Fajar Historia Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan https://e-journal. id/index. php/fhs/index ISSN: 2549-5585 . Vol. 8 No. 1 2024, hal 173-176 Enrique Maluku: Sang Petualang Manise dari Kepulauan Rempah Toby Zoe,1* Velmi Dian Dana Dyaksa,1 La Ode Rabani1 Universitas Airlangga. zoe-2022@fib. Korespondensi Dikirim: 05-12-2023. Direvisi: 11-03-2024. Diterima: 16-03-2024. Diterbitkan: 30-04-2024 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Judul Buku: Clavis Mundi: Legenda Enrique Maluku Pengeliling Dunia Pertama Penulis: Helmy Yahya. Reinhard Tawas. Utama Prastha dan Donna Widjajanto Editor: Amalia Fitri Penerbit: Cempaka Putih Tebal: xii 584 hlm Tahun Terbit: November 2022 ISBN: 978-623-202-341-3 Pendahuluan Orang AupertamaAy yang tercatat dalam sejarah merupakan sebuah kebanggaan bagi sebuah Manusia sebagai AuHomo LudensAy terlahir sebagai pemain yang memainkan sebuah permainan, melalui sudut pandang ini tentu sifat bersaing satu sama lain untuk menjadi yang pertama adalah alamiah (Rahmat, 2. Siapa yang menjadi orang pertama mengelilingi dunia akan menjadi topik menarik untuk diperbincangkan. Sejarah selama ini mencatat bahwa Ferdinand Magellan, seorang komandan dari ekspedisi Spanyol, armada de Mollucas adalah orang pertama yang mengelilingi dunia. Selama lebih dari 500 tahun, bangsa Indonesia meyakini bahwa Magellan lah sosok yang pertama kali mengelilingi dunia. Penulis buku ini nampaknya ingin membuka kembali AoperdebatanAo tentang siapa yang mengelilingi dunia, dan membuka kelambu misteri di balik sosok Enrique. Salah satu catatan perjalanan armada de Mollucas berjudul AuMagellan Voyage Around The WorldAy yang ditulis oleh Antonio Pigafetta, seorang sarjana berkebangsaan Italia yang ikut andil sebagai juru tulis dalam pelayaran Magellan. Pigafetta mencatat secara baik nama-nama awak kapal De Mollucas salah satu nama yang disebutkan di antaranya adalah Enrique. Enrique disebutkan sebagai DOI: https://doi. org/10. 29408/fhs. Page 173 of 176 Toby Zoe. Velmi Dian Dana Dyaksa. La Ode Rabani Enrique Maluku: Sang Petualang Manise dari Kepulauan Rempah seorang berkebangsaan Malaca (Malak. dan berperan sebagai servant yang berarti seorang pelayan, namun dapat juga diartikan sebagai budak (Pigafetta, 1906, p. Tidak seperti budak pada umumnya. Enrique memiliki keahlian berbahasa yang mumpuni sehingga menjadi seorang interpreter . dalam armada De Mollucas (Pigafetta, 1906, p. Sosok Enrique sebagai lakon sejarah memiliki peran penting dalam sejarah ekspedisi Magellan. Peran penting Magellan memunculkan saling klaim negara-negara di Asia Tenggara seperti Malaysia. Filipina, dan Indonesia yang dilalui dalam ekspedisi de mollucas. Terlepas dari segala perdebatan tersebut, tentu tidak afdal apabila membawa prasangka chauvisnistis dalam menikmati romantisme sejarah yang tersaji dalam buku ini. Enrique Si Bocah Nakal dan Gurunya Buku ini selayaknya seperti Aumesin waktuAy yang membawa pembaca untuk berpetualang di abad ke-16 dan menyelami kehidupan pelaut-pelaut. Melalui buku ini, para penulis tidak hanya berbicara tentang petualangan Enrique namun ingin memperkenalkan budaya masyarakat pesisir Nusantara, budaya para pelaut, dan juga percaturan politik para lakon. Unsur-unsur tersebut dibungkus secara rapi oleh penulis sebagai Aurempah-rempahAy yang menambah cita rasa dalam karya ini. Muara akhir dari karya ini salah satunya untuk memperkuat identitas bangsa Indonesia sebagai negara poros maritim dan menampilkan teladan dari heroisme Enrique melalui roman