PENILAIAN DAERAH TANGKAPAN AIR DAS COMAL DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN DI KABUPATEN PEMALANG (CATCHMENT AREA ASSESSMENT FOR COMAL RIVER FLOW AREA IN ORDER TO PROMOTE ENVIRONMENTAL QUALITY IN PEMALANG REGENCY) Eko Suharyono*). Supriyadi**). Brian**) email: ekosuharyono. farming@gmail. Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang **) Tenaga Ahli Konsultan CV. Tumbuh Jaya Desain Semarang ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: . mengetahui dan menganalisis pengelolaan lahan . ndeks penggunaan lahan, kemampuan penggunaan lahan, indeks erosi, kerawanan tanah longso. , . mengetahui dan menganalisis keadaan sosial . epedulian individu, partisipasi masyarakat, tekanan pendudu. dan ekonomi masyarakat . etergantungan terhadap lahan, tingkat pendapatan, produktifitas lahan, jasa lingkunga. , . mengetahui dan menganalisis aspek kelembagaan . eberdayaan lembaga lokal, ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah. KISS, usaha bersam. di DAS Comal Kabupaten Pemalang dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan di Kabupaten Pemalang. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan pada tahun 2014 di Daerah Aliran Sungai (DAS) Comal dengan mengambil 4 sub DAS, yaitu sub DAS Comal Hilir, sub DAS Genteng, sub DAS Pulaga Sringseng, sub DAS Lomeneng dan sub DAS Wakung C Hulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 73 titik pengamatan tersebar pada 13 kecamatan. Teknik pengambilan sampel dengan satuan unit lahan (SUL). Berdasarkan hasil perhitungan bobot dan skor untuk parameter Tata Air dan Daerah Tangkapan Air (DTA), secara keseluruhan, kinerja DAS Comal Kabupaten Pemalang memiliki nilai 2,53 . ategori sedang mendekati agak bai. Kata kunci: Daerah Aliran Sungai, kinerja. ABSTRACT The purpose of this study is to: . find out and analyze area management . and utilization index, land utilization capability, erosion index, landslide vulnerabilit. , . find out and analyze social condition . ndividual awareness, community participation, population pressure. and society economics . and dependency, income level, land productivity, environmental service. , . find out and analyze institutional aspects . ocal institutional empowerment, community dependency on government. KISS, mutual effor. on Comal River Flow Area in Pemalang Regency in order to promote environmental quality in Pemalang Regency. The study was conducted for three months in 2014 on Comal River Flow Area by taking into account four sub river flow areas, namely Comal Hilir. Genteng Pulaga Sringseng. Lomeneng and Wakung C Hulu. The study employed descriptive research method. A research sample of 73 observation points was spread out among 13 sub Sample taking technique was with land unit. Based on the calculation results of weight and scores for the parameter of water management and catchment area, as a whole, the performance of Comal River Flow Area in Pemalang Regency has a score of 2. oderate category, close to quite goo. Key words: River Flow Area. Performance PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Kerusakan lingkungan di Indonesia telah menjadi keprihatinan banyak pihak, baik di dalam negeri maupun oleh dunia internasional. Hal ini Eko Suharyono*. Supriyadi**. Brian** : Penilaian Daerah Tangkapan Air Das Comal ditandai dengan meningkatnya bencana alam yang dirasakan, seperti