EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MENGANALISIS TEKS BIOGRAFI PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMK PUI GEGESIK ADE HASANUDIN. ADE APRIANTO. CITRA WATI, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Darul Maarif Email : citracf2000@gmail. ABSTRAK Penelitian ini berjudul penerapan model kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran menganalisis teks biografi pada peserta didik kelas X SMK PUI Gegesik. penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi teks biografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil pembelajaran menganalisis teks biografi pada peserta didik kelas X SMK PUI Gegesik tahun pelajaran 2022/2023. Dengan demikian hipotesis dari penelitian ini adalah: adanya efektifitas penggunaan model kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran menganalisis teks biografi pada kelas X SMK PUI Gegesik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian True Eksperimental Design. Desain peneliti an yang digunakan adalah pretest-postest control group design, dengan sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas X DKV 3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 25 peserta didik dan kelas X DKV 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 25 peserta Penelitian ini menggunakan pengumpulan data tes, observasi dan dokumentasi. Semua data tersebut bahan untuk mengetahui efektifitas penggunaan model kooperatif tipe jigsaw. Berdasarkan data yang telah dianalisis, menunjukan bahwa nilai rata-rata hasil belajar kelas kontrol X DKV 3 menggunakan metode Konvensional adalah 71,4 sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen X DKV 2 menggunakan model kooperatif tipe jigsaw adalah 86,4. Maka didapat t hitung = 5,838 dan t tabel = 2,000, dengan demikian t hitung > t tabel yaitu 5,838 > 2,000. dengan demikian berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan adanya efektifitas penggunaan model kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran menganalisis teks biografi pada peserta didik kelas X SMK PUI Gegesik. Kata kunci: Hasil Belajar. Model Kooperatif Tipe Jigsaw. Teks Biografi. ABSTRACT This study is entitled the application of the jigsaw type cooperative model in learning to analyze biographical texts for class X students of SMK PUI Gegesik. This study was motivated by the low learning outcomes of students in biographical text material. This study aims to determine the use of the jigsaw type cooperative model on the learning outcomes of analyzing biographical texts for class X students of SMK PUI Gegesik in the 2022/2023 academic year. Thus, the hypothesis of this study is: the effectiveness of using the jigsaw type cooperative model in learning to analyze biographical texts in class X SMK PUI Gegesik. This study is a type of True Experimental Design research. The research design used is the pretest-posttest control group design, with a research sample consisting of two classes, namely class X DKV 3 as the control class with 25 students and class X DKV 2 as the experimental class with 25 students. This study uses test data collection, observation and documentation. All of these data are materials to determine the effectiveness of using the jigsaw type cooperative model. Based on the data that has been analyzed, it shows that the average value of the learning outcomes of the control class X DKV 3 using the Conventional method is 71. 4 while the average value of the learning outcomes of the experimental class X DKV 2 using the jigsaw cooperative model is 86. Then the calculated t = 5. 838 and t table = 2. 