Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 RESPON PETANI TERHADAP USAHATANI KELOR DI DESA NOELBAKI KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG (FarmerAos Respond towards Moringa Oleifera Farm at Desa Noelbaki. Kecamatan Kupang Tengah. Kabupaten Kupan. Oleh: Victor Manafe. Marthen R. Pellokila. Kudji Herewila Program Studi Agribinis. Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendana Alamat E-mail Korespondensi: marthenrpellokila@staf. Diterima: 14 Februari 2023 Disetujui: 21 Februari 2023 ABSTRACK The study is purposed to figure out the factory that affecting the response of the farmer to undertake moringa farming, because it is one of farming field that just started to develop and it has economic value. The samples of this study were the farmer in Noelbaki villaege. According to purposive sampling method in oder to perform collecting data was carried out by questionnaires consequently tabulating analyzing with logistic regression model. Further, dependent variable (Y) is marked with number 1 as respons and number 0 as unrespons. The result of this study were showing factory that affecting farmerAos respon towards moringa farming are the Age (X. , the Experiece (X. , the Distance of home to farming location (X. , the Distance of farming location to market(X. Keywords: regresion logistic, moringa oliefera, respons ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang mempengaruhi respon petani dalam melakukan usahatani kelor karena usahatani kelor merupakan suatu usahatani yang baru di kembangkan dan telah bernilai ekonomis. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah petani di Desa Noelbaki dengan mengunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan koesioner, di tabulasi, dan di analisis mengunakan model regresi logistic. Dimana variabel dependen (Y) merupakan variabel dengan nilai 1. dan 0 . idak respo. Hasil penelitian menunjukan faktor faktor yang mempengaruhi respon petani terhadap usahatani kelor adalah X1 umur. X4 pengalaman. X6 jarak dari rumah ke lokasi usahtani. X8 jarak dari lokasi usahtani ke pasar input. Kata kunci: regresi logistik, kelor, respon PENDAHULUAN Latar Belakang Usaha pertanian di Indonesia yang dilakukan masih bersifat sehingga masih menggunakan teknik dan teknologi sedarhana atau tradisonal. Petani cenderung enggan mengambil resiko dalam pengembangan usahanya, petani lebih memilih usaha pertanian yang berskala menengah- kecil, akan tetapi pertanian rakyat skala menengahAekecil terbukti mampu bertahan di tengah krisis yang imbasnya masih terasa sampai saat ini. Sistem usaha tani berbasis agribisnis merupakan salah satu ujung tombak kebangkitan perekonomian di Indonesia yang belum pulih dari krisis. Usahatani adalah pengusaha tani yang mengusahakan dan mengkoordinir faktorfaktor produksi berupa lahan dan alam Manafe, et al. Respon Petani Terhadap Usahatani Kelora. Page 70 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 memberikan manfaat yang sebaik-baiknya Suratiyah . Kelor (Moringga Olifer. di sebut juga sebagai the miracle trre karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang luar biasa sehingga lembaga internasional seperti Food Agricultural Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO) menggadang-gadang moringa oliffera dunia internasional sebagai super food karena kandungan nutrisi kelor yang luar biasa. Kandungan potasium atau kalium serbuk kelor 15 kali lebih tinggi dari pada pisang. Kalium salah satu unsur penting untuk membantu menjaga kesehatan Keunggulan lain kandungan vitamin A serbuk kelor 10 kali lebih tinggi dari pada wortel, kandungan zat besi 25 kali lebih tinggi dari pada bayam, vitamin C 7 kali dari jeruk, kalsium 17 kali lebih tinggi dari pada kalsium susu, dan protein 9 kali lebih tinggi dari pada Data luas pertanaman