Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah ISSN: 2527 - 6344 (Printe. ISSN: 2580 - 5800 (Onlin. Accredited No. 204/E/KPT/2022 DOI: https://doi. org/10. 30651/jms. Volume 11. No. 2, 2026 . - . PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN KELUARGA MELALUI HOME INDUSTRI LEMANG TAPAI DI DESA ULAK LEBAR Piter Martin Colindri1. Romi Adetio Setiawan2. Anwar Junaidi3 Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu martinsolindi@mail. romiadetio@mail. id2, anwarjunaidi@mail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ibu rumah tangga dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui home industri lemang tapai di Pekan Masat Desa Ulak Lebar serta meninjau aktivitas tersebut dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ibu rumah tangga dalam industri lemang tapai memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, pendidikan anak, dan kesehatan. Selain itu, ibu rumah tangga juga mampu membagi peran antara aktivitas ekonomi dan tanggung jawab domestik. Dalam perspektif ekonomi Islam, kegiatan usaha lemang tapai diperbolehkan selama tidak melanggar prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan ibu rumah tangga dalam home industri lemang tapai memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kata kunci: ibu rumah tangga, ekonomi keluarga, industri lemang tapai, ekonomi Islam. Abstract This study aims to analyze the role of housewives in enhancing family economic wellbeing through the lemang tapai home industry in Pekan Masat. Ulak Lebar Village, and to examine this activity from the perspective of Islamic economics. The study employs a qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results indicate that the involvement of housewives in the lemang tapai industry contributes to increasing family income, which is used to cover basic needs, children's education, and health. Furthermore, housewives are able to balance their roles between economic activities and domestic responsibilities. From the Islamic economic perspective, lemang tapai business activities are permissible as long as they do not violate sharia principles. The study concludes that the involvement of housewives in the lemang tapai home industry plays a significant role in enhancing family welfare. Keywords: housewives, family economy, lemang tapai industry. Islamic economics. PENDAHULUAN Di era sekarang, aktivitas perubahan peran perempuan yang dulunya hanya mengurus rumah tangga di rumah, saat ini beralih peran ikut serta dalam bekerja. Dalam agama Islam terdapat pendapat Ulama yang membolehkan atau tidaknya akan perempuan . bekerja, karena sebenarnya perempuan . tidak wajib untuk mencari nafkah di luar rumah, pria . lah yang wajib mencari nafkah dan menjadi tulang punggung kehidupan keluarga. Allah berfirman dalam QS. NisaAo . :34, berbunyi: A EO a e acOa aI a eIAaCa eO Ia eI a eI aO aE aN eIA ca aA a a aI AA A aEA a A aN eIA a AcEEa a eA a aA a aE a aE Ca acO aI eOIA a aAEaO EIA Artinya: AuKaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka . aki-lak. atas sebagian yang lain . , dan karena mereka . aki-lak. telah menafkahkan sebagian dari harta merekaAy. (QS. AnNisaAo . Namun pada kenyataan saat ini, kebutuhan yang semakin tinggi dan mendesak membuat perekonomian keluarga menjadi kurang terpenuhi dan tercukupi. Partisipasi perempuan saat ini tidak hanya soal persamaan hak, alasannya adalah bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan kehidupan yang semakin hari semakin tinggi dan membutuhkan biaya. 1 Secara umum alasan ibu rumah tangga bekerja adalah untuk membantu ekonomi keluarga. Keadaan perekonomian yang semakin tidak menentu, kesempatan kerja semakin terbatas karena persaingan yang semakin ketat, harga-harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat, pendapatan keluarga yang cenderung tidak meningkat akan berakibat pada terganggunya stabilitas perekonomian keluarga. Dalam kehidupan rumah tangga, perekonomian keluarga memegang peran penting dalam menentukan tingkat kesejahteraan dan ketahanan keluarga. 2 Pada umumnya pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga menjadi tanggung jawab utama kepala keluarga. Namun, dalam kondisi sosial ekonomi saat ini, peran tersebut sering kali tidak dapat dipikul sendiri oleh suami, sehingga mendorong ibu rumah tangga untuk turut ambil bagian dalam membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga, home industri memiliki peran yang sangat strategis mengingat berbagai potensi yang dimilikinya. Potensi tersebut antara lain mencakup jumlah dan penyebarannya, penyerapan tenaga kerja, penggunaan bahan baku lokal, keberadaannya disemua sektor ekonomi, dan ketahanannya terhadap krisis. Salah satu bisnis yang dapat bersaing di era sekarang adalah makanan tradisional. Makanan tradisional dapat bertahan di Handayani M. and Ni Wayan Putu Artini. AoKontribusi Pendapatan Ibu Rumah Tangga Pembuat Makanan Olahan Terhadap Pendapatan KeluargaAo. Jurnal Kependudukan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, 5. , hal. 1Ae9. Marietta Marlina Telaumbanua and Mutiara Nugraheni. AoPeran Ibu Rumah Tangga Dalam Meningkatkan Kesejahteraan KeluargaAo. Sosio Informa, 4. , hal. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 persaingan bisnis era sekarang, apabila produsen mampu menghasilkan produk inovatif dan kreatif sesuai dengan kebutuhan konsumen. Salah satu faktor utama yang mendorong ibu rumah tangga untuk bekerja adalah kebutuhan ekonomi keluarga, di mana penghasilan suami sering kali tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin kompleks, seperti biaya pendidikan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Selain itu, faktor nonekonomi seperti kebutuhan aktualisasi diri, keinginan memperoleh pengalaman, serta dorongan untuk mendapatkan pengakuan sosial juga turut berkontribusi. Motivasi perempuan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi juga menjadi faktor penting dalam peningkatan ekonomi keluarga. Hal ini sejalan mengenai kewirausahaan perempuan bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam menciptakan peluang usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga. (Cresy Lorenza dkk,2. Melihat kondisi sekarang yang tiap keluarga memiliki kebutuhan yang semakin banyak, dan tidak semua dari kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari penghasilan suami, serta naiknya harga kebutuhan pokok yang cukup tinggi dan biaya Pendidikan, dan kebutuhan rumah tangga yang juga harus dipenuhi, membuat istri berpikir untuk ikut mencari pekerjaan dan akhirnya menyebabkan banyaknya fenomena istri yang ikut bekerja sebagai pencari nafkah bagi keluarganya. Namun, menurut ajaran islam, tujuan dari usaha bukan hanya semata untuk mencari keuntungan dunia, namun juga usaha harus dibarengi dengan tujuan akhirat, yaitu dengan cara tawakal, etika dan moral, yang menjunjung tinggi iman dan kejujuran. (Romi Adetio Setiawan, 2. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada objek penelitian di Desa Ulak Lebar Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan ditemukan bahwa beberapa ibu rumah tangga di Pekan Masat Desa Ulak Lebar, dimana ibu rumah tangga terlibat aktif dalam melakukan kegiatan usahanya melalui home industri lemang tapai untuk meningkatkan perekonomian keluarganya. Berdasarkan masalah yang terdapat dalam uraian latar belakang di atas, serta belum ada penelitian yang menyoroti kontribusi ibu rumah tangga di Desa Ulak Lebar dalam konteks usaha lemang tapai dari perspektif ekonomi Islam. Adapun tujuan penelitian ini adalah: Bagaimana peran ibu rumah tangga dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui home industri lemang tapai di Pekan Masat Desa Ulak Lebar? Bagaimana pandangan ekonomi Islam terhadap peran ibu rumah tangga dalam kegiatan home industri lemang tapai? Adapun tujuan penelitian ini adalah: Untuk menganalisis peran ibu rumah tangga dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui home industri lemang tapai di Pekan Masat Desa Ulak Lebar. Untuk mengetahui pandangan ekonomi Islam terhadap peran ibu rumah tangga dalam kegiatan home industri lemang tapai. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 KAJIAN PUSTAKA Ibu Rumah Tangga Dalam keluarga konvensional, suami bertugas mencari nafkah sedangkan istri bertugas mengurus rumah tangga, tetapi dengan tumbuhnya kesempatan bagi wanita bersuami untuk bekerja, maka pola kekeluargaan berubah dan muncul apa yang disebut sebagai dualisme karir. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia Ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang, sebutan untuk wanita yang sudah bersuami, panggilan takzim kepada wanita baik yang sudah bersuami maupun yang belum bersuami. Menurut Joan (Widiastuti, 2. , menjelaskan pengertian ibu rumah tangga sebagai wanita yang telah menikah dan menjalankan tanggung jawab mengurus kebutuhan-kebutuhan di rumah. Sedangkan Menurut Walker dan Thompson (Mumtahinnah, 2. ibu rumah tangga adalah wanita yang telah menikah dan tidak bekerja, menghabiskan sebagian waktunya untuk mengurus rumah tangga dan mau tidak mau setiap hari akan menjumpai suasana yang sama serta tugasAe tugas rutin. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Ibu Rumah Tangga adalah seorang wanita yang telah menikah yang bertanggung jawab menjalankan pekerjaan rumah, merawat anak-anak, memasak, membersihkan rumah dan tidak bekerja diluar rumah. Ibu rumah tangga adalah wanita yang sangat berperan penting dalam keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan masyarakat. Menjadi ibu rumah tangga adalah profesi yang tidak bisa dianggap remeh dan mudah. Posisi ibu dalam keluarga adalah penunjang suatu sistem di dalam masyarakat antara lain. Sebagai unit ekonomi tempat untuk memproduksi pembentukkan angkatan kerja yang baru dan juga sebagai arena konsumen. Merupakan tempat pembentukan kesatuan keluarga secara biologis, system nilai, kepercayaan, agama dan kebudayaan. Sebagai tempat terbentuknya suatu kegiatan biososial yaitu hubungan antara anak ibu dan bapak Sajogyo mengatakan bahwa ibu berusaha memperoleh . disebabkan adanya kemauan ibu untuk mandiri dalam bidang ekonomi yaitu berusaha membiayai kebutuhan hidupnya dan bagi kebutuhan orang lain yang menjadi tanggungannya dengan penghasilan sendiri. Adanya kebutuhan untuk menambah penghasilan keluarga, dikarenakan pendapatan suami yang rendah dan tuntutan kebutuhan yang tinggi, kemungkinan lain makin luasnya kesempatan kerja yang bisa menyerap tenaga kerja wanita antara lain tumbuhnya kerajinan tangan dan industri lain yang dilakukan oleh wanita. Peran Ibu Bekerja, secara alami wanita diciptakan untuk menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga. Sedangkan pria diciptakan untuk menjadi seorang suami Sajogyo P. Peran Wanita Dalam Perkembangan Ekonomi, (Jakarta: Rajawali, 1. , h. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 dan mencari nafkah. Tetapi, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman, peran ini juga telah bergeser, saat ini semakin banyak wanita yang memutuskan untuk bekerja. Keputusan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tuntutan hidup, dan keinginan untuk memperbesar penghasilan keluarga disamping penghasilan suami. Bekerja seorang ibu berarti menambah perannya sebagai perempuan. Peran ganda ini harus dijalani dengan pendisiplinan waktu yang baik. Seorang ibu yang bekerja harus lebih bijak dalam membagi tugas-tugasnya sebagai ibu dan sebagai seorang pekerja mendisplinkan diri dalam pembagian waktu dan menjaga keharmonisan didalam rumah tangga. Seorang ibu yang bekerja membawa pengaruh terhadap aspek kehidupan, baik kehidupan pribadi dan keluarga maupun kehidupan masyarakat sekitar. Adapun manfaat yang dapat diperoleh yaitu dapat membantu meringankan beban yang ditanggung oleh seorang suami yang mungkin kurang memenuhi kebutuhan. Ibu dapat melakukan tugas tersebut sebagai tugas tambahan dalam melakukan kewajiban seorang istri dalam memberikan kasih sayang dan cinta kasih kepada suami dan anak-anaknya, karena dengan bekerja berarti dia telah memberikan pemasukan lebih kepada sang suami dan membantu menaikkan kesejahteraan Ibu memiliki potensi dan eksistensi yang sama dengan laki-laki, baik potensi sosial maupun begitu pula dengan potensi ekonomi. Perekonomian Keluarga Ekonomi merupakan salah satu sosial yang mempelajari aktivitas manusia dimana hubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah ekonomi berasal dari kata Yunani Oikos yang berarti keluarga, rumah tangga, dan Nomous atau peraturan, aturan, hukum, dan secara garis besar diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga. Menurut Samuelson dalam buku yang berjudul AuEkonomi dan pembiyaan pendidikanAy mendenifisikan ekonomi sebagai suatu kegiatan tentang bagaimana manusia memanfaatkan sumber daya produksi yang langkah dalam menghasilkan barang dan jasa serta mendistribusikan untuk kebutuhan konsumsi pada masa sekarang dan dimasa yang akan datang oleh sekolompok orang dan masyarakat. Perekonomian keluarga adalah sistem pengelolaan sumber daya ekonomi oleh keluarga dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Menurut Suparlan . , perekonomian keluarga mencakup semua kegiatan ekonomi rumah tangga yang bertujuan untuk memperoleh, mengelola, dan menggunakan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, dan Kesehatan. Dalam teori ekonomi mikro, keluarga dipandang sebagai unit konsumsi dan sekaligus unit produksi, terutama dalam konteks keluarga yang memiliki usaha rumah tangga atau home industri. Kegiatan ekonomi dalam rumah tangga dapat Huzaema. Tahido Yanggo. Fikih Perempuan Kontemporer, (Bogor : Ghalia Indonesia, 2. Dadang Suhardan. Ekonomi Dan Pembiayaan Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,2. ,H. Suparlan. Pengantar Sosiologi Keluarga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 berupa kegiatan mencari nafkah, mengatur anggaran belanja, menabung, hingga investasi. Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan ekonomi yang terdiri dari produksi, distribusi, dan konsumsi tentunya diperlukan pelaku-pelaku ekonomi, dengan demikian pelaku ekonomi adalah perseorangan, kelompok, atau badan usaha yang melakukan atau terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan ekonomi. Rumah tangga sebagai pelaku ekonomi memegang peranan penting dalam kegiatan Pada umumnya rumah tangga berperan sebagai konsumen, yakni pemakaian barang-barang dan jasa hasil produksi. Tanpa adanya rumah tangga sebagai pihak konsumen8, maka tidak mungkin barang-barang atau jasa diproduksi oleh pihak produsen dan juga tidak akan ada pihak distributor sebagai lembaga penyaluran hasil-hasil produksi. Sebaliknya, rumah akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diperlukan tanpa adanya pihak produsen dan konsumen. Adapun peranan rumah tangga sebagai pelaku ekonomi adalah sebagai berikut: Bekerja mencari dan meningkatkan pendapatannya. Mengatur anggaran rumah tangga. Selektif dalam memilih dan membeli barang atau jasa yang diperlukan. Mengatur pemakaian barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan. Menghargai barang atau jasa hasil produksi dalam negeri Membeli barang atau jasa susuai dengan daya belinya. Home Industri Menurut Soerjono Soekanto . Home industri adalah suatu unit usaha dalam skala kecil yang bergerak di bidang industri tertentu. Home berarti rumah atau tempat tinggal. Sedangkan industri dapat diartikan kerajinan, usaha produk barang atau perusahaan. Jadi home industri adalah usaha rumahan untuk memproduksi barang atau produk. Dikatakan sebagai usaha kecil karena jenis kegiatan ekonominya dipusatkan di rumah. Menurut T. Tambunan . Home industri merupakan kegiatan industri yang dikerjakan di rumah-rumah penduduk yang pekerjanya merupakan anggota keluarga sendiri dan masyarakat sekitar rumah tempat produksi yang tidak terikat jam kerja dan tempat. Industri kecil juga dapat diartikan usaha produktif di luar usaha pertanian, baik itu merupakan mata pencaharian utama maupun Menurut Siti Susana . Home Industri bisa diartikan sebagai industri rumahan, karena dalam kategori usaha skala kecil yang dikelola oleh keluarga. Home Industry adalah kegiatan usaha mengolah produk barang atau perusahaan Widiyanto. AuPemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui Home Industri. Ay Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, . Vol. Tohari Syarifudi. Soleh Kartasaputra, dan Oji Mahroji. Pegangan Ekonomi, (Bandung: CV. Armico, 1994 ), h. Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta: CV Rajawali, 1. , h. Tambunan. Perkembangan Industri Skala Kecil di Indonesia (Jakarta: Mutiara Sumber wijaya, 1. , h. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 kecil yang berada di sekitar rumah. Diartikan sebagai perusahaan kecil karena jenis kegiatan ekonomi ini dipusatkan di rumah. Hubungan antara home industri dan ekonomi Islam terletak pada kesamaan tujuan untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan sosial. Dalam ekonomi Islam, kesejahteraan bukan hanya dilihat dari sisi material, tetapi juga dari sisi spiritual dan moral. Kegiatan usaha yang dilakukan dengan mematuhi prinsip-prinsip syariah seperti kehalalan produk, keadilan dalam transaksi, serta tanggung jawab sosial, mencerminkan nilai-nilai Islam yang luhur. Home industri yang dijalankan oleh masyarakat, terutama ibu rumah tangga, menjadi sarana untuk memberdayakan keluarga secara ekonomi tanpa harus keluar dari rumah, yang sejalan dengan konsep maslahah . dalam Islam. Selain itu, home industri juga mencerminkan prinsip iAotidal . , karena mampu menjaga peran perempuan dalam rumah tangga sekaligus produktif dalam bidang ekonomi. Oleh karena itu, home industri tidak hanya berkontribusi terhadap penghasilan keluarga, tetapi juga menjadi alat dakwah sosial ekonomi yang mencerminkan implementasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ekonomi Islam Ekonomi islam merupakan ilmu dan praktik kegiatan ekonomi berdasarkan kaidah-kaidah islam yakni ajaran yang sesuai dan tidak bertentangan dengan AlQurAoan dan sunnah Rasulullah saw yang bertujuan mewujudkan kebahagian dan kesejahteraan manusia serta keseimbangan di dunia dan akhirat. Pada pelaksanaan sistem ekonomi islam haruslah mengedepankan prinsip-prinsip ekonomi yang bertujuan untuk mensejahterakan umat manusia. Prinsip-prinsip ekonomi islam yang merupakan bangunan ekonomi Islam didasarkan atas empat prinsip yakni: ketauhidan/kesatuan, adil, ikhtiar, dan tanggung jawab. Dalam prinsip tauhid, seorang pemasar syariah meyakini bahwa hukum-hukum ketuhanan/ketauhidan ini adalah hukum yang ideal, paling sempurna, paling tepat untuk segala bentuk kerusakan. seorang pemasar syariah akan selalu merasa bahwa allah senantiasa mengawasinya. sehingga ia akan mampu untuk menghindari segala macam perbuatan yang menyebabkan orang lain tertipu atas produk-produk yang dijualnya. dengan konsep ini seorang pemasar akan hati-hati dalam prilaku pemasarannya dan berusaha tidak merugikan konsumen. seorang pemasar syariah hanya berorientasi pada keuntungan, maka ia dapat merugikan konsumen dengan memberikan jaminan palsu. namun seorang pemasar syariah memiliki orientasi maslahah, sehinga tidak hanya mencari keuntungan namun diimbangi dengan keberkahan di dalamnya. Prinsip adil berarti dalam beraktivitas di dunia kerja dan bisnis, islam mengharuskan untuk berbuat adil, tak terkecuali pada pihak yang tidak disukai. semua aspek kehidupan harus seimbang agar dapat menghasilkan keteraturan Siti Susana. AoPeranan Home Industry Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Desa Mengkirau Kecamatan Merba. Ao. Doktoral Disektation, universitas islam negeri sultan syarif kasim riau, 2012, h. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 dan keamanan sosial sehinga kehidupan manusia di dunia ini dan diakhirat nanti melahirkan harmoni dan keseimbangan. 12 dengan demikian keseimbangan, kebersamaan, kemoderatan merupakan prinsip etis mendasar yang harus diterapkan dalam aktivitas maupun entitas bisnis. Prinsip ikhtiar merupakan bagian penting dalam etika bisnis islam, tetapi kebebasan itu tidak dapat merugikan kepentingan kolektif. kepentingan individu dibuka bebas, tidak adanya batasan pendapat bagi seseorang mendorong manusia untuk aktif bekerja dengan segala potensi yang dimilikinya. kecenderungan manusia untuk terus menerus memenuhi kebutuhan pribadinya yang tidak terbatas dikendalikan dengan adanya kewajiban setiap individu terhadap masyarakatnya melalui zakat, infak, dan sedekah. Prinsip tanggung jawab berarti kebebasan tanpa batas adalah suatu hal yang mustahil yang dilakukan oleh manusia karena tidak menuntut adanya pertanggungjawaban dan kesatuan, manusia perlu tindakannya. Secara logis prinsip ini berhubungan erat dengan kehendak bebas. Namun harus memberikan pertanggung jawabannya nanti dihadapan Allah SWT atas segala keputusan dan Dari keempat prinsip diatas, dapat diketahui bahwa Islam sangat melarang seorang muslim untuk melakukan usaha yang tidak halal, termasuk dalam melakukan transaksi jual beli. Hal ini menandakan bahwa Islam tidak hanya berfokus pada bagaimana memaksimalkan penghasilan yang akan didapatkan, tetapi sebagai seorang muslim juga harus memperhatikan sektor bisnis yang akan dilakukan, apakah usahanya bertentangan dengan prinsip Islam atau tidak. Karena jika suatu usaha yang dilakukan bertentangan dengan prinsip Islam, maka penghasilan yang didapatkan akan berasal dari sektor yang tidak halal dan dilarang dalam agama Islam. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengunakan metode studi lapangan . ield researc. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Pekan Masat Desa Ulak Lebar dengan pertimbangan tingginya aktivitas home industri lemang tapai yang dikelola ibu rumah tangga. Informan dari penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria. Ibu rumah tangga yang telah menikah . Lokasi usaha terletak diarea sekitar Pekan Masat Desa Ulak Lebar . Pemilik sekaligus pengelola usaha lemang tapai minimal 1 tahun, dan . Suami bekerja dengan penghasilan tidak tetap. Berdasarkan kriteria tersebut, informan terpilih sebanyak enam orang ibu rumah tangga yang sesuai kriteria. Pengumpulan data dilakukan menggunakan model Sofyan Harahap. Etika Bisnis dalam perspektif Islam, h. Tari Diana Putri and Romi Adetio Setiawan. Pandangan Ekonomi Islam Dalam Menentukan Harga Komoditi Pertanian Penulis : Tari Diana Putri Romi Adetio Setiawan, 2023. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Peran Ibu Rumah Tangga dalam Home Industri Lemang Tapai Berdasarkan hasil wawancara dengan enam informan yang menjalankan usaha lemang tapai di Pekan Masat Desa Ulak Lebar, diketahui bahwa motivasi utama mereka menjalankan usaha tersebut adalah untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Beberapa informan juga menyatakan bahwa keterlibatan mereka dalam usaha lemang tapai didorong oleh keinginan untuk membantu meningkatkan pendapatan Sejalan dengan motivasi tersebut, keterlibatan ibu rumah tangga dalam usaha lemang tapai menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk menjalankan peran ganda, yaitu sebagai pengelola rumah tangga sekaligus sebagai pelaku ekonomi. Para informan dalam penelitian ini menunjukkan adanya strategi pengelolaan waktu yang baik antara aktivitas domestik dan kegiatan usaha. Sebagian besar informan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga terlebih dahulu sebelum memulai aktivitas produksi lemang tapai. Selain itu, keberhasilan ibu rumah tangga dalam menjalankan peran ganda juga didukung oleh adanya pembagian kerja dalam keluarga. Suami, anak, dan bahkan tetangga turut berkontribusi dalam produksi maupun pemasaran, sehingga menciptakan sistem kerja yang efisien. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi yang mereka jalankan tidak menggantikan peran domestik, melainkan berjalan secara berdampingan. Kondisi ini sejalan dengan konsep triple role of women yang dikemukakan oleh Caroline Maser . yang menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran produktif dan reproduktif yang dijalankan secara bersamaan melalui strategi pengelolaan waktu dan pembagian kerja yang efektif. 