bencana banjir, tanah longsor dan kekeringan. Turunnya daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai suatu ekosistem, diduga merupakan salah satu penyebab utama terjadinya bencana alam tersebut terutama air . ater related disaste. Kerusakan DAS dipercepat oleh peningkatan pemanfaatan sumberdaya alam akibat dari pertambahan penduduk, perkembangan ekonomi, serta adanya konflik kepentingan antar sektor, antar wilayah hulu-tengah-hilir, terutama pada era otonomi daerah, dimana sumberdaya alam ditempatkan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan satu kesatuan ekosistem yang unsur-unsur utamanya terdiri atas sumberdaya alam tanah, air dan vegetasi serta sumberdaya manusia sebagai pelaku pemanfaat sumberdaya alam Saat ini sebagian besar DAS di beberapa tempat di Indonesia seperti halnya DAS Comal memikul beban yang amat berat sehubungan dengan tingkat kepadatan penduduknya yang sangat tinggi dan pemanfaatan sumberdaya alamnya yang intensif sehingga terdapat indikasi belakangan ini bahwa kondisi DAS semakin menurun dengan indikasi meningkatnya kejadian tanah longsor, erosi dan sedimentasi, banjir, dan Disisi lain, tuntutan terhadap kemampuannya dalam menunjang sistem kehidupan, baik masyarakat di bagian hulu maupun hilir sangat besar. Sebagai suatu kesatuan tata air. DAS dipengaruhi oleh kondisi bagian hulu, khususnya kondisi biofisik daerah tangkapan dan daerah resapan air. Pada banyak tempat, kondisi bagian hulu DAS rawan terhadap ancaman gangguan manusia. Kelestarian DAS ditentukan oleh pola perilaku, keadaan sosial-ekonomi dan tingkat pengelolaan/pengaturan kelembagaan . nstitutional arrangemen. Kondisi pengelolaan DAS saat ini termasuk DAS Comal dalam kenyataannya masih menghadapi berbagai masalah dan kendala sehingga terdapat kesenjangan antara kondisi pengelolaan DAS yang diharapkan dengan kondisi pengelolaan DAS saat ini. Perumusan Masalah Apakah pengelolaan lahan di DAS Comal dapat meningkatkan kualitas lingkungan di kabupaten Pemalang? Apakah keadaan sosial dan ekonomi masyarakat di DAS Comal dapat meningkatkan kualitas lingkungan di kabupaten Pemalang? Apakah kelembagaan di DAS Comal dapat meningkatkan kualitas lingkungan di kabupaten Pemalang? Tujuan Penelitian U n t u k m e n g e t a h u i d a n menganalisis pengelolaan lahan di DAS Comal dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan di kabupaten Pemalang. U n t u k m e n g e t a h u i d a n menganalisis keadaan sosial dan ekonomi masyarakat di DAS Comal dapat meningkatkan kualitas lingkungan di kabupaten Pemalang. U n t u k m e n g t a h u i d a n menganalisis kelembagaan di DAS Comal dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan di kabupaten Pemalang. TELAAH PUSTAKA Analisis Tata Air DAS Analisis tata air DAS dimaksudkan untuk memperoleh data dan informasi tentang aliran air . asil ai. yang keluar dari daerah tangkapan air (DTA) secara terukur, baik kuantitas, kualitas dan kontinuitas aliran airnya. Untuk mengetahui hubungan antara masukan dan luaran di DAS perlu juga dilakukan analisa data hujan data debit yang berada di dalam dan di luar DTA atau DAS/Sub DAS bersangkutan. Analisis terhadap kuantitas hasil air dilakukan melalui parameter jumlah air mengalir yang keluar dari DAS/Sub DAS pada setiap periode waktu tertentu. ,Vol. No. 2 September 2015 Muatan sedimen . uspended loa. pada aliran sungai merupakan refleksi hasil