dan produksi tanaman kelor di Indonesia sejauh ini belum tercatat datanya, hal ini dikarenakan penanamannya yang masih tradisonal dan terbatas sebagai tanaman pagar, sehingga tanaman kelor belum dianggap sebagai tanaman budidaya. Kelor adalah tanaman yang tumbuh di dataran tropis sehingga kelor sangat cocok di budidayakan di NTT dengan kondisi iklim tropis kering. Kelor mampu tumbuh subur dari dataran rendah dari ketinggian 0700 meter di atas permukaan laut dan mampu bertahan pada kekeringan sampai 6 bulan (Thomas 2. Beberapa daerah di Indonesia menyebut kelor dengan nama: Flores . Madura . Gorontalo . Bugis . Sumbawa . Bima . Timor . au-f. (Tilong, 1. Salah satu keungulan kelor NTT adalah bisa ditanam di dalam satu areal kebun yang . , sedangkan di daerah lain di Indonesia yang (Krisnadi,2018 Pengembangan kelor saat ini telah di budidayakan petani di Kabupaten Kupang, seperti yang di lakukan petani di Desa Noelbaki yang telah membudidayakan Ketertarikan membudidayakan kelor merupakan reaksi yang baru dalam petani menyikapi usahatani kelor tersebut. Usahatani kelor di Desa p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Noelbaki memberikan keuntungan bagi petani yang terus mengusahakan kelor sehingga dapat terus di kembangkan sampai pada pengolahan hasil turunan . Usahatani kelor di Desa Noelbaki menjadi tanggapan baru bagi petani, dalam membudidayakan komoditi kelor yang sudah di kenal sejak dahulu yang saat ini di kembangkan menjadi mengembangakan kelor sebagai suatu usahatani akan menentukan keinginan petani untuk mengusahakan kelor sebagai kecenderungan petani untuk memperoleh keuntungan dari ushatani tersebut. Pengembangan kelor saat ini telah di budidayakan petani di Kabupaten Kupang, seperti yang di lakukan petani di Desa Noelbaki yang telah membudidayakan kelor. Ketertarikan petani dalam membudidayakan kelor merupakan reaksi yang baru dalam petani menyikapi usahatani kelor tersebut. Usahatani kelor di Desa Noelbaki memberikan mengusahakan kelor sehingga dapat terus di kembangkan sampai pada pengolahan hasil turunan . Usahatani kelor di Desa Noelbaki menjadi tanggapan baru bagi petani, dalam membudidayakan komoditi kelor yang sudah di kenal sejak dahulu yang saat ini di kembangkan menjadi prospek ekonomi, demikian dalam mengembangakan kelor sebagai suatu usahatani mengusahakan kelor sebagai kecenderungan petani untuk memperoleh keuntungan dari ushatani tersebut. TINJAUAN PUSTAKA Respon Gibson dkk . mendefinisikan respon sebagai perpaduan tanggapan, reaksi, dan Respon dalam arti tersebut bermakna bahwa respon tidak hanya berupa tanggapan kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap terhadap objek. Tanggapan tersebut dapat mengarah pada benda, orang, peristiwa, lembaga dan lainya. Respon sebagai sikap yang menjadi tingkah laku balik, yang merupakan proses sedemikian rupa terhadap rangsangan sehingga terjadi representasi fenomenal dari rangsangan proksimal. Usahatani Manafe, et al. Respon Petani Terhadap Usahatani Kelora. Page 71 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Usahatani mempelajari mengenai bagaimana seorang petani mengkoordinasi dan mengorganisasikan faktor produksi seefisien mungkin sehingga nantinya dapat memberikan keuntungan bagi petani (Suratiyah, 2. Usahatani merupakan rangkaian kegiatan yang di lakukan untuk mendapatkan hasil sehingga selalu diperlukan faktor-faktor produksi berupa lahan, tenaga kerja, dan modal yang dikelola seefektif dan seefisien mungkin, untuk memberikan manfaat sebaik-baiknya. viabilitas rendah. Biji kelor yang baik dengan ukuran yang lebih besar. Daun kelor Daun berbentuk bulat telur . dengan ukuran kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai, pohon kelor berdaun tidak terlalu lebat dan gugur saat kekurangan air pada musim kemarau. Helaian daun kelor berwarna