773 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 PERAN POKDARWIS DALAM PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA BERBASIS CBT (COMMUNITY BASED TOURISM) DI WISATA ALAM GUNUNG JAE Oleh Reza Rohaeli1,Siluh Putu Damayanti2 & Sri Wahyuningsih3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Email : Arezarohaeli@gmail. com, 2sp. damayanti@gmail. sriwahyuningsih@gmail. Article History: Received: 11-10-2024 Revised: 13-10-2024 Accepted: 15-10-2024 Keywords: Peran Pokdarwis. Daya Tarik & Community Based Tourism. Abstract : Tujuan penelitian ini untuk Untuk menganalisis potensi daya tarik wisata yang ada di wisata alam Gunung Jae dan untuk menganalisis Peran Pokdarwis Dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata Berbasis CBT (Community Based Touris. Rancangan atau metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian ini dilakukan di desa Sedau. Kecamatan Narmada. Kabupaten Lombok Barat. Informan dalam penelitian ini adalah Pemerintah Desa sebagai informan kunci. Pokdarwis sebagai informan utama dan Masyarakat sebagai informan tambahan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu hasil wawancara berupa rekaman dan catatan oleh peneliti sendiri dan data sekunder yaitu dokumen pendukung dari penelitian berupa foto, video, serta dokumen-dokumen yang diperoleh dari objek wisata. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi. Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pokdarwis wisata alam Gunung Jae merupakan kelompok masyarakat yang berperan dalam pengembangan daya tarik wisata berbasis CBT (Community Based Touris. Pokdarwis berperan sebagai motivator, penggerak, serta komunikator tersebut agar kesiapan dan kepedulian masyarakat sekitar desa wisata lebih meningkat dan lebih sadar akan peluang-peluang yang bisa muncul kapan saja. Pengembangan Daya Tarik Wisata Berbasis CBT (Community Based Touris. di wisata alam Gunung Jae telah memberikan manfaat positif bagi masyarakat lokal, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. PENDAHULUAN Kecamatan Narmada memiliki beberapa desa yang dikembangkan menjadi kawasan wisata oleh pemerintah. Berdasarkan Perubahan Peraturan Bupati Lombok Barat No. 17 Tahun 2020 tentang Desa Wisata, terdapat 57 desa yang ditetapkan sebagai desa wisata di Lombok Barat salah satunya adalah Desa Wisata Sedau. Menurut Kepala Desa Sedau, pengembangan kawasan Wisata Gunung Jae berawal dari adanya pelatihan dan diskusi bersama Dinas Pariwisata Lombok Barat, kegiatan ini memunculkan ide untuk mengembangkan kawasan tersebut lebih lanjut. Pihak a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Desa Sedau menyerahkan pengelolaan kawasan Wisata Gunung Jae kepada BUMDes (Badan Usaha Milik Des. kemudian membentuk unit usaha dalam bidang pariwisata yang dikelola oleh Wisata Alam Gunung Jae ini termasuk tempat wisata yang baru karena mulai dikelola pada tahun 2020 pada bulan Oktober dan resmi dikatakan sebagai destinasi wisata pada bulan Februari tahun 2021 saat pandemi, yang dimana saat itu adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Di tengah keterbatasan itu, pihak pengelola tetap melakukan strategi dengan mengenalkan paket wisata alam Gunung Jae melalui media sosial Facebook dan Instagram. Melalui platform media sosial tersebut menjadikan pengunjung ke tempat Wisata Gunung Jae menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Tempat wisata ini biasanya digunakan untuk camping ground, mereka juga menyediakan fasilitas tenda jika ada wisatawan yang ingin menginap. Selain camping ground juga menyediakan fasilitas lain seperti trek bambu yang melintasi area persawahan, untuk para wisatawan yang hobi memancing pengelola juga menyediakan tempat memancing dan fasilitas-fasilitas