Hubungan Ukuran Lingkar Kepala Terhadap Status Mental Siswa SLB-C Dan Normal Di Daerah Jakarta Pusat Correlation Between Head Circumference to Mental Status of Normal And Intellectual Disability Students in Central Jakarta Ahmad Fauzi1. Etty Widayanti2 1 Faculty of Medicine. YARSI University 2 Dept. Anatpmy. Faculty of Medicine. YARSI University KATA KUNCI KEYWORDS ABSTRAK Ukuran Lingkar Kepala, disabilitas intelektual, perkembangan Head Circumference, microcephaly, intellectual disability Latar Belakang: Ukuran lingkar kepala merupakan salah satu pemeriksaan untuk menilai perkembangan otak seseorang. Perkembangan otak yang tidak sesuai akan menimbulkan permasalahan kesehatan, salah satunya adalah disabilitas Tujuan penelitian adalah membuktikan hipotesis hubungan ukuran lingkar kepala dapat mempengaruhi perkembangan otak yang dapat memicu terjadinya disabilitas Metode: Desain penelitian adalah cross-sectional observational. Populasi dari siswa sekolah dasar negeri (SDN) dan sekolah luar biasa tipe C (SLB-C) berada di wilayah Jakarta Pusat berjumlah 538 orang. Sampel penelitian berjumlah 114 Responden terdiri atas 20 disabilitas intelektual dari SLB-C, 94 status mental normal dari SDN. Rentang usia 6-13 Tehnik pengambilan sampel dengan proportional stratified random sampling, penentuan jumlah sampel menggunakan formula Slovin. Pengukuran lingkar kepala menggunakan pita ukur dan mengkategorikannya sesuai grafik Gerrhard Nellhaus dalam buku kesehatan ibu dan anak Menteri Kesehatan. Penilaian status mental menggunakan kuesioner yang dijawab oleh guru. Analisa data dengan uji statistik Chi Square menggunakan aplikasi SPSS. Hasil: Hasil uji Chi Square adalah p . < 0. Hipotesis peneliti diterima, sehingga berdasarkan uji statistik, ukuran lingkar kepala dapat mempengaruhi perkembangan otak yang dapat memicu terjadinya disabilitas intelektual. Simpulan: Ukuran perkembangan otak sehingga memicu terjadinya disabilitas intelektual pada seseorang. ABSTRACT Background: Head circumference is one of many examinations to assess brain development. Abnormal brain development could cause health problems, one of them is intellectual The Objective of this study is to prove the hypothesis about head circumference can affect brain development which triggers intellectual disability occurrence. Methods: This study used cross-sectional design research. Population was chosen from public elementary school and school for special needs type C (SLB-C) in Central Jakarta in total 538 people. Samples amount were 114 people. Samples were divided into 20 intellectual disability students from SLBC and 94 samples from public elementary school. Age ranged from 6-13 years old. Proportional stratified random sampling was used as sampling method and Slovin formula to count the Head circumference taken with tape and categorize it using Gerrhard Nellhaus graph used in mother and child health book from IndonesiaAos Ministry of Health. StudentsAo mental status was evaluated using questionnaire answered by schoolAos Data analysis with Chi Square statistic test using SPSS version 23. Result: Chi Square statistic test result is p . < 0. This study suggests that head circumference can affect brain development which triggers intellectual disability occurrence. Conclusion: Head circumference affects brain developments which triggers intellectual disability occurence. Pendahuluan Disabilitas intelektual adalah gangguan tumbuh kembang dengan penurunan fungsi intelektual dan Gangguan tersebut bersifat menyeluruh yang dimulai sejak anak-anak hingga dewasa, antara