Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di Sekolah Menengah Pertama Plus Jhon Fisher (Studi Deskripti Kualitatif Pada Sekolah Menengah Pertema Plus Jhon Fisher Wekbelar Kecamatan Wewiku Kabupaten Malak. Sifensia Bani 1. Yakobus Kleden 2. Yusmina Eliseba Hauoni 3 1,2,3 Institut Agama Kristen Negeri Kupang . Indonesia Email: elisebahauoni@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di Sekolah Menengah Pertama Plus Jhon Fisher Wekbelar. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan kepala sekolah, siswa, dan observasi langsung terhadap kegiatan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran yang sangat signifikan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Peran tersebut meliputi: . sebagai pemimpin visioner, . sebagai pemimpin manajerial, . sebagai pemimpin intruksional, . sebagai pemimpin motivator, dan . sebagai pemimpin disiplin dan pengawasan. Selain itu, penelitian ini juga menemukan beberapa faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa, . kepatuhan terhadap aturan sekolah, . kedisiplinan akademik, . kedisiplinan sosial dan etika, . kemandirian dan tanggung jawab pribadi. Kata kunci: Peran Kepemimpinan. Kepala Sekolah. Kedisipinan Siswa PENDAHULUAN Pendidikan adalah proses pendewasaan manusia melalui pelatihan dan pembelajaran. Dalam konteks Indonesia, sistem pendidikan diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. Undang-undang ini mengatur berbagai aspek pendidikan, mulai dari tujuan, pengelolaan, hingga hak dan kewajiban peserta didik serta tenaga pendidik. Pasal 1 UU No. 20 Tahun 2003 menjelaskan pengertian dasar dalam sistem pendidikan nasional, termasuk definisi pendidikan, peserta didik, dan tenaga pendidik (Mendiber Wanimbo et al. , 2. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang tidak terpisahkan dari kehidupan Pendidikan saat ini lebih dituntut agar mampu mengembangkan potensi peserta Menurut (Sholekah, 2. mengemukakan bahwa setiap potensi yang dimiliki peserta didik berbeda, sehingga potensi yang masih terpendam perlu dikembangkan melalui aspek kognitif, efektif dan psikomotor untuk dapat mengembangkan potensi peserta didik melalui tiga aspek tersebut akan mampu membentuk karakter, akhlak dan kecakapan dari peserta Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh proses pembelajaran dilembaga pendidikan sekolah (Ajepri et al. , 2. Lembaga pendidikan memberikan wewenang kepada sekolah untuk mengelola sumber daya yang dimiliki dengan baik. Sumber daya di sekolah misalnya, guru, sarana prasarana, dana dan lain-lain. Ide-ide kreatif guru diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Salah satu aspek penting dalam pendidikan adalah kedisiplinan, yang menjadi faktor kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif. kedisiplinan adalah kunci untuk mencapai tujuan pendidikan. Disiplin membantu siswa mengelola waktu, fokus pada tugas, serta membentuk sikap tanggung jawab, kerja keras, dan ketekunan dalam menghadapi tantangan akademik. disiplin sebagai sikap mental yang tercermin dalam tindakan individu atau kelompok dalam menaati peraturan, norma, dan etika yang berlaku dalam masyarakat. Disiplin dapat tumbuh dan terbina melalui latihan, pendidikan atau penanaman kebiasaan yang harus dimulai sejak dalam lingkungan keluarga, mulai masa kanak-kanak dan terus berkembang sehingga perilakunya menjadi kepribadian disiplin (Nur & Yurika, 2. Kedisiplinan siswa mengacu pada kepatuhan mereka terhadap peraturan sekolah dan norma yang berlaku di lingkungan pendidikan. Aspek ini mencakup pengendalian diri, tanggung jawab, ketepatan waktu, serta kemampuan mengikuti instruksi dari guru atau pihak Kedisiplinan siswa sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung proses pembelajaran yang efektif serta membentuk karakter dan sikap positif Menurut (Jasrial, 2. Kepemimpinan Kerpala serkolah harurs mermiliki kermampuran dan kerterrampilan terrterntur yang dapat merndurlkurng perlaksanaan merngartikan bahwan"komperternsi surperrviser kerpala serkolah serbagai serbagai kermampuran merlaksanakan sersuratur yang diperrolerh merlaluri perndidikan latihan derngan standar dan kuralitas terrterntur sersurai derngan turgas yang akan Untuk mendukung efektivitas kepemimpinan kepala sekolah dalam menjalankan aturan sekolah secara tepat, dibutuhkan dasar pemikiran yang teoritis, seperti pandangan klasik mengenai sistem kerja, jenjang kewenangan, dan mekanisme untuk mencapai koordinasi yang optimal di lingkungan sekolah. Kepala sekolah juga perlu memahami teori tentang organisasi formal yang berguna untuk menggambarkan pola kerja sama antara peranperan yang ada dan hasil yang ingin dicapai. Sekolah merupakan entitas yang kompleks dan memiliki karakteristik tersendiri, sehingga memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. Oleh karena itu, kepala sekolah yang berhasil yakni yang mampu mewujudkan tujuan sekolah serta mendukung pencapaian tujuan individu-individu di dalamnya perlu memahami dan menguasai fungsi organisasi serta dinamika kerja sama antaranggota sekolah (Raharjo, 2. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi kedisiplinan siswa di sekolah meliputi: Pertama: lingkungan keluarga, yaitu berkaitan dengan pola asuh orang tua sangat berpengaruh terhadap kedisiplinananak. Kedua: peran guru dan metode pengajaran, bahwa guru yang memberikan teladan disiplin akan lebih mudah membentuk karakter disiplin siswa. Ketiga: aturan dan kebijakan sekolah, berkaitan dengan kejelasan dan konsistensi aturan sekolah akan meningkatkan kepatuhan siswa. Keempat: Lingkungan pergaulan yang positif mendukung pembentukan sikap disiplin. Kelima: Kesadaran intrinsik terhadap pentingnya disiplin mendorong ketaatan terhadap aturan. Keenam: Pengaruh media sosial dan teknologi. Dalam dunia pendidikan, kepala sekolah memiliki peran krusial dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Kepala sekolah bertanggung jawab merancang kebijakan disiplin yang Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 jelas, adil, dan mudah dipahami oleh seluruh warga sekolah. Kebijakan ini harus didukung oleh aturan tertulis yang disosialisasikan kepada siswa, guru, dan orang tua. Kepemimpinan kepala sekolah dapat memahami, mengantisipasikan dan memperbaiki konflik yang terjadi lingkungan sekolah, kepala sekolah perlu mempelajari teori dimensi sistem sosial . ocial system theor. , kepala sekolah diharapkan agar mampu untuk melakukan analisis terhadap kehidupan informal sekolah dan suasana di lingkungan sekolah dengan memahami macam-macam teori tersebut, akan sangat bermanfaat bagi sekolah di dalam memperbaiki kedisiplinan siswa (Ismail, 2. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa di SMP Plus Jhon Fisher Wekbelar, terdapat beberapa permasalahan kedisiplinan siswa, di antaranya: ketidak hadiran dan keterlambatan siswa, misalnya beberapa siswa sering bolos atau datang terlambat kesekolah karena jarak tempat tinggal yang jauh, kurangnya partisipasi dalam kelas siswa kurang aktif dalam pembelajaran karena kurangnya motivasi dan disiplin,kurangnya teladan disiplin dari guru: Sebagian guru belum memberikan contoh disiplin yang baik kepada siswa, pengaruh faktor eksternal yaitu dari faktor keluarga, lingkungan, dan pergaulan turut mempengaruhi tingkat kedisiplinan siswa. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini akan menganalisis AuPeran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Di SMP Plus Jhon Fisher Wekbelar. Kecamatan Wewiku. Kabupaten MalakaAy METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu pendekatan yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis dan faktual mengenai fenomena sosial berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan Data yang dikumpulkan tidak disajikan dalam bentuk angka, melainkan dalam bentuk narasi atau deskripsi. Menurut Creswell dalam Murdiyanto (Murdiyanto, 2. , penelitian kualitatif merupakan proses penyelidikan terhadap suatu fenomena sosial dan masalah yang bertujuan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang diamati. Oleh karena itu, pendekatan ini menekankan pada pemahaman makna, proses, dan konteks sosial dari sudut pandang subjek penelitian (Creswell, 2. Data kualitatif sendiri merupakan data yang menggambarkan kenyataan di lapangan dalam bentuk informasi verbal atau tertulis. Dengan demikian, penelitian kualitatif dapat dipahami sebagai metode yang mengandalkan pengumpulan data deskriptif melalui bahasa, baik lisan maupun tulisan, dari subjek yang diamati secara langsung. Penelitian ini dilakukan di SMP Plus Jhon Fisher Wekbelar. Kecamatan Wewiku. Kabupaten Malaka, selama dua bulan setelah seminar proposal. Data yang dikumpulkan berasal dari sumber primer, yakni wawancara dengan kepala sekolah dan beberapa siswa, serta sumber sekunder yang diperoleh dari dokumentasi dan literatur. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Peneliti mengumpulkan data dengan cara observasi langsung di sekolah, melakukan wawancara terstruktur berdasarkan panduan pertanyaan, serta mendokumentasikan kegiatan-kegiatan sekolah yang relevan. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Data yang diperoleh dianalisis dengan mengikuti tahapan Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (M. Miles, 1. Tahapan ini dilakukan secara berkesinambungan sejak sebelum turun ke lapangan hingga selesai pengumpulan data, agar peneliti dapat menemukan makna dari data yang diperoleh dan menarik kesimpulan secara objektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Observasi Sebelum melakukan wawancara dengan kepala sekolah dan guru dan siswa untuk mengetahui peran kepemimpinan sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Plus Jhon Fisher Wekbelar. Kecamatan Wewiku. Kabupaten Malaka, peniliti terlebih dahulu sudah melakukan observasi dilokasi penelitian dan peneliti menemukan bahwa kegiatan pembelajaran yang berlangsung di SMP Plus Jhon Fisher Wekbelar. Kecamatan Wewiku. Kabupaten Malaka sudah berjala dengan baik akan tetapi masih terdapat beberapa siswa yang belum menerapkan kedisiplinan dengan baik dalam hal ini kedisiplinan waktu sehingga pembelajaran masih kurang efektif. Hal ini dikarenakan pemahaman kedisiplinan yang berbeda-beda pada siswa SMP Plus Jhon Fisher Wekbelar. Kecamatan Wewiku. Kabupaten Malaka, serta minimnya sarana prasarana sehingga guru-guru lalai dalam menjalankan tugasnya, contohnya ruang perpustakaan, ruang guru, sistem keamaan ( pintu gerbang sekolah dan pagar sekolah,). Selain itu peneliti menetapkan satu orang kepala sekolah dan empat sebagai responden atau sebagai sampel penelitian. Hasil Wawancara Terhadap Kepala Sekolah Hasil penelitian ini diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden. Penelitian ini menggunakan pedoman wawancara yang diberikan kepala lima orang responden di antaranya ialah satu orang kepala sekolah dan empat orang siswa di SMP Plus Jhon Fisher Wekbelar. Rincian hasil wawancara dapat di lihat di bawah ini: Rincian hasil wawancara terhadap kepala sekolah SMP Plus Jhon Fisher Wekbelar ( Ibu AN ) tentang bagaimana peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa berdasarkan indikator. Kepala Sekolah Sebagai Visioner Kepala sekolah sebagai visioner adalah pemimpin yang memiliki pandangan jauh kedepan mengenai arah dan tujuan pendidikan sekolah yang dipimpin. Ia juga harus mampu merumuskan visi yang jelas, inspirasi, dan realistis, serta motivasi seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mewujudkan visi tersebut. Bagaimana kepala sekolah menetapkan visi dan misi sekolah terkait dengan kedisiplinan AN AoAoSeorang pemimpin kepala sekolah harus memiliki peran penting dalam menetapkan visi dan misi sekolah secara strategi mendorong terciptanya budaya disiplin siswaAoAo. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah harus memiliki peran penting untuk menetapkan visi dan misi sekolah. Apakah kepala sekolah sering mengsosialisasikan nilai-nilai disiplin kepada guru dan siswa? Jika ya, bagaimana caranya? Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 AN AoAoYa, contohnya yang pertama adalah: kepala sekolah selalu hadir terlebih dahulu ke sekolah ini adalah contoh kecil yang secara tidak langsung, mengajak semua wrga kesekolah untuk datang lebih awalAoAo. Berdasarkan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah juga harus memiliki peran penting dalam mensosioliasasikan nilai-nilai disiplin kepada guru dan siswa agar mereka memiliki peran penting dalam upaya membentuk budaya sekolah yang positif. Kepala Sekolah Sebagai Manajerial Kepala sekolah sebagai manajerial adalah pemimpin pendidikan yang memiliki kemampuan dalam mengelola seluruh sumber daya yang ada di sekolah secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan. Bagaimana kepala sekolah mengelola sumber daya sekolah ( guru, staf, fasilita. untuk mendukung kedisiplinan siswa. AN Au Pertama. Pengelolaan Guru meliputih: memberikan arahan dan pelatihan kepada guru tentang pentingnya peran mereka dalam menanamkan disiplin, membagi tugas pengawas, seperti piket kelas atau pengawasan jam istirahat dan masuk kelas, mendorong guru untuk memberi contoh sikap disiplin seperti tepat waktu dan konsisten dalam menegakan aturan. Kedua, pengelolaan staf( tata usaha atau keamana. meliputih: menugaskan staf tata usaha dan keamanan untuk mendukung pengawasan siswa di lingkungan sekolah, membangun koordinasi antar staf dan guru agar tercipta sistem pengawasan terpagu terhadap perilaku