SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. Upaya Promotif dan Preventif Fisioterapi Terhadap Kejadian Shoulder Impingement Syndrome (SIS) pada Pemain Bola Voli Nungki Marlian Yuliadarwati1. Triana Devika2*. Hayu Pinurti3 1,2Program Pendidikan Profesi Fisioterapis. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Malang. Jawa Timur. Indonesia 3Bagian Fisioterapi. RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Indonesia e-mail: nungki@umm. id1, nad3vika@gmail. com2*, pinurtihayu@gmail. Informasi Artikel Article History: Received : 15 November 2024 Revised : 16 Maret 2025 Accepted : 23 April 2025 Published : 28 April 2025 *Korespondensi: nad3vika@gmail. Keywords: Physiotherapy. Sport Community. Sport Injury. Hak Cipta A2025 pada Penulis. Dipublikasikan oleh Universitas Dinamika Abstract Counseling on dynamic warm-up and prevention of Shoulder Impingement Syndrome (SIS) in volleyball players is carried out with the aim of promoting physiotherapy to increase knowledge and awareness about the importance of warm-up before exercising so as to increase knowledge and minimize the incidence of shoulder injuries or SIS. Methods this counseling activity is in the form of lectures, questions and answers and simple practices carried out at the volleyball court of the Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Hospital, 16 participants with evaluation instruments using a closed questionnaire. The results of the evaluation showed a 75% increase in participant knowledge about SIS and dynamic warm-up practices, as well as a 50% percentage of awareness of the importance of warm-up. This activity emphasizes the importance of continuing education to prevent injury and improve the performance of volleyball Artikel ini open access di bawah lisensi CC BY-SA. 37802/society. Society : Journal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat 2745-4525 (Onlin. 2745-4568 (Prin. https://ejournals. id/index. php/society PENDAHULUAN Cedera bahu atau impingement shoulder merupakan prevalensi kejadian cedera yang umum terjadi yaitu 8-10% pada atlet bola voli (Rosadi et al. , 2. , akibat penggunaan sendi bahu yang berlebihan dan teknik yang tidak tepat, pemain sering melakukan gerakan melompat dan memukul bola dengan kekuatan tinggi, yang dapat memberikan tekanan berlebih pada sendi bahu (Kuhkamar et al. , 2. Cedera olahraga dapat terjadi pada atlet maupun penggiat olahraga saat latihan, saat kompetisi, ataupun setelah kompetisi (Hardiyanto & Nirmalasari, 2. Permainan bola voli memiliki teknik dan strategi terutama untuk mengatur serangan dan pertahanan (Nugroho, 2. , antara lain smashing, blocking, sliding, passing atas, passing bawah, dan seriding, jika gerakan tersebut tidak tepat DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. dilakukan, maka kemungkinan terjadi cedera lebih besar (Saputra et al. , 2. impingement syndrome (SIS) merupakan suatu kumpulan gejala nyeri bahu yang terjadi karena adanya penjepitan pada struktur tendon supraspinatus, biceps caput longum serta bursa ubacromialis oleh tulang-tulang penyusun shoulder joint yaitu diantara acromion dan tuberositas mayor caput humerus (Rosadi et al. , 2. Cedera bahu ditandai dengan nyeri pada bahu yang disebabkan oleh terjepitnya tendon otot rotator cuff dan bursa subakromial saat lengan diangkat (Allen et al. , 2. Upaya preventif terjadinya cedera adalah dengan melakukan pemanasan sebelum olahraga dengan teknik dan pola tepat, karena pemanasan yang tidak memadai, kekuatan dan fleksibilitas otot-otot sekitar bahu menjadi kaku yang mempengaruhi peningkatan risiko terjadinya SIS menjadi lebih besar (Muslimin et al. , 2021. Yaumulhak et al. , 2. Pemanasan dinamis merupakan jenis pemanasan yang tepat karena membantu mempersiapkan otot dan sendi sebelum olahraga bola voli, tidak hanya meningkatkan suhu otot, tetapi juga meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak sendi, yang dapat mengurangi risiko cedera. Penelitian menunjukkan bahwa pemanasan yang tepat sebelum beraktivitas fisik dapat membantu mempersiapkan tubuh dan mengurangi kemungkinan terjadinya cedera, termasuk SIS (Hikmah & Arana, 2024. Turki et al. , 2. , pemanasan dinamis cenderung memengaruhi pola peningkatan performa dibandingkan dengan pemansan Oleh karena itu, pemanasan dinamis dianjurkan sebelum permainan bola voli (Turki et al. , 2. , dengan performa yang baik, para pemain bola voli akan lebih percaya diri dalam melakukan teknik permainan dan berpeluang untuk mendapatkan jumlah poin lebih Meskipun beberapa penelitian telah membahas penanganan cedera bahu pada atlet bola voli, studi tentang upaya promotif dan preventif secara komprehensif masih terbatas, khususnya dalam konteks pencegahan