Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1159-1177 STRUKTUR. PERILAKU. DAN KINERJA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI DESA BICORONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN STRUCTURE. CONDUCT. AND PERFORMANCE OF BEEF CATTLE FATTENING BUSINESS IN BICORONG VILLAGE PAKONG DISTRICT PAMEKASAN REGENCY Intan Nia Tata Ayu. Andrie Kisroh Sunyigono. Elys Fauziyah* Universitas Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang 02 Kamal-Bangkalan-Madura *Email: fauziyah@trunojoyo. (Diterima 07-06-2022. Disetujui 19-07-2. ABSTRAK Kabupaten Pamekasan merupakan kabupaten sentra pengembangan Sapi Madura di Jawa Timur. Masalah mendasar yang dihadapi peternak adalah ketidakleluasaan dalam menjual ternak dan posisi tawar dalam penentuan harga tergolong lemah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stuktur, perilaku, dan kinerja usaha penggemukan sapi potong di Desa Bicorong Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Sampel dalam penelitian ini terdiri atas 42 peternak dan 13 lembaga pemasaran dengan snowball sampling. Metode analisis data menggunakan pendekatan Stucture Conduct Performnace (SCP). Hasil penelitian menunjukkan struktur pasar sapi potong di Desa Bicorong merupakan pasar oligopoli dengan konsentrasi sedang. Perilaku pasar menujukkan harga sapi potong dominan ditentukan oleh pedagang. Sedangkan kinerja dapat dikatakan efisien karenakan hanya terdapat satu lembaga pemasaran yang terlibat dengan Share yang diterima peternak Ou 60 persen. Kata kunci: Sapi Potong. Analisis Perilaku. Kinerja. Struktur. Pemasaran ABSTRACT Pamekasan Regency is the center for Madura cattle development in East Java. The basic problem faced by farmers is that they are not free to sell livestock and their bargaining position is weak in determining prices. The purpose of this study was to analysis the structure, conduct and performance of beef cattle fattening business in Bicorong Village. Pakong District. Pamekasan Regency. The sample of this study consisted of 42 farmers and 13 respondents from marketing institutions using snowball sampling. The data analysis method used the SCP approach. The results show that the market structure in marketing beef cattle in Bicorong Village leads to an oligopoly competitive market with moderate concentration. The market conduct shows the price of beef cattle is determined by trader. For performance, itAos efficient because there is only one marketing agency involved and the share received by farmers is quite large, namely Ou 60 percent. Keywords : Beef Cattle. Analysis of Conduct. Performance. Structure. Marketing ditunjang dengan meningkatnya populasi PENDAHULUAN Perkembangan subsektor peterna- penduduk dan pola hidup masyarakat, kan di Indonesia kian meningkat dan memiliki peluang sangat bagus. Hal ini pentingnya mengonsumsi protein hewani STRUKTUR. PERILAKU. DAN KINERJA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI DESA BICORONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Intan Nia Tata Ayu. Andrie Kisroh Sunyigono. Elys Fauziyah (Abidin, 2. Pemenuhan kebutuhan Sehingga protein tersebut diproduksi salah satunya memenuhi permintaan daging sapi yang dari sapi potong (Puradireja et al. , 2. terus meningkat. Produksi daging sapi banyak dilakukan di Pengembangan sapi di Jawa Timur seluruh wilayah Nusantara, termasuk di banyak dilakukan di Pulau Madura salah Provinsi Jawa Timur. Data Badan Pusat satunya di Kabupaten Pamekasan yang Statistik . Populasi sapi potong meliputi 4 kecamatan dengan sebutan nasional tahun 2020 sekitar 17-18 juta PAPABARU Jawa Timur menyumbang 25 persen Marmar dan War. Sejalan dengan . populasi sapi nasional dan 21 penelitian Nurlaila et al. , . bahwa persen . ekor sapi berasal dari Kabupaten pulau Madura. Adapun data produksi penyediaan terbesar bibit unggul sapi daging sapi yang terdapat di Jawa Timur Madura. pada tahun 2015-2020 dalam Tabel 1. Tabel 1. Produksi Daging Sapi di Jawa Timur Tahun 2015-2020 Produksi Tingkat Tahun Daging . Pertumbuhan (%) 430,98 729,08 917,01 -4,7 727,91 -0,2 291,79 874,08 Rata-rata 995,14 Sumber : Badan Pusat Statistik . Tabel Pamekasan Batu Penggemukan Pasean, diperoleh pertambahan nilai usaha yang lebih ekonomis (Syafrial et