Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 3 No. Desember 2019 . e-ISSN 2685-5607 THE EFFECT OF FINANCIAL RATIOS ON STOCK PRICES OF AUTOMOTIVE AND ITS COMPONENTS COMPANIES LISTED ON IDX PERIOD 2014-2017 Boby Daniswara Halim1. Layla Hafni2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Indonesia Email: bobyhalim1@gmail. com1, laylahafni@yahoo. ABSTRACT The aim of this reseracrh is to analyze and test the influence of Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Net Profit Margin (NPM). Total Asset Turnover (TATO) and Earning Per Shared (EPS) on Stock Price of Automotive Companies listed on Indonesian Stock Exchange (BEI) 2014 until 2017 period, which amounted to 13 companies. The research data was obtained from the annual financial report for the period 2014-2017. Based on purposive sampling method, the sample obtained included 11 companies. The hypothesis in this research was tested using multiple regression analysis. The result of this research showed that only Earning Per Shared (EPS) has significant and positive effect on Stock Price, whereas Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Net Profit Margin (NPM) and Total Asset Turnover (TATO) have no significant infuence on Stock Price. Keywords: Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Net Profit Margin (NPM). Total Asset Turnover (TATO). Earning Per Shared (EPS). Stock Price PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014-2017 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Net Profit Margin (NPM). Total Asset Turnover (TATO) dan Earning Per Shared (EPS) terhadap Harga Saham Perusahaan Otomotif dan komponennya yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2014-2017 yang berjumlah 13 perusahaan. Data penelitian diperoleh dari laporan keuangan tahunan periode 2014-2017. Dengan menggunakan metode purposive sampling, sampel yang diperoleh sebanyak 11 perusahaan. Hipotesis penelitian ini diuji menggunakan analisis regresi berganda. Dari hasil penelitian, menjunjukkan bahwa hanya Earning Per Shared (EPS) yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap Harga Saham, sedangkan Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Net Profit Margin (NPM) and Total Asset Turnover (TATO) tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Kata Kunci: Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Net Profit Margin (NPM). Total Asset Turnover (TATO). Earning Per Shared (EPS). Harga Saham Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 http://w. id/ojs32/index. php/BILANCIA/index e-ISSN 2685-5607 PENDAHULUAN Pasar Modal merupakan pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana atau investor dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Salah satunya sekuritas yang diperjualbelikan adalah saham. Setiap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pasti menerbitkan saham yang dapat dimiliki oleh setiap investor. Salah satu sektor yang sahamnya diminati investor adalah sektor Otomotif dan Meskipun kondisi perekonomian Indonesia yang fluktuatif, tetapi kebutuhan akan kendaraan bermotor dan komponennya diyakini akan terus meningkat melihat banyaknya jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun. Hal tersebut juga didukung oleh program pemerintah guna mendongkrak keadaan pasar yang sedang lesu. Pada tanggal 18 Juni 2015. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) no. 17/10/PBI/2015 mengenai rasio Loan to Value (LTV) untuk kredit pembiayaan properti dan uang muka kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor. Di dalam peraturan tersebut tercantum bahwa uang muka kredit kendaraan bermotor (KKB) bagi roda tiga atau lebih non produktif bagi bank syariah dan konvensional adalah sebesar 25 persen atau lebih kecil lima persen dibanding kebijakan sebelumnya. Peraturan tersebut memberikan sentimen positif untuk meningkatkan penjualan di sektor otomotif dan komponennya. Sumber : w. id (Data Olaha. Gambar 1. Data Penjualan Sektor Otomotif dan Komponennya tahun 2014-2017 Dari data diatas, dapat kita lihat bahwa penjualan tertinggi ada pada tahun 2014 dengan 1. 028 unit. Lalu penjulalan terendah terdapat pada tahun 2015 sebagai akibat kelesuan pasar terhadap barang otomotif, hanya berhasil menjual sebanyak 1. 518 unit. Penjualan tahun-tahun berikutnya mulai membaik pasca lesunya pasar otomotif tahun 2015. Hal tersebut tentu menjadi sentimen positif bagi para pemegang saham terhadap pasar otomotif bahwa dapat bangkit kembali dan berkembang lebih jauh. Saham adalah bukti kepemilikan investor atas suatu perusahaan. Saham juga merupakan suatu sarana bagi perusahaan go public untuk mencari dana segar dari investor guna mengembangkan perusahaan. Tetapi, harga saham yang fluktuatif membuat investor lebih berhati Ae hati dalam berinvestasi. Jika investor salah dalam menganalisis harga saham, maka investor akan mengalami kerugian yang jumlahnya tidak sedikit. Oleh karena itu, investor membutuhkan suatu pendekatan untuk menganalisis harga saham. Dengan adanya kondisi diatas, investor pasti lebih berhati-hati dalam menginvestasikan dananya, salah satunya di sektor otomotif dan Untuk mendukung pernyataan diatas, peneliti mencoba memeriksa nilai indeks harga saham gabungan (IHSG) danharga saham sektoral miscellaneous industry yang disajikan dalam grafik berikut: Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang Terdaftar di BEI Periode 2014-2017 (Boby Daniswara Halim dan Layla Hafn. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Sumber : w. id (Data Olaha. Gambar 2. Perbandingan Indeks Harga Saham Gabungan dengan Harga Saham Sektoral Miscellaneous Industry Tahun 2014-2017 Menurut Fabozzi . , ada dua pendekatan yang digunakan dalam menganalisis sekuritas yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Faktor fundamental yang sering digunakan dalam memprediksi harga saham adalah rasio keuangan. Sementara faktor teknikal diukur dengan beberapa indikator antara lain inflasi, nilai tukar mata uang dan risiko pasar. Dengan adanya rasio Ae rasio keuangan dapat memudahkan investor dalam menganalisis perusahaan mana yang mempunyai kinerja yang baik dan tingkat pengembalian yang besar. Dengan analisis tersebut, investor dapat menginvestasikan dananya pada suatu perusahaan dalam tingkat risiko yang dapat diperhitungkan. Rasio keuangan yang mempengaruhi harga saham antara lain: Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Net Profit Margin. Total Asset Turnover dan Earning Per Share. Current Ratio (CR) adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo (Kasmir, 2014:. Semakin tinggi rasio ini maka semakin besar kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang jangka pendeknya yang segera jatuh tempo. Namun bila rasio ini terlalu rendah, maka dana yang tersedia kurang digunakan secara efektif dalam hal yang lebih produktif. Tinggi rendahnya rasio ini akan memberikan sinyal baik itu positif ataupun negatif kepada investor yang berdampak pada naik turunnya harga Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Bela 2. menyatakan bahwa CR berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Namun penelitian yang dilakukan oleh (Novitasari 2016. Yoki 2. yang menyatakan bahwa CR tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Debt to Equity Ratio atau rasio hutang modal adalah rasio yang menggambarkan sejauh mana modal pemilik dapat menutupi hutang-hutang kepada pihak luar dan merupakan rasio yang mengukur hingga sejauh mana perusahaan dibiayai dari hutang. Struktur modal adalah pembelanjaan permanen dimana mencerminkan pengimbangan antar hutang jangka panjang dan modal sendiri. Modal sendiri adalah modal yang berasal dari perusahaan itu sendiri . adangan, lab. atau berasal dari mengambil bagian, peserta, atau pemilik . odal saham, modal peserta dan lain-lai. (Riyanto, 2008:. Semakin kecil rasio hutang modal maka semakin baik dan untuk keamanan pihak luar rasio terbaik jika jumlah modal lebih besar dari jumlah hutang atau minimal sama (Harahap, 2008:. Penelitian yang dilakukan oleh (Dina 2. menyatakan bahwa rasio DER berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Sementara penelitian yang dilakukan oleh (Bela 2018. Novitasari 2016. Yoki 2. menunjukkan bahwa DER tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Net Profit Margin (NPM) adalah rasio yang menunjukkan seberapa besar persentase laba bersih yang diperoleh dari setiap penjualan(Rinati 2. Semakin besar rasio ini maka semakin baik karena kemampuan perusahaan dalam mengasilkan laba melalui penjualan cukup tinggi dan kemampuan perusahaan dalam menekan biaya Ae biayanya cukup baik. Namun sebaliknya, semakin rendah rasio ini maka kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui penjualan cukup rendah. Selain itu, kemampuan perusahaan dalam menekan biaya Ae biayanya kurang baik yang membuat investor pun enggan menanamkan dananya. Hal tersebut mengakibatkan Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 harga saham perusahaan ikut mengalami penurunan. Penelitian yang dilakukan oleh (Bela 2018. Hutami 2. yang menyatakan bahwa NPM berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham, sementara penelitian yang dilakukan oleh (Husaini 2012. Yoki 2. menunjukkan hasil bahwa NPM tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Total Asset Turnover(TATO)adalah rasio yang menunjukkan tingkat efektifitas perusahaan dalam menggunakan assetnya untuk meningkatkan volume penjualan. Rasio total asset turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva (Kasmir, 2013:. Semakin tinggi rasio ini maka semakin baik, artinya semakin efektif perusahaan dalam menggunakan aktivanya untuk meningkatkan penjualan dan Penelitian yang dilakukan oleh(Bela 2. menunjukkan bahwa rasio TATO berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Namun hasil yang berbeda terdapat pada penelitian yang dilakukan oleh (Yoki 2. yang menyatakan bahwa TATO tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Earning Per Share (EPS) adalah rasio laba per lembar saham atau disebut juga rasio nilai buku, merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham (Kasmir, 2013:. EPS menggambarkan profitabilitas perusahaan yang tergambar pada setiap lembar saham. Semakin tinggi nilai EPS tentu saja menggembirakan pemegang saham karena makin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham dan kemungkinan peningkatan jumlah dividen yang diterima pemegang saham (Darmadji & Fakhrudin, 2012:. Penelitian yang dilakukan oleh (Dina 2013. Husaini 2012. Yoki 2. menyatakan bahwa EPS berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Sementara penelitian yang dilakukan oleh (Supriyadi 2. menyatakan bahwa EPS tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. TINJAUAN PUSTAKA Signalling Theory Signalling theory atau yang dikenal dengan teori sinyal merupakan sebuah teori dimana informasi yang diterima oleh masing-masing pihak antara manajemen perusahaan dengan pihak Ae pihak yang berkepentingan dengan informasi itu tidak sama. Teori sinyal mengemukakan tentang bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini dapat berupa informasi apa saja yang sudah dicapai perusahaan untuk merealisasikan keinginan pemilik, selain itu dapat berupa informasi lain yang memberikan sinyal bahwa perusahaan tersebut lebih baik daripada perusahaan lain. Brigham dan Houston . menyatakan bahwa isyarat adalah suatu tindakan yang diambil manajemen perusahaan yang memberi petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Pihak manajemen memberikan informasi melalui laporan keuangan dengan menerapkan kebijakan akuntansi konservatif, dimana laporan keuangan tersebut menunjukkan laba yang sebenarnya, dan mencegah perusahaan untuk membesar-besarkan laba seolah-olah memberikan sinyal bahwa perusahaan sedang dalam keadaan positif. Informasi yang diperoleh investor dari laporan keuangan kemudian diterjemahkan sebagai sinyal yang baik . ood new. atau sebagai sinyal yang buruk . ad new. Bila laba di laporan keuangan meningkat dari tahun sebelumnya, maka informasi tersebut dapat dikategorikan sebagai sinyal yang positif dan mengindikasikan bahwa perusahaan dalam kondisi baik dan begitu pula sebaliknya. Current Ratio (CR) Rasio lancar atau . urrent rati. merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo (Kasmir, 2014:. Rasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan . argin of safet. suatu perusahaan. Sementara itu menurut Munawir . rasio yang paling umum digunakan untuk menganalisis posisi modal kerja suatu perusahaan adalah Current Ratio yaitu perbandingan antara jumlah aktiva lancar dengan hutang lancar. Rasio ini menunjukan bahwa nilai kekayaan lancar . ang segara dapat dijadikan uan. ada sekian kalinya hutang jangka pendek. Debt to Equity Ratio (DER) Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menggambarkan sejauh mana modal pemilik dapat menutupi hutanghutang kepada pihak luar. Selain itu, rasio ini juga mengukur sejauh mana operasional perusahaan dibiayai dari Menurut Kasmir . , yang dimaksud dengan DER adalah rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam . dengan pemilik perusahaan atau berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang. Semakin tinggi DER menunjukkan semakin tinggi penggunaan hutang sebagai sumber pendanaan Hal ini dapat menimbulkan risiko yang cukup besar bagi perusahaan ketika perusahaan tidak mampu membayar kewajiban tersebut pada saat jatuh tempo, sehingga akan mengganggu kontinuitas operasi perusahaan. Selain itu, perusahaan akan dihadapkan pada biaya bunga yang tinggi sehingga dapat menurunkan laba Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang Terdaftar di BEI Periode 2014-2017 (Boby Daniswara Halim dan Layla Hafn. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Namun bila hutang tersebut dimanfaatkan dengan efektif untuk meningkatkan produktivitas, akan memberikan efek keuntungan bagi perusahaan. Net Profit Margin (NPM) Net Profit Margin adalah sebuah rasio atau perbandingan antara laba bersih setelah pajak dibandingkan pendapatan penjualan bersih. Jadi rasio tersebut menunjukkan seberapa besar persentase laba bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Menurut Alexandri . Net Profit Margin (NPM) adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih setelah dipotong Net Profit Margin mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba neto dari setiap Semakin tinggi nilai NPM maka menunjukkan semakin baik (Murhadi, 2013:. Hal ini menjadi salah satu indikator bagi para investor dalam melihat perusahaan mana yang potensial memberikan keuntungan yang besar. Net Profit Margin yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan telah mengontrol biaya-biaya secara efektif, ataupun menjual barang dengan harga strategis sehingga diminati konsumen. Total Asset Turnover (TATO) Total Asset Turnover merupakan rasio aktivitas yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan segala sumber daya yang berupa asset. Total