cedera melalui pendekatan fisioterapi berbasis biomekanik dan edukasi teknik. Mayoritas penelitian terdahulu berfokus pada intervensi kuratif pasca-cedera, sementara efektivitas program pencegahan jangka panjang khususnya di level amatir atau semi-profesional belum banyak dieksplorasi. Fisioterapi merupakan pelayanan kesehatan oleh fisioterapis dengan tujuan yang tidak hanya program rehabilitasi tetapi juga dalam proses promotif dengan metode komunikasi seperti edukasi dan penyuluhan yang dituntun oleh kode etik berbasis bukti serta mengacu pada pedoman yang mampu dipertanggungjawabkan (Kemenkes RI, 2015. World Physiotherapy, 2. Edukasi mengenai pemanasan dinamis menjadi salah satu strategi yang efektif dalam pencegahan SIS. Studi pendahuluan di lapangan bola voli RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun menunjukkan bahwa penggiat olahraga bola voli lebih sering melakukan pemanasan statis daripada pemanasan dinamis, beberapa diantaranya pernah mengalami cedera bahu. Oleh karena itu, penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi yang tepat mengenai teknik pemanasan dinamis yang efektif, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan cedera. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan olahraga yang lebih aman dan sehat bagi para enthusiast bola voli. METODE PELAKSANAAN Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi melalui penyuluhan yang difokuskan pada pemanasan dinamis sebagai upaya promotif dan preventif fisioterapi terhadap kejadian Shoulder Impingement Syndrome (SIS) pada enthusiast bola voli. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. Skema kegiatan penyuluhan digambarkan pada Gambar. 1 berikut ini: Observasi Peserta dan Lokasi Penyuluhan Perencanaan Kegiatan Penyuluhan Pelaksanaan Kegiatan Pembukaan Perkenalan Pre-Test Penyampaian Materi Edukasi TanyaJawab Praktik Pemanasan Dinamis Post-Test Kesimpulan Penutupan Tindak lanjut dan Umpan Balik Gambar 1. Skema Kegiatan Penyuluhan Setiap tahapan dalam kegiatan pelaksanaan memiliki peran penting dalam memastikan efektivitas pelaksanaan penyuluhan (Sudalyo et al. , 2. Penyuluhan dilaksanakan di area lapangan bola voli RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, pada tanggal 22 Oktober 2024. Gambar 2. Lokasi Penyuluhan Media yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah leaflet yang berisi informasi mengenai SIS, pentingnya pemanasan dinamis, dan contoh gerakan pemanasan. Brosur ini akan dibagikan kepada peserta sebagai referensi. Sebagai bahan evaluasi dari penyuluhan ini akan diberikan kuesioner kembali. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. Gambar 3. Media Promosi (Sumber: Penulis, 2. HASIL dan PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan pada komunitas olahraga ini diawali dengan sesi pembukaan dan perkenalan yang dimulai pada pukul 15. 30 wib, sebelum pemaparan materi peserta yang terdiri dari 16 orang diberikan pre-test berupa kuesioner tertutup mengenai pengetahuan tentang SIS. Kesadaran akan pentingnya pemanasan dan pengetahuan tentang pemanasan dinamis, waktu pre-test adalah 5 menit. Peserta mengikuti secara aktif sesi penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab secara langsung selama 90 menit. Gambar 4. Sesi Penyuluhan (Sumber: Penulis, 2. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. Materi yang disampaikan adalah pengetahuan dan dampak SIS terhadap kesehatan pemain bola voli yaitu dapat menyebabkan keterbatasan gerak hingga gangguan fungsional bahu, pentingnya pemanasan dinamis sebelum berolahraga dan contoh gerakan pemanasan dinamis yang efektif untuk mencegah SIS dan melakukan praktik sederhana pemanasan dinamis secara langsung, sehingga peserta dapat merasakan manfaatnya dan memperbaiki teknik jika diperlukan, praktik pemanasan dinamis yang di berikan antara lain: arm circles, leg swings, walking lunges dan high Knees. Setelah pemeberian materi edukasi sebagai bahan evaluasi peserta penyuluhan mengisi kuesioner post-test dengan pertanyaan yang sama. Gambar 5. Evaluasi (Sumber: Penulis, 2. Hasil dari penyuluhan mengenai pemanasan dinamis dan pencegahan Shoulder Impingement Syndrome (SIS) pada pemain bola voli menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta terhadap pentingnya pemanasan sebelum berolahraga. No. Tabel 1. Evaluasi Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Aspek yang dinilai Sebelum (%) Pengetahuan tentang SIS Kesadaran akan pentingnya pemanasan Praktik pemanasan dinamis Sesudah (%) Sumber: Data Primer, 2024 Sebelum penyuluhan, sebagian besar peserta tidak mengetahui dengan jelas tentang SIS dan dampaknya terhadap kesehatan. Setelah penyuluhan, peserta menyatakan bahwa mereka memahami