Asep Solikin. Nilai-nilai Spiritual Sufistik Qasidah Burdah dalam Meningkatkan Religiusitas NILAI-NILAI SPIRITUAL SUFISTIK QASIDAH BURDAH DALAM MENINGKATKAN RELIGIUSITAS ASEP SOLIKIN Dosen Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Email : asep. solikin@yahoo. ABSTRACT In the perspective of the development of one's religiosity can be developed through touches the other side that can bring spiritual and inner shades religious person. It can be touched by some form. The forms that try to offer in this study is about Qasidah Burdah (QB) developed at boarding school and in some majlistaklim in public life can be categorized as an internalization of values in the media application using music as a medium. Researchers used a qualitative approach in this research to complete the study. Researchers believe using this approach because the problem in this study is very holistic, complex, dynamic and full of meaning that is not possible data on the social situation captured by quantitative research methods such as test Moreover, the authors intend to understand the social situation in depth, find the strategy pattern, hypotheses and theories associated with this research study. The content of the values of Sufism in Qasidah Burdah still have suitability . to the teachings of Islam in terms of both goals . or the human form in order to be a perfect human being . nsan kami. as a servant of God and as a vicegerent on eart. and material . Sharia and moral. Qasidah Burdah can be used as a reference or references in the individual maturation process, especially in Indonesia. Keywords : spiritual, religious ABSTRAK Seseorang dalam perspektif perkembangan religiusitas dapat dikembangkan melalui sentuhansentuhan sisi lain yang bisa menghidupkan spiritual dan nuansa bathin keberagamaan seseorang. Hal itu dapat disentuh dengan beberapa bentuk. Bentuk yang coba ditawarkan dalam kajian ini adalah tentang Qasidah Burdah (Pengajian QB) yang dikembangkan di pondok pesantren dan di beberapa majlis taklim dalam kehidupan masyarakat dapat dikategorikan sebagai internalisasi nilai yang dalam penerapannya menggunakan media musik sebagai medianya. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini untuk menyelesaikan penelitian Peneliti berkeyakinan dengan menggunakan pendekatan tersebut karena masalah dalam penelitian ini sangat holistik, kompleks, dinamis dan penuh makna sehingga tidak mungkin data pada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitatif dengan instrument seperti test. Selain itu penulis bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam, menemukan pola strategi, hipotesis dan teori yang terkait dengan kajian peneltian ini. Kandungan tentang nilai-nilai tasawuf dalam Qasidah Burdah tersebut masih memiliki kesesuaian . dengan ajaran-ajaran Islam baik dari segi tujuan untuk membentuk manusia supaya menjadi manusia yang sempurna . nsan kami. sebagai hamba Allah serta sebagai khalifah di muka bumi ini, maupun materi . kidah, syariah dan akhla. Oleh sebab itu, qasidah burdah bisa dijadikan sebagai salah satu acuan ataupun rujukan dalam proses pematangan individu tersebut khususnya di Indonesia. Kata kunci : spiritualitas, religiusitas Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 21 Ae 29 PENDAHULUAN ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . penyeimbang antara domain kognisi, afeksi dan Ilmuwan dalam bidang psikologi, yang Praktek ini sering dilakukan di dalam salah satunya bernama Thomas Agosin pada sekitar tahun 1970-an dan 1980-an memasukan Dengan "mencontoh" teknik tersebut, pondok pesantren berusaha mensinkronisasikan Mereka, proses internalisasi nilai dengan media musik pengikutnya untuk melihat yang mistikal, yang sebagai komplemennya. Berdasarkan observasi transenden, yang menakjubkan dalam kehidupan sementara, pengajian di pondok pesantren yang sehari-hari. Agosin membawa kesadaran yang dilengkapi dengan musikalisasi dianggap sebagai membuka mata ini ke dalam praktik klinis. salah satu "model" internalisasi. Lebih dalam lagi, selanjutnya upaya mengkaji proses internalisasi Cafh, mengandalkan kepekaan spiritualnya. Ia percaya beberapa hal yang berkenaan dengan efikasi bahwa agama mencari keutuhan, adalah akar dari musikalitas dari sistem pangajian di dalamnya. banyak penyakit mental dan ia memperlakukan Pada fakta lain. QB sangat dikenal di pasiennya dalam kerangka spiritual ini. Sebagai kalangan kaum tradisional maupun modern, untuk ia memperlakukan pasiennya yang di kalangan tradisional biasanya dibacakan di mengidap depresi yang sangat parah. Ia tidak langgar-langgar, istilah tempat kecil untuk shalat beragama, satu-satunya kesenangan baginya adalah makan dan mimun sebanyak mungkin Adapun untuk kalangan modern secara untuk menghilangkan kegalauannya, mimpi-mimpi mencakup lima benua. Asia. Afrika. Amerika, yang selalu menghantuinya dan lain Palangkaraya Eropa Perkembangan pesantren-pesantren Australia (Manshur, 2007:. Beberapa dekade yang lalu QB seiring dengan dapat dikembangkan melalui sentuhan-sentuhan perkembangan zaman, sering dibacakan, dihafal sisi lain yang bisa menghidupkan spiritual dan secara berjamaah oleh para santri pesantren nuansa bathin keberagamaan seseorang. Hal itu tradisional, jamaah tajug, mushalla, langgar dan dapat disentuh dengan beberapa bentuk. Bentuk tempat-tempat riyadlahan lainnya. Namun setelah yang coba ditawarkan dalam tulisan ini adalah sekian lama masa pun semakin berkembang, tentang Qasidah Burdah . elanjutnya disingkat anak-anak langgar, tajug dan lain-lain itu semakin denga QB). Pengajian QB yang dikembangkan di terkikis oleh budaya modernisme yang merasuk pondok pesantren dan di beberapa majlis taklim dan memporakporandakan nilai-nilai ruhiyah di dalam kehidupan masyarakat dapat dikategorikan wilayah pedesaan saat ini. Berdasarkan fenomena di atas, maka kajian ini sebagai upaya menuju langkah-langkah sebagai medianya. Di luar praktek pendidikan, terkandung dalam QB kepada warga pesantren nilai-nilai Asep Solikin. Nilai-nilai Spiritual Sufistik Qasidah Burdah dalam Meningkatkan Religiusitas . Dalam kaitannya dengan jenis musikalitas masyarakat umum yang pada awalnya membaca. Qasidah Burdah, dapat dikemukakan bahwa Qasidah Burdah dimasukan ke dalam jenis Adapun madchun-naby musiqa atau senandung musik 'arudly dengan dikemas lewat musikalisasi QB ini diharapkan bahar . azan/segme. al-basith menunjukkan arti mampu menyentuh ruhani para pendengar, dan "terbentang/terpapar" karena memiliki jenis musik ter adinya perubahan sikap, perilaku dan akhlak yang "memanjang datar" sehingga irama dari bait santri, lalu proses internalisasinya dilaksanakan ke bait memberikan corak yang hampir sama berdasarkan pemahaman tingkatan pengajian nada-nadanya, yang tersedia. nilai-nilai Ulama tasawuf cenderung menganggap Qasidah Burdah bahwa musik hukumnya halal. Landasan hukum sebagai karya sastra Islam karena di dalam yang digunakan merujuk pada Q. al-Maidah:87 : kandungan teksnya memuat cerita biografi Nabi "Hai orangorang yang beriman, janganlah kamu dan berisi ajaran-ajaran tasawuf yang dapat mengharamkan