Berdasarkan data tahun 2022 di Puskemas Kayu Tangi terdapat 10 penyakit di wilayah tersebut, salah satu penyakit terbanyak adalah penyakit kulit. Berdasarkan mengetahui bagaimana pola penggunaan obat terhadap penyakit kulit di Puskesmas Kayu Tangi, kemudian ingin mengetahui golongan dan jenis obat penyakit kulit yang paling banyak digunakan di Puskesmas Kayu Tangi, serta ingin mengetahui jumlah obat penyakit kulit yang paling banyak digunakan di Puskesmas Kayu Tangi. METODE Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif berdasarkan data primer yang peneliti HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan pada bulan April - Mei 2023 di Puskesmas Kayu Tangi. Pengumpulan data dimulai dengan menelusuri data sekunder yaitu resep pasien rawat jalan dengan diagnosa penyakit kulit periode Oktober - Desember Jumlah populasi resep pasien rawat jalan dengan diagnosa penyakit kulit periode Oktober Desember 2022 sebanyak 356 resep. Data yang diambil dari sampel tersebut meliputi jenis kelamin, umur, jenis obat, golongan obat untuk memberikan gambaran pola peresepan obat penyakit kulit di Puskesmas Kayu Tangi. Tabel 1. Karakteristik Pasien Penyakit Kulit Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Jumlah Pasien . Presentase (%) 44,10 55,90 Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa kriteria Puskesmas Kayu Tangi berdasarkan jenis kelamin Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. Puskesmas Kayu Tangi berdasarkan umur lebih perempuan . ,90%). Menurut Aesthetic Surgery banyak diderita pada balita 0-5 tahun . ,10%). Pada Journal dalam (Suryani, 2. , perempuan lebih rentang 0-5 tahun, bayi mempunyai kulit yang lebih beresiko terdiagnosa penyakit kulit dibandingkan sensitif, dibandingkan dengan kulit usia dewasa laki-laki. Perbedaan kulit pria dan wanita adalah yang tebal dan keras, kulit bayi relatif lebih tipis kulit pria memiliki hormon yaitu lebih banyak yaitu sehingga bayi lebih rawan terhadap infeksi, alerg androgen sehingga membuat kulitnya lebih tinggi dan iritasi. Secara umum, kulit bayi maupun kulit keringat dan penumbuhan rambut yang banyak, balita belum mengalami perkembangan dan belum sedangkan kulit wanita menghasilkan lebih sedikit berfungsi secara maksimal, maka dari itu perlu minyak untuk menitupi dan menjaga kulit tetap perawatan kulit yang lebih optimal sehingga dapat e-ISSN: 2598-2095 Dibandingkan kulit pria, kulit wanita lebih tipis pelindungan dari infeksi luar5. yang menyebabkan lebih rentan terhadap kerusakan Tabel 3. Karakeristik Pasien Berdasarkan Kategori Penyakit kulit (Suryani, 2. Kondisi ini mungkin terjadi karena pemakaian perhiasan yang terkandung paduan logam, kosmetik dan faktor dari aktivitas kerja seperti cuci pakaian, memasak dan kegiatan rumah tangga lainnya yang biasa wanita lakukan4. Tabel Karakteristik Pasien Berdasarkan Umur Kategori Balita Anak-anak Remaja awal Remaja akhir Dewasa awal Dewasa akhir Pra lansia Lansia Manula Total Umur >65 Penyakit Kulit Frekuensi Presentase 19,10 13,20 9,83 18,54 9,27 6,18 10,39 5,34 8,15 Kategori Penyakit Dermatitis Scabies Penyakit Kulit Lainnya Varicella Tinea Abses Herpes Zoster Urtikaria Pioderma Paronikia Psoriasis Impetigo Total Jumlah Pasien Presentase 34,55 26,12 19,67 7,30 6,18 2,25 1,12 1,12 0,84 0,28 0,28 0,28 Gambar 2. Grafik Distribusi Karakteristik Pasien Berdasarkan Kategori Penyakit Berdasarkan Gambar 1. Grafik Distribusi Karakteristik Penyakit Kulit Berdasarkan Umur Tabel berdasarkan kategori penyakit pada pasien penyakit kulit lebih banyak mengalami dermatitis . ,55%). Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa kriteria Dermatitis adalah penyakit kulit kronis berulang yang sering dialami pada bayi, anak-anak dan orang Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. e-ISSN: 2598-2095 Dermatitis sering dialami oleh bayi, anak- antibiotik golongan aminoglikosida yang mampu anak, dermatitis akan hilang sekitar 50% pada masa melawan mikroorganisme bakteri Gram positif dan usia remaja, terkadang dermatitis menetap, atau Gentamisin adalah lini pertama pada baru mulai muncul saat usia dewasa. Walaupun golongan aminoglikosida karena relatif lebih mudah dermatitis dapat di alami pada semua usia, penyakit tersedia dan efektif melawan sebagian besar ini paling banyak menyerang bayi dan anak kecil6. mikroorganisme gram negatif aerob yang resisten Dermatitis kontak adalah salah satu jenis ruam terhadap antibiotik lain8. popok yang paling umum, yang disebabkan