lain gangguan adaptasi Gejala tersebut timbul pada masa perkembangan, yaitu di bawah usia 18 tahun dengan skor IQ (Intellegent Quotien. kurang dari 70 (Greydanus & Pratt, 2. Dasar penyebab dari disabilitas intelektual antara lain disfungsi/proses patologis otak yang terjadi saat prenatal, perinatal, dan Disfungsi otak bersifat multifaktorial dan kompleks. Agar mempermudah penentuan penyebab intelektual berdasarkan faktor genetik sebagai penentu sifat bawaan anak tersebut dan faktor lingkungan sebagai penyedia kebutuhan dasar perkembangan anak (Sularyo & Kadim, 2. Kebanyakan anak-anak disabilitas intelektual akan dibawa oleh orang tuanya ke dokter jika terdapat . tubuhnya, salah satunya adalah ukuran lingkar kepala. Ukuran lingkar kepala merupakan pemeriksaan yang relevan terhadap pertumbuhan otak dan kemampuan intelektual pada anak-anak usia sekolah. Microcephaly (Ukuran lingkar kepala < -2 SD) banyak ditemukan pada anak-anak dengan disabilitas intelektual (Coronado dkk. Penelitian pemeriksaan ukuran lingkar kepala belum pernah dilakukan pada sampel dengan rentang usia 6-13 tahun. Ukuran lingkar kepala umumnya diperiksa pada usia kurang dari satu tahun. Ivanovic dkk. , . , menyebutkan pada penelitian-penelitian sebelumnya menjelaskan tidak adanya hubungan ukuran lingkar kepala dengan tingkat Namun. Tigga dkk. , . menjelaskan bahwa pertumbuhan cepat ukuran lingkar kepala pada tiga tahun pertama kehidupan berkaitan dengan menunjukan terjadinya perkembangan Sedangkan Ivanovic dkk. , . penelitian yang menjelaskan bahwa ukuran lingkar kepala orang dewasa secara signifikan berkaitan dengan tingkat intelegensi. Semakin besar ukuran lingkar kepala, maka volume otak juga semakin besar dan semakin kecil ukuran lingkar kepala, semakin besar kemungkinan adanya kelainan neurologis (Ivanovic et al. , 2004. Treit et , 2. Pro dan kontra tersebut menjadi latar belakang tujuan penelitian ini, yaitu menguji hipotesis mengenai hubungan antara ukuran lingkar kepala dengan perkembangan otak sehingga Sampel penelitian terdiri atas laki-laki dan perempuan rentang usia 6-13 tahun di daerah Jakarta Pusat. Metode Penelitian Desain observasional dengan cross sectional. Responden terdiri atas 114 responden laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 6-13 tahun yang terbagi menjadi 20 responden disabilitas intelektual dari SLB-C Cempaka Putih dan SLB-C Dian Grahita, 94 responden dengan status mental normal dari SDN 01 Cempaka Putih Barat. Jakarta Pusat. Penelitian dilaksanakan antara bulan Juni 2017 hingga Desember 2017. Penetapan sampling dan menggunakan formula Slovin untuk menentukan jumlah sampel minimal. Ukuran lingkar kepala diambil menggunakan grafik Gerrhard Nellhaus yang digunakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam buku kesehatan ibu dan anak. Penilaian status mental merupakan perkiraan peneliti bahwa seluruh sampel yang berasal dari SLB-C merupakan siswa dengan disabilitas intelektual dan SDN 01 Cempaka Putih Barat merupakan siswa dengan status mental normal. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-square dan menilai Odds Ratio menggunakan aplikasi SPSS Windows versi 23. Penelitian ini dilaksanakan setelah mendapatkan surat kelayakan etik dari lembaga penelitian Universitas YARSI no. 251/KEP- UY/BIA/X/2017. Hasil Tabel 1 memaparkan karakteristik siswa dinilai dari distribusi subjek penelitian dari tiga sekolah berdasarkan umur dan jenis kelamin. Tabel 1. Karakteristik Responden Penelitian Berdasarkan Usia Jumlah Responden Penelitian Karakteristik SDN 01 Usia Cempaka Putih Barat SLB-C Cempaka Putih SLB-C Dian Grahita Total (%) 0 . Total Mean Distribusi subjek penelitian berdasarkan usia dengan target awal penelitian adalah mendapatkan siswa dan siswi usia 6 hingga 13 tahun, namun usia yang didapatkan adalah 7-13 tahun. Tidak ditemukan data siswa usia 6 tahun. Usia anak paling banyak ditemukan pada SDN 01 Cempaka Putih Barat dan SLBC Dian Grahita adalah usia 10 tahun, sebanyak 34 orang . 