Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Conceptual Analysis of Factors Affecting Indonesian Rice Imports: Economic Strategies And Business Opportunities Meitry Firdha Tafarini1*). Bertliussaza2 . Rosa Amelia1 . Tia Greselina Panjaitan1 . Amanda Khairrani Suhadi1 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Sriwijaya Administrasi Bisnis. Politeknik Negeri Sriwijaya Corresponding authorAos E-mail: meitrytafarini@fp. Abstrak Beras merupakan bahan pangan pokok strategis bagi ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi Indonesia. Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara agraris, produksi beras domestik belum mampu mencukupi kebutuhan nasional yang terus meningkat akibat pertumbuhan populasi, sehingga menimbulkan ketergantungan pada impor beras. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi impor beras Indonesia, mengevaluasi dampak pertumbuhan penduduk terhadap permintaan beras, serta mengidentifikasi strategi ekonomi dan peluang bisnis untuk mengurangi ketergantungan impor. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis untuk kebijakan pangan nasional dan membuka peluang bisnis di sektor pertanian. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data sekunder dari sumber referensi terpercaya melalui studi pustaka dan analisis SWOT. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk dan peningkatan permintaan beras berkontribusi signifikan terhadap tingginya impor, diperparah oleh ketidakseimbangan produksi domestik dengan konsumsi, harga beras tinggi, dan kurangnya diversifikasi pangan. Penelitian menyarankan penguatan diversifikasi pangan dan adopsi teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi produksi. Kesimpulannya, pemerintah perlu mengimplementasikan kebijakan diversifikasi pangan dan mempercepat adopsi teknologi pertanian untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Kata Kunci: Impor Beras. Strategi Ekonomi. Peluang Bisnis. SWOT. Ketahanan Pangan Abstract Rice is a strategic food item for Indonesia's food security and economic stability. Although Indonesia is known as an agrarian country, domestic rice production has not been able to support the increasing national demand due to population growth, hence the dependence on rice imports. This study aims to analyze the factors that influence Indonesia's rice imports, evaluate the impact of population growth on rice demand, and identify economic strategies and business opportunities to reduce import dependency. This study is expected to provide strategic recommendations for national food policy and business opportunities in the agricultural sector. The method employed was a descriptive qualitative approach, utilising secondary data from reliable reference sources through a Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Meitry Firdha Tafarini. Bertliussaza. Rosa Amelia. Tia Greselina Panjaitan. Amanda Khairrani Suhadi literature study and SWOT analysis. The results showed that population growth and increased rice demand significantly contributed to high imports, which were further exacerbated by the imbalance between domestic production and consumption, high rice prices, and a lack of food diversification. The study suggested strengthening food diversification and adopting modern agricultural technology to improve production efficiency. The conclusion is that the government should implement food diversification policies and accelerate the adoption of agricultural technology to reduce import dependency and improve national food security. Keywords: Rice Imports. Economic Strategies. Business Opportunities. SWOT. Food Security PENDAHULUAN Beras merupakan bahan pangan utama yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan serta menjaga kestabilan ekonomi politik dalam negeri. Peran ini berkaitan erat dengan keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Jadi, ketika permintaan beras melebihi pasokan yang tersedia maka hal ini dapat menyebabkan fluktuasi harga. Situasi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksetabilan ekonomi yang pada akhirnya turut memengaruhi keadaan politik dalam negeri. Pertumbuhan penduduk di Indonesia menjadi masalah serius yang berpengaruh terhadap ketahanan Dengan laju pertumbuhan rata-rata 1,31% per tahun, populasi yang terus meningkat menambah tekanan pada kebutuhan pangan, khususnya beras, yang merupakan makanan pokok. Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara agraris, produksi beras domestik tidak mampu memenuhi kebutuhan nasional, sehingga pemerintah terpaksa melakukan impor (Putranto et al. , 2. Impor masih menjadi pilihan negeri dalam mengikhtiarkan pemenuhan kebutuhan nasional. Oleh sebab itu, untuk memastikan ketersediaan beras sebagai bahan pangan utama menjadi salah atu yang harus diprioritaskan negara, sehingga setiap negara wajib menjamin dan menjaga cadangan pasokan beras nasional (Septiadi & Suparyana, 2. Pada tahun 2023 produksi beras domestik hanya sekitar 31,10 juta ton (Badan Pusat Statistik, 2. , dengan tingkat konsumsi per kapita yang cukup tinggi sebesar 93,79 kg/kapita dan tingkat partisipasi konsumsi sekitar 98% (Wajdah et al. , 2. Sekitar 90% lebih masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras setiap Indonesia mengalami kekurangan komoditas beras akibat beberapa faktor sehingga mengalami ketergantungan beras. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), impor beras yang dilakukan Indonesia pada awal tahun 2024 sampai 443. 000ton senilai US$279,2 juta ton. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 135% secara tahunan (Year-over-Year (YoY)). Sebagian besar impor beras tersebut paling banyak berasal dari Thailand, yaitu sebanyak 237. ton senilai US$153 juta. Selain itu. Indonesia juga mengimpor 129. 000 ton beras dari Pakistan dengan nilai US$79,3 juta, dan 41. 600 ton beras dari Myanmar senilai US$23,98 Adapun total impor beras dari negara-negara lain hanya mencapai 34. 400ton senilai US$22,92 juta (Muhamad, 2. Pemerintah Indonesia telah melakukan impor dengan segala perhitungan untuk kestabilan ekonomi, dengan kata lain bukan sembarang langkah. Ada banyak pertimbangan yang dilakukan dengan beberapa strategi yang mendasari kebijakan impor tersebut, seperti kebutuhan pangan, jumlah stok beras, stabilisasi harga pasar dan lain sebagainya (Oktaviana et al. , 2. Selain itu. Vietnam jadi salah satu negara yang mengekspor beras terbesar ke Indonesia, dari beberapa negara tersebut memiliki kesamaan dengan Indonesia yaitu sebagai produsen beras terbesar namun untuk keperluan beras saling berbeda dimana Indonesia mengalami kekurangan pasokan beras dari dalam negeri. Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Meitry Firdha Tafarini. Bertliussaza. Rosa Amelia. Tia Greselina Panjaitan. Amanda Khairrani Suhadi Impor beras dalam negeri mengalami fluktuasi tiap tahunnya dengan perkembangan jumlah penduduk yang terus meningkat. Ketidakstabilan dalam tingkat produksi dan konsumsi beras memaksa Indonesia untuk tetap mengimpor beras (Kasnelly et al. , 2. Berdasarkan hasil regresi, jumlah penduduk dan konsumsi beras memiliki pengaruh yang signifikan pada volume impor beras, sedangkan produksi beras domestik tidak memiliki Permintaan beras yang tinggi terutama dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang besar, yang mana hal itu secara langsung meningkatkan tingkat konsumsi (Oktaviana et al. Selain itu, harga beras di dalam negeri memiliki pengaruh yang signifikan pada volume impor beras. Ketika harga beras domestik meningkat, frekuensi impor cenderung bertambah untuh mencukupi pendistribusian beras di masyarakat (Wibawa et al. , 2023. Impor beras di Indonesia terjadi akibat ketidakmampuan memenuhi kebutuhan domestik, meskipun produksi beras dalam negeri lebih besar dari konsumsi. Pada 2021. Indonesia mengimpor 407. 741,4 ton beras. Faktor yang signifikan adalah harga dan produksi beras domestik, serta jumlah penduduk dan pendapatan per kapita (Basuki et al. , 2. Ketidakberhasilan dalam diversifikasi pangan memperburuk situasi ini, disebabkan oleh pola konsumsi masyarakat yang sangat bergantung pada beras. Walaupun Indonesia merupakan salah satu negara penghasil beras terbesar di dunia, tantangan dalam mencukupi kebutuhan beras domestik tetap ada. Indonesia menyumbang sekitar 10,28% dari total produksi padi global. Ketidakstabilan dalam tingkat produksi dan konsumsi beras memaksa Indonesia untuk tetap mengimpor beras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran beras dalam ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi di Indonesia, mengevaluasi dampak pertumbuhan jumlah penduduk terhadap permintaan dan konsumsi beras. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktorfaktor yang membuat Indonesia bergantung pada impor beras meskipun sebagai produsen besar, strategi pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi dan memenuhi pangan nasional. Diharapkan pemerintah dapat mengimplementasikan kebijakan efektif untuk meningkatkan produksi beras domestik dan mendorong diversifikasi pangan agar masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada beras. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memberikan gambaran yang rinci dan mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi impor beras di Indonesia. Pendekatan ini dipilih karena mampu mengungkap fenomena secara holistik dan kontekstual, tanpa manipulasi variabel, serta menekankan pada makna dan pemahaman mendalam terhadap isu yang dikaji (Fadli, 2. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan studi literatur dan membandingkan berbagai penelitian terdahulu untuk merumuskan strategi. Metode Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari sumber-sumber terpercaya seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan dokumen resmi lainnya, dengan rentang waktu pengambilan data dari tahun 2017 hingga 2023. Pemilihan periode ini bertujuan agar analisis yang dilakukan dapat mencerminkan dinamika dan tren terkini yang relevan dengan topik penelitian. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh studi pustaka yang mencakup kajian literatur ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen-dokumen terkait lainnya. Studi pustaka ini berfungsi untuk membangun landasan teori yang kuat, sehingga dapat memperkuat analisis data dan memberikan interpretasi yang lebih mendalam terhadap temuan yang diperoleh (Adlini et al. , 2. Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Meitry Firdha Tafarini. Bertliussaza. Rosa Amelia. Tia Greselina Panjaitan. Amanda Khairrani Suhadi Metode Analisis Data Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan analisis konseptual untuk mengidentifikasi dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi impor beras berdasarkan teori-teori ekonomi yang relevan. Analisis konseptual digunakan untuk menyederhanakan pengertian, ide, maupun fenomena yang dikaji agar pembaca dapat memahami maksud peneliti secara jelas dan sistematis (Nur et al. , 2. Tahapan analisis konseptual ini adalah dengan menelaah dan menguraikan konsep-konsep utama yang relevan dengan topik penelitian, kemudian menghasilkan pemahaman yang lebih konret dan terstruktur. Tahapannya adalah sebagai berikut: Identifikasi Konsep Utama Penguraian Definisi Konsep Menjelaskan Hubungan Antar Konsep Membangun Kerangka Konseptual Menghubung kan dengan Teori dan Studi Terdahulu Gambar 1. Tahapan Analisis Konseptual Selanjutnya, analisis peluang bisnis dilakukan secara konseptual dengan mengkaji potensi dan tantangan yang muncul dari fenomena impor beras, serta mengaitkannya dengan konsep-konsep bisnis dan ekonomi. Untuk memperkuat strategi yang diusulkan, penelitian menerapkan analisis SWOT (Strengths. Weaknesses. Opportunities. Threat. berdasarkan teori-teori Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi dalam konteks impor beras di Indonesia, sehingga dapat dirumuskan strategi inovatif yang relevan dan Pendekatan metodologis yang terintegrasi ini, yaitu kombinasi antara analisis kualitatif deskriptif, analisis konseptual, analisis peluang bisnis, dan analisis SWOT berbasis teori, diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang komprehensif dan mendalam mengenai topik yang diangkat. Temuan dari penelitian ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan teori, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis yang dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan di bidang terkait. Kerangka Konseptual Impor Beras Indonesia Data Impor Beras Indonesia Faktor yang Mempengaruhi Strategi Ekonomi Perbandingan Berbagai Negara Peluang Bisnis Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Meitry Firdha Tafarini. Bertliussaza. Rosa Amelia. Tia Greselina Panjaitan. Amanda Khairrani Suhadi Keterangan: : alur kajian/terdiri dari : menghasilkan Gambar 2. Kerangka Konseptual HASIL DAN PEMBAHASAN Data Impor Beras Indonesia Beras adalah komoditas yang sangat vital bagi Indonesia, karena mayoritas masyarakatnya mengandalkan beras sebagai makanan utama (Basuki et al. , 2. Kebutuhan beras sebagai sumber pangan utama sulit untuk di subtitusi oleh sumber pangan lain karena sudah melekat bagi masyarakat Indonesia (Ramadhan et al. , 2. Tingginya permintaan beras tersebut menyebabkan Indonesia selalu mengalami kekurangan pasokan dalam penyediaan beras dalam negeri (Fadil, 2. Oleh sebab itu, untuk menjaga pasokan beras di dalam negeri, pemerintah Indonesia melakukan kegiatan impor. Impor merupakan proses atau aktivitas pengiriman produk dengan komoditi tertentu dari satu negara ke negara lain secara legal (Sandi et al. , 2. Barang yang diimpor harus melewati wilayah pabean negara agar dapat dianggap sebagai impor yang legal dan sesuai dengan peraturan yang telah ada. Impor memiliki peran penting dalam mencukupi kebutuhan domestik yang tidak dapat dihasilkan pada suatu negara. Impor beras dilaksanakan bertujuan mengatur kestabilan harga dan stok di pasar negera. Aktivitas ekspor dan impor merupakan faktor krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, ketergantungan yang berkelanjutan pada impor dapat berdampak negatif terhadap perekonomian suatu negara (Widada et al. , 2. Beras merupakan komditi yang sangat penting untuk penduduk, sehingga kita perlu menjaga kestabilan produksinya agar tidak tergantung pada impormpor beras beras. karena kalau kita selalu saja melaakukan impor akan sangat merugikan apabila terjebak dalam kondisi yang bergantung pada negara lai yang kita tidak tahu kedepannya akan terjadi peristiwa apapun. Berikut data impor beras yang dilakukan Indonesia dari tahun 2017 sampai 2023: 000,00 857,60 000,00 824,40 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 508,80 356. 