erosi yang terjadi di DTAnya. Demikian juga bahan pencemar yang terlarut dalam aliran air dapat digunakan sebagai indikator asal sumber pencemarnya, apakah dampak dari penggunaan pupuk, obat-obatan pertanian, dan atau dari limbah rumah tangga dan pabrik/industri. Analisis data tata air DAS untuk indikator-indiktor kuantitas, kontinuitas, dan kualitas hasil air sangat terkait dengan permasalahan-permasalahan : . banjir dan kekeringan . ebit air sunga. , yang merupakan indikator dari kuantitas dan kontinuitas hasil air. tingkat sedimentasi dan kandungan pencemar yang merupakan indikator dari kualitas hasil air. Analisis Penggunaan Lahan Dalam DAS Analisisi penggunaan lahan dalam DAS meliputi: . Indeks Penutupan Lahan oleh Vegetasi (IPL), . Kesesuaian Penggunaan Lahan (KPL), . Indeks Erosi (IE), . Pengelolaan Lahan (PL), . Kerentanan Tanah Longsor (KTL). Analisis Sosial DAS Analisis sosial DAS dimaksudkan untuk memperoleh gambaran kondisi penghidupan masyarakat serta pengaruh hubungan timbal balik antara faktor-faktor sosial masyarakat dengan kondisi sumber daya alam . anah, air dan vegetas. di dalam DTA (DAS/Sub DAS). Perilaku sosial masyarakat yang merupakan nilainilai yang secara sekuensial akan mempengaruhi kebutuhan dan keinginan, penentuan tujuan, penentuan alternatifalternatif rencana, pembuatan keputusan dan tindakan yang membentuk pola penggunaan lahan berupa masukan teknologi Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (RLKT) di dalam DAS. Analisis sosial DAS dinilai meliputi: kepedulian individu, partisipasi masyarakat dan tekanan penduduk. Analisa ini didasarkan pada hasil Eko Suharyono*. Supriyadi**. Brian** : Penilaian Daerah Tangkapan Air Das Comal survey/wawancara dengan responden pada desa-desa yang ada di wilayah DAS. Analisis Ekonomi DAS Analisis ekonomi DAS dimaksudkan untuk memperoleh gambaran kondisi penghidupan masyarakat serta pengaruh hubungan timbal balik antara faktor-faktor ekonomi masyarakat dengan kondisi sumber daya alam . anah, air dan vegetas. di dalam suatu DTA/Sub DAS/DAS. Perilaku ekonomi masyarakat, secara sekuensial akan mempengaruhi kebutuhan dan keinginan, penentuan tujuan, penentuan alternatif-alternatif rencana, pembuatan keputusan dan tindakan yang berkaitan dengan pola penggunaan lahan berupa te kn o l o g i re h a b i l i ta si l a h a n d a n konservasi tanah (RLKT) di dalam DAS. Sebaliknya kondisi alami yang ada di DAS juga mempengaruhi perilaku ekonomi Data yang dikumpulkan dalam analisis ekonomi DAS, meliputi indikatorindikator: ketergantungan penduduk terhadap lahan (LQ), tingkat pendapatan keluarga (TD), produktivitas lahan (PL) dan jasa lingkungan (JL). Analisis Kelembagaan DAS Wilayah DAS tersusun dari berbagai penggunaan lahan dimana masing-masing berbeda pengelolanya sehingga kelembagaan pengelola lahan yang terkait sangat komplek dan Dengan demikian pengelolaan lahan di DAS akan melibatkan banyak para pihak . baik formal maupun informal, berbagai sektor, dan melibatkan berbagai disiplin keahlian yang harus tertata secara sinergis. Indikator penting untuk analisis aspek kelembagaan di DAS adalah KISS . oordinasi, integrasi, sinkronisasi dan Parameter KISS yang bisa digunakan diantaranya ada tidaknya Indikator lain yang perlu untuk monev kelembagaan adalah keberdayaan lembaga lokal/adat (KLL) dalam kegiatan pengelolaan DAS, ketergantungan masyarakat kepada pemerintah (KMP) dan kegiatan usaha bersama (KUB). Evaluasi terhadap keempat indikator tersebut bisa mencerminkan tingkat konflik, kemampuan dan kemandirian masyarakat, serta tingkat intervensi pemerintah dalam kegiatan pengelolaan DAS serta pengaruhnya pada kinerja DAS. Analisis terhadap kriteria kelembagaan yang ada di DAS meliputi indikator keberdayaan lembaga masyarakat lokal . , ketergantungan masyarakat kepada pemerintah. KISS . oordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinerg. , dan kegiatan usaha bersama. Dalam pengelolaan DAS, stakeholders yang terlibat banyak dan kompleks, multi sektor dan multi disiplin. Parameterparameter yang digunakan adalah peran lembaga lokal dalam kegiatan pengelolaan DAS, ada/tidaknya intervensi pemerintah, ada/tidaknya konflik, dan jumlah unit usaha bersama yang berkembang di DAS dalam mendukung pengelolaan DAS. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di daerah aliran sungai (DAS) Comal yang yang berada di kecamatan Ampelgading. Ulujami. Moga. Comal. Pulosari. Randudongkal. Petarukan. Bodeh. Belik. Bantarbolang. Warungpring. Watukumpul dan Taman kabupatem Pemalang. Penelitian dilaksanakan pada bulan JuniSeptember 2014. Metode Penentuan Sampel Evaluasi kinerja DAS/SubDAS dilakukan secara terintegrasi terhadap kelima kriteria: tata air, penggunaan lahan, sosial, ekonomi, dan Sasaran evaluasi dipilah menjadi: . evaluasi luaran yang dicerminkan dari nilai tata air . asil ai. , dan . evaluasi kondisi daerah tangkapan air (DTA) yang menunjukkan kondisi prosesor dan masukan. Dengan demikian nilai bobot evaluasi untuk tingkat DAS/Sub DAS tersebut, kriteria tata air . uaran DTA) diberi bobot sebesar 50 %, sedang kriteria pengelolaan lahan, sosial, ekonomi, dan kelembagaan . ondisi DTA) jumlah nilai bobotnya juga 50%. Teknik pengambilan sampel dengan satuan unit lahan (SUL). Dalam penelitian ini sampel penelitian sebanyak 73 titik pengamatan yang tersebar pada 13 kecamatan di Kabupaten Pemalang. Metode Pengumpulan Data Data primer Data yang diperoleh dari observasi langsung di lapangan dan wawancara kepada responden, dengan menggunakan blangko kuesioner yang telah disediakan. Data sekender Data yang diperoleh dari lembaga atau instansi terkait yang dapat dipertanggung jawabkan baik dari tingkat desa, kecamatan dan Analisis dan Interpretasi Data Identifikasi nilai . untuk analisis kinerja DAS Comal pada dua aspek . ata air dan DTA) untuk masingmasing indikatornya, selanjutnya ditentukan masalah utama yang ada pada DAS Comal. Faktor-faktor atau parameter-parameter dari indikatorindikator yang dianalisis dapat menjadikan daerah tersebut menunjukkan tingkat kerawanan tertentu yang merupakan faktor masalah yang harus dicari jawabannya untuk diperbaiki dan ditindak-lanjuti, yaitu melalui penerapan sistem perencanaan pengelolaan DAS Comal yang disesuaikan dengan kondisi DAS/Sub DAS-nya. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah dilaksanakan Analisis beberapa indikator, yaitu : Analisis tata air ,Vol. No. 2 September 2015 dan analisis kondisi DTA, maka didapat hasil skor nilai tertimbang pada Tabel 1 Berdasarkan hasil perhitungan bobot dan skor untuk parameter Tata Air dan Daerah Tangkapan Air (DTA), secara keseluruhan, kinerja DAS Comal Bagian Pemalang memiliki nilai 2,53 . ategori SEDANG mendekati AGAK BAIK). Tata Air Untuk tata air di DAS Comal yang meliputi parameter banjir dan kekeringan, sedimentasi dan kandungan bahan Tabel 1. Hasil Evaluasi Kinerja DAS Comal INDIKATO R/PARAME TE R Tata Ai r B anj ir Dan Kekeri nga n Koefi sien Regim Su ngai Kr. Koefi sien Va rian si ( C. Indeks Peng gun aan Ai r (Ip. Koefi sien Lim pasan (C) S edimen ta si (Laj u Sedime . K andu nga n Pencemar Fisika Kimi a Bi olog i (Zat Or gani k. Bo d Da n Co. S ub Jumlah Ko ndi si Dta P engel ol aan La han Indeks Peng gun aan L ahan (Ipl ) Kemamp uan Pen ggun aan L ahan (Kp . Indeks Ero si (I. Peng elo laa n Laha n (P. Ker awanan Ta nah Lo ngsor (K tl ) S osial Dan E ko nomi Kep edul ian Ind ivi du (Ki ) Par ti si pasi Masyarakat (P. Teka nan Pendu duk (T. E ko nomi Keterg antun gan Ter hada p Lah an (L . Ting kat Pe ndap atan (T. Pro duktivitas Laha n (P. Jasa Lin gkunga n (Jl ) K elemb agaa n Keb erda ya an Lemb aga Lo kal (Kll ) Keterg antun gan Masyara kat Pd Pemer intah ( Km. Ki ss Kegi atan Usaha B ersama (Ku . Sub Jumla h Juml ah Total Bobot S kor Nilai Sk or 6=. Nilai Tertimbang 7=. /10 . 0 ,3 0 0 ,1 5 0 ,1 5 0 ,3 0 0 ,1 0 0 ,1 2 0 ,1 2 0 ,0 6 1 ,2 0 0 ,1 2 0 ,0 4 0 ,1 2 0 ,2 0 0 ,1 5 0 ,0 3 0 ,0 9 0 ,0 4 0 ,2 0 0 ,0 6 0 ,0 6 0 ,0 2 0 ,0 2 0 ,0 6 0 ,0 4 0 ,1 0 1 ,3 3 2 ,5 3 Sumber : Data Primer 2014 Eko Suharyono*. Supriyadi**. Brian** : Penilaian Daerah Tangkapan Air Das Comal pencemar, parameter banjir dan kekeringan merupakan parameter yang perlu mendapatkan perhatian dalam pengelolaan DAS Comal. Parameter banjir dan kekeringan dengan indikator Kooefisien Regim Sungai (KRS). K o e f i s i e n Va r i a s i ( C V ) . I n d e k Penggunaan Air (IPA) dan Koefisien Limpasan (C) dalam kondisi yang kurang Nilai KRS DAS Comal 0,30 menunjukkan bahwa pada musim penghujan jumlah air dilahan banyak tetapi pada musim kemarau air masih Untuk meningkatkan air pada musim kemarau dapat dilakukan dengan penggunaan lahan dengan tanaman yang dapat menyerap air pada musim penghujan, misalnya penanaman dengan tanaman tahunan. Koefisien limpasan (C) Nilai KRS DAS Comal 0,30 menunjukkan bahwa pada saat hujan, jumlah air hujan yang memjadi aliran permukaan 0,3 dari air hujan yang jatuh. Untuk mengurangi jumalah aliran air permukaan dapat dilakukan dengan penggunaan lahan dengan tanaman yang dapat menyerap air pada musim penghujan, misalnya penanaman dengan tanaman tahunan. Dengan adanya tanaman tahunan maka aliran air permukaan akan berkurang karena adanya penghalang aliran permukaan dan aliran air permukaan akan banyak yang meresap kedalam indikator pengelolaan lahan (PL) adalah tingkat pengelolaan lahan dan vegetasi di DAS, merupakan perkalian antara faktor penutupan lahan/pengelolaan tanaman (C) dengan faktor praktek konservasi tanah/pengelolaan lahan (P). Nilai pengelolaan lahan DAS Comal sebesar 0,20. Hal ini menunjukkan antara faktor pengelolaan lahan dengan praktek konservasi tanah air dalam kondisi. Sehingga untuk meningkatkan kinerja DAS Comal praktek konservasi tanah dan air harus ditingkatkan. Peningkatan praktek konservasi tanah dan air di DAS Comal dapat dilakukan secara teknis dan secara vegetatif. Praktek secara teknis dapat dilakukan dengan pembuatan bangunan-bangunan teknis untuk mengalirkan air dari hulu sampai hilir tanpa merusak tanah . erjadinya eros. Bangunan teknis dapat berupa saluran drainase, cek dam, teras, rorak dan Sedangkan Prktek konservasi tanah dan air secara vegetatig dapat dilakukan