Fenomenologi gaya hidup . (Fahri Landun. FENOMENOLOGI GAYA HIDUP HEDONISME MAHASISWA PENGGUNA APLIKASI INSTAGRAM PHENOMENOLOGY ABOUT THE HEDONISM LIFESTYLES FROM STUDENTS WHO USING INSTAGRAM APPS Oleh: Fahri Landung. Prodi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, fahri. landung2016@student. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan lebih mendalam mengenai gaya hidup hedonisme pada mahasiswa pengguna aplikasi instagram. Tujuan dari penelitian ini berfokus pada: . faktor penyebab mahasiswa melakukan gaya hidup hedonisme, . tujuan mahasiswa melakukan gaya hidup hedonisme, dan . tujuan mahasiswa mempublikasikan gaya hidup hedonisme di aplikasi instagram. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi. Subjek penelitian yaitu tiga mahasiswa pengguna instagram yang bergaya hidup hedonisme. Key informan dalam penelitian ini yaitu teman dari setiap mahasiswa yang menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian menjelaskan bahwa: . Faktor penyebab mahasiswa melakukan gaya hidup hedonisme yaitu faktor internal berupa perasaan senang, kepuasan hati, menjadi lebih percaya diri, mendapat pengakuan dari orang lain, adanya perasaan bangga, kenikmatan yang dirasakan, serta faktor eksternal berupa adanya kelompok referensi. Tujuan bergaya hidup hedonisme yaitu untuk mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan diri sendiri, serta membuat hidup menjadi lebih . Tujuan dari mempublikasikan di aplikasi instagram adalah untuk ajang pamer yaitu bertujuan memberitahu orang lain mengenai aktivitas hedonisme yang dilakukannya, untuk mendapatkan respon dan atau komentar mengenai unggahannya tersebut, serta untuk melakukan review terhadap aktivitas atau kegiatan atau suatu hal yang dilakukan. Kata Kunci : gaya hidup hedonisme, aplikasi instagram. Abstract This study aims to explain more deeply about the hedonism lifestyle among students using the Instagram application. The purpose of this study focuses on: . the factors that cause students to live a hedonistic lifestyle, . the goals of students living a hedonistic lifestyle, and . the goals of students publishing a hedonistic lifestyle on the Instagram application. This research is a phenomenology The research subjects were three students using Instagram with a hedonistic lifestyle. The key informants in this study were friends of each student who were the research subjects. The results of the study explain that: . The factors that cause students to live a hedonistic lifestyle are internal factors such as feelings of pleasure, satisfaction of hearts, being more confident, getting recognition from others, feelings of pride, perceived enjoyment, and external factor in the form of reference groups. The goal of a hedonism lifestyle is to get pleasure and happiness for yourself, and to make life better . The purpose of publishing the hedonism lifestyle on the Instagram application is to show off, which is to tell others about the hedonistic activities it does, to get responses and/or comments about the uploads, and to review activities or something that is done. Keywords: lifestyle of hedonism, instagram application PENDAHULUAN perguruan tinggi yang terdiri dari akademik. Menurut Hartaji . 2: . Mahasiswa adalah politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas. seseorang yang sedang dalam proses menimba Usia mahasiswa biasanya berkisar antara 18 ilmu ataupun belajar dan terdaftar sedang sampai 25 tahun. Menurut Willis. S . usia menjalani pendidikan pada salah satu bentuk 18 tahun sampai 24 tahun merupakan usia dewasa awal . oung adulthoo. Masa dewasa awal 322 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 merupakan masa penyesuaian diri terhadap pola- make up, menongkrong di cafe, dan melakukan pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial kegiatan yang bertujuan untuk kebahagiaan yang baru sebagai orang dewasa. Santrock . , mengemukakan bahwa orang dewasa Istilah lain dari kebahagiaan diri ialah muda termasuk masa transisi, baik secara fisik. Eudaimonia sering diterjemahkan transisi secara intelektual serta transisi peran sebagai "kebahagiaan", dan karenanya dapat Perkembangan sosial masa dewasa awal adalah puncak dari perkembangan sosial masa Namun, eudamonia lebih baik Pada masa ini, penentuan relasi sangat diterjemahkan sebagai berkembang atau unggul. memegang peranan penting. Hurlock . Lebih mengemukakan beberapa karakteristik dewasa awal dan pada salah satu intinya dikatakan bahwa menunjukkan keunggulan dan kebaikan sesuai dewasa awal merupakan suatu masa penyesuaian dengan nalar dan kontemplasi yang membedakan diri dengan cara hidup baru dan memanfaatkan kita dari spesies lain . dan dilakukan demi kebebasan yang diperolehnya. kepentingannya sendiri. Konsepnya mencakup Mahasiswa sebagai tulang punggung dan Aristoteles kebajikan moral seperti keadilan, kebaikan, kaum intelektual bangsa, dalam konteks yang lebih luas sudah seharusnya bisa mengambil intelektual dan kinerja tinggi dalam aktivitas apa peranan dalam membangun sebuah peradaban. pun, serta pengembangan potensi seseorang Dengan segala disiplin ilmu yang dipelajari di (Huta, 2. Berbeda dengan konsep Eudamonia adapula mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu-ilmu konsep Hedonia. Hirscman dan Halbroak . alam Utami, merupakan kecenderungan konsumen terhadap Faktanya, yang terjadi di zaman sekarang budaya konsumtif yang menggunakan produk mahasiswa cenderung menyukai kesenangan dan kesenangan-kesenangan kenikmatan dalam menjalani hidup. Kepedulian berorientasi pada materi. terlupakan dan tergantikan dengan kenikmatan dan kesenangan sesaat. Sebagian Di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Dalam kamus Collins Gem . dinyatakan bahwa, menghabiskan waktu dan uangnya untuk berburu Auhedonisme adalah doktrin yang menyatakan kesenangan di tempat hiburan dari pada untuk bahwa kesenangan adalah hal yang paling penting membeli buku. Mereka menjajakan uangnya dalam hidup, atau hedonisme adalah paham yang untuk membeli gadget terbaru, membeli peralatan orang-orang Fenomenologi gaya hidup . (Fahri Landun. 323 kesenangan hidup semata-mataAy. hedonisme lebih dengan kebiasaan QQ yang rela membayar orang menitik beratkan kepada kebutuhan jasmani dari lain untuk membersigkan kamar kosnya dari pada pada rohani. Hedonisme kurang lebih adalah ia bersihkan sendiri. Ciri hedonisme lain yang berupa kesenangan sesaat yaitu kesenangan ditunjukkan oleh QQ yaitu memenuhi keinginan- keinginan spontan yang muncul, ditunjukkan Di era digital saat ini, media sosial dengan 1 sampai 3 kali dalam seminggu pergi ke berpengaruh terhadap tumbuhnya gaya hidup restoran-restoran mewah dan sesekali dia juga hedonisme di kalangan mahasiswa. Salah satu menginap di hotel berbintang di kota Yogyakarta. Beberapa kegiatan di atas tersebut, sering ia abadikan di dalam instagram pribadinya. Instagram adalah sebuah aplikasi Berdasarkan eksplorasi di lapangan terhadap berbagi foto yang memungkinkan pengguna mahasiswa yang berinisial QQ, didapat hasil mengambil foto, menerapkan filter digital, dan bahwa ia membuka aplikasi instagram dengan membagikannya ke berbagai layanan jejaring durasi 5 sampai 10 menit dan itu dilakukan 5 sampai 10 kali perhari. Ia membuka instagram (Atmoko, 2012:. dengan tujuan mencari hiburan ketika sedang Mahasiswa menggunakan instagram tidak Ia juga sering membuka akun online hanya untuk membagikan kegiatan sehari-hari yang sedang mereka lakukan. Akan tetapi. Ia membuka instagram juga untuk membagikan kehidupan kesehariannya hanya moment atau tempat tertentu yang memang sudah untuk kesenangan dan kepuasan dirinya sendiri. memiliki nilai-nilai penting ataupun spesial bagi Ia merasa ada yang kurang dan merasa gelisah para pengguna instagram. Misalnya, ketika apabila ia dalam sehari tidak membuka aplikasi mereka sedang pergi ke cafe, restoran, fashion, barang-barang atau tempat wisata yang sedang hits atau orang Berdasarkan paparan diatas, penelitian ini biasa menyebutnya tempat kekinian. Instagram akan membahas tentang AuFenomenologi Gaya sering kali digunakan oleh mahasiswa sebagai Hidup Hedonisme Mahasiswa Pengguna Aplikasi InstagramAy. Penelitian ini mengenai hal-hal yang terkait dengan gaya hidup Kegiatan prapenelitian yang dilakukan pada bulan November sampai Desember 2019 terhadap mahasiswa yang berinisial QQ. Mahasiswa tersebut menunjukkan perilaku hedonisme seperti teori yang dikemukakan oleh Cicerno dalam Russel dengan ciri-ciri, memiliki pandangan gaya hidup yang serba instan. Hal itu ditunjukkan akan mendalami METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian fenomenologi. Menurut Arifin . penelitian fenomenologi merupakan suatu 324 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 kajian untuk mengungkap dan menjelaskan Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan berdasarkan kesadaran pada beberapa individu penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami, pedoman wawancara yang mengacu pada aktifitas sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau gaya hidup hedonisme. peneliti menyusun pedoman memahami fenomena yang sedang dikaji. Tujuan utama dari fenomenologi adalah untuk mereduksi menggunakan pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Negeri Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni peneliti adalah dengan teknik triangulasi. Dalam penelitian ini guna mendapatkan keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber Subjek Penelitian Subjek yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek yaitu dengan membandingkan data yang telah sampai Agustus 2020. Uji keabsahan data yang dilakukan oleh Waktu dan Tempat Penelitian Universitas Uji Keabsahan Data pengalaman individu. Pendidikan informan lain yang dekat dan mengetahui tentang kehidupan subjek. bergaya hidup hedonisme pengguna aolikasi instagram yang berjumlah tiga orang yaitu A. B, dan C. Selain ketiga subjek, peneliti juga menggunakan tiga orang key informan yang meliputi orang terdekat subjek yaitu X. Y, dan Z. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengacu pada konsep Milles & Huberman . 2: . yaitu analisis data dalam tiga langkah, yaitu: Data. Intrumen, dan Teknik Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan Data Teknik wawancara yang dilakukan peneliti adalah wawancara mendalam bebas terpimpin. Wawancara bebas terpimpin adalah wawancara yang dilakukan dengan tetap menggunakan pedoman wawancara namun tidak mengikat sehingga data atau informasi dapat dikembangkan sesuai dengan inti permasalahan (Mardalis, 2014: Instrumen Penelitian Reduksi data Pada tahap ini yaitu menyimpulkan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan mengumpulkan semua data kemudian peneliti memilih, menyusun, dan mengetik data tersebut sesuai dengan yang diperoleh dan Penyajian data Penyajian data yaitu sekumpulan informasi yang tersusun dan memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan penarikan tindakan. Penarikan kesimpulan Fenomenologi gaya hidup . (Fahri Landun. 325 Penarikan kesimpulan dalam analisis data Miles Huberman (Sugiyono, 2017 : . kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan buktu-bukti yang kuat dan mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya, tetapi bila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan kredibel. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus 2020 di Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara secara daring kepada tiga subjek yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang memenuhi kriteria sebagai mahasiswa bergaya hidup hedonisme berdasarkan pada teori gaya Faktor Penyebab Perasaan senang saat melakukan gaya hidup hedonisme Kenikmatan yang dirasakan oleh subjek saat melakukan gaya hidup hedonisme Lingkungan sekitar yaitu kakak memperkenalkan gaya hidup hedonisme, subjek A meniru gaya hidup hedonisme seperti yang dilakukan kakak Tabel 2. Faktor penyebab subjek B melakukan gaya hidup hedonisme. Faktor Penyebab Kepuasan batin Menjadi lebih percaya diri Mendapat pengakuan dari orang lain Kenikmatan yang dirasakan oleh subjek saat melakukan gaya hidup hedonisme Pengaruh dari media sosial terutama Tabel 3. Faktor penyebab subjek C melakukan gaya hidup hedonisme. Faktor Penyebab Perasaan bangga. Kepuasan batin ketika melakukan gaya hidup hidup hedonisme. Pengaruh dari lingkungan pertemanan atau pergaulan dan. Pengaruh dari media sosial. hidup hedonisme. Selain itu, wawancara secara daring juga dilakukan kepada tiga key informan Tujuan mahasiswa melakukan gaya hidup yang merupakan orang terdekat yang memiliki informasi terkait dengan subjek penelitian. Tabel 4. Tujuan Subjek A melakukan gaya hidup hedonisme Tujuan Melakukan Gaya Hidup Hedonisme Kesenangan diri sendiri Mendapatkan hal-hal yang diinginkan Jika tujuan dari gaya hidup tersebut tidak tercapai maka timbul perasaan sedih dan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti mendapatkan data terkait gaya hidup instagram yang dimunculkan oleh tiga subjek yang telah dipilih sebelumnya. Faktor mahasiswa melakukan gaya hidup Tabel 1. Faktor penyebab subjek A melakukan gaya hidup hedonisme. Tabel 5. Tujuan Subjek B melakukan gaya hidup hedonisme Tujuan Melakukan Gaya Hidup Hedonisme Membuat hidup menjadi lebih baik Jika tujuan dari gaya hidup tersebut tidak tercapai maka akan menimbulkan tekanan batin pada subjek 326 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 Tabel 6. Tujuan Subjek C melakukan gaya hidup hedonisme Tujuan Melakukan Gaya Hidup Hedonisme Kesenangan Menghilangkan stress Melampiaskan emosi Jika tujuan dari gaya hidup tersebut tidak tercapai maka akan timbul adanya beban hidup pada subjek Tujuan mahasiswa mempublikasikan gaya hidup hedonisme ke aplikasi instagram. Pembahasan Seseorang melakukan sebuah gaya hidup khususnya gaya hidup hedonisme tentunya disebabkan karena adanya faktor penyebab. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Kotler . menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup seseorang adalah sikap, pengalaman dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif, dan persepsi, serta kelompok Tabel 7. Tujuan Subjek A mempublikasikan referensi, kelas sosial, keluarga, dan kebudayaan. gaya hidup hedonisme ke aplikasi instagram. Faktor-faktor tersebut dikelompokan menjadi Tujuan Mengunggah Gaya Hidup Hedonisme di Aplikasi Instagram Melakukan review terhadap suatu hal atau kegiatan yang dilakukan. Untuk ajang pamer. Mendapatkan rasa senang saat unggahannya diberikan komentar atau respon oleh orang lain. Tabel 8. Tujuan Subjek B mempublikasikan faktor yang berasal dari dalam diri individu gaya hidup hedonisme ke aplikasi instagram. faktor dari luar diri subjek atau eksternal. Tujuan Mengunggah Gaya Hidup Hedonisme di Aplikasi Instagram Mengekspresikan rasa puas atas Untuk ajang pamer. Melakukan review terhadap suatu hal atau kegiatan yang dilakukan Mendapatkan rasa puas dan bangga saat unggahannya diberikan komentar oleh orang lain. Tabel 9. Tujuan Subjek C mempublikasikan gaya hidup hedonisme ke aplikasi instagram. Tujuan Mengunggah Gaya Hidup Hedonisme di Aplikasi Instagram Untuk ajang pamer. Mendapatkan rasa puas jika unggahannya diberi respon oleh orang . dan faktor yang berasal dari luar . Subjek A. B, dan C dalam penelitian ini memiliki faktor penyebab yang hampir sama yang menyebabkan subjek melakukan gaya hidup hedonisme, yaitu disebabkan karena adanya faktor dari dalam diri subjek atau internal dan Faktor penyebab subjek A melakukan gaya hidup hedonisme disebabkan karena adanya faktor internal berupa adanya perasaan senang, kepuasan hati, serta adanya kenikmatan yang dirasakan oleh subjek ketika melakukan gaya hidup ini. Subjek B melakukan gaya hidup hedonisme disebabkan karena adanya faktor internal berupa kepuasan batin, menjadi lebih percaya diri, mendapat pengakuan dari orang lain, serta kenikmatan yang di rasakan saat melakukan gaya hidup hedonisme. Subjek C melakukan gaya hidup hedonisme disebabkan karena adanya faktor internal berupa perasaan bangga dan kepuasan hati setelah melakukan gaya hidup Faktor penyebab ketiga subjek tersebut selaras dengan teori dari Kotler . mengenai faktor dari dalam individu atau internal bahwa Fenomenologi gaya hidup . (Fahri Landun. 327 perasaan senang, kepuasan hati, menjadi lebih lingkungan sekitar yaitu kakak, media sosial percaya diri, mendapat pengakuan dari orang lain, adanya perasaan bangga, serta kenikmatan yang pergaulan merupakan kelompok referensi yang dirasakan adalah sebuah motif dan persepsi dari mempengaruhi ketiga subjek untuk melakukan subjek A. B, dan C bergaya hidup hedonisme. gaya hidup hedonisme. Perasaan senang, kepuasan hati, menjadi lebih Setelah percaya diri, mendapat pengakuan dari orang lain, selanjutnya adalah menjelaskan tujuan melakukan adanya perasaan bangga, serta kenikmatan yang gaya hidup hedonisme. Ketiga subjek memiliki dirasakan menjadi motif yang mendorong dan tujuan yang sama ketika melakukan gaya hidup mendasari ketiga subjek untuk melakukan gaya hedonisme yaitu kesenangan. Kesenangan yang hidup hedonisme sehingga membentuk sebuah persepsi bahwa perasaan senang, kepuasan hati, menjadi lebih percaya diri, mendapat pengakuan dari orang lain, adanya perasaan bangga, serta eudaimonisme dari Aristoteles (Ryff, 1. yang menganggap kebahagiaan sebagai tujuan segala terwujud jika ketiga subjek melakukan gaya hidup hedonisme. Hal tindak-tanduk manusia. Subjek A melakukan gaya hidup hedonisme Faktor eksternal dari ketiga subjek hampir ini bertujuan untuk menyenangkan diri sendiri sama yaitu dipengaruhi oleh kelompok referensi berupa lingkungan, hanya saja lingkungan yang mendapatkan hal-hal yang diinginkan. Sesuai memberikan pengaruh berbeda-beda pada setiap dengan teori dari Lopez . 9: 473-. dalam Subjek A melakukan gaya hidup ini buku the encyclopedia of positive psychology, adalah lingkungan sekitar yaitu kakak subjek, bahwa hedonisme dari sudut pandang psikologis kakak memperkenalkan gaya hidup hedonisme berpendapat bahwa setiap orang hanya bertujuan kepada subjek kemudian subjek mengikuti apa untuk kesenangan sebagai tujuan akhir. yang telah dilakukan oleh sang kakak. Subjek B Jika dijabarkan maka tujuan dari gaya hidup bergaya hidup hedonisme yaitu lingkungan ini bagi subjek A adalah untuk mendapatkan hal- berupa pengaruh dari media sosial terutama hal yang diinginkannya sehingga subjek merasa Subjek melihat berbagai macam foto senang dan akan menimbulkan kebahagiaan. dan video di instagram kemudian membuat Tujuan subjek B melakukan gaya hidup subjek ingin memilikinya atau melakukannya. hedonisme adalah untuk membuat hidup menjadi Subjek C melakukan gaya hidup ini adalah lebih baik dan untuk menyenangkan diri sendiri pengaruh dari lingkungan pertemanan atau sehingga kebahagiaan akan tercapai. Selaras pergaulan dan pengaruh dari media sosial. Selaras dengan teori Moeliono . bahwa hedonisme dengan teori dari Kotler . mengenai faktor adalah pandangan hidup yang menganggap 328 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 bahwa kesenangan dan kenikmatan hidup adalah kegiatan yang dilakukan misalnya review make tujuan utama. up dan makanan. Tujuan lainnya adalah untuk Subjek B menganggap bahwa segala aktivitas ajang pamer yaitu mengunggah gaya hidup hedonisme nya di aplikasi instagram sehingga pembuktian bahwa kerja keras yang dilakukannya dapat dilihat orang lain, serta mendapatkan rasa saat ini telah membuahkan hasil baik yang senang saat unggahannya diberikan komentar membuat hidupnya menjadi lebih baik. atau respon oleh orang lain. Tujuan subjek C bergaya hidup hedonisme Subjek adalah untuk kesenangan, menghilangkan stress, hedonisme di aplikasi instagram bertujuan untuk serta untuk melampiaskan emosi sehingga akan mengekspresikan rasa puas atas pencapaiannya. tercapai kebahagiaan dalam hidupnya. Sesuai Tujuan lainnya adalah untuk melakukan review dengan teori dari APA Dictionary of Psychology terhadap suatu hal atau kegiatan yang dilakukan Second Edition . bahwa hedonisme misalnya review makanan. Selain itu juga untuk adalah ajaran bahwa kesenangan adalah kebaikan ajang pamer dengan mengunggah mengenai gaya hakiki dan merupakan tujuan yang tepat dari hidup hedonisme yang dijalaninya di aplikasi semua tindakan manusia. instagram, serta mendapatkan rasa puas dan Aktivitas hedonisme yang dilakukan subjek C tersebut bertujuan untuk menghilangkan stress, bangga saat unggahannya diberikan komentar oleh orang lain. melampiaskan emosi, serta untuk kesenangan Tujuan subjek C mempublikasi gaya hidup yang dapat menciptakan kebahagiaan bagi subjek. hedonisme di aplikasi instagram adalah untuk Aplikasi instagram merupakan aplikasi yang ajang pamer yaitu memberitahukan kepada memberikan sarana bagi penggunanya untuk banyak orang tentang hal atau kegiatan yang mengunggah dan melihat foto atau video serta sedang dilakukan. Hal tersebut dilakukan dengan memberikan informasi secara cepat menggunakan dengan mengunggah gaya hidup hedonismenya di jaringan internet. Hal ini sesuai dengan teori yang aplikasi instagram, serta untuk mendapatkan rasa puas jika unggahannya diberi respon oleh orang Putri Apabila disimpulkan maka tujuan subjek A, informasi yang disampaikan dapat diterima B, dan C mengunggah gaya hidup hedonisme di dengan cepat. Olehkarena itu, aplikasi instagram aplikasi instgaram adalah untuk ajang pamer ini menjadi salah satu wadah bagi subjek A. B, yaitu bertujuan memberitahu orang lain mengenai aktivitas hedonisme yang dilakukannya, serta untuk mendapatkan respon dan atau komentar Tujuan subjek A mempublikasikan aktivitas mengenai unggahannya tersebut. Tujuan lainnya hedonisme ke aplikasi instagram diantaranya juga untuk melakukan review terhadap aktivitas untuk melakukan review terhadap suatu hal atau atau kegiatan atau suatu hal yang dilakukan. Fenomenologi gaya hidup . (Fahri Landun. SIMPULAN DAN SARAN sehingga kebahagiaan akan tercapai. Sedangkan Simpulan tujuan subjek C bergaya hidup hedonisme adalah Berdasarkan peneitian dan pembahasan yang untuk kesenangan, menghilangkan stress, serta telah dilakukan, penelitian ini dapat ditarik tercapai kebahagiaan dalam hidupnya. Faktor penyebab mahasiswa melakukan gaya Tujuan mahasiswa mengunggah gaya hidup hidup hedonisme. hedonisme ke aplikasi instagram. Faktor penyebab mahasiswa melakukan gaya Dari hidup hedonisme dalam penelitian ini ditemukan disimpulkan bahwa tujuan subjek penelitian dua jenis faktor yaitu faktor internal dan juga mengunggah gaya hidup hedonisme ke aplikasi faktor eksternal. Faktor internal yang menjadi instagram adalah untuk ajang pamer yaitu penyebab munculnya gaya hidup hedonisme dalam penelitian ini meliputi motif dan persepsi. Sedangkan faktor eksternal yang muncul meliputi dilakukannya, serta untuk mendapatkan respon lingkungan keluarga, lingkungan pertemanan, dan dan atau komentar kelompok referensi. Secara rinci dapat dijelaskan Tujuan lainnya untuk mengekspresikan bahwa faktor penyebab subjek A melakukan gaya rasa puas atas pencapaiannya dan juga untuk hidup hedonisme meliputi motif, persepsi, dan pengaruh lingkungan keluarga. Faktor penyebab kegiatan atau suatu hal yang dilakukan. mengenai unggahannya subjek B melakukan gaya hidup hedonisme meliputi motif, persepsi, dan pengaruh media sosial terutama Instagram. Faktor penyebab Saran Berdasarkan subjek C melakukan gaya hidup hedonisme dilakukan, peneliti memberikan saran sebagai meliputi motif, persepsi, lingkungan pertemanan, dan media sosial. Bagi Mahasiswa Tujuan mahasiswa melakukan gaya hidup Tujuan Peneliti mahasiswa agar dapat mengontrol dirinya sendiri dari hal-hal yang bersifat kesenangan dan melakukan gaya hidup hedonisme setidaknya kenikmatan yang sesaat namun dapat berdampak hampir sama. Berikut adalah rincian dari masing- buruk dikemudian hari. masing subjek. Subjek A melakukan gaya hidup Bagi peneliti yang tertarik meneliti gaya hidup hedonisme ini bertujuan untuk menyenangkan Peneliti berharap kepada peneliti Tujuan tertarik untuk meneliti topik yang sama dapat hedonisme adalah untuk membuat hidup menjadi memperhatikan adanya keterbatasan peneliti yang lebih baik dan untuk menyenangkan diri sendiri Hal ini dilakukan agar bisa digunakan 330 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kualitas data yang diperoleh. Peneliti berharap peneliti yang lain untuk bisa menambahkan jumlah subjek, jumlah key informan, dan dapat memperkaya data penelitian. DAFTAR PUSTAKA