yang cocok untuk spot foto serta adanya wahana perahu. Objek wisata Gunung Jae sebenarnya bukanlah sebuah gunung, tetapi lebih tepat disebut perbukitan karena fungsinya kurang dari bagian permukaan bumi yang memiliki ketinggian antara 200 sampai 300 meter di atas permukaan laut, dan bentuknya mirip kubah (Science, 2. , yang mengitari sebuah muara sungai berbentuk danau kecil, sedangkan Gunung adalah bagian dari permukaan bumi yang menjulang tinggi dari permukaan sekitarnya dan Gunung memiliki ketinggian minimal 2000 kaki atau sekitar 610 meter (Mulyadi, 2. Danau kecil inilah yang menjadi daya tarik objek wisata Gunung Jae, mirip miniatur danau Segara Anak yang berada di Gunung Rinjani, danau kecil ini sering disebut dengan julukan Pantai Cendol (Asriandi Lan. Kini wisata alam adalah salah satu konsep wisata yang sedang diminati masyarakat luas. Wisata Alam Gunung Jae merupakan salah satu potensi desa yang sedang dalam pengembangan, dan proses pengembangan ini melibatkan partisipasi dan kerjasama masyarakat sekitar dalam memaksimalkan keberlangsungannya. Dengan luas area perkemahan di Gunung Jae 10 hektar are dan dapat menampung 250 tenda disekitarnya serta wisatawan dapat mencapai untuk 500 orang. Dengan keadaan seperti ini, maka besar kemungkinan kesempatan untuk berwirausaha bagi masyarakat sekitar. Luas area tersebut terdiri dari hamparan sawah, danau dan spot-spot foto alami seperti tebing yang mengelilingi Gunung Jae, daya tarik wisata alam Gunung Jae yang bisa dinikmati oleh wisatawan antara lain, area camping, persawahan yang luas, mengelilingi danau dengan perahu, serta menikmati matahari terbenam di pinggir danau Gunung Jae. Dalam pengembangan potensi alam Gunung Jae di Lombok Barat, peran Pokdarwis sangat penting. Pokdarwis dapat berperan dalam mengelola dan mempromosikan daya tarik wisata berbasis Community Based Tourism (CBT) dengan melibatkan masyarakat lokal. LANDASAN TEORI Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Pariwisata yang dikemukakan oleh Prayogo . Pariwisata secara sederhana dapat didefinisikan sebagai perjalanan seseorang atau sekelompok orang dari satu tempat ke tempat lain membuat rencana dalam jangka waktu tertentu, untuk tujuan rekreasi dan mendapatkan hiburan sehingga keinginannya terpenuhi. Teori lainnya yaitu Community based tourism (CBT) merupakan bentuk pariwisata yang dikelola oleh masyarakat lokal dengan menitikberatkan pada prinsip keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya. CBT lebih menekankan untuk membangun dan memperkuat kemampuan organisasi a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 masyarakat lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat lokal (Suansri, 2. Menurut UNEP dan WTO dikutip Suansri . prinsip yang merupakan aspek utama dalam pengembangan community based tourism (CBT) diantaranya: prinsip ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan politik. Menurut UNEP dan WTO dikutip Suansri . prinsip yang merupakan aspek utama dalam pengembangan community based tourism (CBT) diantaranya: Ekonomi Prinsip ekonomi dengan indikatornya: Timbulnya dana untuk pengembangan komunitas . Terciptanya lapangan pekerjaan di sektor pariwisata . Timbulnya pendapatan masyarakat lokal . Sosial Prinsip sosial dengan indikatornya: Terdapat peningkatan kualitas hidup . Peningkatan kebanggaan komunitas . Pembagian peran yang adil antara laki-laki dan perempuan . Generasi muda dan tua terdapat penguatan organisasi komunitas . Budaya Prinsip budaya dengan indikatornya: Mendorong masyarakat untuk menghormati budaya yang berbeda . Mendorong berkembangnya pertukaran budaya . Adanya budaya pembangunan yang melekat erat dalam budaya lokal . Lingkungan Prinsip lingkungan dengan indikatornya: Pengembangan carrying capacity area . Terdapat sistem pembuangan sampah yang ramah lingkungan . Kepedulian tentang pentingnya konservasi . Politik Prinsip politik dengan indikatornya: Terdapat upaya peningkatan partisipasi dari penduduk lokal Terdapat upaya untuk meningkatkan kekuasaan komunitas yang lebih luas . Terdapat mekanisme yang menjamin hak-hak masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya alam METODE PENELITIAN Penelitian ini berlokasi di Desa Sedau. Kecamatan Narmada. Kabupaten Lombok Barat. Rancangan atau metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Menggunakan teknik purposive sampling dengan beberapa informan yaitu Pemerintah Desa. Pokdarwis, dan Masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian di wisata alam Gunung Jae memberikan gambaran yang komprehensif tentang potensi dan tantangan dalam pengembangan daya tarik wisata alam Gunung Jae. Gunung Jae memiliki daya tarik utama berupa keindahan alam yang memukau, termasuk pemandangan pegunungan yang hijau dan sejuk serta udara yang segar. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan analisis data, dapat diperinci sebagai berikut: Attraction (Daya Tarik Wisat. Gunung Jae di Desa Sedau. Kecamatan Narmada. Kabupaten Lombok Barat, menawarkan pengalaman wisata yang menarik bagi para pengunjung yang mencari petualangan wisata alam. Beberapa atraksi wisata yang dapat dinikmati di Gunung Jae Sedau diantaranya, a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Gunung Jae memiliki area camping ground yang luas dan nyaman, cocok untuk para pengunjung yang ingin bermalam di tengah alam yang tenang dan asri karena cukup jauh dengan Pusat Kota Mataram. Di sekitar Gunung Jae terdapat danau yang menawarkan pemandangan yang indah dan Pengunjung dapat menyewa perahu dan menikmati perjalanan mengelilingi danau sambil menikmati pemandangan alam. Gunung Jae Sedau merupakan tempat yang ideal bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana alam yang asri dan tenang. Dikelilingi oleh pepohonan hijau dan udara yang segar, pengunjung dapat bersantai sambil menikmati keindahan alam yang masih alami karena berada dibawah kaki gunung rinjani. Dengan memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan. Gunung Jae dapat menjadi contoh bagi destinasi wisata lainnya dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan pariwisata dan pelestarian lingkungan. Dengan demikian, perlunya pengemasan pariwisata yang baik dan inovatif, serta pemanfaatan aktivitas farm di danau, menjadi kunci dalam mencapai destinasi wisata yang berbasis alam di Gunung Jae. Accessibility (Aksesibilita. Aksesibilitas merupakan salah satu aspek krusial yang memengaruhi keberlanjutan sebuah destinasi wisata. Kondisi jalan raya di sekitar area wisata alam ini sudah cukup baik dan layak untuk dilalui oleh pengunjung. aksesibilitas ke Gunung Jae dapat dikatakan bervariasi yang dapat dijangkau dari beberapa rute yakni Kota Mataram dan Bandara Internasional Lombok. Dengan demikian, peningkatan aksesibilitas ke Gunung Jae akan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperkuat keberlanjutan destinasi tersebut dalam jangka panjang. Keberadaan akses yang mudah diakses akan memfasilitasi kedatangan banyak pengunjung ke destinasi tersebut. Destinasi wisata alam Gunung Jae di Sedau. Lombok, kondisi jalan raya di sekitar area wisata alam ini sudah cukup baik dan layak untuk dilalui oleh Selain itu, jaringan sinyal komunikasi juga sudah baik, memungkinkan pengunjung untuk tetap terhubung dengan dunia luar selama mengunjungi Gunung Jae . Amenities (Fasilita. Amenitas yang meliputi fasilitas pendukung di wisata alam Gunung Jae, seperti tempat duduk . , musholla, toilet, area perdagangan, camping ground, perahu, dan