Raihan Cris Setyo Ardi, et. eScience Humanity Journal 4 . May 2024 PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PENGEMBANGAN EKONOMI BERBASIS PARIWISATA STUDI KASUS WADUK GAJAH MUNGKUR Raihan Cris Setyo Ardi1*. Siti Aisyah2 1,2,Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta. Indonesia ardiraihan89@gmail. *) corresponding author Keywords Abstract WomenAos Empowerment. Tourism pasembahan dance, structure of meaning, riau A problem often faced by developing countries is the high income inequality among the population. On the other hand, women's empowerment as part of the development strategy has been developed in various literatures and concepts of thought, although its implementation has not been maximized. This study aims to determine the effect of women's empowerment through tourism-based economic development in Gajah Mungkur Reservoir. Wonogiri. Indonesia. This research uses a mixed method that combines qualitative and quantitative approaches. The research sample was taken by purposive sampling from 50 women MSME players who are active in tourism activities at Gajah Mungkur Reservoir. Data were obtained through in-depth interviews and the Resident Empowerment through Tourism Scale (RETS) with the addition of economic dimensions. The results showed that women's involvement in the tourism sector had a positive impact on increasing income and economic independence. In addition, participation in tourism activities strengthens women's social and political position in the community and increases their confidence and pride in environmental preservation and local cultural heritage. PENDAHULUAN Pemberdayaan masyarakat . sebagai salah satu strategi dalam pembangunan telah berkembang dalam berbagai literatur dan konsep pemikiran meskipun belum maksimal dalam implementasinya. Konsep pembangunan dengan model pemberdayaan masyarakat tidak hanya semata-mata memenuhi kebutuhan dasar . asic nee. masyarakat tetapi lebih sebagai upaya mencari alternative pertumbuhan ekonomi Perubahan sosial dengan tujuan mengatasi permasalahan dan kebutuhan masyarakat perlu adanya strategi dengan pemberdayaan masyarakat secara terencana dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kualitas salah satunya adalah perempuan. Pekerjaan perempuan sering kali ditandai dengan 'kualitas rendah' yaitu dicirikan dengan gaji yang relatif rendah, kontrak paruh waktu dan kontrak sementara, dimana 390 | P a g e Raihan Cris Setyo Ardi, et. eScience Humanity Journal 4 . May 2024 perempuan secara konsisten memperoleh penghasilan lebih rendah dibandingkan laki-laki rata-rata, 14,7% lebih rendah . e Jong & Figueroa-Domecq, 2. Bukti rendahnya kontribusi perempuan pada aspek ekonomi juga dilihat dari disparitas capaian Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) di Indonesia yang masih belum merata di seluruh provinsi di Indonesia. Sebesar 85,29 % provinsi yang masih mempunyai nilai pemberdayaan gender di bawah nilai nasional. Pada tahun 2020 dari total 34 Provinsi yang ada di Indonesia, hanya 5 provinsi yang mempunyai nilai IDG di atas angka nasional, sedangkan terdapat tiga provinsi yang nilai IDG kurang dari 60, dalam hal ini termasuk provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai IDG terendah sebesar 51,91. Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan perlu untuk mendapat perhatian yang lebih supaya kelompok 3 perempuan yaitu perempuan prasejahtera, perempuan kepala rumah tangga dan perempuan penyintas kekerasan serta bencana mampu berdaya, dan dapat secara mandiri menyelesaikan permasalahan yang dihadapi . A, 2. Pemberdayaan perempuan sangat diperluhkan dengan tujuan untuk mengatasi segala bentuk diskriminasi gender, baik yang terjadi di tempat kerja, dalam akses pendidikan, ekonomi, kesehatan, atau partisipasi politik. Hal ini untuk memastikan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak yang setara dan tidak mengalami perlakuan yang tidak adil. Dengan memberdayakan perempuan secara ekonomi, tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Ini termasuk memberikan akses perempuan bekerja yang setara dengan laki-laki, pembayaran yang setara, dan dukungan untuk kewirausahaan perempuan. Pentingnya pemberdayaan perempuan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan dorongan bagi perempuan agar bisa menggali serta mengembangkan potensi diri mereka, sehingga menjadi lebih mandiri dan berdaya serta dapat berkontribusi dalam pembangunan, merupakan tujuan dari pemberdayaan perempuan seperti yang dijelaskan oleh Komunitas Berdaya Indonesia. Tujuan pemberdayaan ini meliputi mencerdaskan perempuan Indonesia untuk dapat bersaing di berbagai sektor kehidupan, meningkatkan kesadaran akan peran dan fungsi perempuan dalam ranah domestik dan publik, serta meningkatkan kemandirian perempuan baik dari segi moral maupun materiil sehingga dapat berperan sejajar dengan pria sebagai mitra dalam kehidupan mereka (Eryandi et al. Pemberdayaan perempuan memiliki dampak penting terhadap peningkatan kualitas mereka, memungkinkan mereka untuk menjadi mitra aktif bagi laki-laki