AKUA: Jurnal Akuntasi dan Keuangan https://journal. org/index. php/AKUA e-ISSN 2809-851X | p-ISSN 2810-0735 Vol. 3 No. 2 (April 2. 86-95 DOI: 10. 54259/akua. Pengaruh Beban Pajak Tangguhan. Capital Intensity, dan Thin Capitalization terhadap Tax Avoidance Lia Agustina1 . Aris Sanulika2 Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Indonesia Email: 1lianababanap1@gmail. com, 2dosen01236@unpam. Abstract The aim of this research is to find out how tax avoidance is influenced by deferred tax expense, capital intensity, and thin capitalization in non-cyclical consumer sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) from 2018 to 2022. In this research, tax avoidance (Y) as the dependent variable, while deferred tax expense (X. , capital intensity (X. , and thin capitalization (X. as independent factors. The annual financial reports of Consumer Non-Cyclicals Sector Companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the 2018Ae2022 period which are available on the official website w. id, as well as registered journals or articles, are secondary data sources used in this research . Non-cyclical consumer sector companies listed on the IDX between 2018 and 2022 are the population for this research. By using the EViews version 9 application program, analysis techniques are used. This research concludes that there is a relationship between tax avoidance and deferred tax expense, capital intensity and thin capitalization test findings. Keywords: Deferred Tax Expense. Capital Intensity. Thin Capitalization. Tax Avoidance. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penghindaran pajak dipengaruhi oleh beban pajak tangguhan, capital intensity, dan thin capitalization pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018 hingga Dalam penelitian ini , tax avoidance (Y) sebagai variabel terikat, sedangkan beban pajak tangguhan (X. , capital intensity (X. , dan thin capitalization (X. sebagai faktor bebas. Laporan keuangan tahunan Perusahaan Sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018Ae2022 yang tersedia di situs resmi w. id, serta jurnal atau artikel terdaftar, merupakan sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini. Perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di BEI antara tahun 2018 hingga 2022 menjadi populasi penelitian ini. Dengan menggunakan program aplikasi EViews versi 9, digunakan teknik analisis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tax avoidance dengan beban pajak tangguhan, capital intensity dan thin capitalization temuan Kata Kunci: Beban Pajak Tangguhan. Capital Intensity. Thin Capitalization. Tax Avoidance. PENDAHULUAN Indonesia dikatakan sebagai negara berkembang karena memiliki tingkat pendapatan per kapita yang sangat rendah, terkait hal itu tidak menutup kemungkinan untuk Indonesia melakukan pembangunan dalam segala bidang. Usaha pembangunan tersebut dapat ditingkatkan salah satunya dalam sektor perpajakan yang menjadi sumber penghasilan negara yang terbesar. Pada umumnya perusahaan membayar pajak sebagai kewajiban wajib pajak dan tanggung jawab mereka didalam suatu negara, tetapi sebagian masih menganggap bahwa kewajiban bayar pajak adalah suatu beban yang akan mengurangi laba perusahaan mereka. Orang pribadi atau badan diwajibkan untuk ikut berkontribusi langsung demi meningkatkan pertumbuhan dan pelaksanaan pembangunan nasional demi kemajuan dan kesejahteraan negara. Tetapi banyak perusahaan Submitted: 18-04-2024 | Accepted: 23-04-2024 | Published: 29-04-2024 Lia Agustina1. Aris Sanulika2 AKUA (Jurnal Akuntansi dan Keuanga. Vol. 3 No. 86 - 95 yang masih menganggap bahwa pajak merupakan hal yang sangat merugikan perusahaan karena laba yang diterima harus siap masuk kedalam data kalkulasi pembayaran pajak yang harus dibayar, maka dari itu beberapa perusahaan berpikir keras untuk mencari solusi dengan tujuan untuk meminimalisir