tempat parkir, merupakan bagian integral dari pengalaman wisata di destinasi tersebut. Selain itu, penyediaan life jacket atau jaket pelampung saat menaiki perahu menjadi sangat penting untuk keselamatan Mengingat Gunung Jae memiliki danau yang menawarkan aktivitas seperti keliling danau dengan perahu, keberadaan life jacket akan memberikan perlindungan bagi pengunjung, terutama bagi mereka yang tidak bisa berenang atau dalam situasi darurat. Dengan penambahan fasilitas seperti penyediaan life jacket atau pelampung, pengalaman wisata di Gunung Jae akan menjadi lebih aman, nyaman, dan berkesan bagi pengunjung. Ini juga akan membantu dalam meningkatkan daya tarik destinasi serta mendukung pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan di Pulau Lombok. Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur dan fasilitas amenitas yang lebih baik di sekitar Gunung Jae perlu diprioritaskan untuk memastikan pengalaman wisata yang optimal bagi pengunjung dan mendorong pertumbuhan Destinasi Wisata alam. Ancillary Service (Kelembagaan Menyediakan Layanan Tambaha. Mengingat bahwa penelitian ini dilakukan di destinasi wisata alam Gunung Jae, maka ada beberapa penyesuaian komponen pembentuk ancillary services seperti pemandu wisata, organisasi yang meliputi pemerintah, private sector ,dan masyarakat yang terlibat. Keberadaan sebuah destinasi wisata alam harus ditunjang dengan keberadaan lembaga yang mengelolanya. Dalam pengelolaan wisata alam Gunung Jae. Pokdarwis . elompok sadar wisat. bekerja a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 sama dengan pemerintah Desa Sedau untuk melakukan perizinan karena tanah yang dijadikan objek wisata, yang merupakan tanah milik PEMDA (Pemerintah Daera. Lombok Barat dan BWS (Balai Wilayah Sunga. ,kemudian Desa melalui ADD (Alokasi Dana Des. mengalokasikan dana untuk membangun fasilitas yang ada di objek wisata melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Des. pengembangan destinasi wisata alam Gunung Jae di Desa Sedau. Lombok, membutuhkan kerjasama dan akselerasi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat atau organisasi terkait. kerja sama antara pemerintah, kelompok sadar wisata . , dan masyarakat Desa Sedau dalam pengelolaan wisata alam Gunung Jae menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata tersebut. Peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator, organisasi dan masyarakat sebagai pengambil peran di destinasi wisata alam Gunung Jae, desa Sedau. Lombok Barat. Lingkungan Berdasarkan hasil observasi. Pokdarwis bekerjasama dengan pihak Pemerihtah dalam mengelola sampah yang hasilkan dari aktivitas wisata alam Gunung Jae, tetapi masih kurang dalam segi kuantitas diharapkan untuk kedepanya pengelola, pemerintah dan masyarakat untuk memperhatikan masalah sampah dengan dengan cara memperbaiki dan menambah tempat pembuangan sampah. Masalah selanjutnya yakni terletak pada lingkungan, perlunya penanaman kembali pohon ditempat yang terlihat kurang asri, perlindungan terhadap flora dan fauna endemik, serta menghindari aktivitas yang merusak habitat alami perlu diterapkan dengan lebih semaksimal Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, wisata alam Gunung Jae dapat menjadi contoh positif dari pariwisata berkelanjutan yang menjaga keseimbangan antara kebutuhan pariwisata dan pariwisata keberlanjutan di Gunung Jae. Desa Sedau. Narmada. Lombok Barat. Nusa tenggara Barat. Ekonomi Berdasarkan hasil observasi, pemanfaatan ekonomi di wisata alam Gunung Jae hanya dirasakan oleh masyarakat yang bekerja secara langsung, dan selain itu perlunya pemberdayaan komunitas dengan bekerja sama dengan pemerintah, private sector maupun akademisi dalam memberikan pelatihan bagaimana memanfaatkan pariwisata untuk mendapatkan ekonomi secara maksimal baik dalam pengembangan produk lokal dan berbentuk jasa, dengan pendekatan yang tepat, pariwisata di Gunung Jae Sedau dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal, sambil tetap mempertahankan integritas lingkungan dan budaya setempat. Pengembangan potensi-potensi tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, swasta, masyarakat lokal, dan pokdarwis untuk mewujudkan Gunung Jae sebagai destinasi wisata alam yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi semua pihak. Penelitian ini mengacu pada teori yaitu teori CBT (Community Based Touris. yang mencakup 5 . prinsip yang merupakan aspek utama dalam pengembangan CBT . ommunity based touris. diantaranya, prinsip ekonomi, prinsip sosial, prinsip budaya, prinsip lingkungan, dan prinsip politik. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Peran Pokdarwis Dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata Berbasis CBT (Community Based Touris. maka, peneliti mempunyai kesimpulan bahwa: Potensi wisata alam yang dimiliki oleh wisata alam Gunung Jae ini adalah memiliki berbagai atraksi wisata diantaranya bumi perkemahan . amping groun. , mengelilingi danau menggunakan perahu dan bebek-bebekan yang disediakan untuk di sewa, jogging track, memetik kangkung, menangkap udang, belut, kerang, dan memancing. Namun fasilitas pendukung untuk aktivitas lainnya seperti memancing, menangkap udang, belut dan kerang terbilang kurang Selain itu, beberapa fasilitas daya tarik wisata sudah mengalami kerusakan yang belum diperbaiki seperti jembatan/dermaga ada yang rusak, bahkan sebagian tertutup oleh tanaman eceng Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisat. memiliki peran penting dalam pengembangan daya tarik wisata berbasis CBT (Community Based Touris. di wisata alam Gunung Jae. Pokdarwis berperan sebagai fasilitator, koordinator dan motivator bagi masyarakat lokal. Keberadaan Pokdarwis telah mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui keterlibatan mereka dalam penyediaan berbagai produk dan jasa pariwisata di wisata alam Gunung Jae. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan, maka peneliti memberikan beberapa saran yang alangkah baiknya diperhatikan terkait dengan penelitian ini, yaitu: Pokdarwis harus memperhatikan dan melakukan perbaikan fasilitas penunjang wisata seperti, pelampung, perbaikan flooring deck, gazebo, akses jalan masuk lokasi wisata, perbaikan spot foto, perbaikan dermaga dan menyediakan kotak P3K sebagai salah satu elemen penting dalam upaya pertolongan pertama jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan ketika wisatawan Pokdarwis perlu merancang program-program pelatihan dan pemberdayaan yang ditujukan bagi kelompok masyarakat yang kurang memahami pentingnya sosialisasi. Program ini mencakup edukasi tentang konservasi lingkungan, pengelolaan pariwisata, kewirausahaan, serta pengembangan keterampilan. Pokdarwis harus menggunakan pendekatan komunikasi dan penyampaian informasi yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat yang kurang memahami. Misalnya, menggunakan bahasa lokal, media yang mudah diakses, serta melibatkan tokoh-tokoh masyarakat yang Pemerintah daerah dan Pokdarwis perlu melakukan perencanaan pengembangan daya tarik wisata yang berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial, budaya dan Karena rencana pengembangan yang matang dapat meningkatkan keberhasilan Saran-saran tersebut diharapkan dapat membantu Pokdarwis dalam mengoptimalkan perannya dan mendorong pengembangan daya tarik wisata alam Gunung Jae yang lebih berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat lokal. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 DAFTAR PUSTAKA