Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 STRATEGI PENGEMBANGAN DESA JATILUWIH SEBAGAI DAYA TARIK WISATA WARISAN BUDAYA DUNIA DI KABUPATEN TABANAN Ni Putu Tari Susantika1. I Gusti Bagus Rai Utama2*. Dermawan Waruwu3 Fakultas Bisnis. Pariwisata. Pendidikan, dan Humaniora Universitas Dhyana Pura (* raiutama@undhirabali. ABSTRACT This study aims to determine the strategy for developing Jatiluwih Village as a world cultural heritage tourist attraction in Tabanan Regency. This study used SWOT analysis with 25 tourists and five informants. Data was collected using observation, interview, documentation, and questionnaire techniques. The internal variable questionnaire has 4A, namely Attraction. Accessibility. Amenities, and Ancillary, with 11 indicators with nine indicators of strength and two indicators of weakness. At the same time, there are five external variables: Government. Competitors. Social Economy. Culture. Threats, and Security, with nine indicators, seven indicators of opportunity, and two threat indicators. Through the analysis of the IFAS and EFAS matrices, the results of calculating the score for IFAS were 3. 19 and EFAS were 3. 05, which means that Jatiluwih Village is in quadrant I, namely the growth position. In the SWOT analysis, the strategy that can be applied is the SO Strategy, namely maintaining, preserving, and managing rice fields properly by not changing land functions. The ST strategy is to prioritize competition by increasing attractiveness and optimizing the roles and functions of tourism, especially agriculture, which belongs to Jatiluwih Village. The WO strategy is to utilize government levy funds for procuring international standard toilets. And WT's strategy is to introduce the beauty of Jatiluwih's tourist attraction through social media or hold international-level events so that local and foreign people are attracted to visit. Keywords: Development Strategy. Jatiluwih Village. Swot Analysis. Cultural Heritage ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan Desa Jatiluwih sebagai daya tarik wisata warisan budaya dunia di Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis SWOT yang melibatkan 30 responden yang terdiri dari 25 wisatawan dan 5 informan, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Kuesioner variabel internal terdapat 4A yakni Attraction. Accesibillity. Amenities. Ancillary dengan 11 indikator dengan 9 indikator kekuatan dan 2 indikator kelemahan sedangkan variabel eksternal terdapat 5 yaitu: Pemerintah. Pesaing. Sosial Ekonomi. Budaya. Ancaman dan Keamanan, dengan 9 indikator, 7 indikator peluang dan 2 indikator ancaman. Melalui analisis matrik IFAS dan EFAS didapat hasil perhitungan skor untuk IFAS sebesar 3,19 dan EFAS sebesar 3,05 yang berarti Desa Jatiluwih berada pada kuadran I yaitu posisi pertumbuhan. Dalam analisis SWOT strategi yang dapat diterapkan yaitu. Strategi SO yaitu Mempertahankan dan melestarikan serta mengelola dengan baik area persawahan dengan tidak merubah fungsi lahan. Strategi ST yaitu Mengunggulkan persaingan dengan meningkatkan daya tarik dan mengoptimalkan peran dan fungsi-fungsi pariwisata khusunya pertanian yang dimiliki Desa Jatiluwih. Strategi WO Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 yaitu memanfaatkan dana retribusi pemerintah terkait pengadaan toilet bertaraf Strategi WT yaitu memperkenalkan keindahan daya tarik wisata Jatiluwih melalui social media, atau mengadakan event-event bertaraf internasional agar masyarakat lokal dan mancanegara tertarik untuk berkunjung. Kata Kunci: Strategi Pengembangan. Desa Jatiluwih. Analisis SWOT. Warisan Budaya PENDAHULUAN Indonesia merupakan suatu negara yang sangat luas dan didukung dengan sumber daya alam yang beraneka ragam yang mampu diolah, dimanfaatkan dan dikembangkan. Bali merupakan tujuan wisata utama yang ada di Indonesia. Perkembangan sektor pariwisata di Bali sudah bisa dibilang sangat baik, hal ini karena pemerintah daerah telah menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik daripada sebelumnya sehingga mampu untuk meningkatkan kepuasan wisatawan dalam berwisata (Waruwu, et al. ,2. Pengembangan sektor pariwisata di Pulau Bali diharapkan mampu untuk menyelesaikan beberapa permasalahan dasar perekonomian. Peran sektor pariwisata dalam menggerakkan roda perekonomian dapat berupa menciptakan atau menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar tempat daya tarik wisata, seperti penyedia akomodasi wisata, restoran, pemandu wisata, biro perjalanan dan jasa lainnya. Pariwisata di Bali tidak hanya menawarkan keindahan alam pantai, pegunungan ataupun danaunya yang menawan tetapi juga keindahan alam sawah terasering atau sawah berundak dalam balutan kearifan budaya lokal, membuat Bali selalu bisa bertahan dalam posisi terbaik sebagai destinasi wisata dunia. Salah satu keindahan alam terasering atau sawah berundak terdapat di Kabupaten Tabanan tepatnya di Desa Jatiluwih. Desa Jatiluwih merupakan salah satu tempat yang menarik yang berada di Kecamatan Penebel. Kabupaten Tabanan. Desa Jatiluwih terkenal karena keindahan alamnya serta sawah yang tertata rapi. Di Jatiluwih juga terdapat pemandangan gunung yang sangat indah gunung tersebut bernama Gunung Batukaru. Jatiluwih berada di kaki Gunung Batukaru dengan suhu udara 26-29 derajat celcius. Desa Jatiluwih berada di ketinggian 700 meter diatas laut (Admin, 2. Provinsi Bali memiliki sistem irigasi persawahan yang dinamakan Dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2012, subak adalah organisasi tradisional di bidang tata guna air atau tata tanaman di tingkat usaha tani pada masyarakat adat Bali yang bersifat sosio agraris, religius, dan ekonomis yang secara historis terus tumbuh dan berkembang. Subak di Bali mengimplementasikan filsafat Tri Hita Karana dalam setiap kegiatannya. Tri Hita Karana adalah tiga penyebab kebahagiaan atau keharmonisan. Tri Hita Karana meliputi keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan . , hubungan manusia dengan manusia . , serta hubungan manusia dengan alam . ketiga hal inilah yang menjadi penyebab kebahagian dan kesejahteraan bagi masyarakat Bali (Norken et al. , 2. Organisasi pendidikan. Ilmu pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada akhirnya mengakui bahwa subak sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD). Pengakuan tersebut didapatkan setelah perjuangan yang berasal dari pemerintah Indonesia sepanjang 12 tahun. Pengusulan untuk kategori ini bukanlah perkara gampang dibutuhkan bermacam penelitian yang mendalam seperti arkeologi, antropologi, arsitektur, geografi, ilmu lingkungan, dan termasuk bidang lainnya. Subak sebagai situs warisan budaya dunia disetujui dan diputuskan pada tanggal 29 Juni 2012 di Saint Petersburg. Rusia oleh UNESCO pada sidang ke-36 (Ukirsari, 2. Subak di Bali yang memiliki luas total 20. 