hijau, ujung daun tumpul, pangkal daun membulat, tepi daun rata, susunan pertulangan menyirip serta memiliki ukuran 1-2 cm (Yulianti, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini terletak di Desa Noelbaki. Kecamatan Kupang Tengah. Kabupaten Kupang. Pengambilan data akan di laksanakan pada bulan juli sampai Agustus 2020. Jenis data yang digunakan adalah data Metode pengumpulan data primer adalah data yang di peroleh dengan metode survey dan langsung melakukan wawancara yang berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Sedangkan perolehan data sekunder adalah dengan cara mengambil data pada pihak terkait seperti Dinas Pertanian. Badan pusat statistik, kantor Camat Kupang Tengah dan kantor Desa Noelbaki. Penentuan responden di Desa Noelbaki di ambil secara sengaja . roposive samplin. yaitu kelompok tani usaha kelor sebanyak 30 petani dan 30 bukan petani kelor. Jadi jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 60 petani Bunga Kelor Bunga kelor berwarna putih kekuningAe kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau, bunga kelor akan mekar sepanjang tahun dengan bau khas semerbak. Bunga muncul di ketiak daun . , bertangkai panjang, kelopak berwarna putih agak krem, menebar aroma khas. Penyerbukan tanaman biasanya dilakukan oleh lebah dan serangga lainnya, serta burung. Buah Kelor Buah kelor akan muncul saat berumur 1218 bulan yang berbentuk panjang bersegi tiga, dengan panjang 20Ae60 cm, buah muda berwarna hijauAesetelah tua menjadi cokelat, bentuk biji bulatAeberwarna coklat kehitaman. Buah pohon kelor ini dapat menghasilkan 600 600 buah setiap tahun. Buah yang belum matang berwarna hijau dan beberapa varietas memiliki warna kemerahan. Buah matang berubah menjadi coklat dan rata-rata mengandung 10-12 biji. Buah kelor dapat di keringkan untuk di ambil bijinya (Krisnadi. Biji Kelor Biji kelor yang berbentuk bulat berukuran besar dengan tiga sayap seperti kertas. Kulit biji umumnya berwarna coklat sampai hitam, tapi bisa berwarna putih jika kernel memiliki Akar Pohon ini berakar tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak, sehingga dapat bertahan hidup terhadap kekeringan. Akar pohon ini kan dapat tumbuh kembali apabila batang tanaman kering atau terbakar. Perbanyakan Moringga oleifera bisa dilakukan dengan biji . atau stek batang . Analisis Data Untuk menjawab tujuan dari penelitian di gunakan metode regresi logistik untuk mengetahui tingkat respon dan faktor-faktor yang mempengaruhi respon petani terhadap usaha tani kelor menggunakan menggunakan model regresi logistik biner (Binary Logisti. yang dikenal juga dengan model logit. Regresi logistik disebut model regresi respon . bernilai 0 dan 1 dimana dalam penelitian ini. Model regresi logistic bersifat biner dengan memiliki dua kategori peubah respon Y. Y = 1 . Apabila petani merespon usahatani Y = 0 . Apabila petani tidak merespon usaha tani kelor Model respon biner pada regersi logit p peubah penjelas dapat Manafe, et al. Respon Petani Terhadap Usahatani Kelora. Page 72 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 Pyndick Rubinfield 1981. Gujarati 1988. Persamaan ditransformasikan dalam bentuk logaritma p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 rasio Odds = vektor peubah bebas = vektor peubah dummy , = e = parameter-parameter dugaan fungsi logistic glat acak. Keterangan: peluang petani mengadopsi teknologi HASIL DAN PEMBAHASAN Model regresi Logistik peluang petani tidak mengadopsi Tabel 1 Model Regresi Logistik Variables in the Equation Step 1 Constant Wald Sig. jarak dari rumah ke sumber Exp(B) Variable. entered on step 1: X1. X4. X6, `X8. Sumber: Data primer Diolah. Tahun 2020 Dari Tabel 1 di peroleh bentuk model regresi logistic. Berdasarkan rumus regresi logistik yang digunakan, yaitu = pendidikan formal jumlah tanggungan luas lahan jarak dari rumah ke lokasi UT lokasiUT ke jalan raya UT ke pasar input pasar output jarak dari jarak dari lokasi jarak dari lokasi UT ke jarak dari rumah ke sumber Maka dari Tabel diatas diperoleh persamaan regresinya adalah. = 7,899 - 3,789 umur Ae 1,581 pengalaman -2,768 jarak dari rumah ke lokasi UT 3,791 jarak dari lokasi UT ke pasar = 7,899-3,789(X. -1,581(X. 2,768(X. 3,7919(X. Persamaan di atas menunjukan bahwa koefesian regresi variabel umur (X. , pengalaman (X. , jarak dari rumah ke lokasi usahatani (X. , terhadap respon usahatani kelor berpengaruh negative (-) ini berarti Manafe, et al. Respon Petani Terhadap Usahatani Kelora. Page 73 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 setiap penambahan skor 1 satuan nilai koefesian variabel umur , pengalaman, jarak dari rumah ke lokasi usahatani akan mengurangi respon petani terhadap usahatani kelor sebesar nilai koefisian variabel tersebut. Pada variabel jarak lokasi usahatani ke pasar input (X. sebesar 3,7919 tanda ( ) pada koefisian regresi menunjukan pengaruh yang searah bahwa setiap peningkatan 1 satuan nilai p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 variabel akan berpengaruh terhadap respon petani terhadap usahatani kelor. Ketetapan Klasifikasi Uji ketetapan klasifikasi adalah ratio antara jumlah observasi yang diklasifikasikan secara tepat oleh model dengan jumlah seluruh Tabel 2 Klasifikasi Tabel Classification Table Predicted Observed Overall Percentage The cut value is . Sumber: data primer diolah, 2020 Step 1 Dari tabel hasil ketetapan klasifikasi di atas, dapat diketahui bahwa respon petani terhadap usahatani kelor dari 60 petani responden yang menanam kelor sebanyak 26 petani, dan yang tidak menanam kelor sebanyak 34 petani. Namun pada kenyataannya dari 60 petani responden yang menanam kelor adalah sebanyak 30 petani dan yang tidak mengusahakan kelor sebanyak 30 petani. Jadi, model regresi logistik yang digunakan cukup baik karena mampu menebak dengan benar 83,3 % kondisi yang terjadi. Percentage Correct Uji Serentak (Uji Ratio Likelihoo. Uji ini di lakukan untuk mengetahui apakah variabel-variabel prediktor bersama-sama berpengaruh terhadap variabel respon, atau dengan kata lain apakah variabel-variabel X secara serentak berpengaruh terhadap variabel Untuk menguji signifikansi model secara bersama-sama/serentak ini menggunakan uji rasio likelihood dengan ketentuan apabila nilai p-value . < . Nilai log likelihood di peroleh melalui literasi hasil olahan mengunakan soffware SPSS sebagai Tabel 3 Uji Serentak Manafe, et al. Respon Petani Terhadap Usahatani Kelora. Page 74 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 Step 1 Step Block Model Sumber: Data Primer diolah,2020 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Chi-square Berdasarkan hasil pengujian Tabel 4. 12 di atas menunjukan, bahwa nilai p-value . < dari nilai . sehingga dapat disimpulkan ditolak dengan tingkat kepercayaan 95% yang artinya dari sebelas variabelvariabel mempengaruhi respon petani terhadap usahatani kelor. Dapat diketahui pada tabel di atas bahwa nilai chi square 48. 172> nilai chi square tabel pada DF 4 . umlah variabel independen . yaitu 9,487 atau nilai sig nya sebesar 0,000 yang lebih kecil dari nilai . sehingga Sig. memperoleh keputusan ditolak yang independen dapat memberikan pengaruh nyata terhadap model atau model dinyatakan Uji Parsial (Uji Wal. Uji parsial di lakukan untuk mengetahui signifikasi setiap parameter variabel respon. pengujian ini mengunnakan pengujian tingkat siggnifikan = 0,05 dengan keputusan ditolak apabila tingkat signifikansinya lebih kecil dari Tabel 4 Pengujian Parsial Step 1 Constant Variables in the Equation Wald Sig. Exp(B) Variable. entered on step 1: X1. X4. X6. X8. Sumber: Data Primer Diolah. Tahun 2020 Berdasarkan