At-Ta`lim : Jurnal Pendidikan Vol. 8 No. Hal. ISSN (Prin. : 2460-5360 ISSN (Onlin. : 2548-4419 DOI: https://doi. org/10. 36835/attalim. URGENSI ORGANISASI PELAJAR DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER KEPEMIMPINAN PERSPEKTIF TEORI GIBSON DI SMK AL FUTUH TIKUNG LAMONGAN Eka Fatmala1. Hepi Ikmal2. Winarto Eka Wahyudi3 Universitas Islam Lamongan ekafatmala19077@gmail. com1, hepiikmal@unisla. id2, ekawahyudi1926@unisla. Abstract Student Organizations have a very large role in the development of student leadership The purpose of this study was to examine the urgency of student organizations in developing Gibson's theoretical leadership character at SMK Al Futuh Tikung Lamongan using qualitative research and approaches in the form of observation, interviews, and documentation. The results of this study, the first is the activities of the NU Student Association student organization at Al Futuh Vocational School, the leadership character which is carried out by paying attention to three main components namely personality, motivation and ability has been carried out well by students who are members of student organizations, these three components penetrate each other and influence each other so that they can develop good student leadership characters and the third is the urgency of student organizations in developing student leadership characters as student organizations, student regeneration and student struggle guidelines. Keywords: Urgency. Student Organization. Leadership Character Abstrak Organisasi Kemahasiswaan memiliki peran yang sangat besar dalam pengembangan karakter kepemimpinan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji urgensi organisasi kemahasiswaan dalam mengembangkan karakter kepemimpinan teoritis Gibson di SMK Al Futuh Tikung Lamongan dengan menggunakan pendekatan dan penelitian kualitatif berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini, yang pertama adalah kegiatan organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa NU di SMK Al Futuh, karakter kepemimpinan yang dilakukan dengan memperhatikan tiga komponen utama yaitu kepribadian, motivasi dan kemampuan sudah dilaksanakan dengan baik oleh mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan, ketiga komponen ini saling menembus dan saling mempengaruhi sehingga dapat mengembangkan karakter kepemimpinan mahasiswa yang baik dan yang ketiga adalah urgensi organisasi mahasiswa dalam mengembangkan karakter kepemimpinan mahasiswa sebagai organisasi mahasiswa, kaderisasi mahasiswa dan perjuangan mahasiswa pedoman. Kata Kunci: Urgensi. Organisasi Pelajar. Karakter Kepemimpinan PENDAHULUAN Secara ilmiah sebuah kepemimpinan mulai dikembangkan dengan adanya keberlangsungan pengetahuan manajemen ilmiah yang biasa disebut dengan teori Hal ini merupakan sebuah kajian tentang kepemimpinan dengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya. Kepemimpinan tidak hanya dilihat dari baiknya ketika https://ejournal. id/index. php/attalim Eka Fatmala1. Hepi Ikmal2. Winarto Eka Wahyudi3 memimpin saja, akan tetapi dapat dilihat dai penyiapan sesuatu secara berencana dadapat melatih penerus kepemimpinanya. Sebagai lembaga pendidikan, sekolah memiliki peranan penting dalam usaha pembentukan karakter siswa. AuMaju dan berkembangnya serta mundur dan meredupnya suatu lembaga pendidikan di era sekarang ini banyak dipengaruhi oleh faktor Ay2 Disamping menimba ilmu dalam bidang akademik dengan menekuni jurusan kejuruan pendidikannya, siswa juga perlu kompetitif didalam dunia organisasi. Sangat berbahaya jika para siswa tidak dibekali dengan pendidikan karakter kepempimpinan jika suatu saat mereka akan menjadi seorang pemimpin, minimal untuk diri mereka sendiri. Pada masa ini komposisi otak mereka sangat tinggi dan otak mereka dapat menampung banyak hal melalui pengalaman. Untuk itu sekolah sebagai institusi pendidikan harus menyiapkan pengalaman yang akan bermanfaat bagi siswa untuk dapat mengeksplor dirinya secara mendalam. Orang akan lebih mempertimbangkan dengan pengalaman mereka daripada diri mereka sendiri. Untuk membentuk suatu watak anak bangsa itu sendiri perlu dilakukan kegiatan yang dapat menunjang pengembangan karakter siswa maka dari itu