siswa. Ketiga: pengelolaan fasilitas meliputih: menata lingkungan sekolah agar bersih, rapih dan tertib, menciptakan suasana yang mendorong kedisiplinanAy. Berdasarkan hasil di atas maka dapat disimpulan bahwa kepala sekolah mengelola sumber daya guru,staf,fasilitas secara terarah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung kedisiplinan siswa. Dengan koordinasi, keteladanan, pengawasan, serta penyediaan sarana yang menunjang, nilai-nilai disiplin dapat tertanam dan diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sekolah. Seberapa efektif aturan dan tata tertib sekolah dalam meningkatkan disiplin siswa. AN AoAoAturan dan tata tertib yang diterapkan disekolah itu sudah lumayan banyak dengan baik dan sesuai aturan yang disepakati hal ini dikarenakan semua warga sekolah benar-benar taat kepada aturan yang sudah ditetapkan disepakati bersamaAoAo. Berdasarkan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa aturan dan tata tertib sekolah sangat efektif dalam meningkatkan disiplin siswa apabila disusun dengan jelas, disosialisasikan secara menyeluruh, dan diterapkan secara konsisten serta adil. Aturan yang baik tidak hanya mencegah pelanggaran, tetapi juga menanamkan nilai- nilai tanggung jawab, ketertiban, dan penghargaan terhadap norma yang dilingkungan sekolah. Bagaimana kepala sekolah berkoordinasi dengan guru dalam menegakan aturan sekolah. ANAoAoAda beberapa aturan yang kepala sekolah terapkan setelah berkoordinasi dengan guru-guru. Aturan- aturan yang buat biasanya berdasarkan hasil rapat dan kesepakatan bersamaAoAo. Berdasarkan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah berkoordinasi dengan guru dalam menegakkan aturan sekolah melalui rapat rutin, pembagian tugas, sosialisasi aturan, serta komunikasi dan evaluasi bersama. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Intruksional Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Kepala sekolah sebagai pemimpin intruksional adalah pemimpin yang fokus pada peningkatan mutu pembelajaran dan pencapaian hasil belajar siswa. Dalam peran ini, kepala sekolah berperan aktif dalam membina, membimbing, dan mendukung guru agar proses pembelajaran berjalan secara efektif, inovatif, dan berpusat pada siswa. Bagaimana kepala sekolah memberikan contoh kedisiplinan kepada guru dan siswa. AN Aukepala sekolah selalu datang lebih awal ke sekolah dan selalu mengenakan busana yang sesuai dengan aturan sekolahAy. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah kepala sekolah sudah memberikan contoh disiplin kepada guru dan siswa melalui sikap, tindakan, dan kebiasaan sehari-hari yang mencerminkan ketepatan waktu, tanggung jawab, konsistensi, dan Keteladanan ini terjadi pengaruh kuat dalam membentuk disiplin dilingkungan Apakah kepala sekolah melakukan evaluasi terhadap efektivitas aturan disiplin yang telah diterapkan? Jika ya, bagaimana mekanismenya? ANAoAo Setiap bulan kepala sekolah selalu melakukan evaluasi terhadap efektivitas aturan hal ini untuk melihat sejauh mana kinerja guru-guru dalam menerapkan aturan sesuai hasil rapat yang sudah disepakatiAoAo. Berdasarkan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah secara aktif melakukan evaluasi terhadap aturan disiplin yang diterapkan melalui pemantauan langsung, masukan dari guru, rapat evaluasi, serta analisis data pelanggaran. Evaluasi ini penting untuk menilai efektivitas aturan dan melakukan penyesuaian agar kedisiplinan siswa. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Motivator Kepala sekolah adalah sebagai sosok pemimpin yang mampu membangkitkan semangat, memberikan dorongan, dan menumbuhkan rasa percaya diri kepada guru, staf, dan siswa untuk mencapai tujuan bersama. Bagaimana kepala sekolah memberikan motivasi kepada siswa agar mereka lebih disiplin dalam belajar dan berperilaku. AN Aukepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada siswa dengan cara, kepala sekolah selalu memberikan dorongan yang positif melalui beberapa pujian posetif dan membangun kepada semua siswaAoAo. Berdasarkan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah harus memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih disiplin dalam belajar dan berperilaku melalui arahan, keteladanan,penghargaan,pendekatan pembinaan,serta penciptaan lingkungan yang Apakah kepala sekolah memberikan penghargaan atau sanksi kepada siswa yang menunjukan kedisiplinan atau pelaggaraan? Jika ya, dalam bentuk apa? AN AuPertama: Untuk siswa yang menunjukan kedisiplinan, kepala sekolah sering menjadikan siswa terebut sebagai contoh siswa teladan yang baik, yang patut di contohi bagi siswa lain. Kedua: Untuk sisw yang melanggar aturan ada beberapa tahapan yaitu:Memberikan teguran pertama kepada siswa melalui wali kelas. Apabila siswa tersebut sudah diberi peringatan tetapi masih saja melanggar aturan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 yang berlaku, maka kepala sekolah men-skorsing siswa tersebut dan memberikan surat panggilan kepada orang tuaAy. Berdasarkan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah memberikan penghargaan bagi siswa yang menunjukan kedisiplinan dan sanksi bagi siswa yang melakukan pelanggaran sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai disiplin secara konsisten. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Disiplin dan Pengawas Kepala sekolah sebagai pemimpin disiplin dan pengawas adalah sosok yang bertanggung jawab dalam menegakkan aturan, menjaga tata tertib, serta memastikan seluruh kegiatan di sekolah berjalan sesuai dengan standar, kebijakan, dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Bagaimana kepala sekolah menegakkan aturan dan tata tertib di sekolah. ANAoAoDengan berpatokan pada visi dan misi yang dibuat dan tata tertib yang sepakati bersamaAoAo. Berdasarkan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah menegakkan aturan dan tata tertib disekolah melalui sosialisasi yang jelas, keteladanan, kerja sama dengan guru, pemberian sanksi yang adil, serta evaluasi dan pembinaan. Bagaimana kepala sekolah bekerja sama dengan guru dan staf dalam mengawasi kedisiplinan ANAoAoKepala sekolah bekerja sama dengan guru dan staf dalam mengawasi kedisiplinan siswaAoAo. Contoh pertama: melalui guru piket setiap hari yang mengontrol siswa-siswi selama jam sekolah. Kedua: melalui wali kelas yang bertanggung jawab untuk mengecek kehadiran siswa setiap harinya. Berdasarkan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah selalu bekerja dengan guru dan staf dalam mengawasi kedisiplinan siswa melalui pembentukan tim pengawas, pembagian tugas piket, rapat kordinasi, serta membangun komunikasi yang baik. Bagaimana kepala sekolah menangani siswa sering melanggar aturan sekolah. ANAoAoSiswa sering melanggar