pembayaran pajak dengan hal yang sah maupun bertentangan dengan hukum sehingga target laba perusahaan yang telah ditetapkan mampu tercapai. Pajak sangat berperan sebagai sumber pendapatan bagi negara yang digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan pemerintah seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertahanan, dan layanan publik lainnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan untuk melakukan penghindaran pajak, termasuk beban pajak tangguhan, tingkat modal, dan struktur modal tipis. Beban pajak tangguhan terjadi akibat perbedaan laba yang diperoleh berbeda dengan kebijakan peraturan perpajakan yang sedang berlangsung sehingga dapat mempengaruhi perusahaan. Akibatnya, selisih ini dapat menimbulkan koreksi positif yang berdampak pada aset pajak tangguhan, dan koreksi negatif berdampak pada beban pajak tangguhan (Erlin et al. , 2. Capital intensity menggambarkan proporsi aset tetap perusahaan terhadap total asetnya, yang sangat memengaruhi kinerja perusahaan. Semakin besar investasi dalam aset tetap, semakin besar pula beban depresiasi yang harus ditanggung perusahaan. Beban depresiasi ini akan meningkatkan total pengeluaran perusahaan dan menurunkan laba bersih yang dihasilkan (Anggriantari & Purwantini, 2. Thin capitalization merujuk pada situasi di mana sebuah entitas atau perusahaan memiliki tingkat utang yang lebih tinggi dibandingkan dengan modal yang dimiliki. Aturan Thin capitalization, atau TCR, diterapkan untuk mengatur kondisi di mana perusahaan meminjam modal melebihi batas yang wajar. Dalam praktiknya. Thin capitalization merupakan strategi yang umum digunakan oleh beberapa perusahaan untuk mengurangi jumlah pajak yang harus mereka bayar, sehingga jumlah pajak yang sebenarnya dibayarkan oleh perusahaan menjadi lebih rendah. Dalam kasus tax avoidance PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dilaporkan terlibat dalam praktik penghindaran pajak senilai Rp 1,3 miliar di Indonesia. Mereka dilaporkan melakukan strategi ini dengan membentuk entitas baru dan mentransfer aset, utang, dan operasional divisi mie ke PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP). Akibatnya, total aset PT Indofood Sukses Makmur (INDF) meningkat dari Rp 170 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp 180 triliun pada tahun 2022. Demikian pula, total penjualan meningkat dari Rp 99 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp 110 triliun pada tahun 2022 (Candra & Febyansyah, 2. Kasus yang dialami ini terdapat dalam putusan Mahkamah Agung No. 117/B/PK/Pjk/2020 tanggal 13/05/2020 bahwa dalam hal ini perkaranya merujuk pada hal retur pembayaran PPh atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan. Kemudian, pihak Indofood mengemukakan kepada Pajak permohonan SKB PPh untuk pemindahan hak atas tanah dan/atau bangunan. Namun ditolak. Majelis hakim menyetujui putusan Dirjen Pajak itu dengan mempertimbangkan salah satunya transaksi pemindahan harta berwujud tanah dan/ atau bangunan dalam rangka ekspansi usaha tidak dikecualikan dari hutang pajak penghasilan menurut Pasal 5 PP Nomor 71 Tahun 2008. Dari kasus tersebut, dapat dijadikan sebagai fenomena penelitian dimana salah satu perusahaan terbesar di Indonesia melakukan praktik tax avoidance . enghindaran paja. Berdasarkan fenomena tersebut PT Indofood Sukses Makmur Tbk, membuat pajak berupa PPh yang seharusnya di bayarkan atas pengalihan aset nya menjadi tidak dibayarkan, dikarenakan di alihkan kepada salah satu anak perusahaan yang baru saja didirikan. Kegiatan tersebut dapat di katakan salah satu bentuk tax avoidance . enghindaran paja. (Chandra, 2. Banyak peneliti telah melakukan penelitian mengenai pengaruh beban pajak tangguhan, capital intensity, dan thin capitalization terhadap tax avoidance. Penelitian tentang praktik penghindaran pajak . ax avoidanc. yang dilakukan oleh (Melawati & Ahalik, 2. dan (Cendani & Sofianty, 2. menunjukkan bahwa penghindaran pajak dipengaruhi oleh beban pajak tangguhan. Namun, penelitian ini berlawanan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Putri & Finatariani, 2. , (Erlin et al. , 2. , dan (Anarky et al. , 2. mengklaim bahwa penghindaran pajak tidak terpengaruh oleh beban pajak tangguhan. Studi mengenai praktik penghindaran pajak yang dilakukan oleh (Candra & Febyansyah, 2. , (Namora et al. , 2. , dan (Dwiyanti & Jati, 2. menyatakan bahwa capital intensity berpengaruh terhadap tax avoidance. Semakin tinggi tingkat Capital intensity suatu perusahaan, semakin tinggi pula kemungkinan perusahaan tersebut melakukan penghindaran pajak. Namun, penelitian ini berlawanan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (A. Safitri et al. , 2. dan (K. Safitri et al. , 2. menyatakan bahwa intensitas modal tidak berpengaruh pada praktik penghindaran pajak. Penelitian tentang praktik penghindaran pajak . ax avoidanc. yang dilakukan oleh (Sumekar et al. , 2. , (Utami & Irawan. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Lia Agustina1. Aris Sanulika2 AKUA (Jurnal Akuntansi dan Keuanga. Vol. 3 No. 86 - 95 , dan (Jumailah, 2. menemukan bahwa thin capitalization mempengaruhi tingkat penghindaran pajak. Namun, hasil ini berbeda dengan penelitian (Rahmah, 2. dan (Anggraeni & Oktaviani, 2. yang menyatakan bahwa thin capitalization tidak mempengaruhi praktik penghindaran pajak. Dengan adanya fenomena dan penelitian diatas, hal ini merupakan salah satu hal yang menerangkan masih banyak perusahaan yang melakukan penghindaran pajak. Oleh karena itu, berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Beban Pajak Tangguhan. Capital Intensity, dan Thin Capitalization terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Consumer NonCyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2. Ay. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka penelitian ini akan menyampaikan rumusan masalah yang berkaitan dengan penelitian ini, diantaranya adalah sebagai berikut: Apakah beban pajak tangguhan berpengaruh terhadap tax avoidance? Apakah capital intensity berpengaruh terhadap tax avoidance? Apakah thin capitalization berpengaruh terhadap tax avoidance? METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan yang signifikan antara variabel-variabel yang diteliti dan menarik temuan-temuan yang akan membantu memperjelas gambaran tentang hal yang diteliti. Sesuai dengan Sugiyono . Aupenelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotetsis yang telah ditetapkanAy. Fokus penelitian ini adalah perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018 hingga 2022. Untuk melakukan penelitian ini, dilakukan observasi tidak langsung dengan menggunakan data sekunder perusahaan, khususnya laporan tahunan perusahaan. Tabel 1. Operasional Variabel Nama Variabel Definisi Tax Avoidance (Y) Penghindaran pajak adalah suatu kegiatan dalam perencanaan kegiatan atau transaki untuk meminimalkan kewajiban pajak dengan memanfaatkan celah yang ada dalam ketentuan pajak yang dilakukan secara legal (Rahmah, 2. Beban Pajak Tangguhan (X. Beban pajak tangguhan yaitu biaya yang hadir atas perbedaan waktu atau sementara dalam pelaporan Capital bentuk investasi perusahaan . ntensitas moda. Capital Intensity (X. Indikator Pengukuran Skala ETR = Beban Pajak Penghasilan X 100% Rasio Laba Sebelum Pajak (Sianturi & Sanulika, 2. DTE = Beban Pajak Tangguhan Rasio Total Aset t-1 (Putri & Finatariani, 2. CAPINT = Total Aset Tetap Bersih Rasio Total Aset (K. Safitri et al. , 2. Thin Capitalization (X. Thin capitalization merupakan pembentukan struktur modal perusahaan dengan kombinasi kepemilikan hutang yang banyak dan modal yang kecil. DER = Utang X 100% Modal (Anggraeni & Oktaviani, 2. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Rasio Lia Agustina1. Aris Sanulika2 AKUA (Jurnal Akuntansi dan Keuanga. Vol. 3 No. 86 - 95 Sampel Purposive sampling adalah teknik yang digunakan untuk pemilihan sampel. Pengambilan sampel purposif mengacu pada proses pemilihan sampel dengan mempertimbangkan kriteria spesifik untuk item yang selaras dengan tujuan menghasilkan sampel yang representatif. Berikut ini adalah beberapa standar yang dapat ditetapkan dalam pengambilan sampel: No. Kriteria Tidak Memenuhi Perusahaan Sektor Consumer Non-Cyclicals 2018-2022 Perusahaan Sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022 dan yang mempublikasikan laporan keuangan secara berturut-turut periode Perusahaan Sektor Consumer Non-Cyclicals yang menggunakan mata uang rupiah dalam laporan keuangannya Perusahaan Sektor Consumer Non-Cyclicals yang mempunyai laba pada laporan keuangan periode 2018-2022 Memenuhi Total Sampel Selama 5 Tahun . Total Data Observasi Nama-nama perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang dijadikan objek sampel penelitian ini adalah sebagai berikut: KODE AALI ADES AMRT BISI BUDI CAMP CEKA CLEO CPIN DLTA DSNG EPMT GGRM HMSP HOKI ICBP INDF JPFA LSIP MIDI MLBI MYOR ROTI SDPC SKBM SKLT SMAR SSMS STTP TBLA TGKA ULTJ UNVR WIIM NAMA PERUSAHAAN PT Astra Agro Lestari Tbk PT Akasha Wira International Tbk PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk PT BISI International Tbk PT Budi Starch & Sweetener Tbk PT Campina Ice Cream Industry Tbk PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk PT Sariguna Primatirta Tbk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Dharma Satya Nusantara Tbk PT Enseval Putera Megatrading Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Buyung Poetra Sembada Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk PT Midi Utama Indonesia Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mayora Indah Tbk PT Nippon Indosari Corpindo Tbk PT Millennium Pharmacon International Tbk PT Sekar Bumi Tbk PT Sekar Laut Tbk PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk PT Siantar Top Tbk PT Tunas Baru Lampung Tbk PT Tigaraksa Satria Tbk PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT Wismilak Inti Makmur Tbk TAHUN IPO 09 Desember 1997 13 Juni 1994 15 Januari 2009 28 Mei 2007 08 Mei 1995 19 Desember 2017 09 Juli 1996 05 Mei 2017 18 Maret 1991 27 Februari 1984 14 Juni 2013 01 Agustus 1994 27 Agustus 1990 15 Agustus 1990 22 Juni 2017 07 Oktober 2010 14 Juli 1994 23 Oktober 1989 05 Juli 1996 30 November 2010 15 Desember 1981 04 Juli 1990 28 Juni 2010 07 Mei 1990 28 September 2012 08 September 1993 20 November 1992 12 Desember 2013 16 Desember 1996 14 Februari 2000 11 Juni 1990 02 Juli 1990 11 Januari 1982 18 Desember 2012 Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Lia Agustina1. Aris Sanulika2 AKUA (Jurnal Akuntansi dan Keuanga. Vol. 3 No. 86 - 95 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Statistik Deskripif Tabel 3. 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. Observations Sumber : Hasil penelitian dari Eviews 9, data diolah oleh peneliti Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif pada tabel 3. 1 diperoleh gambaran secara umum statistik deskriptif berikut penjelasannya: Tax Avoidance (Y) Menurut data diatas, nilai Tax Avoidance terkecil . 030000, nilai terbesar . 920000, dan nilai rata-rata . 259059, hal ini menunjukkan bahwa 25% dari laba bersih usaha tersebut dikenakan pajak oleh perusahaan. Beban Pajak Tangguhan (X. Menurut data diatas, nilai Beban Pajak Tangguhan terkecil . 000000, nilai terbesar . 070000, dan nilai rata-rata . 008353, yang artinya jumlah pajak penghasilan perusahaan sebesar 0. 8% dari laba bersih perusahaan. Capital Intensity (X. Menurut data diatas, nilai Capital Intensity terkecil . 010000, nilai terbesar . 760000, dan nilai rata-rata . 316235, yang menunjukkan bahwa aset bersih perusahaan mencakup sekitar 31% dari keseluruhan kepemilikan asetnya. Thin Capitalization (X. Menurut data diatas, nilai Thin Capitalization terkecil . 110000, nilai terbesar . 410000, dan nilai rata-rata . 036765, yang artinya perusahaan memiliki kombinasi kepemilikan hutang yang banyak sebesar 103% dari modal kecil yang dimiliki perusahaan. Pemilihan Model Regresi Data Panel Uji Chow Tabel 3. 2 Hasil Uji Chow Redundant Fixed Effects Tests Equation: MODEL_FEM Test cross-section fixed effects Effects Test Cross-section F Cross-section Chi-square Statistic Prob. Sumber : Hasil penelitian dari Eviews 9, data diolah oleh peneliti Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Lia Agustina1. Aris Sanulika2 AKUA (Jurnal Akuntansi dan Keuanga. Vol. 3 No. 86 - 95 Nilai Probability Cross-section F sebesar 0. 0000 dimana 0. 0000 < 0. 05 menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) lebih unggul dibandingkan Common Effect Model (CEM) berdasarkan temuan uji chow pada Tabel 3. Uji Hausman Tabel 3. 3 Hasil Uji Hausman Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: MODEL_REM Test cross-section random effects Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Cross-section random Sumber : Hasil penelitian dari Eviews 9, data diolah oleh peneliti Hasil uji hausman tabel 3. 3 menunjukkan bahwa nilai Probability Cross-section random sebesar 0073 dengan 0. 0073 < 0. 05 menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) merupakan model yang dipilih. Kesimpulan Pemilihan Model Regresi Data Panel Tabel 3. 4 Ringkasan Pemilihan Model Regresi Data Panel Uji Pengujian Probabilitas Hasil Uji Chow CEM vs FEM 0000 < 0. Fixed Effect Model FEM vs REM 0073 < 0. Fixed Effect Model Uji Hausman Sumber : Hasil penelitian dari Eviews 9, data diolah oleh peneliti Berdasarkan hasil pengolahan data khususnya uji chow dan uji hausman, ditetapkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) merupakan model yang paling efektif digunakan dalam penelitian ini. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Series: Standardized Residuals Sample 2018 2022 Observations 170 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sumber : Hasil penelitian dari Eviews 9, data diolah oleh peneliti Asumsi kenormalan tidak terpenuhi dan distribusi dianggap tidak normal yang ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0. 000000 < 0. 05 yang diperoleh dari hasil uji normalitas. Karena model penelitian ini menggunakan model Fixed Effect Model (FEM) maka dalam uji normalitas jika terdapat hasil tidak normal tidak perlu melakukan ulang olah data. Menurut Teorema Limit Pusat (Central Limit Theorem atau CLT), normalitas tidak menjadi masalah dalam penelitian dengan jumlah pengamatan yang besar, karena normalitas pentingnya hanya terlihat saat jumlah pengamatan sedikit. Jumlah pengamatan dapat dianggap besar jika lebih dari 100 (Gujarati & Porter, 2. dalam jurnal penelitian menurut (Utami & Irawan, 2. Penelitian ini memuat 170 data observasi, sebagaimana ditentukan oleh CLT, dan memenuhi asumsi normal. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Lia Agustina1. Aris Sanulika2 AKUA (Jurnal Akuntansi dan Keuanga. Vol. 3 No. 86 - 95 Uji Multikolinearitas Tabel 3. 5 Hasil Uji Multikolinearitas Sumber : Hasil penelitian dari Eviews 9, data diolah oleh peneliti Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada tabel 3. 5 diperoleh nilai korelasi Beban Pajak Tangguhan (X. dan Capital Intensity (X. 493745 < 0. 80, korelasi Beban Pajak Tangguhan (X. dan Thin Capitalization (X. 142920 < 0. 80, korelasi Capital Intensity (X. dan Thin Capitalization (X. 043529 < 0. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut menunjukkan terbebas multikolinearitas atau lolos uji multikolinearitas antar variabel Uji Heteroskedastisitas Tabel 3. 6 Hasil Uji Heteroskedastisitas Heteroskedasticity Test: Glejser F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Sumber : Hasil penelitian dari Eviews 9, data diolah oleh peneliti Sesuai dengan temuan uji heteroskedastisitas pada tabel 3. 6 diperoleh nilai Prob. Chi-Square (Obs*R-square. 1513, dimana nilai Prob. Chi-Square (Obs*R-square. lebih besar dari taraf signifikansi yaitu 0. 1513 > 0. , sehingga dapat disimpulkan bahwa data tidak terjadi masalah heteroskedastisitas atau terbebas dari heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 3. 7 Hasil Uji Autokorelasi R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber : Hasil penelitian dari Eviews 9, data diolah oleh peneliti Nilai Durbin-Watson stat sebesar 1. 884525 dimana nilai tersebut 1. 65 < 1. 884525 < 2. berdasarkan temuan uji autokorelasi pada tabel 3. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut bebas dari autokorelasi atau tidak ada masalah apa pun. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 3. 8 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber : Hasil penelitian dari Eviews 9, data diolah oleh peneliti Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Lia Agustina1. Aris Sanulika2 AKUA (Jurnal Akuntansi dan Keuanga. Vol. 3 No. 86 - 95 Menurut hasil uji koefisien determinasi (Adjusted R. pada tabel 3. 8 diperoleh angka Adjusted Rsquared sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen yang terdiri dari Beban Pajak Tangguhan. Capital Intensity, dan Thin Capitalization terhadap variabel dependen Tax Avoidance adalah sebesar 31% berpengaruh terhadap variabel Tax Avoidance, sementara 69% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Uji Hipotesis Simultan (Uji F) Tabel 3. 9 Uji Hipotesis Simultan (Uji F) R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber : Hasil penelitian dari Eviews 9, data diolah oleh peneliti Berdasarkan hasi uji hipotesis simultan . pada tabel 3. 9 diperoleh nilai prob (F-statisti. 000001 < 0. 05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang terdiri dari beban pajak tangguhan, capital intensity, dan thin capitalization secara simultan berpengaruh terhadap tax avoidance, sehingga model penelitian ini sesuai untuk dilakukan pengujian Uji Hipotesis Parsial (Uji . Tabel 3. 10 Uji Hipotesis Parsial (Uji . Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Sumber : Hasil penelitian dari Eviews 9, data diolah oleh peneliti Hasil uji regresi linier berganda dapat dijelaskan sebagai berikut, berdasarkan temuan uji hipotesis parsial . pada tabel 3. Nilai probabilitas variabel Beban Pajak Tangguhan (X. 1034 > 0. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh secara parsial variabel beban pajak tangguhan terhadap tax avoidance. Nilai probabilitas variabel Capital Intensity (X. 0086 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa tax avoidance secara parsial dipengaruhi oleh variabel capital intensity. Nilai probabilitas variabel Thin Capitalization (X. 0190 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara tax avoidance, dengan thin capitalization. KESIMPULAN Kesimpulan dan bukti hipotesis dapat dijelaskan sebagai berikut berdasarkan temuan uji statistik di atas yang menunjukkan bagaimana variabel independen Beban Pajak Tangguhan. Capital Intensity, dan Thin Capitalization mempengaruhi variabel dependen Tax Avoidance: Beban Pajak Tangguhan Tidak Berpengaruh Terhadap Tax Avoidance. Capital Intensity Berpengaruh Terhadap Tax Avoidance. Thin Capitalization Berpengaruh Terhadap Tax Avoidance. UCAPAN TERIMAKASIH Ibu Aris Sanulika. Ak. selaku dosen pembimbing yang telah sabar dan bijak membimbing, memberi dukungan, dan membantu saya dalam mengerjakan skripsi ini hingga Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Lia Agustina1. Aris Sanulika2 AKUA (Jurnal Akuntansi dan Keuanga. Vol. 3 No. 86 - 95 Kedua orang tua yang selalu semangat dan senantiasa memberikan dukungan, kasih sayang dan doa yang terbaik. Adik saya yang selalu mensupport setiap saat. Semua pihak yang membantu dan memberi dukungan. REFERENCES