Asset Turnover menunjukkan perputaran total aktiva diukur dari volume penjualan dengan kata lain seberapa jauh kemampuan semua aktiva menciptakan penjualan. Menurut Kasmir . , rasio total asset turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva. Menurut Syamsudin . menyatakan bahwa semakin tinggi ratio TATO berarti semakin efesien penggunaan keseluruhan aktiva didalam menghasilkan penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik. (Harahap, 2009:. Semakin cepat dan efisien perputaran aktiva, maka laba yang diperoleh akan semakin Earning Per Share (EPS) Earning Per Share adalah rasio yang menggambarkan jumlah uang yang akan dihasilkan dari setiap lembar saham biasa yang dimiliki investor (Kasmir, 2013:. EPS menunjukkan profitabilitas perusahaan yang tergambar pada setiap lembar saham. Rasio ini penting bagi investor dalam melihat keberhasilan manajemen perusahaan menghasilkan profit bagi investor. EPS adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham. EPS merupakan laba/keuntungan yang dapat dibagikan perusahaan terhadap investor dihitung dalam 1 lembar saham yang berpengaruh pada kinerja perusahaan (Fahmi, 2013:. Kerangka Pemikiran Berdasarkan deskripsi hubungan Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Net Profit Margin (NPM). Total Asset Turnover (TATO) dan Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham, maka dirumuskan kerangka pemikiran sebagai berikut: Sumber : Data olahan Excel Gambar 3. Kerangka Pemikiran METODE PENELITIAN Populasi dan Penentuan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan otomotif dan komponennya yang listing di BEI selama periode 2014-2017. Berdasarkan data yang diperoleh melalui situs w. id, perusahaan yang menjadi populasi dari penelitian ini adalah 13 perusahaan. Dalam penelitian ini, pengambilan sampel menggunakan Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 metode Purposive Sampling yaitu dengan ketentuan sebagai berikut: . Perusahaan otomotif dan komponennya yang terdaftar selama tahun penelitian, dan . Perusahaan yang memiliki data rasio yang digunakan sebagai variabel independen penelitian. Jenis Penelitian Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini merupakan data sekunder, yaitu jenis data yang diperoleh atau dikumpulkan secara tidak langsung dari sumber utama . Data dalam penelitian ini berupa laporan tahunan dari perusahaan yang terpilih menjadi sampel serta data lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Data dalam penelitian ini diperoleh dari laporan tahunan perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dari tahun 2014-2017. Data diperoleh dengan cara mengakses situs Bursa Efek Indonesia . dan situs resmi lainnya. Definisi Variabel Harga Saham Variabel dependen yang digunakan adalah Harga saham . losing pric. pada perusahaan Transport yang terdaftar dalam daftar di BEI tahun 2014 -2017. Current Ratio Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan (Kasmir, 2014:. Debt to Equity Ratio Rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Untuk mencari rasio ini dengan cara membandingkan seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas (Kasmir, 2012:. Net Profit Margin Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba neto dari setiap penjualannya (Murhadi, 2013:. Total Asset Turnover Rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva (Kasmir, 2013:. Earning Per Share Rasio yang menggambarkan jumlah uang yang akan dihasilkan dari setiap lembar saham biasa yang dimiliki investor (Kasmir, 2013:. Oe Teknik Analisis Data Analisa Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1. X2,A. dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Y = b1 X1 b2 X2 b3 X3 b4 X4 b5 X5 e Keterangan: = Harga Saham = Konstanta b1-b5 = Koefisien Regresi = Current Ratio (CR) = Debt to Equity Ratio (DER) = Net Profit Margin (NPM) Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang Terdaftar di BEI Periode 2014-2017 (Boby Daniswara Halim dan Layla Hafn. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 = Total Aset Turnover (TATO) = Earning Per Share (EPS) = Error . aktor Lai. HASIL PEMBAHASAN Variabel Terikat (Y) Varibel terikat yang diteliti pada penelitian ini adalah Harga Saham. Nilai rata-rata variabel dari Harga Saham tertinggi adalah Rp2. 504,45- pada tahun 2014, dan nilai rata-rata variabel Harga Saham terendah yang diteliti adalah Rp1. 849,18- pada tahun 2015. Kemudian nilai Harga Saham tertinggi terletak pada perusahaan PT. Astra International Tbk. (ASII) pada tahun 2017 dengan nilai Rp8. 