Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 Marduati. Mohamed Ali Haniffa1,2 Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh1. Universiti Utara Malaysia2 marduati@ar-raniry. id, m. ali@uum. Abstract: Tracing the history of Aceh through traces of civilization that was built from the period of the Kingdom of Aceh Darussalam has been recorded in historical records as well as documentation in the form of pictures and map images. It is necessary to trace existing buildings and other objects from past human cultural works to explain the existence of civilization created from the two periodization of Aceh history. The method used is descriptive analysis. The results of the study explain that the peak of the glory of Sultan Iskandar Muda 1607-1636 succeeded in building Aceh as an international trading port causing abundant income, prosperous people's lives and the creation of a glorious This caused the Dutch to come to wage war. As a result of the war, many Acehnese civilizations were destroyed. The change of government gave rise to a new civilization and with a new style (European styl. In 1994, a map of the Netherlands described the development and categorized it into 3 . parts, namely public buildings, offices as well as the governor's house and military reinforcement. However, development did not proceed as in other areas such as on the island of Java because the Dutch government was not calm due to frequent disturbances from the Acehnese people. Thus, it is hoped that historical traces in the form of past works need to be preserved as evidence of Aceh's glory. Key Word: Dutch Colonial. Aceh Darussalam. Abstrak: Penelusuran sejarah Aceh melalui jejak peradaban yang dibangun mulai dari masa Kerajaan Aceh Darussalam telah terekam dalam catatan sejarah dan juga dokumentasi berbentuk foto dan gambar peta. Penelusuran eksisting bangunan dan benda lain dari hasil karya budaya manusia masa lalu perlu dilakukan untuk menjelaskan keberadaan peradaban yang diciptakan dari kedua periodesasi sejarah Aceh. Adapun metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. bandar dagang internasional menyebabkan pendapatan berlimpah, kehidupan rakyat sejahtera dan terciptalah peradaban yang gemilang. Hal itu menyebabkan Belanda datang dengan mengobarkan peperangan. Akibat peperangan menyebabkan peradaban Aceh menjadi banyak yang musnah. Bergantinya pemerintahan memunculkan peradaban baru dan dengan gaya baru . aya Erop. Pada tahun 1994, sebuah peta Belanda mendeskripsikan pembangunan dan dikategorikan menjadi 3 . bagian yaitu bangunan publik, perkantoran sekaligus rumah gubernur dan penguatan militer. Namun pembangunan tidak berjalan seperti di daerah lain seperti di pulau Jawa karena pemerintahan Belanda tidak tenang akibat seringnya mendapat gangguan dari rakyat Aceh. Dengan demikian, harapannya bahwa jejak sejarah berupa hasil karya masa lalu perlu dilestarikan sebagai bukti kejayaan Aceh. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 Keywords: Kolonial Belanda. Aceh Darussalam. Jejak Peradaban. Pendahuluan Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, sumber daya alam yang banyak serta pemerintahan yang kuat. Pernyataan mengenai Aceh telah melakukan hubungan perdagangan yang berakibat pada terjadinya hubungan timbal balik perdagangan dengan negara lain telah diteliti oleh banyak Selain pertukaran barang dagangan juga terjadi pertukaran budaya Aceh dengan bangsa lain. Pertukaran tersebut diawali dari negeri Cina sampai ke pantai Coromandel di India. 1 Pantai Coromandel merupakan tempat persinggahan pedagang dari Timur Tengah dan juga Turki. Fakta sejarah diikuti dengan temuan artefak berupa tembikar Asia Selatan, keramik, porselin Cina dan artefak lain dari kawasan yang sama. Jejak bangsa asing datang ke Aceh dengan tujuan perdagangan ditemukan di pantai-pantai yang diperkirakan tempat berlabuhnya kapal pedagang. Berbagai temuan artefak berupa barang dagangan Jaringan perdagangan memberi kesan terhadap diaspora perdagangan sehingga terjadi sirkulasi masyarakat di jalur perdagangan. Jaringan perdagangan tidak hanya mewujudkan komuniti perdagangan aka tetapi terjalinnya ikatan dari pelbagai aspek seperti transaksi komersial, politik, tuntutan hukum, agama, persahabatan, keluarga, bea cukai dan seterusnya sehingga menghasilkan diaspora koherensi. Bukti adanya diaspora Muslim di hCina iaitu di Fujian, pelabuhan Quangzhu ditemukan ratusan prasasti kuburan muslim dan juga masjid. Lihat: John W. Chaffe. The Muslim Merchants of Premodren China. New York: Cambridge University Press, 2018, 24-25. Martin Stuart. A short history of China and Southeast Asia: Tribute. Trade and Influence. Australia: Allen & Unwin. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 tersebut membuktikan bahawa perdagangan itu telah terjadi di suatu tempat dan waktu di lokasi yang mengandung nilai bersejarah. Selain itu, keberadaan bandar internasional telah mempersatukan bandar-bandar yang menganut agama Islam seperti Aceh. Banten, dan Melayu. Ketiga wilayah ini pada ke15 dan 16 M diperintah oleh kerajaan dan rajanya menganut agama Islam. Raja-raja di Aceh dan Melaka mengukuhkan pemerintahannya melalui ekonomi perdagangan di bandarbandar perdagangan internasional yang mencapai puncak kejayaannya pada masa itu. samping itu, kebudayaan Aceh juga mencapai tahap kemajuan pada abad ini. 3 Kebudayaan Aceh lahir dari perjalanan sejarahnya. Sejarah Aceh tidak terlepas dari perjalanan hidup manusia yang pernah menetap di wilayah Aceh mulai dari priodesasi Islam dan kolonial. Dalam rekam jejak peristiwa di Aceh melalui catatan dan peta pedagang asing yang melewati perairan Indonesia ditemukan penyebutan nama tempat dalam catatan pelancong yang mirip dengan nama tempat di Aceh yaitu Lamuri. 4 Namun, setelah kedatangan orang asing seperti Portugis. Arab, dan Itali, nama Lamuri tidak ditemukan Feener. Michael. Daly. Patrick, dan Reid. Anthony. Mapping the Acehnese Past. Leiden: KTLV Press, 2011, hlm. Reid. Perjuangan Rakyat Revolusi dan Hancurnya Kerajaan di Sumatera. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1987, hlm. Pedagang Arab yang tiba di Aceh pada abad ke-10 Masihi menyebutkan bahwa di wilayah utara Sumatera Utara ada nama daerah Rami (Ramn. Orang Tionghoa menyebut tempat persinggahannya Lan-li. Lan-wu-li dan Nan-poli. Berdasarkan sejarah Melayu, kawasan ini dikenali dengan nama Lambri (Lamir. manakala Marcopolo menyebutnya sebagai Lambri. Perkataan-perkataan yang berbeda tersebut diperkirakan ialah kawasan Lamuri. Sementara kata Lambri ialah nama tempat yang disebutkan di dalam catatan Marco Polo bahawa negeri Achin atau Aceh berada di sisi pulau sumatera dan Lambry berada tepat di Lihat: The Suma on Oriental of Tome Pires: An Account of the East, from the Red Sea to Japan. Written in Malacca and India in 1512-1515. Tran. Armando Cortesao. London: The Hakluyt Society, 1944, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 dalam peta dan tulisan mereka. 5 Di kawasan Lamuri tersebut terdapat periodesasi jejak Ada jejak Islam dengan eksisting makam-makam kuno dengan sebaran nisan yang cukup luas dan juga benteng Malahayati. Sementara tinggalan lainnya adalah periodesasi masuknya bangsa asing ke Lamuri yaitu keberadaan benteng Kuta Lubok yang dibangun oleh Portugis dan pecahan keramik yang berasal dari Asia Tenggara. Kerajaan Islam yang muncul pertama sekali di Nusantara adalah Kerajaan Samudera Pasai. Kerajaa Samudera Pasai tumbuh dan berkembang hingga mencapai tahap kemajuan sampai dikenal oleh pedagang dunia. Namun, akhirnya Kerajaan Samudera Pasai menjadi bahagian dari Kerajaan Aceh Darussalam. Berdasarkan sumber bertulis. Kerajaan Samudera Pasai diperkirakan berdiri pada tahun 1260 M. Hikayat Raja-Raja Pasai, sebuah sumber bertulis dari Aceh menceritakan tentang pelantikan rajanya menggunakan tatacara pelantikan sultan di Arab dan pakaiannya diberikan oleh penguasa dari Mekkah. 6 Sultan dan rakyat di kerajaan Pasai telah menganut agama Islam. Hukum Islam telah dijadikan sebagai landasan dalam membuat peraturan pemerintahan. Zainuddin. Tarich Atjeh Dan Nusantara. Jilid I. Medan: Pustaka Iskandar Muda, 1961, hlm. Said. Aceh Sepanjang Abad. Medan: P. Harian Waspada, 1986, hlm. Ibnu Batutah, seorang pengembara asal Maghribi menyatakan bahawa negeri Sumatera memiliki sultan yang sangat tawadhuAo bernama Sultan Malik al Zhahir anak daripada Sultan Malik al Shaleh. Sultan dan sebahagian besar penduduknya telah menganut agama Islam dan bermazhab SyafiAoi. Lihat: Hamka. Sejarah Islam di Sumatera. Medan: Pustaka Nasional, 1950, hlm. Banyak kajian yang telah dihasilkan dari penulisan dan menegaskan bahawa Kerajaan Islam pertama di Nusantara ialah Kerajaan Pasai yang terletak di pulau Sumatera bahagiaan timur. Sejarah tersebut dibuktikan dengan adanya makam Sultan Kerajaan Pasai iaitu Sultan Malik al Shaleh . 1297 M), dan puteranya Sultan Malik al- Zhahir . 1336 M). Lihat: Teuku Iskandar. Aceh as crucible of MuslimMalay literature, dalam R. Michael Feener. Patrick Daly and Anthony Reid (Ed. Mapping the Acehnese Past. Leiden: KITLV Press, 2011, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 Pada saat Kerajaan Aceh Darussalam didirikan di atas reruntuhan Kerajaan Lamuri. Kerajaan Samudera Pasai mulai melemah. Pada tahun 1205 M, pendiri Kerajaan Aceh Darussalam bernama Sultan Johan Syah berhasil menaklukkan Kerajaan Lamuri dan membangun Kerajaan Aceh berpedoman pada ajaran Islam. 