al. , 2. Menurut Meshack . usaha yang potensial bagi petani kecil di negara produksi daging sapi di Jawa Timur tahun berkembang adalah ternak sapi potong. Sejalan dengan penelitian Sunyigono (Pakong, rata-rata . inti usaha industri sapi potong adalah penggemukan dengan rata-rata Ketidakstabilan produksi daging sapi pendapatan harian yang tinggi. yang terjadi karena tatalaksana dan Penggemukan sapi potong di Pulau pengelolaan usaha ternak yang tradisional Madura, salah satunya di Desa Bicorong, dan kurangnya dukungan dari pemerintah dalam alokasi anggaran pembangunan. Sehingga Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1159-1177 usaha ternak sapi potong sepenuhnya perilaku, dan kinerja yang terdapat dalam tergantung peran rumahtangga tersebut. Pelaku usaha ini seringkali menghadapi Asmarantaka merupakan rangkain riset pemasaran berkaitan dengan dengan aspek keuangan yang mengkaji seluruh aspek seperti dan pemasaran. Pemasaran merupakan metode sosial dan manajerial perorangan pengolah, dan organisasi fasilitas yang . Menurut SCP Fitriyanti . kebutuhan atau kepentingan konsumen Selanjutnya untuk menghasilkan keuntungan bagi memberikan argumen bahwa terdapat produsen (Hanafie . & Indrasari hubungan saling terkait yang bersifat kuat . dan langsung antara stuktur pasar dan Berdasarkan observasi lapang yang sebuah industri, praktik bisnis dengan telah dilakukan, maka diketahui jika perilaku pihak pembentuk pasar dan pedagang pengumpul desa lebih sering kinerja industri itu sendiri. Lebih lanjut mendatangi rumah-rumah peternak agar Anindita & Baladina . secara mereka menjual ternaknya, sehingga khusus menyatakan bahwa paradigma peternak tidak leluasa menjual ternak SCP diterapkan guna melihat sebab kepada pedagang pengumpul lain yang akibat sistem pamasaran tidak efisien. menawarkan harga lebih tinggi. Peternak Berdasarkan uraian di atas, maka hanya memiliki posisi tawar yang lemah peternak dalam menentukan harga jual sapi potong kinerja usaha penggemukan sapi potong adalah sebagai penerima harga . rice di Desa Bicorong Kecamatan Pakong Kabupaten Hal Pamekasan pendekatan SCP. keuntungan sebagai salah satu upaya METODE PENELITIAN meningkatkan produksi dan produktivitas Penelitian dilaksanakan di daerah sapi potong. Permasalahan peternakan sentra pengembangan sapi Madura, yaitu penggemukan sapi di Desa Bicorong di Desa Bicorong. Kecamatan Pakong. Kabupaten Pamekasan STRUKTUR. PERILAKU. DAN KINERJA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI DESA BICORONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Intan Nia Tata Ayu. Andrie Kisroh Sunyigono. Elys Fauziyah Data dianalisis secara deskriptif tersebut termasuk salah satu wilayah pendekatan struktur perilaku dan kinerja dengan populasi sapi cukup banyak atau 543 ekor sapi (Pemerintah menjelaskan gambaran analisis perilaku Kecamatan Pakong, 2. Data yang digunakan merupakan data primer yang Sedangkan deskriptif kuantitatif dengan dikumpulkan melalui tanya jawab kepada mengalisis struktur dan kinerja pasar peternak, pedagang pengumpul desa dan pada industri rumah tangga penggemukan pedagang di pasar secara langsung. sapi potong melalui pendekatan struktur Jumlah responden sebanyak 42 peternak perilaku dan kinerja. Deskriptif dan 13 lembaga pemasaran yang terdiri Struktur pasar secara deskriptif dari 4 pedagang pengumpul desa dan 9 kualitatif dianalisis untuk menjelaskan . pedagang di pasar dan yang diambil Teknik menjelaskan jumlah pelaku pasar, . snowball sampling adalah suatu teknik hambatan keluar masuk pasar, dan . tingkat konsentrasi pasar. Sedangkan responden kunci yang dapat memberikan kuantitatif, dengan menghitung konsetrasi (Nurdiani. Pendapat Roscoe rasio (K. Indeks Hirschman Herfindahl . yang dikutip Sugiyono . (IHH). CR4, dan minimum efficient scale jumlah sampel dikatakan layak untuk (MES). penelitian ialah antara 30 sampai dengan Rasio Konsentrasi (K. merupakan Data yang diambil dalam industri perbedaan jumlah sapi potong yang dibeli rumah tangga penggemukan sapi potong adalah harga pasar, karakteristik dan dengan jumlah sapi potong yang dibeli kualitas sapi, siapa yang menentukan oleh semua pedagang pengumpul yang harga jual/beli, bagaimana menentukan harga, siapa pembeli potensial, apa dan dikalikan dengan 100 persen. Menurut (Krivka. Desa Bicorong, digunakan, tempat membeli sapi, dan menunjukkan total kumulatif pangsa tempat menjual sapi. pasar dari perusahaan terbesar di pasar. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1159-1177 IHH = (Kr. 2 (Kr. 2 a. (Kr. 2 Dihitung menggunakan rumus sebagai berikut (Anindita & Baladina, 2. Kr = IHH y 100% Firmansyah et al. , . yang adalah jumlah pedagang pengumpul, dan mengutip Hay dan Morris . kriteria Kr jumlah pembelian sapi potong dari pedagang ke-i . =1,2,3,A. Khavidhurrohmaningrum pengumpul (Kr. mempunyai nilai Kr 95 persen maka pasar cenderung monopoli, dalam Arum et al. , . dan Krivka apabila empat pedagang pengumpul (Kr. kriteria IHH yaitu jika IHH = 1 maka mengarah ke monopoli murni, jika merupakan pasar persaingan oligopoli 0,25 < IHH < 1 perusahaan dominan, jika dengan konsentrasi tinggi, apabila empat IHH > 0,18 Ae 0,25 maka pasar sangat pedagang pengumpul (Kr. mempunyai terkonsentrasi atau oligopoli ketat, jika nilai Kr < 80 persen merupakan pasar 0,1 < IHH O 0,18 maka mengarah ke persaingan oligopoli dengan konsentrasi oligopoli sedang, jika IHH O 0,1 maka Ou pengumpul (Kr. mempunyai nilai Kr Ou monopolistik, jika IHH O 0,01 maka 80 persen merupakan pasar oligopoli merupakan persaingan murni, jika IHH = 0 adalah pasar persaingan sempurna. (Kr. mempunyai nilai Kr < Concentration ratio for biggest four (CR. 80 persen konsentrasi empat pedagang pengumpul terbesar dalam suatu pasar ternak untuk konsentrasi rendah. Analisis Indeks Hirschman Herfindahl (IHH) adalah analisi derajat kekuatan posisi tawar peternak terhadap konsentrasi pedagang pengumpul di pasar pedagang pengumpul, dengan rumus (Naldi & Flamini, 2. CR4 = Oc ycIycn CR4 merupakan derajat konsentasi pengumpul (Anindita & Baladina, 2. , empat pedagang pengumpul terbesar, dan Indeks pedagang ke-i. Hirschman Herfindahl adalah : STRUKTUR. PERILAKU. DAN KINERJA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI DESA BICORONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Intan Nia Tata Ayu. Andrie Kisroh Sunyigono. Elys Fauziyah Berdasarkan lembaga, saluran, mekanisme penentuan pedagang pengumpul terbesar (CR. , harga dan fungsi pemasaran. Perilaku pasar mewakili pola perilaku perusahaan terkonsentrasi ketika CR4 = 0 maka dalam beradaptasi dengan kondisi pasar. persaingan sempurna, jika CR4 0-40 Selain itu, tidak memiliki kerangka merupakan persaingan efektif, jika CR4 > 40 Ae 60 merupakan oligopoli sedang, dan jika CR4 > 60 merupakan oligopoli ketat diidentifikasi dan diukur. Oleh karena itu, (Naldi & Flamini, 2. Struktur pasar juga dapat dianalisis pasar karena (Dodo & Umar, 2. melalui hambatan masuk pasar, dengan Koesmara et al. , . marjin bantuan alat analisis minimum efficient pemasaran atau selisih harga pada setiap scale (MES). Alistair . yang lembaga pemasaran atas sapi potong yang Arum et al. , . hambatan diperjual belikan pada waktu, volume, masuk pasar dapat dianalisis melalui dan kualitas yang sama. Kinerja pasar skala ekonomi penjualan 4 perusahaan sapi potong dianalisis melalui marjin Nilai penjualan yang diperoleh pemasaran, dengan rumus : kemudian dibagi dengan penjualan total MP = Pr Ae Pf pedagang pengumpul kemudian dikalikan Keterangan : Khavidhurrohmaningrum, (Wibowo. MP adalah marjin pemasaran. Pr adalah harga ternak di tingkat pedagang pengumpul, dan Pf adalah harga ternak di Secara sebagai berikut : tingkat peternak (Sani et al. , 2. ycu 100% FarmerAos Share adalah rasio antara Ketika pelaku usaha memasuki harga di tingkat peternak terhadap harga pasar secara alami hambatan masuk pasar di tingkat pedagang pengumpul. Share akan dihadapi oleh setiap pelaku usaha. yang diterima setiap peternak akan Hambatan masuk pasar juga dapat dibuat berbeda sesuia dengan saluran pemasaran MES = transportasi, tingkat pengelolaan, dan asosiasi yang ada. Perilaku pasar dianalisis secara jumlah produk (Kohl dan Uhl . deskriptif kualitatif untuk menjelaskan dalam Abubakar et al. , . Secara Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1159-1177 matematis FarmerAos Share dapat dilihat sebagai berikut : pedagang pengumpul desa sebanyak 33 Sp = Sebagian besar kepemilikan x 100 % sekali transaksi per peternak. Jenis sapi