apa-apa yang baik yang telah dimanfaatkan oleh manusia untuk menjadi pijakan Allah halalkan bagimu, dan janganlah kamu melampaui batas. Seseungguhnya Allah tidak dipandang perlu untuk memahami esensi Qasidah menyukai orang-orang yang melampaui batas". Burdah Asumsi dasar yang digunakan oleh ulama tasawuf mengandung juga musicalitas sufistik. Hal ini adalah: . Musik tidak diharamkan baik oleh Allah sebagaimana pandangan Nasr . dalam swt maupun Nabi s. secara tekstual, . Ada Manshur didasarkan pada asumsi bahwa sastra beberapa hadits yang mengkisahkan Nabi s. adalah cermin spiritualitas Islam. Asumsi ini memperkenankan permainan musik, . Jika Oleh Islam Nasr musik digolongkan sebagai Lahw . enda gura. Manshur didasarkan pada asumsi yang diharamkan, maka semua hal yang bersifat bahwa sastra adalah cermin spiritualitas Islam. duniawi juga haram hukumnya. Dalam Q. Asumsi ini berimplikasi pada satu pandangan Muhammad: 36: "Sesungguhnya kehidupan dunia yang mengatakan bahwa Islam dapat dipandang ini hanyalah permainan . dan senda gurau sebagai suatu budaya dan peradaban . ihat G. " . l-Qardhawy, 2001:. von Grunebaum dalam Waardenburg, 1993: . Qasidah Burdah adalah karya seorang karena di dalam agama, ini terdapat banyak penulis yang bergelar seniman dan ilmuwan, entitas budaya sebagai hasil penafsiran atas bernama Imam al-Bushiry, seorang ulama sufi, ajaran-ajarannya. Entitas budaya itu, antara lain, sehingga isi dari Qasidah Burdah adalah pikiran- tercermin dalam bahasa dan karya-karya sastra pikiran tentang ajaran tasawuf. Pikiran-pikiran al- Arab, terutarna puisinya, yang sebagian besar Bushiry ini dikategorikan sebagai ilmu yang memuat tema-tema Islam yang menggambarkan membicarakan sejarah kesusastraan. kehidupan bangsa muslim Arab. Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 21 Ae 29 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . Qasidah Burdah terdiri dari 160 bait yang masalah dalam penelitian ini sangat holistik, ditulis dengan gaya bahasa atau uslub yang kompleks, dinamis dan penuh makna sehingga menarik, lembut dan elegan. Imam al-Busiri tidak mungkin data pada situasi sosial tersebut menterjemahkan kehidupan Nabi Muhammad dijaring dengan metode penelitian kuantitatif SAW kedalam bentuk bait-bait puisi yang sangat dengan instrument seperti test. Selain itu penulis Dengan bahasa yang begitu indah. Imam bermaksud memahami al-Busiri telah berhasil menanamkan kecintaan mendalam, menemukan pola strategi, hipotesis dan kasihnya umat Islam kepada Junjungan dan teori yang terkait dengan kajian ini. Besar Nabi Muhammad Analisis yang mendalam terhadap Nabi saw, nilai-nilai selama di lapangan dan sampai setelah selesai di sastera, sejarah dan moral turut terkandung Penelitian ini telah melakukan analisis dalam qasidah tersebut. Selain dari rasa kecintaan dan kasih Qasidah Burdah yang menjadi tema utama Analisis dilakukan terhadap data hasil studi dalam karya al-Busiri itu adalah merujuk kepada pendahuluan dan data sekunder yang digunakan jubah yang dipakai oleh Nabi Muhammad saw. untuk menentukan fokus penelitian. Namun fokus Burdah milik Nabi Muhammad saw ini telah penelitian ini masih bersifat sementara dan diberikan kepada KaAoab bin Zuhair bin Abi Salma, berkembang setelah peneliti masuk ke lapangan. seorang penyair terkenal Muhadramin . enyair Proses yang diakukan adalah kepekaan peneliti dua zaman yaitu Jahiliyyah dan Isla. Riwayat dalam melihat fenomena yang terjadi selama ini pemberian burdah oleh Rasulullah saw kepada tentang religiusitas masyarakat. Adapun analisis