000 are obtained, thus the calculated t> t table, namely 838> 2. thus meaning Ho is rejected and Ha is accepted. This shows the effectiveness of Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 the use of the jigsaw cooperative model in learning to analyze biographical texts for class X students of SMK PUI Gegesik. Keywords: Learning Outcomes. Jigsaw Cooperative Model. Biography Text. PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan usaha manusia yang dilakukan dengan tujuan untuk membantu memfasilitasi belajar orang lain. Manusia terlibat dalam sistem pengajaran yang terdiri dari peserta didik, pendidik dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium, bukubuku, papan tulis, kapur atau spidol, fotografi, slide dan film, audio dan tape. Pembelajaran juga diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi tujuan, materi, metode dan evaluasi. Hamalik . menyatakan bahwa pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, pembelajaran identik dengan adanya peserta didik dan Pembelajaran juga merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidikan dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran juga merupakan pembantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan penguasaan kemahiran dan tabiat serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Belajar merupakan proses kegiatan untuk menghasilkan ilmu pengetahuan dan perubahan pada peserta didik. Perubahan yang relatif menetap dan terjadi karena adanya pemahaman atau pengalaman. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha dan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. Belajar dapat berlangsung dimana saja, kapan saja dan dari siapa saja. Perubahan pada hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari pengamatan penelitian dari sebelum dan sesudah meneliti perkembangan peserta didik dalam Hasil belajar adalah sesuatu yang diperoleh peserta didik berkat adanya usaha atau pikiran yang dinyatakan dalam bentuk pengetahuan, penguasaan dan kecakapan dasar sehingga tampak perubahan perilaku pada diri individu maupun kelompok. Menurut Nurrita . hasil belajar adalah hasil yang diberikan kepada siswa berupa penilaian setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menilai pengetahuan, sikap, keterampilan pada diri siswa dengan adanya perubahan tingkah laku. Bahasa merupakan alat komunikasi dalam berinteraksi sosial antar individu dalam anggota masyarakat dan Bahasa yang digunakan pun beragam, seperti Sunda. Jawa. Minang dan lain sebagainya, maka diperlukannya Bahasa Indonesia yang merupakan Bahasa nasional dan resmi di Indonesia. Bahkan kita dapat mengenali seseorang melalui Bahasa yang Menurut Yulianti . Bahasa merupakan alat komunikasi yang dapat dinikmati semua makhluk hidup dimuka bumi ini dan sangat penting keberadaannya bukan hanya ilmu kebahasaan kesastraannya, melainkan juga penggunaannya dalam kehidupan sehari Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan ide atau gagasan yang didukung dengan huruf atau lambang bunyi. Setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat atau sistem-sistem lainnya. Bahasa juga memiliki fungsi sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri, alat komunikasi, dan alat berinteraksi atau beradaptasi sosial. Berbahasa ditentukan juga oleh pikiran seseorang begitupun sebaliknya. Oleh karena itu pentingnya seseorang untuk berlatih dan mempraktikan keterampilan berbahasa, karena melatih keterampilan berbahasa juga berarti melatih keterampilan berpikir. Keterampilan berbahasa memiliki empat komponen yaitu berbicara, menyimak, mendengar dan menulis. Keempat keterampilan ini memiliki keterkaitan satu sama lain, artinya Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 untuk menguasai satu keterampilan perlu adanya penguasaan keterampilan lainnya. Melalui keterampilan tersebut diharapkan mampu meningkatkan komunikasi bahasa yang baik dan Keterampilan menyimak dan berbicara merupakan aspek keterampilan berbahasa ragam lisan, sedangkan keterampilan membaca dan menulis merupakan aspek keterampilan ragam tulis (Ilham 2020:. Pentingnya pembelajaran sastra dibidang pendidikan sangat membantu demi perkembangan karya sastra. Peserta didik pada tingkat SMA misalnya akan menghasilkan karya sastra yang bernilai seni tinggi dengan daya imajinasi yang indah apabila mereka terus berlatih baik itu menulis karya sastra maupun mengapresiasikannya. Salah satu darti karya sastra tersebut adalah teks biografi. Dalam memahami dan menganalisis teks biografi peserta didik harus dapat mencontoh dan meneladani kisah seorang karakter tokoh. Pembelajaran teks biografi berisikan riwayat hidup seseorang dari kecil sampai akhir hayat diceritakan secara detail tanpa ada yang dikurangi atau dilebihkan dalam uraiannya. Pembelajaran teks biografi memberikan pengaruh positif yang signifikan bagi pembaca karena cerita biografi menceritakan kehidupan tokoh atau orang terkenal dalam kehidupan nyata, membuat pembaca merasa tertarik dan terinspirasi untuk menjalani kehidupan sesuai dengan teks biografi tersebut. Biografi adalah tulisan yang berisi tentang riwayat hidup seseorang yang ditulis orang Riwayat hidup tersebut berupa pengalaman dalam menempuh pendidikan, pengalaman saat mencapai cita-cita, dan lain-lain. Teks biografi juga berisi perjuangan dan masalah-masalah yang dihadapi oleh tokoh (Sarimanah 2021:. Menurut Rosbianti . Biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti hidup, dan graphein yang berarti tulis. Dengan kata lain biografi merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang. Sedangkan Menurut Sapitri, . biografi merupakan riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain, didalam biografi tersebut berisi tentang sejarah hidup tokoh yang akan ditulis baik pengalamanpengalamannya, kisah sejak beliau lahir sampai kisah kesuksesan tokoh. Teks biografi merupakan teks yang mengisahkan seorang tokoh, peristiwa dan permasalahan yang Oleh karena itu diperlukan berbagai komponen untuk menunjang keberhasilan dalam pembelajaran menganalisis teks biografi, salah satunya dengan menggunakan pedia Model Kooperatif tipe jigsaw adalah metode belajar dengan cara berkelompok, siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok agar pembelajaran di kelas tidak terlalu monoton atau Menurut Kusuma . metode jigsaw merupakan metode yang sangat kooperatif dalam pemberian pengertian materi dan keterampilan baru. Selain itu metode jigsaw lebih menekankan pada tanggungjawab agar dapat menciptakan karakter kerjasama antar anggota kelompok. Metode jigsaw dilakukan oleh peserta didik yang membuat kelompok beranggotakan 4 sampai 5 orang, mereka akan mendiskusikan materi yang disampaikan oleh Metode Jigsaw pertama kali dikembangkan dan diuji coba oleh Elliot Aronson dan kawan-kawan di Universitas Texas, dan kemudian diadaptasi oleh Slavin di Universitas John Hopkin (Sitinjak dkk 2022:. Menurut Pujiningsih dkk . metode kooperatif tipe jigsaw merupakan salah satu metode pembelajaran yang mengelompokkan siswa dalam kelompok kecil . -5 sisw. perkelompok, dimana pada kelompok ini setiap siswa akan bekerjasama dan bertanggungjawab atas keberhasilan semua anggota kelompoknya, pembelajaran dengan metode jigsaw akan membuat suasana pembelajaran menjadi aktif, kreatif dan menyenangkan. Penelitian yang dilakukan oleh Erna Sri Rahayu. Siti Nurjanah. Yeni Rostikawati dengan judul penelitian yaitu AuPenerapan Metode Jigsaw pada Pembelajaran Menulis Teks Biografi Siswa SMAAy metode jigsaw efektif dalam pembelajaran menulis teks biografi di SMA karena dianggap berhasil setelah melihat proses pembelajaran di kelas. Hasil dari penerapan metode jigsaw didapat berikut bahwa sebelum penerapan metode jigsaw dalam menulis biografi siswa rata-rata mendapatkan nilai 62,06 dapat diketahui bahwa siswa digolongkan pada Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 kategori cukup. Sedangkan setelah diberi perlakuan treathmen dan peneliti menggunakan metode jigsaw dalam pembelajaran menulis teks biografi siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata 74,83 dengan selisih 12,77 poin. Penelitian yang dilakukan oleh Marsinta Dewi dengan judul penelitian yaitu AuPenerapan Metode Jigsaw II dalam Pembelajaran Membaca Teks Biografi pada Siswa Kelas XI SMAAy. Berdasarkan hasil penelitian yang dioperoleh, kemampuan siswa dalam membaca teks biografi mengalami peningkatan. Peningkatan itu dapat dilihat dari naiknya nilai rata-rata di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai rata-rata yang diperoleh di kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 34,4% dan kelas kontrol sebesar 19%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode jigsaw II yang diterapkan dikelas eksperimen efektif digunakan dalam pembelajaran membaca teks biografi, tidak hanya itu, proses pembelajaran dengan menerapkan metode jigsaw II dapat membuat siswa lebih aktif dan dapat bekerjasama. Kemampuan siswa dalam membaca teks biografi yang berorientasi karakter mengalami peningkatan setelah menerapkan metode jigsaw II dalam pembelajaran. Oleh karena itu metode jigsaw efektif digunakan dalam pembelajaran membaca teks biografi. Penelitian yang dilakukan oleh Taufik Anwar Lubis. Retno Triwoelandari. Roifah dengan judul penelitian AuPenerapan Metode Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X Mengenai Biografi Umar Bin KhattabAy hasil belajar ranah kognitif siswa pencapaian indikator kognitif mulai dari ranah C1 sampai C6 dengan hasil rata-rata presentasi pada kelompok eksperimen sebesar 86,4% dan hasil rata-rata presentase pada kelompok kontrol 74,99%, maka kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dinyatakan tuntas dalam pembelajaran dan mampu mencapai ranah kognitif C1 sampai C6 dengan kategori baik untuk kelompok eksperimen serta cukup baik untuk kelompok kontrol. Perbedaan hasil ranah kognitif siswa kelas X MAN 2 Kota Bogor signifikan ,antara siswa yang diberi perlakuan metode pembelajaran jigsaw dan tidak diberi perlakuan metode pembelajaran jigsaw. Dari ketiga penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa model kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran menganalisis teks biografi dapat berpengaruh pada peserta didik. Ketiga penelitian tersebut relevan dengan penelitian ini, dikarenakan penelitian ini sama-sama membahas tentang pembelajaran teks biografi. Tetapi yang membedakan dari penelitian ini adalah subjek penelitian. Subjek penelitian ini adalah kelas X SMK PUI Gegesik. Dari temuan permasalahan pada penelitian di atas juga ditemukan di SMK PUI Ggegesik. Pada proses wawancara yang dilakukan peneliti kepada guru pelajaran Bahasa Indonesia yang bernama Ibu Titin Maryatin S. Pd. yang mengajar di kelas X SMK PUI Gegesik, pada oktober 2022 diperoleh informasi tentang beberapa masalah yang sering dialami siswa dalam pembelajaran menganalisis teks biografi, yaitu : . rendahnya keterampilan menganalisis terutama menganalisis teks biografi. kurangnya minat belajar peserta didik. peserta didik kesulitan dalam mengembangkan gagasan dalam menganalisis teks biografi. kurangnya motivasi peserta didik terhadap pembelajaran menganalisis teks biografi. penggunaan metode yang digunakan pendidik kurang bervariasi. Pada permasalahan yang telah disebutkan menunjukkan bahwa pembelajaran teks biografi perlu diperbaiki oleh pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran menganalisis teks biografi. Permasalahan ini timbul tidak hanya dari peserta didik, tetapi juga dari segi penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif oleh pendidik, karena metode sebelumnya terlalu monoton. Metode yang digunakan pendidik yaitu metode ceramah, sehingga peserta didik kurang berperan dalam pembelajaran. Pendidik juga selalu mengulang pembelajaran dengan metode yang sama, sehingga peserta didik merasa bosan. Berdasarakan penjelasan di atas, maka peneliti menentukan latar belakang pada skripsi ini yakni dapat mengetahui keefektifan model kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran menganalisis teks biografi, serta gambaran aktivitas yang terjadi selama pembelajaran Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Sehingga peneliti menentukan judul AuPenerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Pembelajaran Menganalisis teks biografi Pada Peserta Didik kelas X SMK PUI Gegesik Tahun Pelajaran 2022/2023Ay METODE PENELITIAN Metode penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono . metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dengan design penelitian yaitu True Experimental Design. Dikatakan True Experimental . ksperimen betul-betu. karena dalam design ini, peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen (Sugiyono 2019:. Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang dilakukan dengan percobaan, yang merupakan metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen . reatment/perlakua. terhadap variabel dependen . dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono 2019:. Sesuai dengan jenis penelitian dan jenis data, maka analisis yang digunakan dalam penelitian eksperimen ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan rumus statiska yang didalamnya meliputi uraian kecenderungan, perbandingan kelompok yang berbeda, atau hubungan antara variabel, serta melakukan interpretasiperbandingan atara hasil penelitian dengan yang diprediksi sebelum penelitian. Analisa data adalah proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan (Singarimbun dan Effendi, 1. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode eksperimen dengan pretest posttest control group design. Desain penelitian ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adakah perubahan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil pretest yang baik bila nilai kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan. Perlakuan adalah (O2 Ae O. Ae (O4 Ae O. (Sugiyono 2019:. Gambar 1. Pretest Ae posttest control group design Keterangan KE : Kelompok Eksperimen KK : Kelompok Kontrol X : Perlakuan di Kelas eksperimen O1 : Pretest di Kelas Eksperimen O2 : Posttest di Kelas Eksperimen O3 : Pretest di Kelas Kontrol O4 : posttest di Kelas Kontrol Menurut Sugiyono . analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Analisis data bertujuan untuk menjawab rumusan masalah dan juga hipotesis yang telah diajukan. Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan berasal dari tes awal dan tes akhir, hasil lembar observasi aktivitas pendidik dan peserta didik saat pembelajaran menganalisis teks biografi menggunakan model kooperatif tipe jigsaw. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengujian Hipotesis Awal Normalitas Awal Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data yang dikumpulkan berdistribusi normal atau tidak. Apabila nilai signifikasi lebih besar dari 0,05 maka distribusi data tersebut Karena dalam penelitian ini menggunakan 25 sample maka yang digunakan adalah Shapiro Wilk. Uji normalitas akan dilaksanakan pada tabel berikut. Tabel 1. Uji Normalitas Pretest Kolmogorov Smirnov Shapiro Wilk Statistic Sig Statistic Sig Kontrol Eksperimen Uji normalitas metode Shapiro Wilk . arena jumlah sampel 25 kurang dari . Nilai signifikansi uji normalitas kelas kontrol 0,052 > 0,05 dan nilai signifikan uji normalitas kelas eksperimen 0,063 > 0,05. Artinya data pada penelitian ini terdistribusi normal. Homogenitas Awal Uji homogenitas digunakan untuk menguji apakah data yang dikumpulkan berdistribusi homogen atau tidak. Apabila berdistribusi homogen maka peneliti dapat melakukan tahap analisis lanjutan. Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak. Data dikatakan homogen apabila nilai signifikan >0,05, sedangkan jika data tidak homogen maka nilai signifikan <0,05. Uji homogenitas akan dijelaskan pada tabel di bawah ini. Tabel 2. Uji Homogenitas Pretest LeveneAos Test t-test for Equality of Means for Equality of Variences Pretes Sig Sig Mean Std . - Differ Error Confidence taile ence Differ Interval of The Difference Lower Upper Diperoleh nilai signifikansi uji Homogenitas nilai pretest eksperimen dan kontrol adalah 986 > 0,05 data pada penelitian ini terdistribusi homogen. Independen Sampel Awal Uji indpendent t-test mempunyai kriteria Pengujian, yaitu. Jika nilai probabilitas sig . -taile. < 0. 05 maka terdapat tingkat perbedaan yang signifikan antara hasil tes peserta didik kelas eksperiman dengan kelas kontrol. Jika nilai probabilitas sig . -taile. > 0,05 maka tidak terdapat tingkat perbedaan yang signifikan antara hasil tes peserta didik kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Tabel 3. Uji Independen t-test pretest LeveneAos Test t-test for Equality of Means for Equality of Variences Pretes Sig Sig Mean Std Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 taile Confidence Interval of The Difference Lower Upper Berdasarkan tabel 3 karena variansinya homogen untuk pengujian dua rata-rata nya pada baris pertama dari tabel tersebut nilai t=920 dengan nilai sig=0,986 dari persoalan tersebut karena nilai sig=0,362 < = 0,05 maka hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan nilai ratarata yang tidak signifikan antara hasil tes awal peserta didik kelas eksperimen dengan kelas Pengujian Hipotesis Akhir Normalitas Akhir Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data yang dikumpulkan berdistribusi normal atau tidak. Apabila nilai signifikasi lebih besar dari 0,05 maka distribusi data tersebut Karena dalam penelitian ini menggunakan 25 sampel maka yang digunakan adalah Shapiro Wilk. Uji normalitas akan dilaksanakan pada tabel berikut. Tabel 4. Uji Normalitas Posttest Kolmogorov Smirnov Shapiro Wilk Statistic Sig Statistik Sig Kontrol Eksperimen Uji normalitas metode Shapiro Wilk . arena jumlah sampel 25 kurang dari . Nilai signifikansi uji normalitas kelas kontrol 0,122 > 0,05 dan nilai signifikan uji normalitas kelas eksperimen 0,075 > 0,05. Artinya data pada penelitian ini terdistribusi normal. Homogenitas Akhir Homogenitas digunakan untuk menguji apakah data yang dikumpulkan berdistribusi homogen atau tidak. Apabila berdistribusi homogen maka peneliti dapat melakukan tahap analisis lanjutan. Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak. Data dikatakan homogen apabila nilai signifikan > 0,05. Sedangkan jika data tidak homogen maka nilai signifikan < 0,05. Uji homogenitas akan dijelaskan pada tabel di bawah ini. Levenes Test for Equality Variances Sig Postte . Differ Error Differ Tabel 5. Uji Homogenitas Posttest t-test for Equality of Means Sig Mean Std . Differenc Error Differ 95% Confidence Interval of The Difference Lower Upper Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Diperoleh nilai signifikansi uji Homogenitas nilai postest eksperimen dan kontrol adalah 0,780 > 0,05 data pada penelitian ini terdistribusi homogen. Independen Sampel Tes Akhir Uji indpendent t test mempunyai kriteria Pengujian, yaitu. Jika nilai probabilitas sig . -taile. < 0. 05 maka terdapat tingkat perbedaan yang signifikan antara hasil tes peserta didik kelas eksperiman dengan kelas kontrol. Jika nilai probabilitas sig . -taile. > 0,05 maka tidak terdapat tingkat perbedaan yang signifikan antara hasil tes peserta didik kelaseksperimen dengan kelas kontrol. Levenes Test for Equality Variances Sig Tabel 6. Uji Independen t-test posttest t-test for Equality of Means Sig Mean Std 95% Confidence . Differenc Error Interval of The Differ Difference ence Lower Upper Postte . Berdasarkan tabel 6. karena variansinya homogen untuk pengujian dua rata-rata nya pada baris pertama dari tabel tersebut nilai t=-7. 346 dengan nilai sig=0,000. dari persoalan tersebut karena nilai sig=0,000 < = 0,05 maka Ho ditolak. Dengan demikian, dapat dismpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam pembelajaran menganalisis teks biografi yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Pembahasan Hasil Penelitian Hasil Tes Berdasarkan data hasil penelitian yang diperoleh terdapat perbedaan antara kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional dan kelas eksperimen yang menggunakan model kooperatif tipe jigsaw. Hal ini dapat di lihat dari hasil tes di atas. Pada pembahasan ini, peneliti akan memaparkan mengenai perbedaan hasil tes peserta didik antara kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional dan kelas eksperimen yang menggunakan model kooperatif tipe jigaw. Berdasarkan data menganalisis teks biografi peserta didik kelas eksperimen, dari hasil tes awal . menunjukkan nilai rata-rata kelas sebesar 59,8 kemudian pada tes akhir . mengalami peningkatan yang signifikan dengan rata-rata kelas sebesar 86,4. Berdasarkan hasil analisis data uji independent sample t-test menunjukkan bahwa nilai t = -7. 346 dengan nilai Sig. = 0,000. Dari persoalan tersebut, karena nilai Sig 0,000 < = 0,05 maka Ho ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran menganalisis teks biografi kelas X SMK PUI Gegesik efekif. Kemampuan peserta didik kelas X SMK PUI Gegesik sebagai kelas eksperimen dalam pembelajaran menganalisis tek biografi menggunakan model kooperatif tipe jigsaw memperoleh nilai rata-rata 86,4 lebih tinggi bila dibandingkan dengan kelas kontrol yang dalam pembelajarannya tanpa menerapkan model kooperatif tipe jigsaw yaitu 71,4. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Aktivitas Pembelajaran Berdasarkan hasil observasi aktivitas pendidik dan peserta didik yang diperoleh terdapat perbedaan antara kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional dan kelas eksperimen yang menggunakan model kooperatif tipe jigsaw . Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi di Pada pembahasan ini, peneliti akan memaparkan hasil aktivitas pendidik di kelas eksperimen yang menggunakan model kooperatif tipe jigsaw, aktivitas peserta didik di kelas ekperimen dan kelas kontrol setelah diberikannya perlakuan. Data hasil observasi aktivitas pembelajaran pendidik bahwa pada semua aspek mendapat nilai 91,17, hal ini ditunjukkan pada saat pendidik memberikan materi pelajaran kepada peserta didik, pendidik cukup menguasai materi pada saat menjelaskan tentang teks biografi saat proses belajar mengajar berlangsung. Aspek pertama pada Indikator pertama, mendapat nilai 4 hal ini terlihat dari pendidik menjelaskan materi dengan tepat. Indikator kedua, mendapat nilai 4 hal ini telihat dai pendidik mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Indikator ketiga, mendapat nilai 4 hal ini terlihat dari pendidik tidak hanya memberikan satu contoh. Aspek kedua pada indikator pertama ketuntasan uraian materi mendapat nilai 3 hal ini terlihat dari pendidik mampu menyelesaikan materi. Indikator kedua uraian materi mengarah pada tujuan mendapat nilai 3 hal ini terlihat pada pendidik mampu menyampaikan materi sesuai dengan KI dan KD. Aspek Ketiga pada indikator pertama keteptan pemilihan metode sesuai dengan materi mendapat nilai 4, hal ini terlihat dari pendidik memilih metode yang sangat tepat dalam penyampaian materi dalam pembelajran di kelas . Indikator kedua keseuaian urutan sintaks dengan metode yang digunakan mendapat nilai 4, hal ini terlihat dari pendidik melakukan sintaks dari metode yang digunakan sudah sangat sesuai. Indikator ketiga metode diikuti siswa mendapat nilai 4, hal ini telihat dari pendidik mengarahkan siswa untuk melakukan metode yang sudah berikan. Aspek keempat pada indikator pertama ketepatan dengan memilih metode dengan materi mendapat nilai 4, hal ini terlihat dari pendidik memilih metode dengan materi yang sangat tepat. Indikator kedua keterampilan dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw mendapat nilai 4, hal ini terlihat dari pendidik menggunakan model kooperatif tipe jigsaw dengan tepat. Indikator ketiga model kooperatif tipe jigsaw memperjelas materi mendapat nilai 4, hal ini terlihhat dari peserta didik memahami materi dengan sangat baik. Aspek kelima pada indikator pertama kejelasan suara yang diucapkan mendapat nilai 4, hal ini terlihat dari pendidik menjelaskan materi dengan suara yang jelas. Indikator kedua keterampilan dengan menggunakan pembelajaran model kooperatif tipe jigsaw mendapat nilai 4, hal ini terlihat dari pendidik menggunakan model kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran sudah sangat tepat. Aspek keenam pada indikator pertama keantusiasan guru dalam mengajar mendapat nilai 3, hal ini terlihat dari pendidik sudah antusias dalam mengajar. Indikator kedua kepedulian guru terhadap siswa mendapat nilai 3, hal ini telihat dari pendidik memperhatikan peserta didik dalam pembelajaran. Indikator ketiga ketetapan pemberian penghargaan dan hukuman mendapat nilai 3, hal ini telihat dari pendidik memberikan apresiasi kepada siswa. Dengan jumlah nilai observasi aktivitas pendidik yiatu 91,17 simpulan dari data tersebut dapat dikatakan bahwa pendidik memiliki nilai yang sangat baik pada saat proses belajar mengajar berlangsung di kelas eksperimen yang menggunakan model kooperatif tipe jigsaw. Data hasil observasi peserta didik di kelas eksperimen dari jumlah 25 peserta didik pada kelas Observasi peserta didik pada 10 indikator dari 4 aspek. Pada indikator penilaian pertama yaitu peserta didik aktif mencatat materi, indikator ini mendapat nilai 4 dengan indikator sangat Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Indikator kedua peserta didik aktif belajar, pada indikator ini mendapat nilai 4 dengan kategori sangat baik. Indikator ketiga, peserta didik aktif mengajukan ide, indikator ini mendapat nilai 4 dengan kategori sangat baik. Indikator keempat, diam dan tenang, pada ini indikator ini mendapat nilai 3 dengan kategori baik. Indikator kelima, terfokus pada materi, pada indikator ini mendapat nilai 3 dengan kategori baik dengan kategori baik. Indikator keenam yaitu antusias, pada indikator ini mendapat nilai 3 dengan kategori baik. Indikator ketujuh, kehadiran atau absensi, pada indikator ini mendapat nilai 4 dengan kategori sangat Indikator kedelapan, datang tepat waktu, pada indikator ini mendapat nilai 4 dengan kategori sangat baik. Indikator kesembilan, mengerjakan semua tugas, pada indikator ini mendapat nilai 4 dengan kategori sangat baik. Indikator kesepuluh, ketepatan mengumpulkan tugas, pada indikator ini mendapat nilai 4 dengan kategori sangat baik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis terhadap data tes awal, tes akhir, dan observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran menganalisis teks biografi dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. Pembelajaran menganalisis teks biografi dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw pada peserta didik kelas X SMK PUI Gegesik tahun 2022/2023 dinyatakan efektif. Hal ini terbukti dari peningkatan kemampuan menganalisisnya. Hasil menganalisis teks biografi sebelum perlakuan memiliki skor rata-rata sebesar 71,4 dan mengalami peningkatan skor ratarata sebesar 86,4 setelah mendapat perlakuan. Peningkatan terjadi pada setiap aspek penilaian yaitu kemampuan menganalisis teks biografi, penulisan struktur teks biografi dan penggunaan bahasa atau tata tulis, pilihan kata, dan ejaan dalam menganalisis teks biografi serta kesesuaian isi teks biografi. Peningkatan ini merupakan dampak dari penerapan model kooperatif tipe jigsaw yang diterapkan di kelas eksperimen. Langkah-langkah model kooperatif tipe jigsaw dapat membantu peserta didik menganalisis teks biografi dengan lebih baik. Adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap aktivitas belajar pada kelas eksperimen. Hasil analisis data uji idependen sample t-test menunjukkan bahwa nilai t= -7. 346 dengan nilai sig=0,000 karena nilai sig=0,000<=0,05 maka Ho ditolak. Artinya terdapat perbedaan aktivitas belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol melalui penggunaan model kooperatif tpe jigsaw pada pembelajaran menganalisis teks biografi pada peserta didik kelas X SMK PUI Gegesik. DAFTAR PUSTAKA