MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Pengembangan Buku Ajar Moderasi Beragama Berbasis Problem Based Learning bagi Mahasiswa FTIK IAIN Ponorogo Mukhlison Effendi Institut Agama Islam Negeri Ponorogo effendi@iainponorogo. Zamzam Mustofa Institut Agama Islam Negeri Ponorogo zamzam@iainponorogo. Eko Prastio Institut Agama Islam Negeri Ponorogo eqoprasthio911@gmail. Abstract: In the current global context, the challenge of understanding and implementing religious moderation is becoming increasingly pressing, particularly within higher education environments. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, as one of the institutions focused on Islamic studies, faces the necessity of providing adequate material on religious moderation to the students of the Faculty of Tarbiyah and Education (FTIK). Amidst the diverse cultural, religious, and ethnic backgrounds in Indonesia, delivering precise and profound content on religious moderation has become crucial. This article discusses the development of a teaching book on religious moderation based on Problem-Based Learning (PBL) for students in the Faculty of Tarbiyah and Education (FTIK) at Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. The Research and Development (R&D) method is employed to design and evaluate this teaching book. The material's validity and linguistic aspects are evaluated through assessments by expert validators and student feedback. The evaluation results indicate that this teaching book attains a high level of adequacy in presenting material aligned with the learning objectives. The material validation by expert validators reaches a percentage of 92. 50% without revisions, with positive feedback from students The teaching book's material is clearly aligned with the learning objectives and engages students' interest within the context of religious moderation. The validation and evaluation of linguistic aspects reveal the teaching book's use of appropriate language corresponding to students' understanding. The linguistic assessment achieves a percentage of 50% from language expert validators, with a positive response from students at 82. The language within the teaching book is clear, in accordance with standardized language guidelines, and consistently supports the learning process. Furthermore, a significant improvement in students' understanding of religious moderation after using this teaching book is noted. The substantial increase from the pre-test . 28%) to the post-test . 72%) signifies the success of the teaching book in enhancing students' comprehension of religious moderation. The evaluation MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. results conclude that the developed teaching book is effective in supporting the learning of religious moderation for students in the FTIK at IAIN Ponorogo. Keywords: Religious Moderation. Problem-Based Learning (PBL). Research and Development (R&D). Teaching Book. FTIK Students IAIN Ponorogo Abstrak: Dalam konteks global saat ini, tantangan dalam memahami dan menerapkan moderasi beragama semakin mendesak, terutama di lingkungan pendidikan tinggi. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada studi Islam, menghadapi kebutuhan untuk menyediakan materi yang memadai tentang moderasi beragama kepada mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Di tengah kompleksitas budaya, agama, dan latar belakang etnis yang beragam di Indonesia, penyampaian materi moderasi beragama yang tepat dan mendalam menjadi hal yang krusial. Artikel ini membahas pengembangan buku ajar moderasi beragama berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Metode Research and Development (R&D) digunakan dalam merancang dan mengevaluasi buku ajar ini. Validitas materi dan aspek bahasa dievaluasi melalui penilaian dari validator ahli dan tanggapan mahasiswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa buku ajar ini mencapai tingkat kelayakan yang baik dalam menyajikan materi yang sesuai dengan tujuan Uji materi oleh validator ahli materi mencapai persentase 92,50% tanpa revisi, dengan tanggapan positif mahasiswa sebesar 83,71%. Materi buku ajar jelas sesuai tujuan pembelajaran dan menarik minat mahasiswa dalam konteks moderasi beragama. Hasil uji validasi dan evaluasi aspek bahasa menunjukkan bahwa buku ajar telah menggunakan bahasa yang tepat sesuai dengan pemahaman mahasiswa. Penilaian aspek bahasa mencapai persentase 87,50% dari validator ahli bahasa dan respons positif mahasiswa sebesar 82,87%. Bahasa dalam buku ajar digunakan dengan jelas, sesuai EYD, dan konsisten, memenuhi standar yang diharapkan dalam mendukung pembelajaran. Selain itu, peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa terhadap moderasi beragama setelah menggunakan buku ajar ini juga tercatat. Peningkatan signifikan dari pre-test . ,28%) ke post-test . ,72%) menandakan keberhasilan buku ajar dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap moderasi beragama. Hasil evaluasi menyimpulkan bahwa buku ajar yang dikembangkan efektif dalam mendukung pembelajaran moderasi beragama bagi mahasiswa FTIK IAIN Ponorogo. Kata Kunci: Moderasi Beragama. Problem Based Learning (PBL). Penelitian dan Pengembangan. Buku Ajar. Mahasiswa FTIK IAIN Ponorogo PENDAHULUAN Masyarakat Indonesia bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap tradisi budaya yang berbeda dapat dilestarikan dan berkembang. Bangsa ini menjadi tempat tinggal bagi lebih dari 740 kelompok ras atau etnis yang beragam, yang secara bersama-sama menggunakan lebih dari 583 MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. bahasa dan dialek, berasal dari 67 bahasa utama yang digunakan oleh berbagai suku bangsa 1Selain itu, masyarakat Indonesia juga menganut beragam agama, seperti Islam. Katolik. Protestan. Hindu. Budha. Konghucu, dan berbagai kepercayaan lokal lain yang tercermin dalam warisan budaya Keberagaman budaya ini membentuk suatu fenomena sosial yang juga dikenal sebagai Multikulturalisme merupakan hasil dari berbagai budaya yang bertemu, interaksi antarindividu dan kelompok dengan latar belakang beragam, yang berkontribusi pada ragam perilaku budaya serta cara hidup yang unik dan otonom 2 Dalam masyarakat Indonesia, berbagai aspek keragaman, termasuk keragaman budaya, latar belakang keluarga, latar belakang agama, dan latar belakang etnis, saling berinteraksi satu sama lain 3Pada saat yang sama berfungsi sebagai otoritas hukum utama bagi umat Islam. AlQur'an adalah kitab suci yang paling komprehensif dan sempurna yang diikuti umat Islam. Kitab yang menjadi pedoman bagi setiap orang yang membutuhkannya, sekaligus sebagai contoh dan petunjuk bagi siapa saja yang ingin mengamalkannya 4 Moderasi beragama selalu menjadi problem nasional, seperti yang diungkapkan oleh Lukman Hakim Saifuddin. Menteri Agama Republik Indonesia periode 2014-2019, yang menyatakan bahwa moderasi beragama memerlukan upaya bersama untuk mewujudkannya. Yaqut Cholil Qoumas menjabat Menteri Agama periode 2020 hingga 2024 menyatakan lebih lanjut bahwa komitmen tersebut terlihat pada peran sarjana Indonesia dalam menyikapi moderasi beragama melalui penelitian artikel jurnal, yang sejalan dengan kewajiban publikasi karya ilmiah dalam bentuk jurnal sejak tahun 2012, baik bagi sarjana, magister, dan khususnya doktoral, termasuk jurnal setiap PTKIN Indonesia di bawah naungan Kementerian Agama. Bagi sivitas akademika Islam Indonesia, topik moderasi selalu menjadi tema kunci dalam berbagai kegiatan akademik baik dalam skala nasional maupun internasional. Misalnya, antara 2018 dan 2019. Konferensi Internasional Tahunan tentang Studi Islam (AICIS) yang merupakan agenda akademisi di bawah naungan Kementerian Agama, menjadikan moderasi beragama sebagai topik utama Khudori Soleh. AuEpistemologi Bayani,Ay Ulul Albab: Jurnal Studi Islam 10, no. 2 (December 26, 2. 