sejarah. Karya ini sebagai sebuah buku sangat padat karena terdiri atas 28 bab di dalamnya dan ditambah prolog epilog. Apabila menengok secara keseluruhan isi, buku ini bercerita secara kompleks tentang seorang Enrique dan ekspedisi armada de Mollucas. Bab-bab awal dari buku ini misalnya, pembaca diajak untuk mengenal Enrique kecil yang merupakan sosok enerjik, selalu ingin tahu dan AunakalAy. Nama Enrique bukanlah nama asli sehingga penulis menggunakan AuBoyAy sebagai nama tokoh ini sebelum dibaptis. Sosok Enrique pula dalam buku digambarkan sebagai seorang yatim-piatu yang tinggal bersama paman dan bibinya. Menariknya sebagai seorang yatim-piatu, ia dibesarkan dan dididik oleh seorang tetua di desanya yang bernama Datuk Harun Abbas dan merupakan orang Malaka (Sumater. Tokoh Datuk dalam cerita ini digambarkan sebagai tokoh intelek yang mempunyai segudang pengalaman berkat petualangan-petualangannya di berbagai negara sebelum memutuskan menetap di Ambon. Sebagai roman sejarah, sosok Datuk Harun Abbas menimbulkan tanda tanya besar akan Apakah Datuk Harun Abbas ini merupakan tokoh sejarah atau tokoh imajinatif hasil rekaan pengarang untuk membangun karakter Enrique. Melihat sekilas tentang penggunaan gelar AuDatukAy merupakan gelar kehormatan dari Sumatera dan digambarkan pula bahwa Datuk Harun Abbas merupakan seorang haji. Islam di timur Nusantara khususnya Ambon berkembang pesat pada akhir abad ke-15 dan dibawa oleh mubaligh-mubaligh yang merangkap menjadi pedagang (Muthari et al. , 2018, p. Melalui buku ini digambarkan pula di desa asal Enrique terdapat sebuah Masjid yang menunjukkan, daerah Ambon telah memeluk agama Islam. Melalui data-data tersebut maka dapat diasumsikan bahwa sosok Datuk Harun Abbas adalah seorang mubaligh yang menetap di Ambon. Adapun pendapat saya yang Page 174 of 176 Toby Zoe. Velmi Dian Dana Dyaksa. La Ode Rabani Enrique Maluku: Sang Petualang Manise dari Kepulauan Rempah meyakini bahwa Datuk Harun Abbas adalah seorang mubaligh . ntelektual Musli. , yang dimana pada halaman 38-39, tokoh Datuk Harun mengajarkan kepada Enrique tentang konsep bumi bulat dan mengelilingi matahari . Saya meyakini bahwa Datuk Harun Abbas merupakan seorang tokoh yang dapat disandingkan dengan Datuk Maulana Husein di kehidupan nyata, pasalnya tokoh tersebut memiliki kemiripan. Terlebih diketahui sosok Datuk Maulana Husein merupakan seorang tokoh mubaligh dari Minang yang memiliki pengetahuan luas dan penyebar agama Islam di Maluku (Amal, 2006, pp. 37Ae. Nampaknya dalam narasi buku ini ingin menampilkan peradaban emas Islam sebagai penggagas awal heliosentris sebelum bangsa Barat, seperti yang diketahui bahwa banyak sekali astronom-astronom muslim salah satunya Ibnu Al-SyAir . sebagai pendahulu teori ini (Halimah, 2018, pp. 140Ae Kekuatan Buku Buku ini dikatakan menarik karena tidak sekadar menceritakan seorang Enrique sebagai protagonis, tetapi juga mengupas sejarah-sejarah lain dalam bab-bab tersendiri seperti awal dari ekspedisi Ferdinand Magellan (Yahya et al. , 2022, pp. 43Ae. , kondisi kesultanan Melaka dibawah kepemimpinan Sultan Mahmud Syah . lm 134-. , dan menyinggung bajak laut wanita yaitu Madame Ching . lm 211-. Tidak berlebihan apabila menyebut buku ini sebagai Aumesin waktuAy karena penulis membawa pembaca ke dalam babak-babak yang berbeda dan nantinya akan saling berkesinambungan. Menghidupkan suasana dalam cerita menjadi salah satu keunggulan juga dalam buku ini yang dimana melalui narasi deskriptif dan dialog antar tokoh merangsang imajinasi pembaca. Judul buku