9 Dalam perjalanannya, kerajaan ini menjadi besar dan berhasil melibatkan kerajaan-kerajaan lain bergabung dan berada di bawah pemerintahan Kerajaan Aceh Darussalam yang diprakarsai oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Pada masa pemerintahannya, kerajaan-kerajaan yang berafiliasi dengan Portugis diserang dan dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Aceh Darusalam. Raja dan rakyat yang melindungi Portugis ditawan dan pemerintahannya dimasukkan ke dalam kekuasaan Kerajaan Aceh Darussalam. Kerajaan Daya yang terletak di Aceh Barat ditaklukkan pada tahun 1520 M. Pidie atau Pedir di pantai timur Aceh tahun 1521 M mengalami kekalahan dan Samudera Pasai berhasil dikuasai pada tahun 1524 M. Kerajaan Aceh Darussalam juga mengalami puncak kejayaan pada abad ke17 M. Pada abad ke-19 M Belanda telah berupaya dalam penaklukan daerah-daerah yang tersebar di Indonesia. Salah satu wilayah yang dikuasai oleh Belanda di Indonesia adalah Aceh. Aceh terletak di penghujung paling barat Indonesia. Aceh memiliki sejarah yang paling unik di antara wilayah-wilayah lain di Indonesia. Sebelum munculnya kerajaan Aceh telah muncul dan berkembang dengan pesat Kerajaan Samudera Pasai. Kerajaan yang paling besar lainnya muncul setelah Marcopolo tahun 1992 juga telah menyebutkan nama Lamri dalam catatan perjalanan. Lihat: Iskandar. Aceh dalam Sejarah: Suatu Tinjauan Kebudayaan. Banda Aceh: Pekan Kebudayaan II. Hasjmy. Sultan Alaiddin Djohan Syah Dalam Kota Banda Aceh Hampir 100 Tahun. Banda Aceh: Pemerintah Kotamadya Tingkat II, 1988, hlm. Amirul Hadi. Islam and State in Sumatra A Study of Seventeeth Century Aceh. Leiden: Brill, 2004, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 Kerajaan Samudera Pasai adalah Kerajaan Aceh Darussalam yang berpusat di Bandar Aceh. Pada tahun 1874 Belanda berhasil menguasai pusat kerajaan tersebut, akan tetapi tokoh-tokoh dan masyarakat tidak berdiam diri dan terus melakukan perlawanan terhadap Belanda sampai Jepang dapat menduduki Aceh. Berdasarkan penjelasan di atas maka yang menjadi fokus penelitian ini adalah menganalisis peradaban sejarah Kerajaan Aceh Darussalam dan pemerintahan kolonial Belanda selama menjalankan pemerintahannya di Aceh. Pembahasan Kerajaan-kerajaan Nusantara sebagiannya menjadi cikal bakal lahirnya negara Republik Indonesia. Kerajaankerajaan tersebut tersebar di pulau-pulau di Indonesia berjumlah 3000 pulau. Secara geografis iklimnya tropis dan berada di antara lautan Pasifik dan India. Adanya dua musim menyebabkan hutan di Nusantara sangat lebat dan berdampak terhadap bentukan aliran sungai besar khususnya di kawasan Sumatera. Kalimantan. Jawa, dan Sulawesi. Faktor alam inilah yang nantinya akan mempengaruhi sejarah dan perkembangan budaya di Nusantara. 11 Musim hujan juga menyebabkan tanaman menjadi subur sehingga masyarakat dapat memanfaatkan tanah dalam memproduksi berbagai rempah. Penghasilan rempah baik yang sengaja ditanam maupun yang diambil dari hasil hutan berdampak terhadap pendapatan rakyat dan juga penguasa pada saat itu. Kondisi demikian menyebabkan bangsa asing datang ke Nusantara khususnya kawasan Indonesia sebelum merdeka. Bangsa asing yang datang ke Indonesia di antaranya Cina. Arab. Persia, dan Gujarat. Awalnya mereka datang Mc. Kay Elaine. Studies in Indonesia. Australia: Natonal Library of Australia, 1976, hlm. Lihat juga Jill Forshee. Culture and Custom of Indonesia. London: Greenwood Press, 2006, hlm. dan Kersten Caroor. A History of Islam in Indonesia. Edinburgh: Edinburgh University Press, 2017, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 untuk berdagang dengan sistem barter. Namun, tidak menutup kemungkinan penukaran barang dengan menggunakan mata uang. Bangsa asing yang datang ke Nusantara ikut andil melakukan perubahan Bangsa yang datang pertama kali ke Nusantara tidak lebih dari berdagang. Kedatangan pembawa Islam ke Nusantara juga dibawa oleh pedagang sekaligus sebagai daAoi. 14 Tujuan utama kedatangan mereka adalah menyampaikan risalah Islam di samping membawa barang dagangan dan ditukarkan dengan barang dagangan Sementara bangsa asing lain seperti Portugis dan Belanda yang awalnya juga ingin berdagang akhirnya menguasai perdagangan dan juga pemerintahannya sehingga mereka mengambil alih pelayaran perdagangan di Nusantara. Penduduk peribumi diarahkan pula untuk mengatur pertanian agar dapat memproduksi hasil panen dengan jumlah besar. Pada saat itu terjadi perubahan produksi masyarakat dari nelayan menjadi petani. Mereka memaksa masyarakat Nusantara untuk membangun pertanian dan kemudian meninggalkan pelayaran. 15 Kebiasaannya, masyarakat Indonesia yang secara umum tinggal di pesisir pantai dan hidup dengan sumber daya Collin Brown. A Short History of Indonesia: The Unlikely Nation?. Singapora: Allen & Unwin, 1979, hlm. Steven Drakeley. The History of Indonesia. United State of Amerika: Greenwood Publishing Group, 2005, hlm. Pendakwah sekaligus sebagai peniaga tidak dinyatakan secara, namun negara asalnyaS dinyatakan meskipun terdapat perbezaan pendapat. Ada pendapat menyatakan bahawa pendakwah datang dari Arab secara langsung. Berdasarkan fakta dinyatakan bahawa secara geografi, laluan Arab tidak mungkin datang secara langsung ke Indonesia atau Nusantara. Bangsa Arab dan Persia datang melalui laluan India, kemudian ke Cina Selatan. Kemungkinan bangsa asing atau pendakwah datang dari Persia atau India. Bukti dari Gujarat. India menunjukkan bahawa makam Umar ibn Akhmad alKazaruni di Cambay. Gujarat. India tahun 1333 mirip dengan batu nisan Malik Ibrahim tahun 1419, dan makam Fatimah di Leran Jawa Timur tahun 1082 serta makam Nahrasiyah di