300,-. Sedangkan nilai Harga Saham terendah terletak pada perusahaan PT. Prima Alloy Steel Universal Tbk. (PRAS) dengan nilai sebesar Rp125,-. Jika dilihat dari keseluruhan dapat disimpulkan bahwa nilai Harga Saham mengalami penurunan cukup tajam di tahun 2015, lalu bergerak naik sampai tahun 2017. Variabel Bebas (X) Varibel Bebas yang diteliti pada penelitian ini adalah sebagai berikut. Current Ratio (CR) Nilai rata-rata CR tertinggi yang diteliti terdapat pada tahun 2017 dengan nilai 185,91. Sementara nilai rata-rata CR terendah yang diteliti terdapat pada tahun 2015 dengan nilai 146,56. Kemudian, nilai CR tertinggi terletak pada perusahaan PT. Indospring Tbk. (INDS) dengan nilai rasio sebesar 512,54. Sementara perusahaan yang memiliki nilai rasio CR terendah terletak pada perusahaan PT. Indomobil Sukses International Tbk. (IMAS) dengan nilai 83,77. Secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa kemampuan perusahaan perusahaan sektor otomotif dan komponennya dalam melunasi hutang jangka pendeknya mengalami penurunan di tahun 2015, lalu meningkat di dua tahun berikutnya. Debt to Equity Ratio (DER) Nilai rata-rata DER tertinggi yang diteliti adalah sebesar 1,12 pada tahun 2015. Sementara nilai rata-rata variabel DER terendah terdapat pada tahun 2014 dengan nilai sebesar 0,99. Kemudian, nilai DER tertinggi terletak pada perusahaan PT. Indomobil Sukses International Tbk. (IMAS) sebesar 2,49. Sementara nilai variabel DER terendah terletak pada perusahaan PT. Indospring Tbk. (INDS) sebesar 0,14. Jika dilihat secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa sejauh mana kegiatan perusahaan dibiayai dari hutang dibandingkan dengan modal sendiri meningkat pada tahun 2015, lalu mengalami penurunan sampai tahun 2017. Net Profit Margin (NPM) Nilai rata-rata NPM tertinggi yang diteliti adalah sebesar 5,49 pada tahun 2014. Sementara nilai rata-rata variabel NPM terendah terletak pada tahun 2015 dengan nilai variabel sebesar 2,44. Kemudian, nilai NPM tertinggi terletak pada perusahaan PT. Selamat Sempurna Tbk (SMSM) dengan nilai rasio sebesar 17,44. Sementara nilai variabel NPM terendah terdapat pada perusahaan PT. Multistrada Arah Sarana (MASA) dengan nilai -11,33. Jika dilihat secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dari setiap penjualan cenderung fluktuatif dari tahun 2014 sampai tahun 2017. Total Assets Turnover (TATO) Nilai rata-rata TATO tertinggi yang diteliti adalah sebesar 0,84 pada tahun 2014. Sementara nilai rata-rata variabel TATO terendah terletak pada tahun 2016 dengan nilai variabel sebesar 0,74. Kemudian, nilai TATO tertinggi terletak pada perusahaanPT. Selamat Sempurna Tbk (SMSM) dengan nilai rasio sebesar 1,50. Sementara nilai variabel TATO terendah terdapat pada perusahaan PT. Prima Alloy Steel Universal Tbk (PRAS) dengan nilai 0,23. Jika dilihat secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan dengan menggunakan sumber daya berupa assetnya cenderung turun dari tahun 2014 hingga 2016, lalu meningkat di tahun 2017. Earning Per Share (EPS) Nilai rata-rata EPS tertinggi yang diteliti adalah sebesar 221,37 pada tahun 2014. Sementara nilai rata-rata vari abel EPS terendah terletak pada tahun 2015 dengan nilai variabel sebesar 82,00 . Kemudian, nilai EPS tertinggi terletak pada perusahaan PT. Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) dengan nilai rasio sebesar 831,62. Sementara nilai variabel EPS terendah terdapat pada perusahaan PT. Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) dengan nilai -104,66. Jika dilihat secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa kemampuan perusahaan sektor otomotif dan komponennya dalam menghasilkan laba per lembar saham cenderung fluktuatif dari tahun 2014 sampai tahun Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Uji Normalitas Data Sumber : Hasil Olahan SPSS Gambar 4. Hasil Pengujian Normalitas (P-Plo. Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa dari hasil analisis dan pengujian normal probability plotmenunjukkan bahwa titik-titik pada grafik tersebut bergerak mendekati garis diagonal dengan kata lain, data diatas terdistribusi secara normal. Untuk memastikan hasil uji diatas agar lebih akurat, dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov Test dengan ketentuan bahwa nilai signifikansi harus > 0,05 agar suatu data dapat dikatakan berdistribusi normal. Tabel 1. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Normal Parameters Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Sumber : Data olahan SPSS 19 Dari tabel diatas, dapat kita lihat bahwa dari hasil pengujian normalitas Kolmogorov Ae Smirnov Test diatas, menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,917 atau lebih besar dari angka 0,05. Artinya dapat disimpulkan bahwa data tersebut telah terdistribusi secara normal, sehingga penelitian ini layak dilanjutkan. Uji Multikolinearitas Tabel 2. Hasil Uji VIF Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error 1942,509 1116,044 Model 1 (Constan. CURRENT_RATIO -5,652 DEBT_TO_EQUITY_RATIO 168,375 NET_PROFIT_MARGIN 107,145 TOTAL_ASSET_TURNOVER -893,531 EARNING_PER_SHARED 7,511 Dependent Variable: HARGA_SAHAM 3,874 463,538 78,953 975,790 1,633 -,203 ,050 ,232 -,119 ,646 1,741 -1,459 ,363 1,357 -,916 4,598 Sig. ,090 ,153 ,718 ,183 ,366 ,000 Collinearity StatisticsVIF Tolerance ,644 ,656 ,427 ,742 ,630 1,553 1,524 2,342 1,348 1,587 Sumber : Data Olahan SPSS 19 Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang Terdaftar di BEI Periode 2014-2017 (Boby Daniswara Halim dan Layla Hafn. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Berdasarkan tabel diatas, dapat kita lihat bahwa nilai VIF dari masing-masing variabel adalah lebih kecil dari 10 atau Tolerance juga besar dari angka 0,1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen tidak terdapat gangguan multikolinearitas. Uji Autokorelasi Tabel 3. Hasil Uji Durbin Watson Model Summaryb Squar ,527 Adjuste Square ,465 Std. Error of Estimate 1758,824 Square Change ,527 Change Statistics Chang 8,475 Sig. Change ,000 DurbinWatson 1,891 Sumber : Data Olahan SPSS 19 Berdasarkan perhitungan dari hasil nilai Durbin Watson diatas, dapat dilihat bahwa nilai DW berada pada angka 1,891 atau berada pada interval angka 1,777 hingga 2,223. Artinya, dapat dikatakan bahwa tidak terdapat gejala autokorelasi pada penelitian ini. Uji Heteroskedastisitas Sumber : Data Hasil Pengolahan SPSS 19 Gambar 5. Hasil Pengujian Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil pengujian diatas, dapat kita lihat bahwa titik-titik menyebar secara acak diatas dan dibawah angka nol. Kemudian, titik-titik yang menyebar tersebut tidak membentuk suatu pola tertentu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas dalam penelitian ini. Uji Model Tabel 4. Hasil Pengolahan Uji Model F hitung F tabel Sig. Keterangan Model Layak Sumber : Data olahan Excel Dari tabel diatas, dapat kita lihat bahwa nilai Fhitung sebesar 8,475. Untuk mencari nilai F tabel dengan tingkat keyakinan 5% atau 0,05 dipergunakan rumus : df= . = . = . Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Dari perhitungan diatas, dapat kita lihat bahwa dilai df 1 adalah 4 dan nilai df 2 adalah 39. Oleh karena itu nilai F tabel untuk penelitian ini adalah sebesar 2,612. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa nilai F hitung > F tabel atau dengan kata lain seluruh variabel independen yang diuji berpengaruh secarasimultan terhadap variabel dependen. Uji Koefisien Determinasi Tabel 5. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Model Summaryb Squar ,527 Adjusted R Square ,465 Std. Error of Estimate 1758,824 Sumber : Hasil Pengujian SPSS 19 Squa ,527 Cha Change Statistics Chang 8,475 Sig. Change ,000 DurbinWatson 1,891 Dari hasil pengujian, diperoleh nilai adjusted R2 sebesar 0,465 . ,5%). Dapat diartikan bahwa variabel X hanya mempengaruhi variabel Y sebesar 46,5%, sisanya sebesar 53,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar penelitian ini. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 6. Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Beta Error 1 (Constan. 1942,509 1116,044 CURRENT_RATIO -5,652 DEBT_TO_EQUITY_RATIO 168,375 NET_PROFIT_MARGIN 107,145 TOTAL_ASSET_TURNOVER -893,531 EARNING_PER_SHARED 7,511 Dependent Variable: HARGA_SAHAM 3,874 463,538 78,953 975,790 1,633 -,203 ,050 ,232 -,119 ,646 1,741 1,459 ,363 1,357 -,916 4,598 Sig. ,090 ,153 ,718 ,183 ,366 ,000 Collinearity StatisticsVIF Tolerance ,644 ,656 ,427 ,742 ,630 1,553 1,524 2,342 1,348 1,587 Sumber : Hasil Pengujian SPSS 19 Makna dari persamaan regresi diatas adalah sebagai berikut : . Konstanta = 1. 942,509 menunjukkan angka positif yang artinya apabila semua variabel bebas . bernilai konstan, maka harga sahamnya adalah 942,509. Current Ratio (X. memiliki nilai koefisien dengan arah negatif sebesar -5,652 yang dapat diartikan bahwa setiap peningkatan CR satu satuan maka variabel Harga Saham akan mengalami penurunan angka sebesar 5,652. Debt to Equity Ratio (X. memiliki nilai koefisien dengan arah positif sebesar 168,375 artinya bahwa setiap peningkatan DER satu satuan maka variabel Harga Saham akan mengalami peningkatan sebesar 168,375. Net Profit Margin (X. memiliki nilai koefisien dengan arah positif sebesar 107,145 yang dapat diartikan bahwa setiap peningkatan NPM satu satuan maka variabel Harga Saham akan mengalami peningkatan 107,145. Total Asset Turnover (X. memiliki nilai koefisien dengan arah negatif sebesar 893,531 yang dapat diartikan bahwa setiap peningkatan TATO satu satuan maka variabel Harga Saham akan mengalami penurunan sebesar 893,531. Earning Per Share (X. memiliki nilai koefisien dengan arah positif sebesar 7,511 yang dapat diartikan bahwa setiap peningkatan EPS satu satuan maka variabel Harga Saham akan mengalami kenaikan sebesar 7,511. Uji Parsial Tabel 7. Hasil Pengujian Secara Parsial Variabel T hitung T tabel DER NPM TATO Sig. Keputusan Tidak Berpengaruh Signifikan Tidak Berpengaruh Signifikan Tidak Berpengaruh Signifikan Tidak Berpengaruh Signifikan Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang Terdaftar di BEI Periode 2014-2017 (Boby Daniswara Halim dan Layla Hafn. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 EPS Berpengaruh Signifikan Sumber : Hasil Pengujian SPSS 19 Pada uji t, nilai t-hitung akan dibandingkan dengan nilai t tabel masing-masing variabel atau bisa dilihat dari nilai signifikansinya. Nilai t tabel dengan = 0,05 dan df = n Ae k Ae 1= 44 Ae 5 Ae 1 = 38, sehingga diperoleh t tabel sebesar 2,024. Jadi dari hasil pengujian dapat dilihat bahwa hanya variabel EPS yang berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham, sementara variabel lainnya yang diteliti tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Pembahasan Current Ratio terhadap Harga Saham Dari hasil pengujian terhadap hipotesis pertama menunjukkan bahwa current ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Current Ratio yang terlalu tinggi diinterpretasikan oleh investor terlalu banyaknya modal yang mengganggur dalam artian ada dana tersedia yang tidak digunakan untuk hal yang lebih produktif. Hal ini menimbulkan sentimen negatif terhadap perusahaan yang memiliki rasio CR yang tinggi. Hal ini yang menjawab hasil dari penelitian diatas bahwa Current Ratio tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Novitasari 2016. Rahmadewi 2. menyatakan bahwa CR tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Namun penelitian yang dilakukan oleh (Bela 2018. Yoki 2. menyatakan bahwa CR tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Debt to Equity Ratio Terhadap Harga Saham Dari hasil pengujian terhadap hipotesis kedua menunjukkan bahwa rasio DER tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Tidak berpengaruhnya rasio DER dikarenakan investor menganggap tingginya rasio DER sebagai suatu risiko solvabilitas yang akan ditanggung oleh investor, bukan sebagai potensi keuntungan yang akan diraih investor karena perusahaan dapat menginvestasikan dana pinjaman tersebut agar mendapatkan Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Bela 2018. Novitasari 2016. Romaidi Suryawan 2017. Yoki 2. yang menyatakan bahwa DER tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Namun berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Dina 2013. Nugraha 2. yang menyatakan bahwa rasio DER berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Net Profit Margin terhadap Harga Saham Dari hasil pengujian terhadap hipotesis ketiga, diketahui jika rasio NPM tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Tidak berpengaruhnya rasio NPM terhadap harga saham dikarenakan para pemegang saham tidak tertarik untuk berinvestasi terhadap perusahaan diatas dikarenakan ketidakmampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan menekan laba atas kegiatan operaisonalnya. Selain itu, investor lebih tertarik melihat potensi keuntungan atas investasinya pada rasio EPS dibandingkan rasio NPM dikarenakan rasio NPM tidak dapat secara langsung menyatakan potensi keuntungan atas investasi, sementara rasio EPS dapat menjelaskan secara langsung potensi keuntungan yang akan didapat oleh investor terhadap investasinya melalui capital gain. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Husaini 2012. Yoki 2. yang menyatakan bahwa NPM tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham, sementara penelitian yang dilakukan oleh (Bela 2018. Hutami 2012. Romaidi 2. menyatakan bahwa NPM berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Total Asset Turnover terhadap Harga Saham Dari hasil pengujian terhadap hipotesis keempat, diperoleh hasil bahwa rasio TATO tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Tidak berpengaruhnya rasio TATO disebabkan investor tidak melihat TATO sebagai faktor yang patut dipertimbangkan karena investor lebih melihat tingkat pengembalian per lembar saham yang akan diperoleh dari investasinya ketimbang seberapa efektif perusahaan menggunakan aktivanya. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan (Romaidi 2017. Yoki 2. menyatakan bahwa TATO tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Namun hasil yang berbeda terdapat pada penelitian yang dilakukan oleh oleh (Bela 2018. Nugraha 2. menunjukkan bahwa rasio TATO berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Earning Per Share terhadap Harga Saham Dari hasil pengujian terhadap hipotesis kelima menunjukkan bahwa rasio NPM berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Dina 2013. Husaini 2012. Romaidi 2017. Yoki 2. menyatakan bahwa EPS berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Sementara penelitian yang dilakukan oleh (Rahmadewi 2018. Supriyadi 2. menyatakan bahwa EPS tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. PENUTUP Berdasarkan analisis data yang telah diuraikan diatas, maka dapat diambil kesimpulan hanya variabel EPS saja yang berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham, sementara variabel lain yang diteliti seperti CR. DER. NPM Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 dan TATO tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diatas, peneliti juga memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat untuk penelitian selanjutnya, diantaranya kepada peneliti selanjutnya, terbatasnya waktu dan bahan literatur di dalam penelitian ini menyebabkan hanya rasio-rasio diatas saja yang bisa diuji. Hendaknya bagi peneliti