ISSN 2548-9623 (Onlin. Available online at : http://jurnal. id/index. php/acehmedika ISSN 2548-9623 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Aceh Medika TINGKAT PEMAHAMAN MAHASISWI TERHADAP PENGGUNAAN PEMUTIH KULIT WAJAH (SKIN BLEACHING) DI UNIVERSITAS ABULYATAMA Rizky Kurniawan1. Elfa Wirdani Fitri2. Surya Nola3 1,2,3 Program Studi Kedokteran Umum. Fakultas Kedokteran. Universitas Abulyatama. Jl. Blangbintang Lama. Aceh Besar. Indonesia * Email korespondensi: rizkykurniawan_fk@abulyatama. Diterima 21 Agustus 2024. Disetujui 16 September 2024. Dipublikasi 7 Oktober 2024 Abstract: Whitening cosmetics are cosmetics that contain whitening active ingredients and their use aims to brighten the skin or whiten the skin. Currently, many people use whitening cosmetics without knowing what ingredients are contained in whitening cosmetics and what side effects will arise if they use whitening cosmetics that contain dangerous ingredients. Based on the data obtained, there are a lot of whitening cosmetics used by the public, most of which contain dangerous ingredients, but due to the lack of understanding and information among the public regarding whitening cosmetic products, they are not careful in choosing the cosmetic products they use. Therefore, the author is interested in conducting research on the level of understanding and attitudes of female students at Abulyatama University regarding the dangers of whitening cosmetics on skin health. This study aims to determine and obtain an overview of the level of understanding and attitudes of female students regarding skin bleaching at Abulyatama University in using whitening cosmetics after the danger of whitening cosmetics to skin health. This research is a descriptive observational study on female students about (Skin Bleachin. at Abulyatama University. Sampling used Simple Random Sampling Technique and used primary data collected through questionnaires. Based on the results of the research and recapitulation of answers to questionnaires given to female students regarding Skin Bleaching at Abulyatama University, it can be concluded that of the 83 respondents who filled out the questionnaire, 64 people . 1%) used whitening cosmetics and 19 people . 9%) who did not use whitening Level Keywords: Behavior. Mother. Breastfeeding. Exclusive Breastfeeding Understanding. There were 44 female students . 0%) with good understanding, 19 people . 9%) with sufficient understanding, 1 person . 2%) with poor understanding. Meanwhile, there were 11 students . 3%) with good understanding, 7 people . 4%) with sufficient people . 2%) with poor understanding. Meanwhile, the attitudes of female students regarding skin bleaching at Abulyatama University, among students who use cosmetics, there are 64 students . 1%) who have a positive attitude and 19 students . 9%) who do not use whitening cosmetics also have a positive attitude. Keywords: Whitening Cosmetics. Knowledge. Attitude. Female Students Abstrak: Kosmetik pemutih merupakan kosmetika yang mengandung bahan aktif pemutih dan penggunaannya bertujuan untuk mencerahkan kulit atau memutihkan kulit. Saat ini masyarakat sangat banyak menggunakan kosmetik pemutih tanpa mengetahui bahan-bahan apa saja yang terkandung didalam kosmetik pemutih dan apa saja efek samping yang akan timbul jika menggunakan kosmetik pemutih yang mengandung bahan berbahaya. Berdasarkan data yang didapatkan, sangat banyak kosmetik pemutih yang digunakan oleh masyarakar yang sebagian besar mengandung bahan berbahaya tetapi karena kurangnya pemahamandan informasi pada masyarakat mengenai produk kosmetik pemutih sehingga mereka tidak berhati-hati dalam memilih produk kosmetik yang digunakan. Maka dari itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Tingkat Pemahaman Dan Sikap mahasiswi di Universitas Abulyatama Tentang Bahaya Kosmetik Pemutih Pada Kesehatan Kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran Tingkat Pemahaman dan Sikap Mahasiswi tentang (Skin Bleaching( di Universitas Abulyatama dalam menggunakan kosmetik pemutih setelah adanya bahaya pada kosmetik pemutih terhadap kesehatan kulit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif pada Mahasiswi tentang (Skin Bleaching( di Universitas Abulyatama. Pengambilan sampel menggunakan Teknik Simple Random Sampling dan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian dan rekapitulasi jawaban kuesioner yang diberikan pada mahasiswi tentang (Skin Bleaching( di Universitas Abulyatama, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dari 83 responden yang telah mengisi kuesioner, didapatkan 64 orang . ,1 %) yang menggunakan kosmetik pemutih dan 19 orang . ,9%) yang tidak menggunakan kosmetik pemutih. Tingkat Kata Kunci : Perilaku. Ibu. Menyusui. ASI Eksklusif PemahamanMahasiswi yang menggunakan kosmetik pemutih sebanyak 44 orang . ,0%) dengan pemahamanbaik, 19 orang . ,9%) dengan pemahamancukup, 1 orang . ,2%) dengan pemahamankurang. Sedangkan pada mahasiswi yang tidak menggunakan kosmetik pemutih terdapat sebanyak 11 orang . ,3%) dengan pemahamanbaik, 7 orang . ,4%) dengan pemahamancukup, 1 orang . ,2%) dengan pemahamanburuk. Sedangkan Sikap Mahasiswi tentang (Skin Bleaching( di Universitas Abulyatama, pada mahasiswi yang menggunakan kosmetik terdapat 64 orang . ,1%) mahasiswi memiliki sikap postif dan 19 orang . ,9%) mahasiswi yang tidak menggunakan kosmetik pemutih juga memiliki sikap positif. Kata Kunci: Kosmetik Pemutih. Pengetahuan. Sikap. Mahasiswi Tingkat Pemahaman Mahasiswa Terhadapa. (Kurniawan et al, 2. -78- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 78-84 http://jurnal. id/index. php/acehmedika berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) PENDAHULUAN Seiring pemahaman dan pada Triwulan I tahun 2020 dimana kinerja maka kebutuhan hidup manusia makin berkembang pula. Tidak sebesar 5,59%, hal ini menunjukkan bahwa hanya kebutuhan akan angka kebutuhan kosmetik yang tinggi dari Pendidikan dan Kesehatan saja, kebutuhan akan memiliki penampilan menarik pun menjadi Berdasarkan data diatas, menunjukkan bahwa prioritas utama dalam menunjang penampilan saat ini kosmetik telah menjadi sebuah lahan sehari-hari (Kemenkes, 2. Dengan Statistik, memuaskan, serta menjadi bagian dari kebutuhan seseorang memiliki kepercayaan diri yang lebih primer pada kebanyakan masyarakat. Tetapi pada kenyataannya seiring bertambahnya pengguna Pusat (Badan Indonesia mayoritas memiliki kulit berjenis sawo matang sedangkan, salah satu konsep untuk memiliki mementingkan bahan yang terkandung didalam kosmetik tersebut. Hal ini terbukti dengan menonjol yang saat ini beredar di masyarakat adalah dengan memiliki kulit putih. Stigma pasaran mengandung beberapa zat yang tidak tersebut menjadikan masyarakat dari produsen yang tidak agar memiliki kulit putih. Salah satu caranya merusak Kesehatan kulit (Cahyati N, 2. Berdasarkan dan pencerah kulit (Fadhila KR, 2. Menurut Kementrian Kesehatan kelayakan pemakaian dan pada Wanita untuk melakukan berbagai cara ialah dengan menggunakan kosmetik pemutih Pengawas Obat Indonesia Badan Makanan Republik tahun 2022. Kosmetik pemutih atau pemutih kulit mengandung bahan berbahaya dan bahan yang merupakan kosmetika yang mengandung bahan dilarang, ditemukan bahwa terdapat kosmetik aktif pemutih dan yang mengandung bahan berbahaya sebanyak untuk mencerahkan kulit atau memutihkan 499 item, 6023 buah dengan total nilai ekonomi Sesuai dengan tujuan penggunaannya, skin mencapai 1,6 juta rupiah pada tahun 2022 dan lightening yang merupakan salah satu pemutih pada tahun 2023. BPOM menyita barang bukti kulit yang beredar di pasaran berfungsi untuk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya mencerahkan kulit serta skin bleaching untuk sebanya 7,7 miliar rupiah. Secara rinci bahan memudarkan noda-noda hitam. bukti yang diamankan antara lain bahan baku Berdasarkan data WHO pada tahun 2021, berupa bahan kimia obat seperti Hidroquinon setengah populasi dari negara Korea. Malaysia, yang dapat menyebabkan efek ochronosis . ulit dan Filiphina menggunakan kosmetik pemutih menjadi kehitama. Asam Retinoat yang dapat Sebanyak 77% Wanita Nigeria juga menyebabkan iritasi kulit, kulit gatal, bengkak, menggunakan pemutih kulit dan ada 61% pasar kemerahan, mengelupas, kering dan bersifat perawatan kulit yang tersebar di negara India teratogenic . enyebabkan cacat lahir pada yang terdiri dari pencerah kulit (Cheng DA, et jani. , dan Merkuri yang jika digunakan dalam jangka panjang dapat menyebabkan toksisitas Di Indonesia, perkembangan kosmetik ginjal atau gagal ginjal (BPOM RI, 2023 & -79- ISSN 2548-9623 (Onlin. Lamakarate S, dkk, 2. Berdasarkan Populasi adalah elemen penelitian yang diatas membuktikan hidup dan tinggal bersama- sama dan secara bahwa kosmetik pemutih yang digunakan oleh teoritis menjadi target hasil penelitian. Jadi masyarakat sebagian besar mengandung bahan populasi pada prinsipnya adalah semua anggota berbahaya tetapi karena kurangnya pemahaman kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau masyarakat mengenai benda yang tinggal bersama dalam satu tempat produk kosmetik pemutih sehingga mereka tidak dan secara terencana menjadi target kesimpulan berhati-hati dalam memilih produk kosmetik dari akhir suatu penelitian . Populasi dapat yang digunakan. Dengan demikian, sikap kehati- berupa mahasiswa Universitas Abulyatama. Populasi dapat di bedakan menjadi dua untuk diperhatikan populasi target dan populasi terlebih banyaknya produk berbahaya yang dapat Populasi yang di rencanakan dalam menimbulkan efek samping pada Kesehatan kulit rencana penelitian dapat di sebut populasi target. seperti kulit yang merah meradang setelah Sedangkan populasi akses yaitu orang-orang atau menggunakan kosmetik pemutih yang beredar benda yang ditemui dipasaran (Kemenkes, 2. jumlah populasi berdasarkan keadaan yang ada. (Sukardi, 2. Populasi dalam penelitian ini Maka dari itu, penulis tertarik untuk Pemahaman Universitas Abulyatama mengenai Tingkat Sikap Mahasiswi ketika dalam penentuan Mahasiswi di Universitas Abulyatama yang berjumlah 34 Orang. Sampel penggunaan kosmetik pemutih pada Kesehatan Sampel kulit wajah. populasi yang diteliti. (Arikunto, 2. Syarat METODE PENELITIAN yang paling penting untuk di perhatikan dalam Jenis Dan Rancangan Penelitian mengambil sampel ada dua macam yaitu Jenis penelitian yang digunakan pada yang mencukupi dan profil