8%) dan 4 orang . 5%). Sedangkan pada SLB-C cempaka Putih Barat yang paling banyak ditemukan adalah usia 13 tahun dengan jumlah 3 orang . 6%). Pada ketiga sekolah tidak ditemukan siswa dengan usia 6 tahun. Kemudian, di SDN 01 Cempaka Putih Barat selain tidak ditemukan usia 6 tahun, juga usia 12 Nilai rata-rata . dan standar deviasi (SD) di SDN 01 Cempaka Putih Barat sebesar 9. SLB-C Cempaka Putih sebesar 11. SLB-C Dian Grahita 10. Tabel 2. Karakteristik responden berdasarkan gender Jumlah Responden Penelitian SDN 01 SLB-C Cempaka Karakteristik Cempaka SLB-C Total Putih Putih Gender Dian Barat Grahita 54 . Laki-laki 40 . Perempuan 54 . Total Tabel 2 menunjukan sampel siswa normal lebih banyak gender perempuan, sedangkan pada siswa disabilitas intelektual didominasi oleh gender laki-laki. Rasio perbandingannya sebesar 14:6 . atau artinya setiap dua laki- laki dengan disabilitas intelektual, terdapat satu perempuan dengan disabilitas intelektual. Sampel total yang didapat berupa responden laki- laki sebanyak 54 orang . 3%) dan perempuan sebanyak 60 orang . 7%). Rasio laki-laki dan perempuan adalah 1:1. Jumlah laki-laki dan perempuan di SDN 01 Cempaka Putih Barat sebanyak 40 responden . 08%) dan 54 responden . 36%). Perbandingan jumlah responden sesuai gender di SDN 01 Cempaka Putih Barat tidak berbeda jauh, dengan rasio 1:1. Jumlah lakilaki dan perempuan di SLB-C Cempaka Putih sebanyak 5 respoden . 38%) dan 3 responden . 63%). Jumlah laki-laki dan perempuan di SLB-C Dian Grahita sebanyak 9 responden . dan 3 responden . 63%). Tabel 3. Karakteristik responden penelitian kategori ukuran lingkar kepala Jumlah Responden Penelitian Karakteristik Ukuran Lingkar Kepala SDN 01 SLB-C Cempaka Putih Barat Cempak a Putih SLB-C Dian Grahita Total Microcephaly 2 . Normalmacrocephaly Total Tabel 3 menunjukan perbandingan responden ukuran lingkar kepala normalAemacrocephaly siswa normal dengan siswa SLB-C sebesar 92:13 . atau dapat diakatan bahwa diantara tujuh siswa normal dengan ukuran lingkar kepala normal Ae macrocephaly, dapat ditemukan satu siswa SLB-C dengan ukuran lingkar kepala normalAemacrocephaly. Perbandingan responden ukuran lingkar kepala microcephaly siswa normal dengan siswa SLB-C sebesar 2:7 atau . dapat dikatakan bahwa diantara dua siswa normal dengan ukuran lingkar kepala microcephaly, dapat ditemukan tujuh siswa SLB-C dengan ukuran lingkar kepala microcephaly. Tabel 4 menunjukan perbandingan rasio antar gender dengan ukuran lingkar kepala microcephaly adalah 7:2 (L:P) atau dapat dikatakan bahwa diantara tujuh laki-laki dengan ukuran lingkar kepala microcephaly, dapat ditemukan dua perempuan dengan ukuran lingkar kepala microcephaly. Tabel 4. Variasi ukuran lingkar kepala berdasarkan gender Karakteristik Ukuran Lingkar Kepala Microcephaly Normalmacrocephaly Total Laki-laki Perempuan Total (%) 7 . Sedangkan rasio antar gender dengan ukuran lingkar kepala normalAe macrocephaly adalah 47:58 . :1. , atau dapat dikatakan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki perbandingan yang tidak besar perbedaannya. Tabel 5 memaparkan rasio antara responden dengan status mental normal disabilitas intelektual adalah 4. atau dapat dikatakan bahwa diantara lima orang dengan status mental normal, dapat ditemukan satu orang dengan disabilitas intelektual. Penilaian status mental normal di SDN 01 Cempaka Putih barat adalah asumsi peneliti bahwa seluruh siswa yang masuk ke dalam SDN 01 Cempaka Putih Barat adalah siswa dengan kemampuan intelektual normal. Tabel 5. Karakteristik status mental responden penelitian Jumlah Responden Penelitian Karakteristik Status Mental SDN 01 Cempaka Putih Barat SLB-C Cempak a Putih Normal Disabilitas Intelektual Total SLB-C Dian Grahita Total (%) 94 . Jumlah siswa yang masuk kategori inklusi pada SLB-C Cempaka Putih lebih sedikit dibandingkan SLB-C Dian Grahita. Siswa normal yang masuk Hal tersebut disebabkan karena perbandingan rasio yang besar antara populasi disabilitas intelektual dan status mental normal usia 6-13 tahun dari ketiga sekolah, yaitu sebesar 78 siswa dari gabungan kedua SLB-C dan 460 siswa dari SDN 01 Cempaka Putih Barat. Penentuan jumlah sampel berdasarkan formula Slovin mendapatkan hasil minimal sebesar 85 Pembagian secara proporsional sampel minimal yang harus diambil dari SLB-C Dian Grahita dan SLB-C Cempaka Putih sebanyak 12 sampel dibandingkan sampel minimal dari SDN 01 Cempaka Putih Barat sebanyak 72 orang. Tabel 6. Hubungan Ukuran Lingkar Kepala Terhadap Status Mental Antara Siswa Normal Dengan Siswa Disabilitas Intelektual Status Mental Karakteristik Disabilitas Norma Total Intelektual (%) (%) Lingkar Value 90% CI (%) Kepala Microcephaly Normalmacrocephaly Total 7 . Analisa bivariat dipaparkan dalam tabel 6 dengan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antara ukuran lingkar kepala dengan status mental dan analisa nilai odds ratio. Sampel intelektual maupun normal didominasi oleh kategori ukuran lingkar kepala normal-macrocephaly. Rasio jumlah responden dengan ukuran lingkar kepala kategori normalAemacrocephaly lebih banyak ditemukan di responden dengan status mental normal dibandingkan responden dengan disabilitas intelektual, yaitu 92 responden . dibandingkan 13 responden . 4%). Rasio sebesar 7. 07:1 . atau dapat dikatakan setiap orang dengan ukuran lingkar kepala normalAemacrocephaly diantara tujuh orang dengan status mental normal, ditemukan satu orang Perbandingan sampel microcephaly dengan normalAemacrocephaly adalah 7:13 . :1. atau dapat dikatakan bahwa . intelektual dengan ukuran lingkar kepala normalAemacrocephaly ditemukan satu orang memiliki ukuran lingkar kepala microcephaly dengan disabilitas Perbandingan tersebut berbeda jauh dengan populasi siswa normal, yaitu 2:92 atau diantara 46 orang dengan ukuran lingkar kepala normal Ae macrocephaly, ditemukan satu orang memiliki ukuran lingkar kepala Terdapat hubungan signifikan microcephaly dengan angka kejadian disabilitas intelektual (OR=24. 76, 90% CI 7. dan hubungan signifikan normalmacrocephaly dengan angka kejadian disabilitas intelektual (OR=0. 040, 90% CI 0. Analisa bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square untuk uji Mendapatkan nilai berupa p . < . Hipotesis alternatif (H. penelitian diterima, yaitu menunjukan adanya hubungan antara ukuran lingkar kepala dengan perkembangan otak sehingga dapat memicu terjadinya disabilitas intelektual di daerah Jakarta Pusat. Pembahasan Tabel 2 menunjukan sampel siswa normal lebih banyak gender perempuan, sedangkan pada siswa disabilitas intelektual didominasi oleh gender laki-laki. Dominasi gender lakilaki pada orang dengan disabilitas intelektual sesuai dengan penelitian oleh Bourke dkk. , . yang menilai prevalensi orang dengan disabilitas intelektual di Australia Barat, yaitu rasio gender laki-laki dibandingkan dengan perempuan yang memiliki disabilitas intelektual sebesar 1. 