dalam menangani masalah-masalah sosial, ekonomi, dan politik. Fokus pemberdayaan ini bertujuan untuk mencapai kesetaraan gender dan berkontribusi pada upaya meratakan pembangunan, serta mempengaruhi kualitas generasi mendatang dalam pengembangan sumber daya manusia. Kesetaraan gender dalam pembangunan adalah salah satu target dari Sustainable Development Goals (SDG. yang harus tercapai pada tahun 2030, sesuai dengan visi pembangunan berkelanjutan . A, 2. Bagaimana temuan tulisan yang dilakukan oleh (Islamiyah & Muhtadi, 2. menyoroti peran penting program pemberdayaan dalam budidaya tanaman jahe merah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain itu, penelitian (Hawaij & Khomsan, 2. menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan perempuan berkorelasi positif dengan status gizi pekerja bordir. Dengan demikian, melalui berbagai program pemberdayaan perempuan yang melibatkan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan teknologi, diharapkan perempuan dapat lebih mandiri secara ekonomi, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan. 391 | P a g e Raihan Cris Setyo Ardi, et. eScience Humanity Journal 4 . May 2024 Studi oleh (Bayumi et al. , 2. menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran sangat penting dalam membangun perekonomian untuk mencapai kesetaraan gender di Indonesia. Selain itu, penelitian oleh (Djunaidah & Nurmalia, 2. menegaskan bahwa wanita pesisir di Indonesia memiliki peran produktif dalam menunjang kehidupan keluarga mereka. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi signifikan dalam berbagai sektor pembangunan. Peran perempuan dalam pembangunan bangsa juga terlihat dalam bidang politik. Penelitian oleh (Wirahman & Alfiyani, 2. menyoroti eksistensi politik perempuan pasca kemerdekaan Indonesia, menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran dalam menjalankan kepentingan masyarakat dan kelompok tertentu untuk pembangunan bangsa. Dalam konteks pembangunan ekonomi, perempuan juga memiliki peran penting. (Permatasari et al. , 2. menekankan bahwa peran perempuan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia sangat penting, terutama dalam situasi pandemi. Bagaimana kesetaraan gender petani perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan untuk mengetahui dan menganalisis ketidaksetaraan gender petani perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan di Desa Tigabinanga. Kecamatan Tigabinanga. Kabupaten Karo bekerja di luar rumah dari pagi hingga sore hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga guna meringankan beban suami. Petani di Desa Tigabinanga sangat aktif dan mandiri dalam bidang pertanian, selain bekerja di luar (Meliala et al, 2. Studi ini menunjukkan bahwa pariwisata memiliki potensi besar untuk memberdayakan perempuan, tetapi tantangan signifikan tetap ada. Penelitian oleh Dejana PavloviN et al. di Balkan Barat menemukan bahwa pelatihan, pendidikan lanjutan, dan dukungan keuangan sangat penting bagi perempuan untuk membuka usaha Tinjauan literatur oleh Sadia Mahwish dan Muhammad Atif Nawaz . menyoroti peningkatan penelitian tentang pemberdayaan perempuan dalam pariwisata, namun menunjukkan ketidakseimbangan gender yang masih ada dan kebutuhan akan penelitian lebih lanjut. Sementara itu, studi oleh Arowosafe. Tunde-Ajayi. Rafiu . di Nigeria mengungkapkan bahwa perempuan kurang terlibat dalam kegiatan inti pariwisata dan sebagian besar bekerja dalam peran yang kurang berpengaruh. Secara keseluruhan, meskipun pariwisata dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi perempuan, diperlukan lebih banyak upaya dalam pelatihan, pendidikan, dan dukungan keuangan untuk mengatasi hambatan dan ketidakseimbangan gender. Pemberdayaan perempuan adalah proses untuk meningkatkan status, kepercayaan diri, kemandirian, hak-hak, dan kesetaraan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan karena dalam konteks bekerja tidak menganjurkan berdasarkan jenis kelamin (Rohimi. Pemberdayaan perempuan melibatkan upaya untuk mengatasi ketidaksetaraan gender dan menciptakan lingkungan di mana perempuan memiliki akses yang setara dengan laki-laki terhadap kesempatan, sumber daya, dan hak-hak. Ini juga mencakup perubahan sikap dan norma sosial yang mungkin menghambat keterlibatan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam konteks pekerjaan, menganjurkan kesetaraan gender berarti mengakui bahwa baik perempuan maupun laki-laki memiliki kemampuan, bakat, dan hak untuk berpartisipasi dan berkembang dalam karir dan lapangan pekerjaan. Pemberdayaan perempuan merupakan serangkaian upaya untuk meningkatkan kapasitas dan pandangan diri perempuan melalui pendidikan dan kesadaran, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga (Latipah, 2. Sementara itu, gerakan perempuan bertujuan untuk meningkatkan kedudukan sosial perempuan dalam 392 | P a g e Raihan Cris Setyo Ardi, et. eScience Humanity Journal 4 . May 2024 masyarakat, termasuk dalam ranah domestik dan profesi, dengan fokus pada pencapaian kesetaraan dengan laki-laki(Hanis & Marzaman, 2. Pada konteks yang lebih luas, pemberdayaan perempuan juga mencakup upaya untuk meningkatkan status, kepercayaan diri, kemandirian, hak-hak, dan kesetaraan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pekerjaan, di mana prinsip kesetaraan gender sangat dijunjung tinggi (Rohimi, 2. Hal ini melibatkan perubahan sikap dan norma sosial untuk menghilangkan hambatan-hambatan yang menghalangi partisipasi perempuan di berbagai sektor kehidupan. Secara keseluruhan, pemberdayaan perempuan adalah proses komprehensif untuk meningkatkan kemampuan perempuan agar lebih mandiri secara mental dan spiritual, serta aktif dalam membangun masyarakat dan negara. Ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sosial-budaya yang mendukung perempuan dalam mengembangkan potensi mereka dan berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam keluarga, masyarakat, dan politik. Pemberdayaan perempuan dapat dilakukan dengan pelatihan berwirausaha karena dapat membantu perempuan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk memulai dan mengelola usaha mereka sendiri. Ini mencakup pengetahuan tentang manajemen bisnis, pemasaran, keuangan, dan keterampilan teknis yang spesifik dan menciptakan lapangan kerja sehingga mampu meningkatkan potensi alam yang berada di lingkungan setempat dan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu perempuan tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan daerah (Karwati, 2. Kegiatan pariwisata menciptakan lapangan kerja alternatif bagi perempuan untuk lebih mandiri secara ekonomi, termasuk partisipasi dari perempuan dalam kegiatan ini memberikan dampak positif bagi mereka secara sosial. Memberdayakan perempuan merupakan bagian penting dalam upaya kesejahteraan masyarakat dalam lingkup pariwisata, sehingga pemberdayaan perempuan menjadi penting dalam proses pengembangan pariwisata (Wardhani & Susilowati, 2. Dalam sektor pariwisata, pemberdayaan perempuan tidak hanya menguntungkan individu perempuan tetapi juga dapat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal, keberlanjutan lingkungan, dan pengalaman wisata secara keseluruhan. Melalui upaya bersama dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, pemberdayaan perempuan dalam pariwisata dapat menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan di destinasi pariwisata. Pariwisata melibatkan orang-orang yang bepergian dari satu tempat ke tempat lain untuk rekreasi, liburan, atau bisnis, termasuk kunjungan atau tinggal sementara di lokasi berbeda dari asal mereka (Wirawan et al. , 2. Sektor ini fokus pada pengembangan destinasi menuju pembangunan berkelanjutan, yang menekankan keberlangsungan tujuan Aktivitas ini mencakup perjalanan dan kegiatan rekreasi oleh individu atau kelompok untuk mengunjungi destinasi tertentu (Ira & Muhamad, 2. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor ini tumbuh pesat dan menjadi salah satu sumber utama pendapatan bagi banyak negara, memainkan peran penting dalam perekonomian sebagai sumber devisa dan pencipta lapangan kerja (Kurniawan, 2. Sektor pariwisata salah satu yang memberikan andil besar terhadap proses pembangunan dan pengembangan wilayah. Kondisi tersebut dapat dilihat dari kontribusi melalui tingkat kunjungan wisata yang akan berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap pemerintah dan masyarakat lokal. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, kawasan wisata Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, mempunyai potensi dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan wilayah (Tulus et al. , 2. 393 | P a g e Raihan Cris Setyo Ardi, et. eScience Humanity Journal 4 . May 2024 Pariwisata memberikan peran penting bagi perempuan dalam menunjang pembangunan Dunia kerja pariwisata menuntut adanya suatu sikap keramah-tamahan yang biasanya dimiliki pekerja perempuan secara alamiah. Peran wanita dibidang pariwisata secara konseptual diharapkan secara langsung maupun tidak langsung menjadi alat pemerata pembangunan dan mengatasi kesenjangan pertumbuhan ekonomi. Peran perempuan di bidang pariwisata dapat dilihat di dalam pengelolaan wisata. Peran perempuan jika ditelaah lebih tajam dalam kegiatan wisata tersebut memiliki pengaruh yang lebih penting dibandingkan laki-laki, tidak hanya disebabkan oleh perbedaan sosial dan budaya, namun juga di dasarkan pada daya kreatifitas yang dimiliki oleh perempuan. Pemberdayaan perempuan memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan ekonomi, khususnya melalui sektor pariwisata. Ketika perempuan diberdayakan, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi, termasuk usaha pariwisata. Pemberdayaan ini mencakup peningkatan keterampilan, akses ke sumber daya, dan kesempatan untuk berwirausaha, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (Latipah, 2. Pemberdayaan perempuan dalam konteks pariwisata mencakup berbagai aspek, mulai dari keterlibatan dalam manajemen destinasi wisata, partisipasi dalam industri kreatif seperti kerajinan tangan dan kuliner lokal, hingga peran sebagai pemandu wisata atau penyedia layanan akomodasi. Dengan keterlibatan yang lebih besar dalam sektor ini, perempuan dapat mengembangkan kemampuan manajerial dan kewirausahaan mereka, yang berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan daya tarik wisata suatu destinasi (Hanis & Marzaman, 2. Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan juga menjadi salah satu tujuan utama dari Sustainable Development Goals (SDG. , yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam semua aspek pembangunan, termasuk ekonomi berbasis pariwisata . A, 2. Dengan memberdayakan perempuan, tidak hanya meningkatkan kesejahteraan mereka secara individu, tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pelaksanaan program PKK telah banyak memberikan manfaat dalam pemberdayaan perempuan khususnya di Desa. Keberhasilan diperoleh berkat adanya dukungan pemerintah di tingkat kecamatan dan juga atas pembinaan langsung oleh pengurus PKK Kabupaten Gorontalo kepada PKK kecamatan hingga desa. Program PKK juga belum sepenuhnya dilaksanakan secara maksimal. Hambatan utama yang dihadapi adalah masih rendahnya kapasitas masyarakat khususnya perempuan serta masih minimnya penguasaan terhadap teknologi. Untuk itu diperlukan partisipasi aktif dan dukungan penuh dari pemerintah dalam pengembangan dan maksimalisasi program PKK (Hanis & Marzaman, 2. Di bukanya Waduk Gajah Mungkur sebagai obyek wisata, banyak memberi keuntungan terhadap masyarakat sekitar maupun memberi sumbangan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak sedikit Bagi kabupaten Wonogiri. Selain itu juga ada banyak warga sekitar lokasi Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur yang mencari penghidupan di daerah Waduk Gajah Mungkur. Ada berbagai usaha yang bisa di lakukan masyarakat di sekitar Obyek Wisata, misalnya mendirikan rumah makan, berdagang oleh-oleh,berjualan cenderamata, bahkan membuat homestay atau hotel yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena menggabungkan berbagai aspek krusial, yaitu pemberdayaan perempuan dari aspek ekonomi, psikolohi, politik dan sosial. 394 | P a g e Raihan Cris Setyo Ardi, et. eScience Humanity Journal 4 . May 2024 Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang fokus hanya pada salah satu aspek, penelitian ini mencoba melihat bagaimana integrasi empat aspek tersebut dapat memberikan dampak yang lebih signifikan. Selain itu, fokus pada Waduk Gajah Mungkur. Wonogiri, memberikan konteks lokal yang spesifik, yang belum banyak dibahas dalam literatur Penelitian ini tidak hanya mengulang studi-studi sebelumnya tetapi menambahkan perspektif baru mengenai bagaimana pemberdayaan perempuan melalui pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan lokal secara lebih efektif dan Dengan pendekatan ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi pengambil kebijakan dan praktisi di bidang pariwisata dan pemberdayaan perempuan untuk merancang program yang lebih efektif dan berdampak luas. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di objek wisata Waduk Gajah Mungkur yang terletak di Kabupaten Wonogiri merupakan wilayah yang berada di provinsi Jawa Tengah. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling snowballing sampling untuk memilih informan yang sesuai dengan kriteria untuk menjawab tujuan penelitian yaitu perempuan pelaku UMKM yang aktif dalam kegiatan wisata di Waduk Gajah Mungkur. Data penelitian ini bersumber 50 responden yang berkegiatan sebagai pedagang asongan, area playground anak, wisata perahu, tempat makan apung, dan pefagang baju dan jajanan. Penelitian ini direncanakan berlangsung dalam tiga minggu untuk memastikan kedalaman dan kualitas data yang dikumpulkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan metode campuran memberikan hasil analisis yang akurat dalam menilai masalah yang akan diteliti dalam Metode kualitatif yang digunakan adalah wawancara mendalam dan triangulasi dilakukan untuk memvalidasi faktor pendorong dan penghambat pemberdayaan perempuan berdasarkan hasil rata-rata empat dimensi pemberdayaan . konomi, sosial, politik, psikologi. sehingga dapat menjelaskan hasil rata-rata keempat dimensi tersebut. lebih baik dan dapat menggali lebih jauh apa saja faktor pendorong dan penghambat pemberdayaan perempuan di Waduk Gajah Mungkur. Metode kuantitatif yang digunakan adalah konsep Resident Empowerment through Tourism Scale yang dikemukakan oleh Boley. McGehee. Perdue, & Long . dengan memodifikasi penambahan dimensi ekonomi untuk melihat bagaimana ekowisata dapat mempengaruhi kehidupan ekonomi perempuan secara individu. Dalam penelitian ini, analisis dilakukan dengan mencari rata-rata setiap pernyataan dalam empat dimensi. Pada dimensi ekonomi, penilaian dilihat dari seberapa besar peluang yang dimiliki perempuan untuk mengakses pasar tenaga kerja dan pendapatan yang lebih baik. Dimensi sosial evaluasi didasarkan pada kesempatan bagi perempuan untuk lebih bisa berbaur dengan masyarakat dan berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Dimensi politik penilaian dilihat dari bagaimana perempuan memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan dan mengungkapkan pemikirannya dalam pembangunan pariwisata. Dimensi evaluasi psikologis dilihat dari rasa bangga perempuan terhadap budaya lokalnya dan rasa ingin melestarikan alam lokasi wisata masyarakat setempat. Penilaian dilakukan berdasarkan angka 1 sampai dengan 5 dengan menentukan skor skoring skala konvensional sebagai 395 | P a g e Raihan Cris Setyo Ardi, et. Skala Penilaian eScience Humanity Journal 4 . May 2024 Tabel 1. Skala penilaian Interprestasi Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Berdasarkan skala penilaian diatas, diketahui bahwa semakin besar nilai rata-rata di setiap aspek, semakin baik pemberdayaan perempuan di Waduk Gajah Mungkur. Pemberdayaan memerlukan pendekatan multidisiplin karena pemberdayaan merupakan masalah yang kompleks. Melihat pemberdayaan tidak hanya terpaku pada satu sudut pandang tetapi harus dilihat dari berbagai sisi, yaitu ekonomi, sosial, politik, dan psikologi. HASIL DAN DISKUSI PENELITIAN Karakteristik Responden Dalam Penelitian di Waduk Gajah Mungkur Tabel 2. Hasil Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Frequency Percent Valid Cumulative Percent Percent Valid Perempuan Berdasarkan Tabel 2. diketahui karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, dapat dijelaskan bahwa dari seluruh responden 50 orang berjenis kelamin perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa 100% dari seluruh responden valid adalah perempuan. Tidak ada responden berjenis kelamin laki-laki. Tabel 3 Hasil Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Frequency Percent Valid Cumulative Percent Percent Valid Total Berdasarkan Tabel 3 diketahui karakteristik responden berdasarkan usia, dapat diinterpretasikan bahwa responden terbagi ke dalam lima kategori usia. Pertama, terdapat 13 responden yang berusia antara 25 hingga 30 tahun, yang mewakili 26. 0% dari total Kedua, ada 9 responden yang berusia antara 31 hingga 35 tahun, yang 0% dari total responden. Ketiga, sebanyak 6 responden berada dalam rentang usia 36 hingga 40 tahun, menyumbang 12. 0% dari total responden. Keempat, terdapat 6 396 | P a g e Raihan Cris Setyo Ardi, et. eScience Humanity Journal 4 . May 2024 responden yang berusia antara 41 hingga 45 tahun, yang juga menyumbang 12. 0% dari total responden. Kelima, kategori usia terbesar adalah 46 hingga 55 tahun, dengan 16 responden, yang mencakup 32. 0% dari total responden. Tabel 4 Hasil Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Frequency Percent Valid Cumulative Percent Percent Valid SMP SMA Total Berdasarkan Tabel 4 diketahui karakteristik responden berdasarkan pendidikan, dapat diinterpretasikan bahwa responden terbagi ke dalam empat kategori tingkat Pertama, terdapat 12 responden yang memiliki pendidikan terakhir SMP, yang mewakili 24,0% dari total responden. Kedua, terdapat 14 responden yang memiliki pendidikan terakhir SMA, yang mewakili 28,0% dari total responden. Ketiga, sebanyak 14 responden memiliki pendidikan terakhir D1, yang juga mewakili 28,0% dari total Keempat, terdapat 10 responden yang memiliki pendidikan terakhir S1, yang mewakili 20,0% dari total responden. Tabel 5 Hasil Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Frequency Percent Valid Cumulative Percent Percent Valid Pedagang Kaki 5 Karyawan Wahana Warung Makan Penjual Suvenir Total Berdasarkan Tabel 5 diketahui karakteristik responden berdasarkan pekerjaan, dapat diinterpretasikan bahwa responden terbagi ke dalam empat kategori pekerjaan yang Pertama, terdapat 13 responden yang bekerja sebagai Pedagang Kaki Lima, yang mewakili 26,0% dari total responden. Kedua, terdapat 11 responden yang bekerja sebagai Karyawan Wahana, yang mewakili 22,0% dari total responden. Ketiga, sebanyak 13 responden bekerja sebagai pemilik Warung Makan, juga mewakili 26,0% dari total Keempat, terdapat 13 responden yang bekerja sebagai Penjual Suvenir, yang mewakili 26,0% daritotal responden. Pemberdayaan Perempuan Berdasarkan Aspek Ekonomi. Sosial. Politik dan Psikologis. Analisis Pemberdayaan Perempuan Aspek Ekonomi Tabel 6 Hasil Rata-Rata Pernyataan Pemberdayaan Ekonomi Pemberdayaan Ekonomi 397 | P a g e Raihan Cris Setyo Ardi, et. Pernyataa Munculnya peluang pekerjaansetelah adanya pariwisata di Waduk Gajah Mungkur Pendapatan meningkat setelah berpartisipasi dalam kegiatan Memiliki kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik eScience Humanity Journal 4 . May 2024 Rata-Rata Intepretasi Tinggi 4,08 Tinggi 4,06 Tinggi Analisis hasil rata-rata pada tabel 6. Dijelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi melalui sektor pariwisata di Waduk Gajah Mungkur memiliki dampak yang signifikan. Nilai rata-rata yang tinggi pada semua pernyataan menunjukkan bahwa masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pariwisata di area tersebut merasakan manfaat yang nyata dalam hal ekonomi. Pernyataan pertama mengenai munculnya peluang atau kesempatan lapangan pekerjaan setelah adanya pariwisata di Waduk Gajah Mungkur memiliki rata-rata 4,4% yang dapat disimpulkan sebagai tingkat kepercayaan yang tinggi bahwa sektor pariwisata telah membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. Selanjutnya, pernyataan kedua dan ketiga yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan juga mendapat rata-rata yang tinggi 4,08% dan 4,06%. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang yang melihat adanya peningkatan pendapatan setelah terlibat dalam kegiatan pariwisata di Waduk Gajah Mungkur, serta merasa memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi di masa depan. Secara keseluruhan, hasil ini memberikan gambaran positif tentang kontribusi pariwisata terhadap pemberdayaan ekonomi di area tersebut. Dengan terus mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan, dapat diharapkan bahwa manfaat ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat sekitar juga akan terus meningkat. Hasil tersebut diperkuat dengan hasil wawancara dengan salah satu Pedagang Kaki Lima yang berada di Waduk Gajah Mungkur "Saya melihat peningkatan lapangan pekerjaan yang besar setelah adanya pariwisata di sini, sehingga bagi kami warga warga sekitar Waduk Gajah Mungkur merasa bersyukur terhadap adanya obyek pariwisata ini" Hasil wawancara selanjutnya dari salah satu Karyawan Wahana di Pariwisata Waduk Gajah Mungkur : "Usaha wisata kami telah membuka banyak kesempatan kerja untuk penduduk lokal sepertisaya mendapatkan pekerjaan baru setelah adanya pariwisata di Analisis Pemberdayaan sosial Tabel 7 Hasil Rata-Rata Pernyataan Pemberdayaan Sosial Pemberdayaan Sosial Pernyataan Rata-rata Intepretasi Pariwisata membuat saya lebih menyatu 3,74 Cukup dengan warga sekitar Waduk Gajah Mungkur. Pariwisata meningkatkan rasa semangat 3,32 Cukup bersosialisasi dalam diri saya. 398 | P a g e Raihan Cris Setyo Ardi, et. Pariwisata memberikan kesempatan bagi saya untuk terlibat dalam masyarakat. eScience Humanity Journal 4 . May 2024 3,74 Cukup Analisis hasil rata-rata pada Tabel 7, dijelaskan bahwa pemberdayaan sosial melalui sektor pariwisata di Waduk Gajah Mungkur dinilai cukup baik. Meskipun tidak mencapai tingkat yang sangat tinggi, nilai rata-rata yang cukup antara 3 dan 4 pada semua pernyataan menunjukkan bahwa pariwisata di sana memberikan dampak positif dalam hal pemberdayaan sosial bagi masyarakat. Pernyataan pertama tentang rasa menyatu dengan warga sekitar memiliki rata-rata 3,74,% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasakan adanya keterikatan dan keterlibatan yang lebih baik dengan masyarakat sekitar berkat adanya kegiatan pariwisata. Pernyataan kedua dan ketiga mengenai meningkatnya rasa semangat bersosialisasi dan kesempatan untuk terlibat dalam masyarakat juga mendapat nilai rata-rata yang cukup 3,32% dan 3,74% menunjukkan bahwa pariwisata memberikan dorongan positif bagi individu untuk aktif dalam kegiatan sosial dan masyarakat. Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan bahwa sektor pariwisata di Waduk Gajah Mungkur tidak hanya memberdayakan secara ekonomi tetapi juga secara sosial, meskipun masih ada ruang untuk peningkatan untuk mencapai tingkat pemberdayaan sosial yang lebih tinggi. Hasil tersebut juga di perkuat dengan wawancara terkait pemberdayaan sosial melalui sektor pariwisata di Waduk Gajah Mungkur salah satu Penjaga Wahana : AuSaya merasa lebih dekat dengan warga sekitar setelah terlibat dalam kegiatan pariwisata di Waduk Gajah Mungkur. Kita menjadi lebih bersatu dalam mengelola dan mempromosikan destinasi wisata iniAy Menurutnya, kegiatan pariwisata tidak hanya menguatkan rasa kebersamaan tetapi juga memicu semangat untuk lebih aktif bersosialisasi dengan wisatawan dan masyarakat lokal, membawa rasa bangga dan semangat untuk terus berkontribusi. Hal serupa diungkapkan oleh responden lain yang menyatakan : AuSaya melihat adanya peningkatan kolaborasi dan kebersamaan antara kami, penduduk lokal, sejak pariwisata berkembang di sini. Kita saling mendukung untuk memajukan destinasi iniAy. Baginya, pariwisata bukan hanya membuka kesempatan baru untuk bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang tetapi juga memperluas jaringan sosial dan memperkaya pengalaman pribadi. Sementara itu, responden lainnya menambahkan. AuSaya merasa lebih terhubung dengan komunitas sejak terlibat dalam kegiatan pariwisata di Waduk Gajah Mungkur. Kita saling mendukung dalam menjaga lingkungan dan budaya lokal. Ay Menurutnya juga mengakui bahwa pariwisata telah memberinya motivasi untuk bersosialisasi lebih aktif, membuka diri terhadap pengalaman baru, dan menghadapi banyak orang menarik dengan berbagai cerita dan pengetahuan yang berbeda. Analisis Pemberdayaan Politik Tabel 8 Hasil Rata-rata Pernyataan Pemberdayaan Politik Pemberdayaan Politik Pernyataan Rata-rata Intepretas 399 | P a g e Raihan Cris Setyo Ardi, et. eScience Humanity Journal 4 . May 2024 Memiliki hak suara dalam mengambil keputusan untuk pengembangan pariwisata Waduk Gajah Mungkur Memiliki kesempatan untuk perencanaan pengembangan pariwisata pengelola Waduk Gajah Mungkur Keputusan saya berpengaruh terhadap pariwisata di WadukGajah Mungkur Memiliki ruang untuk membagikan pendapat saya mengenai