di tingkat pedagang pengumpul, dan Pf yang diperlihara oleh peternak di Desa adalah harga ternak di tingkat peternak. Bicorong adalah jenis Sapi Madura lokal Dahl & Hammond . ketika nilai Fs karena desa tersebut merupakan wilayah Ou 60 persen maka FarmerAos Share pemurnian sapi madura, sehingga hampir dikatakan efisien, namun ketika nilai Fs < FarmerAos rata-rata penjualan ternak hanya terjadi diterima peternak. Pr adalah harga ternak sapi potong hanya 1-2 sapi, sehingga Sp merupakan bagian harga yang tidak ada jenis sapi lain. Share Hambatan dikatakan tidak efisien. adalah batasan atau kebebasan peternak untuk memasarkan sapi potong di Desa HASIL DAN PEMBAHASAN Bicorong. Hasil penelitian menunjukkan Struktur Pasar Sapi Potong di Desa Bicorong peternak dalam menjual sapi potong baik Struktur pasar merupakan suatu ke dalam maupun ke luar Desa Bicorong, mempengaruhi strategi pasar (Ningsih et karena pedagang pengumpul desa lebih , 2. Komponen struktur, perilaku, dan kinerja saling berpengaruh, selain itu peternak, sehingga peternak tidak dapat terdapat faktor lain diantaranya teknologi, progresivitas, strategi, dan usaha yang memberikan harga lebih tinggi. Selain itu digunakan untuk mendorong penjualan (Adha at al. , 2. Struktur pasar sapi kebebasan untuk masuk dalam kegiatan potong di Desa Bicorong dapat dianalisis yang ada di Desa Bicorong karena menggunakan pendekatan jumlah pelaku pasar, hambatan keluar masuk pasar, dan Jumlah responden sebanyak 42 peternak dan 13 lembaga pemasaran. Terdapat 9 peternak yang menjual ke pedagang di pasar. Menurut Fitriani rumah-rumah Besar . STRUKTUR. PERILAKU. DAN KINERJA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI DESA BICORONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Intan Nia Tata Ayu. Andrie Kisroh Sunyigono. Elys Fauziyah meningkatnya konsentrasi pasar dapat Tingkat meminimumkan persaingan usaha Desa Bicorong dapat dilihat Tabel 2. Tabel 2. Konsentrasi Pasar Pada Pasar Ternak Sapi Potong di Desa Bicorong Konsentrasi pasar Nilai Kriteria Rasio Konsentrasi (K. 52,17% Indeks Hirschman Herfindahl (IHH) 0,103 Concentration ratio for biggest four CR4 Minimum efficient scale 43,47% (MES) Sumber : Data Primer Diolah, 2022 Berdasarkan Pasar ternak sapi potong mengarah pada pasar oligopoli, dengan nilai Kr antara < 80 persen , sehingga dapat dikatakan pasar ternak sapi potong di Desa Bicorong termasuk pasar oligopoli dengan konsentrasi sedang. Pasar ternak sapi potong termasuk dalam kriteria pasar oligopoli, dikarenakan nilai IHH sebesar 0,103 atau 0,1 < IHH O 0,18 sehingga dapat dikatakan pasar oligopoli dengan konsentrasi sedang. Pasar ternak sapi potong termasuk dalam pasar oligopoli sedang, dikarenakan nilai CR4 berada pada 40-60. Berdasarkan hasil perhitungan hambatan masuk pasar pada pasar ternak sapi potong di Desa Bicorong tergolong tinggi. didapatkan nilai Kr sebesar 52,17 persen mengakibatkan mereka mengumpulkan hewan dalam jumlah terbatas. pengumpul terbesar di Desa Bicorong. Artinya analisis IHH menunjukkan nilai sebesar termasuk dalam kriteria pasar oligopoli 0,103 atau 0,1 < IHH < 0,18, artinya struktur pasar sapi potong di Desa Konsentrasi Pasar oligopoli merupakan bentuk pasar dengan Bicorong produsen atau penjual yang mendominasi pembeli mengarah pada pasar oligopoli dalam satu wilayah (Arum et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian di lapang, terdapat empat pedagang pengumpul Khavidhurrohmaningrum pasar yang memiliki jumlah pembelian IHH yang rendah menunjukkan kecilnya dan penjualan sapi potong terbanyak di konsentrasi pasar sapi potong. Oleh Desa Bicorong. Hal ini karena empat karena itu, semakin tinggi nilai IHH pedagang pengumpul memiliki modal maka semakin tinggi konsentrasi pasar di besar dan kepemilikan kadang yang lebih tangan segelintir perusahan (Naldi & luas daripada pedagang pengumpul desa. Flamini, 2. Sejalan dengan keadaan Sesuai dengan pernyataan Ayele et al. di lapang bahwa posisi tawar peternak . bahwa pedagang kecil memiliki relatif kecil dibandingkan dengan posisi Sesuai . Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1159-1177 Dibuktikan Selanjutnya, mayoritas peternak tergolong usia lanjut konsentrasi pasar sapi potong di Desa ,7%) Bicorong menunjukkan nilai CR4 sebesar sekolah dasar . ,3%). Hal ini membuat 52 atau CR4 > 40-60. Artinya empat peternak sangat sangat lamban menyerap pedagang pengumpul terbesar memiliki sehingga wajar jika posisi tawar peternak . persaingan rendah. Sejalan dengan hasil menyatakan bahwa dengan posisi tawar penelitian Amalia et al. , . yang Sisfahyuni 75,70 Provinsi Jambi menentukan harga. Selanjutnya dia juga dikuasai oleh empat perusahan besar, petani/peternak pedagang akan lebih dominan dalam bahwa lemahnya posisi tingkat persaingan relatif rendah. Kondisi disebabkan oleh informasi yang tidak ini menggambarkan bahwa pasar karet seimbang tentang harga dan kualitas rakyat cenderung pada struktur pasar barang yang dikehendaki pasar, tetapi Hal ini sesuai dengan pendapat juga oleh kekuatan pembeli. Namun Kohls & Uhl . yang dikutip oleh dalam beberapa kasus terdapat beberapa Amalia et al. , . memaparkan jika peternak yang memiliki posisi tawar lebih CR4 perusahaan terbesar lebih dari 50 tinggi dari pedagang. Hal ini karena persen maka struktur pasar cenderung peternak tersebut memiliki kualitas sapi berada pada kondisi pasar oligopoli. yang lebih baik dari peternak lain. Pasar oligopoli adalah bentuk pasar yang Dibuktikan hanya terdapat sedikit produsen dengan penggemukan sapi yang lebih baik, yaitu konsumen yang relatif banyak dan tiap produsen mempengaruhi harga (Nasution, tambahan dan juga jamu. Diperkuat Sehingga berdasarkan analisis dengan penelitian Sunyigono . yang dapat diketahui bahwa posisi tawar pedagang lebih kuat dari pada peternak. Saripalle . petani/peternak memiliki posisi tawar Seperti penjelasan di atas, struktur dalam penentuan harga bunga. pasar juga dianalisis melalui hambatan masuk pasar, yaitu dengan menghitung STRUKTUR. PERILAKU. DAN KINERJA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI DESA BICORONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Intan Nia Tata Ayu. Andrie Kisroh Sunyigono. Elys Fauziyah nilai Minimum efficient scale (MES). mekanisme penentuan harga dan sistem Hasil perhitungan menunjukkan nilai pembayaran (Abubakar et al. , 2. MES sebesar 43,47 persen atau lebih Keterpaduan besar dari 10 persen. Sehingga dapat pembibitan, pakan, dan tata laksana dikatakan bahwa hambatan masuk pasar merupakan kunci keberhasilan dari usaha sapi potong di Desa Bicorong tergolong penggemukan sapi potong. Sebagian Hasil ini sesuai dengan Comanous besar peternak membeli bibit sapi potong dan Wilson . dalam Wibowo . jika nilai MES lebih besar dari 10 persen, membeli dari sesama peternak seharga maka hambatan masuk pasar dapat Rp. 000 Ae Rp. 000, dan dikatakan tinggi. Artinya tidak ada sebagian lain lebih memilih melakukan pesaing baru yang masuk pasar, kecuali Peternak setelah masuk pasar mereka memperoleh Hal ini juga sejalan dengan memilih bibit sapi, mereka akan membeli penelitian Arum et al. , . ketika nilai sapi sesuai dengan kemampuan harga beli MES cukup tinggi terhadap pasar, maka dan yang penting sapi dalam kondisi tanpa meningkatkan output pedagang sehat dan memiliki kerangka tubuh yang baru tidak akan beroperasi secara efisien. besar, karena menurut peternak kerangka Sedangkan pedagang yang memasuki pasar dibawah MES tidak akan sanggup bersaing dengan pedagang yang telah yang lebih cepat. Ada Perilaku Pasar Sapi Potong di Desa Bicorong penggemukan yang menetukan kualitas Perilaku pasar usaha penggemukan aktivitas tersebut meliputi pemberian sapi potong di Desa Bicorong dianalisis pakan, minum, jamu, memandikan, dan Analisis membersihkan kandang. Pakan yang perilaku pasar dapat menjelaskan perilaku diberikan berupa pakan hijauan, daunan, pakan tambahan seperti dedak dan pakan menghadapi struktur pasar. Elemen yang kering seperti jerami. Sapi potong diberi termasuk dalam perilaku pasar antara makan hijuan atau pakan kering sehari dua kali dan pemberian pakan tambahan Berdasarkan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1159-1177 seperti bubur sapi cukup sehari sekali. sebesar Rp. Selain itu untuk Peternak tidak pernah membeli pakan menjaga kesehatan dan kebersihan sapi hijaun karena mereka menanam sendiri di pematang sawah atau dekat rumah, setidaknya seminggu sekali dan ada namun jika dinominalkan satu ikat kecil beberapa peternak yang memandikan sapi rumput hijauan biasanya dijual dengan seminggu dua kali. Selain memandikan harga Rp. 500, maka biaya pakan dalam sapi kebersihan kandang juga sangat di sehari sebesar Rp. Kemuadian perhatikan, oleh karena itu peternakan pemberian pakan tambahan atau bubur akan membersihkan kandang setiap pagi sapi berupa dedak sebesar Rp. 000 per dan sore hari. Untuk pemberian minum rutin Pedagang Sehingga dapat diketahui biaya pakan selama setahun sebesar Rp. 000 per pedagang di pasar. Pedagang pengumpul Rata-rata kelurahan yang sama dengan peternak. dilakukan untuk menjaga kesehatan dan Berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 nafsu makan sapi. Tidak semua peternak pedagang pengumpul desa. Mereka tidak memberikan jamu secara rutin. Hanya sedikit peternak yang rutin memberikan sehingga sapi yang dibeli dari peternak jamu kepada sapi setidaknya seminggu hanya dipelihara antara 1-2 hari atau sekali dan rata-rata peternak memberikan sampai sapi dapat terjual. Pedagang Menurut pengumpul desa hanya mampu menjual pengakuan peternak yang tidak rutin sapi potong tidak lebih dari 2 ekor sapi memberikan jamu, dikarenakan peternak dalam seminggunya, dengan keuntungan hanya akan memberikan jamu ketika bersih sebesar Rp. 500 per ekor. nafsu makan sapi turun. Jenis jamu yang Jangkauan pasar yang mampu mereka diberikan berupa campuran telur, kunyit masuki hanya satu pasar yaitu pasar atau temulawak, gula merah dan madu, jika dinominalkan kisaran Rp. Demikian ini disebabkan karena modal Selama yang dimiliki oleh pedagang pengumpul mengeluarkan biaya pemberian jamu desa sangat terbatas. Hal ini sejalan Kecamatan Pakong STRUKTUR. PERILAKU. DAN KINERJA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI DESA BICORONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Intan Nia Tata Ayu. Andrie Kisroh Sunyigono. Elys Fauziyah dengan penelitian Ayele et al. , . hewan di Kecamatan Waru pada hari bahwa pedagang kecil memiliki sedikit kamis, . pasar hewan di keppo pada modal kerja sehingga mengakibatkan hari selasa, dan . pasar di Desa mereka mengumpulkan hewan dalam Batubintang pada hari sabtu. jumlah terbatas atau rata-rata 6 ekor Pada dasarnya kualitas sapi potong atau bahkan dua sangat mempengaruhi harga jual, kualitas minggu sekali. Pedagang pengumpul desa tersebut meliputi bobot, panjang dan tinggi badan. Penentuan harga dilakukan perkembangan harga jual ternak dari melalui tawar menawar antara peternak sesama pedagang baik yang ada di desa dan pedagang pengumpul desa, kemudian maupun pedagang di pasar. terjadi kesepakatan harga antar peternak Pedagang dengan hasil penelitian Hidayati & menghubungkan pedagang pengumpul Zuhriyah, . harga beras organik ditentukan melalui kesepakatan harga pedagang besar di Kabupaten Pamekasan antara petani dan pedagang. Dimana maupun pedagang besar dari luar daerah. Pedagang pengumpul pasar umumnya berdasarkan pengalaman beternak dan masih satu wilayah kabupaten dengan informasi harga dari sesama peternak Hasil penelitian menunjukkan tanpa memperhatikan kualitas sapi, hal bahwa terdapat 9 pedagang pengumpul tersebut karena keterbatasan pengetahuan pasar yang berasal dari Kecamatan Waru. dalam beternak. Sedangkan pedagang Pedagang pengumpul desa menawar sesuai harga di membeli atau menjual sapi potong lebih pasaran dan kondisi sapi. Pedagang dari 6 ekor per minggunya. Hal ini karena pengumpul pasar juga menerapkan hal Berdasarkan Sejalan pengumpul pasar lebih luas daripada sebagian peternak, pedagang pengumpul Dalam lebih dominan dalam penetentuan harga. seminggunya mereka mampu menjual 1-2 Ningsih et al. , . menyatakan bahwa ekor sapi di 4 pasar yang berbeda, pasar blantik sapi sangat menentukan harga jual tersebut meliputi : . pasar hewan di Sejalan dengan penelitian Sari et Desa Pakong pada hari minggu, . pasar , . pedagang lebih dominan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1159-1177 dalam menentukan harga dikarenakan sebanyak 42, pedagang pengumpul desa produk yang dikuasai petani jumlahnya sebanyak 4, dan pedagang di pasar sedikit, kolusi antara pedagang desa dan sebanyak 9, maka dapat diketahui saluran pedagang pasar, dan Noach & Lalus . usaha peternak di Desa Bicorong, sebagai ternak hanya sebagai kegiatan berjaga-jaga. Karakter peternak yang hanya akan menjual sapi ketika ada Peternak Ae Pedagang pengumpul pasar kebutuhan mendesak sudah diketahui Peternak Ae Pedagang pengumpul desa Ae secara baik oleh pedagang pengumpul. Pedagang pengumpul pasar sehingga ketika peternak membutuhkan Tujuan penjualan yang dilakukan kebutuhannya, maka harga sapi menjadi pasar Pakong. Waru. Batu Bintang. Proses ini mengakibatkan petani Palenglengan berada pada posisi terbawah dan paling Keppo. lemah dalam keputusan penentuan harga adalah saluran pemasaran terpendek atau Sistem Saluran Galis dapat dikatakan saluran yang paling Fungsi pemasaran adalah rangkaian langsung dan tunai. dilihat dari saluran pemasaran yang Adapaun menggambarkan kegiatan transaksi yang pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran sapi potong di Desa Bicorong Tingkah laku dalam pasar dapat Berdasarkan data sampel . peternak fungsi-fungsi dalam Tabel 3. Tabel 3. Fungsi-Fungsi Pemasaran Sapi Potong di Desa Bicorong Tahun 2021 Fungsi-Fungsi Pemasaran Peternak Pengumpul Desa Pengumpul Pasar Pembelian Oo Penjualan Oo Perawatan Oo Transportasi Risiko Sumber : Data Primer Diolah, 2022 Keterangan . : Pegumpul tidak menjalankan fungsi pemasaran (O. : Pengumpul menjalankan fungsi STRUKTUR. PERILAKU. DAN KINERJA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI DESA BICORONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Intan Nia Tata Ayu. Andrie Kisroh Sunyigono. Elys Fauziyah keuntungan usaha (Sari & Tamami. Kinerja Pasar Sapi Potong di Desa Bicorong Kinerja menggunakan akuntasi dengan tujuan mengetahui sebaran marjin pemasaran dilakukan oleh pesaing besar dengan pada setiap lembaga yang terlibat dalam menggunakan strategi. Hal ini sejalan saluran pemasaran. Berdasarkan hasil dengan penelitian Lusiana . kinerja penelitian terdapat 2 saluran pemasaran erat kaitannya dengan ekonomi yang di di Desa Bicorong. Agustin & Hayati fokuskan pada tiga aspek inti yaitu . pemasaran akan mempengaruhi besar industri, efisiensi. Rostamnia & Rashid kecil marjin pemasaran dan aktivitas . yang telah dilaksanakan serta keutungan Indikator Marjin pemasaran di analisis pemasaran yang ada. Sejalan dengan tingkat integrasi pasar, hubungan antara pendapat Lubis . kecilnya nilai biaya transfer dan perbedaan harga antar pasar, serta hubungan antara harga tersebut efisien, karena selisih harga jual musiman dan biaya penyimpanan (Adam ditingkat petani dan harga beli ditinggkat pedagang akhir kecil sehingga dapat Tabrani. Kinerja Adapun kekuatan pesaing yang dapat diketahui akuntasi farmerAos share dan keuntungan dalam Tabel 4. Tabel 4. FarmerAos Share dan Keuntungan Saluran Pemasaran I Lembaga Pemasaran Peternak Harga Jual Biaya Pemasaran Biaya Transportasi Restribusi Pasar Biaya Tenaga Kerja Total Biaya Pemasaran Keuntungan Pedagang Di Pasar Harga Beli FarmerAos Share Sumber : Data Primer Diolah, 2022 Berdasarkan Tabel Kode Nilai (Rp/Eko. terpendek, dimana terdapat 9 responden pemasaran pertama merupakan saluran yang menjual ternaknya kepada pedagang Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1159-1177 pengumpul pasar. Rata-rata peternak tenaga kerja dalam keluarga. Sehingga mengeluarkan biaya pemasaran sebesar dapat diketahui keuntungan bersih yang Rp 55. 000 dengan biaya retribusi pasar sebesar Rp. 000 dan biaya transportasi penggemukan sapi potong sebesar Rp. rata-rata sebesar Rp. 000 per satu kali Menurut pengakuan peternak hal tersebut sudah untung dikarenakan menggunkan pick up. Rata-rata harga jual sapi sebesar Rp. 667 dengan operasional seperti biaya pakan dan keuntungan kotor Rp. 667 per menghitung biaya bibit, pemasaran dan Keuntungan keuntungan kotor karena belum dikurangi pemberian jamu saja. biaya pembelian bibit sapi potong dan Pada saluran pemasaran kedua biaya operasional. Rata-rata harga bibit terdapat pedagang pengumpul desa dan sapi potong baik dari peternak langsung pedagang di pasar yang terlibat dalam atau dari pasar sebesar Rp. sistem pemasaran. Pada saluran ini kisaran umur 0,6 - 1 tahun. Biaya operasinoal penggemukan sapi dalam transportasi disebabkan biaya tersebut setahunnya sebesar Rp. 000 per ditanggung oleh pedagang pengumpul Biaya tersebut meliputi biaya Rata-rata pedagang pengumpul desa pembelian pakan hijaun, pakan tambahan, mengeluarkan biaya transportasi sebesar dan jamu. Peternak tidak mengeluaran Rp. 000 per sekali pasaran. biaya tenaga kerja karena menggunakan Tabel 5. FarmerAos Share dan Keuntungan Saluran Pemasaran II Kode Nilai Lembaga Pemasaran (Rp/Eko. Petani Harga Jual Pedagang Pengumpul Desa Harga Beli Total Biaya Pemasaran Harga Jual Keuntungan Bersih Pedagang Pengumpul Pasar Harga Beli Total Marjin Total Sumber : Data Primer Diolah, 2022 Distribusi Marjin (%) Share (%) 95,19 36,07 1,73 63,91 3,07 100,00 100,00 STRUKTUR. PERILAKU. DAN KINERJA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI DESA BICORONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Intan Nia Tata Ayu. Andrie Kisroh Sunyigono. Elys Fauziyah Pada Marjin pemasaran pada saluran pemasaran kedua sebesar Rp. 500 per pemasaran kedua atau peternak menjual Share yang diterima peternak Ou 60 ke pedagang pengumpul desa. Harga sapi persen, menunjukkan saluran pemasaran potong pada pedagang pengumpul desa rata-rata sebesar Rp. 000 dengan dikatakan efisien. Namun hasil ini akan keuntungan bersih sebesar Rp. beda arti ketika share yang diterima per ekor. Ningsih et al. , . pedagang peternak lebih dari 70 persen dan banyak apabila membeli sapi dari peternak akan lembaga pemasarn yang terlibat, sehingga Rp. mengakibatkan distribusi marjin tidak Pedagang merata, maka dalam kondisi ini saluran pengumpul desa mengeluarkan biaya pemasaran dapat dikatakan tidak efisien parkir pick up sebesar Rp. 000 per walaupun share yang diterima peternak sekali pasaran dan biaya tenaga kerja lebih dari > 60 persen Sumaiyah et al. rata-rata Rp. 000 per orang. Hal ini . Tabel sejalan dengan penelitan Ningsih et al. KESIMPULAN DAN SARAN transportasi memiliki biaya antara Rp. Berdasarkan 000 Ae Rp. 000 dengan proporsi struktur pasar sapi potong di Desa upah blantik antara Rp. 000 Ae Rp. Bicorong merupakan pasar oligopoli Apabila sapi potong tidak terjual dengan konsentrasi semua maka pedagang pengumpul desa pasar pada pemasaran sapi potong di Desa Bicorong menunjukkan posisi tawar mengeluarkan biaya perawatan rata-rata peternak lemah, dominan harga jual Rp. Agustin & Hayati . ditentukan oleh pedagang pengumpul. sapi potong tidak terjual merupakan Sedangkan kinerja pasar sapi potong di resiko yang sering terjadi sehingga Desa pedagang harus pemasaran I dapat dikatakan efisien mengeluarkan biaya Bicorong Perilaku karena terdapat satu lembaga pemasaran pedagang pengumpul. Harga jual sapi yang terlibat. potong di tingkat pedagang pengumpul Peternak disarankan menjual sapi desa rata-rata sebesar Rp. 500 per langsung ke pedagang di pasar. Untuk Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1159-1177 . Sistem Pemasaran Karet Rakyat Di Provinsi Jambi Dengan Pendekatan Struktur. Perilaku. Dan Kinerja Pasar. Buletin Ristri, 4. , 237Ae244. Anindita. , & Baladina. Pemasaran Produk Pertanian. Yogyakarta: Andi Offset. Arum. Kartika. Firmansyah. , & Rindes. Analisis Struktur Pasar Ternak Sapi Di Kabupaten Batanghari. Jurnal Ilmiah IlmuIlmu Peternakan, 22. , 107Ae116. Asmarantaka. Atmakusuma. Muflikh. , & Rosiana. Konsep Pemasaran Agribisnis : Pendekatan Ekonomi Dan Manajemen. Jurnal Agribisnis Indonesia, 5. , 143Ae164. Ayele. Zemedu. , & Gebremdhin. Analysis Of Market Structure Conduct And Performance Of Beef Cattle : The Case Of Dugda District . East Shoa Zone . Oromia Regional State . Ethiopia. Journal Of Biology. Agriculture And Healthcare, 7. , 5Ae11. Badan Pusat Statistik. Populasi Sapi Potong Menurut Provinsi Badan Pusat Statistik. Produksi Daging Sapi Menurut Provinsi Dahl. , & Hammond. Market And Price Analysis The Agricultural Industry. New York: MC. Graw Hill Book Company. Dodo. , & Umar. Analysis Of Structure . Conduct And Performance Of Beef Marketing In Katsina . Katsina State. Global Educational Research Journal, 3. , 370Ae375. Firmansyah. Hoesni. Pahantus. , & Afriani. Analisis Structure-Conduct-Performance Pasar Ternak Sapi Dan Kerbau memperkuat posisi tawar, peternak perlu peternak seperti koperasi atau badan Organisasi kekuatan pedagang dalam mempengaruhi harga pasar sapi potong. Pemerintah perlu sebagai acuan pedagang dalam penentuan harga agar peternak tidak rugi. DAFTAR PUSTAKA