286,20 407. 741,40 429. 207,30 274,80 0,00 Sumber: Badan Pusat Statistik 2018 Ae 2024 . Gambar 3. Data Impor Beras di Indonesia Tahun 2017 Ae 2023 Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Meitry Firdha Tafarini. Bertliussaza. Rosa Amelia. Tia Greselina Panjaitan. Amanda Khairrani Suhadi Berdasarkan Gambar 3. diketahui bahwasanya impor beras dalam negeri dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi, misalnya dari tahun 2019 ke 2020 jumlah beras yang Indonesia impor mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu dari 444 ribu ton beras turun menjadi 356 ribu ton beras. Namun setelah mengalami penurunan pada tahun 2021 meningkat kembali menjadi 407 ribu ton beras. Peningkatan ini terus berlanjut sampai tahun 2023 dimana Indonesia mencatat dalam 6 tahun terakhir jumlah impor tertinggi mencapai 3 juta ton beras. Angka ini menunjukkan lonjakan yang cukup besar dibandingkan tahun-tahun Hal ini juga sesuai pernyataan (Wibawa et al. , 2023. , yang menyatakan semakin rendah volume impor di suatu negara, semakin menunjukkan bahwasanya negara tersebut sudah mampu untuk menghasilkan barang dan jasanya sendiri. Ini menandakan bahwa Indonesia masih belum mampu memproduksi berasnya sendiri. Fluktuasi impor beras dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yakni karena kondisi produksi beras domestik. Saat produksi beras dalam negeri menurun, pemerintah biasanya meningkatkan impor untuk menjamin pasokan beras yang memadai di pasar domestik. Sebaliknya, ketika produksi dalam negeri meningkat, impor beras dapat dikurangi untuk melindungi kepentingan petani lokal. Sejalan dengan penjelasan Paipan & Abrab . , jika suatu negara memiliki penghasilan beras yang tinggi dan berkualitas, negara tersebut sudah mampu mencukupi kebutuhan beras domestik dan mengoptimalkan hasil beras di berbagai sektor, yang pada gilirannya dapat mengurangi ketergantungan pada impor beras. Volume impor beras dalam negeri terus meningkat konsumsi beras, ketidakseimbangan antara produksi beras dan kenaikan jumlah penduduk. Faktor yang Mempengaruhi Impor Beras Indonesia Produksi Domestik Produksi beras dalam negeri Indonesia merupakan faktor utama yang menentukan kebutuhan impor. Meskipun merupakan produsen utama, produksi beras tidak selalu sejalan dengan peningkatan permintaan akibat konversi lahan, tantangan lingkungan, dan pertumbuhan produktivitas yang terbatas. Menurut BPS, produksi beras menurun dari 33,94 juta ton pada 2018 menjadi 31,10 juta ton pada 2023, sementara konsumsi per kapita tetap tinggi sebesar 93,79 kg/tahun dengan tingkat partisipasi 98%. Selisih yang semakin sempit antara produksi dan konsumsi, terutama pada tahun-tahun dengan cuaca buruk atau luas panen yang berkurang, mengharuskan impor untuk menstabilkan pasokan dan harga (Vadilaksono et , 2. Tabel 1. Produksi Domestik dan Estimasi Surplus/Defisit Terhadap Konsumsi Estimasi Produksi Surplus/Defisit Tahun Konsumsi uta to. uta to. uta to. 33,50 29,60 3,90 33,94 29,60 4,37 31,31 29,60 1,53 31,63 29,60 2,03 31,36 30,00 1,36 31,54 30,00 1,54 31,10 -30,00 1,10 Sumber: Badan Pusat Statistik 2018 Ae 2024 . Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Meitry Firdha Tafarini. Bertliussaza. Rosa Amelia. Tia Greselina Panjaitan. Amanda Khairrani Suhadi Kebijakan Pemerintah Kebijakan pemerintah menjadi inti dari sistem impor beras di Indonesia. Volume dan waktu impor diatur melalui lisensi, kuota, dan penunjukan Bulog sebagai importir utama. Kebijakan seperti Harga Batas Atas Beras (HET) dan moratorium impor periodik digunakan untuk menstabilkan harga domestik dan mendukung petani. Misalnya, pada periode 2019Ae 2021, impor minimal karena moratorium dan fokus pada penyerapan domestik, sementara pada 2023, impor melonjak sebagai respons terhadap kekurangan produksi dan ketidakstabilan harga (Respatiadi & Nabila, 2. , (Rachman et al. , 2. Kebijakan yang fleksibel memungkinkan pemerintah untuk merespons perubahan pasar domestik dan global, tetapi juga dapat menimbulkan ketidakpastian bagi peserta pasar (Rozaki et al. , 2023. Shobur et al. Vadilaksono et al. , 2. Tabel 2. Fokus Kebijakan Tahun Kebijakan Fokus Utama & Dampak C Harga Eceran Tertinggi C Stabilisasi harga (HET) C Pengurangan impor C Perizinan yang lebih ketat 2019Ae2021 C Penangguhan impor C Impor minimal C Penyerapan oleh Bulog C Dukungan harga di tingkat 2022Ae2023 C Reaktivitas impor C Import kembali persediaan C Kuota yang fleksibel C Impor Sumber: Kementerian Perdagangan . asil revie. Harga Beras Dunia Harga beras internasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan impor Indonesia. Dari tahun 2017 hingga 2021, harga beras relatif stabil, namun terjadi kenaikan tajam pada tahun 2022Ae2023 akibat pembatasan ekspor India dan risiko produksi yang disebabkan oleh fenomena El Niyo. Pada Juli 2023. Indeks Harga Beras FAO mencapai 129,7 poin . aik 19,7% dibandingkan tahun sebelumny. , dan harga ekspor Vietnam melonjak menjadi USD 654 per ton pada Agustus 2023. Lonjakan harga ini secara langsung memengaruhi biaya impor dan strategi pengadaan Indonesia, dengan pergeseran ke Vietnam dan Thailand sebagai pemasok utama (Shobur et al. , 2. Tabel 3. Harga Impor Beras Beberapa Negara Harga FOB Negara Bulan (USD/ton, 2. Thailand Oktober 2023 Vietnam Oktober 2023 India Juli 2023 531 . arangan pra-ekspo. Pakistan Oktober 2023 Sumber: FAO & USDA . asil revie. Permintaan Domestik Permintaan beras di Indonesia didorong oleh konsumsi per kapita yang tinggi dan pertumbuhan penduduk yang stabil . ,31% per tahu. Selama periode 2019Ae2023, konsumsi per kapita tetap sekitar 93Ae94 kg per tahun, dengan daerah pedesaan mengonsumsi lebih Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Meitry Firdha Tafarini. Bertliussaza. Rosa Amelia. Tia Greselina Panjaitan. Amanda Khairrani Suhadi banyak daripada daerah perkotaan. Permintaan agregat terus meningkat, melampaui produksi pada beberapa tahun dan mengharuskan impor untuk menutupi kekurangan (Natsir et al. , 2025. Nurina Endra Purnama et al. , 2024. Phillips et al. , 2. Tabel 4. Estimasi Permintaan Domestik dari Konsumsi per Kapita Konsumsi Per Laju Estimasi Total Tahun Kapita Pertumbuhan Permintaan . g/tahu. Penduduk (%) . uta to. 78,71 1,31 -29,6 94,02 1,31 -30,0 94,38 1,31 -30,0 93,51 1,31 -30,0 93,79 1,31 -30,0 Sumber: Badan Pusat Statistik 2020 Ae 2024 . Nilai Tukar Mata Uang Nilai tukar Rupiah Indonesia terhadap Dolar AS merupakan faktor kritis dalam ekonomi impor beras. Dari tahun 2017 hingga 2023. Rupiah mengalami depresiasi moderat, dengan rata-rata nilai tukar pada tahun 2023 sebesar 14. 810,86 IDR/USD. Depreciasi meningkatkan biaya impor dalam mata uang lokal, seperti yang terlihat pada tahun 2023 ketika volume impor beras melonjak meskipun Rupiah melemah, yang meningkatkan tekanan fiskal dan harga Volatilitas nilai tukar juga menimbulkan risiko dan ketidakpastian bagi importir (Hannafi Ibrahim et al. , 2024. Widarjono, 2. Tabel 5. Rata-Rata Nilai Tukarr dan Impor Beras Rata-Rata Nilai Tukar Volume Impor Beras Tahun (IDR/USD) . uta ton. 146,00 0,44 577,00 0,36 308,00 0,41 876,00 0,43 810,86 3,06 Sumber: (Bank Indonesia, 2023. International Monetary Fund, 2. Perbandingan dengan Negara Vietnam dan Thailand Perdagangan internasional adalah kegiatan perdagangan yang dilakukan antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain berdasarkan kesepakatan bersama. Terlibat dalam perdagangan internasional, negara tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan kemakmuran penduduknya. Perdagangan internasional mencakup pengiriman dan penerimaan barang antara negara yang satu dengan negara lainnya (Febriaty, 2. Perdagangan internasional kadang menjadi keuntungan bagi suatu negara ataupun kerugian ditentukan oleh kebijakan negara itu sendiri bersaing dipasar internasional dan mengutamakan penjualan dibanding pembelian. Beras merupakan produk pertanian yang paling berkembang di Thailand, negara ini telah membantu memenuhi kebutuhan beras dunia. Thailand adalah eksportir beras terbesar di dunia, dengan ekspor mencapai 7,2 juta ton pada tahun 2022. Sektor pertanian telah menjadi sektor paling penting dalam memperdayakan sumber daya Thailand di mana 50% lahan dipakai untuk produksi beras, sekitar 55% dari produksi beras yang dihasilkan digunakan untuk konsumsi domestik, sementara 45% sisanya diekspor ke Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Meitry Firdha Tafarini. Bertliussaza. Rosa Amelia. Tia Greselina Panjaitan. Amanda Khairrani Suhadi berbagai negara. Ekspor beras dari Thailand memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan negara, yakni mencapai 20% (Yusiana et al. , 2. Produksi beras Thailand dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan angka yang signifikan dan tren yang mencerminkan pentingnya beras sebagai makanan pokok