14 Dengan demikian, ibu rumah tangga mampu menciptakan keseimbangan antara tanggung jawab domestik dan aktivitas ekonomi tanpa menimbulkan konflik yang berarti. Selain memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga, hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha lemang tapai juga memberikan manfaat sosial bagi keluarga para informan. Pendapatan yang diperoleh dari usaha tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan seharihari, biaya pendidikan anak, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh ibu rumah tangga tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga secara Dengan demikian, usaha yang dijalankan oleh ibu rumah tangga Caroline Moser. Gender Planning and Development: Theory. Practice and Training (London: Routledge, 1. , hlm. 17Ae19. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 dapat dipandang sebagai bentuk investasi sosial bagi masa depan keluarga, terutama dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran ibu rumah tangga dalam home industri lemang tapai merupakan hasil dari interaksi antara motivasi bekerja yang beragam, strategi pembagian waktu yang fleksibel, serta kontribusi ekonomi yang signifikan terhadap keluarga. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan membentuk suatu peran yang kompleks, di mana ibu rumah tangga tidak hanya sebagai pengelola domestik, tetapi juga sebagai aktor ekonomi yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. 2 Dampak Usaha Terhadap Perekonomian Keluarga Berdasarkan hasil penelitian, usaha home intustri lemang tapai yang dijalankan oleh ibu rumah tangga, memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian keluarga pelaku usaha. Dampak tersebut tidak hanya sebatas pada peningkatan pendapatan, tetapi juga mencakup aspek ketahanan ekonomi keluarga, peningkatan kualitas hidup, serta perubahan struktur peran ekonomi dalam keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan usaha lemang tapai tidak hanya sebagai aktivitas ekonomi tambahan, tetapi telah menjadi bagian dalam sistem ekonomi keluarga. Secara empiris, para informan menyatakan bahwa pendapatan yang diperoleh dari usaha lemang tapai mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, seperti kebutuhan konsumsi sehari-hari, biaya pendidikan anak, serta kebutuhan lainnya. Bahkan ada beberapa informan menyatakan bahwa, usaha lemang tapai merupakan sumber pendapatan utama keluarga, hal ini menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap keberlangsungan usaha tersebut. Kondisi ini mengindikasikan bahwa home industri lemang tapai memiliki kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kapasitas ekonomi rumah tangga. Dalam perspektif ekonomi keluarga, peningkatan pendapatan tersebut mencerminkan adanya optimalisasi pemanfaatan sumber daya keluarga, khususnya tenaga kerja ibu rumah tangga Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Gary Becker . yang menyatakan bahwa rumah tangga merupakan unit ekonomi yang mengalokasikan sumber daya secara rasional untuk memaksimalkan kesejahteraan. Dalam konteks penelitian ini, keterlibatan ibu rumah tangga dalam kegiatan usaha lemang tapai merupakan bentuk strategi rasional untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga. Dampak dari usaha ini juga terlihat pada aspek ketahanan ekonomi keluarga. Dengan adanya usaha lemang tapai sebagai sumber pendapatan tambahan, keluarga tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan, tetapi memiliki alternatif pendapatan yang dapat digunakan untuk menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu. Selain itu usaha lemang tapai juga memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas hidup keluarga. Pendapatan yang Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 diperoleh tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga dialokasikan untuk kebutuhan jangka Panjang seperti pendidikan anak. Di sisi lain, keberadaan home industri lemang tapai juga membawa perubahan dalam struktur peran ekonomi dalam rumah tangga. Ibu rumah tangga yang sebelumnya berperan di sektor domestik kini turut berkontribusi dalam sektor produktif. Secara keseluruhan hasil penelitian ini, dampak usaha lemang tapai terhadap perekonomian keluarga menunjukkan bahwa home industri lemang tapai memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian keluarga, baik dalam aspek peningkatan pendapatan, ketahanan ekonomi, maupun perubahan struktur peran dalam rumah tangga. Dengan demikian, usaha ini dapat dipandang sebagai salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis rumah tangga, yang mampu, meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. 3 Nilai Sosial dan Gotong Royong Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa keberlangsungan home industri lemang tapai tidak hanya ditopang oleh aspek ekonomi saja, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh nilai sosial dan gotong royong yang terbangun di antara pelaku usaha, keluarga, dan masyarakat sekitar. Nilai sosial tersebut menjadi pondasi penting dalam mendukung kelancaran proses produksi sekaligus memperkuat hubungan sosial antar individu yang terlibat dalam kegiatan uasha. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan, ada beberapa informan menyatakan bahwa dalam menjalankan usaha lemang tapai, keterlibatan anggota keluarga seperti suami, anak, serta partisipasi tetangga merupakan, hal yang tak terpisahkan. Aktivitas produksi yang membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup besar, seperti proses memasak dan pembakaran lemang, tidak dapat dilakukan secara individu, sehingga membutuhkan kerja sama. Kondisi ini menunjukkan bahwa usaha lemang tapai tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga berbasis sistem kerja sosial yang kolektif. Nilai gotong royong yang diterapkan dalam usaha ini tercermin dari adanya pembagian kerja yang tidak kaku, dimana setiap individu berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan peran masing-masing. Dalam praktiknya, ibu rumah tangga berperan dalam proses produksi, sementara anggota keluarga lain membantu dalam pemasaran atau distribusi. Bahkan ada informan yang menyatakan bahwa tetangga sekitar turut membantu dalam proses produksi, hal ini menunjukkan adanya keterlibatan komunitas dalam kegiatan rumah Selain itu, nilai gotong royong juga berperan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha. Dengan adanya kerja sama antar individu, proses produksi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif, sehingga mampu untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi. Nilai sosial yang terbangun dalam usaha lemang tapai juga berkontribusi dalam memperkuat hubungan kekeluargaan. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Aktivitas produksi yang dilakukan secara bersama-sama menciptakan interaksi sosial yang intens, sehingga mempererat hubungan antar keluarga. Selain itu keterlibatan tetangga dalam kegiatan usaha lemang tapai juga memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat, sehingga pada akhirnya menciptakan lingkungan yang harmonis. Hal ini sejalan dengan temuan dalam studi yang menunjukkan bahwa praktik gotong royong dalam usaha mikro berbasis rumah tangga mampu meningkatkan koneksi sosial serta memperkuat jaringan sosial dalam masyarakat. 15 Dengan demikian, usaha lemang tapai tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun dan memperkuat hubungan sosial. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai sosial dan gotong royong memiliki peran yang sangat pentinga dalam keberlangsungan home industry lemang tapai yang dijalankan oleh ibu rumah tangga. 4 Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Peran Ibu Rumah Tangga Berdasarkan hasil penelitian, keterlibatan ibu rumah tangga dalam aktivitas ekonomi seperti home industri lemang tapai menunjukkan kesesuaian yang kuat dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Aktivitas yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan material saja, tetapi juga dilandaskan pada nilai-nilai spiritual dan etika, seperti tauhid, keadilan, ikhtiar dan tanggung jawab, serta memenuhi syarat-syarat yang dibolehkan bagi perempuan atau ibu rumah tangga untuk bekerja dalam Islam. Berdasarkan hasil wawancara kepada informan, para informan menyatakan bahwa keterlibatan mereka dalam usaha lemang tapai dilakukan dengan tujuan yang jelas yaitu untuk membantu perekonomian keluarga, dengan tetap memperhatikan tanggung jawab utama sebagai ibu rumah tangga. Selain itu, usaha yang dijalankan dipastikan berada pada koridor halal, baik dari segi proses produksi maupun tujuan penggunaannya. Pendapatan yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pendidikan anak, yang mencerminkan adanya keinginan pada kemaslahatan atau kebaikan bersama. Dari perspektif prinsip tauhid, aktivitas usaha yang dijalankan oleh ibu rumah tangga mencerminkan kesadaran bahwa seluruh kegiatan ekonomi yang mereka lakukan merupakan bagian dari pengabdian kepada Allah SWT. Berdasarkan hasil wawancara, para informan memandang usaha lemang tapai sebagai bentuk ikhtiar untuk memperoleh rezeki yang halal dan berkah, yang kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan duniawi, tetapi juga sebagai bagian dari ibadah. Prinsip tauhid dalam ekonomi Islam menekankan bahwa seluruh aktivitas manusia, termasuk bekerja, harus dilandasi dengan niat karena Allah dan dilakukan sesuai dengan aturan syariat. Lilis Setyawati. AuPeran Gotong Royong dalam Pengembangan Usaha Mikro di Pedesaan,Ay Jurnal Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 1, 2020, hlm. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Prinsip keadilan . l-ad. , peran ibu rumah tangga dalam menjalankan usaha lemang tapai mencerminkan keseimbangan dalam pembagian peran dalam sektor domestic, tetapi juga turut berkontribusi dalam sektor ekonomi tanpa mengabaikan tanggung jawab utamanya. Selain itu, dalam praktik usahanya tidak ditemukan adanya eksploitasi atau ketidakadilan, baik dalam pembagian kerja maupun dalam proses produksi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dijalankan mencerminkan nilai keadilan, yaitu menempatkan sesuatu pada posisi yang semestinya serta memberikan hak dan kewajiban secara proporsional. Prinsip ikhtiar, keterlibatan ibu rumah tangga dalam usaha lemang tapai merupakan bentuk usaha aktif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Para informan menyadari bahwa pemenuhan kebutuhan hidup tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan, sehingga mereka berinisiatif untuk menjalankan usaha sebagai bentuk ikhtiar. Dalam Islam, ikhtiar merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, dimana setiap individu dituntut untuk berusaha secara maksimal dalam memperoleh rezeki yang halal. Prinsip tanggung jawab . , ibu rumah tangga memandang usaha yang mereka jalankan sebagai bentuk tanggung jawab dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pendapatan dari usaha yang diperoleh mereka gunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak, yang menunjukkan adanya kesadaran akan peran dan kewajiban dalam keluarga. Selain itu, tanggung jawab juga terlihat dalam upaya menjalankan usaha dengan jujur. Dalam ekonomi Islam, amanah merupakan prinsip penting yang menekankan bahwa setiap aktivitas ekonomi harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan jujur. Berdasarkan keempat prinsip diatas, peran dan aktivitas usaha yang dijalankan ibu rumah tangga dalam home industri lemang tapai menunjukkan bahwa tidak bertentangan dengan ajaran Islam, dan juga dapat dikategorikan sebagai bentuk impelementasi nilai-nilai ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perspektif ekonomi Islam, aktivitas bekerja bagi perempuan, termasuk ibu rumah tangga, pada dasarnya diperbolehkan selama memenuhi beberapa syarat, seperti tidak melanggar syariat, mendapatkan izin suami, serta tidak mengabaikan tanggung jawab utama dalam rumah tangga. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Pekan Masat Desa Ulak Lebar, dapat disimpulkan bahwa ibu rumah tangga memiliki peran yang cukup signifikan dalam meningkatkan perekonomian kelua rga melalui kegiatan home industri lemang tapai di Pekan Masat Desa Ulak Lebar. Peran ibu rumah tangga yang pada umumnya berfokus pada aktivitas mengurus rumah tangga, merawat anak, dan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, dalam praktiknya juga dapat berkembang ke ranah produktif melalui kegiatan ekonomi yang dilakukan dari Keterlibatan ibu rumah tangga dalam usaha lemang tapai menunjukkan Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 adanya perubahan peran yang dipengaruhi oleh kondisi sosial dan ekonomi keluarga, khususnya ketika pendapatan suami belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selain memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga, usaha lemang tapai juga menunjukkan kemampuan ibu rumah tangga dalam menjalankan peran ganda, yaitu sebagai pengelola rumah tangga sekaligus sebagai pelaku usaha. Para informan dalam penelitian ini mampu mengatur waktu secara efektif antara aktivitas domestik dan kegiatan produksi lemang tapai, sehingga kedua peran tersebut dapat dijalankan secara seimbang. Pendapatan yang diperoleh dari usaha tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga, seperti kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Dengan demikian, keberadaan home industri lemang tapai tidak hanya berperan dalam meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan. Dari perspektif ekonomi Islam, keterlibatan ibu rumah tangga dalam aktivitas ekonomi merupakan hal yang diperbolehkan selama tetap memperhatikan prinsipprinsip syariah, seperti memperoleh izin dari suami, menjaga tanggung jawab utama dalam keluarga, serta menjalankan usaha dengan niat mencari rezeki yang Berdasarkan hasil penelitian, para ibu rumah tangga menjalankan usaha lemang tapai dengan kesadaran religius yang tinggi, yaitu dengan niat membantu keluarga dan mencari rezeki yang halal serta berkah. Selain itu, kegiatan usaha tersebut juga memperlihatkan adanya nilai-nilai sosial seperti kerja sama dan gotong royong yang melibatkan anggota keluarga maupun masyarakat sekitar. Oleh karena itu, home industri lemang tapai dapat dipandang tidak hanya sebagai kegiatan ekonomi semata, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi perempuan yang tetap selaras dengan nilai-nilai sosial dan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam kehidupan masyarakat. Daftar Pustaka