Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 INSTITUT AGAMA ISLAM PANGERAN DIPONEGORO NGANJUK http://ejurnal. iaipd-nganjuk. WALILOGI Abdur Rohman abdurrohman@iaipd-nganjuk. Pascasarjana Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk Diana Elfiyatul Afifah elfiyatulafif@gmail. Pascasarjana Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk Info Artikel Submit : 13 Desember 2020 Revisi : 3 Februari 2021 Diterima : 4 Maret 2021 Publis : 30 Maret 2021 Kata kunci Abstrak Kategorisasi seseorang menjadi wali atau tidak sangat sulit diukur oleh orang awam. Oleh karena itu, dibutuhkan barometer khusus mengenai kategorisasi seseorang menjadi Salah satu caranya adalah menggunakan kacamata Penelitian ini menggunakan kacamata antropologi sebagai tolak ukurnya, bukan hakikat apakah seseorang itu menjadi wali Allah atau tidak. Penelitian ini menyimpulkan delapan poin agar seseorang dikategorisasikan menjadi wali. Dari kedelapan kategori tersebut bisa jadi seseorang hanya memiliki satu kategori untuk menjadi wali, bisa juga dua, tiga atau lebih. Kedelapan kategori itu adalah: Pertama, memiliki trah atau genealogi keturunan dari Nabi Mu. ammad atau Kedua, memiliki reputasi atau jabatan publik. Ketiga, memiliki jasa terhadap lembaga atau organisasi. Keempat, menjadi orang yang pertama kali menghuni suatu desa . abat Kelima, memiliki karomah. Keenam, laki-laki. Ketujuh, dampak sosial. dan kedelapan harus NU (Nahdlotul Ulam. Wali. Antropologi Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 Pendahuluan Orang-orang Jawa khususnya gemar berziarah kepada makam para wali. Mereka umumnya ngalap berkah agar hidupnya bisa menjadi lebih baik lagi. Kegemaran ini dilakukan oleh semua kalangan, tua-muda laki-laki maupun perempuan. Bagi para ibu-ibu maupun bapak-bapak warga jamAiyah, tidak jarang mengadakan ziarah rutin setiap tahun. Bagi para generasi muda, mereka juga memiliki agenda tersendiri untuk mengadakan 1 Ada yang melalui sekolah, kampus, ormas dan sebagainya. Mereka berziarah tidak lain untuk ngalap berkah para wali Allah. Sayangnya kegemaran ziarah kepada makam wali ini tidak diimbangi dengan semangat penulisan tentang wali. Buku atau jurnal memang sudah banyak yang menuliskan tentang wali, akan tetapi dari sekian banyak buku maupun tulisan tersebut tidak ada yang membukukan teori tentang wali. Tulisan singkat ini akan mengupas teori tentang wali dari sudut pandang antropologi. Penulis memberikan istilah AwalilogiA atau istilah singkatnya adalah Ailmu tentang waliA supaya menjadi jelas dan konkrit tentang Asiapa yang dikatakan wali dan siapa yang bukanA dari kacamata antropologi, bukan dari kacamata teologi. Di dalam Kamus Bahasa Indonesia, definisi wali adalah orang suci dan keramat sehingga dipandang sebagai orang yang dekat kepada Allah swt. 2 Dalam terminologi ini paling tidak ditemukan tiga komponen. Pertama, orang suci. Definisi ini dapat memiliki arti orang yang bersih dari dosa atau sedikit dosa. Barometer poin pertama ini hakikatnya hanya diketahui oleh Allah. Sedangkan manusia sesungguhnya hanya prasangka saja. Kedua, memiliki keramat. Poin kedua ini tidak sembarangan orang bisa memiliki. Keramat . aramah: dalam bahasa Ara. adalah suatu keitimewaan yang diberikan oleh Allah kepada manusia pilihan. Biasanya bentuk keramat tersebut adalah sebuah tindakan yang sulit Seperti menghidupkan hewan yang sudah menjadi tulang, berjalan di atas air, meramal kejadian masa depan yang terbukti benar dan sebagainya. Ahmad Khanif Rusdiansyah. Suhartono. Ali Anwar. AuPelaksanaan Program Ziarah Kubur dalam Penguatan Sikap Spiritual Santri: Studi Kualitatif di Pondok Pesantren al-Banaat. Gebangsari. Senggowar. Gondang. NganjukAy dalam Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Vol. 6 no. 2 September . , 141. 2 Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2. , 1615. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 Ketiga, dipandang sebagai orang yang dekat kepada Allah. Poin ketiga ini melibatkan dua sudut pandang, yaitu sudut pandang masyarakat yang menganggap bahwa si A adalah orang yang taat beragama sehingga diduga kuat memiliki kedekatan dengan Tuhan. Kedekatan itu diimplementasikan lewat Aija>bah al-duAoa>Ao . ikabulkannya doAa-doA. yang ia panjatkan sehingga menurut orang-orang ia memiliki kedekatan dengan Allah. dalam al-QurAan sendiri dijelaskan bahwa inna awliya>Ao alla>h la> khawf Aoalayhim wala>hum ya. zanu>n . ngat! Para wali Allah itu tidak memiliki rasa takut dan sedi. Jadi, ciri khas yang dapat diambil dari ayat ini adalah seorang hamba Allah yang sangat kuat imannya, sehingga apapun kejadian di dunia ini tidak akan membuat mereka takut dan sedih. Penelitian ini membatasi wilayah hanya di pulau Jawa. Pembatasan ini berdasarkan bahwa di Jawa-lah paling banyak dan tumbuh subur wali-wali Allah. Bahkan, setiap tahun akan selalu bermunculan Awali-wali baruA di setiap daerah. Selain pembatasan daerah, penulis juga membatasi definisi wali. Sebab wali di dalam Kamus Bahasa Indonesia ada bermacam-macam. Pertama orang yang mengurus anak yatim sebelum mereka dewasa. Kedua, wali pengantin perempuan saat mereka menikah. Ketiga, orang saleh penyebar agama Islam, dan. Keempat, kepala pemerintah. Dari empat definisi itu yang lebih dekat dengan maksud penulis adalah yang ketiga. Metode Penelitian Antropologi adalah ilmu yang membahas tentang manusia dan kebudayaannya. Dilihat dari segi ruang lingkupnya, antropologi lebih menekankan aspek ukuran manusia, bukan ukuran Tuhan. Dilihat dari segi karakteristiknya, antropologi bersifat lokalitas Bisa jadi suatu data di suatu tempat akan berbeda dengan data di tempat lain meskipun meneliti persoalan yang sama. Bisa jadi suatu budaya akan berubah seiring berjalannya waktu. Itulah lokalitas-temporal yang dimaksud. Kajian antropologi berbeda dengan kajian keislaman. Pada pembahasan walilogi ini penulis menggunakan barometer antropologi, bukan teologi keislaman. Pemilihan itu didasarkan sulitnya seseorang mengetahui hakikat seseorang yang dimaksud sebagai wali atau bukan. Penekanan kategorisasi wali dalam Islam lebih menonjolkan aspek kashf Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 enyingkapnya tabir rahasia Tuha. yang sulit diukur. Sementara barometer antropologi lebih menekankan aspek kasat mata yang dapat dilihat dan diukur. Salah satu barometer kewalian di dalam Islam adalah la> ya Aorifu al-wa>li illa> al-wa>li . idak ada yang tahu seseorang itu sebagai wali kalau bukan wal. Barometer ini tentu sulit diukur oleh orang awam. Oleh karena itu penelitian ini ingin menyajikan data antropologis mengenai seseorang dikategorikan sebagai wali berdasarkan delapan kriteria: Genealogi/Trah Genealogi adalah Ailmu tentang genetikA. Genetik adalah garis keturunan. Sedangkan ornag Jawa menyebutnya dengan istilah trah. Dalam hal ini orang yang menjadi wali diharuskan memiliki genetik dari orang besar. Orang besar yang dimaksud dalam hal ini ada dua, yaitu memiliki keturunan dari Rasulullah saw. atau orang besar baik lokal maupun internasional. Misalnya memiliki garis keturunan dari sultan Demak. Mataram dan sebagainya. Orang yang tidak memiliki garis keturunan dari orang besar, maka jangan berharap banyak Abisa menjadi waliA. Semua Wali Songo dapat dikatakan memiliki garis keturunan sampai kepada Rasulullah saw. seperti Sunan Ampel misalnya. Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Rahmat, ia adalah putra dari Maulana Malik Ibra>hi>m atau Ibra>hi>m al-Samarqandi, yaitu keturunan Arab asli dari Rasulullah. Ibunya juga memiliki trah kerajaan. Ibunya bernama Dewi Candra Wulan, yaitu salah satu putri kerajaan Campa. Ia adalah kakak dari Dyah Dwarawati, istri Prabu Brawijaya V. Raja Mahapahit. 3 Jadi, dilihat dari dua sisi ini. Sunan Ampel adalah keturunan Nabi sekaligus memiliki trah kerajaan. Berikut adalah silsilah lengkap Sunan Ampel: Raden Rahmat (Sunan Ampe. , putra Ibra>hi>m al-Samarkhandi, putra Jamaluddin Jumadil Kubra, putra Syeh Ahmad Syah Jalal (Gubernur Delhi. Indi. , putra Syeh AAbd Alla>h, putra Syeh Alawi Amal alFaqi>h, putra Syeh Mu. ammad Shahi>b Mirba. , putra Syeh AAli KhaliA H. san, putra Syeh Alawi, putra Syeh Mu. ammad, putra Syeh AUbayd Alla>h, putra A. mad Muha>jir Alla>h, putra Syeh AI al-Ru>mi, putra Syeh Mu. ammad Naqi>b, putra Syeh AAli al-AUray. i, putra 3 Msykur Arif. Sejarah Lengkap Wali Sanga (Yogyakarta: Dipta, 2. , 69. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 Syeh JaAfar S. >diq, putra Syeh Mu. ammad al-Ba>qir, putra Syeh AAli Zayn al-AAn, putra Syeh H. sayn, putra Sayyidina> AA
  • timah al-Zahra>A putri dari Nabi Mu. ammad saw. Selain Sunan Ampel. Wali Sanga yang lain juga memiliki garis keturunan dari Rasulullah. Begitu juga dengan para wali lokal yang ada di Nganjuk. Berdasarkan data dari NU Nganjuk. id, makam auliyaA di Nganjuk yaitu Ki Ageng Ngliman Sawahan. Mbah Kyai Zainuddin Mojosari. Kanjeng Jimat Berbek. Syeh Sulukhi Wilangan. Mbah Gendhong Ngluyu. Ki Ageng Keniten. Tumenggung Kopek dan Sayyid Arfiyah Mojoduwur. Kanjeng Jimat (Kanjeng Raden Tumenggung Sosrokusumo I) adalah bupati pertama Berbek Nganjuk. Makam Kanjeng Jimat di Berbek Nganjuk ini cukup banyak yang menziarahi, khususnya warga sekitar. Sebab, ia adalah Bupati pertama di Berbek Nganjuk. Selain memiliki jasa memimpin Nganjuk, ia juga memiliki silsilah dari Raja Bima di Makasar. Sayyid Arfiyah Mojoduwur juga termasuk salah satu wali yang sering diziarahi. Makamnya terletak di barat masjid pondok pesantren al-Arfiyah desa Mojoduwur. Ngetos Nganjuk. Nasabnya adalah Kyai Arfiyah putra dari Kyai Jumali. Tuyuhan Lasem, putra dari Abdur Rohman (Pangeran Sambudikdo Lase. , putra dari Abdul Halim (Pangeran Benowo Surabay. , putra dari Abdur Rohman Joko Tingkir, putra dari Abdillah Faqih Sihabuddin Ishaq, putra dari Maulana Ishak, putra dari Jamaludin Husein, putra dari Abdillah Khon, putra dari Amir AAbdil Malik, putra dari Ali Alwi, putra dari Mu. ammad, putra dari Alwi, putra dari Abdillah, putra dari Ahmad Muhajir, putra dari Isa al-Bashori, putra dari Mu. ammad al-NaAqib, putra dari AAli al-AAridhi, https://w. com/2019/06/silsilah-sunan-ampel-walisongo-keturunan-arab-china-champadan-pasa-html. diakses 6 Ferbruari 2021. 5 Tim. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Nganjuk. Kanjeng Raden Tumenggung Sosrokusumo I (Kanjeng Jima. Bupati Pertama Kabupaten Berbek (Nganjuk: Pemerintah Kabupaten Nganjuk, 2. , 25. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 putra dari JaAfar S. di>q, putra dari Mu. ammad al-Baqir, putra dari AAli Zainal AAbidin, putra dari Sayyidina Husein, putra dari Siti Fatimah, putri dari Rasulullah saw. Selain pawa Wali Sanga dan wali lokal Nganjuk di atas. Gus Dur juga seringkali dinobatkan sebagai wali. Dari sisi genealogis ini. Gus Dur juga telah memenuhi syarat. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Du. adalah putra dari KH. Abdul Wahid Hasyim, putra dari KH. Hasyim AsyAari, putra dari Sayyidnia Anu Sarwan, putra dari Abdul Wahid, putra dari Abdul Halim, putra dari Abdurrohman, putra dari Abdu Halim (P. Benaw. , putra dari Abdurrohman (Joko Tingki. , putra dari Sunan Giri, putra dari Sayyidina Ishak, putra dari Jamaludin Husen, putra dari Abdullah Khon, putra dari Amir AAbd al-Ma>lik, putra dari Ali Alwi, putra dari Mu. ammad, putra dari Alwi, putra dari Abdulla>h, putra dari Ahmad Muhajir, putra dari AIq, putra dari Mu. ammad al-Baqir, putra dari AAli Zainal AAbidin, putra dari Sayyidina Husein bin AAli, putra dari Siti Fatimah, putri dari Rasulullah saw. Beberapa nama dan silsilah di atas hanyalah sebagai sampel dari sekian banyak wali yang ada di tanah Jawa. Pada dasarnya, mereka memiliki nasab atau trah tersebut sebagai salah satu AsenjataA untuk menyatakan kepada orang lain tentang Aorang-orang hebatA. Dengan ketersambungan itu sendiri juga akan membawa nama orang tersebut menjadi bagian dari kehebatan para pendahulunya tersebut. Dari segi sosial, keberadaan nasab itu juga dinilai lebih meyakinkan orang daripada tidak memiliki nasab yang jelas. Orang yang tidak memiliki nasab/trah Aorang besarA, dalam pandangan orang Jawa Anggak ndue bobot . rang yang dianggap tidak memiliki kekuatan untuk dihormat. Reputasi Reputasi atau jabatan publik di dalam masyarakat Jawa sangat dijunjung tinggi, bahkan sampai kepada level AwaliA. Se-kontroversi apapun presiden kedua. Soeharto makamnya tetap banyak yang menziarahi, apalagi pejabat publik lain yang memiliki Diana Elfiyatul Afifah. Karakteristik Corak Tasawuf di Pondok Pesantren al-Arfiyah Ngetos Nganjuk (Skripsi Ae IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, 2. , 45-46. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 catatan lebih baik. Mereka lebih potensial untuk Amenjadi waliA. Contoh dalam hal ini sangat banyak ditemukan di pulau Jawa. Seperti Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahi. Soekarno. Kanjeng Jimat dan sebagainya. Gus Dur adalah presiden Republik Indonesia yang ke-4. Setiap hari makam Gus Dur yang berada di lingkungan pondok pesantren Tebu Ireng Jombang ini dikunjungi oleh ratusan bahkan dihari-hari tertentu bisa mencapai ribuan orang. Faktor penentu banyaknya peziarah tersebut salah satunya adalah karena Gus Dur pernah menjabat sebagai presiden. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Gus Dur dinilai menjadi salah satu alasan bagi penduduk Indonesia untuk nge-fans kepada Gus Dur. Salah satu etnis yang paling mencintai Gus Dur adalah etnis Tionghoa. Etnis tersebut merasa berhutang-budi kepada Gus Dur karena telah melahirkan undang-undang yang melegalkan mereka dari berbagai aspek. Kondisi yang hampir sama juga dapat ditemukan pada makam Bung Karno, presiden RI yang pertama. Makam Bung Karno yang terletak di tengah-tengah kota Blitar ini setiap hari juga tidak sepi dari peziarah. Umumnya mereka berziarah juga ngalap berkah dari sang proklamator kemerdekaan RI dan sekaligus sebagai presiden Kepemimpinan Soekarno sesungguhnya penuh lika-liku dan tidak jarang menuai kontroversi. Namun demikian, tidak menyurutkan minat peziarah yang datang ke sana. Di Berbek Nganjuk juga ada makam salah seorang pejabat yang cukup banyak diziarahi orang, yaitu makam Kajeng Jimat. Kanjeng Jimat adalah Bupati pertama di Berbek Nganjuk. Selain itu ada nama Raden Santri yang dimakamkan di Gunung Pring. Muntilan. Magelang yang pernah menjabat sebagai Pangeran Singosari Mataram Islam. Bahkan ia juga memiliki trah dari Brawijaya. Raja Majapahit. Kesimpulan dari poin kedua ini adalah jika seseorang ingin menjadi wali, maka salah satu aspek yang harus dipenuhi adalah menjadi pejabat tinggi negara. Jika dilihat dari beberapa nama di atas, maka jabatan yang pernah dimiliki oleh para wali tersebut adalah menjadi bupati. Pangeran Mataram, dan presiden. Meskipun demikian, selain 7 Desiana Nugraeni. Cerita Rakyat Makam Kyai Raden Santri (Pangeran Singosar. Desa Gunungpring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang (Skripsi Ae Universitas Negeri Yogyakarta, 2. , 78. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 jabatan itu bukan berarti tidak ada jabatan lain yang potensial. Data di atas hanyalah sampel dari sekian banyak wali yang memiliki reputasi membanggakan. Memiliki Jasa Poin ketiga ini dibagi menjadi dua, yaitu berjasa kepada lembaga dan berjasa kepada organisasi. Pertama, berjasa kepada lembaga. Maksud berjasa kepada lembaga di dalam hal ini lebih spesifik kepada jasa pendirian pondok atau menjadi salah satu pengasuh yang ada di pondok tersebut. Gus Dur memiliki Tebu Ireng Jombang dan ribuan santri. Gus Miek, memiliki al-Falah Ploso dengan ribuan santri. KH. Ramli Tamim memiliki Peterongan dengan jumlah ribuan santri. Kyai Ihsan Jampes memiliki pondok Jampes Kediri, dan para tokoh lainnya yang memiliki lembaga. Pada intinya, nama-nama tersebut bisa melambung karena memiliki jasa terhadap lembaga atau menjadi salah satu pengasuh yang ada di lembaga itu. Begitu juga dengan para wali yang lain, mereka juga memiliki lembaga meskipun kuantitasnya berbeda. Kyai yang memiliki lembaga besar cukup potensial untuk menjadi wali. Diakui atau tidak sesungguhnya di pondok-pondok diajarkan untuk berziarah ke makam para masha>yikh . ara sesepuh pondo. Jika mereka tidak sempat berziarah langsung, maka setidaknya dengan mengirimkan bacaan fatihah. Pengajaran semacam ini sebenarnya berpotensi untuk mengangkat derajat seseorang yang telah meninggal mencapai level AwaliA. Indikatornya adalah makam para sesepuh pondok tersebut banyak diziarahi orang, khususnya para santri dan alumni. Poin penting tentang kepemiliki lembaga atau jasa terhadap lembaga dalam persoalan ini adalah mengenai fans. Wali juga membutuhkan fans, jika tidak ada yang dikategorisasikan sebagai wali. Santri adalah fans aktif dari para pendiri pondok atau orang yang berjasa di pondok tersebut. Semakin banyak santri, semakin besar pula peluangnya untuk menjadi wali. Jadi, orang yang memiliki lembaga keislaman memiliki potensi untuk menjadi wali. Sementara orang biasa harapannya agak jauh. Salah satu karakter mencolok lainnya dari seorang santri adalah samiAona> wa a. aAona . ami mendengar dan kami taa. terhadap apapun yang diperintahkan oleh sang guru Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 atau kyai. Karakter inilah yang menjadikan para santri minim kritik terhadap perintah apapun dari masyayikh. Berbeda halnya dengan para akademisi, mereka memiliki karakter kritis terhadap perintah apapun meskipun perintah itu datang dari orang yang levelnya di atas mereka. Sikap santri yang kurang kritis jika dibandingkan dengan akademisi itu menjadikan mereka sangat mudah dimasuki oleh doktrin-doktrin irrasional yang akibatnya menjadikan mereka Amengkultuskan para masyayikhA. Aspek kedua mengenai AjasaA di dalam persoalan ini adalah jasa terhadap Gus Dur adalah ulama yang pernah menjabat sebagai ketua Pengurus Besar Nahdlotul Ulama (PBNU). KH. Hasyim AsyAari adalah salah satu pendiri NU sekaligus kakek dari Gus Dur yang berjasa besar terhadap organisasi NU. Gus Miek adalah pendiri organisasi Jantiko Mantab yang memiliki ribuan jamaah dari berbagai daerah. Syeh Abdul Qadir Jailani adalah pendiri tarekat Qadiriyah yang memiliki ribuan bahkan jutaan jamaah di seluruh dunia. Syeh Khatib Sambas adalah pendiri tarekat gabungan Qadiriyah wa Naqsabandiyah yang memiliki ribuan jamaah pula. KH. Asrori al-Ishaqi. Kedinding Surabaya adalah mursyid tarekat Qadiriyah dan Naqsabandiyah sekaligus sebagai ketua jamiyah, al-Khidmah, yaitu jamiyah manakib Syeh Abdul Qadir Jailani. Semua orang yang penulis sebutkan di atas hanyalah sampel dari sekian banyak AwaliA yang berangkat dari AjasaA. Babat Desa Salah satu aspek walilogi adalah punden. Punden adalah makam pertama orang yang dianggap sebagai cikal bakal berdirinya suatu desa. Ada pula yang memberikan makna tempat keramat. Apapun definisinya, punden menjadi salah satu tempat yang banyak diziarahi oleh penduduk setempat, bahkan penduduk dari luar desa. Keberadaan punden di masing-masing desa menjadikan salah satu aspek bahwa orang yang di makamkan di tempat tersebut banyak di ziarahi. Di Nganjuk ada makam Kyai Ageng Ngaliman yang banyak diziarahi orang, khususnya pada tanggal satu bulan Syawal dengan penaggalan Aboge. Di desa Kaloran Ngronggot juga ada upacara nyladran untuk menghormati punden Mbah Sumo Drono. Begitu juga yang terjadi di Sonoageng Prambon, makam Mbah Said menjadi ramai karena warga setempat mengadakan tumpengan sebagai salah satu wujud rasa syukur, keselamatan, kesehatan. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 hasil panen yang melimpah dan juga sebagai salah satu bentuk terima kasih atas jasa para sesepuh yang babat desa tersebut. 8 Semua tempat tersebut banyak diziarahi orang karena statusnya sebagai punden, meskipun hanya pada momen tertentu. Punya Keramat Dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata AkeramatA memiliki arti AsuciA. Jika kata ini disandarkan kepada orang, maka maknanya adalah orang suci yang dapat melakukan hal-hal ajaib, seperti menyembuhkan orang atau menyelamatkan orang. 9 Dari segi objeknya, keramat adalah keajaiban yang diberikan oleh Allah kepada wali. Sedangkan mukjizat adalah keajaiban yang diberikan oleh Allah kepada nabi. Hampir semua wali yang ada di tanah Jawa maupun di tempat lainnya selalu identik dengan keramat. Bahkan di dalam al-QurAan sekalipun banyak kisah keramat yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya. Salah satu orang yang diberikan keajaiban itu adalah Maryam. Ia adalah gadis suci yang tidak pernah keluar dari mi. amar pribadi yang digunakan untuk munaja. Namun herannya setiap kali Zakariya> . rang yang merawatny. datang, selalu ada hidangan aneh-aneh di dalam mi. rab tersebut. Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai makanan aneh tersebut. Ada yang mengatakan buahbuahan yang tidak ada di musimnya. Ada pula yang mengatakan bahwa makanan tersebut ditransfer langsung dari surga. Di desa Tambak. Ngadi Mojo Kediri ada makam auliya yang cukup terkenal. Salah satunya adalah makam Gus Miek (KH. Hamim Djazul. Gus Miek adalah Putra dari Kyai Djazuli Usman, seorang ulama terkemuka Nahdlotul Ulama di Kediri, pendiri Pondok Pesantren al-Falah Ploso. 11 Meskipun ia pernah bercita-cita untuk menjadi dokter, namun pada saat kuliah di Jakarta, tiba-tiba ia dikirimi oleh orang tuanya agar pulang dan nyantri. Padahal ia adalah siswa lulusan terbaik tingkat SLTA pada saat itu https://beritamadani. id/2016/05/27/bersih-desa-sonoageng-kab-nganjuk/ diakses tanggal 6 Februari 9 Tim Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Departemen Pusat Bahasa Pendidikan Nasional, 2. , 695. 10 Abdur Rohman. AuWali Perempuan dalam al-QurAanAy Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam (Vol. 18 no. 1 Januari, 2. , 26-27. 11 Muhammad Makinuddin Ali. Ajaran Tasawuf KH. Hamim Djazuli (Gus Mie. (Skripsi Ae UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2. , 77. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 yang mendapatkan kesempatan kulaih kedokteran di Jakarta. Ia lebih mementingkan saran orang tuanya, lalu pulang dan mondok ke kyai Zainuddin Mojosari Nganjuk. Karamah Gus Miek juga sudah terlihat sejak kecil. Dikisahkan bahwa saat itu pada tahun 1949 M. Gus Miek masih berusia 9 tahun. Pada usia itu pula ia sering pulang-pergi sendiri ke Kyai Romli Jombang dan ke Kyai Hamid Pasuruan. Bisa dibayangkan seorang anak usia 9 tahun berkelana sebegitu juah sendirian dengan durasi yang sangat sering. Padahal, kondisi keamanan nasional pada saat itu masih rawan. Dikisahkan pula bahwa Gus Miek pada suatu ketika mondok kepada KH. Hamid Kajoran Magelang. Di sela-sela shalat berjamaah. Gus Miek berteriak memanggil penjual bakso. Teriakan itu sebenarnya untuk menyindir sang imam yang saat itu dalam keadaan perut kosong dan membayangkan makanan. Akhirnya pada suatu hari. KH. Hamid Kajoran yang datang ke Ploso untuk menemui . ke Gus Miek, bukan 13 Gus Miek gemar ke tempat hiburan malam. LCC. Club Malam Cafe Elmi dan sebagainya. Dari tempat-tempat tersebut, hampir dapat dipastikan bahwa Gus Miek mendapatkan santri dan tempat kemaksiatan itu akan hancur. 14 Secara kasat mata. Gus Miek memang seakan-akan terjun ke dunia hitam tersebut, namun siapapun yang ikut Gus Miek saat itu, oleh Kyai Mubasir Mundzir diwanti-wanti agar jangan mengikutinya. Sebab yang ada dihadapannya hanyalah Allah. Pernah suatu ketika Gus Miek meneguk habis Abir hitam satu kratA. Namun hal tersebut tidak menjadi heboh karena ke GusAannya, akan tetapi ke-medis-annya, sebab seharusnya orang yang menegak sebanyak itu bukan saja mabuk, tetapi pingsan. Namun hal itu tidak terjadi pada Gus Miek. Ia bisa merubah minuman keras menjadi air biasa. Desa Kranding Kecamatan Mojo memiliki lurah pertama yang misterius dan jejaknya hingga saat ini tidak diketahui. Pada suatu ketika, bupati Kediri memerintahkan para lurah se Kabupaten Kediri untuk AurunanA kayu jati ke pendopo kabupaten. Semua lurah yang ada di Kediri membawa kayu jati masing-masing, kecuali lurah Kranding. Apa yang menjadi sebab lurah Kranding tidak urunan kayu tersebut juga tidak ada yang 12 Ibid. , 79. 13 Ibid. , 86-87. 14 Ibid. , 93. 15 Ibid. , 95. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 Melihat hal itu. Bupati Kediri marah kepada lurah Kranding dan melayangkan surat kepadanya. Akhirnya surat itu pun di jawab oleh lurah Kranding dengan peritiwa di luar nalar. Setelah datangnya surat itu kepada lurah Kranding, tiba-tiba keesokan harinya di depan pendopo Kabupaten terdapat kayu jati paling besar di antara kayu jati lurah-lurah yang lain. Herannya kayu jati itu masih utuh daun dan akarnya. Maksudnya, kayu jati tersebut bukan hasil pemotongan tetapi hasil pencabutan . sehingga akar-akarnya tetap utuh. Kayu jati misterius itu digantungi tulisan ALurah KrandingA. Setelah itu bupati cepat-cepat ingin mengejar Lurah Kranding, untuk minta maaf dan ngalap ilmu darinya. Namun sayang, pasca peristiwa itu, lurah Kranding sudah tidak ada yang tahu dan keberadaannya masih misterius hingga saat ini. Keramat yang dimiliki oleh lurah Kranding kedua juga cukup menarik. dusun Jladri Kranding Mojo Kediri ada sebuah makam yang disebut dengan cungkup. dusun itu ada bukit kecil dan di ujung bukit itulah lurah Kranding kedua di makamkan. Lurah kedua ini rumahnya di dusun Kemayan desa Kranding. Jarak tempuh untuk menuju makam dari rumahnya sekitar tiga kilo meter. Namun uniknya, lurah kedua ini setiap sore hari melakukan perjalanan menuju cungkup tersebut. Herannya, yang dilakukan adalah penggalian makam untuk dirinya sendiri kelak. Penggalian makam di tempat tersebut sangat sulit karena di tempat tersebut susunan tanahnya didominasi oleh padas dan bebatuan. Setelah sekian lama akhirnya galian makam tersebut jadi dan ia meninggal dunia. Saat kematiannya, di desa Kemayan Ae yang menjadi tempat tinggalnya Ae terjadi banjir bandang sehingga makam-makam yang ada di sana ikut tergenang air. Andaikata di makamkan di Kemayan, bisa jadi akan menuai masalah. Untungnya lurah tersebut sudah melakukan penggalian makam sendiri di Jladri tersebut sehingga pemakaman bisa berjalan lancar panda menunggu surutnya banjir. Lurah tersebut bernama Kaji Topuro yang di makamkan di dusun Jladri desa Kranding. Setelah itu tidak ada keramat yang dimiliki oleh lurah Kranding. Orang yang menjadi gudangnya karamah dalam pandangan penulis adalah Syeh AAbd al-Qa>dir al-Jayla>ni. Karena banyaknya karamah beliau, penulis hanya menyajikan 16 Penulis memiliki dokumen sejarah desa Kranding berikut nama-nama lurah dan keramatnya. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 sebagian saja. Pada suatu hari, datang kepada beliau seorang wanita bersama dengan Wanita tersbut berkata kepada Syaik. AuAnak ini adalah putraku, aku pasrahkan kepadamu untuk kamu didik dan di baiAoatAy. Syaikh lalu menempatkan anak tersebut pada tempat yang sunyi untuk bermunajat kepada Allah. Selang beberapa hari, ibunya datang kepada Syaikh untuk mengunjungi anaknya. Ketika ibu tersebut melihat anaknya dalam keadaan kurus dan lemah, sementara makanan yang ada disampingnya hanyalah cuilan roti gandum, maka ibu tersebut bergegas mendatangi Syaikh. Kebetulan saat itu Syaikh sedang makan daging ayam jago. Sentak ibu tersbut berkata kepada Syaikh. AuHai Syaikh Abd al-Qa>dir al-Jaila>ni, engkau enak-enakan makan daging ayam, sementara anakku makan dengan culian roti gandum sehingga keadaannya kurus dan lemah. Ay Mendengar pengaduan tersebut. Syaikh tidak berbicara apa-apa, namun beliau mengumpulkan tulang-tulang ayam Ae bekas sisa yang dimakan beliau Ae lalu beliau berkata. AuHai ayam jago, berdirilah dengan izin Allah yang mampu menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur. Ay Lalu Allah menghidupkan ayam jago itu kembali, sementara ayam tersebut berkokok La> ila>ha illa Alla>h. Mu. ammad alRasu>l Alla>h. Syaikh Abd al-Qa>dir al-Jaila>ni Wali Alla>h. (Tiada Tuhan selain Allah. Muhammad adalah utusan-Nya dan Syaikh Abd al-Qa>dir al-Jaila>ni adalah wali Alla. Setelah kejadian tersebut. Syaikh berkata kepada ibu tersebut, anak kamu boleh melakukan apa yang aku lakukan jika dia mampu seperti aku. Laki-laki Hampir semua wali yang dikultuskan oleh masyarakat Jawa adalah laki-laki. Penulis belum pernah mendengar ada seorang wali wanita di tanah Jawa yang banyak diziarahi orang. Oleh sebab itu, wanita yang ingin menjadi wali di tanah Jawa, harapannya agak sempit, karena belum ada sejarah yang menuliskan ada wali wanita di tanah Jawa. Di dalam Islam sesungguhnya ada wali wanita, meskipun di Jawa tidak Dalam kajian tasawuf ada nama RabiAah al-Adawiyah yang memiliki banyak karamah dan konsep tasawuf ma. abah-nya. Di dalam al-QurAan ada nama Marya>m yang 17 Abdur Rohman. Injil vs Manakib: Studi Perbandingan Antara Kisah Ajaib dalam Perjanjian Baru dengan Karamah Syaikh AoAbd al- Qadir Jailani (Yogyakarta: Divo Nusantara, 2. , 78. Secara khusus penulis mencantumkan karamah Syaikh AAbd al-Qadir dalam satu buku tersebut. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 memiliki karamah ditransfer makanan surga dan memiliki anak tanpa hubungan badan. Selain itu masih ada nama ummi mu>sa dan juga imraAoah firAoawn18 yang memiliki karamah layaknya wali yang lain. Namun semua nama wali wanita tersebut tidak masuk dalam ketegorisasi walilogi dalam pandangan antropologi Jawa, sebab mereka hanya mengenal wali yang laki-laki. Dampak Sosial Faktor ketujuh dari kategorisasi wali dalam kacamata antropologi adalah dampak sosial. Dalam pembahasan ini bisa jadi akan meng-eliminasi para wali yang masuk kategori lain. Keberadaan makam wali dan dampak sosialnya harus terukur dan Terukur makudnya adalah keberadaan makam wali tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat sekitar. Istilah sederhananya adalah Aorangnya meninggal tetapi menghidupi orang yang hidupA. Itulah hakikat dampak sosial keberadaan wali terhadap masyarakat sekitar. Dalam persoalan ini bisa dilihat secara nyata tentang makam Wali Songo atau yang memiliki darah keturunan dari mereka. Keberadaan makam Sunan Muria memberikan pengaruh ekonomi yang besar kepada para pedagang di sepanjang jalan menuju makam dan di parkiran. Selain itu, memberikan penghasilan tambahan bagi para ojek yang ada di kawasan tersebut. Keberadaan Makam Kyai Santri memberikan penghaslian kepada masyarakat yang berjualan di sekitar makam. Di antara mereka ada yang berjualan pakaian, makanan, cindera mata, jasa parkir, jasa kamar mandi atau toilet dan sebagaianya. makam Gus Miek Tambak Ngadi juga memiliki pengaruh yang nyata kepada masyarakat Ngadi dan sekitarnya. Keberadaan para warung, penjual pakaian, penjual buku, penjual alat shalat dan berbagai cindera mata lainnya, sangat bergantung kepada para peziarah yang datang ke makam tersebut. Semua itu dihidupi oleh wali yang di makamkan di sana. Itulah salah satu aspek penting di dalam mengkategorisasikan seseorang sebagai wali jika ia memiliki dampak sosial kepada masyarakat sekitar makam. 