173Ae85, https://doi. org/10. 18860/ua. Agus Akhmadi. AuModerasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia Religious Moderation in Indonesia Ao S Diversity,Ay Jurnal Diklat Keagamaan 13, no. : 45Ae55. Munadir. AuStrategi Sekolah Dalam Pendidikan,Ay Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Ahmad Dahlan 2Ae2, no. Multikultural. : 114Ae130. Mustaqim Hasan. AuPrinsip Moderasi Beragama Dalam Kehidupan Berbangsa,Ay Jurnal Mubtadiin 7, no. : 110Ae23. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. dalam forum ulama Islam. Tafsir setiap ulama akan berbeda dengan tafsir ulama lainnya, yang kemungkinan besar akan melahirkan berbagai sudut pandang dalam penelitiannya tentang moderasi beragama. Namun, terlepas dari beragam sudut pandang yang muncul, upaya untuk mengungkapkan pentingnya moderasi beragama di Indonesia memungkinkan evaluasi dan analisis lebih lanjut terhadap berbagai publikasi akademis 5 Menurut Quraish Shihab, keragaman dalam hidup merupakan syarat yang dikehendaki Allah. Ini mencakup perbedaan ilmiah dan keragaman pendapat, serta reaksi manusia terhadap kebenaran tulisan suci, interpretasi isinya, dan bentuk praktiknya 6Menurut Mark Juergenmeyer, seorang spesialis gerakan revitalisme agama, mencatat bahwa dalam beberapa gerakan revitalisme agama, terdapat pemahaman atau penafsiran ajaran agama yang dapat dipakai sebagai justifikasi untuk menggunakan kekerasan terhadap negara-negara yang dianggap sekuler. Menurut R. Scott Appleby, terdapat ambiguitas dalam doktrin suci terkait dengan kekerasan 7Dalam keberadaan ini diperlukan heterogenitas, pluralisme, dan keragaman. Dalam hidup ini, seseorang dapat mengamati sunnatullah. Allah menciptakan alam semesta ini dalam kerangka kohesif berdasarkan sunnah heterogenitas, kita dapat mengamati bagaimana Tuhan membentuk bangsa-bangsa yang berbeda dalam kerangka kesatuan manusia dan dalam konteks persatuan bangsa 8 Tuhan menciptakan banyak bangsa, suku, dan ras yang berbeda dari asal usul yang sama. Tuhan menciptakan banyak dialek dalam kerangka bahasa yang sama. Allah menegakkan mazhab yang beragam sebagai konsekuensi ijtihad masing-masing dalam kerangka kesatuan syari'at. Allah menjadikan agama yang beragam di bawah kerangka ummatan wahidah . ersatuan uma. Keberagaman agama adalah sunnatullah, dan keberadaannya tidak bisa diabaikan. Senjata paling ampuh dalam menghadapi masyarakat yang majemuk adalah mencegah munculnya ekstremisme, konfrontasi melalui ajaran Islam yang moderat dan inklusif, realitas kehidupan nyata, orang tidak bisa lepas dari hal-hal yang berseberangan. Akibatnya, al-Wasathiyyah Islamiyyah menghargai rabbaniyyah . dan insaniyyah . , memadukan maddiyyah . Andika Putra et al. AuPemikiran Islam Wasathiyah Azyumardi Azra Sebagai Jalan Moderasi Beragama,Ay Jurnal Riset Agama 1, no. 3 (December 15, 2. : 212Ae22, https://doi. org/10. 15575/jra. Shihab. Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah? Kajian Atas Konsep Ajaran Dan PemikiranLentera Hati. , vol. (Cet. , n. Khoirul Anwar. Berislam Secara Moderat (Ajaran Dan Praktik Moderasi Beragama Dalam Isla. (Semarang: Penerbit Lawwana, 2. Ahmad Agis Mubarok and Diaz Gandara Rustam. AuIslam Nusantara: Moderasi Islam Di Indonesia,Ay Journal of Islamic Studies and Humanities 3, no. 2 (May 29, 2. : 153Ae68, https://doi. org/10. 21580/jish. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. dan ruhiyyah . , memadukan wahyu dan akal, serta membedakan antara maslahah ammah . l-jamiyya. dan maslahah individual . l-fardiyya. Kekerasan dan kebencian atas nama Allah adalah perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Menolak adanya pertumpahan darah di antara sesama warga negara, bahkan di kalangan saudara sebangsa, adalah suatu sikap yang sangat Harapannya adalah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang terjadi di Timur Tengah. Afrika, dan beberapa negara Eropa, seperti Prancis. Turki, dan Irlandia. Pertumpahan darah yang terjadi atas nama kesucian Tuhan di berbagai belahan dunia sudah cukup Tindakan kejam yang dilakukan dalam nama-Nya adalah sesuatu yang tidak dapat Timur Tengah dan sejumlah negara Eropa mempunyai problem yang sama. Sangat penting untuk mencegah hal serupa terjadi di Indonesia. Salah satu kriteria utamanya adalah agar sesama umat beragama tidak menunjukkan sikap sombong, otoriter, atau memiliki keinginan untuk menang sendiri, sehingga tidak ada pemahaman bahwa orang lain dianggap sebagai kafir, sesat, dan berhak dibunuh. Tuhan telah memberi kita pilihan untuk percaya atau tidak percaya. Orang percaya dan orang tidak percaya masing-masing akan menemukan tempat mereka. Maraknya kekerasan antarumat beragama di Indonesia dan di tempat lain tak henti-hentinya menjadi sumber keprihatinan dan upaya untuk menghindarinya. Fenomena ini tidak hanya mengancam perdamaian dan stabilitas di masyarakat, tetapi juga menghancurkan kerukunan dan toleransi antarumat beragama yang seharusnya menjadi kekayaan bangsa 9 Data yang dikutip dari harian Kompas menunjukkan bahwa pada tahun 2020, terdapat 422 kasus pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 184 aksi pelanggaran kebebasan beragama dilakukan oleh aktor non-negara, termasuk kelompok warga, individu, dan organisasi masyarakat . Pelanggaran kebebasan beragama mayoritas dilakukan oleh aktor non-negara dalam bentuk intoleransi, dengan 62 tindakan. Selain itu, terdapat 32 kasus pelaporan penistaan agama, 17 tindakan penolakan pendirian rumah ibadah, dan 8 tindakan entitas nonnegara yang melarang kegiatan keagamaan. Aktor non-negara juga terlibat dalam penghancuran enam rumah ibadah pada tahun 2020. Selain itu, setiap tahunnya terjadi 5 insiden kekerasan dan penolakan aktivitas lain yang dilakukan oleh aktor non-negara. Menurut data Kementerian Pertahanan, perguruan tinggi adalah target utama dan strategis penyebaran intoleransi oleh AuAzmi. , & Maulidi. Moderasi Beragama Dalam Pendidikan. Haura Utama. ,Ay. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. pembawa ideologi internasional ekstrem. Akibatnya, mahasiswa perguruan tinggi diidentifikasi lapisan masyarakat rentan terhadap Sarwono mendemonstrasikannya dengan merujuk pada statistik yang relevan, salah satunya dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). AuMenurut statistik BNPT 2018, 39% mahasiswa di 7 PTN terpapar intoleransi. Ay Fenomena ini menunjukkan bahwa bahaya intoleransi telah meresap hingga ke dunia pendidikan tinggi dan harus menjadi perhatian serius Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta melaksanakan penelitian survei secara nasional di 34 provinsi di Indonesia. Survei ini dilaksanakan dari 1 November hingga 27 Desember 2020, dengan data yang dikumpulkan dari 2. 866 mahasiswa, 673 instruktur, dan 79 perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 24,89 persen siswa memiliki tingkat toleransi beragama yang rendah, sementara 5,27 persen memiliki tingkat toleransi beragama yang sangat rendah. Temuan ini mengindikasikan rendahnya tingkat toleransi beragama di kalangan pelajar Indonesia. Meskipun demikian, temuan juga menunjukkan bahwa 69,83 persen siswa menunjukkan sikap yang baik terhadap toleransi beragama, sedangkan 20 persen sisanya memiliki toleransi yang sangat tinggi terhadap penganut agama yang berbeda. Selanjutnya, penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan sosial dengan kelompok lain dan tingkat toleransi beragama. Hubungan antarkelompok ini dapat terbentuk melalui berbagai interaksi sosial, kerjasama, dan diskusi atau tukar pikiran dengan sesama mahasiswa. Namun, penelitian juga mencatat bahwa beberapa kegiatan keagamaan, seperti lembaga dakwah kampus, memiliki kaitan negatif dengan tingkat toleransi beragama. Selain itu, lingkungan sosial di kampus juga terkait dengan tingkat toleransi beragama mahasiswa. Kebijakan kampus terkait dengan kelompok minoritas agama mahasiswa dan sikap toleransi beragama dosen juga memiliki hubungan positif dengan tingkat toleransi beragama mahasiswa. Temuan ini memberikan wawasan penting tentang faktor-faktor yang memengaruhi toleransi beragama di lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia 10 Perguruan tinggi harus membantu menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk yang berkaitan dengan pendidikan, terkait dengan segala persoalan yang muncul di Indonesia. Perguruan tinggi harus menyiapkan generasi bangsa yang mahir dalam berbagai pengetahuan, keterampilan dan unggul dalam bidang sikap. Untuk menghadapi disrupsi yang disebabkan oleh Suheri Suheri and Yeni Tri Nurrahmawati. AuModerasi Beragama Di Era Disrupsi Digital,Ay Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars 6, no. 1 (April 15, 2. : 933Ae44, https://doi. org/10. 36835/ancoms. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. teknologi, salah satu strategi yang dapat digunakan adalah dengan menggalakkan literasi. Pentingnya literasi baru, seperti literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia, termasuk literasi digital, menjadi fokus untuk mempersiapkan lulusan perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya harus mahir dalam membaca, menulis, dan matematika, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang teknologi dan kemampuan manusiawi yang melibatkan aspek kebijaksanaan, etika, dan empati 11 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menjadi salah satu fakultas yang paling diminati di IAIN Ponorogo. Hal tersebut terbukti dari data statistik yang menunjukkan bahwa FTIK merupakan fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di IAIN Ponorogo. Fakultas ini memiliki tujuan utama yaitu menciptakan guru profesional yang memiliki tanggung jawab utama dalam mendidik generasi muda agar menjadi generasi unggul. Kemampuan mengelola lembaga pendidikan menjadi kriteria penting untuk pekerjaan di masa depan, terutama bagi calon pendidik, karena kemampuan ini menjadi dasar pelaksanaan pendidikan di suatu sekolah. Pentingnya kemampuan mengelola lembaga pendidikan menjadi salah satu kriteria penting, terutama bagi calon pendidik, karena keterampilan ini menjadi dasar pelaksanaan pendidikan di berbagai sekolah. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan berfokus pada penyediaan mata kuliah yang memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengelola lembaga pendidikan, termasuk melalui program Mata kuliah AuIslam dan Moderasi AgamaAy yang menjadi bagian integral dari kurikulum FTIK. Mata kuliah ini memberikan pemahaman mendalam tentang moderasi beragama dan kontribusi pentingnya dalam konteks pendidikan. Dengan demikian. FTIK IAIN Ponorogo tidak hanya memberikan pendidikan tinggi tetapi juga membentuk calon guru yang siap mengelola pendidikan dengan prinsip-prinsip moderasi beragama. Seluruh jurusan di IAIN Ponorogo menyertakan mata kuliah Islam dan Moderasi Beragama dalam kurikulumnya, yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa, tanpa memandang jurusan. Mata kuliah ini memberikan pembelajaran tentang pemahaman moderasi beragama, penguasaan pengetahuan terkait pengalaman moderasi beragama di nusantara, terutama dalam konteks Fakta Kemajemukan sebagai Dasar Moderasi Beragama. Mahasiswa juga diajak untuk Anwar. Berislam Secara Moderat (Ajaran Dan Praktik Moderasi Beragama Dalam Isla. Shafa Zanuba Tasya Umul Izzati and Zamzam Mustofa. AuKiaiAos Leadership Efforts in Instilling the Independent Spirit of Students at Hidayatul MubtadiAoin Sobo Guno Islamic Boarding School Mangunsuman Siman Ponorogo,Ay in Proceeding: International Conference on Islamic Studies (ICIS) IAIN Ponorogo, 2022, 108Ae16. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. berkontribusi dalam kemajuan peradaban melalui moderasi beragama yang berlandaskan Pancasila. Dengan demikian, mata kuliah ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual tetapi juga mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam membangun moderasi beragama dalam masyarakat 13 Meskipun untuk mengamalkan paham moderasi beragama setidaknya diperlukan ceramah dan perbincangan dengan dosen dan mahasiswa lainnya, namun diyakini semua mahasiswa mampu memahaminya secara menyeluruh. sehingga mereka siap ketika mereka akhirnya bergabung dengan masyarakat. Siap untuk terlibat dalam kegiatan masyarakat berdasarkan komitmen nasional, toleransi, anti kekerasan, penerimaan terhadap tradisi, serta siap menjalankan peran advokasi moderasi beragama. Dalam pengertian ini, mahasiswa harus memiliki buku ajar guna menunjang pelaksanaan perkuliahan. Mahasiswa dituntut untuk lebih memperdalam pemahamannya tentang teori melalui berbagai sumber tambahan setelah menggunakan buku ajar ini sebagai pedoman dasar untuk melakukannya. Tersedianya buku ajar ini akan memudahkan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan karena mereka dapat secara mandiri meneliti mata kuliah tersebut sebagai topik diskusi sebelum perkuliahan. agar mahasiswa dapat berpartisipasi aktif dalam diskusi 14 Institusi pendidikan Indonesia menghadapi berbagai persoalan yang berbeda-beda antara satu institusi dengan institusi lainnya. Berbagai permasalahan tersebut disebabkan oleh berbagai hal, antara lain sumber daya manusia (SDM), pertimbangan geografis, situasi ekonomi dan sosial setempat, serta kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. Dengan demikian, mahasiswa yang bercita-cita menjadi guru harus memiliki berbagai pengetahuan mendasar, kemampuan untuk menilai keadaan yang ada di lingkungan pendidikan, dan kemampuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai masalah yang mungkin timbul. Agar mahasiswa terbiasa menggunakan teori yang mereka pahami dalam menganalisis kesulitan yang muncul saat menentukan jawaban terbaik, maka pembuatan buku teks pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu tawarannya 15 E S Kasihani. AuContextual Learning and Teaching ( Ctl ) (Pengajaran Dan Pembelajaran Kontekstua. ,Ay Sastra Inggris. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang, 2001, 1Ae6. Mhd. Abror. AuModerasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi,Ay Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam 1, no. (December 18, 2. : 137Ae48, https://doi. org/10. 35961/rsd. Paelani Setia and Heri M. Imron. Kampanye Moderasi Beragama: Dari Tradisional Menuju Digital (Bandung: Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Buku Moderasi Beragama belum sering dapat ditemukan di berbagai toko buku fisik maupun toko buku online. Namun, tersedianya buku ajar yang dibuat sendiri oleh dosen membuat mahasiswa lebih mudah memahami arah kajian dari perkuliahan secara lebih detail. Selain itu, buku teks tentang moderasi beragama akan berbeda dari publikasi yang ada tentang topik ini karena akan menampilkan contoh-contoh dunia nyata tentang bagaimana buku ini digunakan dalam lingkungan pendidikan serta kesulitan yang sering muncul terkait dengan masing-masing bidang yang dibahas pada tema moderasi beragama. Penting untuk dipahami bahwa ketersediaan buku ajar Islam yang menekankan pembelajaran berbasis masalah dan Moderasi Beragama menunjukkan urgensi penyusunan pengembangan buku ajar moderasi beragama. Hal ini menjadi penting karena buku ajar tersebut dapat menjadi landasan bagi mahasiswa dan pendidik dalam memahami serta menerapkan konsep moderasi beragama dalam konteks pembelajaran. Dengan dikembangkannya buku ajar yang sesuai dengan prinsip-prinsip moderasi beragama, diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, harmonis, dan menghasilkan generasi yang memiliki pemahaman yang seimbang dalam beragama. Sebagai hasilnya, buku ajar moderasi beragama menjadi instrumen kunci dalam membangun pemahaman yang mendalam dan positif terhadap toleransi, kerukunan, serta keberagaman di tengah-tengah masyarakat. Mengingat fakta ini, melakukan penelitian pengembangan yang dapat menghasilkan produksi buku teks model penelitian pengembangan adalah penting dan mendesak. Berdasarkan pemaparan tersebut maka, penelitian dan pengembangan buku ajar moderasi beragama berbasis problem based learning (PBL) bagi mahasiswa FTIK IAIN ponorogo, merupakan langkah awal yang sangat penting untuk ditindaklanjuti dan dipraktikkan di lapangan. METODE Rancangan penelitian ini didasarkan pada metode Research and Development (R&D) Borg & Gall, yang mencakup beberapa langkah penting17. Diantaranya adalah studi pendahuluan . esearch and information collecting preliminar. dilakukan untuk merencanakan serta mengumpulkan informasi terkait penelitian. Selanjutnya adalah perencanaan penelitian (Research Zamzam Mustofa et al. AuInternalisasi Dan Aktualisasi Budaya Kedisiplinan Di Mts Al-Islam Joresan Dalam Membentuk Karakter Siswa,Ay Jurnal Inovatif Manajemen Pendidikan Islam 2. No. : 51Ae60. Sugiyono. METODE PENELITIAN KUALITATIF (Bandung: Penerbit ALFABETA, 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Plannin. untuk memastikan bahwa pengembangan buku ajar berjalan secara efisien dan efektif. Langkah berikutnya adalah pengembangan desain produk . evelopment of produc. yang menghasilkan rancangan awal buku ajar moderasi beragama berbasis Problem Based Learning (PBL). Dilanjutkan dengan uji coba lapangan . ield testin. untuk menguji validitas dan kelayakan buku ajar tersebut. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Penentuan subjek didasarkan pada fokus pengembangan buku ajar moderasi beragama yang sesuai dengan kebutuhan kontekstual mahasiswa FTIK. Jumlah subjek penelitian melibatkan semua mahasiswa aktif di FTIK saat penelitian dilakukan. Keterlibatan mahasiswa dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam diharapkan memberikan sudut pandang yang beragam terkait pengembangan buku ajar moderasi beragama. Partisipasi mahasiswa sebagai subjek penelitian juga diharapkan meningkatkan penerimaan serta keefektifan buku ajar dalam kurikulum FTIK IAIN Ponorogo. Sumber data dalam penelitian ini melibatkan dokumen resmi seperti kurikulum FTIK, buku ajar yang telah ada sebelumnya, dan dokumen terkait moderasi beragama di IAIN Ponorogo. Literatur terkini mengenai pengembangan buku ajar, moderasi beragama, dan metode PBL juga menjadi sumber data pendukung. Adapun sumber data primer diperoleh melalui pre-test dan posttest, angket validasi ahli, serta kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa FTIK. Observasi serta wawancara dengan dosen atau staf pengajar juga dilakukan untuk memahami konteks pembelajaran dan mendapatkan insight tentang kebutuhan pengembangan buku ajar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dan kualitatif diperoleh dari masukan validator dan tanggapan mahasiswa. Variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, menggunakan skala Likert dalam penilaian mahasiswa terhadap kelayakan buku ajar moderasi beragama dan metode PBL. Adapun kategori skala Likert diantaranya SL (Sangat Laya. L (Laya. CL (Cukup Laya. KL (Kurang Laya. TL (Tidak Laya. HASIL PENELITIAN Data Hasil Pre-Test Moderasi Beragama (Preliminary Research and Information Collectin. Studi Pendahuluan yang dilakukan pada penelitian ini melalui data hasil Pre-Test Moderasi Beragama yang dilakukan pada 140 Mahasiswa FTIK IAIN Ponorogo. Studi pendahuluan ini MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. menjadi langkah awal yang signifikan dalam mengetahui pemahaman awal mahasiswa terkait konsep moderasi beragama. Melalui analisis hasil pre-test, peneliti dapat mengidentifikasi titik awal pemahaman mahasiswa terhadap moderasi beragama. Data ini memberikan landasan yang kuat untuk merancang dan mengembangkan materi yang sesuai dengan tingkat pemahaman Secara khusus, studi pendahuluan ini membantu menyusun materi buku ajar yang lebih efektif dan berfokus pada kebutuhan nyata mahasiswa, serta memastikan bahwa materi yang disampaikan dapat memenuhi kesenjangan pemahaman yang mungkin ada. Adapun rekap data hasil pre-test dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Rekap skor Pre-Test Moderasi Beragama Mahasiswa FTIK IAIN Ponorogo Tahun Kategori Tidak Tuntas (< . Tuntas (Ou . Banyak Mahasiswa Persentase 80,72% 19,28% Berdasarkan data pre-test Moderasi Beragama Mahasiswa FTIK IAIN Ponorogo Tahun 2023, dari 140 mahasiswa, terdapat 113 mahasiswa atau sekitar 80,72% yang belum menyelesaikan tes dengan memuaskan . idak tunta. , sementara hanya 27 mahasiswa atau sekitar 19,28% yang berhasil menyelesaikan tes dengan hasil yang memuaskan . Berdasarkan data tersebut, yang menunjukkan mayoritas mahasiswa belum tuntas dalam tes, terlihat bahwa penyusunan buku ajar moderasi beragama menjadi sangat penting. Dengan adanya persentase yang tinggi dari mahasiswa yang belum tuntas, kebutuhan akan sumber belajar yang lebih terstruktur dan mendalam menjadi jelas. Penyusunan buku ajar yang komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dapat menjadi solusi yang efektif dalam memastikan pemahaman yang lebih baik terkait konsep moderasi beragama. Perencanaan Penelitian (Research Plannin. Perencanaan penelitian dalam konteks ini sangatlah penting untuk memastikan bahwa pengembangan buku ajar moderasi beragama berbasis Problem Based Learning (PBL) berjalan secara efisien dan efektif. Tahapan perencanaan melibatkan serangkaian langkah terstruktur, termasuk identifikasi tujuan yang jelas, pengumpulan sumber daya yang diperlukan seperti referensi dan bahan ajar, serta penyusunan rencana kerja yang terperinci. Selain itu, perencanaan MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. ini juga melibatkan penentuan metodologi yang tepat, pengukuran hasil, serta pengembangan strategi yang dapat mengakomodasi kebutuhan mahasiswa FTIK IAIN Ponorogo dengan baik. Perencanaan penelitian harus mempertimbangkan secara seksama preferensi, tingkat pemahaman, dan kebutuhan mahasiswa agar dapat menciptakan buku ajar yang sesuai dengan tingkat mereka dan dapat meningkatkan pemahaman serta minat belajar terkait moderasi beragama. Selanjutnya peneliti merencanakan pengembangan buku ajar moderasi beragama berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan perencanaan dari segi materi dan bahasa antara lain: Perencanaan dari segi materi Peneliti merencanakan pengembangan materi yang terstruktur dan terfokus pada aspekaspek penting terkait moderasi beragama. Ini mencakup penyusunan konten yang tidak hanya informatif tetapi juga membangun pemahaman yang mendalam tentang konsep moderasi. Rencana tersebut meliputi pemilihan studi kasus yang relevan dan bervariasi, yang mampu mendorong pemecahan masalah dan penerapan moderasi dalam konteks kehidupan nyata. Selain itu, disusunnya rangkaian materi yang mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah terkait isu-isu yang muncul. Perencanaan dari segi bahasa Peneliti merencanakan pengembangan materi yang terstruktur dan terfokus pada aspekaspek penting terkait moderasi beragama. Ini mencakup penyusunan konten yang tidak hanya informatif tetapi juga membangun pemahaman yang mendalam tentang konsep moderasi. Rencana tersebut meliputi pemilihan studi kasus yang relevan dan bervariasi, yang mampu mendorong pemecahan masalah dan penerapan moderasi dalam konteks kehidupan nyata. Selain itu, disusunnya rangkaian materi yang mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah terkait isu-isu yang muncul. Pengembangan Produk (Development of Produc. Berdasarkan data yang telah diperolah dan dianalisis pada tahap sebelumnya berkenaan dengan pertimbangan secara seksama preferensi, tingkat pemahaman, dan kebutuhan mahasiswa, agar dapat menciptakan buku ajar yang sesuai dengan tingkat mereka dan dapat meningkatkan pemahaman serta minat belajar terkait moderasi beragama, maka buku ini memaparkan beberapa bab yang mencakup berbagai aspek terkait agama, moderasi, dan hubungannya dengan isu-isu sosial dan budaya. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Bab I hingga Bab VI membawa pembaca memahami landasan dan konsep dasar moderasi beragama secara mendalam. Dimulai dari pengertian moderasi hingga prinsip-prinsip yang melandasi pemahaman tersebut. Bab-bab ini merambah tentang pentingnya moderasi dalam hubungan dengan sesama Muslim, antaragama, hingga dalam ranah berbangsa dan bernegara. Selain itu, pengalaman konkrit tentang implementasi moderasi beragama di Nusantara juga diungkapkan secara terperinci, menyoroti nilai-nilai lokal yang melandasi pemahaman moderasi Gambar 1. Cover Buku Ajar Moderasi Beragama Berbasis Problem Based Learning (PBL) Gambar 2. Daftar Isi Buku BAB I sampai Gambar 3. Daftar Isi Buku BAB V BAB IV sampai BAB Vi MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Dari Bab VII hingga Bab XI, pembaca dibimbing melalui penjelasan tentang epistemologi, pemahaman Islam rahmatan lil alamin, hingga pemahaman moderasi beragama menurut perspektif Al-Qur'an dan hadist. Bab selanjutnya menggali makna ukhuwah Islamiyah dengan membedah beragam aspek terkait konsep ini. Bab XII menyajikan gambaran kongkrit tentang penerapan moderasi antar umat beragama di Desa Sigara-Gara, memberikan contoh aplikatif dari konsep-konsep yang dibahas sebelumnya. Bab-bab berikutnya mengupas konsep negara hukum dalam Islam. Islam Nusantara, dan akulturasi Islam dengan budaya lokal, membuka wawasan tentang keterkaitan agama dengan nilai-nilai budaya dan sosial. Gambar 4. Daftar Isi Buku BAB IX Gambar 5. Daftar Isi Buku BAB XV sampai BAB XIV sampai BAB XVI Pada bagian akhir. Bab XVI membahas hubungan antara Pancasila dan ajaran Islam, menegaskan argumen penerimaan Pancasila sebagai dasar negara yang sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian, buku ini menjadi panduan yang komprehensif tentang aspek-aspek agama, sosial, dan budaya yang berkaitan erat dengan studi agama, moderasi, dan interaksi agama dengan kehidupan masyarakat. Penutup dari buku ini adalah daftar pustaka yang memuat referensi yang digunakan dalam penyusunan buku ini. Adapun deskripsi untuk isi/konten/materi dari setiap bab pada buku ajar moderasi beragama berbasis Problem Based Learning (PBL) adalah sebagai berikut: BAB I: Konsep Moderasi Beragama. Bab ini memulai dengan penguraian tentang pengertian moderasi dalam konteks beragama, dilanjutkan dengan tinjauan terhadap perspektif Al-Qur'an dan Hadist terkait MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. moderasi beragama. Bab ini juga mengulas prinsip-prinsip yang mendasari moderasi beragama serta indikator-indikator yang menggambarkan tingkat moderasi dalam kehidupan beragama. BAB II: Parameter Moderasi Beragama dalam Pokok-Pokok Ajaran Islam, pada bab ini terdapat pemaparan tentang bagaimana moderasi diwujudkan dalam pokok-pokok ajaran Islam seperti iman. Islam, dan ihsan. Pembahasan meliputi moderasi dalam iman, ihsan, dan konsep umat terbaik (Khairu Umma. dalam ajaran Islam. BAB i: Moderasi Beragama dalam Hubungan dengan Sesama Muslim, bab ini menyoroti aspek moderasi beragama dalam hubungan antar sesama Muslim. Pembahasannya mencakup persaudaraan sesama Muslim, sikap terhadap perbedaan pendapat, dan etika dalam bergaul dengan sesama Muslim. BAB IV: Moderasi Beragama dalam Hubungan Antar Agama, pada bab ini fokusnya adalah moderasi beragama dalam konteks hubungan antar agama. Isinya termasuk ajaran Islam mengenai Hablun Minan NAs, konsep Islam sebagai rahmatan lil Aoalamn, serta pengembangan sikap inklusif dan pencarian titik kesamaan di antara beragam keyakinan. BAB V: Moderasi Beragama dalam Berbangsa dan Bernegara, bab ini membahas bagaimana moderasi beragama diimplementasikan dalam ranah berbangsa dan bernegara. Isi bab mencakup konsep Islam tentang kepemimpinan, hubungan antara Islam dan negara, ketaatan terhadap pemerintah, spirit piagam Madinah, dan juga ukhuwah wathaniyah dan ajaran cinta terhadap tanah air. BAB VI: Pengalaman Implementasi Moderasi Beragama di Nusantara, bab ini mengulas pengalaman implementasi moderasi beragama di wilayah Nusantara. Pembahasan mencakup perjalanan dakwah damai Islam, fakta pluralitas sebagai basis moderasi beragama, keterbukaan masyarakat Nusantara, kearifan lokal, serta praktik moderasi beragama dalam sejarah Sultan Agung. BAB VII: Epistemologi dan Relevansinya dalam Studi Agama, bab ini membahas secara mendalam tentang epistemologi Bayani. Irfani, dan Burhani Al-Jabiri serta relevansinya dalam studi agama untuk resolusi konflik dan peacebuilding. Mulai dari pengertian dasar epistemologi hingga penerapannya dalam konteks resolusi konflik dengan pendekatan keagamaan. BAB Vi: Islam Rahmatan Lil Alamin dari Perspektif KH. Hasyim Muzadi, bab ini menyajikan perspektif Islam rahmatan lil alamin dari tokoh penting. KH. Hasyim Muzadi. Bab ini menggali pemikiran beliau tentang Islam yang rahmat bagi seluruh alam, profil beliau, dan gagasan yang diperjuangkan seputar konsep Islam tersebut. BAB IX: Ukhuwah Islamiyah: Persaudaraan Umat Beragama, bab ini membahas mengenai konsep persaudaraan dalam agama Islam yang disebut Ukhuwah Islamiyah. Bab ini mendalam pada aspek-aspek penting, seperti MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. berbagai jenis persaudaraan, keutamaan, tingkatan, serta hal-hal yang memperkuat dan mengganggu persaudaraan tersebut. BAB X: Moderasi Islam dalam Al-Qur'an. As-Sunnah, dan Pandangan Ulama, melalui bab ini pembaca akan mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang moderasi Islam dalam perspektif Al-Qur'an. As-Sunnah, serta pandangan para ulama dan fuqaha. Di sini, akan dibahas secara mendetail bagaimana pemahaman ini muncul dari sumber-sumber utama keagamaan Islam. BAB XI: Studi Kasus Moderasi Antar Umat Beragama, bab ini memberikan studi kasus nyata tentang penerapan moderasi antar umat beragama di Desa Sigara-Gara. Memberikan pemahaman konkrit tentang penerapan konsep-konsep yang telah dibahas sebelumnya dalam konteks praktis dan nyata. BAB XII: Konsep Negara Hukum dalam Perspektif Hukum Islam, bab ini membahas konsep negara hukum dalam teori kenegaraan sekaligus dalam perspektif hukum Islam. Bab ini membawa pembaca memahami bagaimana Islam memandang dan menegakkan prinsip negara hukum dalam masyarakatnya. BAB Xi: Islam Nusantara dan Relasinya dengan Budaya Lokal. Bab ini mengulas tentang Islam Nusantara, memperkenalkan konsep serta hubungannya dengan nilai budaya lokal. Mulai dari pengertian dasar Islam dan budaya, hingga relasi keduanya dalam konteks Nusantara. BAB XIV: Akulturasi Islam dengan Budaya Lokal, melalui bab ini pembaca akan memahami akulturasi antara ajaran Islam dengan budaya lokal. Bab ini membahas pengertian akulturasi, hubungan antara ajaran Islam dengan budaya lokal, serta hasil akulturasi yang BAB XV: Pancasila dan Ajaran Islam sebagai Dasar Negara, bab terakhir ini membahas sejarah serta konsistensi Pancasila dengan ajaran Islam sebagai dasar negara. Bab ini mengupas tentang perumusan Pancasila, serta bagaimana kesesuaian nilai-nilai dalam Pancasila dengan ajaran Islam. Melalui serangkaian pembahasan yang mendalam pada berbagai bab tersebut (BAB I s. d XV), diharapkan pembaca memperoleh pemahaman yang holistik tentang moderasi beragama, khususnya dalam konteks keberagaman, perdamaian, dan keadilan sosial. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat serta memperkuat kedamaian dan toleransi antar umat beragama. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Validasi Produk Validasi merupakan tahap penting dalam pengembangan produk seperti buku ajar, di mana produk tersebut dievaluasi dan dikoreksi oleh tim ahli guna memastikan kualitasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dalam proses validasi buku ajar, dilakukan oleh dua tim ahli yang memiliki fokus pada aspek materi dan aspek bahasa. Adapun hasil dari uji validasi ahli tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Validasi ahli materi Komponen yang Dinilai Skor Skor yang Maksimal diperoleh KESESUAIAN DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN Setiap bagian buku ajar secara jelas menyajikan informasi yang terkait dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Buku ajar secara efektif membantu mahasiswa mencapai keterampilan dan pengetahuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran. II KESESUAIAN DENGAN TARGET MAHASISWA Bahasa dan istilah yang digunakan dalam buku ajar sesuai dengan tingkat pemahaman mahasiswa FTIK IAIN Ponorogo. Materi buku ajar mampu menarik minat mahasiswa dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mereka dalam moderasi i RELEVANSI TEMA DAN TOPIK Tema dan topik yang diangkat dalam buku ajar secara jelas terkait dengan isu-isu aktual dalam moderasi beragama. Pengembangan topik-topik tertentu dalam buku ajar memberikan pemahaman mendalam terhadap situasi moderasi beragama saat IV KEMUTAKHIRAN INFORMASI Informasi yang disajikan dalam buku ajar mencerminkan perkembangan terkini dalam bidang moderasi beragama. Referensi dan data yang digunakan dalam buku ajar merupakan sumber yang mutakhir dan relevan dalam konteks perkembangan Total Persentase 92,50% V PENILAIAN VALIDASI UMUM Penilaian umum terhadap buku ajar: . apat digunakan tanpa dapat digunakan tanpa revisi/dapat digunakan dengan revisi besar/dapat digunakan dengan revisi kecil/belum dapat digunaka. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Kritik dan saran: Layak Untuk Diujikan. Pada tabulasi uji materi buku ajar di dapat persentasi 92,50%, dengan jumlah total 37 dari skor maksimal 40 dan dinyatakan dapat digunakan tanpa revisi dan layak digunakan dan diujikan. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah skor pada setiap aspek/indikator dinyatakan layak. Dengan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa materi dalam buku ajar telah melalui uji kelayakan yang baik, menawarkan konten yang kuat, serta memenuhi kebutuhan dan standar yang diharapkan. Ini juga mengkonfirmasi bahwa materi buku ajar dapat digunakan dalam konteks pembelajaran tanpa memerlukan revisi lebih lanjut. Tabel 3. Hasil Validasi ahli bahasa Komponen yang Dinilai KESESUAIAN DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN Setiap bagian buku ajar secara jelas menyajikan informasi yang terkait dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Buku ajar secara efektif membantu mahasiswa mencapai keterampilan dan pengetahuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran. II KESESUAIAN DENGAN TARGET MAHASISWA Bahasa dan istilah yang digunakan dalam buku ajar sesuai dengan tingkat pemahaman mahasiswa FTIK IAIN Ponorogo. Materi buku ajar mampu menarik minat mahasiswa dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mereka dalam moderasi i RELEVANSI TEMA DAN TOPIK Tema dan topik yang diangkat dalam buku ajar secara jelas terkait dengan isu-isu aktual dalam moderasi beragama. Pengembangan topik-topik tertentu dalam buku ajar memberikan pemahaman mendalam terhadap situasi moderasi beragama saat IV KEMUTAKHIRAN INFORMASI Informasi yang disajikan dalam buku ajar mencerminkan perkembangan terkini dalam bidang moderasi beragama. Referensi dan data yang digunakan dalam buku ajar merupakan sumber yang mutakhir dan relevan dalam konteks perkembangan Total Persentase Skor Maksimal Skor yang 87,50% MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. PENILAIAN VALIDASI UMUM Penilaian umum terhadap buku ajar: . apat digunakan tanpa dapat digunakan tanpa revisi/dapat digunakan dengan revisi besar/dapat digunakan dengan revisi kecil/belum dapat digunaka. Kritik dan saran: Layak untuk digunakan dan diujikan. pada mahasiswa. Hasil tabulasi uji bahasa buku ajar menunjukkan persentase yang cukup tinggi, yaitu 87,50%. Dari skor maksimal 40, buku ajar ini berhasil meraih skor sebanyak 35, menunjukkan kualitas yang baik dan layak untuk digunakan tanpa revisi lebih lanjut. Hasil ini menegaskan bahwa buku ajar telah melewati penilaian bahasa dengan baik. Dengan skor yang cukup tinggi, ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dan aspek tata bahasa di dalamnya sudah memenuhi standar yang diharapkan. Dengan demikian, buku ajar tersebut dapat dijadikan sumber pembelajaran yang layak untuk disajikan kepada mahasiswa tanpa kebutuhan revisi lebih lanjut. Uji Coba Produk (Field Testin. Uji Post-Test Mahasiswa Uji post-test merupakan salah satu instrumen evaluasi yang dilakukan setelah proses pembelajaran atau intervensi untuk mengukur sejauh mana peningkatan pemahaman atau penguasaan materi yang telah diberikan kepada peserta. Uji post-test pada penelitian ini dilakukan setelah penggunaan buku ajar moderasi beragama dalam proses pembelajaran mahasiswa. Tujuan utamanya adalah untuk mengukur sejauh mana pemahaman dan pencapaian peserta didik setelah mereka menggunakan buku ajar tersebut, serta untuk membandingkan dengan hasil pre-test yang telah dilakukan sebelumnya. Adapun data hasil rekap post-test dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Rekap persentase nilai Post-Test Moderasi Beragama Mahasiswa FTIK IAIN Ponorogo Tahun 2023 Kategori Tidak Tuntas (< . Tuntas (Ou . Banyak Mahasiswa Persentase 44,28% 55,72% Dari data yang diberikan, terdapat perubahan yang signifikan antara hasil pre-test dan posttest pada tes uji materi moderasi beragama. Dalam pre-test, hanya 19,28% mahasiswa yang mencapai nilai tuntas (Ou . , sementara dalam post-test, proporsi mahasiswa yang mencapai nilai tuntas meningkat menjadi 55,72%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang substansial dalam pemahaman moderasi beragama di antara mahasiswa setelah menggunakan buku ajar moderasi beragama berbasis problem based learning yang disediakan. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Meskipun masih ada sebagian mahasiswa yang belum mencapai nilai tuntas, peningkatan yang signifikan ini telah mencerminkan efektivitas buku ajar yang digunakan. Evaluasi lebih lanjut atas metode pengajaran yang efektif, peninjauan kembali materi, dan dukungan tambahan bagi mahasiswa yang masih belum mencapai nilai tuntas dapat membantu untuk terus meningkatkan pemahaman mahasiswa. Uji Tanggapan Mahasiswa Uji tanggapan mahasiswa merupakan suatu evaluasi atau penilaian terhadap respon, pandangan, dan kesan dari mahasiswa terkait suatu program, mata pelajaran, atau materi Uji ini dilakukan untuk memahami persepsi mahasiswa terhadap kualitas, keefektifan, relevansi, dan kesesuaian materi yang diberikan dalam pembelajaran. Dalam konteks spesifik penelitian ini, uji tanggapan mahasiswa dilakukan untuk menggambarkan sejauh mana buku ajar atau materi pembelajaran yang digunakan berhasil dalam mencapai tujuan pembelajaran. Evaluasi ini mencakup sejumlah aspek, yakni aspek materi dan aspek bahasa. Tabel 5. Hasil Rekap Persentase Angket Mahasiswa Terhadap Materi Pada Buku Ajar Pilihan Jawaban Komponen yang Dinilai KESESUAIAN DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN Setiap bagian buku ajar secara jelas 31/80 x menyajikan informasi yang terkait dengan 100% tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 38,75% Buku ajar secara efektif membantu 28/80 x mahasiswa mencapai keterampilan dan 100% pengetahuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran. 35,00% KESESUAIAN DENGAN TARGET MAHASISWA Bahasa dan istilah yang digunakan dalam 24/80 x buku ajar sesuai dengan tingkat pemahaman 100% mahasiswa FTIK IAIN Ponorogo. 30,00% Materi buku ajar mampu menarik minat 30/80 x mahasiswa dan sesuai dengan kebutuhan 100% pembelajaran mereka dalam moderasi = 37,50% 40/80 x 9/80 x 0/80 x 100% 100% 40,00% 11,25% 0,00% 38/80 x 14/80 x 0/80 x 100% 100% 47,50% 17,50% 0,00% 0/80 x 0,00% 0/80 x 0,00% 45/80 x 56,25% 31/80 x 38,75% 0/80 x 0,00% 0/80 x 0,00% 11/80 x 13,75% 19/80 x 23,75% 0/80 x 0,00% 0/80 x 0,00% MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. i RELEVANSI TEMA DAN TOPIK Tema dan topik yang diangkat dalam buku 32/80 x 40/80 x 8/80 x 0/80 x ajar secara jelas terkait dengan isu-isu aktual 100% 100% 100% dalam moderasi beragama. 40,00% 50,00% 10,00% 0,00% Pengembangan topik-topik tertentu dalam 35/80 x 36/80 x 9/80 x 0/80 x pemahaman 100% 100% 100% mendalam terhadap situasi moderasi beragama saat ini. 43,75% 45,00% 11,25% 0,00% IV KEMUTAKHIRAN INFORMASI Informasi yang disajikan dalam buku ajar 24/80 x 46/80 x 10/80 x 0/80 x mencerminkan perkembangan terkini dalam 100% 100% 100% bidang moderasi beragama. 30,00% 57,50% 12,50% 0,00% Referensi dan data yang digunakan dalam 28/80 x 38/80 x 14/80 x 0/80 x buku ajar merupakan sumber yang mutakhir 100% 100% 100% dan relevan dalam konteks perkembangan 35,00% 47,50% 17,50% 0,00% Jumlah Total Skor 2679 Persentase Total : 83,71 % Skor Maksimal Keterangan : SL : Sangat Layak (Skor . : Kurang Layak (Skor : Layak (Skor . : Tidak Layak (Skor : Cukup Layak (Skor . 0/80 x 0,00% 0/80 x 0,00% 0/80 x 0,00% 0/80 x 0,00% Berdasarkan data pada tabel hasil rekap persentase angket mahasiswa terhadap materi pada buku ajar menunjukkan angka yang cukup tinggi, yakni sebesar 83,71%. Hal ini menggambarkan evaluasi mahasiswa terhadap aspek-aspek penting terkait materi dalam buku ajar sangat positif. Tabel 6. Hasil Rekap Persentase Angket Mahasiswa Terhadap Bahasa Pada Buku Ajar Pilihan Jawaban Komponen yang Dinilai I KEJELASAN BAHASA YANG DIGUNAKAN Setiap bagian buku ajar secara jelas 20/80 x 55/80 x 5/80 x 0/80 x 0/80 x menyajikan informasi yang terkait dengan 100% 100% 100% 100% tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan 25,00% 68,75% 6,25% 0,00% 0,00% Buku ajar secara efektif membantu mahasiswa 31/80 x 33/80 x 16/80 x 0/80 x 0/80 x mencapai keterampilan dan pengetahuan yang 100% 100% 100% diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. 38,75% 41,25% 20,00% 0,00% 0,00% PENGGUNAAN KATA SESUAI DENGAN EYD Setiap kata dieja dengan benar sesuai dengan 23/80 x 38/80 x 19/80 x 0/80 x aturan EYD, menciptakan teks yang konsisten 100% 100% 100% dan akurat. 28,75% 47,50% 23,75% 0,00% Penggunaan tanda baca dan ejaan mengikuti 22/80 x 44/80 x 14/80 x 0/80 x pedoman EYD, memastikan konsistensi dan 100% 100% 100% kesesuaian dengan norma bahasa Indonesia = yang berlaku. 27,50% 55,00% 17,50% 0,00% i KESESUAIAN DENGAN TARGET MAHASISWA Bahasa dan istilah yang digunakan dalam 28/80 x 42/80 x 10/80 x 0/80 x buku ajar sesuai dengan tingkat pemahaman 100% 100% 100% mahasiswa FTIK IAIN Ponorogo. 35,00% 52,50% 12,50% 0,00% Bahasa yang digunakan mampu menarik 28/80 x 36/80 x 16/80 x 0/80 x minat mahasiswa dan sesuai dengan 100% 100% 100% kebutuhan pembelajaran mereka dalam moderasi beragama. 35,00% 45,00% 20,00% 0,00% IV KONSISTENSI BAHASA Penggunaan istilah dan bahasa konsisten 23/80 x 44/80 x 13/80 x 0/80 x sepanjang seluruh materi, menciptakan 100% 100% pemahaman dan menghindari kebingungan 28,75% 55,00% 16,25% 0,00% Tidak ada perubahan mendadak dalam gaya 25/80 x 40/80 x 15/80 x 0/80 x bahasa atau penggunaan istilah, memastikan 100% 100% 100% pengalaman pembelajaran yang lancar. 31,25% 50,00% 18,75% 0,00% Jumlah Total Skor Persentase Total : 82,87 % Skor Maksimal Keterangan : SL : Sangat Layak (Skor . : Kurang Layak (Skor : Layak (Skor . : Tidak Layak (Skor : Cukup Layak (Skor . 0/80 x 0,00% 0/80 x 0,00% 0/80 x 0,00% 0/80 x 0,00% 0/80 x 0,00% 0/80 x 0,00% MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Berdasarkan tabel tersebut, diketahui bahwa hasil rekap persentase angket respon mahasiswa terhadap bahasa pada buku ajar menunjukkan angka yang cukup tinggi, yakni sebesar 82,87%. Hal ini menggambarkan evaluasi mahasiswa terhadap aspek-aspek penting terkait bahasa dalam buku ajar sangat positif. PEMBAHASAN Pada aspek validitas materi, tabulasi uji materi buku ajar oleh validator ahli materi di dapat persentasi sebesar 92,50%, dengan jumlah total 37 dari skor maksimal 40 dan dinyatakan dapat digunakan tanpa revisi dan layak digunakan dan diujikan. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah skor pada setiap aspek/indikator dinyatakan layak. Hal ini didukung dengan hasil rekap persentase angket mahasiswa terhadap materi pada buku ajar menunjukkan angka yang cukup tinggi, yakni sebesar 83,71%. Dengan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa materi dalam buku ajar telah melalui uji kelayakan yang baik, menawarkan konten yang kuat, serta memenuhi kebutuhan dan standar yang diharapkan. Pertama, pada bagian Kesesuaian dengan Tujuan Pembelajaran. buku ajar dinilai dengan jelas menyajikan informasi yang terkait dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Selain itu, buku, ajar juga dianggap efektif dalam membantu mahasiswa mencapai keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kemudian, dalam hal Kesesuaian dengan Target Mahasiswa, buku ajar dinilai mampu menggunakan bahasa dan istilah yang sesuai dengan tingkat pemahaman mahasiswa. FTIK IAIN Ponorogo Materi yang disajikan juga mampu menarik minat mahasiswa dan dengan kebutuhan pembelajaran mereka dalam konteks moderasi beragama. Relevansi tema dan topik dalam buku ajar juga mendapat penilaian positif. Responden menganggap tema dan topik yang diangkat berkaitan secara jelas dengan isu-isu aktual dalam moderasi beragama Pengembangan topik tertentu memberikan pemahaman yang mendalam terhadap situasi moderasi beragama saat ini. Terakhir. buku ajar mendapat penilaian tinggi dalam Kemutakhiran Informasi. Informasi yang disajikan mencerminkan perkembangan terkini dalam bidang moderasi beragama. Referensi, dan data yang digunakan dianggap sebagai sumber yang mutakhir dan relevan dalam konteks, perkembangan terkini. Keseluruhan, tanggapan mahasiswa menunjukkan bahwa buku ajar telah berhasil memenuhi kriteria materi dalam mendukung pembelajaran moderasi beragama. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Selanjutnya pada aspek bahasa, hasil tabulasi uji bahasa buku ajar oleh validator ahli bahasa menunjukkan persentase yang cukup tinggi, yaitu 87,50%. Dari skor maksimal 40, buku ajar ini berhasil meraih skor sebanyak 35. Hasil ini menegaskan bahwa buku ajar telah melewati penilaian bahasa dengan baik. Hal tersebut didukung oleh hasil rekap persentase angket mahasiswa terhadap bahasa pada buku ajar menunjukkan angka positif sebesar 82,87%. Dengan skor yang cukup tinggi, ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dan aspek tata bahasa di dalamnya sudah memenuhi standar yang diharapkan. Pertama, terkait dengan Kejelasan Bahasa yang Digunakan, responden menilai bahwa setiap bagian buku ajar secara jelas menyajikan informasi yang terkait dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Buku ajar juga dinilai efektif dalam membantu mahasiswa mencapai keterampilan dan pengetahuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selanjutnya, dalam Penggunaan Kata sesuai dengan EYD, responden menilai bahwa setiap kata dieja dengan benar sesuai aturan EYD, menciptakan teks yang konsisten dan akurat. Penggunaan tanda baca dan ejaan juga mengikuti pedoman EYD, memastikan konsistensi dan kesesuaian dengan norma bahasa Indonesia yang berlaku. Dalam hal Kesesuaian dengan Target Mahasiswa, bahasa dan istilah yang digunakan dinilai sesuai dengan tingkat pemahaman mahasiswa FTIK IAIN Ponorogo. Bahasa yang digunakan juga dianggap mampu menarik minat mahasiswa dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mereka dalam konteks moderasi beragama. Terakhir, konsistensi bahasa dalam buku ajar mendapat penilaian tinggi. Penggunaan istilah dan bahasa dinilai konsisten sepanjang seluruh materi, menciptakan kesinambungan yang memudahkan pemahaman dan menghindari kebingungan pembaca. Tidak ada perubahan mendadak dalam gaya bahasa atau penggunaan istilah yang dapat mengganggu konsistensi yang diperlukan untuk pengalaman pembelajaran yang lancar. Keseluruhan, penilaian positif mahasiswa terhadap aspek bahasa dalam buku ajar menunjukkan kualitas yang baik dalam menyampaikan materi dengan jelas, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. KESIMPULAN Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa buku ajar moderasi beragama berbasis Problem Based Learning (PBL) di FTIK IAIN Ponorogo mencapai tingkat kelayakan yang sangat baik. Dari data yang didapatkan pada hasil test, terdapat kenaikan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test pada tes uji materi moderasi beragama. Kenaikan yang signifikan MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. dari 19,28% menjadi 55,72%, menandakan bahwa buku ajar yang disusun telah berhasil meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam topik moderasi beragama. Selain itu, hasil uji kelayakan materi dan bahasa, baik dari validator ahli materi, validator ahli bahasa, dan rekap respon angket mahasiswa menunjukkan angka/persentase yang cukup positif. Dengan skor yang cukup tinggi, ini menunjukkan bahwa buku ajar dianggap efektif dalam membantu mahasiswa mencapai keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, serta memiliki penggunaan bahasa dan aspek tata bahasa yang sudah memenuhi standar diharapkan. DAFTAR PUSTAKA