JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE JURKAMI Volume 4, no 1, 2019 PENGARUH VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DI MATURE MARKET TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DI EMERGING MARKET Yunita Astikawati1, Avelius Dominggus Sore2 STKIP Persada Khatulistiwa, Indonesia Email: yunitaakun@gmail.com1 , avelius12@gmail.com2 Diterima: 1 Maret 2019; Disetujui: 25 Maret 2019; Diterbitkan: 1 April 2019 Abstract: Mature market is safer investment than emerging market. It’s became a references to emerging market in order to make investment decision particularly in stock exchange. Therefore, the analize to test of effect the stock trading volume in both mature market and emerging market year 2014 until 2018, is needed. The sample was determined by purposive sampling. Stock index which used in this research i.e. NYSE, NASDAQ, FTSE 100, SSEC, HANG SENG, Kopsi, STI, SENSEX, IHSG, JSE, Stock Exchange Thailand, and TSEC Taiwan. To analize the data is used multilinear regression. The result shows that’s mature market which representative by NYSE, Nasdaq, FTSE 100, SSEC, HANGSENG, Kopsi, and STI has a significant positive effect to IHSG, SET, and TSEC. Meanwhile, NYSE, Nasdaq, FTSE 100, SSEC, HANGSENG, Kopsi, STI hasn’t stock trading volume effect in SENSEX and JSE. It can be concluded that in developing countries, the decision to buy and sell stock in the mature market became fundamental consideration for investors to sell or buy it. Keyword: Emerging, Mature, Volume Abstrak: Mature market memiliki keamanan investasi daripada emerging market. Mature market menjadi acuan bagi emerging market dalam membuat keputusan investasi terutama di pasar modal. Oleh karena itu perlu adanya analisis untuk menguji pengaruh dari volume perdaganan saham di mature market dan emerging market tahun 2014-2018. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Indek saham yang digunakan dalam analisis ini adalah NYSE, Nasdaq, FTSE 100, SSEC, HANGSENG, Kopsi, STI, SENSEX, IHSG, JSE, Stock Exchange Thailand, dan TSEC taiwan. Analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil analisis menunjukan bawha mature market yang diwakili oleh indek NYSE, Nasdaq, FTSE 100, SSEC, HANGSENG, Kopsi, STI memiliki pengaruh positif signifikan terhadap indek saham IHSG, SET, TSEC. Sedangkan indek NYSE, Nasdaq, FTSE 100, SSEC, HANG SENG, Kopsi, STI tidak mempengaruhi volume perdagangan saham di indek SENSEX dan JSE. Disimpulkan bahwa keputusan jual beli saham di mature market menjadi dasar pertimbangan bagi investor untuk menjual atau membeli saham pada negara berkembang Kata Kunci: Emerging, Mature, Volume Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 12 | Yunita Astikawati, Avelius Dominggus Sore, Pengaruh Volume Perdagangan perdagangan saham dari setiap indek pada PENDAHULUAN Perdagangan Internasional dilakukan oleh berbagai negera di dunia. Indonesia pasar modal baik berbentuk kuat maupun berkembang. merupakan salah satu negara yang telah melaksanakan pergangan ini sejak lama. Perdagangan negara internasional Indonesia membuat Pasar modal merupakan pasar bekerjasama dimana calon investor dapat bertemu untuk dengan negara lain dalam berbagai bidang. melaksanakan transaksi jual beli. Pasar Indonesia dapat bekerja sama dalam modal bentuk pertahanan, kesehatan, keamanan, didialammnya, contohnya pasar modal pariwisata, hukum, politik, kebudayaan, Indonesia yang memiliki pendidikan, dan didalamnya. Indek tersebut adalah Indeks membuka Harga Saham Gabungan, Indeks LQ45, kerjasama ekonomi baik dalam bentuk Indeks IDX30, Indeks LQ80, Indeks perdagangan KOMPAS100, bidang dapat KAJIAN TEORI teknologi, lainnya. ekonomi Indonesia komoditas dan nonkomoditas. memiliki berbagai Indeks indek 22 indek IDX SMC Composite, Indeks IDX SMC Liquid, Perdagangan dapat Indeks IDX High Dividend 20, Indeks kegiatan ekspor impor. IDX BUMN20, Indeks Saham Syariah Kegitaan perdagangan nonkomoditas