organisasi pelajar sangatlah tepat dikarenakan organisasi merupakan wadah organisasi generasi muda untuk pendidikan karakter kepemimpinannya. AuPemimpin itu mempunyai sifat, kebiasaan, tempramen, watak dan kepribadian sendiri yang unik dan khas sehingga tingkah laku dan gayanya yang membedakan dirinya dari orang lain. Ay 3. Sejalan dengan kiasan itu James A. Stoner dan Charles Wankel mengutip pendapat Churcill yang mengatakan bahwa: Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan, merupakan faktor . penting dalam efektivitas manajer/pemimpin (Nevertheless, leadership abilities and skill in directing are important factors in managers effectivenes. Oleh sebab itu dilaksanakan kegiatan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui kegiatan organisasi pelajar Ikatan Pelajar NU di SMK Al Futuh, dan karakter kepemimpinan yang dilakukan dengan memperhatikan tiga komponen pokok yakni kepribadian, motivasi dan kemampuan serta urgensi organisasi pelajar Ikatan Pelajar NU dalam pengembangan karakter kepemimpinan siswa. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berdasarkan konteks penelitian dan studi pendahuluan, peneliti memandang fenomena alamiah secara komprehensif pada Rizkoni Salis. AuGaya Kepemimpinan Demokratis KH. Bahaudin dalam Mengembangkan Pemahaman Shalat Berjamaah Majelis Taklim Pondok Pesantren Ar RahmahAy, dalam Jurnal Pendidikan Islam, 10 . , hlm. Zainullah. Moh Mahfut. Artamin Hairit. AuModel Kepemimpinan Transformatif dalam Menciptakan Inovasi Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Islam. Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol 04 No 2020:487-500. Aridlah Sendy Robikha. Riska Dwita Sari. AuPeran Kepemimpinan Kh. Abdullah Shiddiq Dalam Pembentukkan Karakter Santri Pondok Pesantren Bustanul Ulum Glagah LamonganAy. Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol 05 No. 01,2021:113. Heri Gunawan. Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi (Bandung:Alfabeta, 2. , 81 At-Ta`lim: Vol. 8 No. Urgensi Organisasi Pelajar dalam Pengembangan Karakter Kepemimpinan Perspektif Teori Gibson di SMK Al Futuh Tikung Lamongan fokus penelitian di SMK Al Futuh Tikung Lamongan. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah studi kasus, peneliti mengedepankan pada analisis konseptual sesuai dengan kondisi obyektif tentang kegiatan organisasi pelajar Ikatan Pelajar NU di Smk Al Futuh Tikung Lamongan. Kaitanya dalam metode penelitian ini, peneliti melakukan kontak secara langsung dengan lembaga pendidikan SMK Al Futuh Tikung Lamongan. Subyek penelitiannya adalah siswa anggota organisasi pelajar Ikatan Pelajar NU di lembaga tersebut. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara utuh dan mendalam tentang realitas sosial dan berbagai fenomena yang terjadi di sekolah yang menjadi subyek penelitian sehingga nampak ciri, karakter, sifat dan model dari fenomena tersebut. Data bersifat deskriptif berupa kata-kata atau gambar yang ada dalam penelitian ini. Data diperoleh dari wawancara, catatan observasi lapangan, alat perekam, dokumen program dan dokumen resmi lainnya dikumpulkan untuk dianalisis. Data dari penelitian dikumpulkan dari subjek penelitian yang disebut informan. Peneliti menetapkan beberapa informan kunci pada penelitian ini sebagaimana terangkum pada tabel 1. 1 berikut ini: Sumber Data Informan Informan Ketua Organisasi Pelajar Pembina Guru Siswa Dokumen Lokasi Sekolah Visi Misi Sekolah PEMBAHASAN Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan baik data primer maupun sekunder SMK al-Futuh. Tikung. Lamongan dengan jumlah tenaga guru 22 orang, tenaga administrasi 4 orang, dan jumlah murid 66 orang dan rombongan belajar 3 kelas yang terdiri 1 Program Keahlian Multimedia (MM). Adapun potensi - potensi yang dimiliki SMK al-Futuh. Tikung. Lamongan diantaranya, yaitu: SDM Guru 95% berijazah Sarjana Pendidikan (S. , suasana belajar yang berbasis agama, tenang, jauh dari keramaian kota, etos kerja di lingkungan sekolah tergolong cukup tinggi terbukti dengan kehadiran guru mencapai 90%. Pendanaan cukup memadai karena mendapat bantuan dari pemerintah pusat serta donatur dari simpatisan yayasan. SMK al-Futuh. Tikung. Lamongan berada pada lingkungan masyarakat desa yang letaknya sama dengan sekolah SMP Diniyyah NU Tikung yang dari Yayasan yang sama. Peserta didik banyak terdapat di daerah Sekargeneng. Bakalanpule dan sekitarnya. Keberadaan kurikulum 2013 yang mengharuskan siswa aktif dalam setiap proses pembelajaran akan menjadi beban tersendiri bagi siswa dalam kondisi motivasi belajar yang sangat minim. Wina Sanjaya. Penelitian Pendidikan. Jenis. Metode. Dan Prosedur ( Jakarta: Kencana, 2. Tata Usaha. Dokumentasi. Lamongan, 13 Desember 2021 At-Ta`lim: Vol. 8 No. Eka Fatmala1. Hepi Ikmal2. Winarto Eka Wahyudi3 Dalam upaya memenuhi berbagai tuntutan, lembaga pendidikan terus melakukan inovasi dalam berbagai aspek, mulai strategi pendidikan dan pembelajaran yang digunakan, aspek karakter yang diunggulkan, kompetensi yang wajib dimiliki oleh peserta didik, kegiatan ekstrakurikuler, dan multi ragam lainnya dalam rangka menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan mumpuni. Untuk itu dalam membentuk karakter dibutuhkan usaha pembentukan karakter secara menyeluruh. Pembentukan karakter secara menyeluruh akan menciptakan pemimpin yang berkarakter dan generasi yang mandiri sehingga tidak ada lagi krisis karakter kepemimpinan di negri 7 Menurut Taryaman Kepemimpinan adalah suatu ilmu dan seni untuk mempengaruhi oang lain atau sekelompok individu untuk bekerja sama, tidak saling menjatuhkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. 8 Pemimpin adalah orang yang mampu menggerakkan, mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasehati, menyuruh, membimbing, mmerintah, melarang dan bahkan menghukum serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media manajemen mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan administrasi secara efektif dan efisien yang diridhai oleh Allah. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan sedikitnya mencakup tiga hal yang paling berhubungan, yaitu adanya pemimpin dan karakteristiknya, adanya pengikut, serta adanya situasi kelompok tempat pemimpin dan pengikut berinteraksi. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 34 tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan /Madrasah Aliyah Kejuruan Standard Sarana dan Prasarana. Ruang lingkup materi dirumuskan berdasarkan kriteria muatan wajib yang ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundangundangan, konsep keilmuan, dan karakteristik Satuan Pendidikan dan Program Pendidikan. Visi Sekolah adalah mewujudkan SMK al-Futuh. Tikung. Lamongan Berbasis Pesantren dan Berstandar Nasional yang Berwawasan Internasional. Terwujudnya visi tersebut akan menghubungkan pada misi sekolah sebagai berikut . pertama, mencetak siswa yang mandiri, berakhlak mulia, professional berdaya saing global melalui pendidika dengan program kompetensi keahlian multimedia, kedua menigkatkan mutu pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan IPTEK, ketiga memberikan pelayanan terbaik terkait dengan pelayanan pedidikansekolah menengah kejuruan, keempat menumpbuhkan sifat kompetitif pada setiap siswa untuk meraih prestasi tinggi, kelima membekali peserta didik denan kompetensi-kompetensi sesuai dengan program keahlian yang dipilih. Kegiatan-kegiatan yang diprogramkan organisasi pelajar Ikatan Pelajar NU SMK al-Futuh. Tikung. Lamongan meliputi . pertama yaitu raker . apat kerj. yang dilakukan setiap setahun sekali dimana masing-masing departemen membuat dan menyampaikan Muhammad Khairul Basyar. AyMembentuk Karakter Kepemimpinan dan Kemandirian Pada Siswa Boarding School Dengan Strategi MusyrifAy. Journal of Administration and Educational Management. Vol 03No. 2020: 120-136 Taryaman. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: CV Budi Utama ,07. Sakdiah. Manajemen Organisasi Islam Suatu Pengantar. Banda Aceh. Dakwah Ar Raniry Press, 2015:115. Tata Usaha. Dokumentasi. Lamongan, 13 Desember 2021 At-Ta`lim: Vol. 8 No. Urgensi Organisasi Pelajar dalam Pengembangan Karakter Kepemimpinan Perspektif Teori Gibson di SMK Al Futuh Tikung Lamongan rencana program kerja yang telah dimusywarahkan, kedua yaitu rapat koordinasi yang dilakukan setiap dua minggu sekali sebagai bentuk penghubung atau tujuan meningkatkan kinerja dari setiap bidang dan juga koordinasi dengan Pembina organisasi Ketiga yaitu pertin . ertemuan ruti. yang diselenggarakan oleh departemen organisasi dengan tujuan memepererat silaturrahim antar anggota organisasi pelajar. Keempat yaitu RAT (Rapat Anggota Tahuna. yang merupakan agenda wajib dalam setiap pergantian kepenguruan yang mana dalam rapat ini penurus juga menyampaikan laporan ertanggung jawaba selama masa periodenya. Kelima yaitu LDKS (Latihan Dsar Kepemimpian Sisw. yang merupakan kegiatan pelatihan dasar yang berkaitandengan segala hal mengenai kepemimpinan. Keenam yakni Kegiatan apel yang dilaksanakan setiap setahun sekali pada Hari Santri Nasional yang diikuti seluruh pihak yayasan dan seluruh siswa SMK al-Futuh. Tikung. Lamongan. Ketujuh yakni Lomba Hari Santri Nasional. Kedelapan adalah Peringatan Maulid NABI Muhammad SAW. Kesembilan adalah Classmeeting yang merupakan agenda pertemuan antarkelas yang biasanya ddisi dengan berbagai perlombaan yang dilakanakan setelah pas atau Ujian Penilaian Akhir Semesrter. Kesepuluh adalah Pengaktifan Kominfo. Kesebelas delegasi diklatama yang mana diklatama ini merupakan pendidikan dan pelatihan yang sasarannya adalah pelajar secara umum dan CBP (Corp Brigade Pembanguna. AeKPP ( Korp Kepanduan Putr. khususnya pada calon anggota baru anggota CBP-KPP yang mana delegasi peserta diklatama harus mendapat izin dari pihak yayasan Al Futuh. Karakter kepemimpinan siswa organisasi pelajar dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kegiatan atau aktivitas yang menunjang. Karakter kepemimpinan yang sudah diterapkan melalui kegiatan organisasi pelajar diharapkan bisa mewakili aspirasi seluruh warga sekolah dan menjadi panutan teladan yang baik Penyelenggaraan kegiatan organisasi pelajar diharapkan dapat mengembangkan karakter kepemimpinan siswa. Kepemimpinan dapat dipandang sebagai suatu instrument dalam upaya mempengaruhi dan mengendalikan orang atau sekelompok orang agar mau bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Selain itu juga kepemimpinan sangat diperlukan dalam menggerakkan aktivitas organisasi. Jadi, kepemimpinan ini merupakan salah satu faktor penentu dan terpenting dalam suatu organisasi. 12 Untuk lebih jelasnya penulis akan membahas tentang karakter kepemimpinan, adapun komponen-komponen yang dikembangkan adalah mengacu pada teori Gibson antara lain adalah: Pertama Personality (Kepribadia. , kepribadian seseorang yang baik akan memberi kesan atau personalita yang menarik dala hal kepemimpinan. Dalam domain kepribadian itu sendiri dibagi menjadi empat . pertama, level energy dan toleransi terhadap stress yang mana energi yang baik berasal dari pemikiran dan kondisi psikis pemimpin bagaimana kader dapat mengatur dan mengendalikan kestabilan terhdap energy dan juga tingkat stress yang mereka miliki seperti halnya ketika menghadapi permasalahan siswa bisa mngendalikan atau tidak melampiaskan energinya pada hal-hal Dokumentasi Organisasi. SMK Al Futuh Tikung, 13 Desember 2021 Sahadi. Otong Husni Taufiq. Ari Kusuma Wardani. Karakter Kepemimpinan Ideal dalam Organisasi. Jurnal Moderat. Vol 06 No 03, 2020: 513-523. At-Ta`lim: Vol. 8 No. Eka Fatmala1. Hepi Ikmal2. Winarto Eka Wahyudi3 yang merugikan diri sendir atau orang lain juga dengan dapat mengatur waktu antara tugas dengan kegiatan ketika kondsi psikisna sedang menurun. Kedua adalah kepercayaan diri dimna kepercayaan diri sangat diperlukan dalam diri siswa atau pemimpin. Ini akan mendorong rasa yang kuat dalam hal kepemimpinannya baik dalam keberlangsungan leadership, penampilan, presentasi maupun hal lain. Yang diperlihatkan siswa memiliki kepercayaan diri yang baik dalam hal kepemimpinannya baik adalah dalam kegiatan rapat atau kegiatan diluar rapat seperti sambutan atas nama organisasi pelajar pada kegiatan LDKS. Ketiga adalah kedewasaan emosional yang mana kedewasaan emosional pada diri sesorang itu berbeda-beda dan tindak penyelesaiannya pun berbeda maka untuk ranah siswa yang aktivis di organisasi tidak boleh mencampurkan masalah pribadi ke masalah Seperti halnya ketika pertemuan rutin antar anggota pasti dalam pertemuan itu ada kesalahan yang dilakukan oleh anggota, kita sebagai pemimpin tidak boleh langsung memarahi tapi lebih ke mengarahkan yang baik seperti apa. Hal ini ditunjukkan ketika siswa mampu mengendalikan perasaan mereka pada saat kegiatan agenda pertemuan rutin dan tidak mencampurkan masalah pribadi ke dalam masalah organisasi. Keempata adalah integritas. Integritas merupakan sebuah konsistensi dalam kepemimpinan. Adanya wibawa, kejujuran yang ada dalam diri dapat menarik orang yang melihatnya. Salah satu kualitas kepribadian yang dibutukan seorang pemimpin adalah integritas. Siswa yang memiliki integritas tinggi akan mampu mengajak dan mempengaruhi anggota lainnya atau siswa lainnya dalam melakukan suatu hal. Hal ini dapat dilihat ketika Ketua organisasi pelajar mengajak anggota dan para siswa lainnya dalam menyemarakkan peringatan PHBI Maulidurrasul SAW sangatlah kompak dan antusias dengan mengadakan sholawatan bersama. Kedua Motivation (Motivasi ) merupakan dorongan yang timbul pada diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan sehingga dapat mempengaruhi orang lain. Indikator domain motivasi itu sendiri ada 4 yakni . pertama adalah Orientasi arah untuk bersosialisasi yang mana selayaknya manusia sebagai makhluk sosial yaitu makhluk yang membutuhkan orang lain sangat dibutuhkan dalam hubungan manusia antar manusia. Hubungan sosilalisasi dalma organisasi sangat erat kaitannya dengan komunikasi. Cara bersosialisasi yang baik adalah dengan komunikasi yang baik tentunya juga dengan cara yang baik. Seperti halnya ketika Ketua organisasi pelajar berkomunikasi dengan orang yang lebih tua seperti guru dan Pembina dalam rapat koordinasi Pembina tentunya mereka akan memiliki cara yang berbeda dengan berkomunikasi teman sebaya atau anggota mereka. Itulah yang perlu ditekankan. Kedua adalah kebutuhan yang kuat akan prestasi, prestasi merupakan hal yang mendukung dalam sebuah tercapainya visi dan misi seseorang utamanya dalam dunia organisasi, maka dapat diketahui bahwa siswa memiliki kebutuhan prestasi yang kuat ini ditampakkan ketika Ketua organisasi pelajar mampu merealisasikan setiap kegiatan dalam program kerja. Ketiga adalah kemampuan memacu diri yang mana kemampuan memacu diri merupakan kemampuan yang dibutuhkan dalam mendorong diri agar semakin maju dan lebih professional dalam berfikir dan melakukan suatu tindakan, maka dapat diketahui bahwa siswa memiliki kemampuan memacu dirinya sendiri dalam situasi yang sulit pada saat classmeeting. Keempat adalah kemampuan At-Ta`lim: Vol. 8 No. Urgensi Organisasi Pelajar dalam Pengembangan Karakter Kepemimpinan Perspektif Teori Gibson di SMK Al Futuh Tikung Lamongan persuasive kemampuan persuasif merupakan kemampuan dimana bertujuan untuk meyakinkan orang lain untuk melakukan suatu tindakan sesuai dengan apa yang Kemampuan persuasive seseorang dapat dilakukan jika pesan yang disampaikan itu masuk akal dan tidak merugikan pihak manapun. Seseorang yang memilki kemampuan persuasive adalah siswa yang memilki kredibilitas tinggi. Cara penyampaian atau cara menginkan agar sesorang itu bertindak melakukan sesuatu sesuai dengan yang diinginkannya itu juga melalui etika yang baik dan benar. Ini dilakukan ketika siswa anggota L-PERS dapat membuat teks yang persuasif atau sejenis poster pamflet informasi setiap kali akan diadakannya kegiatan. Ketiga Ability (Kemampua. adalah kemampuan dalam hal kesiapan dan kapasitas diri dalam melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan. Indikator dari kemampuan ada 3 domain yakni . pertama adalah kemampuan berkomunikasi berinteraksi. Kemampuan menjalin komunikasi dan interaksi antar sesama siswa merupakan kunci dalam kemampuan. Namun kemampuan dalam menjalin komunikasi dan interaksi yang baik setiap individu sangatlah berbeda. Apalagi dengan keadaan dan situasi yang berbeda, siswa harus setiap kali mengontrol hubungan yang baik, antar siswa, anggota guru bahkan pembina atau bahkan yayasan. Menjalin komunikasi dan interaksi yang baik itu dimulai dari hal yang kecil dan yang kita anggap remeh. Silaturrahim misalnya, dengan adanya agenda peremuan rutin setiap dua minggu sekali antar anggota itu sudah menunjukan penerapan komunikasi dan interaksi yang baik. Kedua adalah Kemampuan kecerdasan Kemampuan kecerdasan merupakan kemampuan intelektual dalam pemikira,penalaran dan lain sebagainya. Terkait dengan kemampuan kecerdasan, seorang pemimpin harus mampu menginterpretasikan informasi dan pengetahuannya secara luas baik berdasarkan Ini kami lakukan ketika kami sebagai Ketua harus mampu menggali informasi didunia luar menyaring kemudian mengambil sisi positif dan membuang sisi Sehingga tidak terkecoh dengan ber-berita hoax diluar sana, tidak mudah dibodohi dan dikelabuhi. Kecerdasan ini yang digunakan dalam tak tik strategi seorang Maka dapat diketahui bahwa siswa memiliki kemampuan kecerdasan yang baik dalam memilah informasi dan menggunakan intelektualnya dalam berpikir. Ketiga yakni Kemampuan teknik, kemampuan teknik ini berkaitan dengan hardskill siswa dimana dapat mengerti tugas dan tanggug jawab, tuntutan-tuntutan dan kewajiban-kewajibannya. Maka dapat diketahui bahwa siswa memiliki kemampuan hard skill dalam memenuhi tugas dan tanggung jawabnya. Seperti halnya pada kegiatan rapat Organisasi Pelajar di Sekolah adalah sebuah wadah tempat berkumpulnya para pelajar atau siswa tempat mereka mengelola potensi tempat belajar dan tempat bersosialisasi bertukar pengalaman. Karakter dapat dibentuk dari dalam internal maupun dari luar eksternal. Semua itu juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Ketika kita memilih berkecimpung dalam dunia organisasi, hambatan, tantangan dan suka duka pasti ada dan itulah yang menjadikan kita semakin terbentu dengan keadaan dan dipaksa untuk menemukan jalan keluar dari setiap permasalahan. Pada saat itulah pola piker dan watak karakter kita sedang dilatih dan ditempa. Disinilah peranan organisasi pelajar sebagai At-Ta`lim: Vol. 8 No. Eka Fatmala1. Hepi Ikmal2. Winarto Eka Wahyudi3 suatu proses pengembangan karakter kepemimpinan. Karena bergerak dalam bidang pelajar maka tentu saja organisasi pelajar memiliki peranan dalam bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu dari pokok-pokok pikiran organisasi pelajar, maka organisasi ini memiliki kepedulian terkait bagaimana perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mempengaruhi pola pergaulan remaja. Adanya Organisasi Pelajar Ikatan Pelajar NU di SMK al-Futuh. Tikung. Lamongan sangatlah berperan dalam pembentukan karakter kepemimpinan siswa, yakni pertama, di dalam keberlangsungannya Ikatan Pelajar NU sebagai salah satu organisasi pelajar yang merupakan fungsi sebagai wadah organisasi berkumpulnya pelajar baik putra maupun putri Nahdlatul Ulama dalam pendidikan dan keterpelajarannya dalam komunikasi pelajar untuk memperkokoh hubungan silaturrahim yaitu ukhuwah nahdliyah, islamiyah, insaniyah dan wathoniyah. Ukhuwwah Nahdliyah adalah persaudaraan yang ditinjau dari perspektif antar warga NU. Ukhuwwah Islamiyyah merupakan persaudaraan antar sesama pemeluk agama islam. Seorang muslim harus menganggap muslim lainnya sebagai saudara tanpa memandang latar belakang keturunan, kebangsaan atau pertimbangan-pertimbangan lainnya. Ukhuwwah Insaniyah adalah persaudaraan yang cakupanya lebih luas yaitu antar sesame umat manusia di seluruh Sedangkan untuk ukhuwwah Wathoniyah merupakan persaudaraan dalam arti sebangsa dan setanah air walaupun tidak seagama atau satu suku. Setiap Individu berhadapan degan segala benda-benda objektif serta berinteraksi dengan individu lainnya, termasuk berhadapan secara langsung dengan kesadarannya sendiri. Akan tetapi aka nada beberapa hal yang tentunya tidak dapat dihadapi sendiri. Maka dari itu seseorang perlu berinteraksi satu sama an dan membentuk suatu komunitas atau organiasi tertentu. Erat kaitanya dengan organisasi pelajar. Ikatan Pelajar NU sebagai wadah berkomunikasi menjalin berbagai interaksi dari berbagai macam latar belakang warga NU, sifat, watak dan karakter yang mana ketika dalam kegiatanya pelajar NU bisa membentuk jati dirinya menjadi seorang akademisi maupun organisatris atau aktivis dalam masyarakat yang penempaan awal adalah di sekolah. Kedua. Ikatan Pelajar NU disekolah merupakan sebagai wadah kaderisasi penerus tonggak estafet generasi pemuda dan pemudi pelajar baik putra maupun putri untuk mempersiapkan kader-kader penerus Nahdlatul Ulama dan pemimpin bangsa. Ikatan Pelajar NU merupakan ujung tombak kaderisasi NU secara berjenjang dari paling dasar yang kemudian dilanjutkan di GP Anshor NU. Fatayat NU. Muslimat NU hingga NU secara struktural atau melanjutkan ke banom-banom lain, pendirian komisariat menjadi penting, sebab kader-kader NU lah nanti yang akan meneruskan perjuangan NU dan Aswaja di masa yang akan datang. Ikatan Pelajar NU dengan jenjang kaderisasinya yang sangat tertata rapi sangat berpotensi besar dan berpeluang besar untuk melahirkan pelajarpelajar NU yang berkualitas dengan berbekal ilmu keagamaan yang mumpuni serta didasari dengan akhlakul karimah. Ketiga. Ikatan Pelajar NU di sekolah juga sebagai khittah perjuangan pelajar. Khittah NU berarti garis-garis pendirian , perjuangan, dan kepribadian Nahdlatul Ulama baik yang berubungan dengan keagamaan maupun urusan kemasyarakatan. At-Ta`lim: Vol. 8 No. Urgensi Organisasi Pelajar dalam Pengembangan Karakter Kepemimpinan Perspektif Teori Gibson di SMK Al Futuh Tikung Lamongan Proses belajar, berjuang dan juga bertaqwa. Sesuai dengan trilogi Ikatan Pelajar NU yakni salam berjuta Belajar. Berjuang. Bertaqwa. Di organisasi inilah jenjang pelajar, siswa, santri atau mahasiswa bisa melakukan proses khidmahnya untuk Organisasi Besar Keagamaan Nahdlatul Ulama, utamanya khidmah kepada Pendiri Nahdlatul Ulama yakni H Hasyim AsyAoari, seperti maqolahnya beliau yang mengatakan bahwa AuSiapa yang mau mengurusi NU aku anggap dia santriku, dan siapa yang menjadi santriku aku doakan khusnul khotimah beserta anak cucunyaAy. Ikatan Pelajar NU sebagai wadah dalam penguatan pelajar baik putra maupun putri dalam melaksanakan, melestarikan dan mengembangkan Islam ahlussunah walJamaah untuk melanjutkan ghirah,amaliyah dan cita-cita Nahdlatul Ulama. Setelah peneliti melaksanakan penelusuran pustaka maka ada beberapa hasil penelitian yang memiliki hubungan dengan yang sedang peneliti susun, penelitian tersebut adalah: Pertama: Peran Serta Organisasi Remaja Islam dalam Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam Bagi Remaja SindoAgung Selomerto Wonosobo oleh Rifqi Muntaqo. Septi Rahayu. Ahmad Zuhdi . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran organisasi remaja islam (IPNU IPPNU) dalam penanaman nilai-nilai pendidikan islam bagi remaja SindoAgung Selomerto Wonosobo. 13 Dalam penelitiannya Rifqi Muntaqo. Septi Rahayu. Ahmad Zuhdi memfokuskan pada penananman nilai-nilai pendidikan islam. Tentunya penelitian ini berbeda dengan peneletian yang akan dilakukan nanti, karena pada penelitian ini penulis lebih menekankan pada peranan organisasi pelajar dalam pengembangan karakter kepemimpinan siswa. Kedua: Peran Organisasi IPPNU dalam Menumbuhkan Rasa Hubbul Wathan Terhadap Anggota IPPNU di MAN 1 Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung oleh Hani Firgiyani Universitas Isam Negeri Raden Intan Lampung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Prodi Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran organisasi IPPNU dalam menumbuhkan rasa hubhul wathan anggota IPPNU di MAN 1 Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung. 14 Dalam penelitiannya Hany Firgiyani meneliti bagaimana peran organisasi IPPNU dalam menumbuhkan rasa hubhul wathan terhadap anggota IPPNU di MAN 1 Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung. Tentu saja penelitian yang akan dilakukan nanti berbeda dengan penelitian ini, karena dalam penelitian ini penulis lebih menekankan pada peranan organisasi pelajar dalm pengembangan karakter kepemimpinan siswa. Ketiga: Peran Budaya Organisasi IPNU IPPNU dlam Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Sleman pleh Burhan Nudin. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas peran budaya organisasi IPNU IPPNU dalam pengembangan Rifki Muntaqo,Septi Rahayu. Ahmad Zuhdi. Peran Serta Organisasi Remaja Islam dalam Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam Bagi Remaja SindoAgung Selomerto (Skipsi- UIN Walisongo Semarang. Jurnal Paramurobi. Vol 2. No 2, 2019. Hani Firgiyani. Peran Organisasi IPPNU dalam Menumbuhkan Rasa Hubhul Wathan Terhadap Anggota IPPNU di MAN 1 Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung. (Skripsi- UIN Raden Intan Lampung. At-Ta`lim: Vol. 8 No. Eka Fatmala1. Hepi Ikmal2. Winarto Eka Wahyudi3 pendidikan agama islam di Kabupaten Sleman. 