selanjutnya, jika penelitian ini akan dijadikan referensi, kedepannya agar dapat menambahkan rasio-rasio lain diluar penelitian, ataupun menambah cakupan sektor perusahaan. Sementara bagi investor, hendaknya tetap mempertimbangkan rasio CR. DER. NPM dan TATO. Meskipun rasio tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham, namun rasio-rasio diatas adalah beberapa indikator dalam melihat kinerja perusahaan. Dan bagi pihak manajemen dan perusahaan, hendaknya lebih memperhatikan rasio-rasio dari perusahaan agar mendapat atensi lebih dari para investor agar mau menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. DAFTAR RUJUKAN Alexandri. Moh. Benny. Manajemen Keuangan Bisnis. Cetakan Kesatu. Alfabeta. Bandung. Bela. Salma Megawati. AuPengaruh Rasio Keuangan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2016. Ay 1Ae149. Brigham. Eugene. F dan Joel F. Houston. Manajemen Keuangan. Edisi Kedelapan Buku 2. Erlangga. Jakarta. Darmadji. Tjiptono dan Fakhruddin. Pasar Modal di Indonesia. Edisi Ketiga. Salemba Empat. Jakarta. Dina. Putu Aristya Dewi dan Suaryana. AuPengaruh EPS. DER dan PBV terhadap Harga Saham sektor Food and Beverage yang terdaftar di BEI tahun 2009-2011. Ay 1:215Ae29. Fabozzi. Frank. Manajemen Investasi. Cetakan Kesatu. Salemba Empat. Jakarta. Fahmi. Irham. Analisis Laporan Keuangan. Cetakan ketiga. Alfabeta. Bandung. Harahap. Sofyan Syafri. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Cetakan Kesatu. Raja Grafindo Persada. Jakarta. _______. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Cetakan Kesatu. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Husaini. Achmad. AuPengaruh Variabel Return on Assets . Return on Equity . Net Profit Margin Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham. Ay Jurnal Profit 6. :45Ae47. Hutami. Rescyana Putri. AuPengaruh dividend per share, return on equity, dan net profit margin terhadap harga saham perusahaan industri manufaktur yang tercatat di bursa efek indonesia periode 2006-2010. Ay Jurnal Nominal I. :1Ae20. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. Raja Grafindo Persada. Jakarta. _______. Analisis Laporan Keuangan. Edisi 1. Cetakan ke-6. Rajawali Pers. Jakarta. _______. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Pertama. Cetakan Ketujuh. PT. Rajagrafindo Persada. Jakarta Munawir. Slamet. Analisis Laporan Keuangan. Edisi 4. PT. Liberty. Yogyakarta. Murhadi. Werner R. Analisis Laporan Keuangan Proyeksi dan Valuasi Saham. Salemba Empat. Jakarta. Novitasari. Riris. AuPengaruh Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Return on Assets (ROA), dan Return on Equity Terhadap Harga Saham Perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi yang terdaftar di BEI tahun 2013-2016. Ay 1Ae11. Nugraha. Rheza Dewangga. AuAnalisis Pengaruh DPR. DER. ROE. Dan TATO Terhadap Harga Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Industri Dasar Dan Kimia Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2. Ay Diponegoro Journal of Management 5. :1Ae12. Rahmadewi. Pande Widya. AuPengaruh EPS. PER. CR Dan ROE Terhadap Harga Saham Di Bursa Efek Indonesia yang terdaftar di BEI tahun 2012-2016. Ay E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana 7. :2106. Rinati. Ina. AuPengaruh Net Profit Margin (NPM). Return on Assets( ROA ) dan Return on Equity ( ROE ) terhadap Harga Saham pada perusahaan yang tercantum dalam indeks LQ45. Ay 1Ae12. Riyanto. Bambang. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Penerbit GPFE. Yogyakarta. Romaidi. AuPengaruh Earning Per Share. Return on Equity. Net Profit Margin. Debt to Equity Ratio. Dan Total Asset Turnover Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Food And Beverage Yang Terdaftar Di BEI Periode 2011-2015. Ay Supriyadi. Yoyon. AuPengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham. Ay Vol. :53-68 ISSN 23377860. Suryawan. Dewa Gede. AuPengaruh Current Ratio . Debt To Equity Ratio Dan Return On Assets Pada Harga Saham pada perusahaan LQ45 yang terdaftar di BEI tahun 2013-2015. Ay 21:1317Ae45. Syamsuddin. Lukman. Manajemen Keuangan Perusahaan: Konsep Aplikasi dalam: Perencanaan. Pengawasan, dan Pengambilan Keputusan. Rajawali Pers. Jakarta. Yoki. AuAnalisis Pengaruh Net Profit Margin (NPM). Debt to Equity Ratio (DER). Current Ratio (CR). Total Asset Turnonver Ratio (TATO) dan Earning Per Shared (EPS) Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Transport yang Listing di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2016. Ay 3. :ISSN 2527-8215. iakses 17 September 2. Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang Terdaftar di BEI Periode 2014-2017 (Boby Daniswara Halim dan Layla Hafn. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 id . iakses 18 September 2. com/ekonomi/20151020001040-92-85926/laju-tersendat-sendat-industri-otomotif 18 September 2. iakses 27 Desember 2. id/id/peraturan/ssk/Pages/pbi_171015. iakses 18 September 2. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019