The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 Perbedaan Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Pemberian Perasan Daun Anting-Anting Dan Perasan Daun Bahagia Dita Artanti. Eka Radiawati ditafiarta3009@gmail. Prodi D3 Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya ABSTRACT Tanggal Submit: 10 Januari 2020 Tanggal Review: 5 April 2020 Tanggal Publish Online: 30 Mei 2020 Gram Positive Bacteria, one of which is Staphylococcus aureus is a type of bacteria that is a major cause of nosocomial infection due to surgical procedures and treatment equipment in hospitals and poisoning in several regions in Indonesia. Staphylococcus aureus is commonly found in skin, nose, mouth, eye, finger, intestinal, and liver lesions. Juice of Antinganting leaves (Acalyhpa indica L. ) and happy leaf plants (Dieffenbachia bowmani. are known to have medical benefits. Especially in its ability to produce metabolites that function as anti-bacterial compounds. This study aims to determine the differences in the growth of Staphylococcus aureus colonies which were given the leaves of Anting-anting and the leaves of Happy leaves. The research method uses the liquid dilution method in which the Staphylococcus aureus bacteria is incubated with the leaves of the Anting-anting and the leaves of the Happy leaves with a concentration of 100% at 37 A C Then grown on Mannitol Salt Agar (MSA) media. The results showed that there was no difference in the growth of Staphylococcus aureus bacteria colonies that had been given the treatment of Juice of Anting-anting leaf (Acalyhpa indica L. and happy leaf plants (Dieffenbachia bowmani. which were marked by the absence of colony growth. So that the concentration of 100% in both leaves of juice is the best concentration that can be used to control the growth of Staphylococcus aureus. Keywords : Anting-anting Leaves. Bahagia Leaves. Staphylococcus aureus PENDAHULUAN ini bisa berupa impetigo dan folikulitis Berbagai jenis bakteri hidup sebagai pneumonia, mastitis, flebitis, menimgitis sebagian besar adalah bakteri Gram- dan infeksi saluran urine (Radji, 2. Salah satu jenis bakteri pathogen Staphylococcus aureus juga merupakan yang dapat menyebabkan infeksi dan salah satu penyebab utama infeksi nosokomial akibat luka tindakan operasi serta infeksi yang lebih serius seperti Staphylococcus aureus. Kelainan kulit Artanti. Perbedaan Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Pemberian Perasan Daun Anting-Anting Dan Perasan Daun Bahagia. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 dan pemakaian alat-alat perlengkapan pengobatan konvensional. Keuntungan perawatan di rumah sakit. penggunaan bahan alam baik sebagai Staphylococcus obat tradisional, maupun diolah menjadi menyebabkan keracunan makanan yang enterotoksin yang dihasilkan oleh galur- bahan alami tersebut didukung oleh galur toksigenik yang tumbuh pada adanya sifat bakteriostatik yang dapat makanan tercemar. Stafilokokus adalah organisme yang biasanya terdapat di tertentu (Sophia, 2. Selain harganya yang relative murah, tidak memiliki efek termasuk hidung, tenggorokan, kulit, samping jika penggunaannya sesuai mata, jari, usus, hati dan karenanya (Khalifah, 2. Bahan alami tersebut mudah memasuki makanan. Organisme ini dapat berasal dari orang-orang yang penyebarannya mudah. menangani pangan yang merupakan Salah satu tanaman obat tradisional penular atau yang menderita infeksi yang banyak dimanfaatkan di Indonesia patogenik . embentuk nana. (Mpila, ialah Anting-anting (Acalypha indica L) dkk, 2. Berbagai (Dieffenbachia Kedua dilakukan untuk menaggulangi kasus tanaman ini memiliki karakteristik yang patogenesis dari bakteri Staphylococcus tanaman liar yang mudah ditemukan antibiotik, namun pemberian antibiotik baik di pekarangan rumah maupun lahan Anting-anting Sedangkan meningkatkan resistensi dari bakteri banyak dibudidayakan sebagai bunga Oleh karena itu, dicari salah satu alternatif yang digunakan untuk Daun meningkatkan iklim dalam ruangan, dan bakteri Staphylococcus aureus dengan mampu mengurangi jumlah bakteri di memanfaatkan bahan-bahan alam atau dalam ruangan, mampu menonaktifkan aureus dan beberapa mikroorganisme (Kartika, 2. Pengobatan tradisional lainnya (Jamuin, 2. menjadi pilihan beberapa masyarakat Tanaman anting-anting (Acalyhpa Indonesia sebagai komplementer atau bahagia(Dieffenbachia Artanti. Perbedaan Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Pemberian Perasan Daun Anting-Anting Dan Perasan Daun Bahagia. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 saponin dan tanin dapat menghambat senyawa metabolit seperti senyawa fenol Senyawa Daun Berdasarkan latar belakang di atas peneliti ingin melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap kedua tanaman pertumbuhan Staphylococcus aureus. menghilangkan rasa sakit setempat, apakah terdapat perbedaan pertumbuhan Staphylococcus rematik arthritis. Tanaman ini juga pemberian perasan daun anting-anting (Acalypha indica L) dan daun bahagia beberapa bakteri Gram positif dan Gram (Dieffenbachia bowmani. negatif (Harahap, 2. Hasil uji fitokimia Ekstrak daun Acalypha indica METODE PENELITIAN dengan etil asetat dan metanol Penelitian ini termasuk penelitian memiliki potensi antibakteri terhadap Staphylococcus menggunakan desain post test only Jamalludin Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi D3 Analis (Siswahyuningsih, . Staphylococcus Universitas Muhammadiyah Surabaya. anting-anting Populasi penelitian adalah biakan murni Acalypha indica L dengan konsentrasi Staphylococcus aureus ATCC 25923 di DHZ Balai Besar Laboratorium Kesehatan pertumbuhan rata-rata sebesar 9,93 mm. Surabaya Propinsi Jawa Timur. Sampel konsetrasi 40% dengan DHZ sebesar dalam penelitian ini adalah bakteri 12,74 Staphylococus aureus. Terdapat dua menghasillkan zona hambat 15,44 mm, perlakuan dalam penelitian ini yaitu konsentrasi 80% menghasilkan DHZ pemberian perasan daun anting-anting 16,14, dan perasan daun bahagia menghasilkan DHZ sebesar 18,15 mm. masing-masing Menurut hasil penelitian Oktavia . Staphylococcus Kesehatan Rancangan Fakultas Ilmu Kesehatan Perlakuan seledri (Apium graveolens L. ) yang diulang sebanyak 4 kali. Aktivitas daya hambat Perasan daun Anting-anting (Acalypha indica L) dan Perasan daun Artanti. Perbedaan Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Pemberian Perasan Daun Anting-Anting Dan Perasan Daun Bahagia. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 Bahagia (Dieffenbachia Staphylococcus Tabung steril diisi dengan pz A 5 ml. Kemudian biakan Staphylococcus aureus murni menggunakan metode dilusi cair pada yang sudah ditanam dimedia NaCl broth Lalu Alat yang digunakan dalam dibandingkan warna suspensi kuman penelitian ini meliputi neraca analitik, dengan standar Mac Farland 0,5 dengan gelas arloji, tabung reaksi, gelas ukur, ketentuan . Apabila warna kurang batang pengaduk, rak tabung, pipet keruh, maka diberi tambahan inokulasi Pasteur, api spiritus, ose, kaki tiga, kasa mikroorganisme atau tabung inkubasi asbes, hot plate, tabung centrifuge, filler, sampai kekeruhan cocok dengan standar Erlenmeyer, ose, pinset steril, incubator, dan . Apabila terlalu keruh tambahkan Neraca Triple Beam. Autoclave, plate, pz/ media kaldu hingga warnanya sama Laminar Air Flow (LAF), pipet ukur, kertas pH, mikropipet, dan yellow tip. Setelah didapatkan kuman yang sesuai Bahan yang digunakan dalam Mac. Farland 0,5. standart Mac Farland 0,5 didapatkan CFU/m. Suspensi kuman diencerkan hingga mendapatkan hasil 1: 1000 . ,5 (Acalypha (Dieffenbachia L), biakan Staphylococcus aureus, akuades x 103CFU/m. Pembuatan . ,5 Konsentrasi penelitian ini meliputi daun Anting- Perasan Mannitol Salt Agar (MSA), media Daun Anting-anting (Acalypha indica Nutrient Agar Plate (NAP), media L) dan daun bahagia (Dieffenbachia Nutrien Agar Slant (NAS), media NaCl Broth. Reagen Tanaman anting-anting NaOH 0,1N. HCl 0,1 N. BaCl 1 %, dan dan daun bahagia dipilih yang masih H2SO4 1%. segar dan mecabutnya sampai Tanaman daun anting-anting dan daun PROSEDUR KERJA Pembuatan bahagia ditimbang sebanyak 100gr. Suspensi Kuman Kemudian. Staphylococcus aureus dicuci sampai bersih dan terkhir dicuci dengan aquadest steril. Membiakkan Setelah itu ditumbuk sampai benar- benar halus. Selanjutnya disaring dengan perbenihan NaCl broth yang diinkubasi kasa berlapis yang steril. Di saring selama 1 x 24 jam pada suhu 37 AC. Staphylococcus benar-benar Perasan Artanti. Perbedaan Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Pemberian Perasan Daun Anting-Anting Dan Perasan Daun Bahagia. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 kembali disentrifus di tabung sentrifus Pemeriksaan Sampel yang steril sehingga didapatkan perasan Hari Pertama: yang benar-benar jernih. Pada perasan Alat dan bahan yang dibutuhkan yang sudah jernih diambil satu mata ose Lalu api spirtus dinyalakan secara steril, kemudian ditanam ke media Nutrien Agar Plate, dengan cara tabung diberi label sesuai dengan jenis digoreskan pada permukaan media. Masing-masing Kemudian Inkubasi selama 24 jam 37oC. Hasil dipanaskan diatas nyala api spirtus yang diamati yaitu, jika tidak terjadi pertumbuhan kuman berarti perasan Staphylococcus daun anting-anting dan daun bahagia sebanyak 1 masa ose dan dibiakkan di tadi sudah benar-benar steril. Namun tabung berlabel 100% dengan cara ose digesekkan di dinding permukaan media cair sebanyak 3 kali. Selanjutnya tabung dilakukan proses tindalisai, yaitu . ditutup dengan kapas berlemak dan Perasan daun anting-anting dan daun diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 bahagia dipanaskan dengan waterbath pada suhu 90oC selam 15 menit, . Hari Kedua : Kemudian NAP Masing-masing tabung reaksi selama 24 jam pada suhu 37 C diulangi diamati apakah terjadi kekeruhan atau perlakuan tersebut sampai 4 kali, . Kemudian diambil masing-masing perasan daun anting-anting dan daun konsentrasi yang terlihat keruh, dan diuji bahagia yang sudah melalui proses kembali ke media padat Manitol Salt tindalisasi ditanam kembali ke media Agar (MSA) dengan tujuan memastikan Nutrien Agar Plate dan diinkubasi selama 24 jam 37oC. Staphylococcus aureus. Lalu ose bulat Pembuatan konsentrasi 100% dipanaskan diatas nyala api spirtus, diambil 1 mata ose kuman yang ada bahagia yaitu: Konsentrasi 100% : pada masing-masing konsentrasi tadi. tabung 1 diisi 1 ml perasan awal . Kemudian ditanam di media padat dengan cara digoreskan pada permukaan anting-anting anting-anting Kemudian Inkubasi kembali pada suhu 37oC selama 24 jam. Artanti. Perbedaan Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Pemberian Perasan Daun Anting-Anting Dan Perasan Daun Bahagia. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 Tabel 1. Hasil Pengamatan Pertumbuhan Koloni Bakteri Staphylococcus aureus yang diberi Perlakuan Perasan Daun AntingAnting dan Perasan Daun Bahagia Hari Ketiga : Hasil pertumbuhan diamati pada media padat apakah terbentuk koloni yang mengidentifikasi kuman tersebut adalah Staphylococcus aureus. Lalu dicatat konsentrasi terkecil tadi sebagai Replikas daya hambat pertumbuhan kuman. Rata Ae rata ANALISIS DATA Data dengan menggunakan analisa varian (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5 % . dan dilanjutkan dengan uji Jumlah TukeyAos Honest Significant Difference (TukeyAos HSD). Pertumbuhan Jumlah Koloni Bakteri Staphylococcus aureus (Koloni/mL) Daun Daun AntingBahagia HASIL PENELITIAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan daun anting-anting dan Dari Tabel 1 diatas dapat dilihat daun bahagia pada konsentrasi 100% rata-rata (Gambar diberi perlakuan dua jenis daun yaitu penghambatan terhadap pertumbuhan daun anting-anting dan daun bahagia koloni bakteri Staphylococcus aureus (Tabel . Hal ini diperkuat dengan tidak adanya pertumbuhan koloni bakteri Staphylococcus aureus. Staphylococcus MSA sama-sama (Gambar . Artanti. Perbedaan Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Pemberian Perasan Daun Anting-Anting Dan Perasan Daun Bahagia. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 100% dari perasan daun anting-anting dan perasan daun bahagia merupakan konsentrasi efektiv dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus Hal menunjukkan bahwa semakin tinggi antibakteri lebih banyak (Tuntun, 2. Gambar 1. Media Manitol Salt Agar (MSA) Koloni bakteri Staphylococcus yang tidak ditumbuhi koloni pada aureus yang sama sekali tidak tumbuh konsentrasi 100% pada media MSA yang telah diberi perlakuan dengan perasan daun antinganting dan daun bahagia menunjukkan bahwa perasan kedua daun tersebut mengandung senyawa aktif yang bersifat Kandungan antibakteri yang terdapat pada daun anting-anting dan daun delima sebagian besar sama yaitu minyak atsiri, fenol, flavonoid, tannin, dan saponin (Kartika. Masing-masing zat aktif tersebut Gambar 2. Hasil perasan Daun Anting- memiliki mekanisme berbeda sebagai anting (A) dan Daun Bahagia (B). Mekanisme PEMBAHASAN fungsi membrane sel, dan metabolism probabilitas 0,00l lebih kecil dari 0,05 sebagai senyawa antibakteri meliputi Dari hasil analisis data yang H0 ditolak, hasil menunjukan (Hendra Penghambatan sintesis asam nukleat bahwa perlakuan yang diberikan perasan dengan menghambat pembentukan DNA daun anting-anting dan daun bahagia dan RNA dari cincin A dan B pada ikatan hydrogen. Sehingga basa asam Artanti. Perbedaan Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Pemberian Perasan Daun Anting-Anting Dan Perasan Daun Bahagia. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 mengalami proses denaturasi sel lebih lisosom, dan mikrosom. Mekanisme Gram cepat disbanding bakteri Gram negatif. dalam menghambat fungsi membrane Salni Ratna sel yaitu dengan membentuk senyawa berpendapat hal yang sama bahwa kompleks dengan protein ekstraseluler Bakteri Gram positif memiliki struktur dan terlarut sehingga membrane sel rusak dan senyawa intraseluluer keluar. Sedangkan mekanisme penghambatan metabolisme energi dengan menghambat Asam teikoat ini memiliki sifat sitokrom C reduktase dan oksigen yang larut dalam air, karena sifat inilah yang dibutuhkan bakteri dalam biosintesis menunjukkan bahwa dinding sel bakteri makromolekul (Cushnie et al. , 2. Gram Tannin merupakan astrigen, polifenol. Senyawa memiliki rasa pahit, dapat mengikat dan merupakan bagian yang bersifat polar mengendapkan protein serta larut dalam Tannin lapisan peptidoglikan yang bersifat polar mempunyai mekanisme mempresipitasi daripada lapisan lipid yang non polar. Sehingga . sam inaktivasi enzim yang diproduksi bakteri penghambatan pada bakteri Gram positif dan menginaktivasi protein transport lebih besar dibandingkan bakteri Gram dinding sel bakteri sehingga merusak dinding sel bakteri (Sari, 2. Senyawa Helmiyati dan Nurrahman . juga terkandung pada daun anting-anting dan daun bahagia adalah fenol. Fenol dapat dinding sel yang paling mudah terjadi menyebabkan denaturasi proten dan denaturasi adalah dinding sel yang kematian sel. Fenol juga bekerja dalam tersusun oleh polisakarida dibandingkan koagulasi protein dan perusak membran tersusun dari fosfolipid. Staphylococcus sel (Pelczar dan Chan, 2. aureus merupakan bakteri Gram positif Mekanisme mengandung peptidoglikan dan juga menyebabkan kebocoran protein dan asam teikoat dan asam teikuronat. Oleh enzim dari dalam sel. Saponin dapat sebab itu dinding selnya sebagian adalah menjadi anti bakteri karena zat aktif permukaannya mirip detergen, akibatnya dimana Dinding sel bakteri Gram positif Sehingga Artanti. Perbedaan Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Pemberian Perasan Daun Anting-Anting Dan Perasan Daun Bahagia. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 saponin akan menurunkan tegangan ekstrak daun anting-anting dan ekstrak permukaan dinding sel bakteri dan daun bahagia atau formula keduanya Rusaknya membran sel ini sangat bakteri lain. bakteri (Harborne, 2. Mekanisme DAFTAR PUSTAKA sebagai antibakteri yaitu dengan cara Cushnie. Tim. Andrew J. Lamb. Antimicrobial Activity of Flavonoids. International Journal of Antimicrobial Agents. peptidoglikan pada sel bakteri, sehingga lapisan dinding sel tidak terbentuk Darsana. Besung. Mahatmi. Potensi Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Tenor. Steeni. dalam menghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli secara in Vitro : Indonesia Medicus Veterinus. secara utuh dan menyebabkan kematian sel tersebut (Darsana, 2. KESIMPULAN Berdasarkan dapat disimpulkan bahwa tidak ada Harahap. Nevertiana. Aktivitas Senyawa Antibakteri Akar Tumbuhan Anting-anting (Acalypha indica L). [Skrips. Program Studi Biokimia. Fakultas MIPA. Institut Pertanian Bogor Staphylococcus aureus yang telah diberi perasan daun Anting-anting dan perasan daun Bahagia. Perasan daun Antinganting dan perasan daun bahagia dengan Konsentrasi Harbone. Metode Fitokimia. Edisi ke-2. Bandung: ITB. Helmiyati. , and Nurrahman. Pengaruh Konsentrasi Tawas Terhadap Pertumbuhan Bakteri Gram Positif dan Negatif. Jurnal Pangan dan Gizi. pertumbuhan Staphylococcus aureus. SARAN