15 Dalam penelitiannya Burhan Nudin meneliti tentang peran budaya organisasi IPNU IPPNU dalam pengembangan pendidikan agama islam di Kabupaten Sleman. Tentu saja penelitian ini berbeda dengan penelitian yang akan dilaksanakan, karena pada penelitian ini penulis lebih menekankan pada peranan organisasi pelajar dalm pengembangan karakter kepemimpinan siswa. Keempat: Organisasi Luar Sekolah untuk Peningkatan Karakter (Studi Kasus di IPNU IPPNU Ranting Ngreco Kota Kedir. oleh Agus Miftahus Surur dan Aullia Rahmawati. Penelitian ini mendiskripsikan dan menganalisis mengenai peran organisasi luar sekolah dalam pembentukan karakter serta cara organisasi dalam pembentukan karakter remaja agar berkarakter baik, berakhlak mulia serta berbudi pekerti luhur. Dalam penelitiannya Agus Miftahus Surur dan Aullia Rahmawati meneliti kegiatankegiatan positif yang diselenggarakan oleh pengurus, karakter anggota dapat terbentuk, kegiatan tersebut kebersaman anggota menjadi terjalin dan tercipta ukhuwah sehingga menumbuhkan kereligiusan anggota. Tentu saja apa yang sudah diteliti ini berbeda dengan apa yang akan diteliti nanti, karena dalam penelitian yang akan dilakukan nanti peneliti lebih menekankan pada peranan organisasi pelajar dalm pengembangan karakter kepemimpinan siswa. Kelima: Pembentukan Sikap Nasionalisme sebagai Upaya Menangkal Paham Radikal pada anggota PKPT IPNU-IPPNU UNESA oleh Durrotul Wardah Ulfiyyah dan Agus Satmoko Adi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran yang dilakukan oleh pengurus PKPT IPNU IPPNU UNESA dalam membentuk sikap nasionalisme pada para anggota sebagaibentuk upaya menangkal paham radikal. 17 Pada penelitiannya Durrotul Wardah Ulfiyyah dan Agus Satmoko Adi meneliti terkait peran yang dilakukan oleh pengurus PKPT UNESA dalam membentuk sikap nasionalisme pada para anggota sebagai bentuk upaya menangkal paham radikal. Tentu saja apa yang sudah diteliti ini berbeda dengan apa yang akan diteliti nanti, karena dalam penelitian yang akan dilakukan nanti peneliti lebih menekankan pada peranan organisasi pelajar dalm pengembangan karakter kepemimpinan siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya karakter kepemimpinan siswa dapat dikembangkan melalui aktivitas atau kegiatan yang ada di Ikatan Pelajar NU SMK al-Futuh. Tikung. Lamongan. Banyak kegiatan yang diprogramkan oleh Ikatan Pelajar NU Al Futuh selama satu periode diantaranya yaitu Rapat Kerja . Rapat Koordinasi . Pertemuan Rutin . Rapat Angota Tahunan (RAT). LDKS. Apel HSN, lomba HSN. Peringatan Burhan Nudin. Peran Budaya Organisasi IPNU-IPPNU dalam Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Sleman. Jurnal Pendidikan Islam. Vol 10. No 1, 2017. Agus Miftakhus Surur & Aullia Rahmawati. Organisasi Luar Sekolah untuk Peningkatan Karakter (Studi Kasus di IPNU IPPNU Ranting Ngreco Kota Kedir. Jurnal Pendidikan Islam. Vol 7. No 1, 2018. Durrotul Wardah Ulfiyyah & Agus Satmoko Adi. Pembentukan Sikap Nasionalisme sebagai Upaya Menangkal Paham Radikal Pada Anggota PKPT IPNU-IPPNU UNESA. Jurnal Kajian Moral dan Keagamaan. Vol 16,No 3, 2018. At-Ta`lim: Vol. 8 No. Urgensi Organisasi Pelajar dalam Pengembangan Karakter Kepemimpinan Perspektif Teori Gibson di SMK Al Futuh Tikung Lamongan Maulidurrasul SAW, classmeeting, pengaktifan kominfo. Delegasi diklatama yang dapat mengasah skill kepemimpinan siswa. Pengembangan karakter kepemimpinan siswa di SMK al-Futuh. Tikung. Lamongan dalam hal ini peneliti menggunakan sebuah teori dari Gibson yang alhamdulillah sudah terlaksana secara maksimal. Secara keseluruhan dari tiga komponen pokok yakni kepribadian, motivasi, kemampuan sudah dilakukan dengan baik oleh siswa yang tergabung dalam anggota Ikatan Pelajar NU SMK Al Futuh Tikung. Karena tiga komponen tersebut bukan bagian yang terpisah atau berbeda, melainkan bagian yang terpisah namun saling melakukan penetrasi dan saling mempengaruhi satu sama lain. Urgensi Organisasi Pelajar Ikatan Pelajar NU dalam pengembangan karakter kepemimpinan siswa di SMK al-Futuh. Tikung. Lamongan terdapat tiga peranan yakni Ikatan Pelajar NU sebagai Organisasi Pelajar. Ikatan Pelajar NU sebagai Kaderisasi Pelajar. Ikatan Pelajar NU sebagai Khittah Perjuangan Pelajar. At-Ta`lim: Vol. 8 No. Eka Fatmala1. Hepi Ikmal2. Winarto Eka Wahyudi3 DAFTAR PUSTAKA