tentang SIS dan bagaimana kondisi ini dapat mempengaruhi performa dalam bermain bola voli maupun dalam kegiatan sehari-hari. Sebelum penyuluhan, sebagian peserta menganggap pemanasan dinamis sebelum bermain bola voli tidak terlalu penting, setelah penyuluhan, para peserta menyatakan bahwa mereka menyadari pentingnya pemanasan dinamis untuk mencegah cedera, termasuk SIS, dengan diberikan pemanasan dinamis. Dynamic stretching merupakan pemanasan dengan menggunakan gerakan yang berkesinambungan melibatkan berbagai otot dan sendi, mempersiapkan otot dan sendi untuk aktivitas yang lebih berat dengan meningkatkan aliran darah dan oksigen ke jaringan untuk mengoptimalkan rentang gerak (Sudarsono et al. , 2. , sehingga membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan koordinasi, yang sangat penting dalam menghindari cedera saat melakukan DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. gerakan mendadak, seperti sliding maupun smashing. Gerakan aktif dalam pemanasan dinamis membantu meningkatkan rentang gerak sendi bahu dan resiko cedera (Rahim et , 2. Aktivitas fisik secara rutin menyebabkan hipertrofi fisiologi otot, karena terjadi peningkatan yang proporsional pada jumlah miofibril, ukuran miofibril, kepadatan pembuluh darah kapiler, saraf, tendon dan ligamen, juga jumlah protein kontraktil miosin. tidak semua perubahan pada serabut otot terjadi pada tingkat yang sama, ketika fast twitch lebih maksimal akan terjadi peningkatan kecepatan muscle contraction juga ukuran miofibril sehingga pemain menghasilkan ketangkasan yang lebih baik (Sudarsono et al. Dengan demikian, pemanasan dinamis memiliki peranan yang sangat penting, karena dapat meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, serta stabilitas otot dan sendi (Dong et , 2. Meningkatnya kesadaran tentang teknik pemanasan yang tepat, diharapkan peserta dapat mengurangi risiko cedera dan meningkatkan performa mereka dalam bermain bola voli (Bolia et al. , 2. , serta aktivitas fungsional dalam kehidupan sehari-hari tidak terganggu akibat terjadinya SIS. Meskipun post-test menunjukkan peningkatan pemahaman teoritis . %), observasi selama sesi ditemukan kesulitan dalam memahami istilah-istilah dalam materi, dan sebagian peserta memerlukan koreksi berulang pada koordinasi gerakan dan postural Meski demikian peserta antusias mengikuti kegiatan praktik pemanasan dinamis. Fisioterapi memiliki peran penting sebagaimana definisi fisioterapis yang berperan dalam upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif (Kemenkes RI, 2. , dalam memberikan edukasi dan intervensi yang sesuai untuk atlet maupun enthusiast olahraga. Melalui pendekatan yang didasarkan pada pemahaman biomekanik dan fisiologi tubuh, fisioterapis dapat membantu penggiat olahraga merancang rutinitas pemanasan yang efektif dan aman. Fisioterapis tidak hanya menjelaskan materi, tetapi juga melakukan pendampingan menyesuaikan intensitas dan posisi tubuh untuk mencegah kesalahan Peserta yang kesulitan melakukaan koordinasi diberi modifikasi gerakan sesuai kemampuan. Upaya berkesinambungan dari penyuluhan ini adalah tindak lanjut dan umpan balik peserta dengan memberikan pendampingan melalui ruang diskusi grup menggunakan aplikasi whatsapp. Pendampingan ini mencakup konsultasi daring dan luring jika Dengan adanya penyuluhan ini fisioterapi bukan saja bermanfaat untuk sementara, namun berkontribusi pada kesehatan dan keberlanjutan para penggiat olahraga di masa depan, dengan pengetahuan yang telah diperoleh, diharapkan peserta dapat menerapkan prinsip-prinsip fisioterapi dalam latihan dan berdampak positif pada kegiatan olahraga bola voli. KESIMPULAN Upaya promotif dan preventif fisioterapi melalui edukasi pemanasan dinamis terhadap kejadian shoulder impingement syndrome (SIS) pada pemain bola voli telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta tentang pentingnya pemanasan dinamis sebelum berolahraga. Meningkatnya pemahaman dan perubahan sikap, diharapkan risiko cedera, termasuk SIS, dapat diminimalkan dikalangan enthusiast bola voli, kegiatan ini menunjukkan pentingnya edukasi yang berkelanjutan dalam menjaga kesehatan dan mengoptimalkan performa pemain. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kepada seluruh yang terlibat dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat dan penyusunan artikel ini, keluarga, civitas akademika program studi profesi fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang, civitas hospitalia RSUD Sultan Imanuddin DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. Pangkalan Bun dan enthusiast bola voli yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk berpartisipasi pada penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA