JOURNAL OF ECONOMICS AND REGIONAL SCIENCE Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 P-ISSN: 2776-2939 E-ISSN: 2776-3196 Perkembangan Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia Sindy Lita Kumala Histori Artikel: Pengajuan : 14 Desember 2021 Revisi : 13 Januari 2022 Diterima : 15 Januari 2022 Keywords: Digital Economy. Digital-Based Economic Development. Financial Sector. Cultural Sector. Tourism and Creative Economy. Agriculture Sector and Agrologistics Sector Abstract The purpose of this study is to determine the development of a digital-based economy in Indonesia. The method used in this research is descriptive. The digital economy was born and developed along with the use of Information and Communication Technology which is also increasingly globalized in the world. The digital economy has a significant impact on the Indonesian economy. Data from the Central Statistics Agency (BPS) shows that in 2017 the contribution of the digital market to Indonesia's Gross Domestic Product (GDP) increased by 4 percent compared to 2016 of 3. 61 percent, and in 2018 it is estimated to reach 10 percent. Technological developments have brought rapid changes and intense competition. Human mobility, the distribution of goods, as well as the traffic of capital and information are rapidly developing through digitization. The development of digitalization has created new breakthroughs in the financial sector, the cultural sector, tourism and the creative economy, the agricultural sector and the agrologistics sector. Citation: Kumala. Perkembangan Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia. Journal of Economics and Regional Science, 1. , 109-117. Kata Kunci: Ekonomi Digital. Perkembangan Ekonomi Berbasis Digital. Sektor Financial. Sektor Kebudayaan. Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sektor Pertanian Dan Sektor Agrologistik Abstraksi Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif. Ekonomi digital lahir dan berkembang seiring penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang juga semakin mengglobal di dunia. Ekonomi digital memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada tahun 2017 kontribusi pasar digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia meningkat 4 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar 3,61 persen, dan tahun 2018 diperkirakan mencapai 10 persen. Perkembangan teknologi telah membawa perubahan yang sangat cepat dan kompetisi yang ketat. Mobilitas manusia, distribusi barang, serta lalu lintas modal dan informasi semakin cepat berkembang melalui digitalisasi. Perkembangan digitalisasi telah menciptakan terobosan baru dalam sektor financial, sektor kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif. Sektor pertanian dan sektor agrologistik. JEL Classification: A1. O3. P2. P5. Q Penulis Korespondesi: Sindy Lita Kumala Email: sindykumala0@gmail. | 109 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 PENDAHULUAN Istilah Industri 4. 0 lahir dari ide revolusi industri ke empat. European Parliamentary Research Service dalam Davies . menyampaikan bahwa revolusi industri terjadi empat kali. Revolusi industri pertama terjadi di Inggris pada tahun 1784 di mana penemuan mesin uap dan mekanisasi mulai menggantikan pekerjaan manusia. Revolusi yang kedua terjadi pada akhir abad ke-19 di mana mesin-mesin produksi yang ditenagai oleh listrik digunakan untuk kegiatan produksi secara masal. Penggunaan teknologi komputer untuk otomasi manufaktur mulai tahun 1970 menjadi tanda revolusi industri Saat ini, perkembangan yang pesat dari teknologi sensor, interkoneksi, dan analisis data memunculkan gagasan untuk mengintegrasikan seluruh teknologi tersebut ke dalam berbagai bidang industri. Memasuki revolusi industri 4. 0, teknologi digital menjadi salah satu modal utama yang dibutuhkan oleh para pelaku industri untuk mengembangkan lini usaha mereka. Kehadiran industri 4. 0 pun menjadi bukti bahwa saat ini perkembangan industry tidak dapat terlepas dari perkembangan teknologi. Perkembangan sektor industri yang beriringan dengan perkembangan teknologi tentunya dapat membawa dampak yang positif pada suatu negara, salah satunya dampak positif pada peningkatan perekonomian negara tersebut. Dengan adanya teknologi digital, suatu negara dapat mendorong perekonomiannya ke arah ekonomi digital. Era ekonomi digital, sebenarnya, sudah berlangsung mulai dari tahun 1980-an, dengan menggunakan personal computer (PC) dan internet sebagai teknologi kunci yang digunakan untuk efisiensi bisnis. Penggunaan teknologi seperti PC dan internet ini pun menjadi awal dari perkembangan e-commerce atau perdagangan elektronik. Seiring dengan perkembangan teknologi, era old digital economy akhirnya memasuki era new digital economy, ditandai dengan adanya mobile technology, akses internet yang tidak terbatas, serta kehadiran teknologi cloud yang digunakan dalam proses ekonomi digital. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi besar untuk perkembangan ekonomi digital. Google dan TEMASEK . dalam hasil penelitiannya, menyebutkan bahwa salah satu hal yang mendukung perkembangan internet ekonomi di Indonesia adalah banyaknya jumlah pengguna internet di Indonesia. Beberapa fakta lain yang mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia antara lain sebagai berikut (Mc Kinsey & Company, 2. Sindy Lita Kumala Perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia | 110 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 Indonesia diperkirakan memiliki pasar perdagangan online sebesar 5 Miliar untuk perdagangan online formal, dan lebih dari 3 Miliar untuk perdagangan online informal. Indonesia diperkirakan memiliki 30 juta pembeli online pada tahun 2017 dengan total populasi sekitar 260 juta. Pada tahun 2025, ekonomi digital di Indonesia diperkirakan akan menciptakan 3. 7 juta pekerjaan tambahan. Menghasilkan pertumbuhan pendapatan hingga 80% lebih tinggi untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Memberikan tambahan 2% per tahun dalam pertumbuhan PDB dengan meningkatkan tingkat penetrasi broadband dan penggunaan teknologi digital oleh UKM Ekonomi digital di Indonesia memang dapat membawa banyak dampak positif, namun hal ini juga menjadi tantangan pemerintah dalam membuat kebijakan. Dengan adanya perkembangan ekonomi digital dapat memungkinkan munculnya model bisnis baru, integrasi antar sektor bisnis, serta perubahan model bisnis pada sektor yang sudah Perkembangan teknologi informasi di era revolusi 4. 0 memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Perkembangan ini mampu menciptakan model bisnis dan pelaku ekonomi baru yang sangat dinamis, sehingga mampu menggeser praktik- praktik ekonomi tradisional yang eksis sebelumnya (Satria, 2. Ekonomi inilah yang sekarang kita kenal dengan konsep ekonomi digital dimana terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Indonesia mengalami peningkatan ekonomi digital secara keseluruhan, hal itu berpengaruh pada meningkatnya ekonomi nasional. Ekonomi digital dipercaya akan mampu menjawab tantangan pembangunan ekonomi yang belum stabil. Pemerintah Indonesia berkomitmen bahwa pembangunan ekonomi berbasis mayarakat sebagai pelaku usaha. Jumlah wirausaha akan berkembang dalam menggerakkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. Maka pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia. METODE Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif, menggunakan studi kepustakaan sehingga menghasilkan paparan yang berupa gagasan teori tentang perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia. Kajian yang dipaparkan dalam Sindy Lita Kumala Perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia | 111 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 pada tulisan ini didasarkan pada analisis literatur yang sifatnya relevan sehingga sifatnya berupa kumpulan pernyataan dari berbagai sumber yang menjadi rujukan referensi. HASIL DAN PEMBAHASAN Ekonomi Digital Ekonomi digital lahir dan berkembang seiring penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang juga semakin mengglobal di dunia. Menurut Dalle . sejarah ekonomi dunia telah melalui empat era dalam hidup manusia yaitu era masyarakat pertanian, era mesin pasca revolusi industri, era perburuan minyak, dan era kapitalisme korporasi multinasional. Empat gelombang ekonomi sebelumnya berkarakter eksklusif dan hanya bisa dijangkau oleh kelompok elit tertentu. Gelombang ekonomi digital hadir dengan topografi yang landai, inklusif, dan membentangkan ekualitas peluang. Karakteristik ini memiliki konsep kompetisi yang menjadi spirit industri yang dengan mudah terangkat oleh para pelaku startup yang mengutamakan kolaborasi dan sinergi. Karena itu pula ekonomi digital merupakan Aosharing economyAo yang mengangkat banyak usaha kecil dan menengah untuk memasuki bisnis dunia. Terdapat Sektor potensial dalam ekonomi digital: Sektor Financial Munculnya beragam aplikasi digital sebagai alat pembayaran merupakan salah satu bukti yang Rupiah menunjukkan perkembangan sektor finansial di era ekonomi digital ini. Tidak hanya sistem pembayaran, aplikasi-aplikasi digital yang berkaitan dengan sistem pembiayaan pun mulai banyak dikembangkan dan digunakan oleh Tidak heran, saat ini, topik terkait financial technology atau sering disebut sebagai fintech menjadi salah satu topik yang sering dibahas oleh para pelaku ekonomi Perkembangan industri fintech di Indonesia tentunya tidak lepas dari lembaga penga-wasan pemerintah. Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan dua lembaga pemerintah yang memiliki wewenang untuk memantau perkembangan industri fintech. Kedua lembaga pengawasan ini tentunya tidak memiliki tugas dan fungsi yang tumpang tindih. Bank Indonesia berfokus untuk mengatur dan mengawasi para pelaku fintech di bidang jasa keuangan pembayaran . , sedangkan OJK berfokus pada pelaku fintech di bidang jasa keuangaan pendanaan . Masing-masing lembaga memiliki regulasi yang wajib untuk Sindy Lita Kumala Perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia | 112 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 diketahui dan dipahami oleh para pelaku fintech. Secara umum, industri fintech di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 3 . kelompok, yaitu: Sistem pembayaran . , berkembang sebagai alat pembayaran non tunai yang dapat digunakan untuk transaksi dengan merchant. Contoh: OVO. Go-Pay. Dana. LinkAja. Pendanaan/pembiayaan . , untuk pelaku fintech di bidang lending di Indonesia . Fintech lainnya, penyelenggara platform fintech di luar sistem pembayaran dan Pada kelompok fintech lainnya ini, penyelenggara fintech yang dapat dikatakan cukup berkembang adalah penyelenggara fintech di bidang crowdfunding dan digital banking. Contoh: Kitabisa. Jenius by BTPN. Digibank by DBS. Sektor Kebudayaan. Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang banyak memanfaatkan teknologi digital dalam inovasi produknya. Melalui platform e-commerce banyak produk-produk hasil budaya dan kreatitas masyarakat lokal Indonesia yang diperjual-belikan. Tidak hanya itu, teknologi digital pun dimanfaatkan untuk membangun digital platform yang dapat dipakai untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Aplikasi-aplikasi seperti Traveloka. Pegi-Pegi, dan Tiket. com merupakan salah satu contoh dari bentuk inovasi dan perkembangan sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif di era ekonomi digital saat ini. Sektor Pertanian Model bisnis yang ada pada sektor pertanian, kedepannya, diperkirakan akan mengalami perubahan atau perkembangan akibat adopasi teknologi robotik dan internet of things (IoT) yang dapat membawa sektor pertanian ke arah pertanian 4. Jika pelaksana pertanian 4. 0 sudah sepenuhnya terlaksana, maka hal tersebut tidak hanya akan memberikan pengaruh pada produsen, tetapi juga pada Konsumen akan menjadi lebih dekat kepada petani, dengan menggunakan teknologi digital proses transaksi produk pertanian dapat menjadi lebih cepat dan Selain pada proses transaksi, pertanian 4. 0 pun membuka peluang untuk 0 agar dapat dimanfaatkan untuk menguatkan produktivitas dan meningkatkan nilai usaha pertanian dalam arti luas . ertanian, peternakan, perikanan, dan kehutana. Sindy Lita Kumala Perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia | 113 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 Sektor Agrologistik Sektor agrologistik di era ekonomi digital menjadi hal yang sangat penting, karena optimalisasi sektor agrologistik menggunakan teknologi digital dapat memotong rantai pasok serta rantai nilai dalam sektor pertanian. Teknologi yang diperkirakan akan digunakan untuk mengembangan sektor agrologistik adalah seperti automobile atau drone. GPS tracking, dan unmanned technology. Pemanfaatan 0 di sektor agrologistik dirasa dapat menjaga kualitas produk pertanian dan juga menambah nilai dari produk tersebut, sehingga produk pertanian akan siap untuk masuk dalam. Pada negara-negara maju, logistik telah dianggap sebagai suatu proses nilai tambah yang akan mendukung organisasi dalam mencapai tujuan, yakni menjadi organisasi yang mampu bersaing dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pelanggan, mampu bersaing dari sisi harga dan kualitas produk, mampu memberikan pelayanan yang berkualitas di lingkup yang lebih luas, mampu memberikan informasi yang menyeluruh kepada konsumen dan pihak lain yang terkait di rantai pasokan, serta memiliki fleksibilitas dalam merespon permintaan dari pasar. Lambert dkk . menyebutkan bahwa logistik adalah bagian dari proses rantai pasokan yang merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan aliran dan penyimpanan barang, layanan, maupun informasi yang terkait menjadi lebih efektif dan efisien, mulai dari tahapan awal hingga sampai ke tangan konsumen dalam rangka memenuhi permintaan pasar. Proses tersebut dijalankan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku, dimana termasuk di dalam proses tersebut terkait dengan berbagai hal seperti pemilihan lokasi tempat produksi, manajemen transportasi, manajemen persediaan, manajemen retur, serta analisis permintaan dari pasar terhadap Dampak Ekonomi Digital Ekonomi digital memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada tahun 2017 kontribusi pasar digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia meningkat 4 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar 3,61 persen, dan tahun 2018 diperkirakan mencapai 10 Berdasarkan Laporan Oxford Economics tahun 2016, setiap 1 persen peningkatan Sindy Lita Kumala Perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia | 114 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 penetrasi mobile diproyeksikan menyumbang tambahan 640 juta USD kepada PDB Indonesia serta membuka 10. 700 lapangan kerja baru pada tahun 2020. Di balik itu, perkembangan ekonomi digital apabila tidak segera disikapi dapat menimbulkan beberapa dampak negatif, antara lain pengangguran. Tantangan Ekonomi Digital Model pertumbuhan ekonomi ke depan akan bergantung pada berbagai inovasi Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF). Christine Lagarde, menyampaikan potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar karena ada 1. 700 usaha rintisan bergeliat di dalam negeri. Namun saat ini tugas pemerintah adalah memastikan bahwa ekonomi digital harus dapat menopang pertumbuhan ekonomi. Ekonomi baru ini harus menjamin agar tidak hanya mendorong produktivitas dan pertumbuhan, namun juga menjadi fondasi yang bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat. Model pertumbuhan ekonomi baru ini harus bertujuan mendorong permintaan domestik, meningkatkan perdagangan antar-kawasan, dan memberikan peluang terjadinya diversifikasi ekonomi. Untuk itu perlu dikendalikan melalui peningkatan kualitas infrastruktur digital dan sistem pendidikan yang sesuai untuk masa depan. Ekonomi digital mendorong orang menjadi produktif dengan memanfaatkan teknologi dan dengan bonus demografi diharapkan generasi muda lebih menguasai perkembangan teknologi. Penguasaan teknologi digital adalah salah satu hal yang masih dapat dikatakan minim di Indonesia. Hal inilah yang harus diantisipasi dan diselesaikan oleh pemerintah menjelang bonus demografi. Bonus demografi akan maksimal apabila penduduk usia produktif memiliki kesehatan yang layak, pendidikan, dan keterampilan yang memadai. Apabila kemajuan teknologi tidak diiringi dengan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tersebut, maka Indonesia dikhawatirkan hanya akan menjadi penonton dan pangsa pasar produk asing. SIMPULAN Perkembangan teknologi telah membawa perubahan yang sangat cepat dan kompetisi yang ketat. Mobilitas manusia, distribusi barang, serta lalu lintas modal dan informasi semakin cepat berkembang melalui digitalisasi. Perkembangan digitalisasi telah menciptakan terobosan baru dalam sektor financial, sektor kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif. Sektor pertanian dan sektor agrologistik. Ekonomi digital telah | 115 Sindy Lita Kumala Perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 membawa dampak positif dan negatif yang menjadi tantangan bagi pemerintah dan SARAN Pemerintah harus dapat menciptakan regulasi yang mendorong pengembangan ekonomi digital sebagai strategi dalam mewujudkan visinya tahun 2020, seperti kebijakan kemudahan pembiayaan bagi usaha rintisan, insentif pajak, dan pembinaan penguasaan TIK bagi UKM. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi juga perlu ditingkatkan. Pemerintah juga perlu melakukan pengembangan pendidikan TIK dari tingkat dasar hingga atas serta mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilan di bidang TIK. Dan pemerintah lebih fokus terhadap sektor berbasis Ekonomi Digital agar Negara kita lebih maju kedepannya. DAFTAR PUSTAKA