dapat Indonesia, Jakarta Islamic Index, Jakarta juga perdagangan Islamic Index 70 , Indeks Sektoral, Indeks saham, valuta asing, future, dan bentuk Papan Pencatatan, Indeks BISNIS-27, lainnya. Indeks PEFINDO25, memberikan dampak kepada setiap negara KEHATI, Indeks yang berkerjasam. Dampak tersebut iyalah SMinfra18, adanya hubungan saling ketergantungan Investor33, dan Indeks PEFINDO i- satu negara dan negara lainnya. Indonesia Grade . dilihat dari dilakukan Kerja komoditas melalui sama ini tentunya Indeks Indeks SRI- infobank15, Indeks MNC36, Indeks sebagai negara berkembang tentu tidak Pasar modal Indonesia berbentuk bisa lepas dari dampak negara lain baik semi kuat atau dalam kata lain adalah yang berbentuk negara maju maupun emerging market. Bentuk pasar modal negara berkembang. Dampak ini tertentu yang ada di dunia ini memiliki keterkaitan perlu diukur untuk melihat ada tidaknya dengan bentuk pasar modal lainnya baik pengaruh tersebut. Oleh karena itu perlu berbentuk kuat maupun lemah dan sedang adanya ukuran untuk mengukur pengaruh kuat. Pengaruh tersebut dapat dikaibatkan tersebut karena negara memiliki keterkaitan dalam menggunakan volume Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi JURKAMI Volume 4, no 1, 2019 | 13 berbagai bidang kerjasama salah satunya tersebut maka baiklah mengetahui jenis adalah bidang ekonomi yang terlihat dari dari Contagion effect ini. Contagion effect aksi berdasarkan jenisnya terbagi menjadi dua perdagangan internasional. Perdagangan internasional yang membawa yaitu spillovers dan finansial crisis. arus barang, jasa, informasi, teknologi, Efek dari spillovers dan finansial pengetahuan dan bentuk lainnya memberi crisis umumnya lebih dirasakan oleh efek kepada negara yang lain. Efek negara-negara yang memiliki bentuk pasar tersebut dapat berupa Contagion effect modal semi kuat dan lemah (Celik, 2012). yang diakibatkan oleh krisis keuangan Hal ini dikarena negara semi kuat atau (Trihadmini, 2011). emerging dan lemah belum memiliki Contagion effect ini diibaratkan kemampuamn yang lebih baik dalam sebagai penyakit yang menular dari negara membaca satu kenegara lainnya melalui jaringan fundamental kerjasama antar negara. Hal ini tentunya lambatnya dalam pembuatan keputusan. memberikan dampak bagi banyak pihak Selain terutama negara dan investor. Dampak ini kesalahan menangkap informasi dipasar ternyata memiliki dampak yang cukup dan reaksi yang berlebihan dari investor. besar bagi investor sehingga investor dapat Oleh karena itu keputusan yang dibuat mengubah keputusan investasinya dengan cenderung tidak hati-hati. Selain itu faktor cepat. Ini dikarenakan setiap investor akan lainnya adalah masih lemahnya kualitas mengubah dan audit yang dilakukan oleh pihak-pihak prilakunya ketika penyakit ini menular pengaudit sehingga masalah fundamental (Beisswingert et al, 2016). Efek penularan ekonomi tidak cepat terdeteksi (Jere dan ini akan membawa berbagai masalah Paul, 2013). Contagion effect saat ini juga kedepannya berupa masalah likuiditas, sedang terjadi di perdagangan global informasi, masalah akibat adanya krisis fundamental yang keuangan global. Efek yang diakibatkan melanda venezuela. Venezuela merupakan tentunya tidak dapat dicegah dengan salah satu negara berkembang. mudah karena melibatkan hubungan antar 1. Negara berkembang umunya rentan cognitifnya, koordinasi emosi dan negara dan antar investasi. Negara dan investor perlu membuat itu perubahan dan sehingga juga masalah dampaknya diakibatkan adanya Terhadap krisis ekonomi dibandingkan negara mature. Namun sebaliknya kebijakaan yang dianggap paling baik negara yang memiliki mature market dalam mengobati penyakit keuangan yang memiliki pengaruh Terhadap negara menular ini. Sebelum membuat kebijakan yang masuk dalam katagori emerging Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 14 | Yunita Astikawati, Avelius Dominggus Sore, Pengaruh Volume Perdagangan market. Oleh karena itu perlu dilakukan volume perdagangan saham di indek analisi empiris guna melihat pengaruh mature tersebut dianalisis menggunakan uji asumsi klasik dan menjelaskan secara empiris. market. Penelitian ini akan dan uji regresi berganda. Uji asumsi klasik terdiri dari uji Normalitas, Uji METODOLOGI PENELITIAN Heteroskedastisitas, Uji Multikolinieritas, Analisis ini bertujuan untuk memberikan Dan Uji Autokorelasi bukti empiris mengenai keterkaitan bentuk pasar mature dan emerging market. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis akan dilakukan menggunakan Analisis informasi yang termasuk dalam pasar menggunakan bursa saham. Adapun informasi dari bursa dilakukan dengan dua tahap yaitu uji yang digunakan adalah indek saham. Indek asumsi klasik, dan uji regresi dengan saham terlebih standar error 5%. Uji asumsi klasik akan dahulu dalam bentuk mature dan emerging dilakukan untuk memastikan bahwa data dan kemudian baru dipilah dan dipilih penelitian menghasilkan infromasi yang serta digunakan dalam penelitian ini. bersifat BLUE ataupun LUE. BLUE Subjek penelitian ini adalah indek saham adalah singkatan dari istilah best linier yang mewakili mature market NYSE, unbias estimator. Nasdaq, FTSE 100, SSEC, HANG singkatan dan istilah Kopsi, STI. Indek saham yang estimator. Data penelitian akan SENG, mewakili diklasifikasikan emerging market ini akan eviews digunakan 7. LUE Analisis merupakan linier unbias sebaiknya SENSEX, memiliki katagori BLUE ataupun LUE IHSG, JSE, Stock Exchange Thailand, dan sehingga hasil analisis tidak terjadi bias. TSEC taiwan. Penelitian ini menggunakan Uji asumsi klasik juga akan dilakukan data yang dipublikasi oleh sumber lain tergantung pada jumlah variabel yang akan (Bougie dan Sekaran, 2013). dari tahun digunakan dan jenis data. Secara umum uji 2014 hingga 2018. Sumber data dapat asumsi klasik terdiri dari uji Normalitas, dipeoleh Uji melalui Yahoo Finance, Investing, Bloomberg dan situs lainnya. Variabel penelitian terdiri dari variabel dependend dan independend. Variabel dependent adalah Heteroskedastisitas, Uji Multikolinieritas, Dan Uji Autokorelasi. Uji asumsi klasik dapat dijabarkan sebagai berikut: volume perdagangan saham pada indek emerging market. Variabel independent adalah Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi JURKAMI Volume 4, no 1, 2019 | 15 1. Uji asumsi klasik Tabel 1: Uji normalitas No Nama 1 FTSE 2 HANGSENG 3 IHSG 4 JSE 5 KOPSI 6 NASDAQ 7 NYSE 8 SENSEX 9 SET 10 SSEC 11 STI 12 TSEC Sumber: data olahan, 2019 Probability JB 0,000000 0,000000 0.000000 0,000000 0,000000 0,000000 0,000000 0,000000 0,000000 0,000000 0,000000 0,000000 Data Uji dikarenakan uji autokorelasi menjadi dengan salah satu uji untuk membuktikan menggunakan uji white. Uji white bahwa data layak digunakan dalam digunakan menghilangkan penelitian. Uji autokorelasi dilakukan masalah heterokedastisitas di dalam untuk melihat ada tidaknya masalah analisi residual tahun t yang mempengaruhi ini telah di Heteroskedastisitas untuk data. Data telah diuji Kesimpulan Tidak Normal Tidak Normal Tidak Normal Tidak Normal Tidak Normal Tidak Normal Tidak Normal Tidak Normal Tidak Normal Tidak Normal Tidak Normal Tidak Normal menggunakan uji white. Hasil uji telah tahun berstatus heteroscedasticity- dilakukan untuk data yang bersifat time consistent covariance. Oleh karena itu series. Data penelitian ini merupakan disimpulkan data penelitian bebas dari data dari tahun 2014-2018 maka uji masalah heteroskedastisitas ( Gujarati autokorelasi wajib dilakukan. Hasil uji dan Porter dalam Astikawati, 2017). autokorelasi white Uji autokorelasi merupakan salah satu uji asumsi klasik yang wajib berikutnya. menggunakan (DW). Uji autokorelasi dapat hasil Berikut dianalisis Durbin-Watson hasil uji DW: dilakukan dalam penelitian ini. Hal ini Tabel 2: uji Durbin-Watson Independent NYSE NASDAQ FTSE SSEC HANGSENG KOPSI STI Terhadap SENSEX NYSE NASDAQ FTSE SSEC HANGSENG KOPSI STI Terhadap JSE NYSE NASDAQ FTSE SSEC HANGSENG KOPSI STI Terhadap IHSG Dw hitung Dw tabel Autokorelasi 0,966853 1,9070088-2,0929912 Positif 1,286069 1,9070088-2,0929912 Positif 0,337215 1,9070088-2,0929912 Positif Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 16 | Yunita Astikawati, Avelius Dominggus Sore, Pengaruh Volume Perdagangan Independent NYSE NASDAQ FTSE SSEC HANGSENG KOPSI STI terhadap SET NYSE NASDAQ FTSE SSEC HANGSENG KOPSI STI Terhadap TSEC Dw hitung Dw tabel Autokorelasi 0,746065 1,9070088-2,0929912 Positif 0,388037 1,9070088-2,0929912 Positif Sumber: data olahan, 2019 Hasil analisis menunjukan bahwa penelitian lebih dari satu. Penelitian ini data memiliki masalah autokorelasi. Hal memiliki tujuh varibel independent ini dikarenakan data bersifat data time sehingga series. Data yang bersifat runtun waktu multikolinieritas untuk melihat adanya rentan mengalami masalah autokorelasi hubungan antara variabel independent. karena residual pada tahun lalu dapat Adapun mempengaruhi menggunakan eview 7 didapatlah hasil residual di masa mendatang. Uji wajib hasil melakukan analisis uji dengan uji multikoliniritas sebagai berikut multikoliniritas dilakukan apabila variabel independent di dalam Tabel 3: Uji Multikoliniritas FTSE HANGSENG IHSG JSE KOPSI NASDAQ NYSE SENSEX SET SSEC STI TSEC HANG FTSE SENG IHSG JSE KOPSI NASDAQ NYSE SENSEX SET SSEC STI TSEC 1,00 0,25 -0,01 0,34 0,08 0,50 0,56 0,05 0,02 -0,05 0,36 -0,06 0,25 1,00 -0,09 0,25 0,16 0,24 0,23 -0,04 0,06 0,36 0,28 -0,14 -0,01 -0,09 1,00 -0,21 0,01 -0,18 0,07 -0,08 0,02 0,29 0,08 0,62 0,34 0,25 -0,21 1,00 0,09 0,29 0,29 0,03 0,03 -0,04 0,24 -0,28 0,08 0,16 0,01 0,09 1,00 -0,01 0,14 0,03 -0,06 0,30 0,12 -0,01 0,50 0,24 -0,18 0,29 -0,01 1,00 0,76 0,16 -0,02 -0,12 0,22 -0,26 0,56 0,23 0,07 0,29 0,14 0,76 1,00 0,13 -0,05 0,07 0,35 0,00 0,05 -0,04 -0,08 0,03 0,03 0,16 0,13 1,00 -0,10 -0,05 -0,02 -0,11 0,02 0,06 0,02 0,03 -0,06 -0,02 -0,05 -0,10 1,00 -0,12 -0,03 -0,09 -0,05 0,36 0,29 -0,04 0,30 -0,12 0,07 -0,05 -0,12 1,00 0,16 0,37 0,36 0,28 0,08 0,24 0,12 0,22 0,35 -0,02 -0,03 0,16 1,00 0,04 -0,06 -0,14 0,62 -0,28 -0,01 -0,26 0,00 -0,11 -0,09 0,37 0,04 1,00 Sumber: data olahan, 2019 2. Uji regresi Data yang digunakan akan diuji menggunakan regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut: Tabel 4: Hasil Analisis Regresi Independent NYSE NASDAQ FTSE SSEC HANGSENG KOPSI STI Terhadap SENSEX Signifikansi Korelasi Tidak Signifikan Negative Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 Adjusted R-Squared 2,97% JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi JURKAMI Volume 4, no 1, 2019 | 17 Independent NYSE NASDAQ FTSE SSEC HANGSENG KOPSI STI Terhadap JSE NYSE NASDAQ FTSE SSEC HANGSENG KOPSI STI Terhadap IHSG NYSE NASDAQ FTSE SSEC HANGSENG KOPSI STI Terhadap SET NYSE NASDAQ FTSE SSEC HANGSENG KOPSI STI Terhadap TSEC Hasil analisis menyatakan bahwa mature market akan memicu Korelasi Positif Positif Positif Positif investor terhadap lainnya untuk melakukan hal serupa. merging market dari segi perdagangan Apabila terjadi masalah ekonomi maka volume. Secara garis besar dapat dikatakan investor tentu akan mencari tempat yang volume perdagangan saham di indek aman mature bagi terkadang efek ekonomi tidak selalu keputusan memperdagangan saham di berasal dari emerging market. Apabila indek emerging market. terdapat kebijakan di mature market untuk market berpengaruh investasinya Signifikansi Tidak Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan menjadi acuan Pasar modal menjadi salah satu tempat transaksi perdagangan untuk menurunkan investasinya. pajak ataupun Walaupun menaikan yang tingkat suku bunga maka akan berdampak menperjualbelikan investasi. Perdagangan besar bagi emerging market. Investor akan ini dilakukan oleh berbagai jenis investor. menarik dananya dari emerging market ke Investor akan melakukan transaksi di pasar mature market untuk mendapatakan return modal baik pasar modal yang berbentuk yang lebih tinggi. Emerging