KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah SOSIOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN FATHUL MUBARAK: DINAMIKA HUBUNGAN PESANTREN DENGAN MASYARAKAT SEKITAR DALAM PEMBANGUNAN SOSIAL DAN EKONOMI (STUDI TENTANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT) Arifa Dina Hanifa1. Muh. Hanif2 UIN Prof. Saifuddin Zuhri Purwokerto1,2 hanif@uinsaizu. id1, arifadinahani@gmail. Diterima: 05/06/2026. Direvisi: 10/06/2026. Diterbitkan: 15/06/2026 ABSTRAK Penelitian mengenai peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat telah banyak dilakukan, namun sebagian besar masih berfokus pada deskripsi program ekonomi tanpa mengkaji secara mendalam dinamika hubungan sosial yang terbentuk antara pesantren dan masyarakat serta integrasi modal sosial dan kewirausahaan sosial dalam praktik pemberdayaan. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya kajian yang lebih komprehensif untuk memahami peran pesantren sebagai aktor pembangunan sosial-ekonomi berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hubungan antara Pondok Pesantren Fathul Mubarok dan masyarakat sekitar dalam pembangunan sosial dan ekonomi melalui program pemberdayaan di bidang pertanian dan perikanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan pengasuh pesantren, santri, masyarakat, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan pesantren dan masyarakat terjalin melalui kerja sama berbasis kepercayaan, gotong royong, dan partisipasi aktif dalam pengelolaan program ekonomi Program tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat modal sosial serta mencerminkan praktik kewirausahaan Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pesantren berperan sebagai agen pemberdayaan yang berkontribusi signifikan terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Kata Kunci: Pondok Pesantren. Pemberdayaan Masyarakat. Modal Sosial. Kewirausahaan Sosial. Pembangunan Ekonomi ABSTRACT Research on the role of Islamic boarding schools . in community empowerment has been widely conducted. however, most studies remain focused on describing economic programs without deeply examining the social dynamics between pesantren and surrounding communities and the integration of social capital and social entrepreneurship in empowerment This gap indicates the need for a more comprehensive study to understand pesantren as agents of community-based socio-economic development. This study aims to analyze the dynamics of the relationship between the Fathul Mubarok Islamic Boarding School and the surrounding community in social and economic development through empowerment programs in agriculture and fisheries. This research employs a qualitative approach with a case study Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving pesantren leaders, students, community members, and local government The findings show that the relationship between the pesantren and the community is built on trust, mutual cooperation, and active participation in managing productive economic programs. These programs not only improve community skills and Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah income but also strengthen social capital and reflect social entrepreneurship practices. conclusion, the pesantren plays a significant role as an empowerment agent contributing to sustainable social and economic development within the local community. Keywords: Islamic Boarding School. Community Empowerment. Social Capital. Social Entrepreneurship. Economic Development PENDAHULUAN Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter religius dan sosial masyarakat. Selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, pesantren juga berkembang menjadi institusi sosial yang berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat. Dalam perkembangannya, pesantren tidak hanya berfokus pada transfer ilmu agama, tetapi juga mulai terlibat dalam berbagai aktivitas pemberdayaan ekonomi masyarakat. Peran ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki posisi penting dalam sistem sosial masyarakat Indonesia, terutama di wilayah pedesaan. Oleh karena itu, pesantren dapat dipandang sebagai agen perubahan sosial yang memiliki kontribusi signifikan dalam pembangunan lokal. Hal ini sejalan dengan temuan Yenuri dan Nurseha . bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai modal sosial yang mampu memperkuat pembangunan daerah melalui kepemimpinan kiai, penguatan jejaring sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komunitas. Selain itu, penelitian terbaru Rahajeng . juga menunjukkan bahwa pesantren berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha produktif, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman. Dalam konteks pengelolaan lembaga pendidikan, kepemimpinan yang efektif dan kemampuan mengelola risiko organisasi juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan program-program yang dijalankan lembaga pendidikan Islam, termasuk program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan (Fauzi & Hanif. Dalam perspektif sosiologi pendidikan, lembaga pendidikan seperti pesantren tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosialnya karena keduanya saling berinteraksi dan Hubungan antara pesantren dan masyarakat terbangun melalui proses sosial yang melibatkan kerja sama, kepercayaan, dan nilai-nilai kolektif. Konsep modal sosial menjadi salah satu dasar penting dalam memahami hubungan tersebut, yang mencakup kepercayaan, jaringan sosial, dan norma yang mengatur interaksi sosial. Modal sosial ini memungkinkan pesantren untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan yang berbasis pada partisipasi Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat penguatan solidaritas sosial dalam masyarakat. Hal ini sejalan dengan temuan Wahono et . bahwa modal sosial dalam pesantren berperan penting dalam memperkuat partisipasi masyarakat, memperluas jaringan sosial, serta meningkatkan keterlibatan komunitas dalam berbagai aktivitas sosial dan pendidikan. Selain itu, penelitian terbaru Syamsuri et al. menunjukkan bahwa modal sosial dalam pesantren yang ditopang oleh kepercayaan terhadap kepemimpinan kiai serta norma gotong royong mampu memperkuat keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi dan sosial berbasis komunitas. Sejalan dengan perkembangan tersebut, banyak penelitian dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa pesantren mulai bertransformasi menjadi aktor ekonomi melalui konsep kewirausahaan sosial. Kewirausahaan sosial dalam konteks pesantren tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada penciptaan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, perikanan, dan usaha Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah produktif lainnya. Namun demikian, sebagian besar penelitian tersebut masih berfokus pada deskripsi program secara umum tanpa mengkaji secara mendalam dinamika hubungan sosial yang terbentuk antara pesantren dan masyarakat. Selain itu, masih terbatas penelitian yang secara khusus mengkaji integrasi modal sosial dan kewirausahaan sosial dalam konteks pemberdayaan berbasis komunitas pesantren. Hal ini sejalan dengan temuan Khoirunnisa et al. bahwa kajian tentang kewirausahaan sosial di pesantren masih cenderung menitikberatkan pada aspek implementasi program, sementara aspek relasi sosial dan keberlanjutan pemberdayaan masih belum banyak dieksplorasi secara mendalam. Selain itu, penelitian terbaru Budimansyah dan Hasyimi . juga menunjukkan bahwa meskipun pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat kewirausahaan sosial, masih terdapat kesenjangan dalam kajian yang mengintegrasikan dimensi modal sosial sebagai penguat keberhasilan program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Berdasarkan kondisi tersebut, terdapat kesenjangan penelitian yang menunjukkan bahwa kajian mengenai dinamika hubungan sosial-ekonomi antara pesantren dan masyarakat masih perlu diperdalam. Penelitian-penelitian sebelumnya belum banyak mengeksplorasi bagaimana proses interaksi sosial, kepercayaan, dan kerja sama benar-benar bekerja dalam praktik pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal. Selain itu, studi yang secara khusus membahas pesantren sebagai aktor pembangunan ekonomi berbasis komunitas, khususnya di bidang pertanian dan perikanan, masih sangat terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang mampu menjelaskan secara lebih komprehensif bagaimana pesantren berperan sebagai agen pemberdayaan masyarakat. Hal ini menjadi penting untuk memperkuat pemahaman teoritis maupun empiris tentang peran pesantren dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Hal ini sejalan dengan temuan Argantara . bahwa pesantren melalui skema seperti Bank Wakaf Mikro mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan pendekatan berbasis komunitas dan pendampingan berkelanjutan. Selain itu, penelitian terbaru Tahira et al. menunjukkan bahwa modal sosial dalam pesantren yang mencakup kepercayaan, jaringan sosial, dan solidaritas kolektif menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program pemberdayaan sosial-ekonomi berbasis komunitas. Penelitian ini secara khusus mengkaji Pondok Pesantren Fathul Mubarok di Kabupaten Banyumas sebagai studi kasus dalam melihat dinamika hubungan sosial dan ekonomi dengan masyarakat sekitar. Fokus penelitian ini dibatasi pada program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian dan perikanan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Pembatasan ini dilakukan agar analisis dapat lebih mendalam dan terarah pada aspek yang benar-benar relevan dengan tujuan penelitian. Kajian ini juga menempatkan modal sosial dan kewirausahaan sosial sebagai kerangka analisis utama dalam memahami proses pemberdayaan yang terjadi. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih spesifik dan kontekstual mengenai peran pesantren dalam pembangunan masyarakat. Hal ini sejalan dengan temuan Kurniawan et al. bahwa pengembangan ekonomi pesantren berbasis modal sosial mampu memperkuat kemandirian lembaga sekaligus meningkatkan hubungan antara pesantren dan masyarakat melalui pemanfaatan jaringan sosial, kepercayaan, serta kerja sama dalam aktivitas ekonomi produktif. Selain itu, penelitian Anwar et al. menunjukkan bahwa penguatan ekonomi pesantren melalui pendekatan kewirausahaan sosial . berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui keterlibatan santri dan masyarakat dalam kegiatan usaha berbasis nilai-nilai sosial dan Sejalan dengan hal tersebut, kemampuan kepemimpinan dalam mengembangkan inovasi dan jiwa kewirausahaan pada lembaga pendidikan juga menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi lembaga agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menciptakan dampak sosial yang lebih luas (Azzahra & Hanif, 2. Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah Adapun kebaruan penelitian ini terletak pada analisis yang mengintegrasikan konsep modal sosial dan kewirausahaan sosial dalam melihat dinamika hubungan antara pesantren dan masyarakat dalam konteks pemberdayaan berbasis sektor produktif. Penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan program pemberdayaan, tetapi juga menganalisis bagaimana hubungan sosial yang terbangun berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian sosiologi pendidikan Islam dengan menempatkan pesantren sebagai aktor pembangunan sosial-ekonomi berbasis komunitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur mengenai transformasi peran pesantren di era modern. Dengan demikian, penelitian ini memiliki nilai penting baik secara teoretis maupun praktis dalam pengembangan model pemberdayaan masyarakat berbasis lembaga pendidikan Islam. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang bertujuan untuk memahami secara mendalam dinamika hubungan sosial dan ekonomi antara Pondok Pesantren Fathul Mubarok dengan masyarakat sekitar dalam program pemberdayaan berbasis pertanian dan perikanan. Pendekatan studi kasus dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi fenomena sosial secara kontekstual, mendalam, dan holistik dalam satu lokasi penelitian yang spesifik. Lokasi penelitian berada di Pondok Pesantren Fathul Mubarok. Desa Karangturi. Kecamatan Sumbang. Kabupaten Banyumas, yang dipilih secara purposif berdasarkan pertimbangan bahwa pesantren tersebut aktif menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi produktif. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu, yaitu pihak yang memiliki keterlibatan langsung dan pengetahuan mendalam mengenai program, seperti pengasuh pesantren, santri yang terlibat dalam kegiatan, masyarakat peserta program, serta perangkat desa setempat. Pemilihan informan dilakukan hingga mencapai titik jenuh data . ata saturatio. untuk memastikan kecukupan informasi yang diperoleh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan Observasi dilakukan secara partisipatif untuk mengamati interaksi sosial dan aktivitas pemberdayaan yang berlangsung di lapangan, sedangkan wawancara mendalam digunakan untuk menggali pengalaman, pandangan, serta makna yang dirasakan oleh para informan terkait program yang dijalankan. Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung yang meliputi arsip kegiatan, laporan program, serta foto-foto aktivitas pemberdayaan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check agar data yang diperoleh memiliki tingkat kredibilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas yang Dengan demikian, metode penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang valid, mendalam, dan komprehensif mengenai fenomena yang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dinamika Hubungan antara Pondok Pesantren Fathul Mubarok dan Masyarakat Sekitar dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Fathul Mubarok secara aktif membangun hubungan dengan masyarakat sekitar melalui berbagai program pemberdayaan di bidang pertanian dan perikanan. Berdasarkan hasil observasi, masyarakat tidak hanya berperan Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah sebagai penerima manfaat, tetapi juga terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan yang dijalankan pesantren. Keterlibatan tersebut terlihat dari keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan lahan pertanian, pemeliharaan kolam perikanan, serta pendampingan kepada santri dalam kegiatan produksi. Hubungan yang terjalin menunjukkan adanya pola kerja sama yang berlangsung secara berkelanjutan dan saling menguntungkan. Aktivitas pemberdayaan tersebut menjadi ruang interaksi yang mempertemukan kepentingan pesantren dan masyarakat dalam mencapai tujuan bersama. Hasil wawancara dengan pengasuh pesantren menunjukkan bahwa program pemberdayaan dirancang untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat Kyai Nur Hidayat menyampaikan bahwa Aupesantren tidak ingin hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan ekonomi yang bisa dikerjakan bersama. Ay Pernyataan tersebut menunjukkan adanya komitmen pesantren untuk mengembangkan fungsi sosialnya di luar bidang pendidikan. Program yang dijalankan tidak hanya ditujukan untuk santri, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai mitra dalam berbagai kegiatan produktif. Keterlibatan tersebut menciptakan hubungan yang lebih dekat antara pesantren dan masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil observasi lapangan, masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pertanian berperan sebagai pendamping teknis bagi santri. Mereka memberikan pengetahuan mengenai pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga proses panen. Interaksi tersebut berlangsung secara rutin selama kegiatan pertanian berlangsung. Dalam beberapa kesempatan, masyarakat dan santri bekerja bersama di lahan yang dikelola pesantren sehingga terjadi proses pembelajaran secara langsung. Kondisi ini menunjukkan adanya pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang berlangsung secara timbal balik antara masyarakat dan santri. Peran Modal Sosial dan Kewirausahaan Sosial dalam Mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan di Pondok Pesantren Fathul Mubarok didukung oleh hubungan sosial yang kuat antara pesantren dan Berdasarkan hasil wawancara, setiap keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan program dilakukan melalui musyawarah bersama. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengenai pelaksanaan kegiatan, termasuk dalam penentuan pembagian hasil usaha. Proses tersebut menciptakan rasa memiliki terhadap program yang dijalankan. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan membuat hubungan kerja sama menjadi lebih terbuka dan partisipatif. Kepercayaan antara pesantren dan masyarakat juga terlihat dari pembagian peran yang dilakukan dalam pelaksanaan program. Berdasarkan hasil wawancara, pesantren menyediakan lahan, modal awal, serta sarana pendukung kegiatan. Di sisi lain, masyarakat berkontribusi melalui tenaga, pengalaman, dan keterampilan yang dimiliki dalam bidang pertanian maupun Salah seorang peserta program menyampaikan bahwa Aukami dipercaya untuk mengelola kegiatan ini bersama-sama sehingga merasa memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan program. Ay Kepercayaan tersebut memungkinkan kegiatan berjalan tanpa pengawasan yang terlalu ketat. Hubungan yang terbentuk menunjukkan adanya kerja sama yang dilandasi rasa saling percaya dan tanggung jawab bersama. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa program yang dijalankan memiliki karakteristik kewirausahaan sosial. Program pertanian dan perikanan tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial berupa peningkatan keterampilan masyarakat dan santri. Salah satu santri. Wirawan, menyatakan bahwa Ausebelum ikut kegiatan Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah ini saya belum memahami cara mengelola pertanian, tetapi sekarang saya mendapat pengalaman langsung yang sangat bermanfaat. Ay Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa program pemberdayaan menjadi sarana pembelajaran praktis bagi santri. Selain itu, masyarakat juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan memperluas aktivitas ekonomi produktif. Kontribusi Program Pemberdayaan terhadap Pembangunan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Sekitar Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang dijalankan Pondok Pesantren Fathul Mubarok memberikan dampak sosial yang cukup signifikan bagi masyarakat Berdasarkan hasil observasi, kegiatan pertanian dan perikanan menciptakan ruang interaksi yang intensif antara masyarakat dan pesantren. Masyarakat terlibat dalam berbagai kegiatan mulai dari proses produksi hingga evaluasi hasil usaha. Interaksi yang berlangsung secara rutin tersebut memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pesantren. Kondisi ini juga mendorong terbentuknya hubungan kemitraan yang lebih erat antara kedua pihak. Dari aspek ekonomi, hasil wawancara menunjukkan bahwa program pemberdayaan mampu menghasilkan omzet sekitar Rp10. 000 hingga Rp15. 000 setiap periode Program tersebut melibatkan sekitar enam hingga tujuh orang masyarakat yang secara langsung berpartisipasi dalam pengelolaan usaha produktif. Masyarakat memperoleh tambahan pendapatan dari keterlibatan mereka dalam kegiatan pertanian dan perikanan yang dikembangkan pesantren. Selain memberikan manfaat ekonomi, program tersebut juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, keberadaan program pemberdayaan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan aktivitas ekonomi lokal. Meskipun memberikan berbagai manfaat, hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan masih menghadapi beberapa kendala. Berdasarkan wawancara dengan pengasuh pesantren, salah satu tantangan utama adalah rendahnya minat generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan pertanian dan perikanan. Selain itu, masih terdapat hambatan komunikasi dengan sebagian masyarakat sehingga proses koordinasi belum selalu berjalan optimal. Pada sektor perikanan, keterbatasan sumber daya air juga menjadi faktor yang menghambat pengembangan usaha. Kendala-kendala tersebut menyebabkan beberapa program belum dapat berkembang secara maksimal sesuai dengan target yang direncanakan. Pembahasan Dinamika hubungan antara Pondok Pesantren Fathul Mubarok dan masyarakat menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga berperan sebagai institusi sosial yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program menunjukkan adanya hubungan yang bersifat partisipatif dan kolaboratif. Temuan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak semata-mata ditentukan oleh sumber daya ekonomi, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial yang terbangun antara pesantren dan masyarakat. Hubungan yang harmonis tersebut memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta dukungan sosial yang mendukung keberlanjutan program pemberdayaan. Kondisi ini sejalan dengan penelitian Saputra et al. yang menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat sebagai mitra aktif menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren. Temuan ini juga didukung oleh Rohmayani dan Suhari . yang menjelaskan bahwa implementasi dakwah entrepreneur di pesantren mampu memperkuat hubungan antara lembaga pesantren dan masyarakat melalui Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah pengembangan kegiatan ekonomi produktif yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian sosial-ekonomi. Selain itu, kepemimpinan yang mampu membangun hubungan kerja sama dengan berbagai pihak juga berkontribusi terhadap keberhasilan program yang dijalankan lembaga pendidikan (Suparyo et al. , 2. Modal sosial dalam penelitian ini tidak hanya tampak sebagai konsep teoritis, tetapi terlihat secara nyata dalam praktik pemberdayaan yang berlangsung. Kepercayaan . terbentuk melalui interaksi yang berlangsung secara berkelanjutan antara pesantren dan masyarakat dalam mengelola kegiatan pertanian dan perikanan. Kepercayaan tersebut berkembang ketika pesantren memberikan ruang kepada masyarakat untuk terlibat dalam pengambilan keputusan serta mempercayakan pengelolaan sebagian kegiatan ekonomi kepada Jaringan sosial . terbentuk melalui hubungan yang intensif antara pengasuh pesantren, santri, masyarakat, dan perangkat desa yang secara bersama-sama mendukung pelaksanaan program. Sementara itu, norma kerja sama . berkembang melalui praktik musyawarah, gotong royong, tanggung jawab bersama, dan kesepakatan mengenai pembagian hasil usaha yang dijalankan secara kolektif. Proses terbentuknya ketiga unsur tersebut menunjukkan bahwa modal sosial menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan. Temuan ini mendukung pandangan Syamsuri et al. yang menjelaskan bahwa modal sosial pesantren dibangun melalui kepercayaan, jaringan sosial, dan nilai-nilai kolektif yang mampu memperkuat pengembangan usaha ekonomi berbasis komunitas. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya praktik kewirausahaan sosial yang berkembang dalam program pertanian dan perikanan. Orientasi kegiatan tidak hanya diarahkan pada pencapaian keuntungan ekonomi, tetapi juga pada penciptaan manfaat sosial berupa peningkatan keterampilan, pengalaman, dan kapasitas masyarakat maupun santri. Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa pesantren mengintegrasikan tujuan ekonomi dan sosial dalam satu model pemberdayaan yang berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar peningkatan pendapatan karena mereka juga mendapatkan akses terhadap pengetahuan, pengalaman kerja, dan peluang pengembangan usaha. Temuan ini sejalan dengan penelitian Hanif et al. yang menyatakan bahwa kewirausahaan sosial di pesantren berfungsi sebagai instrumen untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial bagi masyarakat. Hasil penelitian ini juga memperkuat temuan Khoirunnisa et al. yang menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi pesantren berbasis kewirausahaan dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Kontribusi program pemberdayaan terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran sebagai aktor pembangunan berbasis komunitas. Dari aspek sosial, program memperkuat hubungan kemitraan, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperluas ruang interaksi antara masyarakat dengan pesantren. Dari aspek ekonomi, program menciptakan peluang usaha, menambah pendapatan masyarakat, serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pesantren mampu mengintegrasikan fungsi pendidikan, sosial, dan ekonomi dalam satu sistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Temuan ini sejalan dengan penelitian Faiza et al. yang menjelaskan bahwa integrasi aktivitas ekonomi dan sosial yang dilakukan pesantren dapat menjadi instrumen efektif dalam pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat. Selain itu, efektivitas program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren juga didukung oleh pengembangan unit usaha produktif yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pengelolaannya (Saputra et al. , 2. Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah Meskipun demikian, berbagai kendala yang ditemukan menunjukkan bahwa keberlanjutan program pemberdayaan masih memerlukan penguatan lebih lanjut. Rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian dan perikanan menunjukkan perlunya inovasi program yang lebih menarik dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Hambatan komunikasi yang masih terjadi juga mengindikasikan pentingnya penguatan mekanisme koordinasi antara pesantren dan masyarakat agar seluruh pihak dapat terlibat secara optimal dalam kegiatan Selain itu, keterbatasan sumber daya pada sektor perikanan memerlukan strategi pengelolaan yang lebih efektif agar program dapat berkembang secara maksimal. Dalam konteks ini, penerapan manajemen strategis menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan program dan memperkuat keberlanjutan kegiatan yang dijalankan (Arromal & Hanif, 2. Temuan ini juga sejalan dengan penelitian Budimansyah dan Hasyimi . yang menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan ekonomi pesantren sangat dipengaruhi oleh partisipasi masyarakat, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengelolaan program yang berkelanjutan dan inovatif. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara Pondok Pesantren Fathul Mubarok dan masyarakat sekitar terbangun melalui kerja sama yang partisipatif dengan bertumpu pada kepercayaan, jaringan sosial, dan nilai gotong royong. Melalui program pemberdayaan di bidang pertanian dan perikanan, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga berperan sebagai agen pembangunan sosial dan ekonomi berbasis Keberhasilan program pemberdayaan didukung oleh kuatnya modal sosial yang memungkinkan terjadinya kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Temuan ini juga menunjukkan bahwa praktik pemberdayaan yang dijalankan mencerminkan konsep kewirausahaan sosial karena mengintegrasikan tujuan ekonomi dengan penciptaan manfaat sosial bagi masyarakat. Dengan demikian, tujuan penelitian untuk menganalisis dinamika hubungan pesantren dan masyarakat dalam pembangunan sosial-ekonomi dapat dipahami sebagai proses pemberdayaan yang berkelanjutan melalui sinergi antara hubungan sosial yang kuat dan aktivitas ekonomi Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk dijadikan model pemberdayaan masyarakat berbasis lembaga pendidikan Islam yang mampu memperkuat kesejahteraan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Temuan penelitian dapat menjadi rujukan bagi pengelola pesantren, pemerintah daerah, maupun pemangku kebijakan dalam merancang program pemberdayaan yang menekankan partisipasi masyarakat, penguatan modal sosial, dan pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal. Selain itu, penelitian ini menunjukkan pentingnya dukungan terhadap keterlibatan generasi muda serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar program pemberdayaan dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan sosial maupun teknologi. Penguatan kolaborasi antara pesantren, masyarakat, dan pemerintah juga diperlukan untuk memperluas dampak program terhadap pembangunan ekonomi lokal. Oleh karena itu, model pemberdayaan yang dikembangkan Pondok Pesantren Fathul Mubarok dapat menjadi alternatif strategi pembangunan komunitas yang inklusif, berkelanjutan, dan relevan untuk diterapkan pada konteks masyarakat lainnya. Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah DAFTAR PUSTAKA