dengan pola tanam yang baik serta penanaman tanaman tahunan pada lahan-lahan dengan kemiringan. Kondiasi Daerah Tangkapan Air Pengamatan terhadap Derah Tangkapan Air (DTA) meliputi : Analisis Sosial Analisis keadaan sosial DAS Comal Kabupaten Pemalang yang meliputi : kepedulian induvidu, partisipasi masyarakat, tekanan penduduk dalam keadaan yang baik (Tabel . , sehingga dalam pengelolaan DAS Comal kepedulian dan partisipasi masyarakat sangat baik. Demikian juga dengan tekanan penduduk yang baik yang dibuktikan dengan pertumbuhan penduduk yang lambat. Analisis Pengelolaan Lahan Analisis pengelolaan lahan meliputi: Indek Penggunaan Lahan(IPL) Kemampuang Penggunaan Lahan (KPL). Indek Erosi (IE). Pengelolaan Lahan (PL) dan Kerawanan tanah Longsor (KTL). Dari kelima indikator tersebut indikator pengelolaan lahan yang perlu mendapatkan perhatian. Penilaian Analisis Ekonomi Analisis ekonomi DAS Comal kabupaten Pemalang meliputi : Ketergantungan Terhadap Lahan (LQ). Tingkat Pendapatan (TD). Produktifitas Lahan (PL) dan jasa lingkungan. Ketergantungan terhadap lahan (LQ) penduduk terhadap lahan dicerminkan oleh proporsi kontribusi pendapatan dari ,Vol. No. 2 September 2015 usahatani terhadap total pendapatan keluarga (KK/t. Penilaian terhadap ketergantungan penduduk terhadap lahan ini dapat didekati dengan analisa kegiatan dasar desa (LQ), yaitu kegiatan apa dari sektor yang berpengaruh besar terhadap kehidupan perekonomian penduduk di wilayahnya . Jika ketergantungan keluarga terhadap lahan pertanian semakin besar, maka lahan akan semakin dieksploitasi untuk kegiatan usahatani, sehingga lahan makin terdegradasi. Adapun nilai ketergantungan penduduk terhadap lahan di DAS Comal Kabupaten Pemalang adalah sebesar 0,20. Berdasarkan analisis di atas, dapat diketahui jika sebagian besar penduduk desa/kecamatan di wilayah DAS Comal Kabupaten Pemalang memiliki ketergantungan terhadap lahan tinggi. Kondisi ini menggambarkan ketergantungan masyarakat di DAS Comal Kabupaten Pemalang terhadap lahan sangat tinggi, atau pendapatan keluarga masyarakat di DAS Comal Kabupaten Pemalang sebagian besar berasal dari pendapatan usahatani. Hal ini mengindikasikan eksploitasi lahan untuk kegiatan usahatani cukup besar, dan berpotensi untuk mengalami degradasi/ penggerusakan tanah. Analisis Kelembagaan Analisis kelembagaan DAS Comal Kabupaten Pemalang yang meliputi : keberdayaan lembaga lokal, ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah. KISS dan kegiatan usaha bersama di DAS Comal. Dari hasil pengamatan diperoleh analisis kelembagaan di DAS Comal dalam keadaan baik, sehingga kelembagaan yang berada dalam masyarakat sangat membantu tercipnya pengelolaan DAS comal yang baik. Eko Suharyono*. Supriyadi**. Brian** : Penilaian Daerah Tangkapan Air Das Comal KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan bobot dan skor untuk parameter Tata Air dan Daerah Tangkapan Air . engelolaan lahan, analisis sosial, analisis ekonomi dan analisis kelembagaa. secara keseluruhan, kinerja DAS Comal Kabupaten Pemalang memiliki nilai 2,53 . ategori sedang mendekati agak bai. Saran Perlu perbaikan dalam tata air di DAS Comal kabupaten Pemalang, terutama dalam perbaikan Koefisien Resim Sungai (KRS) dan Koefisien Limpasan. Dalam hal daerah tangkapan air (DTA) indikator pengelolaan lahan (PL) dan ketergantunag terhadap lahan (LQ) perlu diperbaiki. DAFTAR PUSTAKA