000 hektar are ini memiliki subak yang berada di lima wilayah, yakni provinsi Bangli. Gianyar. Badung. Buleleng, dan Tabanan dan telah ditetapkan sebagai situs warisan budaya dunia. Desa Jatiluwih menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan karena keindahan alam yang ditawarkan, setelah Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 ditetapkan sebagai daya tarik wisata warisan budaya dunia semakin banyak wisatawan yang datang ke Desa Jatiluwih Saat ini semakin banyak saingan yang daya tarik serupa seperti Tegalalang Rice Terrace, dan wisata buatan didekat Desa Jatiluwih seperti Tasta Zoo. The Sillas. The Blooms Garden, dll yang membuat eksistensi Desa Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) mulai menurun, selain itu kurangnya fasilitas yang ada di Jatiluwih seperti lahan parkir dan toilet, menjadikan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuStrategi Pengembangan Desa Jatiluwih Sebagai Wisata Warisan Budaya Dunia di Kabupaten TabananAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jatiluwih. Penebel. Tabanan. Dengan menggunakan dua variabel yaitu variabel internal dan variabel eksternal. Pada variabel internal terdapat 4A yakni Attraction. Accessibility. Amenities, dan Ancillary (Utama. Sedangkan untuk variabel eksternal terdapat 5 variabel yakni Peraturan Pemerintah. Pesaing. Sosial Ekonomi. Budaya. Ancaman dan Keamanan (Utama, 2. Jeniss data yang dipakai bersifat kuantitatif dan kualitatif dengan sumber data berupa data primer . bservasi, wawancara, dan kuesione. dan data sekunder . ata dari instansi formal seperti data kunjungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terkait kunjungan wisatawa. Purposive Sampling merupakan metode penentuan sampel yang dipakai dalam penelitian ini. Artinya peneliti mempunyai pertimbangan untuk menentukan sampel yang sesuai dengan tujuan penelitiannya dalam menggunakan teknik pengambilan sampel. Ada dua jenis sampel dalam peneletian ini yaitu sampel penentuan bobot untuk 5 orang informan dan sampel pemberian rating untuk 25 responden. Kemudian untuk pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Menggunakan teknik analisis SWOT yang terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap pengumpulan data (IFAS dan EFAS), tahap analisis . atriks IE dan matriks SWOT). Dan tahap rekomendasi pengambilan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil dari penyebaran kuesioner bobot pada 5 informan dan kuesioner rating pada 25 responden diperoleh penilaian dari masing-masing indikator. Indikator internal sebagai kekuatan dan kelemahan, sedangkan indikator eksternal sebagai peluang dan ancaman pada Desa Jatiluwih. Penebel Tabanan. Kekuatan dan Kelemahan Indikator yang berkategori kekuatan berjumlah 9 dan 2 indikator dikategorikan sebagai kelemahan, indikator yang menjadi kekuatan yaitu pemandangan sawah yang menjadi daya tarik utama di Desa Jatiluwih, alam yang indah dan masih terjaga keasriannya, serta udara yang sangat sejuk selain itu juga banyak aktivitas yang bisa dilakukan seperti trekking dan cycling di jalur yang telah disediakan, akses untuk menuju Desa Jatiluwih juga cukup mudah dan bisa dilalui oleh kendaraan seperti sepeda motor maupun mobil, disini juga banyak terdapat tempat makan salah satunya yang terkenal adalah Gong Jatiluwih, lalu juga ada tempat informasi yang mampu memberikan wisatawan informasi secara rinci dan akurat mengenai daya tarik wisata Desa Jatiluwih dan staf pemandu lokal . our guid. Sedangkan indikator yang menjadi kelemahan adalah toilet dan tempat parkir yang kurang memadai untuk menunjang fasilitas pengunjung. Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 Peluang dan Ancaman Terdapat 7 indikator yang merupakan peluang dan 2 indikator yang merupakan ancaman, yang merupakan peluang yaitu adanya kebijakan Pemerintah Kabupaten Tabanan Nomor 6 tahun 2014 mengenai kawasan jalur hijau, adanya biaya retribusi saat memasuki kawasan daya tarik wisata Desa Jatiluwih, adanya kerjasama dengan pihak luar, keramahan para penduduk yang membuat para wisatawan selalu ingin datang berkunjung ke Desa Jatiluwih, selain itu adanya pengenalan daya tarik serta kesenian khas Jatiluwih membuat wisatawan sangat takjub akan daya tarik wisata Desa Jatiluwih, serta minimnya bencana alam seperti tanah longsor. Sedangkan indikator yang merupakan ancaman yaitu adanya persaingan daya tarik serupa seperti Tegalalang Rice Terrace dan kurangnya jaminan keselamatan dari pihak Internal Factor Analysis Summary (IFAS) Berdasarkan perhitungan Nilai Internal Factor Analysis Summary (IFAS) di atas didapatkan hasil sebesar 3. 19 dimana angka tersebut menunjukkan bahwa Desa Jatiluwih itu berada pada posisi kuat sehingga dapat meningkatkan daya tarik agar semakin banyak wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan internasional yang datang untuk berkunjung ke Desa Jatiluwih menikmati daya tarik wisata yang sangat indah dan alam yang masih sangat asri. Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) Berdasarkan perhitungan nilai External Factor Analysis Summary (EFAS) di atas didapat hasil sebesar 3. 05 Pada angka tersebut menunjukkan bahwa posisi Desa Jatiluwih memiliki peluang yang besar dalam meningkatkan daya saing. Matriks Internal Eksternal (IE) Total Skor Faktor Strategi Internal dan Eksternal Kuat Tinggi Rata-rata Lemah i Pertumbuhan Pertumbuhan Penciutan Stabilitas Pertumbuhan Penciutan VII Vi Pertumbuhan Pertumbuhan Likuidasi Menengah Rendah Gambar 1 Matriks Internal Eksternal (IE) Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 Berdasarkan Gambar 1 diketahui Daya Tarik Wisata Desa Jatiluwih. Kabupaten Tabanan pada saat ini berada pada kuadran I yaitu strategi pertumbuhan (Growth Strateg. Dengan demikian diperlukan strategi yang tepat dalam pengelolaan daya tarik wisata Desa Jatiluwih sehingga mampu untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancaranegara serta mampu memberikan kenyamanan kepada wisatawan saat berkunjung. Analisis SWOT Indikator-indikator yang menghasilkan kekuatan dan kelemahan, sedangkan indikatorindikator eksternal yang menghasilkan peluang dan ancaman. Pada Tabel 4. 7 terdapat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh Desa Jatiluwih, diperoleh dari matriks SWOT berikut: Tabel 2 Matriks SWOT Kekuatan(S) Kelemahan (W) Sawah Kurangnya Toilet Alam Kurangnya Tempat IFAS Udara Sejuk Parkir Banyak Aktivitas yang Bisa dilakukan Akses yang mudah EFAS Fasilitas Transportasi Tempat Makan Pusat Informasi Staff Pemandu Peluang (O) Strategi (SO) Strategi (WO) Adanya Kebijakan 1. Mengembangkan dengan 1. Memanfaatkan Pemerintah baik area persawahan Retribusi Daerah dengan tidak merubah terkait pengadaan toilet Kerjasama Dengan Pihak Luar dengan awig-awig desa Keramahan Penduduk yang berlaku. Memanfaatkan Terbukanya Lapangan 2. Selalu berinovasi pada Pekerjaan produk yang dihasilkan menyewa/membeli lahan Pengenalan Daya Tarik dari pertanian. penduduk sekitar untuk Budaya Khas 3. Meningkatkan hubungan dialih fungsikan sebagai Jatiluwih baik dengan masyarakat, tempat parkir. Minimnya Ancaman wisatawan, pemerintah Bencana Alam serta travel agent. Ancaman (T) Strategi (ST) Strategi (WT) Daya Tarik Wisata 1. Mengunggulkan Membangun lahan parkir Budaya Lainnya. di luar Desa Jatiluwih Kurangnya meningkatkan daya tarik Keselamatan sekiranya layak untuk peran dan fungsi-fungsi lahan parkir, setelah itu disedikan bus yang bisa pertanian yang dimiliki mengangkut wisatawan Desa Jatiluwih. Memperkenalkan keindahan daya tarik wisata Jatiluwih. wisata Jatiluwih melalui Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 mengadakan event-event berstandar internasional agar masyarakat lokal Pembahasan Berdasarkan Tabel 2. maka dapat diperoleh strategi usaha pengembangan daya tarik wisata Desa Jatiluwih sebagai berikut: Strategi SO Mengembangkan dengan baik area persawahan dengan tidak merubah fungsi lahan sesuai dengan awig-awig desa yang berlaku. Selalu berinovasi pada produk yang dihasilkan dari pertanian. Meningkatkan hubungan baik dengan masyarakat, wisatawan, pemerintah serta travel agent. Strategi ST Mengunggulkan persaingan dengan meningkatkan daya tarik dan peran dan fungsi-fungsi pariwisata khusunya pertanian yang dimiliki Desa Jatiluwih. Memperkenalkan keindahan daya tarik wisata Jatiluwih melalui sosial media, atau mengadakan event-event berstandar internasional agar masyarakat lokal dan mancanegara tertarik untuk berkunjung. Strategi WO Memanfaatkan dana retribusi pemerintah terkait pengadaan toilet berstandar Memanfaatkan hasil retribusi untuk menyewa/membeli lahan penduduk sekitar untuk dialih fungsikan sebagai tempat parkir. Strategi WT Membangun lahan parkir di luar Desa Jatiluwih atau dilahan yang sekiranya layak untuk lahan parkir, setelah itu disedikan bus shuttle yang bisa mengangkut wisatawan dari tempat parkir menuju daya tarik wisata Jatiluwih. Berdasarkan hasil dari Matriks SWOT strategi SO. WO. ST, dan WT merupakan bentuk studi lanjut terhadap pengembangan di Desa Jatiluwih. Penebel. Tabanan. Penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya antara lain oleh Krismawintari dan Utama . yang lebih memfokuskan tentang masyarakat sebagai kontributor potensial dalam mengembangkan pariwisata di Desa Jatiluwih, oleh Widari . yang memfokuskan tentang dampak pengelolaan subak di Desa Jatiluwih sebagai warisan budaya, oleh Utama dan Suyasa . yang berfokus pada segmentasi pengunjung di Desa Jatiluwih. Bercermin dari penelitian sebelumnya, penelitian ini bersifat melanjutkan penelitian yang penah diteliti sebelumnya, sehingga bisa didapatkan strategi pengembangan Desa Jatiluwih sebagai daya tarik wisata warisan budaya dunia secara menyeluruh. Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan masalah yaitu bagaimana strategi pengembangan Desa Jatiluwih sebagai daya tarik wisata warisan budaya dunia di Kabupaten Tabanan, maka dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan untuk menjawab permasalahan tersebut yaitu: Mengembangkan dengan baik area persawahan dengan tidak merubah fungsi lahan sesuai dengan awig-awig desa yang berlaku. Selalu berinovasi pada produk yang dihasilkan dari pertanian. Meningkatkan hubungan baik dengan masyarakat, wisatawan, pemerintah serta travel Mengunggulkan persaingan dengan meningkatkan daya tarik dan peran dan fungsi-fungsi pariwisata khusunya pertanian yang dimiliki Desa Jatiluwih. Memperkenalkan keindahan daya tarik wisata Jatiluwih melalui sosial media, atau mengadakan event-event berstandar internasional agar masyarakat lokal dan mancanegara tertarik untuk berkunjung. Memanfaatkan dana retribusi pemerintah terkait pengadaan toilet berstandar Memanfaatkan dana hasil retribusi untuk menyewa atau membeli lahan penduduk. sekitar untuk dialih fungsikan sebagai tempat parkir. Membangun lahan parkir di luar Desa Jatiluwih atau dilahan yang sekiranya layak untuk lahan parkir, setelah itu disedikan bus shuttle yang bisa mengangkut wisatawan dari tempat parkir menuju daya tarik wisata Jatiluwih. Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 DAFTAR PUSTAKA