pariwisata di Waduk Gajah Mungkur 3,38 Cukup 3,16 Cukup Cukup Cukup Analisis dari Tabel 8. Dijelaskan bahwa dalam kerangka pemberdayaan politik terkait pengembangan pariwisata di Waduk Gajah Mungkur, masyarakat menilai kondisinya cukup memuaskan. Meskipun rata-rata nilai yang tercatat belum mencapai level yang sangat tinggi, namun tetap memberikan gambaran bahwa masyarakat merasa memiliki sejumlah hak, kesempatan, dan ruang untuk berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan pengembangan sektor pariwisata di wilayah tersebut. Pernyataan pertama, yang menyoroti hak suara dalam pengambilan keputusan, mendapat penilaian rata-rata 3,38%. Meskipun demikian, masih terdapat ruang untuk lebih memperluas partisipasi masyarakat dalam mengambil keputusan terkait pariwisata. Pernyataan kedua mengenai kesempatan berpartisipasi dalam proses perencanaan pengembangan pariwisata mendapat nilai rata-rata 3,16%. Hal ini menunjukkan adanya potensi untuk lebih melibatkan masyarakat dalam menyusun rencana pengembangan pariwisata secara lebih inklusif. Pernyataan ketiga tentang dampak keputusan individu terhadap pembangunan pariwisata mendapatkan nilai rata-rata 3,4%. Ini menandakan bahwa masyarakat merasa keputusan yang mereka ambil memiliki pengaruh pada perkembangan sektor pariwisata, meskipun pemahaman tentang mekanisme ini masih perlu diperjelas. Pernyataan terakhir tentang kesempatan untuk menyuarakan pendapat mengenai pengembangan pariwisata di Waduk Gajah Mungkur meraih nilai rata-rata 3,5%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat merasa memiliki ruang untuk berpartisipasi dalam diskusi dan memberikan masukan terhadap arah pengembangan pariwisata di daerah tersebut. Secara keseluruhan, hasil ini menggambarkan bahwa ada pondasi yang cukup solid dalam pemberdayaan politik terkait pengembangan pariwisata di Waduk Gajah Mungkur. Meskipun demikian, masih terdapat potensi untuk meningkatkan partisipasi, keterlibatan, dan pemahaman masyarakat dalam proses pengambilan keputusan yang lebih luas dan inklusif untuk mencapai tujuan pembangunan pariwisata yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif bagi seluruh komunitas lokal. Hasil tersebut diperkuat dengan hasil wawancara kepada salah satu pedagang warung makan dan penjual suvenir terkait pemberdayaan politik dalam pengembangan pariwisata di Waduk Gajah Mungkur. Dalam wawancara terkait pemberdayaan politik dalam pengembangan pariwisata di Waduk Gajah Mungkur, seorang pedagang warung makan menyatakan, 400 | P a g e Raihan Cris Setyo Ardi, et. eScience Humanity Journal 4 . May 2024 AuSaya merasa pentingnya memiliki suara dalam pengembangan pariwisata di Namun, terkadang proses pengambilan keputusan kurang transparan, dan saya berharap ada lebih banyak kesempatan bagi kami, pedagang kecil, untuk berpartisipasi dalam pembicaraan strategisAy. Sebagai pelaku usaha di sektor kuliner, penjaga warung makan juga menyoroti perlunya informasi yang lebih terbuka dan dialog yang lebih inklusif untuk memastikan keputusan yang diambil memperhatikan kepentingan semua pihak. Sementara itu, seorang penjual suvenir menyatakan. AuSaya yakin bahwa setiap keputusan yang diambil, bahkan oleh individu seperti saya yang hanya menjual suvenir, memiliki konsekuensi terhadap perkembangan pariwisata di Waduk Gajah Mungkur. Namun, saya berharap ada lebih banyak kesempatan untuk mengungkapkan pendapat kami secara terbuka dalam forum yang lebih formalAy. Menurutnya, menekankan pentingnya dialog yang lebih terbuka dan formal untuk memastikan suara para pelaku usaha kecil seperti dirinya juga didengar dan dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan terkait pariwisata. Pedagang warung makan lainnya turut memberikan pandangan, "Saya sudah beberapa kali dilibatkan dalam diskusi terkait rencana pengembangan pariwisata. Namun, perlu diakui bahwa akses informasi dan diskusi yang lebih terbuka akan membantu kami memahami lebih baik tentang arah pembangunan ini danmemberikan masukan yang lebih berarti. Dapat disipulkan bahwa diharapkan adanya terhadap dialog yang lebih terbuka dan transparan untuk meningkatkan pemahaman dan kontribusi mereka dalam pengambilan Penjual suvenir lainnya juga menambahkan, "Sebagai penjual suvenir, saya ingin lebih banyak diberi kesempatan untuk berbicara tentang bagaimana pengembangan pariwisata dapat mempengaruhi bisnis kami. Dengan lebih banyak dialog dan pertukaran ide, saya yakin kami dapat mencapai kesepakatan yang lebih adil dan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Menurutnya, menekankan pentingnya kesetaraan kesempatan berbicara dan keterlibatan dalam proses keputusan untuk mencapai hasil yang lebih adil dan bermanfaat bagi seluruh komunitas lokal dan para pelaku usaha kecil. Dari hasil wawancara ini, terlihat bahwa baik pedagang warung makan maupun penjual suvenir di Waduk Gajah Mungkur memahami pentingnya partisipasi aktif dan pemberdayaan politik dalam pengembangan pariwisata, serta menyoroti perlunya dialog yang lebih terbuka, transparan, dan inklusif untuk mencapai keputusan yang lebih adil