Pasai Aceh tahun 1428 M. Makam yang dianggap dibuat dari satu tempat itu berasal dari Gujarat India. Sementara itu, pendakwah dari Arab yang sering diceritakan dalam kisah atau hikayat sebagai pembawa agama Islam dinyatakan sebagai Syarif atau Sayyid dari Mekkah. Kemungkinan gelaran itu dilaqabkan kepada pendakwah yang berasal dari Timur Tengah dan menganggap dirinya sebagai keturunan nabi atau keturunan sultan Mekkah. Lihat G. Drewes. New Light on the Coming of Islam to Indonesia? dalam Readings on Islam in Southeast Asia. Singapora: Institute of Southeast Asian Studies, 1985, hlm 7-17. Jill Forshee. Culture and Custom of Indonesia. London: Greenwood Press, 2006, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 lautnya, mata pencarian sebagai nelayan tidak boleh dipisahkan kerana sumber utama masyarakat tersebut ada di tepi pantai atau di laut. Kerajaan Aceh Darussalam dan Agresi Belanda Dalam sejarah kerajaan Aceh, sultan yang paling berhasil membawa Aceh sampai pada puncak kegemilangannya adalah Sultan Iskandar Muda. 17 Kejayaan sultan tersebut telah diakui oleh banyak sejarawan lokal maupun mancanegara. Namun, kejayaan itu tidak dapat bertahan sampai ratusan tahun karena tidak dipertahankan oleh sultan-sultan Oleh karena itu, pengakuan terhadap 31 sultan tersebut merupakan bukti keberadaan dan kemegahan mereka. Sejarah telah mencatat bagian-bagian dari apa yang mempertahankan pemerintahan Aceh dari para penjajah dan juga hiruk pikuknya bangsa Masyarakat Indonesia yang tinggal di tepi pantai ialah masyarakat yang hidup di zaman kerajaan Islam. Kebanyakan pusat-pusat bandar kerajaan Islam berada di tepi pantai atau disebut Aokota maritimAo. Hal demikian terjadi kerana Islam berkembang dari pedagang-pedagang yang berlayar menyusuri lautan dan singgah di pelabuhan tempat berkumpulnya para pedagang. Contoh bandar maritim ialah Demak. Ciribon dan Banten. Sementara bagi kerajaan Hindu Budha sebelumnya, pusat bandar berada di pedalaman . Lihat Inajati. Kota Gede: An Archaeological Perspective of A Capital City in Java in The 17Th Century. Humaniora. Vol. 17, 2 Juni 2005, hlm. Sebelum Sultan Iskandar Muda naik tahta, ada beberapa sultan yang berhasil dalam memajukan Kerajaan Aceh Darussalam antaranya Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahhar . Beliau memiliki sifat pemberani dan sangat tegas seperti Bapaknya Ali Mughayat Syah. Pada kepemimpinannya, pasukan Aceh tiga kali melakukan penyerangan terhadap Portugis iaitu pada tahun 1564, 1568, dan 1570. Ketiga serangan yang diarahkan ke pasukan Portugis mengalami kegagalan. Kemudian berlanjut kepada puteranya setelah wafat sultan Al- Kahhar iaitu Sultan Qusayn menguatkan pasukan tentera dengan meminta dukungan Johor dan Jepara. Kekuatan militer Asia Tenggara mengalami kemajuan dan Portugis juga konsisten dengan sikap defensifnya. Namun, berkat kebersamaan kerana dukungan beberapa kerajaan maka pada tahun ini perdagangan dapat didominasi oleh pedagang Asia Tenggara. Lihat: Amirul Hadi. Islam and State in Sumatra A Study of Seventeenth-Century Aceh. Leiden: Brill, 2004, 22-24. Jumlah keseluruhan sultan Aceh Darussalam ialah 31 sultan dan sultan yang paling berjaya ialah sultan Iskandar Muda. Lihat: R. Michael Feener. The Acehnese Past and its Present State of Study, dalam Mapping The Acehnese Past, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 Sultan Iskandar Muda dikenal juga dengan nama lainnya yaitu Perkasa Alam karena keperkasaannya dalam memajukan kerajaan dan mengalahkan musuh. Pada usia 16 tahun, pada saat dia dipenjara. Portugis berhasil menguasai Lamreh. Aceh. Portugis mendirikan benteng Kuta Lubok yang terletak di Krueng Lamreh. Kuala Aceh pada tahun 1606 M. Namun, pada tahun itu juga. Sultan Iskandar Muda mengerahkan kekuatan dan segala kemampuan untuk melakukan serangan terhadap pasukan Portugis dan berhasil merebut Benteng Kuta Lubok dari tangan Portugis. Portugis akhirnya melarikan diri ke Melaka. Peristiwa itu terjadi pada saat Sultan Iskandar Muda belum diangkat sebagai sultan tatkala pemerintahan berada di bawah Sultan Ali Riayat Syah. Pada saat Sultan Ali Riayat Syah mangkat. Iskandar Muda diangkat menjadi sultan Kerajaan Aceh Darussalam pada tahun 1607 M. Dukungan diberikan oleh ibunya yang bernama Putri Raja Indra Bangsa. Pada saat itu, pamannya Sultan Husen yang memerintah Kerajaan Pedir dilihat lebih berhak untuk menggantikan Sultan Ali Riayat Syah. Namun, disebabkan Iskandar Muda juga berkeinginan kuat menjadi sultan maka Iskandar Muda dinobatkan sebagai sultan. 20 Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda . , dia telah menjadikan Aceh sebagai penguasa yang terkemuka di Asia Tenggara. Dia telah menjalin hubungan kerjasama di bidang perdagangan dengan wilayah-wilayah lain seperti Bengkulu. Pariaman, dan Sungai Indragiri sebagai wilayah kekuasaannya. Selain itu. Kedah. Perak. Said. Aceh, 201-203. Bustanussalatin Bab II Pasal 13. Lihat juga Hashim. Muhammad Yusoff. Persejarahan Melayu Nusantara. Kuala Lumpur. Malaysia: Teks Publishing Sdn. Bhd. , 1988. Rusdi Sufi. Pahlawan Nasional Sultan Iskandar Muda. Jakarta: CV. Dwi Jaya Karya, 1995. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 Pahang, dan Terengganu yang terletak di Malaya. Sementara hubungan perdagangan dengan pedagang asing lainnya adalah Belanda. Inggris, dan Perancis. Kerajaan Aceh Darussalam mulai runtuh setelah pasukan Belanda melakukan serangan yang dipimpin oleh J. Kohler pada 5 hingga 29 April 1874 M. Ekspedisi pertama mengalami kegagalan karena tentera Belanda belum mengetahui kondisi wilayah Aceh menyebabkan pasukan Belanda dapat banyak yang tewas dan Jenderal Kohler 22 Penyebab kekalahan tentera Belanda yang dipimpin oleh J. Kohler disebabkan karena pasukan tentara tidak mengetahui kekuatan lawannya yaitu tentera Aceh. Dalam waktu yang singkat, data mengenai tentara Aceh diterima melalui mata-mata yang diutus oleh Belanda. Penunjukan J. Kohler dilakukan dalam waktu yang singkat untuk melaksanakan operasi penyerangan pada ekspedisi itu karena karir tenteranya yang bagus. Ketika J. Kohler melakukan persiapan untuk menyerang. Gubernur Konsulat Belanda yang berada di Singapura turut membantu membantu persiapan. Pelaksanaan pemimpin perang diawasi dari jarak jauh. Dilakukan pengiriman surat-menyurat melalui telegram antara Konsulat Belanda di Singapura dengan J. Kohler. Surat yang dikirim sejak tanggal 15 Februari-20 Maret 1873. Telegram tersebut berisi tentang perencanaan penyerangan terhadap pasukan Aceh telah dikirimkan sebanyak 25 kali. 24 Dalam agresi pertama Belanda kalah, korban banyak berjatuhan. Berita tersebut sampai ke negeri Belanda. Mereka sangat terkejut karena mereka tidak menduga perlawan tersebut terjadi begitu sengit. Pemerintahan Belanda merasa malu dan marah sehingga diatur kembali serangan kedua dengan pasukan besar dan dipimpin oleh Van Swieten. Pasukan tentara Aceh telah berusaha mempertahankan diri dengan membangun berbagai ranjau untuk memperlambat tentara Belanda masuk ke Aceh. Namun musibah kolera terus menular ke masyarakat Aceh menyebabkan istana dan kotanya dikosongkan karena wabah kolera telah menyebar dengan Pasukan tentara Belanda dengan susah payah menguasai istana, ternyata istana dan Lombard. Denys & Arifin. Kerajaan Aceh Zaman Sultan Iskandar Muda . Terj. Winarsih Arifin. Jakarta: Balai Pustaka, 1986, hlm. Kreemer. Atjeh: Algemeen Samenvattend Overzicht Van Land en Volk Van Atjyh en Onderhoorigheden. Leiden: E. Brill, 1922, hlm. Vault VanAot Veer. De Atjeh Oorlog. Amsterdam: N. De Arbeiderspers,1969, hlm. Anonim. Telegramemen, 1873. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 kotanya telah dikosongkan akibat kolera. Merekapun bersorak sorai mengumumkan kemenangan dan menyempaikan berita ke negeri Belanda. Setelah empat puluh tahun berperang dan bertahan di Aceh, akhirnya pada tahun 1913. Belanda Belanda berhasil menguatkan posisinya sebagai kepala pemerintahan di Aceh walaupun Aceh sebenarnya tidak pernah menyerah seutuhnya kepada Belanda. Penguasaan Belanda terhadap Aceh membuatkan masyarakat Aceh menjadi semakin Akibatnya Belanda merasa khawatir akan muncul gerakan kebangkitan kembali pejuang-pejuang Aceh, mereka telah mengawasi segala aktivitas yang dijalankan oleh masyarakat Aceh. 27 Oleh sebab itu. Belanda terus mengawasi kepemilikan senjata yang dapat dijadikan sebagai alat perang bagi orang Aceh. Perdagangan juga dikawal ketat oleh Belanda. Jumlah korban peperangan terus meningkat. Sampai tahun 1913, sebanyak 000 orang menjadi korban perang. Pembunuhan kaum laki-laki yang dianggap sebagai pemberontak berjumlah 9. 000 orang. Kejadian ini terjadi setelah sultan Aceh ditawan. Pembunuhandilakukan Anton Stolwijk. Aceh Kisah Datang dan Terusiirnya Belanda dan Jejak yang Ditinggalkan. Terj. Susi Moeimam dan Nurhayu Santoso. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2021, hlm. Richard Mcmillan. The British Occupation of Indonesia 1945-1946. London: Rouladge Taylor and Francis, 2005, hlm. Perjuangan bangsa Aceh melawan tentara Belanda selama 40 tahun sejak penyerangan Belanda pada tahun 1873-1913. Masyarakat Aceh mampu bertahan dan terus melakukan perlawanan dan tidak ada kata AumenyerahAy juga didukung oleh adanya bacaan-bacaan dalam buku Hikayat Perang Sabil yang disuguhkan kepada masyarakat agar terus melawan Belanda . Hikayat Perang Sabil (HPS) mengandung seruan berperang melawan Belanda yang dianggap sebagai kaphe . oleh masyarakar Aceh. Jadi, apabila mati dalam melawan Belanda maka disebut mati syahid dan dosanya diampunkan kemudian dimasukkan ke dalam syurga. HPS telah disalin berulang-ulang oleh penulisnya, sehingga ada perubahan pada penulisannya. Misalnya naskah yang disimpan di Universitas Negeri Belanda dengan teks aslinya: MS. Or. Hikayat Prang Sabil, yang sudah ditransliterasi dan melampirkan teks aslinya. Alfian. Ibrahim. Sastra Perang: Sebuah Pembicaraan mengenai Hikayat Perang Sabil. Jakarta: Balai Pustaka, 1992. Lihat juga 07272/2237. Hikayat Perang Geumpeuni. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 ketika orang Aceh tidak mempunyai senjata dan kekuasaan lagi, sehingga Belanda dengan mudah melemahkan Aceh daripada perbagai aspek. Warisan Budaya dalam Sejarah Aceh Berdasarkan catatan asing yang berasal dari Eropah menggambarkan tentang kondisi bandar Aceh abad ke-16-17. Kondisi alam di sekitar bandar Aceh memperlihatkan bahwa ada kesulitan bagi pelaut asing untuk mendarat di pantai Aceh. Pengalaman ini dituliskan oleh seorang pengunjung dari Eropah bernama Tome Pires. Dia mengisahkan perjalanannya pada tahun 1513 dan menyatakan bahwa kapal yang digunakannya kandas akibat terbentur dengan karang. Kasus seperti ini pernah terjadi ketika Graaf masuk ke Bandar Aceh pada tahun 1640-1650. Walaupun pelaut asing bersusah payah masuk ke Bandar Aceh, namun pada saat Bandar Aceh dapat dicapai, dia mengikuti setiap prosesi adat di lingkungan istana khususnya pelaksanaan pemakaman Sultan Iskandar Tsani. 29 Bukti ini dapat dijadikan rujukan dalam menyusun sejarah Aceh khususnya karya budaya berupa makam kuno. Keberadaan kompleks makam selain makam Sultan Iskandar Tsani. Bukti lainnya yang menguatkan keberadaan makam kuno adalah kompleks makam raja-raja Aceh yang terdapat di Kandang Dua Belas. Demikian juga dengan makam raja-raja Kerajan Darul Kamal. Selain kuburan, ada juga istana atau dalem . alam istilah Ace. terletak di pusat bandar yang menjadi tempat kekuasaan sultan. Istana sebagaimana dijelaskan oleh laporan Belanda saat memasukinya dan mengaku telah menaklukkan Aceh, padahal pejabat termasuk sultannya telah keluar dari istana terlebih dahulu akibat luasnya pencemaran wabah kolera. Istana memiliki pagar keliling dan ada bagian tengah istana ruang kosong. Bagian-bagian dari istana dan sekitarnya yaitu ada rumah Laksamana berada di bagian depan istana. Selain istana ada juga rumah pejabat lainnya yang terletak di luar istana seperti rumah Maharajalela atau perdana menteri Anthony Reid. Perjuangan, hlm. Lombard. Denys. Kerajaan A, hlm. Hasan Muarif Ambary. Menemukan Peradaban Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia. Jakarta: Wacana Ilmu, 2001, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 yang terletak di hulu sungai. Rumah terbuat dari kayu, ukurannya besar, tiangnya tinggi dan jauh dari istana. Sementara pejabat besar lain pula terdiri daripada rumah kayu yang sangat besar dan tiang yang tinggi serta kedudukannya jauh dari istana. Rumah Maharaja Lela terletak di seberang sungai dan hanya dapat dilalui dengan menggunakan laluan air. Pejabat Maharaja Lela bertanggungjawab dengan keamanan pelabuhan. Namun begitu, rumah Maharaja Sri Maharaja atau Perdana Menteri pula yang dianggap sebagai pejabat paling tua terletak di hulu sungai dan jarang dikunjungi orang asing. 31 Bangunan lainnya masjid, merupakan bangunan ibadah yang menjadi penciri dari permukiman muslim dan menjadi bagian penting dari kerajaan Islam. Ada 3 . buah masjid yang dibangun di sekitar pusat kota, 2 . di antaranya ada di dekat istana dan satu lagi adalah Masjid agung dan berada di luar istana yang diperuntukkan untuk umum. Masjid lainnya yang dibangun dekat pusat kota berada di pinggiran bandar Aceh atau tepatnya dibangun di sekitar muara dan memiliki tembok. Diperkiran bahwa masjid yang dimaksud adalah masjid Indrapurwa yang terletak di pantai Ujong Pandu . aat ini sudah berada di dalam laut, terlihat struktur masjid apabila air laut Di masjid Indrapurna diletakkan sebuah meriam dan digunakan untuk mengeluarkan bunyi tembakan pada saat datang bulan Ramadhan. Ada 5 . masjid lainnya yang dibangun di sebelah timur sungai. Bentuk masjid dibangun dengan dikelilingi tembok yang terbuat dari tanah yang berfungsi sebagai pengamanan. Selain itu, di muara sungai dibangun tembok-tembok sebagai penjaga pintu sungai untuk masuk ke dalam bandar Darussalam. Pembangunan masjid di sekitar pusat istana yang masih bertahan sampai saat ini tinggal dua, satu masjid yang berada di Ule Kareng dan masjid lainnya berada di Lueng Bata. Pada dasarnya ada satu masjid lagi yang tersisa dan berada tidak jauh dari pantai yaitu Masjid Teungku Di Anjong. Namun, masjid ini juga telah hancur dan diganti dengan yang baru akibat bencana tsunami yang meratakan semua bagian masjid. Selanjutnya dibangun enam buah jalan terdiri dari satu jalur utama dengan lima jalur Di sepanjang jalan dibangun rumah-rumah bergaya barat. Peta Florence menunjukkan bahwa kawasan yang berada di antara jalan-jalan tersebut dibangun rumah31 Denah dalam bentuk gambar dan keterangan istana yang dibuat oleh pemerintah Belanda saat memasuki istana tahun 1874. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 rumah dengan gaya kampung bercirikan Aceh di antara pohon-pohon. Kemungkinan bahwa bangunan padat di atas tanah di sepanjang jalan sebenarnya adalah rumah toko, pemiliknya saudagar asing. Peta ini juga menggambarkan adanya rumah-rumah di semua kawasan di antara pusat kerajaan dan pantai, dan istana, serta di sepanjang jalan menunjukkan kawasan tersebut padat dengan penduduk. Kawasan seluruhnya diperkirakan sekitar 10 . kilometer persegi penuh dengan perumahan, maka dapat diperkirakan bahwa sampai abad Kawasan istana kerajaan Aceh Darussalam memiliki bustan atau kebun yang ditanami dengan perbagai jenis tanaman bunga dan juga buah-buahan. Bustan dikenal sebagai Taman Ghairah dengan pintunya menghadap ke istana, terdapat aliran sungai yang diberi nama Darul Isyki mengalir di tengah kebun. Di sebelah kanan Darul Isyki terdapat Medan Khairani. Di tengahnya ada gunungan, dan di sisi gunungan terdapat makam yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi seorang sultan. 33 Gambaran tentang perkembangan peradaban pada masa Kerajaan Aceh Darussalam dapat disusun dan direkonstruksi dari hasil catatan, dokumentasi para pelancong yang pernah tiba di Aceh. Bentuk peradaban yang dihasilkan berupa bangunan yang digunakan untuk umum ada Dalam teori, ciri kota muslim adalah dibangunnya benteng, istana, masjid sekaligus tempat menuntut ilmu, kompleks pemakaman keluarga istana dan pejabatnya, pasar tradisional, moda transportasi dan adanya kampung sebagai hunian penduduk. 34 Berdasarkan penjelasan di atas tentang perkembangan peradaban pada masa Kerajaan Aceh Darussakam telah menghasilkan peradaban yang tinggi. Infrastruktur yang dibangun diikuti dengan pendidikan yang dilakukan di lingkungan masjid merupakan bentuk dukungan dalam membangun sumberdaya manusia. Pada saat istana dan pusat Kerajaan Aceh Darussalam dikuasai oleh pemerintahan Belanda dengan menduduki istananya maka pembangunan insfrastruktur untuk keperluan Ibid. 07-335/2300 Bustanussalatin. Adrisijanti. Inajati. Arkeologi Perkotaan Mataram Islam. Yogyakarta: Jendela, 2003, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 administrasi dan penguatan pemerintahan Belanda dilakukan pada tahun 1874 M. Pekerjaan yang diutamakan adalah pembangunan jalan darat. Fungsinya untuk mengangkut keperluan kerajaan baik keperluan makanan maupun sumberdaya alam yang terdapat di laut dan juga sebaliknya. Pada 26 Juni 1874, dibangun rel kereta api sebagai angkutan darat pertama di Aceh. Kereta api mulai digunakan pada tahun 1875 dengan jarak tempuh sejauh 6 km dari Ule Lheu ke Kuta Radja . Pembangunan jalur kereta api dan penggabungan gerbong dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya. Pembangunan terakhir kali dilakukan pada tanggal 29 Disember 1919 dengan jalur yang menghubungkan dari Pangkalan Susu Pulau ke Besitang dan Besitang ke Berandan. Sejak tahun 1874-1919, daerah-daerah yang sudah dihubungkan jalur kereta api adalah Aceh Besar. Bireuen menyusuri pinggiran sungai Aceh dan Pidie melalui Padang Tiji. Sigli dan selanjutnya ke Tamiang. Jalur dari Idie ke Langsa. Kuala Simpang dan Besitang hingga Deli. Jalur-jalur kereta api tersebut telah menghubungkan jalan dari Kuta Radja ke arah utara, timur dan Deli. Pembangunan jalan sebagai jalur kereta api dilakukan dengan kerja paksa yang diwajibkan oleh pemerintah Belanda terhadap penduduk asli Aceh untuk kepentingan Kerja paksa merupakan sesuatu yang biasa digunakan oleh raja untuk tujuan pembangunan, tetapi cara kerja seperti ini telah dihapuskan pada tahun 1900. Namun. Belanda menjalankan program itu untuk berjalannya pembangunan dengan cepat. 37 Sejak dibangunnya jalur kereta api dari Ulee Lheu ke Kuta Radja dibuka, keperluan yang mengikutinya adalah pembangunan kantor pos dan telegram . rang Aceh menyebutnya talo Jalur angkutan darat dibangun bertujuan untuk memudahkan penyampaian berita dalam pemerintahan Aceh dan juga untuk menyampaikan dan menerima berita dari pemerintahan Belanda yang ada di Singapura. Kantor pos utama yang dibangun berada di Kuta Radja. Cabang kantor pos dibangun di setiap daerah di antaranya ada di Meurdu. Laporan penguasa Belanda pada saat menaklukkan Aceh pada tahun 1874 tentang uraian keadaan tempat-tempat yang dirampas antaranya keraton Aceh, masjid yang telah terbakar akibat peperangan dan senjata-senjata yang dirampas oleh Belanda. 011/TA/03. Beschrijving van den: Kraton van Groot-Atjeh- Zijke Verdedigingseracht en Bewapening Merkwaardigheden n er in Aangetroffen. Batavia: Lands-Drukkerij, 1874. 008/TA/1990. Kreemer. Atjeh: Algemeen Samenvattend Overzicht van Land en Volk van Atjyh en Onderhoorigheden. Leiden: E. Brill, 1923, hlm. Anthony Reid. Perjuangan, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 Lhokseumawe. Idi. Sigli. Sabang. Takengon dan hampir di seluruh daerah ada cabang kantor Pengiriman surat dilakukan secara lokal, nasional dan internasional. Surat diantar ke kantor pos Kuta Radja yang merupakan kantor pos terbesar di Aceh. Pada tahun 1923, kantor pos dan telegram Ulee Lheu telah ditutup, namun pelaksanaan surat-menyurat tetap berjalan sebagaimana biasanya. Pembangunan jalan kereta api tidak sampai ke semua wilayah di kawasan penguasaan Kerajaan Aceh Darussalam. Kawasan gunung seperti Takengon. Calang dan Gayo hanya ada Bagi di wilayah gunung-ganang seperti Takengon. Gayo dan juga Calang hanya menggunakan jalan yang biasa digunakan oleh angkutan yang menggunakan hewan seperti kuda, kerbau dan gajah. Jalur