penelitian ini bersifat cross sectional. Cross sampel yang dipilih harus mewakili. (Sukardi, sectional yaitu desain penelitian analitik yang Mahasiswi di Universitas Abulyatama 34 Remaja mengetahui hubungan antar Putri yang menggunakan kosmetik variabel dimana variabel independen dan variabel pemutih wajah memenuhi keriteria yang bisa dependen di identifikasi dijadikan sebagai sampel. (Kelana, 2. Jenis Teknik Sampling menyangkut variabel bebas . ingkat pemahama. Teknik dan variabel terikat ( resiko terjadinya penyakit penelitian untuk menentukan atau memilih Kesehatan kulit. Populasi dan Sampel Untuk terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan secara skematis. Populasi Tingkat Pemahaman Mahasiswa Terhadapa. (Kurniawan et al, 2. teknik sampling adalah cara yang ditetapkan Mahasiswi di Universitas Abulyatama pengambilan sampel , yang dimaksud dengan akan dikumpulkan dalam waktu yang Penelitian ini dilakukan pada 23 mei -80- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 78-84 http://jurnal. id/index. php/acehmedika (Kelana, 2. pada penelitian ini teknik yang Distribusi frekuensi pemahamanremaja putri tentang pemakaian kosmetik pemutih wajah Tabel 4. 2 distribusi frekuensi Non probability sampling yaitu teknik pemahamanremaja putri tentang pemakaian pengambilan sampel yang tidak memberi peluang kosmetik pemutih Mahasiswi Terhadap atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur Penggunaan Pemutih Kulit Wajah (Skin atau anggota populasi untuk dipilih menjadi Bleachin. di Universitas Abulyatama Teknik non probability yang digunakan pada penelitian ini yaitu sampel jenuh atau sering disebut total sampling (Oliver, 2. Menurut Sugiono Total teknik pengambilan sampel dimana populasi dan sampel jumlahnya sama atau seimbang. Alasan mengambil total sampling karena jumlah populasi yang kurang Tabel hasil analisis ini menunjukan bahwa Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 34 Mahasiswi di Universitas pemahamanMahasiswi Abulyatama. Terhadap Penggunaan Pemutih Kulit Wajah (Skin Bleachin. di Universitas Abulyatama yang HASIL PENELITIAN terbanyak adalah kategori rendah berjumlah 14 Hasil Penelitian responden dengan presentase 41,2 %. Analisi Univariat Distribusi frekuensi responden Mahasiswi Distribusi frekuensi remaja putri dengan resiko terjadinya penyakit kulit Terhadap Penggunaan Pemutih Kulit Wajah (Skin Bleachin. di Universitas Abulyatama. Tabel 4. 3 Distribusi frekuensi remaja putri Tabel 4. 1 distribusi frekuensi responden dengan resiko terjadinya penyakit kulit Mahasiswi Terhadap Penggunaan Pemutih Mahasiswi Terhadap Penggunaan Pemutih Kulit Wajah (Skin Bleachin. di Universitas Kulit Wajah (Skin Bleachin. di Universitas Abulyatama Abulyatama Berdasarkan menunjukan bahwa usia responden terbanyak Tabel hasil analisis ini menunjukan Mahasiswi Terhadap Penggunaan Pemutih Kulit bahwa distribusi frekuensi Mahasiswi Terhadap Wajah Penggunaan (Skin Bleachin. Universitas Pemutih Kulit Wajah (Skin Bleachin. di Universitas Abulyatama dengan Abulyatama yaitu 17 responden . ,0%) -81- ISSN 2548-9623 (Onlin. resiko terjadinya penyakit kulit yang terbanyak Penelitian ini sejalan dengan (Noviana & adalah kategori tinggi berjumlah 17 responden Susiati, 2. Hasil uji hipotesis menggunakan dengan presentase 50,0% Menurut analisa peneliti berarti ada Product Moment, koefisien korelasi r hitung sebesar 0,484. Untuk keterkaitan antara tingkat pemahamanremaja putri dalam pemakaian kosmetik