78:1 yang artinya bahwa diantara dua laki-laki dengan disabilitas intelektual, didapatkan satu Beberapa alasan lebih banyak laki-laki dengan disabilitas melakukan kegiatan yang merusak diri, bahkan lebih banyak melakukan tindakan preventif kesehatan dengan pemeriksaan kesehatan yang rutin. Selain dari tindakan preventif tersebut, disabilitas intelektual berat dan sangat berat cenderung tidak merokok dan minum alkohol. Penelitian yang dilakukan terhadap 4. 449 orang dengan disabilitas intelektual di New York. Taiwan, dan Israel menunjukan bahwa laki- laki dengan disabilitas intelektual memiliki risiko mengalami penyakit endokrin, infeksi, dan pernafasan lebih sedikit daripada perempuan dengan disabilitas intelektual. Mereka juga memiliki angka kematian karena bunuh diri yang lebih rendah dari perempuan (Merrick, dkk. , 2. Tabel 3 memaparkan lebih banyak ditemukannya siswa SLB-C yang memiliki ukuran lingkar kepala microcephaly daripada siswa normal. Penyebab terjadinya microcephaly berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hagen dkk. , . , disebabkan atas banyak faktor, antara lain faktor genetika dan lingkungan yang dapat memberikan pengaruh terhadap ukuran perkembangan lingkar kepala. Hal tersebut dapat berdampak kepada penurunan perkembangan volume otak, penurunan kemampuan intelektual dan atau disabilitas sistem motoriknya. Microcephaly juga banyak ditemukan pada anak-anak dengan disabilitas Teori tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Ivanovic dkk. , . Hasil penelitian menunjukan bahwa respondennya dengan ukuran lingkar kepala < -2 S. yaitu ukuran lingkar kepala kategori microcephaly, memiliki kemampuan menjawab SAT (Scholastic Achievement Tes. , tes yang terdiri atas bahasa Spanyol dan Matematika, lebih buruk dengan ukuran lingkar kepala kategori normalAe macrocephaly . <0. Semakin kecil ukuran lingkar kepala, kemampuan intelektualnya semakin menurun (Ivanovic dkk. , 2004. Hagen , 2014. Coronado dkk. , 2. Tabel 4 memaparkan bahwa perbandingan ukuran lingkar kepala laki-laki dengan microcephaly lebih besar daripada perempuan, yaitu 7:2. Hal ini tidak sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Emandi . yang menyatakan secara umum bahwa pada semua umur, lakilaki memiliki ukuran lingkar kepala yang lebih besar daripada wanita. Namun, hal tersebut dapat terjadi mungkin dikarenakan sampel berasal dari negara barat. Perbedaan genetik dan jumlah sampel penelitian yang dilakukan oleh Emandi dkk. jauh lebih banyak dibandingkan penelitian Berdasarkan univariat dan bivariat pada Tabel 5 dan disabilitas intelektual-microcephaly lebih sedikit daripada sampel dengan disabilitas intelektual-kepala normalmacrocephaly. Alasan ditemukannya sampel dengan disabilitas intelektual memiliki microcephaly karena hal tersebut dapat meningkatkan risiko intelektual karena terganggunya proses perkembangan otak (Coronado et al. Penelitian ini tidak sejalan dengan teori di atas,kemungkinan penyebabnya adalah sampel dibedakan berdasarkan ada tidaknya disabilitas intelektual pada siswa tanpa memperhatikan jenis atau klasifikasi dari disabilitas intelektualnya, seperti down syndrome, autism spectrum disorder, dan gangguan disabilitas intelektual Hal tersebut mengakibatkan sampel siswa disabilitas intelektual microcephaly jumlahnya lebih sedikit daripada siswa disabilitas intelektual dengan ukuran lingkar kepala normal Ae Penelitian yang dilakukan oleh Coronado dkk. , pada tahun 2015 menunjukan perbedaan signifikan secara statistik . < 0. nilai rata- rata . ukuran lingkar kepala minimum subjek dengan status mental dengan disabilitas intelektual dan status mental Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa ukuran lingkar kepala dengan disabilitas intelektual cenderung memiliki ukuran lingkar kepala microcephaly daripada orang dengan status mental normal. Jumlah anak dengan kondisi disabilitas intelektual di Indonesia 460 orang berdasarkan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011, namun data tersebut belum mewakili jumlah anak keseluruhan karena faktor orang tua yang enggan atau malu melaporkan keadaan anaknya. Faktor tersebut juga menyebabkan kesehatan dan pendidikan anak disabilitas intelektual kurang mendapatkan perhatian dari orang sekitar (Mujaddid, 2. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab mengapa peneliti tidak mendapatkan jumlah sampel disabilitas intelektual sebanding dengan sampel status mental Banyak anak-anak dengan disabilitas intelektual dibawa oleh orang tuanya ke dokter jika terdapat dysmorphism . pada tubuhnya. Salah satu bentuk tubuh yang jadi perhatian saat anak baru lahir adalah ukuran kepala yang kecil . (Shapiro & Batshaw, 2. Kelainan ini bersifat multifaktorial, antara lain disebabkan oleh infeksi CMV . saat ibu hamil, ibu hamil yang meminum alkohol sehingga janin ikut terpapar, kebutuh-an gizi anak yang tidak tercukupi, seperti asupan kalori perhari yang tidak mencapai AKG . ngka kecukup-an giz. dan tidak mendapat asupan ASI (Air Susu Ib. ekslusif saat 6 bulan pertama ASI eksklusif terbukti dapat keja-dian Kebutuhan gizi ASI umumnya membantu perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak (Tawia, 2013. Coronado dkk. , 2015. Treit dkk. , 2. Pengukuran lingkar kepala menjadi salah satu pemeriksaan yang banyak dilakukan pada bayi baru lahir karena dapat memprediksi pertumbuhan otaknya. Penelitian genetika juga menunjukan adanya bukti keterkaitan antara ukuran lingkar kepala dengan volume intracranial pada orang dewasa (Emandi dkk. , 2015. Lee & Hayes, 2. Ukuran lingkar kepala yang kecil menunjukan ukuran otak yang kecil, sehingga dapat diartikan bahwa perkembangan otaknya tidak berjalan sebagaimana biasa atau dapat dikatakan lambat (Menounou, 2. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa risiko orang mengalami disabilitas intelektual dengan lingkar kepala microcephaly 24. 76 kali lebih besar daripada orang dengan lingkar normal-macrocephaly (OR=24. Kebalikannya, orang dengan lingkar kepala normalAemacrocephaly 25 kali lipat lebih kecil risiko terjadinya disabilitas intelektual dibandingkan microcephaly (OR=0. 040, 90% CI 0. Ukuran lingkar kepala microcephaly memberikan dampak buruk karena mempengaruhi volume intracranial dan perkembangan otak. Hipotesis penelitian ini sesuai dengan teori tersebut karena ukuran lingkar kepala dapat mempengaruhi perkembangan otak sehingga dapat memicu terjadinya disabilitas intelektual . < Hasil analisa uji Chi-square menunjukan adanya hubungan antara variabel independen dengan dependen . < 0. Walaupun begitu, data penelitian ini memiliki beberapa Batasan pertama adalah belum tersedianya standar persentil ukuran lingkar kepala untuk orang usia 6-13 tahun yang sesuai dengan masyarakat Indonesia. Buku panduan teknis kesehatan ibu dan anak tahun 2015 masih menggunakan grafik persentil Gerrhard Nellhaus yang dibuat pada Grafik tersebut berasal dari gabungan grafik data ukuran lingkar kepala manusia usia 0-18 tahun. Gabungan data tersebut berasal dari kumpulan dan perbandingan