oleh kombinasi faktor, seperti popok yang sudah lama tidak diganti, yang menyebabkan kulit bayi menjadi lembab akibat kontak dengan urin, gesekan kulit kekulit, dan abrasi mekanis. Dermatitis kerap terjadi di awal masa bayi, sebesar 45% dari seluruh kasus kehidupan, 60% dimulai pada tahun pertama dan 85% dimulai sebelum usia 5 tahun7. Tabel 4. Peresepan Obat Berdasarkan Jenis Obat Topikal Jenis Obat Gentamicin Salep Permethrin Cream Mometason Cream Bedak Salycil Miconazole Cream Betametson Cream Hydrokortison Cream Ketoconazole Cream Acyclovir Cream Ichtyol Salep Jumlah Obat Presentase (%) 21,94 20,05 17,92 13,44 7,07 6,60 6,13 3,07 2,60 1,18 Gambar 4. Resep di Puskesmas Kayu Tangi Gentamisin cream sering dipakai pada terapi dermatitis kronis, sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Safarina menyatakan bahwa obat topikal yang paling banyak digunakan pada pasien terdiagnosa dermatitis atopik adalah gentamisin cream sebanyak 13 pasien . ,9%) (Safarina, 2. Pada penelitian lain juga menyatakan bahwa pengobatan pada penyakit pioderma anak sebanyak 7 pasien . %)9. Tabel 5. Peresepan Obat Berdasarkan Jenis Obat Oral Gambar 3. Grafik Distribusi Peresepan Obat Berdasarkan Jenis Obat Topikal Berdasarkan Tabel 4 peresepan obat berdasarkan jenis obat topikal paling banyak digunakan adalah gentamicin salep . ,94%). Gentamisin adalah Jenis Obat Cetirizine Tablet Interhistin Tablet Metyprednisolon Tablet Loratadine Tablet Acyclovir Kapsul CTM Tablet Keticonazol Tablet Cetirizine Sirup Dexametason Tablet Total Jumlah Obat Presentase (%) 36,81 21,15 16,21 6,59 4,12 3,57 2,21 1,37 Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. e-ISSN: 2598-2095 Antihistamin Antibiotik Antiparastik Keratolitikum Antifungi Antivirus Antiseptik Total 33,37 24,62 11,80 10,80 7,23 7,11 4,44 0,63 Gambar 5. Grafik Distribusi Peresepan Obat Berdasarkan Jenis Obat Oral Berdasarkan Tabel 5 peresepan obat berdasarkan jenis obat oral paling banyak digunakan adalah cetirizine tablet . ,15%). Menurut Asmahant . menunjukkan bahwa penggunaan cetirizine dapat menggunakan kortikosteroid topical10. Antihistamin Gambar 6. Grafik Distribusi Peresepan Obat Penyakit Kulit Berdasarkan Golongan Obat cetirizine aman untuk penggunaan masa panjang. Berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui golongan obat dan antihistamin dapat juga digunakan untuk penyakit kulit yang paling banyak digunakan yaitu mengobati indikasi lain yang terkait dengan dermatitis atopik, seperti asma, rhinokonjungtivitis, golongan obat yang paling banyak digunakan untuk dan urtikaria. Cetirizine adalah obat yang berkhasiat pengobatan kondisi kulit. Antihistamin berkhasiat mengurangi rasa gatal yang disebabkan oleh adanya peradadangan pada bagian mata, gatal-gatal alergi, reaksi terhadap alergi. Antihistamin juga mencegah infeksi saluran napas, dan kondisi alergi lainnya11. gatal-gatal dan mengobati ruam pada kulit akibat Pada penelitian ini penggunaan cetirizin lebih urtikaria, gatal-gatal, di gigit serangga, dan alergi banyak dibanding penggunaan Loratadin karena terhadap obat-obatan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh6 yang menyatakan penggunaan cetirizin sebagai lini pertama dalam pengobatan yang sering diberikan pada penderita pengobatan atau dilihat dari mekanisme kerjanya yang lebih efektif. Hal ini sesuai berdasarkan kortikosteroid dan antihistamin. Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Tabel 7. Tabel Peresepan Obat Penyakit Kulit Berdasarkan Variasi Jumlah Item Obat Per Resep No HK. 07/MENKES/395/2017 tentang Daftar Obat Esensial Nasional menyatakan bahwa obat antialergi yang tersedia di puskesmas meliputi dexametason, chlorpheniramin maleat, loratadin dan cetirizine. Tabel . ,37%). Variasi Jumlah Item Obat Tunggal Kombinasi Total Antihistamin Jumlah Lembar Resep Presentase 17,42 82,59 Peresepan Obat Penyakit Kulit Berdasarkan Golongan Obat Oral dan Topikal Golongan Jumlah Presentase Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. e-ISSN: 2598-2095 UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kepada seluruh civitas akademik Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, terimakasih tim anggota yang ikut berpartisipasi serta terimakasih kepada Puskesmas Gambar 7. Grafik Distribusi Peresepan Obat Penyakit Kulit Berdasarkan Variasi Jumlah Item Obat Per Resep Berdasarkan tabel 7 diatas dapat diketahui bahwa Kayu variasi jumlah item obat per resep pada pasien DAFTAR PUSTAKA