market akan lemah, sedang kuat atau emerging dan kuat kehilangan banyak Hot Money. Hot Money atau mature. Mature market yang memiliki adalah sejumlah uang yang diinvestasikan keamanan investasi lebih baik daripada oleh investor yang dapat ditarik sewaktu- negara berkembang menjadi salah satu waktu apabila terjadi masalah ekonomi. tolak ukur ketika melakukan aksi jual dan Hal ini juga dihadapi oleh Indonesia ketika beli saham. Efek ini menunjukan bahwa THE FED menaikan tingkat suku bungga pasar modal di dunia memiliki keterkaitan menyebabkan banyak investor menerik satu sama lain. Hal ini dikarenakan dana investor yang berperan dalam pasar menginvestasikannya ke negara Amerika. modal di mature maupun emerging market Efek ini akan terus terjadi selama negara di merupakan investor yang berasal dari dunia memiliki hubungan baik dari segi berbagai negara. Ketika terjadi gejolak ekonomi, politik, pertahanan dan segi ekonomi yang terjadi di negera emerging lainnya. Hal ini membuktikan bahwa mengakibatkan Contagion effect benar-benar ada dan investor menarik Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 dari Indonesia dan Adjusted R-Squared 17,42% 21,48% 2,69% 30,35% 18 | Yunita Astikawati, Avelius Dominggus Sore, Pengaruh Volume Perdagangan terjadi di dunia ini. Oleh karena itu, setiap efek keputusan dalam perdagangan saham pasar memiliki menjadi stimulus bagi pihak lain terutama koordinasi yang baik untuk menghadapi perdagangan ini melibatkan investor dalam perkembangan jumlah yang besar baik dometik dan dan negara harus dimasa mendatang. Ketidakpastian akan terus terjadi sehingga negara dituntut untuk selalu dapat berprogres dan mengeluarkan kebijakan yang pas dalam menghadapi tantangan pasar. Bentuk pasar akan berubah dari emerging ke mature tergantung bagaimana negara memfasilitasi ekonomi dalam negeri agar dapat berkembang. Klasifikasi pasar juga tidak lepas dari tolak ukur lainnya seperti ukuran pasar, pertumbuhan pasa dan faktor lainnya (Heinz dan Tomenendal, 2012). Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pasar emerging tidak bisa lepas dari pengaruh dari pasar mature terutama dalam perdagangan saham. Keterkaitan ini akan terus berlangsung dari waktu ke waktu baik dalam kondisi perekonomian baik maupun kurang baik. PENUTUP Proses analisis yang internasional telah dilakukan dapat memeberikan kesimpulan bahwa Volume Perdagangan Saham Di Mature market mempengaruhi Volume DAFTAR PUSTAKA Astikawati Y, Relita DT. Analisis Transaksi Jual Beli Saham Industri Di Pasar Modal Indonesia. Jurnal profit. 2017; 4(2).134-143 Beisswingert BM, Zhang K, Goetz T, Fischbacher U. Spillover Effects of Loss of Control on Risky Decision-Making. PloS ONE.2016;11(3):1-19. doi:10.1371/journal.pone.015047 0Celik S. The More Contagion Effect On Emerging markets: The Evidence Of DCC-GARCH Model. Economic Modelling. 2012;29(5): 1946-1959. Https://doi.org/10.1016/j.econmo d.2012.06.011. Heinz, DB, Tomenendal M. The emerging market type putting market size and growth in BRIC countries into perspective. Critical perspectives on international business. 2012; 8(3):241-258. doi 10.1108/17422041211254969. Jere R F, Paul NM. The Contagion Effect of Low-Quality Audits. The Accounting Review. 2013; 88(2): 521-552. ttps://doi.org/10.2308/accr-50322. Perdagangan Saham di Emerging market. Prilaku investor dalam perdagangan saham di negara maju menjadi acuan bagi investor lainnya yang ada di negara berkembang dalam membuat keputusan. Sekaran U, Bougie R. 2013. Research Methods for Business. Sixth Edition. Wiley. New York. Trihadmini N. Contagion Dan Spillover Effect Pasar Keuangan Global Sebagai Early Warning System. Hal ini tentunya menjadi gambaran bahwa Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi Finance and Banking Journal. 2011; 13(1):47-61. Www.finance.yahoo.com www.investing.com www.bloomberg.com Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 JURKAMI Volume 4, no 1, 2019 | 19