aturan akan diberi peringatan tetapi apabila tidak ada perubahan, maka akan di beri surat panggilan kepada orang tua siswaAoAo. Berdasrkan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah menangani siswa yang sering melanggar aturan sekolah dengan pendekatan yang edukatif, dan Melalui kerja sama dengan guru bimbingan konseling dan orang tua serta pemberian sanksi yang mendidik, kepala sekolah tidak hanya berfokus pada hukum tetapi juga pada pembinaan karakter dan kesempatan perubahan bagi siswa. Hasil Wawancara Terhadap Siswa-Siswi Kedisiplinan Siswa Sebagai Kepatuhan Terhadap Aturan Sekolah Kedisiplinan siswa sebagai kepatuhan terhadap aturan sekolah adalah sikap dan perilaku siswa yang secara sadar dan menaati semua peraturan, tata tertib, dan norma yang berlaku di lingkungan sekolah. Kedisiplinan ini mencerminkan tanggung jawab siswa dalam menjaga ketertiban, menghormati otoritas, dan menjalankan kewajiban sebagai dari komunitas sekolah. Bagaimana kepala sekolah menjelaskan aturan dan tata tertib kepada siswa? Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 MK AoAoKepala sekolah sering memanfaatkan momen upacara bendera hari senin untuk menyampaikan aturan, menekankan kedisiplnan, serta memberi contoh konkret dari pelanggaran dan sanksinyaAoAo. MBAy Kepala sekolah menjelaskan aturan dan tata tertib kepada siswa dengan cara yang jelas,tegas, namun tetap mendidik dan komunikatif. Biasanya disampaikan saat upacara, apel pagi, atau pertemuan khusus siswaAy. MS Au Kepala sekolah sering menjelaskan tujuan dari aturan dan tata tertib, yaitu untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif bagi proses belajar mengajarAy. WMAyKepala sekolah tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga mendidik karakter siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang tertib, disiplin, dan bertanggung jawabAy. Berdasarkan empat orang pendapat siswa di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah aturan dan tata tertib kepada siswa melalui berbagai metode komunikasi yang terstruktur, rutin, dan mudah dipahami baik secara lisan, tertulis, maupun visual. Sejauh mana anda merasa aturan sekolah diterapkan dengan adil dan konsisten? MK AuSaya merasa aturan sekolah diterapkan dengan cukup adil dan konsisten, setiap siswa yang melanggar aturan dikenai sanksi yang sama, tanpa memandang siapa mereka. Guru dan kepala sekolah juga selalu memberikan penjelasan yang masuk akal dan mendidik ketika menegakkan aturanAoAo. MBAy saya merasa bahwa aturan sekolah sudah cukup di terapkan dengan adil dan konsisten, meskipun masih ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan. Secara umum, guru dan pihak sekolah menegakkan tata tertib dengan tegas dan memberikan sanksi sesuai pelanggara yang dilakukanAy. MSAy saya merasa bahwa aturan sekolah sebagai besar sudah diterapkan dengan adil dan konsisten. Pihak sekolah biasanya menegakkan tata tertib dengan tegas dan memberi sanksi sesuaia aturan yang berlaku. WSAy saya merasa bahwa aturan sekolah sudah diterapkan dengan cukup adil dan konsisten, terutama dalam hal-hal seperti kehadiran, pengunaan seragam, dan ketertiban di kelasAy. Berdasarkan empat orang pendapat siswa di atas maka dapat disimpulkan bahwa aturan sekolah diterapkan secara adil dan konsisten jika semua siswa mendapatkan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi, dan aturan diteggakan secara berkelanjutan oleh semua pihak. Kedisiplinan Siswa Sebagai Kedisiplinan Akademik Kedisiplinan siswa sebagai kedisiplinan akademik adalah sikap dan perilaku konsisten siswa dalam menjalankan tanggung jawab belajar serta mematuhi aturan dan tuntutan yang berkaitan dengan kegiatan akademik. Kedisiplinan akademik juga menunjukan bahwa siswa harus memiliki komitmen terhadap proses belajar, mampu mengelola waktu dengan baik, serta bersikap jujur dan konsisten dalam mencapai tujuan pendidikan. Apakah kepala sekolah pernah memberikan pengarahan atau teguran terkait kedisiplinan dalam belajar? Jika ya, bagaimana bentuknya MKAoAoYa, kepala sekolah sering memberikan pengarahan atau teguran terkait kedisiplinan dalam belajar, terutama jika ditemukan adanya penurunan motivasi belajar, ketidakhadiran, atau perilaku siswa yang menggangu proses pembelajaran. Berikut ini ada beberapa bentuk pengarahan atau teguran yang biasanya diberikaAoAo: pertamana. Pengarahan dalam upacara atau apel pagi Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Kepala sekolah menyampaikan pentingnya disiplin dalam belajar di hadapan seluruh siswa, biasanya dengan menekankan nilai-nilai seperti tanggung jawab, kejujuran, dan kerja keras, kedua Teguran langsung kepada siswa yang bersangkutan Jika pelanggaran dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu, kepala sekolah bisa memanggil siswa tersebut keruangannya dan memberi teguran secara langsung, dengan cara yang tegas namun tetap mendidik, ketiga Melibatkan orang tua Jika teguran langsung belum membuahkan hasil, kepala sekolah bisa mengundang orang tua untuk kesekolah dan berdiskusi dan menacri seolusi bersama, keempat Surat peringatan atau cacatan resmi Dalam beberpa kasus, siswa bisa diberikan surat pringatan tertulis sebagai bentuk pembinaan formalAy. MBAy ya kepala sekolah pernah memberikan teguran saat upacara bendera. Beliau mengingatkan kami untuk datang tepat waktu dan tidak bolos pelajaran. Tegurannya disampaikan secara umum agar semua siswa merasa bertanggung jawabAy. MSAypernah kepala sering mengadakan rapat dengan guru-guru untuk membahas siswa yang kurang disiplin. Beliau meminta kami memberikan perhatian lebih menegur siswa dengan cara mendidikAy. WSAyya bentuknya biasanya melalui surat pemberitahuan kepada orang tua atau pemanggilan langsung ke ruang kepala sekolah. Saya pernah dipanggil karena sering terlambat saat datang ke sekolah, dan kepala sekolah memberikan nasihat agar saya lebih menghargai waktuAy. Berdasarkan empat orang pendapat siswa di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah selaluh memberikan pengarahan dan teguran terkait kedisiplinan belajar,baik secara langsung maupun melalui kerja sama dengan guru dan wali kelas. Pengarahan ini bersifat mendidik, bertujuan untuk memben tuk tanggung jawab dan kesadaran belajar siswa, dengan pembinaan yang tepat, siswa dapat termotivasi untuk meningkatkan kedisiplinan dan Bagaimana peran kepala sekolah dalam memastikan siswa tetap rajin belajar dan hadir tepat MKAoAoPeran kepala sekolah sangat penting dalam menciptakan budaya belajar yang positif dan disiplin di lingkungan sekolah. Berikut adalah beberapa peran strategis kepala sekolah dalam memastikan siswa tetap rajin belajar dan hadir tepat waktuAoAo. MBAu kepla sekolah Menetapkan Visi dan Budaya Sekolah yang Kuat Kepala sekolah harus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat belajar melalui visi dan misi Mendorong budaya sekolah yang menghargai kehadiran, ketepatan waktu, dan prestasi MSAyKepala sekolah sering Memberikan Teladan Positif Kepala sekolah harus menjadi contoh dalam kedisiplinan, seperti selalu hadir tepat waktu, menyapa siswa, dan menunjukkan komitmen pada kegiatan pembelajaran. WSAy kepala sekolah sering Menerapkan Kebijakan dan Aturan yang Konsisten. Menetapkan aturan yang jelas tentang kehadiran dan keterlambatan, serta menegakkan sanksi dan penghargaan secara konsisten. Memastikan guru dan staf juga menjalankan aturan tersebut sehingga tercipta sistem yang adil dan tegas. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Berdasarkan empat orang pendapat siswa di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah harus berperan penting dalam memastikan siswa rajin belajar dan hadir tepat waktu melalui keteladanan, pengawasan yang berkonsisten, pemberian motivasi, penghargaan, serta kerja sama dengan guru dan orang tua. Kedisiplinan Siswa Sebagai Kedisiplinan Sosial dan Etika Kedisiplinan siswa sebagai kedisiplinan sosial dan etika adalah sikap dan perilaku dalam menjalin hubungan yang baik dengan orang lain serta menataati norma-norma sosial dan etika yang berlaku di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ini mencakup kesadaran untuk bersikap sopan, menghargai orang lain, bertanggung jawab dalam pergaulan, dan menjaga tata krama. Kedisiplinan ini juga menunjukan bahwa siswa tidak hanya patuh terhadap aturan formal, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan nilai-nilai sosial dalam berinteraksi sehari-hari. Bagaimana kamu memastikan dirimu selalu mematuhi peraturan yang ada disekolah, meskipun tidak ada pengawas? MKAoAoUntuk memastikan diri selalu mematuhi peraturan di sekolah meskipun tidak ada pengawas, kamu bisa menerapkan beberapa prinsip Punya Kesadaran Diri bahwa aturan dibuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman. Patuhi aturan bukan karena takut diawasi, tapi karena tahu itu hal yang benarAy. MBAyPegang Nilai Integritas Jujur dan bertanggung jawab terhadap tindakan sendiri. Orang yang berintegritas tetap konsisten antara ucapan dan perbuatannya, baik dilihat orang maupun tidakAy. MSAyPikirkan Dampak Jangka Panjang Melanggar aturan mungkin terasa sepele saat itu, tapi bisa berdampak buruk pada reputasi, kepercayaan guru, dan bahkan masa depan akademikAy. WSAyBangun Kebiasaan Positif Lakukan hal-hal baik secara rutin hingga menjadi kebiasaan. Ketika sudah terbiasa menaati aturan, kamu akan otomatis melakukannya tanpa merasa terpaksa. Berdasarkan empat orang pendapat siswa di atas maka dapat disimpulkan bahwa mematuhi peraturan disekolah bukan hanya soal diawasi atau tidak, tetapi tentang disiplin, integritas, dan kesadaran akan manfaat aturan tersebut. Dengan menjaga sikap ini, kita dapat berkontribusi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua. Bagaimana kamu menjaga hubungan baik dengan Teman-Teman dan guru di sekolah. MKAoAoMenjaga hubungan baik dengan teman-teman dan guru di sekolah penting agar lingkungan belajar menjadi nyaman dan mendukungAy. MBAyDengan Teman-Teman Saling menghargai dan menghormati dalam perbedaan setiap teman. Jujur dan terbuka: Jangan menyembunyikan hal-hal penting yang bisa memengaruhi Saling membantu: Bantu teman yang kesulitan, baik dalam pelajaran maupun hal lain. Bersikap ramah: Sapa teman dengan senyum dan bicara dengan sopan. Hindari konflik: Jika terjadi masalah, selesaikan dengan kepala dingin dan komunikasi yang baikAy. MSAyDengan Guru: Tunjukkan rasa hormat: Gunakan bahasa yang sopan dan patuhi peraturan kelas. Tepat waktu dan bertanggung jawab: Kerjakan tugas dengan baik dan jangan terlambat masuk kelas. Aktif di kelas: Tunjukkan minat belajar dengan bertanya atau menjawab pertanyaan. Dengarkan saat guru berbicara: Jangan berbicara sendiri atau mengganggu kelas. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Berterima kasih dan sopan santun: Ucapkan terima kasih setelah belajar, dan bersikap sopan dalam setiap kesempatanAy. WSAyMembantu teman yang kesulitan memahami pelajaran atau bekerja sama dalam hal tugas kelompokAy. Berdasarkan empat orang pendapat siswa di atas maka dapat disimpulkn bahwa menjaga hubunga baik dengan teman dan guru membutuhkan sikap saling menghargai, komunikasi yang efektif, serta kerja sama yang posotif. Dengan begitu, suasana sekolah menjadi harmonis dan mendukung proses belajar yang lebih baik. Kedisiplinan Siswa Sebagai Kemandirian dan Tanggung Jawab Pribadi Kedisiplinan siswa sebagai kemandirian dan tanggung jawab pribadi adalah kemampuan siswa untuk mengatur diri sendiri, mengambil keputusan secara bijak, dan melaksanakan tugas-tugasnya tanpa bergantung pada orang lain, serta siap menanggung konsekuensi atas tindakan yang dilakukan. Disiplin dalam konteks ini mencerminkan sikap dewasa, mandiri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari- hari baik disekolah maupun diluar sekolah. Apakah kepala sekolah memberikan contoh sikap disiplin yang baik kepada siswa? Jika ya, dalam hal apa saja? MKAoAo Kepala sekolah umumnya menangani siswa yang melanggar aturan melalui beberapa pendekatan, yang bisa meliputihAy. Pendekatan Disiplin Tradisional Memberikan sanksi seperti teguran, skorsing, atau kerja sosial di sekolah. Bertujuan memberikan efek jera. Pendekatan Restoratif (Restorative Justic. Melibatkan siswa dalam dialog untuk memahami dampak perilakunya terhadap orang lain. Fokus pada pemulihan hubungan dan tanggung jawab. Pendekatan Preventif dan Edukatif Memberikan bimbingan konseling, pembinaan karakter, atau pelatihan keterampilan sosial. Mencegah pelanggaran berulang melalui pemahaman dan kesadaran. Pendekatan Kolaboratif Melibatkan guru, orang tua, dan staf sekolah dalam menangani kasus. Meningkatkan dukungan sosial terhadap siswa. Menurut saya, pendekatan restoratif dan edukatif cenderung lebih efektif dalam jangka panjang dibanding pendekatan hukuman semata. Ini karena siswa tidak hanya diberi hukuman, tapi juga dibimbing untuk memahami kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak Disiplin tanpa edukasi bisa membuat siswa takut, bukan sadar. Pendekatan mana yang paling tepat sering bergantung pada jenis pelanggaran, usia siswa, dan budaya sekolahAy. MBAyYa menurut saya kepala sekolah memberikan contoh sikap disiplin yang baik. Beliau selalu datang ke sekolah tepat waktu setiap pagi dan mengawasi jalannya kegiatan upacara dengan tertib. Itu membuat saya dan teman-teman merasa harus meniru kedisiplinan beliauAy. MSAy Ya kepala sekolah sangat disiplin, beliau tegas dalam menerapkan aturan sekolah dan tidak membeda-bedakan antara, siapa pun orangnya. Hal itu membuat kami lebih patuh terhadap peraturanAy. WSAyMenurut saya, kepala sekolah memberikan contoh yang baik dalam hal disiplin. Beliau selalu rapi dalam berpakian, hadir di setiap kegiatan sekolah, dan tepat waktu sat memberi pngarahan, itu menunjukkan bahwa beliau memberi teladan, bukan hanya memberi perintahAy. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Berdasarkan empat orang pendapat siswa di atas maka dapat disimpulan bahwa kepala sekolah memiliki peran penting sebagai teladan kedisiplinan disekolah dengan menunjukan sikap disiplin dalam keseharian kepala sekolah menginspirasi siswa dan seluruh warga sekolah untuk bersikap tertib dan bertanggung jawab. Bagaimana kepala sekolah menangani siswa yang melanggar aturan, dan apakah pendekatan tersebut efektif menurut anda? MKAyKepala sekolah biasanya memanggil siswa yang melanggar dan mengajak mereka bicara secara baik-baik. Beliau lebih memiliki pendekatan pembinaan dari pada hukumanAy. MBAykalau ada siswa yang melanggar aturan, kepala sekolah memberi peringatan tertulis dan mengajak orang tua untuk terlibat. Menurut saya pendekatan ini cukup efektif karena membuat siswa berpikir dua kali sebelum mengulangi kesalahanAy. MSAy beliau sangat tegas, tapi tetap adil. Kepala sekolah tidak langsung menghukum, tapi mencari tahu dulu alasan siswa melanggar, itu menurut saya sangat baik karena kadang siswa punya masalah yang perluh dipahamiAy. WSAykepala sekolah biasanya meberi kesempatan kepada siswa untuk memperbaiki diri, misalnya dengan tugas sosial atau ikut kegiatan posistif. Saya rasa pendekatan ini sangat efektif karena membuat siswa belajar dari kesalahan dan merasa diberi kepercayaanAy. Berdasarkan empat orang pendapat siswa di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah yang menangani pelanggaran dengan pendekatan tegas, adil, dan mendidik cenderung lebih berhasil membentuk karakter siswa, pendekatan tersebut lebih efektif karena tidak hanya meneggakan aturan tetapi juga membina siswa menjad pribadi yang lebih baik. Pembahasan Pengertian Kepemimpinan Kepala Sekolah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Plus Jhon Fisher Wekbelar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memerankan lima peran penting, yakni sebagai visioner, manajer, pemimpin instruksional, motivator, dan pengawas. Temuan-temuan ini memiliki hubungan yang kuat dengan beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan pada konteks yang serupa, sebagai Dalam konteks penelitian ini, peran visioner kepala sekolah tampak dalam kemampuannya menetapkan visi dan misi sekolah yang berfokus pada pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa. Kepala sekolah tidak hanya menciptakan dokumen visi dan misi sebagai formalitas administratif, tetapi menjadikannya sebagai arah strategis dalam setiap aktivitas sekolah, mulai dari penyusunan tata tertib, pembiasaan positif, hingga praktik Lebih dari itu, kepala sekolah menunjukkan keteladanan secara nyata melalui kehadiran yang konsisten, sikap disiplin, dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai yang diharapkan dari para siswa. Temuan ini mengonfirmasi apa yang telah dinyatakan oleh Murlyasa, . ahwa kepala sekolah yang visioner memiliki peran strategis dalam menciptakan budaya sekolah yang kondusif, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan. Visi yang jelas dan kuat Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 mampu menjadi pijakan bagi seluruh warga sekolah dalam membangun budaya yang positif dan produktif. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat temuan terdahulu dengan menekankan bahwa peran visioner kepala sekolah tidak dapat dipisahkan dari keteladanan personal. Kepala sekolah yang mampu mengintegrasikan visi dalam tindakan nyata berkontribusi langsung pada pembentukan budaya disiplin yang efektif dan berkelanjutan di lingkungan Peran Kepala sekolah sebagai pemimpin visioner Peran kepala sekolah sebagai pemimpin visioner adalah kemampuan kepala sekolah untuk memiliki, mengembangkan, dan mengkomunikasikan visi jangka panjang yang jelas, inspiratif, dan berorientasi pada masa depan yang lebih baik untuk kemajuan sekolah, serta mampu menggerakkan seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mewujudkan visi (Taufik Nor. Ahmad Suriansya. Memiliki visi yang jelas tentang arah dan tujuan sekolah di masa depan. Mampu menginspirasi dan memotivasi guru, siswa, staf, dan orang tua untuk mendukung dan bekerja menuju visi tersebut. Terbuka terhadap perubahan dan inovasi, serta proaktif dalam menghadapi tantangan. Menggunakan data dan informasi dalam merancang strategi pengembangan sekolah. Mendorong budaya kolaboratif dan pembelajaran berkelanjutan di lingkungan sekolah. Hasil Penelitian Kepala sekolah sebagai visioner adalah pemimpin yang memiliki pandangan jauh kedepan mengenai arah dan tujuan pendidikan sekolah yang dipimpin. Ia juga harus mampu merumuskan visi yang jelas, inspirasi, dan realistis, serta motivasi seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mewujudkan visi tersebut. Berdasarkan teori dan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah harus memiliki peran penting untuk menetapkan visi dan misi sekolah. Peran Kepala sekolah sebagai pemimpin manajerial Peran Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Manajerial merujuk pada tanggung jawab kepala sekolah dalam mengelola dan mengatur seluruh sumber daya di sekolah agar proses pendidikan berjalan efektif, efisien, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Peran manajerial kepala sekolah adalah kemampuan kepala sekolah dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian serta mengevaluasi seluruh kegiatan sekolah, termasuk pengelolaan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, sarana dan prasarana, keuangan, serta hubungan dengan masyarakat. (Rupnidah. Delfi Eliz. Hasil penelitian Kepala sekolah sebagai manajerial adalah pemimpin pendidikan yang memiliki kemampuan dalam mengelola seluruh sumber daya yang ada di sekolah secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan teori dan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulan bahwa kepala sekolah mengelola sumber daya guru,staf,fasilitas secara terarah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung kedisiplinan siswa. Dengan koordinasi, keteladanan. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 pengawasan, serta penyediaan sarana yang menunjang, nilai-nilai disiplin dapat tertanam dan diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sekolah. Peran Kepala sekolah sebagai pemimpin intruksional Peran Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Instruksional adalah peran kepala sekolah dalam memimpin, membimbing, dan mengarahkan proses pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Peran instruksional menekankan tanggung jawab kepala sekolah dalam meningkatkan mutu proses belajar mengajar melalui pengawasan, pembinaan guru, pengembangan kurikulum, penggunaan strategi pembelajaran yang efektif, serta evaluasi kegiatan pembelajaran. Kepemimpinan instruksional di antara para pemimpin sekolah merupakan faktor kunci dalam pengembangan kualitas pendidikan dan keberhasilan sekolah (Ismail et al. , 2. Kepala sekolah sebagai pemimpin instruksional adalah pemimpin yang berfokus pada penguatan proses pembelajaran sebagai inti dari fungsi sekolah. Ia bukan hanya administrator, tetapi juga pendidik yang memimpin peningkatan kualitas pembelajaran. Hasil penelitian Kepala sekolah sebagai pemimpin intruksional adalah pemimpin yang fokus pada peningkatan mutu pembelajaran dan pencapaian hasil belajar siswa. Dalam peran ini, kepala sekolah berperan aktif dalam membina, membimbing, dan mendukung guru agar proses pembelajaran berjalan secara efektif, inovatif, dan berpusat pada siswa. Berdasarkan teori dan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah kepala sekolah sudah memberikan contoh disiplin kepada guru dan siswa melalui sikap, tindakan, dan kebiasaan sehari-hari yang mencerminkan ketepatan waktu, tanggung jawab, konsistensi, dan integritas. Keteladanan ini terjadi pengaruh kuat dalam membentuk disiplin dilingkungan sekolah. Peran Kepala sekolah sebagai pemimpin motivator Peran Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Motivator adalah peran kepala sekolah dalam membangkitkan, mendorong, dan memelihara semangat kerja serta komitmen seluruh warga sekolah . uru, staf. Sebagai pemimpin motivator, kepala sekolah berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif, menerapan kedisiplinan, memberikan dorongan, menyediakan sumber belajar serta menjadi teladan dalam sikap, etos kerja, dan dedikasi. Tujuannya adalah agar setiap individu di sekolah merasa dihargai, termotivasi, dan bersemangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya (Dewi, 2. Kepala sekolah sebagai pemimpin motivator adalah sosok yang menginspirasi dan mendorong seluruh warga sekolah untuk bekerja dan belajar dengan semangat tinggi, serta berkontribusi secara maksimal terhadap kemajuan sekolah. Hasil penelitian Kepala sekolah adalah sebagai sosok pemimpin yang mampu membangkitkan semangat, memberikan dorongan, dan menumbuhkan rasa percaya diri kepada guru, staf, dan siswa untuk mencapai tujuan bersama. Berdasarkan teori dan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah harus memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih disiplin dalam belajar dan berperilaku melalui arahan, keteladanan,penghargaan,pendekatan pembinaan,serta penciptaan lingkungan yang positif. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Peran Kepala sekolah sebagai pemimpin disiplin dan pengawas Peran kepala sekolah sebagai pemimpin disiplin dan pengawas sangat penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, aman, dan kondusif bagi proses pembelajaran. Kepala sekolah tidak hanya mengatur, tetapi juga menjadi contoh dan pengarah bagi seluruh warga sekolah (Ajepri et al. , 2. Sebagai Pemimpin Disiplin Kepala sekolah bertanggung jawab untuk menciptakan dan menegakkan tata tertib serta norma-norma yang berlaku di lingkungan sekolah. Peran ini mencakup: . Menjadi teladan dalam sikap dan perilaku disiplin. Menyusun aturan dan kebijakan disiplin yang . Mendorong guru, staf, dan siswa untuk mematuhi aturan sekolah. Menangani pelanggaran disiplin dengan adil dan tegas. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan, selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini kepala sekolah harus memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya, kemampuan memotivasi, pengambilan keputusan, komunikasi dan pendelegasian wewenang (Wardani. Lasmawan, & Kertih, 2. Sebagai Pengawas Kepala sekolah memiliki peran dalam mengawasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar serta tugas-tugas lainnya di sekolah untuk memastikan mutu pendidikan tetap Tugas pengawasan ini mencakup: . Memantau kinerja guru dan staf. Menilai efektivitas pembelajaran. Memberikan bimbingan dorongan, motivasi, dan inspirasi kepada para guru, staf, dan peserta didik demi kemajuan sekolah dan tercapainya tujuan . Mengawasi sarana dan prasarana agar mendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal (Prof. Dr. Lia Yuliana. Pd. Pd. Hasil penelitian Kepala sekolah sebagai pemimpin disiplin dan pengawas adalah sosok yang bertanggung jawab dalam menegakkan aturan, menjaga tata tertib, serta memastikan seluruh kegiatan di sekolah berjalan sesuai dengan standar, kebijakan, dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Berdasarkan teori dan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah menegakkan aturan dan tata tertib disekolah melalui sosialisasi yang jelas, keteladanan, kerja sama dengan guru, pemberian sanksi yang adil, serta evaluasi dan Kedisiplinan Siswa Pengertian Kedisiplinan Siswa Kerdisiplinan Siswa Ber dasarkan hasil wawancara dengan para siswa-siswi di SMP Plus Jhon Fisher Wekbelar maka disimpulkan bahwa pengertian kerdisiplinan siswa dapat dibina merlaluri kerterladanan, dapat ditanamkan dari individur, permbinaan serjak dini, merncontohkan sikap disiplin, berker ja sercara profersional dan merngatur waktur dalam permberlajaran. Mernurnjurkkan bahwa kerdisiplinan siswa di SMP Plus Jhon Fsiher Wekbelar surdah ter lihat, sikap ter serburt dimiliki para gur ur serbagai serorang perndidik. Para siswa dapat dibina merlaluri kerterladanan, kerterladanan ter serburt biasa diturnjurkkan olerh siswa-siswi sernior yang merncohtohkan sikap Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 disiplin baik dalam disiplin waktur, pernampilan ataurpurn dalam berker ja, hal ini biasa diturnjurkkan saat merlakurkan rapat dinas, maka siswa-siswi barur dapat merliat bagaimana sikap disiplin yang baik saat berker ja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian kerdisiplinan guru dalam beker ja mer urpakan salah satur atur an yang harurs dipaturhi dan kersadaran ter serndiri dalam merlakurlkan sermura turgas derngan baik dan mermaturlhi sermura per atur an dan norma sosial yang ber lakur dan merlakurkan sermura turgas derngan baik. Kepatuhan Terhadap Aturan Sekolah Kepatuhan terhadap aturan sekolah baik tertulis maupun tidak tertulis adalah sikap dan perilaku siswa, guru, serta seluruh warga sekolah dalam menaati dan melaksanakan peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah. Peraturan tersebut dibuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang tertib, aman, dan kondusif. Kepatuhan terhadap