hasil uji parsial pada Tabel 4 menjelaskan bahwa parameter yang signifikan merupakan koefesien dari variabel umur (X. , pengalaman (X. , jarak dari rumah ke lokasi UT (X. jarak dari lokasi UT ke pasar input(X. ,di karenakan variabel variabel yang mempunyai nilai sig< 0,05 sehingga dapat di simpulkan pada tingkat signifikasi 5% umur, pengalaman, jarak dari rumah ke lokasi UT, jarak dari lokasi UT ke pasar input Step berpengaruh signifikan usahatani kelor. Estimasi Parameter Model U ji estimasi parameter model sebagai pengujian terhadap kemampuan variabel independent dalam menjelaskan variabel dependen, dengan menggunakan nilai Cox & Snell R Square dan Nagelkerke R Square. Tabel 5 Uji Estimasi Parameter Model Model Summary -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square Estimation terminated at iteration number 7 because parameter estimates changed by less than Manafe, et al. Respon Petani Terhadap Usahatani Kelora. Page 75 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Sumber: data primer diolah, 2020 Cox and snell R square merupakan ukuran yang mencoba menirukan R square pada Nilai Nagelkerke R Square. Oleh karena itu Nagelkerke R Square yang merupakan modifikasi Cox and snell R square dimana nilainya bervariasi dari 0-1, akan lebih mudah untuk di interpertasiaka. Pada tabel 5 nilai Nagelkerke R Squaresebesar 0,736 dan Cox & Snell R Square sebesar 0,552. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen adalah sebesar 0,736 atau sebesar 73,6% yang artinya respon petani terhadap usahatani kelor dijelaskan oleh variabel independen sebesar 73,6% yaitu variabel X1 . ,X4 (Pengalama. ,X6 . arak dari Rumah ke UT),X8 . arak dari lokasi UT ke pasar inpu. sedangkan 26,4% lainnya dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Interpretasi Koefisien (Odds Rati. Tabel 6 Uji Koefesian Regresi Logistic Variables in the Equation Wald Step 1a Constant Sig. Exp(B) Variable. entered on step 1: X1. X4. X6. X8. Sumber: data primer diolah, 2020 Dari Tabel 6 di atas, dapat dilakukan interpretasi odds ratio masing-masing variabel adalah sebagai berikut: Umur (X. Untuk variabel umur petani (X. diperoleh nilai odds ratio sebesar 0,023. Dari nilai tersebut dapat diartikan bahwa petani yang memiliki umur dibawah 50 tahun cenderung lebih memilih untuk melakukan 0,023kali dibandingkan dengan petani yang berumur di atas 50 tahun, dengan nilai sig sebesar 0,018 < dari . yang artinya faktor umur berpengaruh nyata terhadap respon petani terhadap usahatani kelor. Hasil penelitian ini sebanding dengan penelitian Khazanah . menyatakan dari hasil penelitianya pada variabel umur berpengaruh nyata terhadap respon petani terhadap program asuransi usahatani padi dengan nilai p value atau sig sebesar 0,028. value < yaitu 0,028 < 0,050 dengan taraf kepercayaan 95% yang berarti umur secara parsial berpengaruh terhadap respon petani program asuransi usaha tani. atau menurut Mardikanto ( 2. petani yang usianya semakin tua akan semakin lamban dalam merespon dan cenderung hanya melaksnakan kegiatan kegiatan yang sudah biasa di lakukan masyarakat setempat. Berbeda dengan penelitian Wijayanti . yang mengatakan dalam penelitianya bahwa variabel umur tidak berpengaruh nyata terhadap respon petani dalam inovasi budidaya dan pemanfaatan sorgum atau dengan nilai regresi sebesar -0,070 tidak berpengaruh nyata terhadap respon petani di buktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,411dimana nilai ini lebih besar dari taraf tinggi respon petani terhadap inovasi budidaya dan pemanfaatan sorgum ditolak. Pengalaman (X. Untuk variabel pengalaman petani diperoleh nilai odds ratio sebesar 0,206 . Dari nilai tersebut dapat diartikan bahwa petani yang memiliki tingkat pengalaman petani dengan lama waktu bertanilebih dari 5 tahun cenderung lebih memilih mengusahakan tanaman