pemutih wajah dikonsultasikan pada tabel nilai-nilai r xy dengan resiko terjadinya penyakit kulit didesa dengan nilai N = 61 pada taraf signifikan 5% Pasuruan. Namun adalah 0,254. Jadi, nilai r hitung yang diperoleh di atas nilai r tabel yaitu 0,484 > 0,254. Dapat kosmetik sangat lah rendah karena kurangnya diinterpretasikan bahwa ada hubungan positif informasi yang di dapat serta remaja tidak teliti dan signifikan antara variabel pemahamanrias dalam memilih produk kosmetik yang aman di wajah sehari-hari dengan penggunaan kosmetik pada wajah karena r hitung yang diperoleh di Penelitian ini sejalan dengan (Alfika, atas r tabel pada taraf signifikan 5%. Tingkat pemahamanmemiliki korelasi PENUTUP yang kuat terhadap motivasi responden dalam Kesimpulan menggunakan kosmetik bermerkuri. Hasil ini Hasil didapat melalui uji Product Moment Person AuTingkat Pemahaman Mahasiswi Terhadap Penggunaan yang menghasilkan koefisien korelasi antara Pemutih Kulit Wajah (Skin Bleachin. di tingkat pemahamanterhadap motivasi pemilihan Universitas AbulyatamaAy menunjukkan bahwa : kosmetik bermerkuri sebesar 0,524 dan nilai p Distribusi frekuensi responden . pada dengan nilai 0,000. Kedua value ini menjadi penetapan adanya Mahasiswi Terhadap Penggunaan Pemutih Kulit Wajah (Skin Bleachin. di Universitas Abulyatama terbanyak adalah pada remaja akhir usia 16 Ae pemilihan kosmetik bermerkuri. 19 tahun yaitu 17 responden . ,0%) Namun penelitian ini tidak sejalan dengan . gustina, 2. tidak terdapat pengaruh yang Distribusi frekuensi pemahamanremaja putri bermakna antara lama pengunaan krim pemutih tentang pemakaian kosmetik pemutih wajah kulit dengan terjadinya resiko penyakit kulit Mahasiswi Terhadap Penggunaan Pemutih berdasarkan uji kolerasi kontigensi dengan nilai Kulit Wajah (Skin Bleachin. di Universitas p=0,014 (C1 95%) dan kekuatan kolerasinya Abulyatama yang lemah . =0,. pemahamanyang rendah terhadap produk Norlyta. Kosmetik pemutih wajah berjumlah 14 Penelitian ini pun berkaitan dengan (Novia responden dengan presentase . ,2%) Distribusi frekuensi remaja puti dengan analisis antara sikap dengan penggunaan krim resiko terjadinya penyakit kulit adalah menunjukan nilai signifikansi 0. 000 < 0. 05 hal kategori tinggi berjumlah 17 responden ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang dengan presentase . ,0%) Mengetahui signifikan antara sikap dengan penggunaan krim pemahamanremaja putri dalam pemakaian pemutih wajah yang berbahaya. Tingkat Pemahaman Mahasiswa Terhadapa. (Kurniawan et al, 2. -82- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 78-84 http://jurnal. id/index. php/acehmedika YOGYAKARTA. Angewandte kosmetik pemutih wajah dengan resiko Chemie International Edition, 6. , 951Ae952. Mahasiswi Camelia. Subchan. , & Widodo. Terhadap Penggunaan Pemutih Kulit Wajah (Skin Bleachin. di Universitas Abulyatama PENGARUH PEMAKAIAN masih cukup rendah karena kurangnya PELEMBAB informasi yang didapatkan dari media sosial. TERHADAP KEJADIAN AKNE YANG SALAH VULGARIS BERAT PADA MAHASISWI koran dll. Studi Saran Kedokteran Adapun saran dari peneliti adalah Hasil Pada Mahasiswa Universitas Diponegoro. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 4. , 210Ae217. Chynintia. Toruan. , & Khotimah. mempengaruhi tingkat kecemasan mahasiswa . Gambaran Tingkat Pengetahuan, terhadap penggunanaan pemutih kulit wajah agar Sikap lebih berhati-hati Dan Perilaku Penggunaan Kosmetik Siswi Sman Di Samarinda Yang DAFTAR PUSTAKA