aturan sekolah mencerminkan karakter yang baik dan sikap hormat terhadap tata tertib, serta menjadi dasar terciptanya suasana belajar yang produktif dan harmonis . oenir, 2. Hasil penelitian Kedisiplinan siswa sebagai kepatuhan terhadap aturan sekolah adalah sikap dan perilaku siswa yang secara sadar dan menaati semua peraturan, tata tertib, dan norma yang berlaku di lingkungan sekolah. Kedisiplinan ini mencerminkan tanggung jawab siswa dalam menjaga ketertiban, menghormati otoritas, dan menjalankan kewajiban sebagai dari komunitas sekolah. Berdasarkan teori dan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah aturan dan tata tertib kepada siswa melalui berbagai metode komunikasi yang terstruktur, rutin, dan mudah dipahami baik secara lisan, tertulis, maupun visual. Kedisiplinan Akademik Kedisiplinan akademik adalah sikap konsisten dan bertanggung jawab dalam menjalankan kewajiban belajar serta mematuhi aturan yang berkaitan dengan kegiatan akademik di lingkungan pendidikan dan patuh terhadap suatu peraturan yang berlaku selama mengikuti proses belajar mengajar. Hal ini mencerminkan komitmen seseorang terhadap proses dan tujuan pembelajaran (Ali Imro. Kedisiplinan akademik adalah pondasi utama dalam meraih keberhasilan belajar, karena mengajarkan keteraturan, tanggung jawab, dan etika dalam dunia pendidikan. Hasil penelitian Kedisiplinan siswa sebagai kedisiplinan akademik adalah sikap dan perilaku konsisten siswa dalam menjalankan tanggung jawab belajar serta mematuhi aturan dan tuntutan yang berkaitan dengan kegiatan akademik. Kedisiplinan akademik juga menunjukan bahwa siswa harus memiliki komitmen terhadap proses belajar, mampu mengelola waktu dengan baik, serta bersikap jujur. Berdasarkan teori dan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah selaluh memberikan pengarahan dan teguran terkait kedisiplinan belajar,baik secara langsung maupun melalui kerja sama dengan guru dan wali kelas. Pengarahan ini bersifat mendidik, bertujuan untuk memben tuk tanggung jawab dan kesadaran belajar siswa, dengan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 pembinaan yang tepat, siswa dapat termotivasi untuk meningkatkan kedisiplinan dan prestasinya konsisten dalam mencapai tujuan pendidikan. Kedisiplinan Sosial Dan Etika Kedisiplinan sosial dan etika adalah sikap patuh terhadap norma-norma sosial dan nilai-nilai moral yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, serta kemampuan untuk berperilaku sopan, adil, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan orang lain sebagai panduan perilaku individu dalam bermasyarakat (Kartono. Kartin. Kedisiplinan sosial dan etika mencerminkan karakter yang baik dalam hubungan Ini penting untuk menciptakan lingkungan yang saling menghormati, aman, dan tertib baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Hasil penelitian Kedisiplinan siswa sebagai kedisiplinan sosial dan etika adalah sikap dan perilaku dalam menjalin hubungan yang baik dengan orang lain serta menataati normanorma sosial dan etika yang berlaku di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ini mencakup kesadaran untuk bersikap sopan, menghargai orang lain, bertanggung jawab dalam pergaulan, dan menjaga tata krama. Kedisiplinan ini juga menunjukan bahwa siswa tidak hanya patuh terhadap aturan formal, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan nilai-nilai sosial dalam berinteraksi sehari-hari. Berdasarkan teori dan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa mematuhi peraturan disekolah bukan hanya soal diawasi atau tidak, tetapi tentang disiplin, integritas, dan kesadaran akan manfaat aturan tersebut. Dengan menjaga sikap ini, kita dapat berkontribusi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua. Kemandirian Dan Tanggung Jawab Kemandirian Kemandirian adalah kemampuan seseorang untuk berpikir, bersikap, dan bertindak tanpa bergantung pada orang lain, mempunyai rasa percaya diri, serta mampu mengambil keputusan sendiri dalam menghadapi berbagai situasi. Orang yang mandiri dapat menyelesaikan tugasnya dengan inisiatif dan percaya diri (Bernadi. Tanggung Jawab Tanggung jawab adalah kesadaran dan kesiapan seseorang untuk menerima akibat dari segala tindakan dan keputusan yang diambil, baik itu hasil yang positif maupun negatif. Tanggung jawab juga adalah kesadaran manusia atas tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan tidak menyalahkan orang lain jika terjadi kesalahan (Widagdh. Hasil penelitian Kedisiplinan siswa sebagai kemandirian dan tanggung jawab pribadi adalah kemampuan siswa untuk mengatur diri sendiri, mengambil keputusan secara bijak, dan melaksanakan tugas-tugasnya tanpa bergantung pada orang lain, serta siap menanggung konsekuensi atas tindakan yang dilakukan. Disiplin dalam konteks ini mencerminkan sikap dewasa, mandiri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari- hari baik disekolah maupun diluar sekolah. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Berdasarkan teori dan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulan bahwa kepala sekolah memiliki peran penting sebagai teladan kedisiplinan disekolah dengan menunjukan sikap disiplin dalam keseharian kepala sekolah menginspirasi siswa dan seluruh warga sekolah untuk bersikap tertib dan bertanggung jawab. KESIMPULAN Peran Kepala Sekolah SMP Plus Jhon Fisher Wekbelar dalam meningkatkan kedisiplinan siswa sangatlah sentral dan strategis. Kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator yang mampu menjadi teladan, bersikap terbuka, dan menciptakan iklim kerja yang kondusif, tetapi juga tampil sebagai pemimpin visioner, manajerial, instruksional, motivator, sekaligus pengawas kedisiplinan. Dalam praktiknya, kedisiplinan siswa ditanamkan melalui kepatuhan terhadap aturan sekolah, disiplin akademik, disiplin sosial dan etika, serta pembinaan kemandirian dan tanggung jawab pribadi. Kepala sekolah menjalankan pendekatan yang seimbang antara penerapan reward . dan punishment . , sekaligus mengedepankan nuansa kekeluargaan agar siswa merasa dihargai dan tetap mematuhi tata tertib. Lebih jauh, kepala sekolah juga berkomitmen melaksanakan tugas secara maksimal dengan mengadakan pertemuan rutin setiap bulan bersama seluruh siswa. Pertemuan ini bertujuan untuk menggali kendala dan hambatan yang mereka alami, sehingga upaya peningkatan kedisiplinan dapat dilakukan secara berkesinambungan dan tepat sasaran. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa peran kepala sekolah sangat menentukan keberhasilan pembentukan disiplin siswa di SMP Plus Jhon Fisher Wekbelar, baik melalui keteladanan pribadi, kepemimpinan yang visioner, maupun strategi yang mengedepankan keseimbangan antara aturan dan pendekatan humanis. DAFTAR PUSTAKA