dan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat Analisis Pemberdayaan Psikologis Tabel 9. Hasil Rata-rata Pernyataan Pemberdayaan Psikologis Pemberdayaan Psikologis Pernyataan RataIntepretasi Pariwisata di Waduk Gajah Mungkur membuat saya bangga menjadi 3,44 Cukup 401 | P a g e Raihan Cris Setyo Ardi, et. Saya merasa istimewa karena wisatawandatang untuk menikmati suasana Waduk Gajah Mungkur Saya ingin menceritakan apa saja yangada di Waduk Gajah Mungkur Pariwisata membuat saya sadar bahwaada keunikan lingkungan yang dapat saya ceritakan kepada wisatawan Pariwisata membuat saya ingin menjagakeistimewaan Waduk Gajah Mungkur eScience Humanity Journal 4 . May 2024 3,04 Cukup 3,46 Cukup 3,66 Cukup Cukup Analisis dari hasil penelitian pada Tabel 9, dijelaskan bahwa pariwisata di Waduk Gajah Mungkur memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pemberdayaan psikologis warga setempat, yang terlihat dari rata-rata penilaian terhadap berbagai pernyataan yang mencerminkan perasaan bangga, istimewa, keinginan untuk berbagi informasi, dan kesadaran lingkungan yang meningkat di kalangan masyarakat. contoh, warga setempat merasa cukup bangga dengan keberadaan pariwisata yang menarik wisatawan ke daerah mereka, yang tercermin dari rata-rata nilai 3,44% serta merasa istimewa dengan kedatangan wisatawan yang ingin menikmati suasana Waduk Gajah Mungkur, meskipun perasaan tersebut tidak sangat kuat, dengan rata-rata 3,04% lebih lanjut, ada minat yang cukup besar di antara warga untuk menceritakan tentang keunikan Waduk Gajah Mungkur kepada wisatawan, sebagaimana tercermin dari rata-rata 3,46% dan pariwisata juga telah berhasil meningkatkan kesadaran warga tentang keunikan lingkungan mereka, dengan rata-rata 3,66% yang paling menonjol adalah keinginan warga untuk menjaga keistimewaan Waduk Gajah Mungkur, yang mendapatkan nilai rata-rata tertinggi yaitu 3,7% namun, meskipun semua pernyataan ini berada dalam kategori "cukup," yang menunjukkan dampak yang positif, namun tidak maksimal, hal ini mengindikasikan bahwa masih ada ruang untuk peningkatan, terutama melalui programprogram yang lebih intensif dan terstruktur yang bertujuan untuk lebih memperkuat rasa bangga, istimewa, serta tanggung jawab lingkungan di kalangan warga lokal, sehingga pariwisata dapat memberikan dampak yang lebih mendalam dan berkelanjutan terhadap pemberdayaan psikologis komunitas setempat. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara yang dilakukan kepada salah satu penjaga warung di Waduk Gajah Mungkur yang menyatakan : AuPariwisata di Waduk Gajah Mungkur memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perasaan saya, di mana saya merasa cukup bangga dan istimewa dengan kedatangan wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan waduk ini. saya merasa terdorong untuk menceritakan segala keunikan dan potensi yang ada di Waduk Gajah Mungkur kepada para wisatawan, serta menyadari pentingnya menjaga kebersihan dan keistimewaan lingkungan sekitar agar tetap menarik bagi pengunjung, yang pada gilirannya meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab saya terhadap pelestarian lingkungan setempat, sehingga pariwisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga memperkuat rasa bangga dan 402 | P a g e Raihan Cris Setyo Ardi, et. eScience Humanity Journal 4 . May 2024 kepedulian terhadap warisan alam localAy Kesimpulan Penelitian ini mengevaluasi pemberdayaan perempuan melalui pengembangan ekonomi berbasis pariwisata di Waduk Gajah Mungkur. Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan hasil analisis dan wawancara yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Pemberdayaan Ekonomi. Perempuan yang terlibat dalam kegiatan pariwisata di Waduk Gajah Mungkur menunjukkan peningkatan dalam pendapatan dan kemandirian ekonomi. Aktivitas seperti berdagang oleh-oleh, menjalankan warung makan, dan menawarkan jasa homestay memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan ekonomi mereka. Pemberdayaan Sosial. Partisipasi perempuan dalam sektor pariwisata juga memperkuat posisi sosial mereka dalam masyarakat. Keterlibatan mereka dalam komunitas pariwisata memungkinkan terjalinnya hubungan sosial yang lebih baik dan peningkatan rasa percaya Pemberdayaan Politik. Meskipun ada ruang untuk perbaikan, hasil menunjukkan bahwa perempuan merasa memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan pariwisata. Namun, partisipasi dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan masih bisa ditingkatkan untuk mencapai inklusivitas yang lebih Pemberdayaan Psikologi. Keterlibatan dalam pariwisata meningkatkan rasa bangga dan kepedulian perempuan terhadap pelestarian lingkungan dan warisan budaya lokal. Ini juga memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial dan komunitas. Secara keseluruhan, pengembangan pariwisata di Waduk Gajah Mungkur telah memberikan dampak positif pada pemberdayaan perempuan, baik dari segi ekonomi, sosial, politik, maupun psikologis. Namun, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas pemberdayaan tersebut REFERENSI