18 Abdur Rohman. AuWali Perempuan dalam Al-QurAanAy dalam Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam (IAIN Kediri, 2. , vol. 18, no. 1, 24. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 Sekali lagi apa yang penulis cantumkan hanyalah sampel dari semua tempat ziarah yang ada. Sebab, hampir semua makam auliya memiliki karakteristik demikian, yaitu wali tersebut sudah mati tetapi menghidupi yang masih hidup. Sebagian profesi yang dihidupi oleh para wali adalah: jasa travel, jasa ojek, warung, toko, penjual oleholeh, petugas kebersihan, juru kunci makam, desa tempat di mana wali tersebut di makamkan dan sebaginya. Itulah kontribusi nyata dari seorang wali. Harus NU Pada poin ini mungkin banyak orang yang menyangka bahwa penulis terlihat Tatapi hal tersebut dapat diukur dari argumentasi berikt: Pertama, sesungguhnya wali layaknya artis yang membutuhkan fans. Jika tolak ukur ke-walian adalah dari sisi ketakwaan kepada Allah, maka tolak ukur yang pasti hanya Allah yang mengetahui. Namun tolak ukur di sini adalah banyaknya fans wali tersebut. Dilihat dari sudut pandang budaya Jawa, orang yang banyak melakukan ziarah adalah orang-orang Nahdlatul Ulama (NU), bukan Muhammadiyah. Oleh sebab itu, syarat mutlak untuk menjadi wali saat ini harus NU. Meskipun di dapati ada seseorang yang kepandaianya di atas rata-rata, karyanya mendunia, tebalnya luar biasa, dia adalah orang besar pada masanya, lalu publik mengetahui bahwa ia adalah orang Muhammadiyah, maka jangan berharap makamnya diziarahi. Sebab kultur ziarah adalah milik NU. Sedangkan di Muhammadiyah tidak ada, atau minim. Kedua, salah satu penyebab publik mau melakukan ziarah adalah adanya kepercayaan tentang ngalap berkah. Kata berkah diambil dari bahasa Arab bara>kah yang memiliki arti bertambah banyak kebaikannya. Jika seseorang berziarah, diharapkan akan bertambah kabaikannya, rezekinya lancar, ibadahnya meningkat dan selalu ingat tentang Keyakinan ini melekat kuat dikalangan NU, bukan Muhammadiyah. Oleh karena itu, salah satu penentu seseorang itu bisa mencapai level wali adalah harus NU. Ketiga, adanya keyakinan tentang karamah. Karamah atau keramat adalah salah satu keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada para wali. Biasanya keistimewaan tersebut di luar nalar akal manusia. Sedangkan organisasi yang mempercayai aspekaspek supranatural itu adalah orang NU, bukan Muhammadiyah. Tumbuh-suburnya Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 keyakinan tersebut karena didasari pada aspek ApondokAanA yang mendominasi tubuh NU dan menjunjung tinggi etika serta penghormatan yang AberlebihanA kepada para masyayikh-nya tanpa mengkirtisi sedikitpun. Sedangkan Muhammadaiyah secara umum didominasi oleh para akademisi yang bersifat kritis sehingga menghilangkan nuansanuansa supra natural yang tidak masuk akal. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 Kesimpulan Kategorisai wali dalam kacamata antropologi ini dapat dilihat dari delapan aspek. Pertama, memiliki trah atau keturunan dari orang hebat, bisa jadi dari Nabi atau para petinggi kerajaan masa lalu. Kedua, memiliki reputasi yang baik sebagai pejabat negara, baik itu bupati, tumenggung, adipati, pangeran, bahkan presiden. Ketiga, memiliki jasa besar terhadap organisasi maupun lembaga, terutama lembaga pondok pesantren salaf yang memiliki banyak santri. Semakin banyak santrinya, semakin potensial menjadi wali. Dikatakan demikian karena santri adalah fans aktif seorang wali. Sedangkan jasa terhadap organisasi bisa dilihat dari orang yang mendirikan NU. Jantiko Mantab, tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah, dan sebagainya. Keempat, babat desa yang kemudian dikeramatkan oleh penduduk setempat. Kelima, memiliki karamah yang tidak masuk akal. Keenam, harus berjenis kelamin laki-laki. Ketujuh, memiliki dampak sosial yang besar. Kedelapan, harus Nahdlotul Ulama. Dikatakan demikian karena kewalian hanya dipercayai oleh NU. Sedangkan praktik ziarah adalah hobi warga NU. Mereka adalah fans aktif melestarikan ziarah, tanpa fans, maka ukuran antropologi tidak akan bisa diukur. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 DAFTAR PUSTAKA