JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA http://jktp. com/jktp/index VOLUME 08 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2654 - 5756 ARTIKEL PENELITIAN Hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan suami ibu primipara dengan pemberian ASI di Puskesmas Pakuan Baru Knowledge, attitudes, and support of husbands in relation to breastfeeding among primiparous mothers in the Pakuan Baru Health Center Lewina Munte . Sri Mulyani . Yulia Indah Permata Sari . Meinarisa . Muthia Mutmainnah Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Jambi. Jambi. Indonesia Abstrak Article history Received date: 12 September 2025 Revised date: 21 November 2025 Accepted date: 19 Desember 2025 *Corresponding author: Lewina Munte. Universitas Jambi. Jambi. Indonesia, lewinakatiyusa12@gmail. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih belum optimal, dan ibu primipara merupakan kelompok yang rentan mengalami kegagalan menyusui akibat keterbatasan pengalaman serta dukungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan suami dengan pemberian ASI pada ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru. Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 ibu primipara yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, infant feeding attitude scale (IIFAS) untuk sikap, kuesioner dukungan suami, serta kuesioner pemberian ASI eksklusif, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik . ,0%), sikap positif . ,8%), dukungan suami yang mendukung . ,3%), dan memberikan ASI secara eksklusif . ,0%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan pemberian ASI . = 0,. , sedangkan sikap . = 0,045. r = 0,. dan dukungan suami . = 0,032. = 0,. berhubungan signifikan dengan pemberian ASI. Intervensi peningkatan ASI eksklusif perlu difokuskan pada penguatan sikap positif ibu dan keterlibatan suami melalui pendekatan berbasis keluarga. Kata Kunci: ASI eksklusif, primipara, pengetahuan, sikap, dukungan suami Abstract Copyright: A 2025 by the authors. This is an open access article distributed under the terms and conditions of the CC BY-SA. Exclusive breastfeeding coverage in Indonesia remains suboptimal, and primiparous mothers are a vulnerable group for breastfeeding failure due to limited experience and This study aimed to analyze the relationship between knowledge, attitudes, and husbandAos support with breastfeeding practices among primiparous mothers in the working area of Pakuan Baru Primary Health Center. Jambi City. This study employed an analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 42 primiparous mothers selected using a total sampling technique. Data were collected using a knowledge questionnaire, the Infant Feeding Attitude Scale (IIFAS) to assess attitudes, a husbandAos support questionnaire, and an exclusive breastfeeding questionnaire, and were analyzed using the Spearman Rank test. The results showed that most respondents had good knowledge . 0%), positive attitudes . 8%), supportive husbands . 3%), and practiced exclusive breastfeeding . 0%). Bivariate analysis revealed no significant relationship between knowledge and breastfeeding practices . = 0. , while attitudes . = 0. and husbandAos support . = 0. r = 0. were significantly associated with breastfeeding practices. Interventions to improve exclusive breastfeeding should therefore focus on strengthening positive maternal attitudes and increasing husband involvement through family-based approaches. Keywords: Exclusive breastfeeding, primiparous mothers, knowledge, attitudes, husbandAos PENDAHULUAN Pemberian ASI merupakan intervensi kesehatan yang terbukti efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Meskipun cakupan ASI eksklusif secara global menunjukkan peningkatan dalam satu dekade terakhir, banyak negara masih belum mencapai target yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO. Di Indonesia, cakupan ASI eksklusif meningkat dari 69,70% pada tahun 2022 menjadi 70,01% pada tahun 2023, namun capaian tersebut masih menempatkan Indonesia pada peringkat ke-49 dari 51 negara yang dievaluasi (Kemenkes RI, 2. , menunjukkan adanya kesenjangan antara capaian nasional dan standar global kesehatan anak. Lewina Munte. Sri Mulyani. Yulia Indah Permata Sari. Meinarisa. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 8 . , 2025: 152-157 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. Pada tingkat daerah. Provinsi Jambi mencatat cakupan ASI eksklusif sebesar 74,32% pada tahun 2024. Namun, di Kota Jambi, khususnya wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru, capaian tersebut masih rendah. Data tahun 2023 menunjukkan bahwa dari 1. 364 bayi usia enam bulan, hanya 183 bayi yang menerima ASI eksklusif. Kondisi ini mengindikasikan masih adanya hambatan dalam mempertahankan praktik menyusui eksklusif di tingkat pelayanan primer dan masyarakat. Ibu primipara merupakan kelompok yang rentan mengalami kesulitan dalam pemberian ASI karena keterbatasan pengalaman, kecemasan, dan ketidakpastian terhadap kecukupan produksi ASI. Penelitian menunjukkan bahwa ibu multipara memiliki peluang lebih besar untuk berhasil memberikan ASI eksklusif dibandingkan primipara, karena pengalaman menyusui sebelumnya meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mengatasi hambatan teknis (Setyorini et al. , 2. Selain itu, ibu primipara sering menghadapi tantangan berupa teknik menyusui yang belum optimal, masalah payudara, tekanan sosial, keterbatasan akses informasi, serta tuntutan peran, termasuk bagi ibu yang kembali bekerja (Handiani & Anggraeni, 2. Keberhasilan pemberian ASI dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan, sikap ibu, dan dukungan suami. Pengetahuan yang memadai berperan dalam membentuk keyakinan ibu dan memperkuat keputusan untuk menyusui (Pratiwi et al. , 2022. Oberfichtner et al. , 2. Sikap menyusui yang positif juga berhubungan dengan peningkatan keberhasilan ASI eksklusif, karena mencerminkan keyakinan diri dan persepsi yang mendukung praktik menyusui (Naja et al. , 2022. Claudia Lopes & Lousada, 2. Selain faktor internal ibu, dukungan suami memiliki peran penting melalui dukungan emosional, informasional, dan instrumental yang membantu ibu menghadapi tantangan menyusui serta menurunkan stres (Muchsin, 2024. Isnaeni et al. , 2. Beberapa studi menunjukkan bahwa keterlibatan suami berhubungan signifikan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (Roza & Lestari, 2. Meskipun pengetahuan, sikap, dan dukungan suami telah banyak diteliti, sebagian besar penelitian mengkaji faktor-faktor tersebut secara terpisah dan belum secara khusus menelaah ketiganya secara simultan pada ibu primipara, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru. Keterbatasan ini menunjukkan perlunya pendekatan analitik yang lebih komprehensif untuk memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI pada kelompok ibu berisiko tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan suami dengan pemberian ASI pada ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru. METODE Desain dan setting Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap ibu, dan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru. Kota Jambi, pada tanggal 6Ae21 Oktober 2025. Populasi dan sampel Populasi penelitian mencakup seluruh ibu primipara yang memiliki bayi berusia Ou6 bulan dan berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh ibu yang memenuhi kriteria inklusi direkrut sebagai responden, dengan jumlah akhir sebanyak 42 orang. Kriteria inklusi meliputi ibu primipara, memiliki bayi usia Ou6 bulan, berdomisili tetap di wilayah penelitian, dan bersedia berpartisipasi. Ibu dengan kondisi medis tertentu yang menghambat proses menyusui dikecualikan dari Variabel Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan suami. Pengetahuan ibu mencakup pemahaman mengenai definisi ASI eksklusif, manfaat ASI bagi ibu dan bayi, serta persepsi terhadap praktik pemberian ASI. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner dan dikategorikan menjadi kurang (<60%), cukup . Ae75%), dan baik . Ae100%). Sikap ibu terhadap pemberian ASI mencakup aspek kognitif, afektif, dan konatif, diukur menggunakan Iowa Infant Feeding Attitude Scale (IIFAS). Sikap dikategorikan sebagai negatif jika skor <46 dan positif jika skor Ou46. Dukungan suami meliputi dukungan emosional, instrumental, penghargaan, dan informasi, yang diukur menggunakan kuesioner dengan kategori tidak mendukung . kor <. dan mendukung . kor Ou. Variabel dependen adalah pemberian ASI eksklusif, yang didefinisikan sebagai pemberian ASI saja sejak lahir hingga usia enam bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain. Variabel ini diukur menggunakan satu item pertanyaan dan dikategorikan sebagai AuyaAy apabila bayi menerima ASI penuh selama enam bulan, serta AutidakAy apabila terdapat tambahan selain ASI. Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang dikembangkan oleh peneliti Pengetahuan ibu diukur menggunakan instrumen dari Manan & Mangago . , sikap ibu diukur menggunakan IIFAS yang dikembangkan oleh De La Mora dan Russell, serta dukungan suami diukur menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh Noaritasari . Status pemberian ASI eksklusif diperoleh melalui kuesioner satu item. Sebelum digunakan dalam penelitian utama, seluruh instrumen telah melalui uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas Putri Ayu pada periode 10Ae21 September 2025. Instrumen yang dinyatakan Lewina Munte. Sri Mulyani. Yulia Indah Permata Sari. Meinarisa. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 8 . , 2025: 152-157 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. layak digunakan terdiri atas 14 item untuk pengetahuan, 16 item untuk sikap, 15 item untuk dukungan suami, dan satu item untuk pemberian ASI eksklusif. Analisis Data Data dianalisis untuk menguji hubungan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif. Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rank, mengingat data berskala ordinal. Pengolahan data dilakukan dengan IBM SPSS versi 20. Hubungan dinyatakan signifikan apabila nilai p < 0,05. Nilai koefisien korelasi Spearman digunakan untuk menafsirkan kekuatan hubungan. Etika Penelitian Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi dengan nomor 3664/UN21. 8/PT. 04/2025. Seluruh responden diberikan penjelasan mengenai tujuan, prosedur, manfaat, dan kerahasiaan penelitian sebelum pengumpulan data. Partisipasi bersifat sukarela, dan responden menandatangani lembar persetujuan setelah memahami informasi yang diberikan. Kerahasiaan data dijaga melalui penggunaan kode khusus, dan seluruh data digunakan hanya untuk kepentingan penelitian. HASIL Tabel 1. Karakteristik responden ibu primipara Karakteristik Usia . < 20 21Ae25 26Ae30 31Ae35 36Ae40 41Ae45 46Ae50 Pekerjaan Ibu rumah tangga PNS Swasta Wiraswasta Petani/Nelayan Lainnya Total Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 42 ibu primipara yang menjadi responden, proporsi terbesar berada pada kelompok usia 26Ae30 tahun . ,3%), diikuti usia 21Ae25 tahun . ,6%). Sebagian besar responden bekerja sebagai ibu rumah tangga . ,0%), sedangkan pekerjaan lain seperti PNS, swasta, dan wiraswasta ditemukan dalam proporsi yang jauh lebih kecil. Tabel 2. Distribusi pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan pemberian ASI pada ibu primipara . = . Karakteristik Pengetahuan Baik Cukup Kurang Sikap Positif Negatif Dukungan suami Mendukung Tidak mendukung Pemberian ASI Eksklusif Tidak eksklusif Berdasarkan Tabel 2, separuh responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai ASI . ,0%), sementara 35,7% berada pada kategori cukup dan 14,3% pada kategori kurang. Lebih dari separuh ibu menunjukkan sikap positif terhadap pemberian ASI . ,8%), dan sebagian besar responden memperoleh Lewina Munte. Sri Mulyani. Yulia Indah Permata Sari. Meinarisa. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 8 . , 2025: 152-157 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. dukungan suami yang mendukung . ,3%). Terkait praktik menyusui, sebanyak 69,0% ibu primipara memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya. Tabel 3. Hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan suami dengan pemberian ASI pada ibu primipara Variabel Pengetahuan Baik Cukup Kurang Sikap Positif Negatif Dukungan suami Mendukung Tidak mendukung Pemberian ASI Tidak Eksklusif, n (%) Eksklusif, n (%) 15 . Nilai p 0,280 0,073 0,312 0,045 0,332 0,032 Hasil analisis bivariat pada Tabel 3 menunjukkan bahwa sikap ibu dan dukungan suami memiliki hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI pada ibu primipara. Ibu dengan sikap positif lebih banyak memberikan ASI eksklusif . ,9%) dibandingkan ibu dengan sikap negatif . ,2%), dengan nilai korelasi r = 0,312 dan p = 0,045. Demikian pula, ibu yang memperoleh dukungan suami menunjukkan proporsi pemberian ASI eksklusif yang lebih tinggi . ,3%) dibandingkan ibu yang tidak memperoleh dukungan suami . ,8%). Hubungan ini bersifat signifikan secara statistik dengan koefisien korelasi r = 0,332 dan nilai p = 0,032. Sebaliknya, tingkat pengetahuan ibu tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI eksklusif . = 0,. , meskipun secara proporsional ibu dengan pengetahuan baik cenderung lebih banyak memberikan ASI eksklusif dibandingkan kategori pengetahuan lainnya. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tidak berhubungan secara signifikan dengan pemberian ASI pada ibu primipara. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tingkat pengetahuan yang baik belum tentu diikuti oleh praktik menyusui yang optimal. Dalam kerangka Health Belief Model, pengetahuan berfungsi sebagai faktor kognitif awal, namun perubahan perilaku kesehatan dipengaruhi oleh persepsi manfaat, hambatan yang dirasakan, serta isyarat untuk bertindak . ues to actio. Dengan demikian, meskipun ibu memahami manfaat ASI, praktik menyusui dapat terhambat oleh faktor lain seperti kelelahan, tekanan keluarga, norma sosial, atau keterbatasan dukungan di lingkungan sekitar. Temuan ini sejalan dengan penelitian Zulfihda et al. dan Mohamed et al. yang melaporkan bahwa pengetahuan ibu tidak selalu berkorelasi dengan keberhasilan ASI Tidak signifikannya hubungan pengetahuan dengan praktik ASI juga dapat dipahami dari karakteristik ibu primipara yang umumnya masih berada pada tahap adaptasi terhadap peran baru sebagai ibu. Pada fase ini, pengetahuan yang dimiliki belum sepenuhnya terinternalisasi menjadi keyakinan dan perilaku. Selain itu, informasi yang diterima ibu sering kali bersifat teoritis dan tidak selalu diimbangi dengan keterampilan praktis atau pendampingan berkelanjutan. Kondisi ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan semata belum cukup efektif tanpa penguatan aspek afektif dan sosial. Sebaliknya, sikap ibu menunjukkan hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI. Ibu dengan sikap positif terhadap menyusui cenderung lebih konsisten dalam memberikan ASI. Sikap mencerminkan kesiapan psikologis, kepercayaan diri, serta persepsi ibu terhadap menyusui sebagai pengalaman yang bernilai dan dapat Dalam Theory of Planned Behavior, sikap merupakan determinan utama pembentukan niat yang selanjutnya memengaruhi perilaku aktual. Hasil ini sejalan dengan penelitian Mujahidah et al. dan Ike Sri Wahyuni et al. yang menemukan bahwa sikap positif berkontribusi terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif, khususnya pada ibu primipara. Dukungan suami juga terbukti berhubungan signifikan dengan pemberian ASI. Dukungan tersebut mencakup dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan yang berperan dalam meningkatkan rasa aman dan kenyamanan ibu selama menyusui. Keterlibatan suami dalam membantu perawatan bayi, memberikan dorongan moral, serta menciptakan suasana rumah yang kondusif dapat mengurangi stres ibu dan meningkatkan keberlanjutan praktik ASI. Temuan ini konsisten dengan penelitian Khoirunnisa . Ernawati & Ambarwati . , serta Isnaeni et al. yang menegaskan bahwa peran suami merupakan komponen penting dalam keberhasilan menyusui. Praktik pemberian ASI pada ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru lebih berkaitan dengan faktor psikososial dibandingkan faktor kognitif semata. Sikap ibu dan dukungan suami memiliki peran yang lebih dominan dalam menentukan keberhasilan menyusui. Oleh karena itu, upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif perlu diarahkan pada intervensi yang menitikberatkan penguatan sikap ibu dan keterlibatan suami melalui Lewina Munte. Sri Mulyani. Yulia Indah Permata Sari. Meinarisa. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 8 . , 2025: 152-157 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. pendekatan edukasi berbasis keluarga, konseling interpersonal, serta pendampingan menyusui yang berkelanjutan sesuai dengan konteks sosial budaya setempat. IMPLIKASI DAN KETERBATASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pemberian ASI pada ibu primipara lebih dipengaruhi oleh faktor psikososial, khususnya sikap ibu dan dukungan suami, dibandingkan oleh tingkat pengetahuan semata. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi di tingkat pelayanan primer perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap positif ibu serta keterlibatan aktif suami sebagai pendamping utama dalam proses menyusui. Puskesmas dapat mengembangkan layanan pendukung seperti konseling laktasi, kelas persiapan menyusui yang melibatkan pasangan, serta edukasi pascapersalinan yang Penelitian ini memiliki keterbatasan karena dilaksanakan hanya pada satu wilayah kerja puskesmas, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas. Selain itu, pengumpulan data menggunakan kuesioner berbasis laporan diri berpotensi menimbulkan bias ingatan. Penelitian ini juga belum memasukkan faktor lain yang dapat memengaruhi keberhasilan menyusui, seperti kondisi pekerjaan ibu, dukungan tenaga kesehatan, serta faktor budaya, sehingga disarankan penelitian selanjutnya menggunakan desain yang lebih luas dan mempertimbangkan variabel tambahan tersebut. KESIMPULAN Sikap ibu dan dukungan suami berhubungan dengan pemberian ASI pada ibu primipara. Ibu dengan sikap positif serta dukungan suami yang memadai memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk memberikan ASI secara Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikososial berperan dalam praktik pemberian ASI pada ibu UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kepada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi atas dukungan terhadap pelaksanaan penelitian ini. REFERENSI