data ukuran lingkar kepala pada berbagai macam ras dan suku di kota dan negara Edinburgh. Pennysylvania. Brussels. Washington D. Stockholm. Basel. London. Tokyo. Zurich. Aberdeen. Oxford. Helsinki. Berkeley. Cekoslovakia pada tahun 1948. Batasan kedua adalah sampel penelitian ini hanya merepresentasikan anak-anak usia 6- 13 tahun daerah Cempaka Putih dan Kemayoran. Jakarta Pusat. Belum dapat merepresentasikan anak-anak usia 6-13 tahun untuk seluruh Indonesia, karena jumlah sampel belum mewakili populasi seluruh Indonesia. Batasan ketiga adalah peneliti tidak mendapatkan data anak usia 6 tahun. Batasan keempat adalah peneliti tidak mendapatkan data mengenai faktorfaktor yang mempengaruhi ukuran lingkar kepala, seperti nutrisi ibu saat hamil, faktor genetika, status sosioekonomi, lama waktu kehamilan, dan pemberian ASI eksklusif (Nellhaus. Emandi dkk. , 2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap ukuran lingkar kepala microcephaly. Ukuran lingkar kepala microcephaly terbukti dalam beberapa penelitian sebelumnya dapat menyebabkan perkembangan otak yang Hal ini dapat memicu terjadinya disablitias intelektual. Hasil analisa penelitian ini semakin memperkuat penelitian sebelumnya, yaitu terjadinya disabilitas intelektual apabila individu memiliki ukuran lingkar kepala Peneliti mengharapkan agar penelitian ini dilanjutkan dengan jumlah populasi yang lebih banyak dan Variabel diharapkan lebih banyak lagi terkait pengaruh genetika, pemberian ASI eksklusif, pengaruh gizi, dan perbedaan etnis yang dapat mem-pengaruhi ukuran lingkar kepala. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian hubungan ukuran lingkar kepala terhadap status mental siswa SLB-C dan normal di daerah Jakarta Pusat dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan signifikan dari ukuran lingkar kepala dengan status mental seseorang pada sampel dari SDN 01 Cempaka Putih Barat. SLB- C Cempaka Putih, dan SLB-C Dian Grahita. Jakarta Pusat. Selain itu. Ukuran lingkar kepala microcephaly lebih banyak ditemukan pada laki- laki daripada perempuan, sedangkan ukuran lingkar kepala normalAe perbedaannya antara laki-laki dan Saran Bagi Menteri Kesehatan Republik Indonesia untuk membuat profil ukuran lingkar kepala masyarakat Indonesia dengan penelitian secara luas ke seluruh lapisan masyarakat dan berbagai suku Dengan adanya profil tersebut, akan meminimalisir kesalahan dalam Bagi instansi kesehatan, pertama petugas kesehatan yang menangani pemeriksaan ukuran lingkar kepala sebaiknya memahami cara membedakan microcephaly, normal, dan macrocephaly. Hal ini dapat memberikan informasi yang akurat, sehingga berdampak terhadap meningkatnya kualitas kesehatan. Saran kedua adalah meningkatkan kesadaran pihak tenaga kesehatan terhadap kemungkinan adanya penurunan kemampuan intelektual pasiennya apabila ditemukan memiliki ukuran lingkar kepala microcephaly, sehingga dapat memberikan saran kepada orangtua dan atau pihak yang bertanggung jawab agar memberikan perlakuan yang tepat kepada pasien untuk mencegah semakin memburuknya atau menurunnya kemampuan intelektual pasien. Daftar Pustaka Bourke J. De Klerk N. Smith T and Leonard H 2016. Population-Based Prevalence of Intellectual Disability and Autism Spectrum Disorders in Western Australia. Medicine. Coronado R. Macaya A. Giraldo J and Roig-quilis. Concordance between a Head Circumference Growth Function and Intellectual Disability in Relation with the Cause of Microcephaly. Analesdepedtria 2. : 109-116. Emandi AC. Doros G. Simina IJ. Gafencu M and Puiu M 2015. Head Circumference References