Vol 8. No 1. September 2025. org/10. 38189/jtbh. ISSN 2654-5691 . 2656-4904 . Available at: e-journal. id/index. php/jbh Pemikiran Baru Pandangan Teologi: Substantif. Relasional, dan Fungsional Tentang Gambar Rupa Allah Ester Yunita Dewi1 sevgilimyunita@gmail. Paulus Kunto Baskoro2 paulusbaskoro1177@gmail. Abstract Theological study of the image of God helps to understand the two words, words that are not different in meaning, but reinforce each other. The topic of the image and likeness of God has produced three popular views, namely the substantial, relational and functional Each of these three views has advantages and disadvantages. The aim of the research is to present a third view in a balanced way and to develop new thinking apart from conducting comparative and evaluation studies. This research uses a descriptive qualitative The findings of this study indicate that: First, the image of God is a fully Man. The results of the research on the word image and likeness in Genesis 1:26-31, 5:1-3 and 9:6 prove that the use of the words "image" and "likeness" are not separate or distinct terms. essence, the meaning of the words "image" and "likeness" are the same. Second, the image of God in Genesis 1:26, is man was created to be God's representative, that is, to rule over His creation, to rule in the sense of carrying out God's mandate. Third, the image of God requires God's Atonement. The history of human life on earth tells that humans violate God's word and cause humans to sin. Humans need redemption to be able to live obediently and be able to carry out God's mandate of "power. " The complete restoration of the original man as even more like the heavenly body and that of Christ will take place in the eternities. Fourth, further research. The researcher realizes that the results of this study are still incomplete because it opens opportunities for further research. Keywords: theological. image of God Abstrak Kajian teologis Augambar dan rupa AllahAy menolong memahami kedua kata tersebut bukanlah kata yang berbeda dalam arti, tetapi saling menegaskan. Topik gambar dan rupa Allah telah menghasilkan tiga pandangan yang populer, yaitu dengan pandangan substantif, relasional dan fungsional. Ketiga pandangan tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan Tujuan penelitian menyajikan isi ketiga pandangan secara seimbang dan mengembangkan pemikiran baru selain dari pada melakukan studi komparasi dan evaluasi. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, gambar Allah adalah manusia seutuhnya. Hasil penelitian kata gambar dan rupa dalam Kejadian 1:26-31, 5:1-3 dan 9:6 membuktikan bahwa pemakaian kata AugambarAy dan AurupaAy bukan merupakan istilah yang berbeda atau terpisah. Pada hakikatnya pengertian kata AugambarAy dan AurupaAy itu sama. Kedua, gambar Allah pada Sekolah Tinggi Teologi Kadesi - Bogor Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia - Yogyakarta CopyrightA 2025. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Ester Yunita Dewi. Paulus Kunto Baskoro: Pemikiran Baru Pandangan Teologi: Substantif. Relasional, dan Fungsional Tentang Gambar Rupa Allah Kejadian 1:26 menunjukkan manusia diciptakan untuk menjadi wakil Allah, yaitu berkuasa atas ciptaan-Nya, berkuasa dalam arti menjalankan mandat Tuhan. Ketiga, gambar Allah memerlukan penebusan Allah. Sejarah kehidupan manusia di bumi mengisahkan bahwa manusia melanggar firman Tuhan dan menyebabkan manusia melakukan perbuatan dosa. Manusia perlu penebusan untuk dapat hidup taat dan mampu menjalankan mandat Tuhan Auberkuasa. Ay Pemulihan sempurna pada manusia seperti semula bahkan lebih seperti tubuh surgawi dan yang dimiliki Kristus akan terjadi dalam kekekalan. Kata-kata kunci: teologi. gambar rupa Allah PENDAHULUAN Membangun sebuah konsep teologi adalah fondasi penting dalam kehidupan Kristen. 3 Sebab fondasi teologi yang kuat akan membawa dampak yang besar dalam kerangka keteguhan hati dalam mengikut Yesus dan setia sampai akhir. Konsep teologi yang kuat juga berdampak kepada keteguhan akan Injil. Konsep teologi adalah sebuah konsep yang dibangun tentang ke-Allahan yang memberikan kajian penting dalam sebuah doktrin yang akan menjadi pijakan dalam kekristenan. 4 Konsep teologi tentang keselamatan kuat, maka akan berdampak kepada keteguhan iman akan keselamatan. 5 Konsep teologi yang salah akan membawa pemahaman yang salah, namun konsep teologi yang benar akan membawa pemahaman yang benar dengan kerangka sesuai kebenaran Alkitab sebagai otoritas yang tertinggi. 