AuClavis MundiAy yang berarti kunci dunia menjadi diksi yang dipilih karena peran Enrique sebagai penerjemah. Menguasai banyak bahasa asing, maka ia akan memegang kunci dunia. Enrique diceritakan bahwa ia adalah seorang poliglot . enguasai banyak bahas. dan hal ini pula menjawab pertanyaan di benak saya, bagaimana pelaut-pelaut asing dapat berbaur dengan masyarakat di sebuah wilayah yang dikunjunginya. Peran penerjemah dalam panggung sejarah pelayaran jarang sekali ditampilkan, padahal hal tersebut sangat berperan penting dan menjadi kunci keberhasilan ekspedisi bangsa-bangsa Barat. Satu sisi kehadiran Enrique di dalam armada De Mollucas menambah wawasan baru bahwa sejatinya setiap ekspedisi-ekspedisi, armada atau kapal berisi orang dari beragam suku bangsa. Enrique menjadi representasi AuIndonesiaAy di tengah-tengah orang-orang barat yang digambarkan mampu menunjukkan kemampuannya yang setara dengan orang-orang barat. Helmy dan kawan-kawan melalui buku ini nampaknya ingin menyampaikan pesan yang salah satunya agenda poros maritim untuk mengajak bangsa Indonesia agar mengulang kembali kejayaan di masa lampau di berbagai aspek. Melalui karya ini pula, penulis ingin menampilkan rekontruksi dan dekontruksi sejarah melalui sastra yang sangat bernafaskan paska-kolonial, seperti mengangkat Enrique sebagai sosok yang pertama mengelilingi dunia dan kejayaan peradaban Islam sebelum kedatangan barat. Buku ini ingin mengajak untuk berubah dan meninggalkan penyakit mentalitas inlander yang selama ini menjangkit bangsa Indonesia. Page 175 of 176 Toby Zoe. Velmi Dian Dana Dyaksa. La Ode Rabani Enrique Maluku: Sang Petualang Manise dari Kepulauan Rempah Dibalik roman dan diksi-diksi indahnya, buku ini mempunyai banyak agenda AupolitikAy dalam artian positif. Dibalik prasangka-prasangka terhadap buku ini. Helmy dan kawan-kawan ingin menghadirkan kembali ingatan tentang kejayaan maritim dan menulis ulang sejarah yang selama ini sangat berbau AubaratAy. Membaca buku ini merangsang rasa ingin tahu tentang sejarah dan budaya maritim. Melalui sudut pandang pembaca, membaca buku ini membuat kita seolaholah menjadi Enrique kecil yang sedang diceritakan dan diajarkan oleh Datuk Harun Abbas tentang kisah petualangannya di negeri yang jauh. Apresiasi kepada penulis buku Clavis Mundi khususnya Reinhard Tawas yang mengangkat topik ini ke permukaan dan memperkenalkan sosok Enrique dalam panggung sejarah maritim tidak hanya dunia Melayu namun juga sejarah maritim dunia. Pada akhirnya pengakuan Enrique abadi dalam sepotong bait berikut AuMoluccas, su majestad. Dan hamba bukan budak [Saya orang Maluku, yang Mulia. Dan hamba bukan buda. (Yahya et al. , 2022, p. Daftar Rujukan Amal. Kepuluan Rempah-Rempah: Perjalanan Sejarah Maluku Utara 12501950. Kepustakaan Gramedia Populer [Preprin. Halimah. Benang Merah Penemu Teori Heliosentris: Kajian Pemikiran Ibn AlSyAir. Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan, 4. , 135Ae145. https://doi. org/10. 30596/jam. Muthari. et al. , . Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia: Akar Historis dan Awal Pembentukan Islam. Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya. Direktorat Jenderal Kebudayaan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pigafetta. Magellan Voyage Around The World Volume I. Ohio: The Arthur H. Clark Company. Rahmat. Homo ludens (Insan yang Bermain. Man Ae The Playe. Extension Course Filsafat (ECF). Yahya. et al. Clavis Mundi: Legenda Enrique Maluku Pengeliling Dunia Pertama. Klaten: Cempaka Putih. Page 176 of 176