Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Analisis Finansial Budidaya Ikan Air Tawar Di Kabupaten Nagan Raya Financial Analysis of Freshwater Fish Cultivation in Nagan Raya Regency Zuriat1*. Sanawiyah2. Teuku Amarullah1. Afdhal Fuadi1 1 Program Studi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Teuku Umar. Meulaboh. 2 Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. *Korespondensi: zuriat@utu. Riwayat artikel Diterima: April 2021 Dipublikasi: Desember 2021 Keywords: Analisis finansial. Pembudidaya. Benih ikan. Produksi Abstrak Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan Mai 2018 yang berlokasi di dua kecamatan, yaitu di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Metode pengambailan data dilakukan secara sensus dengan sasaran responden pembudidaya ikan untuk pengambilan data primer. Anlalisis finansial diperoleh melalui kajian terhadap data primer pembudidaya ikan dengan nilai finansial B/C ratio sebesar 2,25, perhitungan pendapatan menggunakan rumus A = TR Ae TC. Hasil yang diperoleh nilai sebesar Rp 234/panen alokasi biaya terbesar dikeluarkan petani untuk masing-masing usaha terdapat pada biaya pakan yaitu Rp 33. 181,81 . ,72%) dan Rp. ,46%) dari total biaya yang dikeluarkan petani ikan. Keuntungan yang diterima petani ikan untuk masing-masing usaha yaitu sebesar Rp 4. 255,56/periode produksi untuk usaha budidaya ikan nila dan ikan Mas dalam kolam dan Rp 3. 062,35/periode produksi. Faktor yang pempengaruhi pendapatan usaha ikan nila dan ikan mas adalah benih ikan, pupuk, dan pakan. Abstract Data collection in this study was conducted in April to Mai 2018 located in two sub-districts, namely in Beutong District and Seunagan District of Nagan Raya Regency. The data-raising method is carried out on a census basis with the target of fish farmers respondents for primary data retrieval. Financial anlalysis is obtained through a study of the primary data of fish farmers with a financial value of B / C ratio of 2. 25, income calculation using the formula A = TR - TC. The result obtained value of Rp 2,087,234 / harvest allocation of the largest cost incurred by farmers for each business is in the cost of feed which is Rp 33,632,181. 72%) and Rp. 15,354,046. 46%) of the total cost incurred by fish farmers. The profit received by fish farmers for each business is Rp 4,241,255. production period for the cultivation of tilapia and goldfish in the pond and Rp 3,708,062. 35 / production period. Factors that affect the business income of tilapia and goldfish are fish seeds, fertilizers, and feed. Cara sitasi : Zuriat. Sanawiyah. Amarullah. , & Fuadi. Analisis finansial budidaya ikan air tawar di Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Perikanan Terpadu, 2. , 24-30. PENDAHULUAN Kabupaten Nagan Raya merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi pengembangan sumber daya perikanan air tawar yang terdapat di Aceh. Hal tersebut dilihat dari potensi luas lahan yang dimiliki Kabupaten Nagan Raya yaitu seluas 6. 521,30 hektar atau sebesar 0,58 persen yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pengembangan sektor perikanan dari total wilayah, yaitu 1. 928 hektar (Badan Pusat Statistik Kabupaten Nagan Raya, 2. Besarnya potensi usaha budidaya di Kabupaten Nagan raya dapat dilihat pada Tabel 1. Usaha budidaya ikan telah memberikan dampak positif terhadap kehidupan ekonomi masyarakat dalam bentuk penyerapan tenaga kerja atau mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan petani pembudidaya ikan maupun pelaku usaha. yang terlibat secara tidak langsung seperti pedagang pengentas ikan, usaha pemancingan, rumah khas ikan, usaha pasokan pupuk kandang . , dan pupuk buatan . enyedia sarana produksi perikana. , pengangkutan serta para penyedia jasa lainnya yang dengan adanya usaha budidaya ikan. Disamping itu, usaha budidaya ini juga berdampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat serta berkontribusi positif terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) bagi pemerintah daerah setempat (Supriyanto et al. , 2. Tabel 1. Potensi budidaya ikan air tawar di Kabupaten Nagan Raya tahun 2018 No Jenis Usaha Luas (H. 1 Kolam/tambak 2 Kolam 3 Jumlah Sumber : DKPP Nagan Raya . Persentase (%) Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2 No 2 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Pengembangan pemanfaatan kolam dipusatkan di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan. Hal ini didukung dengan lingkungan perairan yang spesifik, letaknya berada pada kawasan gunung, dengan pengelolaan secara optimal dan lestari, potensi lahan kolam di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan diharapkan memberikan kontribusi produksi yang memadai sesuai dengan daya dukung kawasan Berpijak dari uraian latar belakang diatas maka penulis mengangkat judul tentang AuAnalisis Pendapatan Usaha budidaya Ikan Air Tawar di Kabupaten Nagan Raya Au. Budidaya perikanan dalam arti sempit adalah usaha memelihara ikan yang sebelumnya hidup secara liar di alam menjadi ikan piaraan. Sedangkan dalam pengertian luas, semua usaha membesarkan dan memperoleh ikan, baik ikan itu masih hidup liar di alam atau yang sudah dibuatkan tempat tersendiri, dengan adanya campur tangan manusia. Jadi pengertian budidaya ikan tidak hanya memelihara ikan di kolam, tambak, empang, sawah dan sebagainya. Secara luas pengertian ini mencakup juga kegiatan mengusahakan komoditi perikanan di danau, sungai, waduk atau laut (Rahardi. Bedasrkan jenis-jenis ikan air tawar terdiri dari Ikan nila, ikan mas, ikan gurami, ikan lele, ikan patin dan ikan tawes. Keterangan : TC : Total Cost TFC : Total Fixed Cost TVC : Total Variabel Cost Penerimaan Total penerimaan yang didapat dalam kegiatan usaha budidaya ikan air tawar dapat dihitung dengan TR : P x Q Keterangan: TR : Total Reviunue/total penerimaan (R. : Harga perkilo (Rp/K. : Hasil produksi (K. Keuntungan Menghitung pendapatan usaha budidaya untuk menghitung pendapatan usaha budidaya yaitu dengan menghitung selisih penerimaan dan biaya usaha budidaya yang dirumuskan: A : TR Ae TC METODE Keterangan : Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2018 dan untuk lokasi penelitian dilaksanakan di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode sensus pada pembudidaya ikan di dua kecamatan tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan survey terhadap pembudidaya ikan air tawar untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah data primer, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Data primer dan sekunder adalah untuk memperoleh fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keteranganketerangan secara faktual, baik tentang sosial, ekonomi, politik dari suatu kelompok maupun suatu daerah (Nazir, 2. TR : Total Reviunue/total penerimaan (R. Analisis Data Biaya produksi secara matematis dapat ditentukan berdasarkan persamaan : TC : TFC TVC : Keuntugan (R. TC : Total cost/total biaya (R. HASIL DAN PEMBAHASAN Letak Kabupaten Nagan Raya Secara Geografis, terletak pada posisi 03o 40Ay-04o38Ay Lintang Utara dan 96o11Ay-96o48Ay Bujur Timur, sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Tengah. Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Barat Daya. Pada tahun 2017, nilai produksi perikanan air tawar untuk jenis usaha kolam yaitu senilai Rp 000 dan nilai produksi untuk jenis usaha Kolam yaitu senilai Rp dan mengalami peningkatan nilai produksi hingga tahun 2011, terdapat senilai Rp 000 untuk jenis usaha kolam dan senilai Rp Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2 No 2 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Peningkatan nilai produksi usaha tersebut memberikan peluang usaha yang sangat menjanjikan di masa yang akan datang bagi masyarakat Kabupaten Nagan Raya, khususnya bagi pembudidaya ikan. Tujuan utama bagi petani untuk membudidayakan perikanan air tawar, bukan semata-mata untuk mendapatkan produksi semata, akan tetapi bagaimana agar usaha tersebut dapat meningkatkan pendapatan petani dan layak secara ekonomi. Sehingga, usaha tersebut memberikan keuntungan maksimal bagi pembudidaya Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya dapat dilihat pada Tabel 3. Dari Tabel 3 dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan formal petani ikan di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya adalah SD. SMP sederajad 25,45 %. SMA sederajad, yaitu sebesar 58,18 %, . Deploma1/D3 10,91 %. S1 sebesar 3,64 %, seta Pasca Sarjana 1,82 %. Namun pengalaman dalam budidaya ikan sistem kolam tanah tidak dapat diukur berdasarkan tingkat pendidikan saja. Tabel 2. Identitas petani ikan menurut umur dan jenis kelamin. Jenis kelamin Kelompok umur Laki-laki Perempuan > 44 Jumlah Karakteristik Responden Diskripsi karakteristik pembudidaya ikan meliputi semua informasi ataupun kegiatan tentang latar belakang petani ikan serta jumlah keluarganya. Mata pencaharian pokok sebagian besar adalah di luar petani ikan dan banyak yang mengusahakan usaha tani ikan sebagai pekerjaan sampingan. Identitas petani ikan tersebut meliputi: jenis kelamin, umur, pendidikan, jenis pekerjaan, anggota keluarga, dan pengalaman budidaya Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui rata-rata umur petani ikan, yaitu antara usia lebih besar 44 tahun, sebesar 38,18 persen. Secara umum petani ikan mempunyai usaha tani ikan yang telah lama berjalan selama tiga tahun dan kebanyakan dari petani ikan adalah laki-laki. Semua operasional ditanggung oleh anggota keluarga, terutama laki-laki. 9,09 14,55 16,36 21,82 38,18 Pembiayaan Biaya tetap dikeluarkan untuk pembelian sarana dan prasarana usaha. Komponen biaya investasi terdiri dari tanah, peralatan dan konstruksi kolam serta bangunan Dari modal investasi ini akan diperoleh biaya Total biaya usaha tani ikan sistem Kolam adalah sebesar Rp 606. 099 yang terdiri dari bambu Rp 258. kayu Rp 169. 833, kawat Rp 13. 000, pathok Rp 26. paku Rp 9. 233, dan Peralatan Rp 129. Nilai-nilai ini diperoleh dari rata-rata biaya tetap tiap sampel petani ikan dalam satu kali panen. Biaya rata-rata variabel rinciannya antara lain meliputi biaya pakan, benih, tenaga kerja, transportasi, panen, dan komunikasi. Agar proses budidaya ikan sistem kolam di Kabupaten Nagan Raya dapat berjalan terus menerus maka petani ikan membuat kolam tanah Tabel 3. Tingkat Pendidikan pembudidaya ikan. No Tingkat Pendidikan Jumlah Petani. SD/ SMP/ MTs SMA/SMK/MA Deploma 1/-D3 Sarjana (S. Pasca sarjana (S2 ) Jumlah Komposisi pembudidaya ikan berdasarkan tingkat pendidikan akan memberikan gambaran pendidikan petani ikan di Kabupaten Nagan Raya. Tingkat pendidikan petani ikan di Kecamatan Beutong dan Persentase Persentase 25,45 58,18 10,91 3,64 1,82 dengan ukuran 8 x 4 meter dan 12 x 3 meter persegi dengan penebaran benih ikan sesuai dengan kapasitas kolam tanah agar dapat menekan angka kematian benih Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2 No 2 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Biaya tetap meliputi bambu, kayu, kawat, pathok, paku, cangkul, palu, jaring, gergaji, dan belati. Rincian tersebut sudah meliputi bahan kontruksi rakit dan pengikat kolam dan juga peralatan lain usaha tani ikan sistem kolam tanah. Pelaksanaan suatu usaha tidak akan memberikan produksi yang optimal tanpa didukung oleh penggunaan sarana produksi yang tepat. Untuk itu, diperlukan efisiensi terhadap faktor input produksi, khususnya usaha budidaya perikanan air tawar di Kabupaten Nagan Raya. Adapun sarana produksi yang digunakan petani yang terdapat di daerah penelitian, seperti: kolam/Kolam, benih, pakan dan tenaga kerja. Untuk mengetahui alokasi penggunaan sarana produksi untuk masingmasing usaha budidaya perikanan air tawar di Kabupaten Nagan Raya dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jenis dan jumlah alokasi Penggunaan sarana produksi yang dikeluarkan kan petani ikan untuk masing-masing usaha, yaitu usaha budidaya ikan kolam dan budidaya ikan Kolam. Tabel 4. Rata-rata biaya tetap pembudidaya ikan satu fase panen Uraian Tanah Kontruksi kolam Bangunan dan pagar Bambo Kayu Kawat Patok Paku Peralatan Rata-rata Biaya Tetap Umur Teknis (Musi. Pada Tabel 1 menunjukkan bahwa rata- rata usaha budidaya perikanan yang dimiliki oleh petani ikan di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan Nagan Raya adalah sebanyak 1 unit kolam dengan volume usaha rata-rata yaitu sebesar 1. 058,34 m3. Selanjutnya, usaha perikanan air tawar yang terdapat di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan, jumlah Kolam yang diusahakan petani rata-rata sebanyak 1 unit Kolam dengan volume usaha rata-rata yang dimiliki petani Kolam yaitu sebesar 76,8 m3. Adapun biaya variabel yang di keluarkan oleh responden sebagaimana hasil wawancara melalui kuesioner adalah sebagai berikut : Tabel 5. Rata-rata biaya variable per musim No Uraian Pakan Benih Tenaga kerja Transportasi Panen Lain-lain Total Biaya/ Musim . alam rupia. Persentase 28,16 19,43 9,27 2,30 19,17 1,67 Biaya terbesar yang dikeluarkan dalam usaha tani ikan sistem kolam ini adalah, pakan 28,16 persen, serta benih 19,43 persen dan sisanya untuk biaya panen, transportasi, dan lain-lain. Biaya tenaga kerja dimasukkan dalam biaya variabel karena analisis usaha tani ini menggunakan analisis ekonomi, walaupun tenaga kerja yang digunakan untuk pembuatan kolam tanah dari luar anggota keluarga. Pemberian pakan, pembelian benih, dan pemeliharaan dilakukan oleh anggota keluarga tetapi untuk pembuatan kolam, panen, dan transportasi digunakan tenaga kerja dari luar. Penelitian ini menggunakan analisis ekonomi sehingga tenaga kerja dalam keluarga petani dihitung sama dengan upah tenaga kerja yang dibayarkan. Analisis ini didasarkan pada keadaan yang sebenarnya dengan menggunakan harga yang berlaku di lapangan. Banyak petani ikan yang belum menghitung biaya total tenaga kerja dalam usaha tani ikan sistem kolam ini, sehingga peneliti ingin memasukkan pengeluaran biaya tenaga kerja yang khususnya tenaga kerja di luar anggota keluarga agar petani ikan yang mengusahakan usaha tani ikan sistem kolam dapat menghitung pengeluaran biaya tenaga kerja luar dalam satu musim panen untuk pembersihan kolam, pembuatan kolam, dan yang Biaya pembuatan kolam sudah termasuk dalam biaya tenaga kerja luar dikarenakan keseluruhan untuk total biaya pembuatan Kolam tanah menggunakan tenaga luar keluarga. Penggunaan dan biaya sarana produksi pada usaha budidaya ikan lemak dalam Kolam dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menyajikan data lapangan yang telah ditabulasikan dalam bentuk Komponen Produksi Benih ikan yang digunakan petani biasanya berasal dari Usaha Pembenihan rakyat (UPR) yang terdapat di Desa Kuta Bate Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya, yaitu Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan. Rata-rata benih ikanyang digunakan petani masing-masing usaha yaitu 1. 969 ekor. Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2 No 2 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Tabel 6. Alokasi biaya produksi usaha budidaya perikanan air tawar di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan. No. Uraian Rata-rata biaya (R. Persentase Biaya tetap: Penyusutan Kolam 000,00 1,20 Penyusutan alat: 545,45 0,02 A Ember 545,45 0,02 A Tangguk 030,30 0,03 A Cangkul 030,30 0,03 A Sekop Biaya variabel: 181,82 3,65 Benih 181,81 77,72 Pakan: 363,64 0,54 A Pelet udang 727,27 0,53 A Pelet F-99 272,73 0,69 A Pop Pan-1 272,73 6,36 A Pop Pan-2 000,00 6,81 A Pelet 782 818,18 62,75 A Buatan Obat-obatan: 636,36 0,48 A Kapur 636,36 0,14 000,00 0,11 A Em-4 000,00 0,16 A Minaraya 911,11 4,17 Tenaga Kerja: 500,00 10,45 A TKDK 181,82 2,24 A TKLK A Servis kolam Jumlah 744,44 Alokasi penggunaan pakan yang digunakan petani untuk usaha kolam di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya, antara lain: pelet udang sebanyak 18 kg. Pelet F-99 sebanyak 18 kg. Pop Pan-1 sebanyak 37 kg. Pop Pan-2 sebanyak 360 kg. Pelet 782 sebanyak 421 kg dan pelet buatan 759 kg. selanjutnya, pada Tabel 3 memperlihatkan alokasi penggunaan pakan ikan untuk usaha Kolam di Kabupaten Nagan Raya, antara lain: pelet sebanyak 274 kg, sayuran sebanyak 719 kg, telur sebanyak 218 Kg, dan kulit ayam sebanyak 150 kg. Pemberian pakan yang dijalankan pembudidaya ikan untuk masing-masing usaha di Kabupaten Nagan Raya rata-rata sebanyak 2 kali sehari dengan jenis pakan yang Tabel 4 dan Tabel 5 menunjukkan bahwa alokasi biaya terbesar dikeluarkan petani untuk masingmasing usaha terdapat pada biaya pakan yaitu Rp 181,81 . ,72%) dan Rp. ,46%) dari total biaya yang dikeluarkan petani ikan. Berdasarkan hasil wawancara,menunjukkan bahwa tidak semua petani ikan mengeluarkan biaya untuk obat-obatan. Hal tersebut ditemukan pada usaha budidaya ikan dalam Kolam di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan. Berbeda halnya dengan petani ikan dalam kolam (Tabel . yang menggunakan obatobatan dengan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 636,36 atau 0,48% dari total biaya yang dikeluarkan petani ikan di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Penerimaan Usaha Pendapatan Usaha Tani Ikan. Perhitungan pendapatan bersih petani ikan dalam usaha tani ikan sistem Kolam dapat dicari dengan menghitung selisih antara total penerimaan (TR) dan total biaya (TC) selama satu musim. Analisis pendapatan dilakukan untuk menentukan pendapatan yang diperoleh petani ikan dalam usaha tani ikan sistem kolam. Hasil perhitungannya adalah sebagai berikut : TI = TR Ae TC = Rp 3. 300,00= Rp 2. 066,00 Analisis pendapatan petani ikan digunakan untuk mengetahui berapa pendapatan yang diperoleh petani ikan dari usahanya. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh tampak bahwa dengan rata-rata biaya tetap sebesar Rp 606. 099 ditambah dengan biaya variabel Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2 No 2 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X sebesar Rp 1. 967 dengan modal sendiri akan mendapatkan pendapatan bersih sebesar Rp 2. per 32 m2 per musim panen per petani. Penerimaan berasal dari hasil penjualan produksi rata-rata 341,3 kg dikalikan dengan harga jual ikan Rp 11. 000,00/kg diperoleh hasil Rp 3. Analisa Finansial Analisis Kelayakan Usaha. Layak atau tidaknya suatu usaha dapat diketahui dengan analisis kelayakan. Analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah perhitungan untuk mengetahui apakah suatu usaha memberikan keuntungan bagi pelaku usaha. Oleh karena itu dilakukan penelitian. Benefit Cost ratio (B/C rasi. Kelayakannya. Soekartawi menyebutkan bahwa R/C ratio adalah perbandingan . antara penerimaan dan biaya, dalam hal ini revenue merupakan nilai produksi yang diperoleh petani, yakni kuantitas yang dihasilkan dikalikan dengan harga yang Biaya . merupakan semua pengeluaran yang dikorbankan petani untuk berusaha tani ikan. Analisis R/C ratio digunakan untuk mengetahui apakah petani dalam mengusahakan usaha tani ikan dengan sistem kolam tanah layak untuk dikembangkan. Secara matematik, hal ini dapat dituliskan sebagai berikut. (RCR) dari usaha budidaya perikanan air tawar di Kabupaten Nagan Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya perikanan air tawar yang dijalankan petani di Kabupaten Nagan Raya layak untuk diusahakan dan Hal tersebut ditunjukkan dari hasil perhitungan RCR yang dilakukan diperoleh RCR untuk masing- masing usaha sebesar 1,09 untuk usaha budidaya ikan kolam di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya dan 1,11 untuk usaha Kolam di Kabupaten Nagan Raya. KESIMPULAN Adapun kesimpulan yang dapat penulis simpulkan berdasarkan hasil penelitian adalah Besarnya keuntungan yang didapatkan sebesar: Rp. 000 dan rata-rata keuntungan yang diperoleh keuntungan yang diperoleh sebesar: Rp. Rp. 665, sedangkan yang tertingi keuntungan yang didapat kan sebesar: Rp. 00/ panen. Faktor yang pempengaruhi pendapatan usaha budidayaikan air tawar adalah: kesediaan benih, dan besarnya persentase untuk biaya faktor input produksi yakni pakan. R/C ratio = DAFTAR PUSTAKA