KaAoab bin Zuhair bermula apabila KaAoab sentiasa data selama di lapangan, peneliti menganalisis menggubah syair yang mengejek-ejek Nabi saw dan para sahabat. Karena rasa jiwanya terancam. Spradley, dimana proses peneliti ketika memasuki ia lari bersembunyi untuk melindungi diri dari lapangan, mulai dengan menetapkan informan kunci Aukey informanAy yang merupakan informan Makkah. KaAoab yang dipercaya mampu membukakan pintu pada objek penelitian, dalam hal ini adalah para kepadanya yang isinya antara lain menganjurkan pengakar QB dan peserta Halaqoh QB berasal KaAoab agar pulang bertaubat dan berjumpa dari masyarakat dari berbagai kelompok dan Rasulullah saw. bernama Bujair Ketika Zuhair memilih tahapan data model Dalam pengujian keabsahan data, metode METODOLOGI dalam penelitian ini Nilai Kebenarannya adalah Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif Validitas Eksternal. Aspek Konsistensi merupakan penelitian tersebut. Peneliti berkeyakinan dengan Reliabilitas dan Aspek Naturalis berkaitan dengan Validitas Internal. Aspek Penerapannya adalah Asep Solikin. Nilai-nilai Spiritual Sufistik Qasidah Burdah dalam Meningkatkan Religiusitas Bermacam-macam uji kredibilitas adalah sebagai berikut : terhadap kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan memahami, dan menghayati kehidupan, sastra Menurut Norman Podhoretz yang dikutip oleh Jabrohim Ausastra dapat memberi pengaruh yang sangat besar terhadap cara berfikir seseorang mengenai hidup, mengenai baik buruk, mengenai benar salah, mengenai cara hidup sendiri serta bangsanyaAy. Ciri dari karya sastra yang sangat khas dan HASIL DAN PEMBAHASAN Seni Nilai Qasidah Burdah Seni atau kesenian (Khoirun Rosyadi: Memang sebagai hasil kontemplasi secara individual, akan Menurut Aristoteles, kesenian pada menyampaikan suatu pesan kepada orang lain, sebagai komunikasi (Nyoman Kutha Ratn. manusia supaya menjadi halus dan peka dalam Sastra menghadapi rangsangan dan tantangan. Pada dipisahkan, hal ini tercermin dari bagaimana Allah garis besarnya kesenian dapat dibedakan menjadi menyampaikan ajaran-Nya berupa agama Islam beberapa hal berikut: kepada manusia melaui Rasul-Nya dalam bentuk Seni sastra atau kesusastraan, seni dengan Al-QurAoan yang dikemas dalam bahasa dan sastra alat bahasa Kemudian Rasul Seni musik, seni dengan alat bunyi atau suara menyampaikannya dengan menggunakan bahasa Seni tari, seni dengan alat gerakan yang baik dan indah dengan dihiasi gaya sastra Seni rupa, seni dengan alat garis, bentuk, yang indah pula (Akhmad Muzakki, 2. warna dan lain sebagainya Sastra Seni drama atau teater, seni dengan alat merupakan suatu alat yang sangat baik untuk kombinasi sastra, musik, tari atau gerak dan rupa (Endang Saifuddin Anshari, 1. berbagai manfaat di atas sastra juga dapat Hidup tanpa seni adalah kasar begitu dipakai menjadi alat pendidikan. Salah satu wujud pernyantaan Mukti Ali . antan Menteri Agam. , sastra ialah syair/syiAoir. Syair/syiAoir ialah Ausuatu dan sastra adalah salah satu cabang dari Sebagai Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 21 Ae 29 mengungkapkan tentang khayalan atau imajinasi yang indahAy (E. Kaswardi , 1. ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . Berhubungan dengan sesuatu yang tidak Kandungan Qasidah Burdah yang sejatinya memiliki nilai pendidikan Islam ialah tentang Menemukan arti dan tujuan hidup ajaran-ajaran pengendalian hawa nafsu. Hal ini Menyadari kemampuan untuk menggunakan tertuang dalam bait 18 yang berbunyi : Nafsu bagaikan anak bayi, jika engku membiarkannya ia akan terus ingin menyusu dan jika engkau sumber dan kekuatan dalam diri sendiri. Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri sendiri dan dengan Yang Maha Tinggi. menyapihnya ia akan berhenti. Aspek-aspek spiritual dalam pandangan Spiritualitas Qasidah Burdah menurut Stoll terdapat hubungan yang terus Secara bahasa spiritual berasal dari kata menerus dan tidak boleh terputus. Selain istilah spirit atau spiritus yang mengandung pengertian: diatas terdapat beberapa istilah penting yang terkait yaitu konsep spiritual dan kebutuhan Dalam pandangannya konsep spiritual menyebabkan hidupnya seseorang. Kata spiritus adalah konsep dimana seseorang berupaya dipergunakan untuk bahan bakar dari alkohol, di mempertahankan keharmonisan atau keselarasan Barat minuman anggur sering juga disebut dengan dunia luar, mendapatkan kekuatan saat- sebagai spirit dalam arti minuman pemberi saat kritis, ketahanan diri dan mencari jati diri dan Dari serangkaian arti diatas kata spirit kesadaran diri. jelas mengandung makna kiasan yaitu semangat sikap yang mendasari sebuah tindakan. Efek spiritualitas nilai-nilai utama Qasidah Burdah bersifat komprehensif karena sebuah tindakan manusia banyak sekali yang mendasarinya, sedangkan spirit adalah kehidupan seseorang dapat menjadi salah satunya. bagia agama atau komunitas karena spiritualitas Kata spirit juga digunakan untuk menyebut sebuah entitas atau makhluk immaterial, atau Cahaya spiritual akan mengakibatkan sesuatu bentuk energy yang hidup, nyata, meski munculnya perhatian yang luar biasa. Tidak sulit kasat mata, tidak memiliki badan fisik. Entitas membuat argumen bahwa di dalam semua spiritualitas yang tetap bertahan pada saat ini, ketuhanan menurut aslinya dan memiliki cirri cahaya akan mengakibatkan munculnya perhatian yang sama. dipergunakan untuk makhluk halus atau hantu. Prinsip-prinsip qasidah burdah ditinjau dari Sedangkan menurut Burkhardt spiritualitas sisi psikologis mampu meningkatkan seseorang dalam kehidupan seorang individu meliputi aspek- dari pelafalnya dan pembacanya akan memiliki aspek berikut: Hal menunjukkan bahwa dengan memiliki kecerdasan spiritual memiliki kebermaknaan yang lebih dari Asep Solikin. Nilai-nilai Spiritual Sufistik Qasidah Burdah dalam Meningkatkan Religiusitas yang lainnya. Ini menunjukkan bahwa makna dan Oleh karena itu setidaknya terdapat lima hakikat kehidupan yang kita jalani dan ke hal seseorang itu dapat dikatakan meningkat manakah kita akan pergi. Jika merujuk pada religiusitasnya dengan lima indikator. Kelima agama, pada awal penciptaan manusia. Tuhan indikator tersebut dapat dicapai dengan sebuah meniupkan roh atau napas kehidupan kepada usaha dan bimbingan secara terus menerus, dan Berarti roh kita adalah sesuatu yang dengan bantuan orang lain. Dengan bimbingan membuat kita hidup. Manusia dalam dimensi keberagamaan sebenarnya membutuhkan spiritualitas sebagai religiusitas yang baik. Adapun dimensi religiusitas bagian dalam hidupnya pada proses penemuan dapat dijelaskan pada hal-hal di bawah ini. Dimensi keyakinan . he ideological dimension. Kebutuhan spiritualitas didasarkan pada. Kebutuhan mengembalikan keyakinan dan memenuhi diyakini individu terhadap agama yang menjadi . Dimensi peribadatan atau praktik agama . he ritualistic dimension, religious practic. , yaitu mencintai, menjalin hubungan, penuh rasa dimensi yang mengetengahkan tentang ritual percaya dengan Tuhan. dan aktivitas yang dilakukan sebagai pengokoh Kebutuhan untuk mencari arti dan tujuan hidup, kebutuhan untuk mencintai dan dicintai . Penghayatan . he religious feelin. , yaitu pemahaman, pemikiran serta rasa keterikatan. Kebutuhan keyakinan dalam keagamaan. mendapatkan maaf yang mendalam . eep thinkin. terkait dengan anutan yang menjadi keyakinan yang biasanya Kematangan Religiusitas Individu ditampakkan dalam perilaku kehidupan sehari- Peningkatan kualitas religiusitas manusia merupakan proses internalisasi ilmu pengetahuan . Pengalaman . he consequential dimension, dan pemahaman secara komprehensif mengenai religious effec. , yaitu aktualisasi kulminasi dari nilai-nilai ajaran agama dan penghayatan yang baik tentang Sang Pencipta sebagai sumber nilai terkait dengan religi tadi yang diejewantahkan tertinggi bagi sistem ajaran agama, maupun dalam aktivitas nyata, baik interaksi dengan ajaran agama yang ideal dalam semua segi manusia, lingkungan dan juga dengan Rabbny kehidupan duniawi. Pengetahuan, pemahaman nilai-nilai . Pengetahuan . he dimension, religious knowledg. , dimensi ini agama secara komprehensif dan benar akan membentuk sikap dan prilaku yang religius. individu terhadap keyakinan yang dianutnya. Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 21 Ae 29 KESIMPULAN DAN SARAN ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . perikehidupan manusia berjalan ke arah dan Kesimpulan sesuai dengan kaidah-kaidah keyakinan. Pendidikan adalah suatu proses yang Oleh karena itu religiusitas individu , setelah memiliki tujuan tertentu, dan demi tercapainya dengan intens mengikuti kegiatan Qasidah tujuan yang diinginkan tersebut maka terdapat Burdah berbagai materi pendidikan yang harus diajarkan, terutama pada nilai-nilai spiritualitasnya pada demikian halnya dengan pendidikan Islam yang lima dimensi berikut. Dimensi keyakinan, memiliki tujuan untuk mencetak manusia supaya dimensi peribadatan atau praktik agama, menjadi manusia yang beriman dan bertakwa penghayatan, pengalaman, dan pengetahuan kepada Allah sehingga mampu mengemban akan dapat terlihat kematanganya amanat sebagai hamba Allah sekaligus khalifah di Saran muka bumi ini. Demi tercapainya tujuan tersebut maka dalam pendidikan Islam terdapat materimateri Materi-materi Berdasarkan temuan-temuan di atas maka di sini ada dua hal yang ingin penulis kemukakan tersebut ialah aqidah . , syariah serta dalam bentuk saran, yaitu ditujukan kepada: akhlak yang didasarkan atas Al-QurAoan serta Sunnah Nabi. terbius dengan keindahan bahasa dalam Penelitian ini setidaknya ada beberapa hal sebuah karya sastra, akan tetapi harus lebih yang dapat disimpulkan. Qasidah Burdah menggali pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, karena dalam karya sastra sarat nilai-nilai spiritual tentang aqidah, syariah akan pesan-pesan moral atau pendidikan dan akhlak, yang mana nilai-nilai tersebut yang ingin disampaikan oleh pengarangnya. Pendidik : untuk menjadikan karya sastra . hususnya Qasidah Burda. sebagai salah kepribadian seseorang untuk menjadi insan yang lebih bertakwa. Cakupan tentang materi aqidah dalam Qasidah Burdah ialah rukun iman yang enam, materi syariah mencakup Hal ini dikarenakan dalam tentang shalat, puasa, doa, dan jihad, karya Qasidah Burdah terkandung materi- sedangkan cakupan materi tentang akhlak ialah akhlak kepada Allah. Rasul serta akhlak sebagai salah satu bagian dari kajian ajaran- kepada diri sendiri. ajaran Islam. Dimensi hakekatnya dapat dikategorikan dalam dua . sebagai makhluk Sang Pencipta. Peminat karya sastra: untuk tidak hanya Asep Solikin. Nilai-nilai Spiritual Sufistik Qasidah Burdah dalam Meningkatkan Religiusitas DAFTAR PUSTAKA