Analisis metode pencatatan dan penilaian persediaan berdasarkan PSAK 14 pada PT. Hasjrat Abadi Manado Yulindah Roma Parsaulian Simatupang Corresponding author: yulindahsimatupang077@gmail. Sam Ratulangi University - Indonesia David Paul Elia Saerang Sam Ratulangi University - Indonesia Robert Lambey Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. ABSTRACT Inventory plays a strategic role as a current asset in trading companies, particularly in the automotive sector Keywords where products have high value and are prone to slow inventory accounting This study aims to analyze the methods of inventory recording andrecording and valuation of car inventory at PT. Hasjrat Abadi Manado and to evaluate their compliance with PSAK 14 PSAK 14. The research employs a qualitative approach trading company with a case study design. Data were collected through semi-structured JEL Classification documentation, and analyzed using descriptive M41 M48 qualitative techniques by comparing company practices with the provisions of PSAK 14. The results show that the Received 17 December 2025 company has implemented a perpetual inventory Revised 28 December 2025 recording method supported by a computerized Dealer Accepted 29 December 2025 Management System (DMS), which is consistent with Published 31 December 2025 PSAK 14. In addition, the valuation of car inventory uses the specific identification method, which is appropriate given the unique characteristics of each vehicle unit. However, the study finds that the company has not recognized impairment for slow-moving car inventory, even though its net realizable value has declined due to significant sales discounts. This practice is not fully in accordance with the lower of cost or net realizable value principle as required by PSAK 14. These findings highlight the need for improved inventory valuation policies to enhance the reliability of financial reporting. A2025 Yulindah Roma Parsaulian Simatupang. David Paul Elia Saerang. Robert Lambey This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pendahuluan Persediaan merupakan salah satu aset lancar yang memiliki peran strategis dalam menunjang keberlangsungan operasi perusahaan dagang, khususnya pada sektor otomotif yang memiliki karakteristik produk bernilai tinggi dan perputaran penjualan yang Pengelolaan persediaan yang tidak tepat berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti penumpukan stok, penurunan nilai persediaan, serta distorsi informasi keuangan yang berdampak pada pengambilan keputusan manajerial. Oleh karena itu, pencatatan dan penilaian persediaan yang andal dan sesuai dengan standar akuntansi menjadi prasyarat penting dalam menjaga kualitas laporan keuangan perusahaan. Persediaan merupakan unsur terpenting dalam sebuah perusahaan terutama pada perusahaan dagang. Hal ini dikarenakan, persediaan merupakan salah satu aset lancar yang menunjang aktivitas operasi kegiatan perusahaan dalam aktivitas barang dagang. Namun masih banyak perusahaan yang belum memahami bagaimana melakukan pencatatan dan penilaian terhadap persediaan dengan baik dikarenakan oleh beberapa faktor yaitu, kurangnya informasi ataupun pengetahuan terhadap metode pencatatan dan penilaian terhadap persediaan, perusahaan yang statis sehingga sulit menerima masukan dari pihak lain serta tidak ingin adanya perubahan dalam strategi manajemen keuangan yang mungkin dikarenakan perusahaan cepat puas atas pencapaian yang pernah diterima. Setiap perusahaan perlu menjaga kepatuhan terhadap peraturan akuntansi yang berlaku di Indonesia seperti Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). PSAK 14 ini dapat membantu perusahaan dagang untuk mengontrol pencatatan persediaannya menjadi lebih kompleks dan terus berinovasi serta PSAK 14 diharapkan bisa memberikan pedoman kepada perusahaan dalam menyajikan laporan keuangannya dengan PT Hasjrat Abadi Manado merupakan perusahaan dagang otomotif dengan persediaan kendaraan mobil bernilai tinggi dan perputaran relatif lambat, sehingga rentan mengalami penurunan Sebagian besar penelitian sebelumnya mengenai PSAK 14 berfokus pada persediaan homogen dan berperputaran cepat, sementara kajian atas persediaan kendaraan mobil yang lambat terjual masih terbatas. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menganalisis metode pencatatan dan penilaian persediaan kendaraan mobil pada PT Hasjrat Abadi Manado serta mengevaluasi penerapan prinsip lower of cost or net realizable value sesuai PSAK 14. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang beragam terkait penerapan PSAK 14 dalam praktik. Beberapa studi menemukan bahwa pencatatan dan penilaian persediaan belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan PSAK 14, khususnya dalam hal pengukuran dan pengakuan nilai persediaan (Ponggohong et al. Marsipah et al. , 2. Sebaliknya, penelitian lain menyimpulkan bahwa perusahaan telah menerapkan metode pencatatan dan penilaian persediaan sesuai dengan standar yang berlaku (Juliyanti dan Putra . Rama dan Febransyah, 2. Perbedaan temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan PSAK 14 masih sangat bergantung pada karakteristik persediaan dan kebijakan internal masing-masing perusahaan. Fokus penelitian ini pada salah satu persediaan yaitu kendaraan Pemilihan persediaan kendaraan mobil sebagai objek penelitian didasari oleh minimnya kajian sebelumnya mengenai topik ini. Lebih lanjut, ditemukan bahwa perusahaan memiliki inventaris mobil yang menumpuk dan tidak bergerak selama periode panjang. Kondisi ini, berpotensi menyebabkan penurunan nilai dan kesulitan dalam penjualan. PT Hasjrat Abadi Manado, persediaan mobil pada PT Hasjrat Abadi cenderung lambat terjual dan apabila unit-unit tersebut tidak berhasil dipasarkan dan tetap tersimpan di dealer atau gudang dalam jangka waktu yang panjang, biasanya melampaui satu tahun penjualan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pencatatan dan penilaian persediaan kendaraan mobil pada PT. Hasjrat Abadi Manado serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan ketentuan PSAK Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan literatur akuntansi persediaan serta memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Tinjauan Konsep laporan keuangan Laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan. Di mana informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan dalam suatu perusahaan. Setiap perusahaan pasti menjadikan laporan keuangan sebagai alat bantu dalam memperoleh informasi tentang posisi keuangan sampai pada hasilhasil yang telah dicapai dalam perusahaan, dengan begitu perusahaan mengharapkan laporan keuangan dapat membantu dalam mengambil keputusan ekonomi yang bersifat finansial. Laporan keuangan adalah laporan pertanggungjawaban keuangan yang memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja keuangan dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan (Harahap dan Hafizh, 2. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Laporan keuangan adalah dokumen yang menyajikan informasi keuangan kepada suatu perusahaan atau kepada pihak yang membutuhkan untuk periode tertentu. Tujuan utama dari laporan keuangan adalah memberikan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya seperti direktur dan manajer keuangan. Direktur operasional dan manajer pemasaran, manajer dan supervisor pemegang saham, investor, kreditor, dan pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap entitas tertentu. Persediaan Menurut Harahap dan Richmayati . persediaan adalah aktiva lancar yang meliputi barang dagang perusahaan dengan tujuan dijual dalam satu periode atau pada waktu yang ditentukan oleh perusahaan. Ketika kegiatan bisnis berfluktuasi maka perusahaan akan lebih mudah dalam melihat pengaruh persediaan terhadap laba. Selama situasi dalam perusahaan dikatakan baik, penjualan menjadi meningkat dan persediaan akan lebih cepat bergerak dari pembelian ke penjualan. Sebaliknya, jika kondisi perusahaan buruk dan penjualan menurun, persediaan akan bertumpuk, usang ataupun perusahaan bisa saja menjual persediaannya dengan harga jual yang lebih murah dari Hal, inilah yang dapat membuat kerugian pada suatu perusahaan jika tidak adanya prediksi terhadap laporan Menurut Vikaliana et al. Persediaan merupakan salah satu unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan yang secara kontinu diperoleh, diubah, yang kemudian dijual kembali. Selain itu, persediaan dapat memperlancar kegiatan produksi/pelayanan kepada konsumen serta memenuhi kebutuhan dari konsumen Menurut Zaini dan Andriana . metode average atau metode rata-rata tertimbang adalah metode yang membagi antara biaya barang yang tersedia untuk dijual dengan jumlah unit yang tersedia. Menurut Atika et al. jenis persediaan bisa dilihat berdasarkan jenis perusahaannya, baik itu perusahaan dagang ataupun perusahaan manufaktur. Dalam perusahaan dagang hanya terdapat satu jenis persediaan yaitu persediaan barang dagang . erchandise inventor. , barang ini merupakan barang yang telah selesai diproduksi dan sudah . siap untuk dipasarkan kepada Sedangkan, pada perusahaan Manufaktur memiliki beberapa jenis persediaan yaitu: Persediaan bahan baku . aw materia. Persedian ini adalah bahan mentah yang akan diolah dan di proses oleh perusahaan untuk dijadikan produk akhir. Persediaan ini bisa terdiri dari berbagai macam bahan. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. tergantung pada jenis produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Persediaan barang dalam proses . ork in proces. Persediaan ini berada dalam tahap selanjutnya yaitu persediaan yang sedang diproduksi atau persediaan yang belum mencapai tahap akhir dan masih memerlukan proses produksi lebih Barang dalam proses ini adalah hasil dari bahan baku yang sedang diolah menjadi suatu produk. Persediaan barang jadi (Finished good. Merupakan barang yang telah selesai di produksi atau diolah dan siap untuk dipasarkan atau dikirimkan kepada pelanggan. Metode pencatatan persediaan Olivia et al. meyatakan perusahaan mencatat dan mengakui persediaannya bukan pada harga jual melainkan, sebesar harga yang tercantum di faktur pembelian. Jika perusahaan memiliki pengeluaran tambahan seperti dalam transaksi pembelian barang, biaya angkut pembelian maka akan dicatat dalam akun yang terpisah. Sama halnya jika perusahaan mendapat potongan Metode penilaian persediaan Menurut Aspirandi dkk . dalam metode penilaian persediaan ada beberapa macam metode umum yang digunakan yaitu: Identifikasi khusus. biaya rata-rata . masuk pertama, keluar pertama (FIFO) dan masuk terakhir, keluar pertama (LIFO). Metode FIFO (First in First Ou. Menurut Hartono dan AsjAoari . Dalam metode FIFO atau pertama masuk pertama keluar, material yang pertama masuk atau pertama dibeli langsung digunakan dalam proses Dengan demikian persediaan pada akhir periode dinilai dengan harga pada pembelian terakhir. Oleh karena itu HPP (Harga Pokok Penjuala. dihitung berdasarkan biaya yang dikeluarkan pada saat produk dibuat. Pada prinsipnya, metode ini sangat mengutamakan unsur tanggal. Menurut Utami et al. metode ini mengasumsikan bahwa barang yang keluar atau dijual harus sesuai dengan pesanan pembelian. mana barang yang dibeli terlebih dahulu harus dikeluarkan sebelum barang yang dibeli kemudian. Penerapan metode FIFO perpetual juga akan memberikan kemudahan pengambilan keputusan dalam hal menentukan pembelian