6 Dalam hal ini, konsep pemahaman teologi yang akan dibangun adalah konsep teologi tentang gambar rupa Allah yang menjadi acuan penting sifat dasar Allah. Gambar rupa Allah yang melekat pada identitas manusia sebagai ciptaan Tuhan telah menjadikan manusia berbeda dari ciptaan Allah lainnya. 7 Kata Augambar rupa AllahAy dinyatakan oleh Allah sendiri saat Ia akan menciptakan manusia pertama. Studi ini penting karena pemahaman imago Dei memengaruhi antropologi Kristen, etika, dan pendidikan teologi untuk diselidiki baik di kalangan para teolog, dosen, guru, mahasiswa teologi Dapot Tua Simanjuntak and Joseph Christ Santo. AuKepemimpinan Gembala Sidang Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Jemaat: Sebuah Refleksi 1 Petrus 5,Ay Jurnal Paria 6, no. Thabita Valenchia. AuKonsep Allah Dalam Teologi Proses Ditinjau Dari Roma 1: 18-21,Ay Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja 7, no. : 119Ae Juara Juara. AuKonsep Keselamatan Dalam Teologi Kristen Modern,Ay SINTHOP: Media Kajian Pendidikan. Agama. Sosial Dan Budaya 1, no. : 49Ae64, https://doi. org/10. 22373/sinthop. Paulus Purwoto et al. AuPeranan Alkitab Sebagai Otoritas Tertinggi Dan Aplikasinya Dalam Misi Gereja Masa Kini,Ay Jurnal Teologi Berita Hidup 5, no. : 181Ae95, https://doi. org/10. 38189/jtbh. Eko Wahyu Suryaningsih et al. AuManusia Adalah Sungguh Gambar Dan Rupa Allah,Ay Davar : Jurnal Teologi 1, no. : 31Ae42, https://doi. org/10. 55807/davar. CopyrightA 2025. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 1. September 2025 maupun setiap orang. Pada umumnya penyelidikan ini dilakukan baik untuk memperdalam pengetahuan teologi, sebagai ucapan syukur kekuatan atau penghiburan bagi insan yang berharga di hadapan Tuhan. Peneliti mengangkat topik ini setelah memperhatikan bahwa munculnya tiga pandangan teologi tentang gambar rupa Allah oleh tokoh-tokoh terkenal,9 yaitu pandangan substantif, relasional, dan fungsional. Meskipun demikian dari ketiga pandangan tersebut Pandangan teologi substantif tentang gambar rupa Allah lebih familier dibandingkan dengan pandangan relasional, dan fungsional dengan beberapa pandangan yang lain. 10 Hal ini dikarenakan para tokoh pendukungnya adalah tokoh-tokoh terkenal sehingga ajarannya lebih dikenal dan diyakini sebagai kebenaran. Kedua, telah beredar buku-buku teologi yang menguraikan ketiga pandangan tersebut baik secara subyektif maupun obyektif dalam bentuk studi komparasi, evaluasi tetapi belum banyak yang menemukan pemikiran baru terhadap ketiganya. Pada artikel ini peneliti akan menyajikan penelitian kajian teologis terhadap kata gambar rupa Allah apakah ketiga pandangan teologi tersebut memang berdiri sendiri-sendiri atau ada saling keterkaitan. Penelitian ini mengembangkan konsep penelitian yang dilakukan oleh Jermian Djadi tentang gambar dan rupa Allah11 yang mengkritisi pandangan-pandangan tentang gambar dan rupa Allah. Dan rumusan pertanyaan yang penting dalam kajian ini adalah bagaimana pemikiran baru pandangan teologi: substantif, relasional, dan fungsional tentang gambar rupa Allah? Sehingga kajian teologi yang dibangun membawa dampak besar bagi kemajuan pemikiran-pemikiran teologi. METODE Penulisan penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, karena tidak melakukan eksperimen untuk memperoleh data-data, selain dari mengumpulkan data-data untuk mendapatkan kebenaran yang memberikan pemahaman, pengertian dan memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang terus berkembang. Juga dikaji secara rinci langkah eksegesis, analisis literatur, dan kategorisasi tematik dari kebenaran teologi yang Metode kualitatif dipilih karena sesuai dengan pokok bahasan yang diteliti. Alfonsus Ara. AuIntroduksi Teologi,Ay Logos 11, no. : 142Ae67, https://doi. org/10. 54367/logos. Jermia Djadi. AuGambar Dan Rupa Allah,Ay Jurnal Jaffray 2, no. : 3Ae8. Lurusman Jaya Hia. AuManusia Dalam Penciptaan: Kosmologi Menurut St. Maxsimus the Confessor,Ay Voice of HAMI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 6, no. : 1Ae14, https://doi. org/10. 59830/voh. Jermia Djadi. AuGambar Dan Rupa Allah,Ay Jurnal Jaffray 2, no. : 3, https://doi. org/10. 25278/jj71. CopyrightA 2025. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Ester Yunita Dewi. Paulus Kunto Baskoro: Pemikiran Baru Pandangan Teologi: Substantif. Relasional, dan Fungsional Tentang Gambar Rupa Allah tentang substantif, relasional, dan fungsional tentang gambar rupa Allah. Peneliti menggunakan metode ini karena metode penelitian kualitatif deskriptif. 12 Penelitian kualitatif digunakan untuk kepentingan yang berbeda bila dibandingkan dengan penelitian kuantitatif. Penelitian teks akan melakukan penelitian yang bersifat induktif dengan melakukan studi teks Alkitab dengan didukung studi kepustakaan atau literatur. Metode pendekatan yang peneliti gunakan tersebut, diharapkan dapat menolong peneliti menghasilkan karya ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan secara teologis dan juga secara kualitas. Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari nas-nas yang diselidiki akan diuraikan pada bagian implementasi orang percaya, pendidikan teologi, dan pelayan gereja, sehingga seluruh kegerakan misioner menjadi bagian penting dalam konsep teologi yang benar. 13 Di dalam penelitian ini dilakukan pengkajian yang mendalam tentang gambar rupa Allah selain berdasarkan Kitab Kejadian 1:26-31 dalam Perjanjian Lama dan juga dari konteks jauh di antara nas yang menuliskan kata Augambar dan rupaAy dalam Perjanjian Baru. HASIL DAN PEMBAHASAN Pandangan-pandangan Teologi terhadap Gambar Rupa Allah Pemakaian kata AugambarAy dan Aurupa,Ay sebenarnya bukan istilah yang berbeda atau 14 Dalam Alkitab Ibrani kata tersebut tidak dipisahkan. Sebab bila hal tersebut . itu benar, seharusnya dalam setiap pembahasan dalam konteks yang sama kedua kata tersebut selalu ditulis lengkap dan tidak terbalik atau tertukar dalam susunannya. Bila tidak, berarti kata AurupaAy hanya untuk memperjelas pengertian Augambar,Ay karena pada hakikatnya pengertian dari kata AugambarAy dan AurupaAy itu sama. AuKata-kata Ibrani untuk AugambarAy dan AurupaAy mengacu pada sesuatu yang mirip tetapi tidak identik dengan hal yang diwakilinya atau merupakan AogambarAo dari. Ay15 Pemisahan kedua kata tersebut berawal dan terdapat dalam LXX dan Vulgata16 sehingga dalam terjemahan Alkitab ke dalam bahasabahasa lainnya terdapat pemisahan termasuk dalam terjemahan Alkitab bahasa Indonesia. Patel. AuPenelitian Kualitatif : Metode Penelitian Kualitatif,Ay in Jurnal Equilibrium, vol. 5, no. January, preprint, 2012. Malik Bambangan. AuImplementasi Menjadi Jemaat Yang Misioner,Ay Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi 2, no. : 124Ae39. Hutagalung. Stimson. AuMakna Gambar Dan Rupa Allah Serta Konsekuensinya Bagi Manusia,Ay Koinonia Journal 5 No. : 62. Wayne A. Grudem. Systematic Theology: An Introduction to Biblical Doctrine (Zondervan Publishing House, 2. , 442. Anthony A. Hoekema. Manusia: Ciptaan Menurut Gambar Allah (Momentum, 2. , 17. CopyrightA 2025. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 1. September 2025 Hadirnya dua kata Augambar dan rupaAy yang terpisah kemudian dalam teologi Kristen berkembang atau muncul tiga pandangan yang berkembang untuk memahami arti kata gambar dan rupa Allah. Pandangan tersebut adalah pandangan substantif relasional dan Ketiga pandangan tersebut tidak dapat dipungkiri mencangkup pengertian Augambar rupaAy dalam konteks masing-masing dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Pandangan Substantif Pandangan substantif ini memahami teks Kejadian 1:26 pada frasa pertama. AuBaiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,Ay Ausupaya mereka berkuasay Menurut pandangan substantif pengertian gambar dan rupa adalah sebagai berikut: Pandangan substantif dari bapa-bapa gereja hingga para teolog abad pertengahan sebagai Teori-teori mengenai arti dari gambar dan rupa: 1. Irenaeus dan Tertullian: a. Gambar-aspek jasmani dari kemanusiaan. Rupa-aspek rohani dari kemanusiaan. Klemens dari Aleksandria. Origen. Atanasius. Hilary. Ambrose. Agustinus, dan Yohanes dari Damaskus: a. Gambar-sifat bukan jasmani dari manusia. Rupaaspek-aspek manusia yang dapat dikembangkan seperti kesucian atau moralitas, dan jika tidak dikembangkan maka akan terhilang. Kaum Skolastik (Thomas Aquina. Gambar kemampuan dan kebebasan rasional manusia . Rupa kebenaran asli dan karunia-karunia adi kodrati yang terhilang pada saat kejatuhan. Kaum Pembaharu (Reforme. : a. Semua pada dasarnya menolak perbedaan apa pun antara kedua istilah tersebut (Kej 5:1. Baik Luther dan Kalvin menyatakan konsep ini dalam istilah-istilah yang berlainan, namun pada dasarnya menyatakan kebenaran yang sama. Saya pikir bahwa mereka menunjuk pada . Kepribadian. Kesadaran. Ketrampilan bahasa. Keinginan. dan/atau . Moralitas kita. Sam Storms, menuliskan secara ringkas substantif gambar Allah oleh para tokoh atau teolog adalah sebagai berikut: Aquinas berfokus pada akal manusia. Calvin pada jiwa . aitu, pikiran dan hat. , dan Agustinus pada kapasitas mental memori . , pemahaman . , dan kehendak . Agustinus berpendapat bahwa karena akal atau pikiran manusia adalah ciri utamanya atau yang paling penting yang mungkin kita temukan di dalamnya cerminan Allah, maka model triadiknya yang dia yakini mencerminkan sifat Allah yang tritunggal. Pandangan Ausubstantif menempatkan gambar Tuhan dalam karakteristik atau kapasitas yang unik untuk kemanusiaan, seperti alasan atau kehendak, gambar juga dapat ditemukan dalam kapasitas manusia untuk memiliki hubungan dengan yang ilahi. Ay19 Bob Utley. A Guide to Good Bible Reading by Bob Utley - FBH Church (Baptist University, 1. , 27Ae28. Sam Storms. Man/The Image of God in Man (Zondervan Publishing House, 2. , 345. Daniel L. Akin. A Theology for The Church (B & H Publishing Group, 2. , 387. CopyrightA 2025. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Ester Yunita Dewi. Paulus Kunto Baskoro: Pemikiran Baru Pandangan Teologi: Substantif. Relasional, dan Fungsional Tentang Gambar Rupa Allah AuPandangan substantif dari gambar Allah melihat gambar Allah sebagai karakteristik dasar dari sifat manusia, khususnya kehendak manusia kita . aitu kemampuan untuk membuat pilihan atau keputusa. Ay20 Dari definisi di atas, pandangan substantif mendefinisikan kata gambar dan rupa Allah berdasarkan progresivitas wahyu Allah mulai dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Karena substansinya adalah bagian-bagian pada manusia yang lebih menonjol dibahas dalam Perjanjian Baru. Bagi para pencetus pandangan substantif dengan mengetahui substansi atas gambar dan rupa, kapasitas tersebut yang memampukan manusia menjalankan mandat Allah. Pandangan Relasional Pandangan relasional dipopulerkan oleh tokoh Karl Barth dan Emil Brunner pada intinya berpendapat bahwa seseorang harus memiliki hubungan dengan Tuhan untuk memiliki AogambarAo Tuhan. A dalam hubungan dengan Allah bahwa gambar sejati dibuat 21 Sam Storms, berpendapat dalam tulisannya terhadap pandangan Barth dan Luther bahwa: Karl Barth . menunjuk pada Kejadian 1: 26-27. Tuhan digambarkan sebagai jamak dengan kata AukamiAy menciptakan manusia sebagai laki-laki dan perempuan . Karena ada kemajemukan dan hubungan dan interaksi dalam Ketuhanan, maka mereka yang merupakan citra Allah juga pada dasarnya bersifat relasional. Silzer menuliskan bahwa AuPandangan relasional gambar Allah berfokus pada bagaimana manusia mencerminkan Tuhan melalui hubungan dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan ciptaan Tuhan. Ay23 Lebih lanjut menuliskan arti relasional pada kata gambar Allah sebagai berikut: Hubungan sosial manusia yang mencerminkan gambar Tuhan mendemonstrasikan penghormatan terhadap kehidupan manusia (Kej. 9: . dan melestarikan kehidupan melalui kata-kata dan tindakan (Yak. 3: . hubungan ini juga dicirikan oleh gambar seperti Tuhan (Mat 22:39. Luk 10:27. Yoh. 13:35. 15: 12. 1 Kor. 1 Ptr 1:22. Yoh. 4: . Cinta ini tidak memperhitungkan pembagian sosial seperti etnis, status, atau jenis kelamin, karena semua telah dibuat satu dalam Kristus . Kor. 12:13. Gal 3:. sebaliknya, hubungan-hubungan ini mencerminkan kesatuan dan keesaan dalam Kristus (Yoh. 17:17:11. 1 Kor. Ef 4:13. Gambar Allah direfleksikan melalui kedua jenis kelamin (Kej. 1: 26-. Satu gender saja tidak cukup untuk mencerminkan Tuhan, tetapi membutuhkan yang lain untuk sepenuhnya mencerminkan Tuhan. Dua peran jender tidak untuk bersaing atau untuk mengangkat Sheryl Takagi Silzer. Biblical Multicultural Teams (WCIU Press, 2. , 12. Storms. Man/The Image of God in Man, 23. Storms. Man/The Image of God in Man, 38. Silzer. Biblical Multicultural Teams, 12. CopyrightA 2025. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 1. September 2025 atau menundukkan yang lain. Sebaliknya, harus ada hubungan timbal balik satu sama lain berdasarkan penghormatan untuk Kristus (Ef. 5: . Berkaitan dengan dosa. Erickson menuliskan pandangan Emil Brunner bahwa pandangan mereka dua arti gambar Allah: yang formal dan material. Penjelasan mengenai gambar formal adalah manusia, yang berbeda dari hewan sehingga orang-orang yang berdosa tidak kehilangan aspek gambar Allah ini. Dalam arti material dari gambar adalah tindakan respons, hubungan dengan Tuhan. Gambar material dapat hadir atau tidak ada, tetapi gambar formal selalu hadir. 25 Dari uraian di atas menyatakan bahwa pandangan relasional gambar Allah ada dalam hubungan manusia dengan Tuhan dan kemudian dengan sesama manusia dan ciptaan Tuhan. Pandangan Fungsional Dasar pandangan fungsional adalah Kejadian 1:26. AuBerfirmanlah Allah: AuBaiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikanikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Ay Frasa Aumanusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atasAy memiliki banyak asumsi pengertian, antara lain: Augambar dan rupa Allah, menyebabkan manusia berkuasa atasA, kalau tidak ada Augambar dan rupaAy Allah manusia tidak bisa berkuasa. Augambar dan rupaAy Allah menyatakan kemiripan dengan Allah dalam berkuasa. dan lainnya. Pandangan fungsional memiliki tempat dalam pendefinisian arti gambar Allah. Erickson menuliskan bahwa pandangan ketiga dari gambar Allah ini lebih kepada fungsi manusia, yang paling sering disebut sebagai latihan kekuasaan atas ciptaan. Hubungan yang erat antara kedua konsep ini ditemukan tidak hanya dalam ayat ini, di mana Tuhan menyatakan niatnya untuk menciptakan manusia dalam gambar Tuhan dan berikan perintah kepada mereka untuk memiliki kekuasaan. Latihan kekuasaan dianggap sebagai isi dari gambar Allah. Glen G. Scorgie menuliskan pandangan fungsional gambar Allah dengan referensi alkitabiah pada frase Audan biarkan mereka memerintahAy (Kej. 1: . AuPandangan fungsionalAmelihat keserupaan dengan Tuhan sebagai mampu bertindak seperti Tuhan Silzer. Biblical Multicultural Teams, 13. Millard J. Erickson. Christian Theology. Edisi 3 (Baker Academic, 2. , 463. Erickson. Christian Theology. Edisi 3, 43. CopyrightA 2025. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Ester Yunita Dewi. Paulus Kunto Baskoro: Pemikiran Baru Pandangan Teologi: Substantif. Relasional, dan Fungsional Tentang Gambar Rupa Allah Tuhan mengatur alam semesta, tetapi dia telah menyerahkan kepada manusia tanggung jawab tertentu untuk mengelola atau mengawasi dunia atas namanya. Ay27 Menurut pandangan fungsional gambar Allah nyata dalam tujuan dalam Kejadian 1:26 tersebut, manusia representasi Allah sebagai wakil Allah atau raja atau penguasa atas ciptaan atau bumi, sebagai gambar Allah manusia. Kritik terhadap Pandangan Substantif. Relasional dan Fungsional Terhadap pandangan substantif, hampir tidak ditemukan kritik sebagaimana uraian Daniel L. Akin berikut dan Sheryl Takagi Silzer berikut: Pandangan Ausubstantif menempatkan gambar Tuhan dalam karakteristik atau kapasitas yang unik untuk kemanusiaan, seperti alasan atau kehendak, gambar juga dapat ditemukan dalam kapasitas manusia untuk memiliki hubungan dengan yang ilahi. Ay28 AuPandangan substantif dari gambar Allah melihat gambar Allah sebagai karakteristik dasar dari sifat manusia, khususnya kehendak manusia . aitu kemampuan untuk membuat pilihan atau keputusa. Ay29 Namun dari para tokoh pencetus pandangan ini ada yang berpendapat berkaitan dengan dosa, gambar Allah menjadi tercemar atau ternoda bahkan terhilang. Terhadap pandangan relasional Ian Traill memberikan pendapatnya bahwa. Cacat dalam pandangan ini adalah karena Allah menciptakan semua manusia menurut gambar-Nya dan rupa-Nya dan tidak relevan apakah seseorang telah menerima undangan untuk bersekutu dengan Allah. Poin yang saya buat adalah bahwa itu adalah persekutuan, daripada hubungan yang kita undang, karena kita masih ciptaan-Nya. Tetapi anak-anak ciptaan-Nya berbeda dari anak-anak ciptaan barunya yang dilahirkan kembali orang percaya. Itu berarti orang yang tidak percaya tidak bersekutu dengan Tuhan. Hoekema juga menuliskan pendapatnya berdasarkan Kejadian 1:26-28. Allah menempatkan manusia di dalam relasi rangkap tiga: antara manusia dengan Allah, manusia dengan sesamanya, serta manusia dengan alam. Ketika kita berkata bahwa manusia bertanggung jawab kepada Allah dan bahwa mereka harus secara sadar terarah kepada-Nya. ketika kita berkata bahwa manusia mampu memiliki persekutuan yang sadar dengan sesama dan bahwa hidup mereka harus terarah kepada sesamanya. dan ketika kita berkata bahwa manusia ditunjuk oleh Allah untuk berkuasa dan memelihara bumi, kita menemukan relasi yang tidak ditemukan di dalam ciptaan yang lain. Dari uraian di atas menyatakan bahwa pandangan relasional ada dalam gambar Allah, meskipun dalam perbedaan tafsiran oleh masing-masing tokoh. Hoekema telah Glen G. Scorgie. The Journey Back to Eden Grand (Zondervan Academic, 2. , 61. Akin. A Theology for The Church, 387. Silzer. Biblical Multicultural Teams, 12. Ian Traill. The Pearl of Great Worth: AuThe Vibe" (Traillblazer Bookshop, 1. , 70. Hoekema. Manusia: Ciptaan Menurut Gambar Allah, 104. CopyrightA 2025. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 1. September 2025 menyimpulkan kebenarannya berdasarkan Kejadian 1:26-28 dan Silzer dalam konteks yang dihubungkan dengan Perjanjian Baru. Sebagaimana kedua pandangan di atas, pandangan fungsional juga mendapat penilaian atau kritikan yang menyatakan bahwa: Pandangan khusus ini gagal untuk melihat kepribadian Tuhan dalam karakter dan elemen fungsional yang menjadikan Dia Allah, karena mereka mengabaikan pentingnya hubungan kita dengan Tuhan. Sekali lagi, itu gagal dalam pemahaman tentang berdiamnya Roh Kudus ketika Dia melakukan pekerjaan regenarion . di percaya. Scorgie mengungkapkan hal tersebut karena melihat manusia berfungsi AuberkuasaAy karena diciptakan menurut gambar Allah kemudian berkembang pemikiran Auapa ada dalam gambar Allah?Ay sehingga jawabannya tidak lain daripada esensi pada gambar Allah tersebut. Gambar dan rupa Allah menjadi poin penting juga untuk memaksimalkan konsep teologinya dalam dunia pendidikan. Gordon H. Clark, dalam artikelnya tentang gambar Tuhan, menyatakan pandangannya sebagai berikut: gambar Tuhan haruslah akal atau intelek. Clark menolak interpretasi fungsional dan relasional karena berfokus pada konsekuensi gambar Allah dalam manusia, daripada gambar itu sendiri. Dia memandang baik kekuasaan atas ciptaan maupun hubungan kita dengan Tuhan dan manusia lainnya sebagai fungsi intelek, yang menyatakan bahwa itu adalah nalar manusia yang membuat tindakan, dalam pengertian kekuasaan atau hubungan, mungkin. AuManusia harus rasional untuk bersekutu dengan Tuhan. Ay 34 Erickson menuliskan bahwa: Dengan kontras, fokus dari pandangan relasional dan fungsional sebenarnya adalah konsekuensi atau aplikasi gambar daripada pada gambar itu sendiri. sementara kita mungkin dan harus berbicara tentang gambar sebagai melibatkan ketiga fokus ini, yang substantif adalah yang utama. Meskipun sangat erat kaitannya dengan gambar Tuhan, mengalami hubungan dan latihan berkuasa tidak dalam tema yang Namun setelah mengatakan itu, kita harus memperhitungkan fakta bahwa orang itu sepenuhnya menggambarkan gambar Allah ketika gambar itu aktif, bukan hanya statis. Traill. The Pearl of Great Worth: AuThe Vibe", 70. Mery Kristina Purba and Imanuel Adhitya Wulanata Chrismastianto. AuPeran Guru Kristen Sebagai Penuntun Siswa Memulihkan Gambar Dan Rupa Allah Dalam Kajian Etika Kristen [The Role of Christian Teachers in Guiding the Students to Restore the Image and Likeness of God from the Perspective of Christian Ethic. ,Ay Diligentia: Journal of Theology and Christian Education 3, no. : 83, https://doi. org/10. 19166/dil. Noreen L. Herzfeld. Kamus Etika Kristiani Baker (Fortress Press, 2. , 20. Erickson. Christian Theology. Edisi 3, 235. CopyrightA 2025. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Ester Yunita Dewi. Paulus Kunto Baskoro: Pemikiran Baru Pandangan Teologi: Substantif. Relasional, dan Fungsional Tentang Gambar Rupa Allah Pandangan Erickson benar bahwa manusia akan menggambarkan sepenuhnya sebagai gambar Allah ketika gambar itu aktif dalam arti hidup, bukan hanya statis dalam arti Manusia Membutuhkan Penebusan Berdasarkan uraian ketiga pandangan teologi di atas, ketiganya menyatakan bahwa pelanggaran yang dilakukan manusia yang tertulis dalam Kejadian 3 telah memberikan pengaruh bagi gambar Allah pada diri manusia. Dalam Perjanjian Baru kata gambar dan rupa ini juga mendapat tempat dalam pembahasan yang tersebar dalam surat-surat Paulus. Pembahasan kata gambar dan rupa ini juga memberikan jawaban atas masalah pelanggaran dosa manusia yang berdampak pada gambar dan rupa Allah pada manusia. Di antara nas yang menuliskan kata gambar dan rupa dalam Perjanjian Baru antara lain: 1 Korintus 11:7. 2 Korintus 3:18. Roma 8:29. Kolose 1:15. Roma 1:23. Yakobus 3:9. Kolose 3:10. Filipi 2:6. Ibrani 1:3. Dari kesembilan nas tersebut, nas dalam Roma 8:29. Korintus 3:18. Yakobus 3:9. Filipi 2:6 dan Ibrani 1:3 dipilih sebagai nas dari Perjanjian Baru untuk diteliti guna mendapatkan informasi yang dapat melengkapi arti kata gambar dan rupa Allah pada manusia dalam Kejadian 1:26-27. Pengertian kata AugambarAy atau Augambar dan rupaAy dalam Perjanjian Baru memiliki pengertian bervariasi, antara lain berarti memperoleh pembenaran dan standarnya dalam keadaan pikiran yang paling suci dan diberkati, yang dimiliki Kristus, diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, yaitu dalam kemuliaan yang semakin besar. 37 Serupa dengan Kristus yang ditekankan bukan dalam bentuk, tetapi serupa dalam AupenampilanAy kemuliaan yang Rupa memiliki pengertian menunjuk pada manusia yang diciptakan Allah atau Tuhan. Bapa kita, dan Yesus sebagai representasi Allah. Tuhan menciptakan manusia dalam rencana-Nya termasuk di dalamnya fungsi yang dinyatakan dalam tujuan penciptaan. Penciptaan manusia dalam kaitannya dengan fungsinya tersebut Tuhan menciptakan manusia dengan segala kelengkapannya, yaitu tubuh dan anggotanya, jiwa dan roh. 38 Terlepas dari esensi gambar Allah menurut pandangan substansi Jimmy Sugiarto et al. AuImago Dei Sebagai Suatu Relasi: Analisis Tentang Dampak Dosa Terhadap Gambar Dan Rupa Allah,Ay Huperetes: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 3, no. 138Ae47, https://doi. org/10. 46817/huperetes. Joko Umbara. AuParadoks Salib: Keindahan Wajah Kemuliaan Allah,Ay Melintas 35, no. 77Ae94, https://doi. org/10. 26593/mel. Ririn Valentina Halawa and Hendi Wijaya. AuKonsep Jiwa Dan Tubuh Manusia Menurut St. Maximos The Confessor Kebajikan Jiwa Dan Tubuh Manusia Menuju Pengilahian,Ay Logon Zoes: Jurnal Teologi. Sosial Dan Budaya 6, no. : 1Ae14, https://doi. org/10. 53827/lz. CopyrightA 2025. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 1. September 2025 dan persekutuan dengan Tuhan dalam pandangan relasional, kalimat yang tertulis dalam Kejadian 1:26 merupakan penyataan dan pernyataan yang lengkap menjelaskan gambar Allah berkaitan erat dengan fungsi manusia. Frasa Augambar rupa KitaAy menyatakan ada hubungan dengan pencipta-Nya dan fungsi berkuasa, tetapi bila dikaitkan dengan esensi, esensi pada manusia terbatas sehingga tidak serasi dengan kata AuKita. Ay Para pencetus pandangan substantif, relasional dan fungsional telah melakukan studi hermenutik dan mengembangkan pemikiran teologi sebelumnya dengan matang. Tiga pandangan substantif, relasional dan fungsional dalam menjelaskan dan menguraikan pandangannya tidak mendefinisikan kata gambar dan rupa dalam kaitannya dengan dosa. Namun para tokoh kemudian mengakui bahwa pelanggaran manusia yang menyebabkan perbuatan dosa ini memberi dampak pada manusia. Pelanggaran manusia yang menyebabkan dosa dikarenakan ketidaktaatan manusia pertama. 39 Dalam keadaan dosa substansi dari karakteristik sifat manusia, relasi dan fungsi manusia menjadi bermasalah. Kalau dicermati dengan baik menurut Kejadian 9:6 gambar dan rupa Allah tidak hilang. Tetapi manusia seutuhnya telah berdosa (Kej. 2:16-17, 3:10-19, 4:4-. , relasi manusia dengan Tuhan terganggu (Kej. 3:9-. dan cenderung melalukan perbuatan dosa dibandingkan dengan menjalankan tugas dan mandat sesuai kehendak Allah. Manusia perlu penebusan untuk dapat hidup taat, menjalin relasi dengan Tuhan kembali dan mampu menjalankan mandat Tuhan AuberkuasaAy dalam kontrol Allah, meskipun tidak seperti keberadaan manusia sebelum jatuh ke dalam dosa. Penebus manusia, yaitu Yesus Kristus telah memberikan teladan hidup taat (Fil. Pandangan Vorster, karya Kristus dalam penebusan bukan hanya mencerminkan tujuan Allah yang sejati, tetapi juga sekaligus memperbaiki gambar asli sesuai dengan gambar Kristus oleh Roh Kudus. Pemulihan gambar dan rupa Allah pada manusia hanya berlaku bagi manusia yang mendapat karunia dari Allah, yaitu yang percaya Yesus Kristus. Janji Allah dalam Kejadian 3:15 terealisasi dalam Kristus, darah Kristus menebus orang berdosa dan manusia yang menerima kasih karunia-Nya memperoleh pemulihan gambar Allah. Telah dijelaskan di atas berdasarkan Roma 8:29 tertulis. AuSebab semua orang yang Paulus Kunto Baskoro. AuRefleksi Teologis Kitab Hosea Tentang Peran Tuhan Terhadap Kekudusan,Ay Didasko: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 1, no. : 25Ae37. Paulus Kunto Baskoro. AuTinjauan Teologis Konsep Keselamatan Menurut Roma 10:9 Dan Implikasinya Bagi Penginjilan Masa Kini,Ay Jurnal Teologi (Juteolo. 2, no. : 60Ae77, https://doi. org/10. 52489/juteolog. Tony Salurante et al. AuTransformasi Komunitas Misi: Gereja Sebagai Ciptaan Baru Dalam Roh Kudus,Ay Kurios 7, no. : 136, https://doi. org/10. 30995/kur. CopyrightA 2025. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Ester Yunita Dewi. Paulus Kunto Baskoro: Pemikiran Baru Pandangan Teologi: Substantif. Relasional, dan Fungsional Tentang Gambar Rupa Allah dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Ay Kristus yang telah menebus. Kristus juga menjadi standar acuan bagi umat tebusanNya menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, dalam kemiripan moral manusia yang diperbarui kepada Allah, di mana orang Kristen sejati ditransformasikan, adalah rupa tidak hanya untuk tubuh surgawi, tetapi juga untuk keadaan pikiran yang paling suci dan diberkati, yang dimiliki Kristus. 