dan komoditas ekspor Pada tahun 2023. Thailand memproduksi sekitar 22,2 juta ton beras, meningkat dari 21,43 juta ton pada tahun 2022. Dapat dilihat pada grafik berikut (Statista, 2. Dari data tersebut dapat dilihat bahwasanya Thailand mampu memproduksi beras lebih dari 20 juta ton pertahunnya yang di mana beberapa persen dari hasil tersebut diekspor ke beberapa negara, dan tentunya hasil ekspor tersebut mempengaruhi pendapatan negara. Sumber: Statistika, 2024 Gambar 4. Nilai Impor Beras Indonesia Tidak hanya Thailand. Vietnam merupakan negara penghasil beras tertinggi juga hingga mampu mengekspor ke beberapa negara. Dari data yang telah dikumpulkan bahkan Vietnam dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi negara pengekspor nomor 1 ke negara Indonesia (Salsabil & Ririt Iriani Sri S, 2. Produksi beras Vietnam mampu memenuhi kebutuhan logistik negara tersebut dan tentu saja melakukan ekspor yang sangat mempengaruhi devisa negara Vietnam. Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Meitry Firdha Tafarini. Bertliussaza. Rosa Amelia. Tia Greselina Panjaitan. Amanda Khairrani Suhadi Sumber: Statistika, 2024 Gambar 5. Nilai Ekspor Beras Vietnam Dua negara ini merupakan eksportir beras terbesar Indonesia, karena Indonesia tidak dapat memenuhi kebutuhan komoditas pasar dalam negara dan untuk menjaga kestabilan harga pasar beras bagi masyarakat, sehingga perlu mengimpor beras dari beberapa negara terutama negara Asia. Meskipun negara Indonesia mampu memproduksi beras dengan baik namun tetap harus mengimpor karena berbagai faktor. Dua di antaranya adalah negara Vietnam dan Thailand, bahkan menduduki peringkat teratas negara eksportir beras Indonesia (Salsabil & Ririt Iriani Sri S, 2. Dua negara ini termasuk negara yang memproduksi padi terbesar di dunia dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negara dan bahkan melakukan ekspor ke berbagai negara di belahan dunia. Faktor-faktor utama impor beras suatu negara meliputi produksi beras, harga beras, konsumsi beras, jumlah penduduk, kebijakan pemerintah, dan nilai tukar riil. Pertumbuhan penduduk Thailand mencapai 71. 011 pada 2024. Vietnam 100. 686, dan Indonesia 907 (Zamahzari & Anugerah Yekti, 2. Indonesia melakukan impor untuk memenuhi kekurangan pasokan domestik, bergantung pada Vietnam dan Thailand sebagai sumber utama. Meskipun ketiga negara mampu memproduksi beras dengan baik, kebutuhan per kapita yang berbeda menyebabkan prioritas domestik harus diutamakan terlebih dahulu. Nilai tukar riil berperan penting dalam perdagangan internasional. ketika mata uang negara pengimpor menguat terhadap dolar, harga beras Thailand menjadi lebih murah dan meningkatkan permintaan (Yusiana et al. , 2. Indonesia dan Thailand memiliki kesamaan dalam faktor impor-ekspor komoditas, yaitu neraca perdagangan. Thailand mengalami defisit besar yang membuka peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspornya (Wulandari et al. Diperlukan perbaikan berbagai faktor yang mempengaruhi impor besar-besaran Indonesia dengan mempelajari Vietnam dan Thailand, terutama dalam produksi beras, karena produksi merupakan faktor penting yang menentukan kebutuhan impor suatu negara. Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Meitry Firdha Tafarini. Bertliussaza. Rosa Amelia. Tia Greselina Panjaitan. Amanda Khairrani Suhadi Tabel 6. Perbandingan Produksi Beras Regional Produksi 2023 Negara Populasi 2024 Status uta to. Indonesia 31,10 Importir Thailand 34,32 Eksportir Vietnam 42,67 Eksportir Sumber: Badan Pusat Statistik, 2018 Ae 2024 . Indonesia menghadapi tantangan produksi akibat pertumbuhan penduduk yang tinggi, konversi lahan, dan stagnasi produktivitas, sedangkan Thailand dan Vietnam mampu menghasilkan surplus untuk ekspor. Defisit neraca perdagangan Thailand membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor komoditas lain, seperti minyak sawit, kopi, dan produk olahan pangan, memanfaatkan keunggulan komparatif dan kerangka kerja ASEAN (Hoang & Meyers, 2015. Hopkins, 2. Strategi Ekonomi Strategi ekonomi yang kokoh untuk sektor padi Indonesia harus memanfaatkan keunggulan produksinya dan kerangka kebijakan yang ada, mengatasi kelemahan yang terusmenerus, memanfaatkan peluang global dan regional, serta memitigasi ancaman eksternal. Analisis SWOT berikut ini menyintesis data dan penelitian terkini untuk mengarahkan keputusan kebijakan dan bisnis. Tabel 7. Analisis SWOT Dinamika Impor Beras Indonesia Strengths Kapasitas produksi beras dalam negeri yang besar . ,1 juta ton pada tahun 10,28% dari produksi globa. (Hermawan et al. Pide, 2. Intervensi kuat dan kerangka (Bulog. HET, pengendalian (Rachman et al. Yang et al. Kedekatan strategis (Vietnam. Thailan. (Hermawan et al. Rachman et , 2022. Weaknesses Ketergantungan impor yang terus produksi tinggi . ,85 juta ton diimpor pada tahun 2. (Patunru, 2023. Pide. Diversifikasi sumber pangan yang terbatas. konsumsi beras yang tinggi . Ae95 kg per (Yang et al. , 2021. Opportunities Penurunan beras global pasca2024 . enurunan 35%, beras Vietnam seharga $481 per to. (Setiawan Wiseman et al. Perjanjian perdagangan regional ASEAN keamanan pasokan (Mardianto et al. Rachman et al. Threats Fluktuasi harga global . isalnya, larangan ekspor Indi. (Paipan & Abrar, 2020. Setiawati et al. , 2. Produksi yang fluktuatif akibat perubahan iklim dan konversi lahan . ,34 juta ton pada tahun 2024, turun 2,43%) (Pide, 2020. Silalahi et al. , 2. Penerapan teknologi (Pane et al. , 2023. Shobur et al. , 2. Depresiasi mata uang biaya impor . luktuasi nilai tukar IDR/USD) (Shobur et al. , 2. Dampak Nino, kekeringan, dan cuaca (Pane et al. , 2023. Suparman et al. , 2. Sumber: Analisis Data Sekunder . Kekuatan (Strengt. Sektor beras Indonesia didukung oleh basis produksi domestik yang kuat, dengan produksi sebesar 31,1 juta ton pada tahun 2023 menyumbang lebih dari 10% dari produksi global (Hermawan et al. , 2017. Pide, 2. Hal ini memberikan landasan yang kokoh untuk Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Meitry Firdha Tafarini. Bertliussaza. Rosa Amelia. Tia Greselina Panjaitan. Amanda Khairrani Suhadi ketahanan pangan dan mengurangi kerentanan terhadap guncangan eksternal. Intervensi proaktif pemerintah, melalui lembaga seperti Bulog dan kebijakan seperti Harga Eceran Tertinggi (HET), menstabilkan harga domestik dan mengelola pasokan, memungkinkan respons cepat terhadap fluktuasi pasar (Rachman et al. , 2022b. Yang et al. , 2021. Selain itu, kedekatan geografis Indonesia dengan negara eksportir utama seperti Vietnam dan Thailand memudahkan rantai pasokan yang efisien dan impor yang hemat biaya, terutama saat terjadi kekurangan pasokan. Keunggulan-keunggulan ini secara kolektif menempatkan Indonesia dalam posisi yang lebih baik untuk mengelola pasokan beras dan stabilitas harga dibandingkan dengan banyak negara lain yang bergantung pada impor (Hermawan et al. Rachman et al. , 2022. Kelemahan (Weaknes. Meskipun memiliki kapasitas produksi yang besar. Indonesia tetap sangat bergantung pada impor beras, dengan 3,85 juta ton diimpor pada tahun 2024, meningkat 62% dibandingkan tahun sebelumnya (Patunru, 2023. Pide, 2. Ketergantungan ini disebabkan oleh kesenjangan yang terus menerus antara produksi dan konsumsi, yang diperparah oleh pertumbuhan populasi dan keterbatasan diversifikasi pola makan (Yang et al. , 2021. Konsumsi beras per kapita yang tinggi di negara ini . Ae 95 kg/tahu. meningkatkan kerentanan terhadap gangguan pasokan dan fluktuasi harga. Selain itu, produksi domestik rentan terhadap fluktuasi, turun menjadi 30,34 juta ton pada tahun 2024 . urun 2,43% dari tahun 2. akibat konversi lahan, perubahan iklim, dan tantangan lingkungan (Pide, 2020. Silalahi et al. , 2. Kelemahan-kelemahan ini menyoroti kebutuhan akan reformasi struktural dalam pola produksi dan konsumsi. Peluang (Opportunitie. Pasar beras global saat ini menawarkan peluang yang signifikan. Setelah India mencabut pembatasan ekspor dan panen beras Asia mencapai rekor tertinggi, harga beras internasional turun sebesar 35%, dengan beras Vietnam seharga $481 per ton menjadi yang terendah dalam 19 bulan (Setiawan et al. , 2024. Wiseman et al. , 2. Hal ini menciptakan jendela waktu yang optimal bagi Indonesia untuk mengamankan kontrak jangka panjang dan membangun kembali cadangan strategis dengan biaya lebih rendah. Perjanjian perdagangan internasional, terutama di dalam ASEAN, dapat meningkatkan keamanan pasokan, mengurangi hambatan perdagangan, dan mendiversifikasi sumber impor (Rachman et al. Selain itu, penerapan teknologi pertanian canggih seperti pertanian presisi, benih tahan iklim, dan manajemen rantai pasok digital dapat meningkatkan produktivitas domestik, mengurangi ketergantungan impor di masa depan, dan meningkatkan kesejahteraan petani (Pane et al. , 2023. Shobur et al. , 2. Ancaman (Threat. Indonesia menghadapi ancaman eksternal yang signifikan. Ketidakstabilan harga global, seperti yang terjadi selama larangan ekspor India pada periode 2023Ae2024, dapat dengan cepat meningkatkan biaya impor dan mengganggu stabilitas pasar domestik (Paipan & Abrar, 2020. Setiawati et al. , 2. Perubahan iklim menimbulkan risiko yang semakin meningkat, dengan peristiwa El Nino yang lebih sering, kekeringan, dan cuaca ekstrem yang mengganggu produksi domestik dan rantai pasokan global (Pane et al. , 2. Depresiasi mata uang semakin memperburuk biaya impor, karena pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS meningkatkan harga beras impor dan memicu inflasi domestik (Shobur et al. , 2. Ancaman126 Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Meitry Firdha Tafarini. Bertliussaza. Rosa Amelia. Tia Greselina Panjaitan. Amanda Khairrani Suhadi ancaman ini memerlukan manajemen risiko yang kuat dan langkah-langkah kebijakan adaptif untuk menjaga keamanan pangan. Rekomendasi Strategi Berdasarkan hasil analisis SWOT dinamika impor beras Indonesia dalam penetapan stratego ekonomi dapat dilakukan dengan beberapa rekomendasi strategi. Manfaatkan Kelebihan, dengan memperolah kontrak impor jangka panjang selama penurunan harga global saat ini dan pertahankan pengawasan pemerintah yang kuat untuk menstabilkan pasokan dan Mengatasi kelemahan dengan menerapkan program diversifikasi pangan yang agresif dan investasikan dalam teknologi pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim untuk mengurangi volatilitas produksi dan ketergantungan impor. Memanfaatkan peluang dapat dilakukan dengan memperkuat hubungan perdagangan ASEAN dan adopsi teknologi pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan rantai pasokan. Serta mitigasi ancaman dengan mengembangkan strategi lindung nilai mata uang, menetapkan protokol impor darurat, dan perkuat langkah-langkah adaptasi iklim untuk ketahanan pertanian. Peluang Bisnis Berdasarkan hasil pembahasan, peluang bisnis yang dapat dikembangkan di sektor beras Indonesia sangat terbuka lebar, terutama di tengah tingginya ketergantungan pada impor dan kebutuhan akan ketahanan pangan nasional. Pertama, bisnis perdagangan dan logistik beras sangat prospektif, mengingat volume impor yang terus meningkat dan hubungan dagang yang kuat dengan negara pemasok utama seperti Vietnam dan Thailand. Pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum penurunan harga global dan kebijakan pemerintah yang membuka partisipasi swasta untuk mengamankan kontrak pasokan jangka panjang serta mengoptimalkan rantai pasok dan distribusi beras nasional. Kedua, terdapat peluang besar dalam pengembangan dan pemasaran teknologi pertanian, seperti benih padi tahan iklim ekstrem, precision farming, dan solusi berbasis IoT, sejalan dengan dorongan pemerintah untuk modernisasi pertanian dan diversifikasi pangan guna mengurangi ketergantungan pada beras impor. Ketiga. Indonesia juga dapat memperluas ekspor komoditas pertanian unggulan seperti minyak sawit, kopi, rempah, dan produk olahan ke negara-negara ASEAN, khususnya Thailand yang mengalami defisit perdagangan, dengan memanfaatkan keunggulan komparatif dan integrasi pasar regional. Dengan mengadopsi model bisnis terintegrasi, digitalisasi rantai pasok, serta kolaborasi lintas sektor, pelaku usaha dapat meraih peluang pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika pasar beras dan pangan nasional maupun regional. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan, meskipun Indonesia merupakan salah satu produsen beras terbesar di dunia, pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya permintaan beras menyebabkan ketergantungan pada impor tetap tinggi. Analisis mendalam mengungkapkan produksi domestik yang tetap, harga beras dalam negeri yang relatif tinggi, serta kurangnya diversifikasi pangan menjadi faktor utama yang mendorong impor beras. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada identifikasi strategi ekonomi dan peluang bisnis yang dapat diambil, seperti penguatan diversifikasi pangan dan pemanfaatan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas produksi beras nasional. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan hubungan dagang internasional, khususnya dengan negara-negara ASEAN, untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tengah Jimanggis. Vol. No. Desember 2025 Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis Meitry Firdha Tafarini. Bertliussaza. Rosa Amelia. Tia Greselina Panjaitan. Amanda Khairrani Suhadi dinamika pasar global. Berdasarkan temuan tersebut, diharapkan agar pemerintah dapat aktif mengimplementasikan kebijakan diversifikasi pangan melalui pengembangan komoditas alternatif seperti jagung, sagu, dan singkong, serta mempercepat adopsi teknologi pertanian yang tahan iklim dan berbasis digital. Tindakan praktis yang dapat dilakukan meliputi peningkatan investasi pada riset benih unggul, pelatihan petani dalam penggunaan teknologi presisi, serta penguatan infrastruktur distribusi dan logistik pangan. Dengan langkah-langkah ini. Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor beras, meningkatkan ketahanan pangan nasional, dan menciptakan peluang yang berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA