Jurnal Edumath . Volume 9 No. Januari 2023 Hlm. 1 - 10 ISSN Cetak : 2356-2064 ISSN Online : 2356-2056 Bagaimana Bentuk Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berdasarkan Prosedur Newman? Devi Rahayu Agustin. Tatik Retno Murniasih. Trija Fayeldi. Pendidikan Matematika STKIP PGRI Lumajang, . Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang E-mail: devira9626@gmail. , tretnom@unikama. trija_fayeldi@unikama. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam terkait kesalahan siswa pada penyelesaian soal cerita Aritmetika Sosial berdasarkan prosedur Newman. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan populasi 28 siswa kelas VII-A. Sedangkan subjek terdiri dari satu subjek dari kategori tinggi dan kategori bawah. Instrumen berupa tes tertulis dan dilakukan wawancara sesuai kebutuhan untuk mengkonfirmasi jawaban secara Hasil penelitian didapatkan 2 subjek menjawab benar dan 26 subjek menjawab Lebih lanjut terdapat hasil pekerjaan siswa pada saat menyelesaikan nomor 1 yakni 26 siswa atau 46% melakukan kesalahan membaca, 28 siswa atau 50% melakukan kesalahan memahami, 28 siswa atau 50% melakukan kesalahan transformasi, 22 siswa atau 39% melakukan kesalahan keterampilan proses untuk soal nomor 1 dan 26 siswa atau 46% melakukan kesalahan keterampilan proses untuk soal nomor 2, 24 siswa atau 43% melakukan kesalahan penulisan jawaban untuk soal nomor 1 dan 28 siswa atau 50% melakukan kesalahan penulisan jawaban untuk soal nomor 2. Lebih lanjut peneliti menganjurkan untuk meminimalkan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita melalui perbanyak soal latihan dan memfokuskan pada hal yang kurang dikuasai siswa. Rekomendasi berikutnya dapat menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis RME dan menggunakaan bahasa yang mudah dipahami siswa. Selain itu terkait penguasaan rumus hendaknya guru lebih menekankan pada pemahaman konsep daripada menghafal. Kata kunci: kesalahan, soal cerita, artimetika sosial, prosedur Newman PENDAHULUAN Berbagai pandangan tentang soal cerita merupakan soal yang tidak mudah untuk diselesaikan dengan baik. Hal tersebut dikarenakan dalam menyelesaikan soal cerita dibutuhkan pemahaman dalam penggunaan bahasa, simbol, rumus matematika, melakukan perhitungan, dan memberikan kesimpulan (Baysal & Sevinc, 2. Sedangkan menurut Mansur & Subanji . menyatakan dalam penyelesaian soal cerita, siswa harus menerapkan konsep yang sudah dipelajari. Menurut Arifani & AsAoari, 2016. Khalo dkk. , . penyebab lain siswa melakukan kegagalan yakni tidak teliti dalam menyelesaikan soal cerita, tingkat kepercayaan diri yang rendah, pemahaman konsep yang rendah, minimnya latihan dalam menyelesaikan soal cerita dan tidak meninjau kembali jawaban. Dengan demikian dibutuhkan solusi yang tepat agar terhindar dari kesalahan dalam penyelesaian soal cerita. Metode Newman merupakan metode yang tepat dan memiliki kualitas yang baik dan tepat untuk digunakan mengetahui kesalahan dalam soal cerita (Jami dkk. , 2020. Bagaimana Bentuk Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Prakitipong & Nakamura, 2006. Suyitno & Suyitno, 2015. White, 2. Berikut macammacam prosedur Newman meliputi membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, penulisan jawaban (Ellerton & Clements, 1. Menurut White . bahwa metode Newman sudah mendapat respon positif yang digunakan oleh guru sejak tahun 2007 untuk menganalisis kesalahan siswa. Metode lain yakni Polya. Tahapan Polya tidak jauh berbeda dengan Prosedur Newman yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan mengevaluasi hasil (Atmaja dkk. , 2. Tahapan yang membedakan terletak pada tahapan membaca. Siswa yang