persediaan bahan baku (Ratnasari dan Nurdiniah, 2. Metode LIFO (Last in First Ou. Metode ini menganggap bahwa barang yang dibeli lebih akhir akan dijual/ dikeluarkan terlebih dahulu. Metode ini biasanya digunakan dalam situasi di mana harga-harga barang Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Metode cenderung naik seiring waktu dengan tujuan mengurangi laba kena pajak. Namun, dengan menggunakan metode ini juga dapat menimbulkan kerusakan atau usang terhadap persediaan yang masih dalam gudang. Hery . menyatakan Dahulu, metode LIFO . ast-in, first-ou. diperkenankan untuk tujuan akuntansi komersial namun tidak untuk tujuan akuntansi pajak . arena metode LIFO akan membuat harga pokok penjualan menjadi paling besar dibanding dengan metode penilaian persediaan lainnya, khususnya pada saat terjadi inflasi, sehingga berdampak pada kecilnya laba maupun paja. Metode rata-rata (Average Cost Metho. Menurut Hery . Metode rata-rata merupakan metode yang menganggap bahwa barang yang tersedia untuk dijual adalah homogen . dan alokasi barang yang tersedia untuk dijual berdasarkan harga perolehan rata rata tertimbang dan rata-rata Metode identifikasi khusus (Specific Identification Metho. Menurut Hery . mengemukakan bahwa Metode Identifikasi khusus yaitu setiap barang diberi tanda khusus (Inventory ta. yang mencatat jenis barang, tanggal pembelian, harga perolehan per unit dan harga perolehan total sehingga, pada akhir periode dapat segera diketahui harga perolehan persediaan akhir dan harga pokok penjualannya. Biasanya metode ini diterapkan pada perusahaan yang menjual barang dagangan dengan jumlah dan jenis yang terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik pencatatan dan penilaian persediaan kendaraan mobil pada PT. Hasjrat Abadi Manado serta kesesuaiannya dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 14. Pendekatan studi kasus dipilih karena penelitian ini berfokus pada fenomena spesifik yang terjadi dalam satu entitas perusahaan, khususnya terkait pengelolaan persediaan mobil yang memiliki karakteristik unik dan risiko penurunan nilai akibat keterlambatan penjualan. Objek penelitian adalah persediaan kendaraan mobil yang dimiliki oleh PT. Hasjrat Abadi Manado sebagai salah satu perusahaan dagang otomotif. Unit analisis dalam penelitian ini mencakup kebijakan akuntansi persediaan, prosedur pencatatan transaksi persediaan, metode penilaian persediaan, serta perlakuan akuntansi terhadap persediaan yang mengalami keterlambatan Fokus penelitian diarahkan pada periode operasional berjalan yang relevan dengan penerapan PSAK 14 . evisi terbar. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yang bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pencatatan persediaan, seperti staf bagian akuntansi, bagian gudang, dan manajemen terkait. Pemilihan informan dilakukan secara purposive, dengan mempertimbangkan pemahaman dan keterlibatan informan terhadap sistem pencatatan dan penilaian persediaan perusahaan. Data sekunder diperoleh dari dokumen internal perusahaan, antara lain kebijakan akuntansi persediaan, laporan persediaan, prosedur operasional standar (SOP), serta dokumen pendukung lainnya yang relevan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memahami secara langsung alur pencatatan dan pengelolaan persediaan kendaraan mobil dalam sistem Dealer Management System (DMS) yang digunakan perusahaan. Wawancara bertujuan untuk menggali informasi terkait kebijakan dan praktik akuntansi persediaan, termasuk perlakuan terhadap persediaan yang lambat Dokumentasi digunakan untuk memverifikasi data hasil observasi dan wawancara serta memperkuat temuan penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan tahapan yang meliputi: . reduksi data, yaitu pemilahan dan penyederhanaan data yang relevan dengan fokus penelitian. penyajian data, yaitu pengorganisasian data dalam bentuk narasi dan tabel analisis yang memudahkan interpretasi. penarikan kesimpulan, yaitu interpretasi temuan penelitian dengan membandingkan praktik akuntansi persediaan yang diterapkan perusahaan dengan ketentuan PSAK 14. Proses analisis ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi kesesuaian maupun ketidaksesuaian perlakuan akuntansi persediaan secara sistematis dan objektif. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode, dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain itu, peneliti melakukan pengecekan ulang informasi kepada informan . ember chec. guna memastikan akurasi dan konsistensi data yang Hasil dan Hasil PT. Hasjrat Abadi Manado adalah perusahaan yang sangat besar, bergerak dalam bidang distribusi otomotif eksklusif dan menjual beberapa persediaan salah satunya adalah kendaraan Sehingga, dalam mengatur persediaannya perusahaan lebih memilih untuk menggunakan sistem yang terkomputerisasi atau Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. terkoneksi melalui sistem DMS (Dealer Management Syste. untuk memudahkan perusahaan dalam mencatat setiap mutasi penambahan persediaan barang dagang dari aktivitas pembelian oleh kantor pusat, maupun mutasi pengurangan barang dagangan dari penjualan. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan informan dari PT. Hasjrat Abadi Manado bahwa perusahaan ini menggunakan metode pencatatan perpetual yang di mana, perusahaan selalu mencatat transaksi persediaan secara realtime agar perusahaan dapat memantau secara akurat 57 Selain itu, perusahaan menggunakan metode pencatatan ini guna melakukan pelacakan secara akurat terhadap biaya persediaan serta mengidentifikasi kecurangan atau kehilangan terhadap barang persediaan. Dalam hal ini pencatatan yang dilakukan oleh perusahaan telah sesuai dengan PSAK 14 . evisi Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnnya bahwa persediaan mobil PT. Hasjrat Abadi Manado bukanlah merupakan pembelian secara langsung namun, perusahaan tetap mencatat persediaannya sebagai pembelian. Karena adanya biaya angkut pengiriman barang persediaan ke manado dan transaksi ini langsung tercatat dalam sistem DMS yang terinterkoneksi dengan sistem Hasjrat Abadi Jakarta. Berikut merupakan pencatatan jurnal untuk transaksi pembelian barang persediaan dagang: Dr. Persediaan Barang Dagangan Mobil Toyota Cr. RAK - barang jakarta x x Selanjutnya, dalam gudang akan menginput barang tersebut dengan keterangan barang dalam perjalanan namun. PT. Hasjrat Abadi Manado sudah mengakui barang tersebut sebagai kebijakan dari perusahaan dalam pengiriman barang dari kantor pusat ke kantor cabang menggunakan metode Free On Board (FOB) Destination. Di mana jika persediaan mengalami risiko kerusakan atau lecet selama perjalanan, persediaan tersebut menjadi tanggung jawab kantor pusat dengan memberikan asuransi atas barang persediaan tersebut. Dr. Persediaan barang dagang Cr. Bank/ Kas x x Dalam melakukan penilaian terhadap persediaanya PT. Hasjrat Abadi Manado menggunakan metode identifikasi khusus. Alasan PT. Hasjrat Abadi Manado menggunakan metode ini karena, setiap mobil mempunyai nomor rangka khusus dan berisikan informasi tentang kendaraan mobil itu sendiri seperti produsen, model, tahun pembuatan, tipe mesin hingga harga pokok penjualan. Sehingga, perusahaan dapat dengan mudah untuk mengidentifikasi persediaan mobil tersebut secara individual. Berikut adalah jurnal penjualan secara tunai yang dicatat oleh PT. Hasjrat Abadi Manado: Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Dr. Kas Cr. PPN Keluaran Ae Manado Cr. Penjualan persediaan barang dagang mobil Dr. Harga Pokok Penjualan Cr. Persediaan barang dagang mobil x x x x x Prosedur penjualan kredit kendaraan PT. Hasjrat Abadi Manado melibatkan kerja sama dengan PT. Hasjrat Multifinance (HMF) sebagai pihak pembiayaan. Calon pembeli yang mengajukan kredit diwajibkan melalui tahap credit checking . ermasuk BI Checkin. oleh HMF dengan menyerahkan dokumen pendukung yang relevan. Apabila calon pembeli dinyatakan memenuhi syarat, hasil persetujuan kredit akan diteruskan kepada administrasi sales untuk proses verifikasi lanjutan dan penerbitan Sales Order (SO). Setelah SO dibuat dan dokumen diserahkan kembali kepada HMF untuk persetujuan final, penyerahan unit kendaraan kepada pembeli dapat dilaksanakan. Akhir dari proses ini adalah pencatatan Delivery Order (DO) dan faktur, yang selanjutnya menjadi dasar bagi PT. Hasjrat Abadi untuk mencatat jurnal atas transaksi penjualan kredit. Dr. Harga Pokok Penjualan Cr. Persediaan barang dagang mobil Dr. Piutang dagang Cr. PPN Keluaran Ae Manado Cr. Penjualan persediaan barang dagang mobil x x x x x Perusahaan juga mencatat jurnal penjualan antar cabang Manado sebagai berikut: Dr. Rekening Antar Kantor Ae Cabang Cr. PPN Keluaran Ae Manado Dr. Harga Pokok Penjualan Cr. Persediaan barang dagang x x x x Jurnal untuk mencatat retur penjualan sebagai berikut: Dr. Retur Penjualan Dr. PPN Keluaran Ae Manado Cr. Piutang Dagang Dr. Persediaan barang dagang Cr. HPP Barang dagang x x x x x Dalam PT. Hasjrat Abadi Manado, persediaan yang terjual diakui sebagai beban (Harga Pokok Penjuala. secara simultan dengan pengakuan pendapatan penjualan . rinsip matchin. Dr. Biaya HPP-Barang Persediaan Cr. Persediaan Barang dagang Dr. Kas/ Piutang Dagang Cr. Pendapatan x x x x Untuk biaya angkut penjualan perusahaan menggunakan metode Free on Board (FOB) Shipping Point di mana, tanggung jawab atas barang pesediaan berpindah kepemilikan dari penjual ke Perusahaan mencatat transaksi tersebut sebagai berikut: Dr. Biaya angkut pembelian Cr. Bank/ Kas x x Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Untuk biaya operasi lainnya seperti biaya bensin PT. Hasjrat Abadi Manado mencatat transaksi tersebut sebagai berikut: Dr. Biaya Lain-lain Cr. Kas x x Stok Persediaan mobil PT. Hasjrat Abadi Manado tidak selalu begitu lengkap karena, sebagian persediaan mobil yang sudah terjual dalam tahun berjalan. Sehingga, ada kalanya customer atau pembeli melakukan inden terhadap kendaraan yang diminatinya. Persediaan yang tidak terjual dalam jangka waktu lama tidak sepenuhnya diatur dalam PSAK 14. Hal ini dikarenakan persediaan tersebut bukan tergolong barang usang atau barang yang rusak, sehingga perusahaan tidak akan melakukan penghapusan atau write-off pada persediaan mobil tersebut. Namun dalam PSAK 14 . menjelaskan bahwa biaya persediaan tidak dapat dipulihkan jika harga jual barang persediaan telah menurun akibat perusahaan dengan terpaksa membuat keputusan untuk memberikan diskon penjualan yang tidak seharusnya pada Pembahasan Aspek Penelitian Metode Kesesuaian dengan PSAK 14 revisi 2022 Sesuai Metode Sesuai Pengukuran Sesuai Pencatatan persediaan yang lambat terjual Tidak sesuai Penjelasan Perusahaan perpetual dengan Dealer Management System (DMS) yang terkomputerisasi. Pencatatan ini dilakukan secara real-time untuk setiap transaksi, sehingga dapat langsung diketahui nilai persediaan, harga pokok penjualan, serta laba kotor. Praktik ini konsisten dengan PSAK 14. Perusahaan menggunakan metode identifikasi khusus. Metode ini sesuai karena setiap unit mobil adalah unik dan tidak dapat dipertukarkan, dengan Nomor Induk rangka (NIR) yang berbeda. Hal ini sesuai dengan PSAK 14, khususnya paragraf 23 dan Biaya persediaan diukur dari biaya pembelian, yang mencakup harga beli dan biaya-biaya lain yang timbul hingga persediaan siap dijual. Sesuai dengan PSAK 14 paragraf 11, komponen biaya ini mencakup harga perolehan, bea impor, pajak, dan biaya pengiriman. Walaupun jurnal akuntansi yang dibuat sudah benar . endebit kas dan mengkredit penjuala. , tidak ada pengakuan penurunan nilai persediaan mobil lambat terjual yang nilainya sudah turun di bawah biaya perolehan. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Perusahaan menjual mobil ini dengan diskon besar, yang menunjukkan nilai realisasi bersihnya Net Realizable Value (NRV) lebih rendah. PSAK 14 mensyaratkan persediaan diukur pada nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih. Sumber: Data olahan, 2025 Kesimpulan Penelitian ini bertujuan menganalisis metode pencatatan dan penilaian persediaan kendaraan mobil pada PT. Hasjrat Abadi Manado berdasarkan PSAK 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan metode pencatatan persediaan perpetual dengan dukungan sistem Dealer Management System (DMS), sehingga pengendalian dan pemantauan persediaan dapat dilakukan secara real-time dan telah sesuai dengan PSAK 14. Dalam aspek penilaian, perusahaan menggunakan metode identifikasi khusus, yang tepat karena setiap unit kendaraan memiliki identitas unik melalui nomor rangka dan tidak dapat dipertukarkan. Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa perusahaan belum melakukan pengakuan penurunan nilai persediaan atas kendaraan yang lambat terjual, meskipun nilai realisasi bersihnya telah menurun akibat kebijakan diskon penjualan. Kondisi ini belum sejalan dengan prinsip lower of cost or net realizable value sebagaimana diatur dalam PSAK 14. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen dalam meningkatkan kualitas perlakuan akuntansi Daftar Atika. Sasana. Prihastiwi. , & Fatimah. Mudah belajar akuntansi pengantar: Untuk akun-akun yang terklarifikasi sebagai aset. Pustaka Rumah Cinta. Faizal. Aspirandi. , & Zulkarnnaeni. Analisis penerapan akuntansi persediaan barang dagang berdasarkan PSAK No. 14 pada PT. Sentrum Bangkit Sentosa. Jurnal Manajemen Agribisnis dan Argoindustri, 2. , 59-66. DOI: 25047/jmaa. Harahap. , & Richmayati. Akuntansi keuangan menengah. CV Batam Publisher. Harahap. , & Hafizh. Manajemen keuangan. CV. Merdeka Kreasi Group. Hartono. , & Asj'ari. Anggaran perusahaan. CV. Literasi Nusantara Abadi. Hery. Akuntansi perpajakan. Grasindo. Juliyanti. , & Putra. Analisis metode pencatatan persediaan barang dagang berdasarkan SAK ETAP pada CV Bali Made Kecamatan Gianyar. Hita Akuntansi Dan Keuangan, 6. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. https://ejournal. id/index. php/HAK/article/view /4604 Marsipah. Sihabudin. , & Arimurti. Penerapan metode pencatatan dan persediaan barang dagang (Studi kasus pada UMKM Toko Bangunan Mela Jay. Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi, 15. , https://w. com/index. php/FEB/article/vi ew/4575 Olivia. Fadillah. , & Rahmadani. Akuntansi keuangan. CV. Merdeka Kreasi Group. Ponggohong. Mundung. Limpeleh. Kaunang. Maramis. , & Lasut. Analisis akuntansi persediaan suku cadang . mobil honda berdasarkan psak no. 14 pada PT Remaja Jaya Mobilindo Manado (Vol. Jurnal Akuntansi Vokasi. Jurnal Akuntansi Vokasi, 7. , http://jurnal. id/index. php/jav/article/view/712 Rama. , & Febransyah. Analisis penerapan metode pencatatan dan penilaian persediaan berdasarkan PSAK Nomor Equivalent: Journal of Economic. Accounting and Management, 2. , 126-131. https://doi. org/10. 61994/equivalent. Ratnasari. Nurdiniah. Analisis pencatatan persediaan bahan baku menggunakan Metode First In First Out (FIFO) pada Kafe Kopilaku Kota Bekasi. Jurnal Mahasiswa Bina Insani, 6. , 73-82, https://ejournalbinainsani. id/index. php/JMBI/article/view/1915 Utami. Kurniasih. , & Maisaroh. Akuntansi keuangan. Media Sains Indonesia. Vikaliana. Sofian. Solihati. Adji. , & Maulia. Manajemen Persediaan. Media Sains Indonesia. Zaini. , & Andriana. Manajemen operasional. Lakeisha.