kereta api tidak dibangun ke pegunungan dan pembangunan rel tersebut tidak ada sampai sekarang. Selain memanfaatkan hewan sebagai angkutan barang, truk sudah digunakan. Jumlah truk yang terdaftar pada saat itu berjumlah 771 dan terbuat dari kayu diproduksi oleh orang Cina penggunaan kerbau untuk angkutan barang dibuatkan gerobak. Gerobak tersebut dipakai oleh masyarakat yang ada di Kutacane yang mengangkut logistik dan barang dagangan dari Kutacane menuju Medan dan Jalur darat yang dilalui gerobak dari Kutacane ke Medan dengan jarak tempuh selama 10-12 hari dengan sepanjang 218 km. Barang yang dibawa bermuatan sekitar 300450 kg dengan harga barang f 4050. Mobil telah digunakan oleh pejabat Belanda dengan jumlah 403 buah sedangkan sepeda motor dipakai oleh Ule Balang sebanyak 24 buah. Penggunaan mobil dan sepeda motor yang digunakan di dalam bandar Darussalam dengan jarak yang terbatas. Transportasi yang sering dipakai adalah sepeda dan hampir di seluruh daerah ada orang yang memiliki sepeda. Sepeda yang terdaftar sampai tahun 1922 berjumlah 3375 buah. Jumlah tersebut bisa saja bertambah karena tidak semua orang mendaftarkan Di samping pembangunan moda transportasi, terdapat 37 bangunan infrastruktur yang diperuntukkan untuk perkantoran, dan gedung publik. Bangunan pada masa kolonial Belanda dibagi pada 3 . Pertama, bangunan publik seperti masjid, gereja. Kreemer. AtjehA, hlm. Ibid. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 sekolah, kantor pos, stasiun kereta api, antaranya rumah residen dan kantor residen, stasiun kereta api, bank, gereja, club, sekolah Eropa, bioskop. Kedua, bangunan untuk keperluan militer yaitu asrama militer, toko pakaian militer, kantor insinyur militer dan ahli kartography, barak Neusoeh dan kantor militer. Ketiga, gedung perkantoran dan tempat tinggal gubernur Belanda adalah rumah gubernur Belanda, rumah sekretaris gubernur, kantor pos, kantor majalah, tempat penyimpanan bensin, kantor pos, dan lain-lain. Monumen-monumen bersejarah yang merupakan tinggalan masa lalu merupakan benda yang bersifat nyata yang terdapat di setiap permukiman manusia baik di kota maupun di luar. Walaupun monumen yang ditinggalkan di setiap wilayah berbeda, namun wujud monumen tersebut dapat menggambarkan tingkat peradaban manusia pada saat itu. Monumen yang ditinggalkan memiliki nilai penting yang menggambarkan peradaban suatu kelompok manusia. Oleh sebab itu, monumen yang ditinggalkan dapat menjadi indikator kemajuan peradaban suatu bangsa. Kesimpulan Penelitian menemukan bahwa sejarah Aceh telah menyimpan misteri sejarah yang meninggalkan jejak sejarah berbentuk teks dan juga dokumen berbentuk Potongan-potongan catatan dan juga gambar direkonstruksi menjadi sebuah cerita yang menggambarkan tentang perkembangan pembangunan sebuah peradaban di dalam sebuah pemerintahan. Pemerintahan yang memimpin dan berkuasa di Aceh mengalami pergantian. Pemerintahan diawali dari berdirinya Kerajaan Aceh Darussalam setelah menjatuhkan Kerajaan Lamuri. Jadi. Kerajaan Aceh Darussalam merupakan bentukan dari Kerajaan Lamuri yang berhasil ditaklukkan. Kerajaan Aceh Darussalam mendapat kekuatan setelah beberapa kerajaan-kerajaan lain ditaklukkan juga di bawah Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1530. Maka, tahun 1530 merupakan momen yang sangat penting dalam perkembangan sejarah Kerajaan Aceh Darussalam. ANRI. Peta dan denah Kuta Radja. Groot Atjeh, 1944. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Marduati. Mohamed Ali Haniffa: SEJARAH ACEH: JEJAK PERADABAN ACEH DARUSSALAM HINGGA KOLONIAL BELANDA 1530-1900 Kerajaan Aceh Darussalam mengalami puncak keberhasilan pada abad ke-17. Pada abad ke-19. Belanda melakukan agresi pertama pada tahun 1873 dan gagal. Kemudian pada tahun 1874. Belanda berhasil menduduk istana dan menempatkan pusat pemerintahan di bawah kekuasaan Belanda. Berdasarkan kedua priodesasi sejarah dapat diperlihatkan bahwa pembangunan yang dilakukan pada periode tersebut berupa membangun jalan, istana, taman, dan produksi jirat dan nisan dalam jumlah besar yang digunakan sebagai perlengkapan makam. Makam kuno dengan nisan yang berukir sehingga terlihat sangat unik. Sementara Belanda membangun berbagai bentuk insfrastruktur seperti dibangunnya jalan untuk transportasi darat berupa rel kereta api. Dari rel kereta api lalu dibangun yang lainnya sebagai pemenuhan keperluan administrasi pemerintahan dan juga keperluan hidup khalayak Jumlah bangunan penting digambarkan di dalam denah Belanda pada tahun 1944 berjumlah 37 buah. Penelitian ini dibatasi pada analisis pada warisan budaya di Banda Aceh pada kajian teks saja. Sementara kajian material perlu dilakukan untuk menjelaskan kesempurnaan potongan cerita tentang rekonstruksi pembangunan warisan budaya di Banda Aceh. Untuk itu diperlukan penelitian lanjutan dengan menggunakan metode ekskavasi dalam menggungkapkan sejarah pembangunan di kedua periode tersebut secara sempurna. Penelitian ini juga mendapatkan pembiayaan dana afirmasi Kemenag RI Tahun 2020. Daftar Pustaka