kelor sebesar 0,206 kali di bandingkan dengan petani yang lama waktu Manafe, et al. Respon Petani Terhadap Usahatani Kelora. Page 76 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 bertaninya masih di bawah 5 tahun, dengan nilai sig sebesar 0,001 < . yang artinya faktor pengalam juga berpengaruh secara nyata terhadap respon petani dalam usahatani Hasil penelitian ini sebanding dengan hasil penelitian Hindarti . menyatakan hasil penelitian pada variabel pengalaman berpengaruh nyata terhadap respon petani apel dalam penerapan system pertanian organic. dengan nilai p-value atau sig sebesar 0,002 < . dengan taraf kepercayaan 99% yang berarti pengalaman secara parsial berpengaruh nyata terhadap respon petani apel. Berbeda Valentine . yang menyatakan variabel pengalaman tidak berpengaruh nyata di buktikan dengan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 hal ini berarti variabel pengalaman, tidak berpengaruh secara signifikan untuk ikut mengunakan benih bawang merah lokal. Jarak dari rumah ke lokasi Usahatani (X. Untuk variabel jarak dari rumah petani ke lokasi usahatani diperoleh nilai odds ratio sebesar 0,063 . Dari nilai tersebut dapat diartikan bahwa petani yang berdomisili di dekat lokasi usahatani akan memiliki kecenderung untuk merespon usahatani kelor sebesar 0,063 kali dibandingkan dengan petani yang berdomisili tidak dekat dengan lokasi usahatani, dengan nilai sig sebesar 0,017 < . yang artinya faktor jarak dari rumah ke lokasi usahatani berpengaruh nyata terhadap respon petani dalam usahatani kelor. Hasil penelitian ini sebanding dengan penelitian Rozalia . menyatakan hasil penelitiannya pada variabel jarak dari rumah ke lokasi usahatani berpengaruh nyata dengan nilai p- value atau sig sebesar 0,04 < . dengan taraf kepercayaan 95% yang artinya bahwa variabel jarak dari rumah ke lokasi usahatani berpengaruh nyata terhadap pilihan petani kopi dalam memilih pola tanam ( monokultur dan polikultu. Berbeda dengan penelitian Syahputra et al . yang menemukan bahwa semakin jauh jarak usahatani dengan tempat tinggal maka petani akan cenderung memilih pola tanam dengan polikultur yang menyebutkan bahwa jika lahan usahatani jauh maka di perlukan waktu yang lama untuk menempuh dan juga akan menambah biaya mobilisasi dari rumah ke lokasi usahatani. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Jarak dari lokasi usahatani ke pasar input (X. Untuk variabel (X. jarak dari lokasi Usahatani ke pasar input di peroleh dengan nilai odds ratio sebesar 44,292 dari nilai tersebut dapat diartikan bahwa keberadaan pasar input yang dekat dengan lokasi usahatani petani akan dapat mempengaruhi respon untuk berusahatani kelor sebesar 44,292kali di bandingakan dengan petani yang lokasi usahataninya jauh dari lokasi pasar input, dengan nilai sig sebesar 0,010 < . yang artinya faktor jarak dari lokasi usahatani ke pasar input berpengaruh nyata terhadap respon petani dalam usahatani kelor. Hasil penelitiaan ini di dukung oleh penelitian Hendayana . yang menyatakan variabel jarak pasar input berpengaruh nyata terhadap petani dalam mengadopsi VUB padi dapat di buktikan pada taraf kepercayaan 95% koefesian uji z menunjukan 3,12 degan nilai P value . dari koefesien odds ratio 1,16 mengandung arti petani yang memiliki akses lebih baik ke pasar input memiliki peluang untuk mengadopsi vub padi 1,16 kali lipat di bandingkan petani yang akses kurang Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Sumarno . yang menyatakan hasil penelitiannya pada variabel jarak dari lokasi usahatani ke pasar input tidak berpengaruh nyata dengan nilai P- value atau sig sebesar 0,229 > yang berarti secara parsial variabel jarak dari lokasi usahatani ke pasar input tidak berpengaruh terhadap petani dalam mengadopsi inovasi pengelolaan tanaman terpadu jagung. DAFTAR PUSTAKA