42 Di dalam Kristus manusia seutuhnya adalah gambar Allah, hubungan dengan Allah terjalin kembali dan manusia diberi kemampuan melaksanakan kehendak Allah. Mengenai manusia di luar Kristus mereka tetap gambar Allah menurut Kejadian 5:3 karena diciptakan oleh Allah, tetapi manusia dalam keadaan tidak dalam KESIMPULAN Gambar Allah adalah keseluruhan manusia dan apa yang dilakukan manusia. Pada hakikatnya pengertian kata AugambarAy dan AurupaAy itu sama. Keduanya dapat ditulis lengkap bahkan terbalik atau tertukar dalam susunannya. Bila ditulis bersamaan untuk memperjelas pengertian Augambar. Ay Menyimpulkan gambar Allah sebagai manusia seutuhnya . ubstansi, relasi, fungs. memerlukan penebusan. Kesimpulan yang utuh dari penulisan ini adalah Imago Dei tidak dapat dipisahkan menjadi tiga kategori, tetapi mencakup keseluruhan eksistensi manusia, yang hanya dipulihkan melalui Kristus. Rencana Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah, yaitu supaya mereka berkuasa atas ciptaan-Nya dan menyatakan hormat serta kemuliaan Allah. Manusia pertama dalam perjalanan hidupnya tidak taat terhadap firman Allah (Kej. 2:16-. Hal ini menyebabkan manusia telah merusak rencana Allah pada diri mereka sendiri sehingga dalam menjalankan mandat Allah tidak mencapai standar seperti yang direncanakan oleh Allah. Perbuatan mereka ini berdampak pengusiran dari taman Eden. Manusia bersusah payah dalam hidup mereka sambil menanggung dosa dan hukuman. Meskipun demikian manusia masih bisa menjalankan mandat, tetapi tidak seperti semula. Manusia tidak dapat menjalan mandat Allah dengan mudah, penuh perjuangan bahkan penderitaan. Keadaan manusia berdosa menjadi semakin susah, sikap tingkah lakunya susah dikendalikan, marak terjadi kejahatan bahkan binatang pun dapat menyerangnya. Manusia perlu pertolongan, gambar Allah memerlukan penebusan Allah. Allah sendiri datang Barbara Friberg et al. Analytical Lexicon of The New Testament (Baker Books, 2. , 235. CopyrightA 2025. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 1. September 2025 memberi pertolongan, mulai dari janji penebusan (Kej. hingga datang ke bumi dalam Yesus Kristus. Karena penebusan adalah satu-satunya penawar untuk dosa (Rm. Yesus Kristus menjadi penebus umat untuk membebaskan manusia dari hukuman dosa dan pemulihan terhadap gambar Allah yang telah tercemar. Kontribusi Penelitian Peneliti masih akan mengembangkan penelitian ini sehubungan peneliti sebagai pengajar teologi dalam bidang teologi sistematika. Langkah-langkah akan peneliti lakukan antara lain: pertama, peneliti akan terus menggali permasalahan yang mungkin menjadi gap dalam topik ini dengan melakukan studi pustaka juga penelitian wawancara dengan para pengajar teologi sistematika. Kedua, peneliti akan mengumpulkan data terkait masalah yang akan diselesaikan. Data yang dikumpulkan harus jelas dan valid. Ketiga, mencari akar masalah dengan menggunakan metode yang tepat sehingga dapat membantu dalam mengidentifikasi berbagai sebab potensial dari suatu masalah. Keempat, rumuskan alternatif perbaikan dalam bentuk matriks sehingga memudahkan untuk melihat solusi mana yang paling baik. Tetapkan dua atau tiga alternatif perbaikan yang akan dijalankan. Kelima, menjalankan solusi bila memungkinkan melakukan pengukuran hasilnya berdasarkan periode data awal, misal 1 minggu, 1 bulan atau 3 bulan. Keenam, melakukan analisa hasil Ketujuh, membuat standarisasi dan kedelapan mencari masalah baru untuk terus melakukan perbaikan. Rekomendasi Penelitian Selanjutnya Peneliti menyadari bahwa karena keterbatasan peneliti dalam melakukan penelitian mengenai Pemikiran Baru Pandangan Teologi Substantif. Relasional, dan Fungsional Gambar Rupa Allah. Hasil penelitian ini masih belum lengkap oleh sebab itu membuka kesempatan bagi penelitian lebih lanjut. Hal-hal yang belum diteliti lebih lanjut adalah gambar rupa Allah manusia berdosa yang belum atau tidak menerima penebusan dari Yesus. Perbedaan nyata pada gambar rupa Allah yang dapat dilihat dari umat manusia saat ini yang telah ditebus dan tidak. Penelitian lanjutan ini bila terlaksana akan menambah pemahaman dari pengertian kata gambar rupa Allah, tetapi bila tidak terjawab akan ada jawaban dari penelitian selanjutnya. REFERENSI