mengetahui penyelesaian soal cerita dikarenakan mengetahui informasi dari soal cerita, simbol, dan bahasa sehingga mempermudah untuk melangkah lebih lanjut seperti menuliskan informasi penting dalam bentuk matematika hingga memperoleh jawaban yang benar (White, 2. Perolehan jawaban yang benar mempermudah siswa untuk tercapainya tujuan dari pembelajaran matematika (Hananta & Ratu, 2. Namun terdapat informasi dari guru matematika di salah satu MTs di Lumajang tanggal 8 Desember 2022 yakni soal cerita masih menjadi permasalahan bagi siswa. Sebagian besar siswa juga mengalami kesulitan dalam memahami kalimat dan menerjemahkan kebentuk kalimat matematika. Ketika siswa menghadapi soal yang berbeda maka siswa tidak mampu untuk menyelesaikan dengan benar. Berikut salah satu kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal aritmetika sosial yaitu AuSeorang pedagang membeli seekor kambing dengan harga Rp1. 000,00. Kambing tersebut dijual kembali dengan harga Rp1. 000,00. Setelah itu, dia membeli kambing yang ukurannya lebih besar seharga Rp2. 000,00 dan menjualnya kembali seharga Rp2. 000,00. Apakah pedagang tersebut untung atau rugi? Tentukan besar keuntungan atau kerugiannya. Ay Adapun hasil jawaban siswa terdapat suatu permasalahan diantaranya siswa menuliskan diketahui tetapi tidak menuliskan Selain itu siswa tidak menuliskan kesimpulan di akhir jawaban seperti pada Gambar 1 di bawah ini. Tidak menuliskan ditanya Tidak menuliskan kesimpulan Gambar 1. Kesalahan Salah Satu Siswa di MTs Lumajang Dengan demikian guru pada mata pelajaran sangat mendukung peneliti dalam mengambil materi aritmetika sosial dan menganalisis kesalahan yang terjadi pada Apabila jenis kesalahan sudah diketahui, diharapkan siswa bisa menghindari kesalahan yang sama (Nurmitasari & Astuti, 2. Lebih lanjut kesalahan yang sudah diketahui diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kesalahan. Sejalan dengan penelitian Mansur & Subanji . bahwa kesalahan yang diketahui memberikan dampak positif bagi guru sehingga mendapatkan solusi atas permasalahan tersebut. Menurut Nelson & Powell . , kesalahan juga harus diselidiki untuk mendapatkan gambaran awal terkait dengan pemahaman siswa. Beberapa penelitian terdahulu seperti hasil penelitian Arifani & AsAoari . menunjukkan bahwa beberapa siswa memiliki masalah dalam menyelesaikan soal TIMS misal siswa menuliskan pemahaman terkait masalah cerita dengan menulis ulang pertanyaan cerita. Kesalahan transformasi dimana siswa tidak mampu Nama Author AA mengubah bahasa kebentuk matematika. Lebih lanjut siswa menerapkan opeasi perhitungan tidak benar namun hasil yang didapatkan benar. Menurut Mansur & Subanji . , siswa melakukan lima tipe kesalahan Newman dalam menyelesaikan masalah open ended. Sedangkan kesalahan yang sering dilakukan dalam penggunaan operasi seperti menuliskan => 75 seharusnya Ou 75 dan siswa kesulitan dalam menuliskan kesimpulan. Badriyah, dkk. bahwa ada beberapa siswa melakukan kesalahan dalam pengoperasian bilangan bulat. Menurut Nugroho . , pemahaman konsep matematika perlu ditingkatkan untuk menghidari kesalahan. Berdasarkan permasalahan di atas, penting dilakukannya penelitian untuk mengungkapkan jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi Aritmetika Sosial berdasarkan prosedur Newman. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan deskripstif kualitatif karena memberikan gambaran yang mendalam tentang jenis-jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita (Murniasih, 2. Penelitian dilakukan di salah satu MTs di Kabupaten Lumajang pada bulan Desember 2022. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa kelas VIIA. Pengelompokkan subjek penelitian berdasarkan konversi skor yang diadaptasi Nurkancana dan Sunarta (Arifani. Sunardi, & Setiwani . Konversi nilai terbagi 80 O ycycoycuyc O 100, 65 O ycycoycuyc O 79, dan kategori rendah 0 O ycycoycuyc O 64. Lebih lanjut dalam penelitian ini diperoleh dua kategori tinggi dan 26 kategori rendah. Oleh karena itu diambil sampel yang mewakili masing-masing kategori. Instrumen penelitian adalah tes tertulis Aritmetika Sosial dan pedoman wawancara jika diperlukan. Hal tersebut berfungsi untuk mendapatkan data yang belum jelas. Soal tes didiskusikan terlebih dahulu dengan dosen matematika dengan tujuan instrumen valid dan layak digunakan. Setelah diperoleh data berupa hasil jawaban siswa, maka dilakukan analisis berdasarkan indikator kesalahan Newman berupa kesalahan membaca, kesalahan memahami, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan penulisan jawaban. HASIL DAN PEMBAHASAN Data dapat diperoleh setelah 28 siswa kelas VII-A mengerjakan tes tertulis dan data berupa lembar jawaban serta melakukan proses wawancara. Lembar jawaban dianalisis menggunakan metode Newman untuk menentukan jenis-jenis kesalahan siswa dan dilakukan proses wawancara untuk mengetahui jawaban siswa yang rancu. Adapun hasil penelitian diperoleh dua siswa menjawab benar walaupun terdapat beberapa indikator yang tidak terpenuhi dan 26 siswa menjawab salah. Berikut adalah gambaran terkait dengan pencapaian indikator kesalahan newman pada Tabel 1. Tabel 1. Pencapaian Indikator Kesalahan Newman Soal Indikator Inisial Bagaimana Bentuk Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 S21 S22 S23 S24 S25 S26 S27 Jumlah Kesalahan Presentase Kesalahan 46% 50% 50% Keterangan: 43% 46% 50% 50% 46% 50% Indikator Kesalahan Membaca. Indikator Kesalahan Memahami. Indikator Kesalahan Transformasi. Indikator Kesalahan Keterampilan Proses. Indikator Kesalahan Penulisan Jawaban. I: Tercapai Indikator. x: Tidak Tercapai Indikator. Berdasarkan Tabel 1 disimpulkan banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita dengan benar. Hal tersebut dapat ditunjukkan pada setiap langkah-langkah dalam menyelesaikan soal cerita menggunakan tahapan Newman. Adapun hasil pekerjaan siswa pada saat menyelesaikan nomor 1 yakni 26 siswa atau 46% melakukan kesalahan membaca, 28 siswa atau 50% melakukan kesalahan memahami, 28 siswa atau 50% melakukan kesalahan transformasi, 22 siswa atau 39% melakukan kesalahan keterampilan proses untuk soal nomor 1 dan 26 siswa atau 46% melakukan kesalahan keterampilan proses untuk soal nomor 2, 24 siswa atau 43% melakukan kesalahan penulisan jawaban untuk soal nomor 1 dan 28 siswa atau 50% melakukan kesalahan penulisan jawaban untuk soal nomor 2. Dengan demikian pemilihan subjek adalah siswa yang mewakili dari masingmasing kategori berdasarkan konversi nilai dan rekomendasi dari guru. Oleh karena itu dipilih subjek penelitian yaitu satu siswa dari kategori tinggi dengan simbol S1 dan satu siswa kategori rendah dengan simbol S2. Berikut uraian jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sebagai berikut. Kesalahan Membaca Kesalahan membaca terjadi karena tidak menemukan kata kunci dari permasalahan dalam soal cerita. Kata kunci seperti menemukan informasi penting agar dapat melanjutkan keproses memahami. Membaca juga diperlukan suatu pemahaman seperti mengetahui makna dari simbol yang digunakan pada soal Berikut contoh kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Nama Author AA Gambar 2. Kesalahan Membaca S2 Berdasarkan gambar 2 diperoleh bahwa siswa mengalami kesulitan untuk menemukan informasi penting yang terdapat pada soal cerita. Kesulitan tersebut dapat ditunjukkan pada hasil jawaban siswa yang mana tidak dapat melanjutkan proses pekerjaan lebih lanjut dan konfirmasi melalui wawancara. Proses wawancara tersebut mengungkapkan bahwa siswa mampu membaca dengan baik, namun kebingungan untuk menentukan langkah apa saja yang harus dikerjakan. Siswa juga tidak memahami makna dari modal dan tidak dapat mengingat rumus persentase kerugian. Berdasarkan penelitian Baraky, dkk. , mayoritas siswa kesulitan memahami kalimat pada soal cerita sehingga menghambat proses siswa menemukan jawaban. Kesalahan Memahami Kesalahan memahami terjadi ketika siswa tidak menuliskan informasi penting pada lembar jawaban yang ditemukan pada saat proses membaca. Informasi tersebut meliputi diketahui dan ditanya. Berikut contoh kesalahan memahami yang dilakukan oleh siswa pada soal nomor 2. Tidak lengkap informasi Gambar 3. Kesalahan Memahami S1 Berdasarkan Gambar 3 diperoleh bahwa S1 menuliskan Au5 ycoycycycnycu = 5 y 12 = 60Ay. Setelah dikonfirmasi melalui wawancara. S1 mampu menyebutkan informasi dengan lengkap namun terbiasa untuk tidak menuliskan AudiketahuiAy dengan Sedangkan untuk kesalahan yang dilakukan oleh S2 pada soal nomor 1 sebagai berikut. Gambar 4. Kesalahan Memahami S2 Berdasarkan Gambar 4 diperoleh bahwa S2 menuliskan Au5 ycoycycycnycu ycoyceycycuycycycuyciycaycu ycIycy 400,00 (Eaycaycycnyc. = ycIycy. 000,00Ay. Melalui jawaban tersebut dapat dilihat bahwa S2 menuliskan diketahui namun tidak lengkap. Selanjutnya penulisan ditanya. S2 menuliskan Aupembelian 5 lusin?Ay yang seharusnya dalam bentuk kalimat tanya yakni AuBerapakah harga pembelian 5 lusin buku?Ay. Setelah dikonfirmasi melalui wawancara. S2 mampu menyebutkan informasi dengan lengkap namun mengalami kesulitan dan terbiasa untuk tidak menuliskan AudiketahuiAy dengan lengkap. Disimpulkan bahwa siswa dari kategori tinggi ataupun rendah tidak tepat dalam menuliskan diketahui dan ditanya. Menurut Bagaimana Bentuk Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Widodo . bahwa mahasiswa memiliki kebiasaan tidak menuliskan informasi dengan lengkap, kesalahan dalam perhitungan, dan kesalahan menuliskan Kesalahan Transformasi Kesalahan transformasi terjadi karena tidak adanya rumus dalam menyelesaikan soal cerita. Berikut adalah contoh kesalahan transformasi oleh S1 pada soal nomor 1 dan nomor 2. Tidak ada rumus Gambar 5. Kesalahan Transformasi S1 nomor 1 Tidak ada rumus Gambar 6. Kesalahan Transformasi S1 nomor 2 Berdasarkan Gambar 5 dan 6 diperoleh bahwa S1 menyelesaikan soal cerita tanpa menuliskan rumus seperti Au= 60 y 400 = 24. 000Ay. S1 melakukan perhitungan secara langsung. Begitu pula dengan soal nomor 2. Sedangkan kesalahan yang dilakukan oleh S2 sebagai berikut. Tidak ada rumus Gambar 7. Kesalahan Transformasi S2 nomor 1 Tidak ada rumus Gambar 8. Kesalahan Transformasi S2 nomor 2 Berdasarkan hasil jawaban S2 pada Gambar 7 dan 8 terbukti tidak menuliskan rumus dalam menyelesaikan soal cerita. Soal nomor 1. S2 menuliskan perhitungan seperti Au. = 60 ycaycycoycAy. Soal nomor 2 juga tidak menggunakan rumus namun menuliskan perhitungan secara langsung seperti Au5. 000 Oe 000 = 1. 000Ay. Sedangkan soal b. S2 tidak menuliskan rumus persentase Setelah dikonfirmasi melalui wawancara. S2 tidak dapat mengingat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa terbiasa untuk tidak menuliskan rumus pada saat menyelesaikan soal cerita. Kesalahan Keterampilan Proses Kesalahan keterampilan proses terjadi jikalau siswa salah menggunakan aturan matematika dan tidak dapat melanjutkan proses perhitungan serta melakukan kesalahan dalam perhitungan. Berikut kesalahan keterampilan proses yang dilakukan oleh S2. Nama Author AA Tidak melanjutkan perhitungan Gambar 9. Kesalahan Transformasi S2 nomor 2 Berdasarkan Gambar 9 diperoleh bahwa S2 tidak dapat melanjutkan perhitungan untuk mencari persentase kerugian. Hal tersebut disebabkan S2 tidak dapat mengingat rumus yang akan digunakan sehingga menghambat proses selanjutnya seperti perhitungan. Disimpulkan siswa yang melakukan kesalahan transformasi dari kelompok rendah. Kesalahan Penulisan Jawaban Kesalahan penulisan jawaban terjadi jikalau siswa melakukan kesalahan dalam menuliskan satuan, siswa tidak menuliskan kesimpulan, dan menuliskan kesimpulan namun tidak tepat. Berikut contoh kesalahan penulisan jawaban S1. Kesimpulan salah Gambar 10. Kesalahan Penulisan Jawaban S1 Gambar 11. Kesalahan Penulisan Jawaban S2 Berdasarkan Gambar 10 diperoleh bahwa S1 saat menyelesaika soal nomor 1 menuliskan kesimpulan namun tidak tepat seperti Au= 240. 000 Oe 24. 000 ycycuycycyco ycyyceycoycayceycoycnycaycu 5 ycoycycycnycuAy seharusnya AuJadi harga pembelian 5 lusin buku tersebut adalah ycIycy216. 000,00Ay. Sedangkan soal nomor 2. S1 tidak menuliskan Selanjutnya dikonfirmasi melalui wawancara. S1 mampu menjelaskan kesimpulan sehingga dapat disimpulkan bahwa S1 tidak teliti. Sejalan dengan pernyataan Atmaja, dkk. bahwa siswa dari kelompok tinggi terbiasa tidak melakukan koreksi ulang terhadap hasil jawaban. Begitupula Bagaimana Bentuk Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita dengan S2 tidak dapat menuliskan kesimpulan di akhir jawaban sebagai bentuk jawaban atas pertanyaan dari soal cerita. Menurut Rahayuningsih & Qohar . bahwa mayoritas siswa yang tidak menuliskan kesimpulan dikarenakan tahap sebelumnya belum diselesaikan. KESIMPULAN Berdasarkan uraian tahapan Newman diperoleh hasil pekerjaan siswa pada saat menyelesaikan nomor 1 yakni 26 siswa atau 46% melakukan kesalahan membaca, 28 siswa atau 50% melakukan kesalahan memahami, 28 siswa atau 50% melakukan kesalahan transformasi, 22 siswa atau 39% melakukan kesalahan keterampilan proses untuk soal nomor 1 dan 26 siswa atau 46% melakukan kesalahan keterampilan proses untuk soal nomor 2, 24 siswa atau 43% melakukan kesalahan penulisan jawaban untuk soal nomor 1 dan 28 siswa atau 50% melakukan kesalahan penulisan jawaban untuk soal nomor 2. Kesalahan membaca berlaku bagi siswa yang tidak dapat menemukan informasi dari soal cerita dan tidak memahami makna dari simbol. Kesalahan memahami tejadi dikarenakan siswa terbiasa untuk tidak menuliskan informasi pada lembar jawaban. Artinya siswa tidak mengetahui pentingnya penulisan diketahui dan Kesalahan transformasi terjadi karena siswa lupa terkait dengan rumus yang akan digunakan, terbiasa untuk tidak menuliskan rumus, dan siswa sudah mengalami kendala pada langkah sebelumnya. Kesalahan penulisan jawaban sering terjadi dikarenakan siswa tidak menuliskan pada lembar jawaban walaupun siswa memahami dengan baik. Selain itu, siswa sudah mengalami kendala pada tahap sebelumnya sehingga tidak mampu menuliskan pada tahap berikutnya. Dengan demikian saran oleh peneliti sebaiknya guru memberikan materi yang dekat dengan kehidupan siswa. Permasalahan dengan rumus harus menekankan pada pemahaman konsep daripada Kemampuan siswa harus ditingkatkan dengan berbagai latihan soal. Kemampuan siswa rendah dapat diberikan bimbingan belajar di luar jam sekolah. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya, sebaiknya menemukan penyebab terjadinya kesalahan dengan menggunakan materi yang berbeda serta diberikan scaffolding. DAFTAR RUJUKAN Arifani. , & AsAoari. Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Timss Menurut Teori Newman: Studi Kasus Pada Siswa Kelas Vi SMP Negeri 1 Tanjungbumi Bangkalan. Atmaja. Chandra. , & Rahardjo. Kesalahan Representasi Siswa dengan Kemampuan MatematikaTinggi dalam Menyelesaikan Masalah Perbandingan. Jurnal Pendidikan: Teori. Penelitian, dan Pengembangan, 5. , https://doi. org/10. 17977/jptpp. Badriyah. AsAoari. , & Susanto. Analisis kesalahan dan Scaffolding Siswa berkemampuan Rendah dalam Menyelesaikan Operasi Tambah dan Kurang Bilangan Bulat. Jurnal Pendidikan: Teori. Penelitian, dan Pengembangan, 2, 50Ae57. Baraky. El-Rouadi. , & Musharrafieh. Problem Solving at the Middle School Level: A Comparison of Different Strategies. Journal of Education and Learning, 4. , 10. Nama Author AA Baysal. , & Sevinc. The role of the Singapore bar model in reducing studentsAo errors on algebra word problems. International Journal of Mathematical Education in Science and Technology, 53. , 289Ae310. https://doi. org/10. 1080/0020739X. Ellerton. , & Clements. Newman Error Analysis. A Comparative Study Involving Year 7 Students in Malaysia and Australia. Technology and Mathematics Education. Hananta. Florencia Ivani, & Ratu. Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Logaritma. JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesi. , 4. , 29. https://doi. org/10. 26737/jpmi. Jami. Murniasih. , & Yuwono. Analisis Kesalahan Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aritmatika Sosial Berdasarkan Tahapan Newman. Pi: Mathematics Education Journal, 3. , 1Ae9. https://doi. org/10. 21067/pmej. Khalo. Bayaga. , & Wadesango. Error Analysis: Case of Pre-service Teachers. International Journal of Educational Sciences, 9. , 173Ae179. https://doi. org/10. 1080/09751122. Mansur. , & Subanji. Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Open Ended Berdasarkan Teori Newman. Al Hikmah: Journal of Education, 2. , 23Ae36. https://doi. org/10. 54168/ahje. Murniasih. Hambatan translasi representasi pecahan pada calon guru matematika kelas karyawan. E-DuMath: Jurnal Pendidikan Matematika, 8. , 83Ae90. Nelson. , & Powell. Computation Error Analysis: Students To Mathematics Difficulty Compared With Typically Achieving Students. Assessment for Effective Intervention, 13. https://doi. org/doi. org/10. 1177/1534508417745627 Nugroho. Analisis Kesalahan Siswa dalam Penyelesaian Soal Kaidah Pencacahan. ARITMATIKA: Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 2. , 32Ae https://doi. org/10. 35719/aritmatika. Nurmitasari. , & Astuti. Learning obstacle mahasiswa pada fungsi pembangkit ditinjau dari kemampuan awal. E-DuMath: Jurnal Pendidikan Matematika, 6. , 19Ae25. Prakitipong. , & Nakamura. Analysis of Mathematics Performance of Grade Five Students in Thailand Using Newman Procedure. CICE Hiroshima University. Journal of International Cooperation in Education, 9. , 111Ae122. Rahayuningsih. , & Qohar. Analisis Kesalahan Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dan Scaffolding-Nya Bagaimana Bentuk Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berdasarkan Analisis Kesalahan Newman pada Siswa Kelas Vi SMP Negeri 2 Malang. Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 2, 109Ae116. Suyitno. , & Suyitno. Learning Therapy for Students in Mathematics Communication Correctly Based-on Application of Newman Procedure (A Case of Indonesian Studen. International Journal of Education and Research, 3. , 529Ae538. White. Active Mathematics In Classrooms: Finding Out Why Children Make Mistakes Ae And Then Doing Something To Help Them. Square One, 15. , 15Ae19. Widodo. Analisis Kesalahan dalam Pemecahan Masalah Divergensi Tipe Membuktikkan pada Mahasiswa Matematika. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 2, 106Ae113. https://doi. org/10. 23887/jppundiksha. v46i2 Juli.